cover
Contact Name
Andriyansah
Contact Email
andri@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6281317682939
Journal Mail Official
andri@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Universitas Terbuka, Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 26552175     EISSN : 26552221     DOI : 10.33830/diseminasiabdimas
Core Subject :
Diseminasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat registered with ISSN (Online): 2655-2221 and ISSN (Print): 2655-2175, is a media to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Diseminasi, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Social Education Science Sports Languages Business and Economy Engineering and Vocational Arts others
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2022)" : 17 Documents clear
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN IZIN USAHA MIKRO KECIL (IUMK) DI DESA KARANG KEMIRI KECAMATAN KARANG LEWAS MELALUI SISTEM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) Dewi Kresnasari; Rakhma Nurrozalina
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.1441

Abstract

Socialization and assistance for Micro and Small Business Permits (IUMK) in Karang Kemiri Village, Karang Lewas Subdistrict through the Online Single Submission System (OSS) began with the results of a survey that many UMKM did not have a permit. This is due to the lack of socialization and education on the importance of IUMK. This community service activity was attended by 20 UMKM consisting of 14 UMKM engaged in the culinary sector, 3 UMKM engaged in fashion and 3 UMKM engaged in skills. The high level of enthusiasm was shown by the number of participants asking questions about legality and interested in managing the legality of their business. The IUMK process is carried out by OSS, namely via a smartphone so that the process is easy, fast and free of administration fees. The benefits of having an IUMK are that UMKM have a clear, legal identity, added value for access to capital and can develop businesses by participating in empowerment and coaching programs held by local and central governments. Results show an increase in the understanding and legal awareness of UMKM to take care of the legality of their business. Sosialisasi dan pendampingan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) di Desa Karang Kemiri Kecamatan Karang Lewas melalui Sistem Online Single Submission (OSS) berawal dari hasil survey bahwa banyak pelaku UMKM yang belum mempunyai izin. Hal ini disebabkan karena kurangnya sosialisasi dan edukasi arti penting IUMK. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh 20 UMKM terdiri dari 14 UMKM bergerak dibidang kuliner, 3 UMKM bergerak dibidang fashion dan 3 UMKM bergerak dibidang keterampilan. Tingkat antusiasme yang cukup tinggi ditunjukan dengan banyaknya peserta mengajukan pertanyaan seputar legalitas dan berminat untuk mengurus legalitas usahanya. Proses IUMK dilakukan secara OSS yaitu melalui smartphone sehingga prosesnya mudah, cepat dan bebas biaya administrasi. Manfaat memiliki IUMK yaitu UMKM memiliki identitas yang jelas, legal, nilai tambah untuk akses permodalan dan dapat mengembangkan usaha dengan mengikuti program-program pemberdayaan dan pembinaan yang diadakan oleh pemerintah daerah maupun pusat. Hasil PKM menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran hukum UMKM untuk mengurus legalitas usahanya.
PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME DARI LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI DASA WISMA SUKUN Happy Elda Murdiana; Novena Adi Yuhara; Tabita Rahmavika; Devia Danila
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.1531

Abstract

Garbage is a never-ending problem for cities in Indonesia. Garbage hoarding is always increasing every year. The amount of waste is increasing along with the increase in population and consumption patterns. Even though the garbage capacity in DIY increases, the increase in the volume of waste also increases so that independent waste management to reduce waste is an effective way of reducing waste problems. Eco enzyme is the result of fermentation from household organic waste with the composition of water: organic waste (raw fruit peels and fresh vegetable waste): molasses = 10:3:1 which has many functions. The eco enzyme making training begins with counseling then assistance until harvest. Eco enzyme can be harvested after a fermentation process for 3 months by storing it in an airtight plastic container. The number of Dasa Wisma Sukun conducts eco enzyme making activities with the assistance of local eco enzyme volunteers until harvesting and can use the results for many household needs. This community service activity is very beneficial for many people. Sampah merupakan masalah tak kunjung selesai bagi kota kota di Indonesia, penimbunan sampah setiap tahunnya selalu meningkat. Jumlah sampah semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan pola konsumsi masyarakat. Walaupun daya tampung sampah di DIY bertambah, tetapi peningkatan volume sampah juga bertambah lebih banyak sehingga pengelolaan sampah mandiri untuk mengurangi sampah merupakan cara efektif mengurangi masalah sampah. Eco enzyme merupakan hasil fermentasi dari sampah organik rumahtangga dengan komposisi air: sampah organik (kulit buah mentah dan sampah sayur segar) : molase = 10:3:1 yang mempunyai banyak fungsi. Pelatihan pembuatan eco enzyme ini diawali dengan penyuluhan kemudian pendampingan hingga panen. Eco enzyme dapat dipanen setelah proses fermentasi selama 3 bulan dengan penyimpanan dalam wadah plastik kedap udara. Ibu ibu dasa wisma sukun melakukan kegiatan pembuatan eco enzyme dengan pendampingan relawan eco enzyme nusantara hingga panen dan dapat memanfaatkan hasilnya untuk banyak keperluan rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat bagi banyak orang.
PENGOLAHAN JAHE MERAH UNTUK TINGKATKAN IMUNITAS TUBUH DI DESA JIMBUNG, KLATEN Nastiti Utami; Dian Puspitasari; Tarasia Gandes Belani; Hawa Surya Marita; Yolla Andriani; Irna Dessy
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.1622

Abstract

The Covid-19 pandemic was still a major concern of the world, because there has not been a cure for this disease, but there was already given a vaccine to the community. Vaccines provided in Indonesia are still not enough to create immunity or herd immunity, so the community was supposed to maintain immune system by consuming nutritious food and consuming bioactive compounds that have antiviral and immunomodulatory/immune booster activities. Bioactive compounds such as gingerol, zingeron, shogaol, and gingerin found in red ginger (Zingiber officinale var rubrum) have great properties to increase immune system. The immune system not only prevents disease from being easily affected, but also accelerates healing and recovery from illness. In the activities of training and workshop on the red ginger processing, participants get the benefits directly to be able to process red ginger and consumed independently or can also be used to increase family income. The method used in this activity is training and workshop. The result of this activity is that the community enthusiastically participates in this activity and the community acquires new knowledge about red ginger. Pandemi Covid-19 masih menjadi perhatian utama dunia, karena belum ditemukannya obat untuk menyembuhkan penyakit ini, namun sudah terdapat vaksin yang diberikan kepada masyarakat. Vaksin yang diberikan di Indonesia masih belum cukup untuk menciptakan kekebalan masyarakat atau herd immunity, sehingga masyarakat diharapkan dapat menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan yang bergizi dan mengkonsumsi senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antiviral dan imunomodulator/immune booster. Senyawa bioaktif seperti gingerol, zingeron, shogaol, dan gingerin yang terdapat pada jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) memiliki khasiat yang besar untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh tidak hanya mencegah agar tidak mudah terserang penyakit, namun juga mempercepat penyembuhan dan pemulihan dari sakit. Dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan jahe merah, peserta dapat merasakan manfaat secara langsung untuk bisa mengolah jahe merah dan dikonsumsi mandiri atau dapat juga digunakan untuk menambah penghasilan keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan pembuatan serbuk jahe. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah masyarakat antusias mengikuti kegiatan ini dan masyarakat mendapatkan pengetahuan baru mengenai jahe merah.
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PHBS DENGAN PEMERIKSAAN KECACINGAN DAN HEMOGLOBIN PADA KELOMPOK SISWA SDN 01 CAWANG PAGI Aji Humaedi; Muhammad Rizki Kurniawan
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.1653

Abstract

SDN Cawang 01 Pagi pada dasarnya telah menerapkan hidup bersih pada siswanya hal tersebut tercermin pada himbauan cuci tangan yang di pasang pada kelas-kelas, tersedianya tempat cuci tangan di depan kelas, tersedianya ruang UKS serta keterlibatan siswa dalam membersihkan kelas. Tetapi, banyak penjual jajanan di depan SDN Cawang 01 Pagi yang higienitasnya tidak terjamin, sehingga penyebaran penyakit khususnya kecacingan mudah terjangkit. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah penyuluhan PHBS, pemeriksaan penyakit kecacingan, dan kadar hemogobin siswa/i SDN Cawang 01 Pagi. Pendekatan yang dilakukan berupa edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, pemeriksaan kemungkinan penyakit kecacingan dengan analisis sampel feses dan kadar hemoglobin. Hasilnya dari 73 siswa yang melakukan pemeriksaan, terdapat 3 siswa yang positif terinfeksi cacing. Gambaran hemoglobin siswa pada dasarnya normal dengan nilai rerata 13,3 g/dL.
PELATIHAN PENGEMASAN DAN PEMASARAN PRODUK UMKM MASYARAKAT DI DESA WATES KULON PROGO Ferriawan Yudhanto; Rinasa Agistya Anugrah; Oki Wijaya
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.1833

Abstract

The government provides full support and facilities for UMKM in Wates Village, Kulon Progo Regency, to develop their business. The use of information technology is considered appropriate to be used as a solution in the marketing of the product. The purpose of this activity is to expand product marketing and create attractive packaging. The method was used is to provide counseling and training on product packaging and digital marketing. Marketing is the spearhead of a business, so it needs to be improved by utilizing existing technology or marketplaces. This activity shows that UMKM people more understand how to apply attractive packaging and used social media to support online marketing. Pemerintah memberikan dukungan dan fasilitas bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah di Desa Wates Kabupaten Kulon Progo untuk terus mengembangkan usahanya. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai tepat digunakan sebagai solusi dalam memperluas produk. Tujuan dari pengabdian ini untuk memperluas pemasaran produk dan membuat kemasan yang menarik. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang pengemasan produk dan pemasaran digital. Pemasaran menjadi ujung tombak dalam suatu usaha, sehingga perlu ditingkatkan dengan memanfaatkan teknologi atau marketplace yang sudah ada. Hasil dari kegiatan ini yaitu para pelaku UMKM lebih memahami bagaimana cara mengaplikasikan kemasan yang menarik dan menggunakan media sosial dalam mendukung pemasaran secara online.
PEMANFAATAN DAN PENGOLAHAN POTENSI BUAH JERUK UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK UMKM DESA GUNTING KECAMATAN SUKOREJO Tomy Rizky Izzalqurny; Ainun Ilmia; Amirotul Mufidah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.1866

Abstract

The purpose of this socialization and training activity is to provide education regarding the processing and utilization of village potential in the form of tangerines for product development of Gunting Village UMKM This service program targets community empowerment to be able to process and innovate with a product diversification system. In addition, introducing other processed products with basic ingredients in the form of tangerine so that people can know more deeply about product innovation. Another thing that is educated to the public is about the use of orange peels to be used as processed products, in the form of candied orange peels. Previously, the public was introduced to the benefits of orange peel and the vitamin content in it. This community service strategy is an effective policy for Gunting Village considering the potential it has in the form of tangerine plantations. Approach methods and work procedures in service activities include the initial stages of observation, followed by socialization activities regarding the benefits of citrus fruits, product diversification, and processed citrus fruit innovations; introduction of citrus fruit processing innovations and explanation of processing procedures, training on making processed citrus fruits and orange peels, and evaluation. The results obtained are that the community can utilize and process citrus fruits as marmalade and orange peels as candied orange peels in accordance with the procedure of processing stages. The products produced through this training can be used as product innovation development by the community which in the future will be used as one of the typical village products. So that it is expected to be able to develop UMKM in Gunting Village which can affect the welfare of the community. Tujuan dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pengolahan dan pemanfaatan potensi desa berupa buah jeruk keprok untuk pengembangan produk Unit, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Gunting. Program pengabdian ini menargetkan pada pemberdayaan masyarakat untuk dapat mengolah dan berinovasi dengan sistem diversifikasi produk. Selain itu, memperkenalkan olahan produk lainnya dengan bahan dasar berupa buah jeruk agar masyarakat dapat mengenal lebih mendalam mengenai inovasi produk. Hal lain yang di edukasikan kepada masyarakat adalah mengenai pemanfaatan kulit jeruk untuk dijadikan sebagai produk olahan, berupa manisan kulit jeruk. Sebelumnya, masyarakat dikenalkan terlebih dahulu mengenai manfaat kulit jeruk serta kandungan khasiat di dalamnya. Strategi pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kebijakan yang efektif untuk dilakukan Desa Gunting mengingat potensi yang dimiliki berupa perkebunan jeruk. Metode pendekatan dan prosedur kerja dalam kegiatan pengabdian mencakup tahapan awal berupa observasi, dilanjutkan dengan kegiatan sosialiasi mengenai manfaat buah jeruk, diversifikasi produk, serta olahan inovasi buah jeruk; introduksi inovasi pengolahan buah jeruk dan penjelasan prosedur pengolahan, pelatihan membuat olahan buah jeruk dan kulit jeruk, serta evalusi. Adapun hasil yang didapatkan yaitu masyarakat dapat memanfaatkan dan mengolah buah jeruk sebagai selai jeruk (marmalade) dan kulit jeruk sebagai manisan sesuai dengan prosedur tahapan pengolahan. Produk yang dihasilkan melalui pelatihan ini dapat dijadikan pengembangan inovasi produk oleh masyarakat dimana kedepannya digunakan sebagai salah satu produk khas desa. Sehingga diharapkan mampu mengembangkan Unit Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Gunting yang dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.
TATA CARA PENDAFTARAN MEREK DALAM USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI LINGKUNGAN KARANG TARUNA PADALARANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Wahyudi; Ananda Putri Nur Amalia
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.1957

Abstract

This community service activity is organized by the Faculty of Law, Indonesian Computer University in collaboration with the Youth Organization Management, Padalarang District, West Bandung Regency. In the midst of the COVID-19 pandemic, the products of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) of the Padalarang District community continue to grow and become more diverse and almost every product has a brand, but the MSMEs brand owned has not been registered with the Directorate General of Intellectual Property. The method used is to conduct legal counseling through the media zoom meeting. The use of brands on MSMEs products can add higher selling value compared to unbranded products, MSMEs actors can be harmed if their products are used and even imitated in whole or in part by others because they sell well in the market. However, MSMEs actors cannot prevent and even sue because the mark has not been registered. Trademark registration is a must for MSME actors if they want to protect their rights to the mark. Trademarks to be registered are quite easy to use by utilizing online trademark registration, specifically for the registration of trademarks for MSMEs actors, the fees charged are lower than those of industrial marks. The legal protection of registered trademark rights is for 10 years and can be extended for the same time. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Komputer Indonesia bekerjasama dengan Pengurus Karang Taruna Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Ditengah pandemi covid 19 produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat Kecamatan Padalarang terus berkembang dan semakin beragam serta hampir setiap produknya memiliki merek, akan tetapi merek UMKM yang dimiliki tersebut belum terdaftar pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan penyuluhan hukum melalui media zoom meeting. Penggunaan merek pada produk UMKM dapat menambah nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan produk tanpa merek, pelaku UMKM dapat dirugikan jika produknya digunakan bahkan ditiru secara keseluruhan maupun sebagian oleh orang lain karena laku dipasaran. Akan tetapi pelaku UMKM tidak dapat mencegah bahkan menuntut dikarenakan merek tersebut belum didaftarkan. Pendaftaran merek menjadi suatu keharusan bagi pelaku UMKM jika ingin terlindungi hak atas merek tersebut. Merek yang akan didaftarkan cukup mudah dengan memanfaatkan pendaftaran merek secara online, khusus untuk pendaftaran merek pelaku UMKM biaya yang dikenakan lebih rendah dibanding dengan merek industri. Pelindungan hukum hak atas merek terdaftar selama 10 tahun dan dapat diperpanjang dengan waktu yang sama.
PELATIHAN PENERAPAN PENDEKATAN STEM DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR ISLAM DI SURAKARTA Anggit Grahito Wicaksono; Jumanto Jumanto; Muhammad Faruq Hanafi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.1961

Abstract

The government, parents, teachers must realize that the world of education is changing. Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) are interrelated subjects in human life. Most of the teachers at SD Djama'atul Ichwan Program Utama Surakarta admitted that they did not understand and had not been able to apply the STEM approach in integrative thematic learning so that there was a need for training on the STEM approach in integrative thematic learning. The goal to be achieved from this service program is to provide understanding and skills to apply the STEM approach in integrative thematic learning. The method of implementing the service includes: (1) The method of approach carried out starting from the survey, licensing, and providing motivation for teachers who will take part in the training; (2) The method of implementing the program, including the preliminary stage, the stage of socialization and hearings, the training stage, and the final evaluation stage. The results of the analysis of the teacher's response questionnaire to service activities indicate that teachers believe that the service provides benefits for the development of educational activities in schools, training materials for the application of the STEM approach in integrative thematic learning are in great demand and needed by teachers in the development of 21st-century learning and the 4.0 industrial revolution, and teachers feel the benefits of service activities because they can become new scientific insights in the development of learning activities in schools. Pemerintah, orang tua, guru harus menyadari bahwa dunia pendidikan sangat berubah. Science, Technology, Engineering, and Mathematic (STEM) merupakan mata pelajaran yang saling berkaitan dalam kehidupan manusia. Sebagian besar guru di SD Djama’atul Ichwan Program Utama Surakarta mengaku belum memahami dan belum mampu menerapkan pendekatan STEM dalam pembelajaran tematik integrative sehingga perlu adanya pelatihan tentang pendekatan STEM dalam pembelajaran tematik integratif. Tujuan yang hendak dicapai dari program pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan menerapkan pendekatan STEM dalam pembelajaran tematik integratif. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) Metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan; (2) Metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelatihan, serta tahap evaluasi akhir. Hasil analisis terhadap kuesioner tanggapan guru terhadap kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa guru meyakini bahwa adanya pengabdian memberikan manfaat bagi berkembangnya kegiatan pendidikan di sekolah, materi pelatihan penerapan pendekatan STEM dalam pembelajaran tematik integratif sangat diminati dan dibutuhkan guru dalam pengembangan pembelajaran abad 21 dan revolusi industri 4.0, dan guru merasakan manfaat kegiatan pengabdian karena dapat menjadi wawasan keilmuan baru dalam pengembangan kegiatan pembelajaran di sekolah.
PENINGKATAN EKONOMI ANGGOTA KOMUNITAS USAHA KOPERASI CREDIT UNION HATI AMBOINA MELALUI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN LITERASI KEUANGAN DAN PEMBUKUAN Maria Esomar; Hasmia Melati Arifin
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.1978

Abstract

Maluku province has a financial literacy rate of 36.48%, still below the national index. (OJK, 2019). Cooperatives are expected to have an important role in assisting the government in terms of financial inclusion and literacy. The challenges and problems faced by partners are bad credit problems. Bad loans are caused, among others, due to the lack of understanding and ability of members in managing personal and business finances. The purpose of this activity can help members to have financial plans, plan future expenses, and have savings and also be able to manage their business finances. The procedure for this empowerment activity includes: 1) Coordination with partners regarding the preparation of activity schedules; 2) Preparation of training and material development; 3) Counseling on financial literacy and business bookkeeping; 4) Training on the use of financial instruments and excel applications for business bookkeeping; 5) Assistance and evaluation of the activities carried out. The results obtained are increased understanding of business group community members about financial literacy and bookkeeping, members are able to fill in monthly budget instruments and are able to understand simple bookkeeping and the management of the CU Hati Amboina Cooperative able to use excel bookkeeping applications for further socialization to members of other business groups. Provinsi Maluku memiliki tingkat literasi keuangan 36,48% masih dibawah indeks nasional. (OJK, 2019). Koperasi diharapkan memiliki peran penting dalam membantu pemerintah dari sisi inklusi dan literasi keuangan. Tantangan dan permasalahan yang dihadapi mitra yaitu masalah kredit macet. Kredit macet diakibatkan antara lain karena kurangnya pemahaman dan kemampuan anggota dalam mengelola keuangan pribadi dan usaha. Tujuan kegiatan ini dapat membantu anggota untuk mempunyai rencana keuangan, merencanakan pengeluaran masa depan, dan memiliki tabungan dan juga mampu menata keuangan usaha mereka, Prosedur kegiatan pemberdayaan ini meliputi: 1) Koordinasi dengan mitra terkait penyusunan jadwal kegiatan; 2) Persiapan pelatihan dan pengembangan materi; 3) Penyuluhan tentang literasi keuangan dan pembukuan usaha; 4) Pelatihan penggunaan instrumen keuangan dan aplikasi excel untuk pembukuan usaha; 5) Pendampingan dan evaluasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Hasil yang diperoleh yaitu meningkatnya pemahaman anggota komunitas kelompok usaha tentang literasi keuangan dan pembukuan, anggota mampu mengisi instrumen anggaran belanja bulanan dan mampu memahami pembukuan sederhana dan manajemen Koperasi CU Hati Amboina mampu menggunakan aplikasi pembukuan excel untuk seterusnya disosialisasikan kepada anggota kelompok usaha yang lain.
PENYULUHAN DAN PEMBUATAN HANDSINITIZER DENGAN DAUN SIRIH DAN JERUK NIPIS DALAM PENCEGAHAN VIRUS COVID-19 Nina Azwani Siregar; Saifah Rambe; Ricky Pane; Bambang Waluyo
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.1980

Abstract

The Covid-19 pandemic is still hitting until now, many people are still exposed to the virus. The Covid-19 virus is a virus that can be transmitted and can attack anyone , be it children or adults. The virus is transmitted through droplets from the respiratory tract and then infects the respiratory system. Therefore, the government urges the government to always apply a clean and healthy lifestyle to avoid contracting the virus. Therefore, this community service activity was carried out to provide counseling and guidance to the community in Tebing Linggahara village about the process of making hand sanitizers from betel leaves and lime for applications to prevent transmission of the Covid-19 virus. The method of this activity is carried out in several stages, namely the fist stage of introducing the materials and tools needed in the manufacture of hand sanitizers and then the second stage of the sequence or stages in the process of makin hand sanitizers. Another benefit of this activity is that the community can gain knowledge about other benefits of betel leaf dan lime. During the activity the participants were actively involved and gave positive responses during the practice. Pandemi Covid-19 masih melanda hingga sekarang, masih banyak yang terkena paparan dari virus tersebut. Virus Covid-19 ini merupakan virus yang dapat menular dan dapat menyerang siapa saja baik itu anak-anak ataupun orang dewasa. Virus tersebut menular melalui percikan droplet dari saluran pernapasan dan kemudian menginfeksi sistem pernapasan. Oleh karena itu, pemerintah menghimbau agar selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna menghindari dari tertularnya virus tersebut. Sebab itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada masyarakat di desa Tebing Linggahara tentang proses pembuatan hand sanitizer dari daun sirih dan jeruk nipis untuk aplikasi pencegahan penularan virus Covid-19. Adapun metode kegiatan ini dilakukan beberapa tahap, yaitu tahap pertama pengenalan bahan dan alat yang diperlukan dalam pembuatan hand sanitizer dan kemudia tahap kedua runtutan atau tahapan dalam proses pembuatan hand sanitizer. Manfaat lain dari kegiatan tersebut masyarakat dapat pengetahuan tentang manfaat lain dari daun sirih dan jeruk nipis. Selama kegiatan berlangsung peserta terlibat secara aktif dan memberikan tanggapan yang positif selama praktik.

Page 1 of 2 | Total Record : 17