cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2026)" : 8 Documents clear
Analisis Flaming Terhadap Pendukung Prabowo-Gibran Pasca Pilpres 2024 Pada Komunitas Marah-Marah di Platform X Fahirah, Hanifah; Andreas, Rino
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2510

Abstract

The phenomenon of flaming on social media is becoming increasingly diverse, especially in the political context, which triggers digital polarization. The Marah-Marah community on platform X serves as a space for users to vent their frustrations and express their political views openly, including against voters of 02, who are supporters of the presidential and vice-presidential candidates number 02 in the 2024 election. This research aims to examine how flaming is manifested and categorized within the Marah-Marah community. This study employs qualitative content analysis methods on posts within this community. The research findings identify four forms of flaming in the Marah-Marah community: Direct Flaming that is frontal, Indirect Flaming that is veiled, Straightforward Flames that are blunt, and Satirical Flames that utilize humor or irony. Each has a distinct communication style but is used to convey anger, disappointment, and rejection of certain political choices, indicating that flaming has evolved into a communication culture within the community, normalizing aggressive expression and reinforcing group identity and emotional solidarity in the digital public space. Abstrak Fenomena flaming di media sosial semakin beragam terutama dalam konteks politik yang memicu polarisasi digital. Komunitas Marah-Marah di platform X menjadi wadah bagi pengguna untuk meluapkan kekesalan dan mengekspresikan pandangan politik secara terbuka termasuk terhadap voters 02, yaitu pendukung pasangan presiden dan wakil presiden nomor urut 02 pada pemilu 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana flaming dimanifestasikan dan dikategorikan dalam Komunitas Marah-Marah. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif terhadap unggahan dalam komunitas tersebut. Hasil penelitian menemukan empat bentuk flaming dalam komunitas Marah-Marah yaitu direct flaming yang bersifat frontal, indirect flaming yang terselubung, straightforward flames yang lugas dan satirical flames yang memanfaatkan humor atau ironi. Masing-masing memiliki gaya komunikasi yang berbeda namun digunakan untuk menyampaikan kemarahan dan kekecewaan serta penolakan terhadap pilihan politik tertentu, menunjukkan bahwa flaming telah berkembang menjadi budaya komunikasi di dalam komunitas, menormalkan ekspresi agresif dan memperkuat identitas serta solidaritas emosional kelompok dalam ruang publik digital.
Strategi Digital Marketing Riot Games melalui Pemanfaatan Media Sosial dalam Membangun Komunitas dan Promosi Game Noer, Mochammad Kresna; Syahri, Annisa Laila Alvi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2515

Abstract

The gaming industry is highly competitive and dynamic, making it crucial to understand approaches to maintaining user engagement and creating meaningful digital experiences. This study also highlights the challenges and opportunities faced in managing a global community. This study aims to analyze Riot Games' digital marketing strategy in utilizing social media as a cross-media strategy node to build a digital community and strengthen the promotion of game products. This study explores how Riot Games integrates social media in participatory marketing practices, as well as identifies the strengths and challenges in managing a global community in the gaming industry. This study uses a descriptive qualitative approach, with content analysis of Riot Games' social media content (X, Instagram, YouTube, Twitch), public documentation, and literature studies. SWOT evaluation is carried out to assess the company's internal and external factors. The results show that Riot Games is proven to implement an integrated digital marketing strategy, by customizing content according to the characteristics of the platform and prioritizing community involvement. The 7P elements, especially Promotion, People, and Process, are optimized to create consistent and immersive two-way interactions. This study shows the importance of community as the center of digital marketing strategies. Riot Games' cross-media approach can serve as a model for other companies in building user loyalty and competitive advantage in the digital economy. Abstrak Persaingan industri game sangat kompetitif dan dinamis sehingga penting untuk memahami pendekatan dalam mempertahankan keterlibatan pengguna dan menciptakan pengalaman digital yang bermakna. Kajian ini juga menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi dalam mengelola komunitas global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digital marketing Riot Games dalam memanfaatkan media sosial sebagai simpul strategi lintas-media untuk membangun komunitas digital dan memperkuat promosi produk game. Kajian ini mengeksplorasi bagaimana Riot Games mengintegrasikan media sosial dalam praktik pemasaran yang partisipatif, serta mengidentifikasi kekuatan dan tantangan dalam pengelolaan komunitas global di industri game. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis isi terhadap konten media sosial Riot Games (X, Instagram, YouTube, Twitch), dokumentasi publik, dan studi literatur. Evaluasi SWOT dilakukan untuk menilai faktor internal dan eksternal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Riot Games terbukti menerapkan strategi digital marketing yang terintegrasi, dengan menyesuaikan konten sesuai karakteristik platform dan mengedepankan keterlibatan komunitas. Elemen 7P khususnya Promotion, People, dan Process dioptimalkan untuk menciptakan interaksi dua arah yang konsisten dan imersif. Studi ini menunjukkan pentingnya komunitas sebagai pusat strategi pemasaran digital. Pendekatan lintas-media yang dilakukan Riot Games dapat menjadi model untuk perusahaan lain dalam membangun loyalitas pengguna dan keunggulan kompetitif di era ekonomi digital. Abstrak Persaingan industri game sangat kompetitif dan dinamis sehingga penting untuk memahami pendekatan dalam mempertahankan keterlibatan pengguna dan menciptakan pengalaman digital yang bermakna. Kajian ini juga menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi dalam mengelola komunitas global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi digital marketing Riot Games dalam memanfaatkan media sosial sebagai simpul strategi lintas-media untuk membangun komunitas digital dan memperkuat promosi produk game. Kajian ini mengeksplorasi bagaimana Riot Games mengintegrasikan media sosial dalam praktik pemasaran yang partisipatif, serta mengidentifikasi kekuatan dan tantangan dalam pengelolaan komunitas global di industri game. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan analisis isi terhadap konten media sosial Riot Games (X, Instagram, YouTube, Twitch), dokumentasi publik, dan studi literatur. Evaluasi SWOT dilakukan untuk menilai faktor internal dan eksternal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Riot Games terbukti menerapkan strategi digital marketing yang terintegrasi, dengan menyesuaikan konten sesuai karakteristik platform dan mengedepankan keterlibatan komunitas. Elemen 7P khususnya Promotion, People, dan Process dioptimalkan untuk menciptakan interaksi dua arah yang konsisten dan imersif. Studi ini menunjukkan pentingnya komunitas sebagai pusat strategi pemasaran digital. Pendekatan lintas-media yang dilakukan Riot Games dapat menjadi model untuk perusahaan lain dalam membangun loyalitas pengguna dan keunggulan kompetitif di era ekonomi digital.
Strategi Komunikasi Lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan dalam Implementasi TJSL Taman Kehati dan Ekoriparian Pertiwi, Fadhila Sri; Firdaus, Muhammad; Wirman, Welly
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2525

Abstract

Environmental conservation issues have become a global challenge that demands cross-sector collaboration and active community involvement. Effective environmental communication plays a crucial role in raising awareness, changing behavior, and encouraging public participation in various sustainability initiatives. This study analyzes the environmental communication strategies implemented by PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) in its Corporate Social and Environmental Responsibility (TJSL) program, specifically the Biodiversity Park (Taman Kehati) and Ecoriparian initiatives at Lancang Kuning University (Unilak), Riau. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings reveal that PHR applies adaptive, participatory, and multi-stakeholder communication strategies, utilizing social media, interpersonal communication, and visual channels to deliver educational and persuasive messages. The evaluation indicates that the program has successfully increased environmental awareness, fostered community participation, and enhanced the educational and recreational functions of the conservation area. However, challenges remain in instilling disciplined waste disposal behavior and expanding public understanding of the area’s long-term goals. Therefore, it is recommended to strengthen digital content, engage local communities as agents of change, and broaden media collaborations. This study contributes to the development of an environmental communication model based on conservation and community empowerment in Indonesia. Abstrak Isu pelestarian lingkungan menjadi tantangan global yang menuntut kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat. Komunikasi lingkungan yang efektif berperan penting dalam membangun kesadaran, mengubah perilaku, dan mendorong partisipasi publik dalam berbagai inisiatif keberlanjutan. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi lingkungan yang diterapkan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan Ekoriparian di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Riau. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHR menerapkan strategi komunikasi yang adaptif, partisipatif, dan multi-pihak, dengan media sosial, interpersonal, dan visual sebagai saluran utama penyampaian pesan edukatif dan persuasif. Evaluasi menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, membangun partisipasi komunitas, dan memperkuat fungsi edukatif serta rekreatif kawasan konservasi. Namun, masih terdapat tantangan dalam membentuk budaya membuang sampah yang tertib dan memperluas pemahaman publik mengenai tujuan jangka panjang kawasan. Oleh karena itu, direkomendasikan penguatan konten digital, pelibatan komunitas lokal sebagai agen perubahan, dan perluasan kolaborasi media. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model komunikasi lingkungan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
Strategi Komunikasi Promosi Kupon pada Struk Pembelian dan Dampaknya Pada Niat Pembelian Ulang Konsumen KFC Putra, Aditya Eka; Mansur, Suraya; Fianto, Latif
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2791

Abstract

This study examines the use of purchase-receipt coupons as a promotional communication strategy in fast-food restaurants, focusing on KFC outlets in Central Jakarta. It analyses how receipt-based coupon messages are constructed, how consumers interpret them, and how these coupons contribute to repurchase intention. A qualitative descriptive case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with 14 consumers and two store managers, non-participant observation in cashier and dining areas, and document analysis of coupon-bearing receipts. The data were analysed thematically with the support of Dedoose software. The findings show that coupon messages consistently emphasise “savings” through discount magnitude and a 14-day redemption period, creating a sense of urgency. Consumer responses cluster into active, opportunistic, and passive users. Overall, receipt coupons mainly act as reinforcers and accelerators of repurchase intention, while taste, location, and service experience remain the primary drivers of repeat patronage. Abstrak Penelitian ini mengkaji penggunaan kupon yang tercetak pada struk pembelian sebagai strategi komunikasi promosi di restoran cepat saji, dengan fokus pada KFC di Jakarta Pusat. Tujuannya menganalisis bagaimana pesan pada kupon dikonstruksikan, termasuk bagaimana konsumen menafsirkannya, serta peran kupon terhadap niat pembelian ulang oleh konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 14 konsumen dan dua store manager, observasi non-partisipan, serta analisis dokumen struk berkupon, lalu dianalisis secara tematik menggunakan Dedoose. Hasil menunjukkan bahwa pesan kupon menonjolkan tema “hemat” melalui besaran diskon dan batas waktu penukaran sekitar 14 hari yang menumbuhkan rasa urgensi. Respons konsumen terbagi menjadi pengguna aktif, oportunistik, dan pasif. Secara umum, kupon berfungsi sebagai penguat dan mempercepat niat pembelian ulang, sementara rasa, lokasi, dan pengalaman layanan tetap menjadi penentu utama kunjungan.
Pengaruh Marketing Public Relations “Love Avoskin Love Earth” Terhadap Persepsi Merek Generasi-Z Pramania, I Gusti Agung Ayu Rahma; Triyanti, Adelia Dias; Putri, Devy Anggita
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2397

Abstract

This study aims to analyze the impact of “Love Avoskin Love Earth” Marketing Public Relations (MPR) on generation Z’s brand perception and evaluate gender as a moderating variable. Conducted in Surabaya with 100 generation z respondents, data were collected using questionnaires. Simple linear regression and moderated analysis (MRA) were employed for analysis. Linear regression result indicate a positive effect of MPR on brand perception (Adjusted R2 = 0,276), contributing 27,6% to brand perception variance, with 72,4% attributed to other factors. MRA confirms gender as a pure moderator, with significant interaction between MPR and gender (Adjusted R2 =0,301), though gender does not directly affect brand perception. In conclusion, the “Love Avoskin Love Earth” campaign effectively enhances an environmentally friendly brand image through sustainability education and brand ambassador collaboration, boosting generation z’s trust and loyalty. Recommendations include tailoring MPR strategies to gender preferences to maximize brand perception impact. Other companies are encouraged to adopt similar sustainable marketing communication approaches. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing public relations (MPR) “Love Avoskin Love Earth” terhadap persepsi merek Generasi Z dan mengevaluasi peran gender sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan di Surabaya dengan melibatkan 100 responden Generasi Z, menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisis melalui regresi linier sederhana dan moderated regression analysis (MRA). Hasil regresi linier menunjukkan MPR berpengaruh positif terhadap persepsi merek (Adjusted R2 = 0,276), atau menyumbang 27,6 % pengaruh dan 72,4 % sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Analisis MRA mengonfirmasi gender sebagai moderator murni, dengan interaksi MPR dan gender signifikan (Adjusted R2 = 0,301), meskipun gender tidak secara langsung mempengaruhi persepsi merek. Kesimpulannya, kampanye “Love Avoskin Love Earth” efektif memperkuat citra merek ramah lingkungan melalui edukasi keberlanjutan dan kolaborasi brand ambassador, meningkatkan kepercayaan dan loyalitas Generasi Z. Saran, Avoskin perlu menyesuaikan strategi MPR berdasarkan preferensi gender untuk memaksimalkan dampak persepsi merek. Perusahaan lain disarankan juga mengadopsi pendekatan serupa untuk komunikasi pemasaran berkelanjutan.
Verifikasi–Diseminasi Manajemen Komunikasi Lintas Sektor dan Peran Manajemen SDM dalam Kesiapsiagaan Bencana Pangandaran Hiram, Taqwa Putra Budi Purnomo Sidi; Bongsoikrama, Justin
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2794

Abstract

Pangandaran Regency faces a high threat of coastal disasters, but preparedness remains vulnerable when information comes in very quickly, from multiple sources, and is not always verified, making cross-sector coordination difficult. This study analyzes cross-sector communication management in the information verification-dissemination process and the role of human resource management, which includes role distribution, competencies, capacity building, work coordination, and quality control. The study uses a qualitative case study approach with in-depth interviews, limited observation, and document study; informants were selected purposively and developed using snowball sampling until data saturation was reached. The data were analyzed using Miles' model through data condensation (hybrid coding), data presentation (matrix/networking and process tracing), and conclusion drawing verified through triangulation, brief member checking, and audit trails. The findings show that the flow of reports from citizens and social media triggered overload, making layered verification a critical point; BPBD, Basarnas, Polri, and volunteers played different roles with Pusdalops as the control node. Dissemination became effective when the release authority was locked, messages were standardized, and corrections were made quickly when hoaxes appeared. Quality control is marked by the use of internal validity indicators and status determination coordination meetings, which maintain narrative consistency and accelerate community action directives across various communication channels. In conclusion, preparedness is strengthened when the verification-dissemination process is orderly and supported by competent and well-managed human resources during information surges. Abstrak Kabupaten Pangandaran menghadapi ancaman bencana pesisir yang tinggi, tetapi penguatan kesiapsiagaan masih rentan ketika informasi masuk sangat cepat, berlapis sumber, dan tidak selalu terverifikasi sehingga koordinasi lintas sektor mudah tersendat. Penelitian ini menganalisis manajemen komunikasi lintas sektor pada alur verifikasi–diseminasi informasi serta peran manajemen SDM yang mencakup pembagian peran, kompetensi, penguatan kapasitas, koordinasi kerja, dan kontrol mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumen; informan dipilih secara purposive dan dikembangkan secara snowball hingga kejenuhan data. Data dianalisis dengan model Miles melalui kondensasi data (hybrid coding), penyajian data (matriks/jejaring dan process tracing), serta penarikan kesimpulan yang diverifikasi melalui triangulasi, member checking ringkas, dan audit trail. Temuan menunjukkan arus laporan warga dan media sosial memicu overload, sehingga verifikasi berlapis menjadi titik kritis; BPBD, Basarnas, Polri, dan relawan menjalankan peran berbeda dengan Pusdalops sebagai simpul kendali. Diseminasi menjadi efektif ketika otoritas rilis dikunci, pesan distandarkan, dan ralat dilakukan cepat saat hoaks muncul. Pengendalian mutu ditandai penggunaan indikator validitas internal dan rapat koordinasi penetapan status, yang menjaga konsistensi narasi dan mempercepat arahan tindakan masyarakat di berbagai kanal komunikasi. Kesimpulannya, kesiapsiagaan menguat bila proses verifikasi–diseminasi tertib dan ditopang SDM yang kompeten serta terkelola pada lonjakan informasi.
Analisis Kepuasan Penggunaan Media Digital dalam Penilaian Kinerja ASN Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Kurniawan, Ardhi; Wismanu, Rendra Eko; Rizky, Achmad Reza; Humam, Muhammad Iqbal
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2804

Abstract

The implementation of e-government in Indonesia serves as a crucial strategy for local governments to enhance the quality, efficiency, and transparency of public services. This study aims to evaluate employee satisfaction regarding the implementation of the E-Kinerja system and the Employee Performance Monitoring System (SIM-K) in Banyuwangi Regency using the E-Government Satisfaction (EGOVSAT) framework. The methodology employed is descriptive with a quantitative approach, involving 267 respondents selected through Proportional Stratified Random Sampling from a total population of 2,561 civil servants. Measurement was conducted based on five key dimensions: utility, reliability, efficiency, flexibility/customization, and risk. The results indicate that the overall user satisfaction score reached 3.710, with a Converted Interval Value (NIK) of 92.74, categorized as "Very Good" (Service Quality A). Comparatively, the E-Kinerja application (3.730) was rated higher than SIM-K (3.689). The efficiency dimension obtained the highest score (93.36), while the risk dimension received the lowest score (89.99) due to issues with application stability. Specific findings identified weaknesses in the availability of feedback mechanisms and the completeness of features within the performance input modules. Key recommendations include the development of smartphone-based applications, improving system stability to minimize technical errors, and strengthening routine monitoring mechanisms to maintain civil servant discipline. Abstrak Implementasi e-government di Indonesia merupakan strategi krusial bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pegawai terhadap pelaksanaan sistem E-Kinerja dan Sistem Monitoring Kinerja Pegawai (SIM-K) di Kabupaten Banyuwangi menggunakan kerangka kerja E-Government Satisfaction (EGOVSAT). Metodologi yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 267 responden yang dipilih melalui teknik Proportional Stratified Random Sampling dari total populasi 2.561 ASN. Pengukuran dilakukan berdasarkan lima dimensi utama: utilitas, reliabilitas, efisiensi, fleksibilitas/kustomisasi, dan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepuasan pengguna secara keseluruhan mencapai 3,710 dengan Nilai Interval Konversi (NIK) sebesar 92,74, yang dikategorikan sebagai "Sangat Baik" (Mutu Layanan A). Secara komparatif, aplikasi E-Kinerja (3,730) dinilai lebih baik daripada SIM-K (3,689). Dimensi efisiensi memperoleh skor tertinggi (93,36), sedangkan dimensi risiko mendapatkan skor terendah (89,99) karena kendala kestabilan aplikasi. Temuan spesifik mengidentifikasi kelemahan pada aspek ketersediaan sarana umpan balik dan kelengkapan fitur pada modul input kinerja. Rekomendasi utama mencakup pengembangan aplikasi berbasis smartphone, peningkatan stabilitas sistem guna meminimalisir error, serta penguatan mekanisme monitoring rutin bagi kedisiplinan ASN.
Makna Cinta Diri dan Keresahan Emosional Anak Muda dalam Lirik Lagu “Mata Air” Karya Hindia Ft. Natasha Udu & Kamga Kedang, Carolina Oa Lourdes; Widodo, Herru Prasetya; Adi, Elang Baskoro
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2815

Abstract

This study aims to identify and understand the representation of self-love and emotional anxiety among young people in the song lyrics “Mata Air” by Hindia featuring Natasha Udu and Kamga. This research employs a qualitative method with a descriptive approach, utilizing Ferdinand de Saussure’s semiotic analysis. The data source of this study is the song lyrics of “Mata Air”, obtained from platforms such as Spotify and YouTube. Data were collected through documentation study in the form of song lyrics taken from YouTube and Spotify for observation. The data analysis techniques include observing and identifying the meanings contained in each lyric, analyzing the messages conveyed in the song lyrics, examining the signifier and signified in each verse. The results of the study indicate that the song portrays the emotional journey of the younger generation in dealing with life pressures and the process of developing self-love. The representation of self-love reflects the concept of self-acceptance, as shown in lyrics such as “buying a ticket to the latest movie” and “ordering just enough for a single portion,” which signify self-acceptance and happiness in solitude. Meanwhile, the representation of emotional anxiety among young people is reflected in the lyric “Life is not about overtaking one another,” which signifies the anxiety experienced by many young people due to the competitive nature of life in pursuing their goals. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami makna cinta diri dan keresahan anak muda dalam lirik lagu “Mata Air” oleh Hindia ft Natasha Udu & Kamga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Mata Air yang terdapat pada sumber Spotify, Youtube, dll. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi berupa lirik lagu dari sumber Youtube dan Spotify yang akan diamati. Teknik analisis data berupa mengamati dan mengenali makna yang terkandung dalam setiap lirik lagu tersebut, menganalisis pesan dalam lirik lagu, menganalisis penanda dan petanda pada tiap-tiap bait dalam lirik lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa lagu ini menggambarkan perjalanan emosional generasi muda dalam menghadapi tekanan hidup dan proses mencintai diri sendiri. Pada representasi cinta diri menunjukkan adanya konsep self-love, yang dimana ditunjukkan pada lirik seperti “membeli satu tiket film terkini” dan “memesan yang cukup hanya untuk satu porsi” yang menandakan penerimaan diri dan kebahagiaan dalam kesendirian. Pada representasi keresahan emosional anak muda ditunjukkan pada lirik” Hidup bukan untuk saling mendahului” yang menandakan banyaknya anak muda yang resah karena hidup itu selalu berlomba-lomba untuk mencapai tujuan yang mereka gapai.

Page 1 of 1 | Total Record : 8