cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
me@hamidmukhlis.id
Phone
+6281325790254
Journal Mail Official
me@hamidmukhlis.id
Editorial Address
Jalan A. Yani 1A Tambahrejo Gadingrejo Kab. Pringsewu Kode Pos: 35372, Phone: 0729 7081587
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 25024825     EISSN : 25029495     DOI : 10.30604/jika
Core Subject : Health,
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKA), with registered number ISSN 2502-4825 (Print) and ISSN 2502-9495 (Online), is an international peer-reviewed journal published two times a year (June and December) by Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung. JIKA is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Health Science field especially Nursing and Midwifery, as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach. The submission process of the manuscript is open throughout the year. All submitted manuscripts will go through the blind peer review and editorial review before being granted with acceptance for publication.
Articles 1,302 Documents
The Satisfaction Differentiation Between Conventional Counselling and Online Based Aplication Counselling Towards Adolescents Ayu, Juwita Desri
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.989 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1206

Abstract

Media application is the most important part of a promotion for interacting. Moreover, counselling service is not only done Conventionally but also can be done by using an online application. The purposes of this research are to know the satisfaction differentiation level and comparison of the average satisfaction level between Conventional counselling and Online based application counselling. This research is Quantitative research. This research used a Cluster sample. The research population is 340 adolescents, and the sample of this research is 184 adolescents. The research design used Quasy Experimental Design by using the One Group Pretest-Posttest Design Approach. The data analysis used Non-Parametric by using Wilcoxon-Test. The frequency distribution level of satisfaction Conventional counselling is found 126 persons (68,48%) unsatisfied and 58 persons (31,52%) satisfied. The frequency distribution level of satisfaction Online counselling is found 53 persons (28,80%) unsatisfied and 131 persons (71,20%) satisfied. The result of statistic test is found P-value = 0.000 (less than 0.05). It showed that there is a differentiation of satisfaction between Conventional counselling and Online based application counselling towards adolescents in Junior High School 1 the Gadingrejo year of 2018. The average satisfaction level of Conventional counselling is 4.1777. The average satisfaction level of Online based application counselling is 4.5587, it means that the average satisfaction level of Online based application counselling is higher than the average satisfaction level of Conventional counselling. It can be suggested that Online based application counselling can be used as an innovation in giving adolescent reproductive health counselling. Abstrack: Aplikasi media merupakan bagian terpenting dalam sebuah promosi untuk berinteraksi. Sehinggapelayanan konseling tidak hanya dilakukan secara Konvensional, tetapi dapat juga dilakukanmelalui Online. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat kepuasan dan perbandingan rata-rata tingkat kepuasan antara konseling Konvensional dan konseling berbasisaplikasi Online. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif. Penelitian ini menggunakan Cluster Sampling. Populasi dalam penelitian yaitu 340 remaja dan sampel penelitian ini adalah 184 remaja. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Analisa data yang digunakan adalah analisa Non-Parametrik dengan menggunakan Wilcoxon Test. Distribusi frekuensi tingkat kepuasan konseling Konvensional didapatkan 126 orang (68,48%) tidak puas dan 58 orang (31,52%) puas. Distribusi frekuensi tingkat kepuasan konseling berbasis aplikasi Online didapatkan 53 orang (28,80%) yang tidak puas dan 131 orang (71,20%) yang puas terhadap konseling berbasis aplikasi Online. Hasil uji statistik didapatkan P-value = 0.000(kurang dari 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kepuasan antara konseling Konvensional dan konseling berbasis aplikasi Online. Pada konseling Konvensional didapatkan mean = 4.1777. Pada tingkat kepuasan konseling berbasis aplikasi Online didapatkan mean =4.5587, yang artinya rata-rata tingkat kepuasan konseling berbasis aplikasi Online lebih tinggi dibandingkan denganrata-rata tingkat kepuasan konseling Konvensional. Saran dari penelitianini adalah dapat dimanfaatkannya konseling berbasis aplikasi Online sebagai salah satu bentuk inovasi dalam pemberian pelayanan konseling kesehatan reproduksi remaja.
The Implementation of Youth Reproductive Health Services in During the Covid-19 Pandemic Sri Hawari Jannati; Andari Wuri Astuti; Dwi Ernawati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.081 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.1004

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed and has an impact on all aspects, including adolescent reproductive health services. Adolescents face a variety of reproductive health risks that, if not addressed properly, can have long-term consequences. This review aims to determine the implementation of adolescent reproductive health services during the Covid-19 pandemic. Scoping review employed databases such as PubMed, Proquest, Science Direct, and Wiley Online Library to adapt the Arksey and O'Malley frameworks. There were 8 articles out of 550 which were selected based on inclusion and exclusion criteria. The Mixed Method Appraisal Tool (MMAT)was used to evaluate the articles in this scoping review. The results of the review showed changes in reproductive health services during the COVID-19 pandemic. As for the obstacles experienced by adolescents in accessing reproductive health services before the pandemic, there were barriers that came from the individual itself, socio-culture and society, in this case it is necessary to carry out several strategies related to the provision of reproductive health services during the Covid-19 pandemic both in terms of technology and changes in government regulations. Abstrak: Pandemi Covid-19 telah mengubah dan berdampak pada segala aspek, salah satunya aspek pelayanan kesehatan reproduksi remaja. Usia remaja dihadapkan dengan berbagai macam risiko kesehatan reproduksi yang apabila tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan konsekuensi yang berkepanjangan. Review ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pelayanan kesehatan reproduksi remaja selama masa pandemi Covid-19. Scoping review mengadaptasi framework Arksey dan O’Malley dengan menggunakan database yaitu PubMed, Proquest, Science Direct, dan Wiley Online Library. Didapatkan sebanyak 8 artikel dari 550 yang diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penilaian artikel dalam scoping review ini menggunakan Mixed Method Appraisal Tool (MMAT). Hasil review ditemukan terjadinya perubahan pelayanan kesehatan reproduksi dimasa pandemi covid-19. Adapun terkait dengan Hambatan yang dialami oleh remaja dalam mengakses layanan kesehatan reproduksi sebelum terjadinya pandemi yaitu hambatan yang berasal dari individu sendiri, sosial budaya dan masyarakat, maka dalam hal ini perlu dilakukan beberapa strategi terkait dengan pemberian pelayanan Kesehatan reproduksi selama masa pandemi Covid-19 baik dari segi teknologi dan perubahan peraturan pemerintah.
The Effect of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) And Kinesiology Taping (KT) Therapy on Shoulder Pain on Badminton Athletes at The OK Clinic Pringsewu Dwiningrum, Riza; Safutri, Wina
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.614 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1197

Abstract

Sport is an activity that is generally often carried out by the community, its existence has now become a part of community life. Injuries generally occur due to collisions, whether physical contact or falls. Badminton sport consists of various types of movements, including movements that involve the arms. This movement if done continuously will cause injuries such as shoulder pain. Kinesio taping relieves lower back pain after two up to three days of use. Kinesio taping peaks after 24 hours of use and will decrease in function after four days. Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) therapy has been shown to reduce various types of pain in 15-30 minutes. The research objective was to determine the effect of TENS and Kinesio taping on the shoulder pain of badminton athletes at the OK clinic Pringsewu. This type of research is a quasi-experimental study with a non-equivalent pre and post-control group design. The sampling technique was purposive sampling method. The number of subjects was divided into two groups (TENS and Kinesio taping). TENS used digital TENS, kinesio taping used 'Spol Kinematics Tex. The results showed that the mean difference of shoulder pain in badminton athletes before and after being given TENS therapy in badminton athletes at the OK clinic showed that the pre-test and post-test p values were less than 0.05. The difference in the mean level of shoulder injury pain in badminton athletes before and after kinesio taping therapy in badminton athletes at the OK Clinic Pringsewu. The results show that the P-value is 0.007 (P less than 0.005), this indicates that there is a difference between before and after the use of kinesio tapping. Based on this, it can be concluded that there is a difference in decreasing the scale of shoulder pain between TENS therapy and kinessio tapping. TENS is better with a p-value of 0.006. Abstrak: Olahraga merupakan kegiatan yang umumnya sering dilakukan oleh masyarakat, keberadaannya kini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Cedera umumnya terjadi akibat benturan, baik kontak fisik maupun jatuh. Olahraga bulutangkis terdiri dari berbagai jenis gerakan, termasuk gerakan yang melibatkan lengan. Gerakan ini jika dilakukan terus menerus akan menimbulkan cedera seperti nyeri bahu. Kinesio taping meredakan nyeri punggung bawah setelah dua hingga tiga hari digunakan. Kinesio tapping mencapai puncaknya setelah 24 jam penggunaan dan akan berkurang fungsinya setelah empat hari. Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) telah terbukti mengurangi berbagai jenis nyeri dalam 15-30 menit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh TENS dan Kinesio taping terhadap nyeri bahu pada atlet bulutangkis di OK Clinic Pringsewu. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain non-equivalent pre and post control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah subjek dibagi menjadi dua kelompok (TENS dan Kinesio taping). TENS menggunakan TENS digital, kinesio taping menggunakan 'Spol Kinematics Tex. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan rerata nyeri bahu pada atlet bulutangkis sebelum dan sesudah diberikan terapi TENS pada atlet bulutangkis di klinik OK menunjukkan bahwa pre-test dan post-test nilai p adalah kurang dari 0,05. Perbedaan rerata tingkat nyeri cedera bahu pada atlet bulutangkis sebelum dan sesudah terapi kinesio taping pada atlet bulutangkis di OK Clinic Pringsewu. Hasil penelitian menunjukkan nilai P sebesar 0,007 (P kurang dari 0,005), hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah penggunaan sadap kinesio. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penurunan skala nyeri bahu antara terapi TENS dan kinesio tapping. TENS lebih baik dengan nilai p 0,006.
Claim Analysis of Cost Reimbursement COVID-19 Patient Service to Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) in health by Hospital Sugiarto Sugiarto; Yaslis Ilyas
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.546 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1186

Abstract

The BPJS COVID-19 fee claim is the government's support in accelerating the handling of COVID-19 in Indonesia. BPJS Health data from January to October 2021, the submission of claims for COVID-19 reached 1,345,970 cases with a cost value of 72.3 trillion IDR. Of the claims submitted by the hospital, only 79.07% were following BPJS claim verification or equivalent to 64.1 trillion IDR. There are still 21% of COVID-19 cost claims that require clarification on dispute resolution. Therefore, it is necessary to study the COVID-19 cost claim according to the provisions and find out the obstacles that occur in submitting BPJS claims by hospitals. The method used is descriptive-analytic by using literature searches, reading materials, and scientific journals. The results obtained are that the claim for COVID-19 costs uses the provisions of the tariff per day/cost per day which is regulated in the technical instructions for claiming reimbursement of costs for COVID-19 patient services number HK.01.07/MENKES/5673/2021. The conclusion obtained is that there are still problems with COVID-19 cost claims in the administrative aspect, the limitations of the verifier team, and the integration of the claim submission system. Abstrak: Klaim biaya BPJS COVID-19 merupakan dukungan pemerintah dalam percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia. Data BPJS Kesehatan Januari-Oktober 2021, pengajuan klaim COVID-19 mencapai 1.34.970 kasus dengan nilai biaya mencapai Rp. 72,3 triliun. Dari pengajuan klaim yang diajukan rumah sakit hanya 79.07% yang sesuai verifikasi klaim BPJS atau setara dengan Rp. 64,1 triliun. Masih ada 21% klaim biaya COVID-19 yang membutuhkan klarifikasi penyelesaian dispute. Oleh karena itu perlu pengkajian mengenai klaim biaya COVID-19 sesuai ketentuan dan mengetahui hambatan yang terjadi dalam pengajuan klaim BPJS oleh rumah sakit. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan menggunakan penelusuran literatur, bahan bacaan dan jurnal ilmiah. Hasil yang diperoleh bahwa klaim biaya COVID-19 menggunakan ketentuan tarif per hari/cost per day yang diatur dalam petunjuk teknis klaim penggantian biaya pelayanan pasien COVID-19 nomor HK.01.07/MENKES/5673/2021. Kesimpulan yang didapat adalah masih ditemukan masalah klaim biaya COVID-19 dalam aspek administrasi, keterbatasan tim verifikator dan integrasi sistem pengajuan klaim.
Screening for Pregnancy Program Patients with Vaginal Swab and Pap Smear Examination Ivanna Beru Brahmana; Agus Widiyatmoko
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2142.251 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.952

Abstract

Background: Pregnancy programs not only require data on the size and shape of the uterus. The health of the vagina and cervix as sperm recipients should also be required, examined by vaginal swab and Pap smear. Objective: To describe the importance of vaginal swabs and Pap smears for the success of the pregnancy program. Methods: This research is a descriptive study. The data collected were secondary data from the medical records of pregnant patients during the first year of practice at the Reproductive/Obstetrics and Gynecology Polyclinic of AMC Muhammadiyah Hospital Yogyakarta from July 2019 to June 2020. The results of vaginal swab and Pap smear using descriptive analysis. Results and Discussion: 58 subjects enrolled in this research. The result of the vaginal swab and Pap smear examination showed normal and abnormal/pathogenic. Vaginal swab examination found more pathogenic microorganisms than nonpathogenic ones (58.6% vs 3.5%). The Pap smear examination found abnormal results (1.7%). These results show that vaginal swab and Pap smear are required for patients with pregnancy programs Conclusion: Vaginal swab and Pap smear examinations are necessary when infertile patients need pregnancy programs. Abstrak: Latar belakang: Program kehamilan tidak hanya memerlukan data tentang ukuran dan bentuk rahim. Kesehatan vagina dan serviks sebagai penerima sperma semestinya juga diperlukan, dengan pemeriksaan swab vagina dan Pap smear. Tujuan: untuk mengetahui perlunya pemeriksaan swab vagina dan Pap smear dalam keberhasilan program kehamilan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data merupakan data sekunder dari rekam medis pasien program kehamilan saat praktek tahun pertama di Poliklinik Reproduksi/Kebidanan dan Kandungan RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta sejak bulan Juli 2019–Juni 2020.  Hasil pemeriksaan swab vagina dan Pap smear dianalisis secara deskriptif. Hasil dan Pembahasan:Didapatkan 58 subyek penelitian yang mengikuti program kehamilan. Hasil pemeriksaan swab vagina menunjukkan 58,6% berupa mikroorganisma patogen dan 3,5% berupa mikroorganisme nonpatogen. Hasil pemeriksaan Pap smear abnormal sebesar 1,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa swab vagina dan Pap smear perlu dilakukan pada pasien program kehamilan. Kesimpulan: Pemeriksaan swab vagina dan Pap smear perlu dilakukan pada pasien yang sedang program kehamilan.
Educational Effectiveness of Type 2 Diabetes Mellitus Patients in Rural Areas in Controlling Blood Glucose: Literature Review Hasbi, Masna; Kusbaryanto, K; Prasetyo, Mahendro
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2013.771 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.1062

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a chronic disease that has received attention from WHO. Every patient diagnosed with T2DM must undergo routine examination and treatment for the rest of his life. The increasing incidence of diabetes mellitus in rural areas is also a focus for the government. One of the causes of the prevalence of T2DM in rural areas is the low level of knowledge and awareness of diabetic patients about their disease. Education is an important part for people with T2DM to increase their self-awareness. Education is one approach to patients who are reported to be able to improve the body condition of T2DM patients. The purpose of this research is to conduct a case study of literature review about the methods of education for T2DM in rural areas developed by other authors. The author found 12 articles related to educational methods for T2DM patients in rural areas. The educational methods provided are in two broad outlines including direct or indirect (electronic and application). The advantage of the direct education method is that health workers can see the patient's condition, while indirectly they cannot. The advantages of the indirect method are easy and cheaper, and can be done anytime and anywhere.Abstrak: Diabetes mellitus type 2 merupakan satu penyakit kronik yang mendapat perhatian dari WHO. Setiap pasien yang terdiagnosis DMT2 harus melakukan pemeriksaan dan pengobatan secara rutin seumur hidupnya. Angka kejadian diabetes mellitus di pedesaan yang semakin meningkat juga menjadi fokus bagi pemerintah. Salah satu penyebab prevalensi DMT2 di pedesaan adalah rendahnya angka pengetahuan dan kesadaran pasien diabetes akan penyakitnya. Edukasi merupakan salah satu bagian penting bagi penderita DMT2 untuk meningkatkan kesadaran dirinya. Edukasi merupakan salah satu pendekatan kepada pasien yang dilaporkan dapat membuat kondisi tubuh pasien DMT2 menjadi membaik. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis melakukan studi kasus literatur review tentang metode-metode edukasi DMT2 di pedesaan yang dikembangkan oleh penulis lain. Penulis mendapatkan 12 artikel yang terkait tentang metode edukasi bagi pasien DMT2 di pedesaan. Metode edukasi yang diberikan dalam dua garis besar diantaranya secara langsung ataupun secara tidak langsung (elektronik dan aplikasi). Kelebihan metode edukasi secara langsung adalah petugas kesehatan dapat melihat kondisi pasien, sedangkan secara tidak langsung tidak bisa. Kelebihan metode tidak langsung mudah, biaya lebih murah dan bisa kapanpun dan dimanapun.
Benefits of Using SWOT Analysis and Balanced Scorecard for the Development of the Quality of Health Services : Narrative Review Jerry Ferdinand Haposan Saragih; Sri Achadi Nugraheni; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.389 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1076

Abstract

Hospital is a health service institution that is often used by the community to obtain the desired public health degree, provide services that meet expectations, and maintain service institutions. Consumers want the services of a responsible, market-oriented, customer-centric business. The emergence of problems in health services such as poor service, incomplete facilities, lack of human resources, and a less integrated hospital system cause the quality of health services to be less good. Therefore, tools and strategies are needed to improve hospital quality, such as SWOT analysis and Balanced Scorecard. This research is based on a review with type of narrative review. In this study, the collecting and arranging articles of from various literature sources related to the advantages of using SWOT and BSc analysis will be carried out in helping to improve the quality of health services. The use of SWOT analysis and the Balanced Scorecard can improve the quality of health services because it carries out the process of identifying and assessing important elements that affect the quality of health services and discussing tactics that can be taken to support decision-making in developing the quality of health services both in terms of services, facilities, health workers, and integrated hospital information system. Abstrak: Rumah sakit merupakan suatu institusi pelayanan kesehatan yang sering digunakan oleh masyarakat untuk memperoleh derajat kesehatan masyarakat yang diinginkan, memberikan pelayanan yang memenuhi harapan, dan memelihara institusi pelayanan. Konsumen menginginkan layanan dari bisnis yang bertanggung jawab, berorientasi pasar, dan berpusat pada pelanggan. Munculnya permasalahan di pelayanan kesehatan seperti pelayanan yang kurang baik, fasilitas yang kurang lengkap, kurangnya SDM, dan sistem rumah sakit yang kurang terintegrasi menyebabkan kualitas pelayanan kesehatan menjadi kurang baik. Oleh karena itu, diperlukan alat dan strategi untuk meningkatkan kualitas rumah sakit seperti analisis SWOT dan Balanced Scorecard. Penelitian ini berbasis review dengan jenis narrative review. Dalam kajian ini akan dilakukan pengumpulan, dan penyusunan artikel berbagai sumber pustaka yang berkaitan dengan keuntungan dalam penggunaan analisis SWOT dan BSc dalam membantu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Penggunaan analisis SWOT dan Balanced Scorecard dapat meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan karena melakukan proses mengidentifikasi dan menilai elemen penting yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan dan mendiskusikan taktik yang dapat dilakukan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pengembangan kualitas pelayanan kesehatan baik dari segi pelayanan, fasiitas, tenaga kesehatan, maupun sistem informasi rumah sakit yang terintegrasi.
Spiritual Leadership in Healthcare: A Bibliometric Analysis Dienda Sesioria Assyakur; Elsye Maria Rosa
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3514.13 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.914

Abstract

Spiritual leadership is one of the leadership styles that are currently popular in management studies. It has vision, hope, faith, and altruistic love to create a positive environment in an organization. Goals. Provide information through bibliometric analysis of publishing patterns, literature developments, and information analysis of spiritual leadership research publications. This study included quantitative descriptive approaches and bibliometric analyses to map bibliographic data from various journal articles from the Scopus database using VOSviewer. This study retrieves data on December 15, 2021, using the keywords "spiritual AND leadership" OR "Islamic AND leadership". United States, United Kingdom, and Indonesia contributed the most to the study. Frontiers in Psychology journal has published the most papers on spiritual leadership. The topic areas with the most documents are social science, medicine, arts, and humanities, as well as business, management, and accounting. Vosviewer categorizes data into four clusters. Cluster 1 includes themes such as health, care, quality, and evidence. Cluster 2 covers spiritual leadership, relationships, Indonesia, influence, the environment, employee commitment, and organizational commitment. Cluster 3 includes the issues of assistance, reaction, spiritual leadership, and contribution. The last, cluster 4 covers religion, Islam, power, and important role.  Abstrak: Kepemimpinan spiritual merupakan gaya kepemimpinan yang saat ini populer dalam studi manajemen. Terdapat visi, harapan, keyakinan, dan cinta altruistik untuk menciptakan lingkungan yang positif dalam sebuah organisasi. Tujuan. Memberikan informasi melalui analisis bibliometrik tren publikasi, perkembangan literatur, dan analisis informasi publikasi dari penelitian kepemimpinan spiritual. Penelitian ini mencakup pendekatan deskriptif kuantitatif dan analisis bibliometrik untuk memetakan data bibliografi dari berbagai artikel jurnal dari database Scopus menggunakan VOSviewer. Penelitian ini mengambil data pada tanggal 15 Desember 2021 dengan menggunakan kata kunci “spiritual AND leadership” ATAU “Islamic AND leadership”. Amerika Serikat, Inggris, dan Indonesia berkontribusi paling besar dalam penelitian ini. Jurnal Frontiers in Psychology telah menerbitkan makalah paling banyak tentang kepemimpinan spiritual. Bidang topik dengan dokumen terbanyak adalah ilmu sosial, kedokteran, seni, dan humaniora, serta bisnis, manajemen, dan akuntansi. Vosviewer mengkategorikan data menjadi empat cluster. Klaster 1 mencakup tema-tema seperti kesehatan, perawatan, kualitas, dan bukti. Klaster 2 meliputi kepemimpinan spiritual, hubungan, Indonesia, pengaruh, lingkungan, komitmen karyawan, dan komitmen organisasi. Klaster 3 meliputi masalah bantuan, reaksi, pemimpin spiritual, dan kontribusi. Terakhir, cluster 4 meliputi agama, Islam, kekuasaan, dan peran penting.
Systematic Review: Efforts to Increase Quality of Life For Breast Cancer Patients Lubis, Namora Lumongga
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.914 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.1127

Abstract

Background: Continuous breast cancer treatment that takes a long time can cause boredom which ultimately leads to discontinuation of therapy and even decreased quality of life. People with advanced cancer treatment show a lower quality of life than people with previous cancer and people who have never had cancer. Objective: This systematic review aims to explore alternative measures to improve the quality of life of breast cancer patients. Methods: Source search strategy from two electronic databases: CINAHL and Proquest with a limit of 2009 to 2018. The inclusion criteria used were articles relating to alternative measures to improve the quality of life of cancer patients, published online in English, having various research unit in a hospital or community. Results: From the search results, 40 articles were obtained, while those that matched the inclusion criteria were 8 articles. Based on the analysis of efforts to improve the quality of life of cancer patients. Efforts to improve the quality of life of cancer patients can be grouped into 8 actions, namely meeting spiritual needs, spiritual well-being, family support, daily activities, reflexology, health education, self-care, and alternative medicine. Conclusion: Quality of life in cancer patients can be improved by choosing an alternative course of action. If sufferers, families and health workers are committed to taking action according to the proposed procedure, it will improve the quality of life of cancer patients.Abstrak: Latar Belakang: Perawatan kanker peyudara yang berkelanjutan yang membutuhkan waktu lama dapat menyebabkan kebosanan yang pada akhirnya menyebabkan putusnya terapi dan bahkan penurunan kualitas hidup. Orang-orang dengan perawatan kanker lanjut menunjukkan kualitas hidup yang lebih rendah daripada orang-orang yang sebelumnya menderita kanker dan orang-orang yang tidak pernah menderita kanker. Tujuan: Sistematic review ini bertujuan untuk mengeksplorasi tindakan alternatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara. Metode: Strategi pencarian sumber dari dua basis data elektronik: CINAHL dan Proquest dengan batas tahun 2009 hingga 2018. Kriteria inklusi yang digunakan adalah artikel yang berkaitan dengan langkah-langkah alternatif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker, diterbitkan secara online dalam bahasa Inggris, memiliki berbagai unit penelitian di rumah sakit atau masyarakat. Hasil: Dari hasil penelusuran didapatkan 40 artikel, sedangkan yang sesuai dengan kriteria inklusi adalah 8 artikel. Berdasarkan analisis upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker dapat dikelompokkan menjadi 8 tindakan, yaitu memenuhi kebutuhan kerohanian, kesejahteraan spiritual, dukungan keluarga, kegiatan sehari-hari, pijat refleksi, pendidikan kesehatan, perawatan diri, dan pengobatan Alternatif. Kesimpulan: Kualitas hidup pada pasien kanker dapat ditingkatkan dengan memilih satu tindakan alternatif. Jika penderita, keluarga dan petugas kesehatan berkomitmen untuk mengambil tindakan sesuai dengan prosedur yang telah diajukan, itu akan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.
Family Support and Mother’s Occupation on The Accomplishment of Exclusive Breastfeeding Beniqna Maharani Besmaya; Nopi Anggista Putri; Yuni Sulistiawati; Taufik Jamaan
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.096 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1216

Abstract

Exclusive breastfeeding is an intervention that can reduce the Infant Mortality Rate (IMR). Infants who received exclusive breastfeeding at the Penawar Jaya Health Center in 2019 were still low at 49%. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and occupation with the success of exclusive breastfeeding for infants aged more than 7-12 months. This research was an analytic survey with a cross-sectional design. The research sample is 43 people. Data analysis with percentage and Chi-Square test. The results showed that mothers who received family support were 44.2%, working mothers were 67.4%, and those who gave exclusive breastfeeding were 51.2%. There is a relationship between family support and the success of exclusive breastfeeding (p-value = 0.048; OR = 4.333) and mother's work and the success of exclusive breastfeeding (p-value = 0.017 and OR = 6.967) in mothers who have babies aged more than 7-12 months in the Working Area of Penawar Jaya Health Center, Tulang Bawang Regency in 2021. Suggestions for working mothers are to be able to store expressed breast milk and continue to exclusively breastfeed their babies by involving family members to play a role in breastfeeding. Abstrack: Pemberian ASI ekslusif merupakan salah satu intervensi yang dapat menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). Bayi yang mendapat ASI ekslusif di Puskesmas Penawar Jaya tahun 2019 masih rendah, yaitu 49%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan pekerjaan ibu dengan keberhasilan ASI ekslusif pada bayi usia lebih dari 7-12 bulan. Jenis penelitian ini survey analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 orang. Analisis univariat dengan persentase dan analisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mendapat dukungan keluarga 44,2%, ibu yang bekerja 67,4%, dan yang memberikan ASI eklusif 51,2%.  Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eklusif (p value=0,048; OR=4,333) dan ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI eklusif (p value= 0,017; OR=6,967) pada ibu yang memiliki bayi usia lebih dari 7-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Penawar Jaya Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2021. Saran bagi ibu bekerja agar dapat menyimpan ASI perah dan tetap memberikan ASI kepada bayi secara eklusif dengan mengikutsertakan anggota keluarga untuk mendukung pemberian ASI.

Page 40 of 131 | Total Record : 1302