cover
Contact Name
Andriyansah
Contact Email
andri@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6281317682939
Journal Mail Official
andri@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Universitas Terbuka, Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 26552175     EISSN : 26552221     DOI : 10.33830/diseminasiabdimas
Core Subject :
Diseminasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat registered with ISSN (Online): 2655-2221 and ISSN (Print): 2655-2175, is a media to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Diseminasi, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Social Education Science Sports Languages Business and Economy Engineering and Vocational Arts others
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
PELATIHAN PEMANFAATAN KALENG BEKAS MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA DI DKI JAKARTA Menul Teguh RIYANTI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v2i2.1034

Abstract

The Faculty of Fine Arts and Design of Trisakti University carries out Community Service in collaboration with Kadin as a partner of 20 special school teachers in a special area of the Capital City of Jakarta with skills training in processing used paint cans into economic value products. Participants are trained to clean and dye used paint cans of 5 kg size and become economic value products. The objectives of this activity are: 1) participating teachers have the skills to process waste into economic value goods, 2) participating teachers can teach these skills to their students, 3) the quality of the environment in DKI Jakarta can be better through the touch of school teachers extraordinary and their students. The results of the Training on the Utilization of Used Cans into economic value-selling products for special school teachers in DKI Jakarta provide knowledge / skills and knowledge that can be developed independently individually or in groups. Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat bekerja sama dengan Kadin sebagai mitra sejumlah 20 orang guru sekolah luar biasa dilingkungan daerah khusus Ibu Kota Jakarta dengan pelatihan keterampilan mengolah limbah kaleng cat bekas menjadi produk bernilai ekonomi. Peserta dilatih membersihkan dan mewarnai kaleng cat bekas ukuran 5 kg dan menjadi produk bernilai ekonomi. Tujuan kegiatan ini adalah:1) para guru peserta memiliki keterampilan mengolah limbah menjadi barang yang bernilai ekonomi, 2) para guru peserta dapat mengajarkan keterampilan ini kepada murid-muridnya, 3) kualitas lingkungan di DKI Jakarta dapat menjadi lebih baik melalui sentuhan para guru sekolah luar biasa dan anak-anak didiknya. Hasilnya dari Pelatihan Pemanfaatan Kaleng Bekas menjadi produk bernilai jual ekonomi pada guru sekolah luar biasa di DKI Jakarta memberikan bekal wawasan/pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri secara individu maupun berkelompok.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN PADA PEMBUDIDAYAAN RUMPUT LAUT DI DESA PITUE KECAMATAN MA’RANG KABUPATEN PANGKEP Makkatenni
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v2i2.1035

Abstract

Pitue Village is one of the villages located in Ma’rang Subdistrict, Pangkajene and Kepulauan (Pangkep) Regency which about 100 km from north of UPBJJ-UT Makassar Office or about 8 km from Pangkajene, the capital of Pangkep Regency. Community empowerment on seaweed cultivation was carried out with three programs: (1) site selection and seaweed seeding techniques; (2) seaweed cultivation techniques; and (3) seaweed harvesting and post-harvest techniques. Community service activities were carried out for one year. This program used some methods including lecturing and discussion, video screenings about seaweed cultivation, and monitoring or evaluation. The implementation of community service was based on meeting the indicators of the community services process and the products produced. The evaluation result showed that the participants were very enthusiastic in participating in the training and had succeeded in conducting seaweed cultivation using long line method. It can be concluded that community service has been implemented in accordance with the plan starting from the selection of location and seeding, cultivation and implementation of harvest and post-harvest according to the instructions given during the training. Desa Pitue merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang berjarak sekitar 100 km dari Kantor UPBJJ-UT Makassar kea rah utara atau sekitar 8 km dari Pangkajene ibu kota Kabupaten Pangkep. Pemberdayaan masyarakat tentang budidaya rumput lain dilaksanakan dengan tiga program: (1) teknik pemilihan lokasi dan bibit rumput laut; (2) teknik budidaya rumput laut, dan (3) teknik panen dan pasca panen rumput laut. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama satu tahun. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah dan anya jawab, pemutaran video tentang budidaya rumput laut, dan monitoring atau evaluasi. Keterlaksanaan pengabdian kepada masyarakat didasarkan atas terpenuhinya indikator-indikator proses pengabdian masyarakat dan produk yang dihasilkan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan dan telah berhasil melakukan budidaya rumput laut dengan metode long line. Dapat disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat telah diimplementasikan sesuai dengan rencana dimulai dari pemilihan lokasi dan bibit, pelaksanaan budidaya dan pelaksanaan panendan pasca panen sesuai petunjuk yang diberikan pada saat pelatihan.
PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH DAUN KERING DAN SAMPAH SISA MAKANAN MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DALAM MEWUJUDKAN GREEN HOUSE DI METLAND TAMBUN CLUSTER FONTANIA Fata Nidaul KHASANAH; Syahbaniar ROFIAH; Didik SETIYADI; Rizal Nanda REYNALDI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v2i2.1036

Abstract

Settlements are one of the sources of contributors in the growing number of garbage. Handling waste done well in processing can provide benefits at once can reduce the buildup of existing garbage volumes. The purpose of this training is how to utilize dried leaf garbage and leftover waste food to be processed into liquid organic fertilizer that can provide benefits for the environment so as to preserve plants around the settlement to To a beautiful, fresh and green settlement so it is realized "Green House" in MetlandTambun Cluster Fontania. In the implementation of the methods used include counseling activities, training activities and mentoring activities. From the activities, the residents can utilize dried leaf garbage and food scraps waste to be processed into liquid organic fertilizer with the help of the counting machine and grinding machine in the manufacturing process. Permukiman merupakan salah satu sumber penyumbang dalam meningkatnya jumlah sampah. Penanganan sampah yang dilakukan dengan baik dalam pengolahannya dapat memberikan manfaat sekaligus dapat mengurangi penumpukan volume sampah yang ada. Tujuan dari pelatihan ini adalah bagaimana memanfaatkan sampah daun kering dan sampah sisa makanan untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar sehingga dapat melestarikan tanaman di sekitar permukiman untuk menuju sebuah permukiman yang asri, segar dan hijau sehingga terwujud “Green House” di Metland Tambun Cluster Fontania. Dalam pelaksanaannya metode yang digunakan meliputi kegiatan penyuluhan, kegiatan pelatihan dan kegiatan pendampingan. Dari kegiatan tersebut maka warga dapat memanfaatkan sampah daun kering dan sampah sisa makanan untuk diolah menjadi pupuk organik cair dengan bantuan mesin pencacah dan mesin penggiling dalam proses pembuatannya.
INOVASI BERBASIS MASYARAKAT DESA TANGGUH BENCANA (DESTANA) Fathinah Ranggauni HARDY; Rafiah Maharani PULUNGAN; Putri PERMATASARI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v2i2.1037

Abstract

Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masif terjadi gempa bumi selama 1 tahun terakhir. BNPB telah melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan kekuatan M=6.1 SR pada tanggal 23 Januari 2018 berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kabupaten Lebakpada kedalaman 61 km. Kecamatan Cikulur salah satu kecamatan di Kabupaten Lebak memiliki kerusakan yang parah dan mengalami kerugian secara fisik yaitu 291 rumah rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1.894 rusak ringan (RR) (BNPB, 2018) dan secara non fisik banyak warga yang mengalami trauma akibat kejadian gempa tersebut. Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Lebak belum memiliki upaya manajemen bencana berbasis masyarakat yang optimal, misalnya belum ada Desa Tangguh Bencana sesuai 20 Indikator Desa Tangguh Bencana. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat bergerak untuk membentuk inovasi berbasis masyarakat berupa Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Lebak yang inisiasi awal di Desa Anggalan, Kecamatan Cikulur. Tujuan dari kegiatan adalah untuk membentuk Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Lebak berbasis masyarakat agar siap dalam menghadapi bencana.Kegiatan yang dilakukan adalah pembentukan Desa Tangguh Bencana adalah Penilaian Risiko, Perencanaan Penanggulangan Bencana (PB) di Desa, Pembentukan Forum PB di Peningkatan Kapasitas Warga dan Aparat dalam PB melalui Pelatihan Kebencanaan pada warga dan perangkat desa, Pemaduan PB ke dalam Rencana Pembangunan Desa dan Legalisasi Desa Tangguh Bencana. Target Luaran dari PKM ini adalah terbentuknya Desa Tangguh Bencana.
PENINGKATAN KUALITAS ARTISTIK LINGKUNGAN MELALUI MEDIA MURAL DI RPTRA KELURAHAN KRENDANG, JAKARTA BARAT Elda FRANZIA; Yosua Reydo RESPATI; Ekananda HARYADI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Community Service activity held by Trisakti University, Faculty of Art and Design, Visual Communication Design Program, through Multi 2-1 Program Theme “The Enhancement of Knowledge and Environment Quality Training“ in Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, West Jakarta. The Multi Program is prime program from Community Service Agency of Trisakti University, and one of them located at Kelurahan Krendang. The Environmentally Friendly Integrated Public Space (RPTRA) is an open space area functioned as the center of social activity in Kelurahan Krendang including sports and social community activites. RPTRA Krendang in under development and has many blank wall spaces functioned as activity limit area. This program aims in to improve the quality of environment and develop man power creative quality in Kelurahan Krendang. The program’s target is orange troops and the Karang Taruna youngsters at Kelurahan Krendang with trainer from lecturer and students of Visual Communication Design Program. The program’s participants are 16 men with age range 20-40 years old. The method are three activities stages which are (1) training with lecture, discussion, and Q&A method, (2) lecture of mural making procedures, (3) mural making practice with sketching techniques. The results are 7 (seven) wall area painted in mural with variative and creative images made by participants. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh Universitas Trisakti, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Program Studi Desain Komunikasi Visual melalui program Multi 2-1 dalam tema besar “Peningkatan Pengetahuan dan Pelatihan Perbaikan Kondisi Lingkungan” di Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Program Multi merupakan program unggulan yang dikelola oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Trisakti dan salah satunya berlokasi di Kelurahan Krendang. Ruang Publik Terpadu Ramah Lingkungan (RPTRA) merupakan ruang terbuka yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Kelurahan Krendang, termasuk kegiatan olah raga dan kegiatan sosial masyarakat. Kondisi RPTRA Krendang belum terolah dan memiliki banyak area dinding kosong yang juga berfungsi sebagai batas area kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk perbaikan kualitas lingkungan dan pengembangan kreativitas sumber daya manusia di Kelurahan Krendang. Sasaran kegiatan adalah pasukan oranye dan remaja Karang Taruna di Kelurahan Krendang. Pelatihan diikuti oleh 16 orang peserta dengan rentang usia 20-40 tahun dengan pemateri dosen dan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual. Metode pelatihan dilakukan dalam beberapa tahapan kerja yaitu (1) pelatihan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab, (2) penyuluhan tahapan kerja pembuatan mural, (3) praktik pembuatan mural dengan teknik sketsa langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah 7 (tujuh) area dinding yang terolah menjadi mural dengan gambar-gambar yang variatif dan kreatif yang dibuat oleh para peserta pelatihan.
PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MELALUI PENGOLAHAN ASAM TIMOR (TAMARINDUS INDICA) DI DESA BAUMATA UTARA, KECAMATAN TAEBENU, KABUPATEN KUPANG Bulkis Bulkis; Yusinta N. FINA; Noveni M. MALLE; Yudith A. FRANS; Yanuardi LONGGO
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Timor island is famous with Timor Acid plants which is if it processed properly, it have good economic value. So far the people and the government is less on giving attention to timor acid so that it is only used as a food spice. This matter becomes reason for doing training in timor acid processing. Partners in this activity are Narwastu Women's Group in Desa Baumata Utara, Kec. Taebenu, kab. Kupang. The Problems that faced by partners (women's groups) is related with the abundance yields of timor acid and the people don’t know how to process after harvest in order to increase economic value. Write in 1 paragraph. The target and outputs that want to be achieved by the people especially women's groups which is able to process Timor Tamarind Fruit into Juices, tamarind paste and able to carry out preservation so that it can be save it for a long time. The method used are training and demonstration. All activities carried out of four visits on one the period from June to December 2018 . The activities namely training, mentoring, and monitoring and evaluation. The results of the PkM activities in Desa Baumata Utara, Kec. Taebenu, Kupang Regency is the Narwastu is Women's Group able to process acids into Tamarind Juice, Tamarind Turmeric Juice, Tamarind Pasta, and can carry out the acid storage process well so that it is durable. The result of PKM activity in Desa BAUMATA Utara, Kec. TAEBENU, Kab. Kupang is the women's group able to process Timor Tamarind Fruit into Juices, tamarind paste and able to carry out preservation so that it can be save it for a long time. Pulau Timor terkenal dengan tanaman Asam Timor yang jika diolah dengan baik memiliki nilai ekonomi yang baik. Sejauh ini masyrakat dan pemerintah kurang memperhatikan asam timor sehingga hanya digunakan sebagai bumbu dapur. Hal ini yang menjadi landasan untuk melakukan pelatihan pengolahan asam timor. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Narwastu Desa Baumata Utara, Kec. Taebenu, Kabupaten Kupang. Permasalahan yang dihadapi mitra (kelompok wanita) berkaitan dengan melimpahnya hasil panen asam timor dan masyrakat belum mengetahui cara pengolahan setelah panen agar dapat meningkatkan nilai ekonomi. Target dan luaran yang ingin yang dicapai adalah masyarakat khususnya kelompok wanita dapat mengolah Buah Asam Timor menjadi Jus, pasta asam dan bisa melakukan pengawetan sehingga bisa disimpan dalam waktu yang lama. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan demonstrasi. Seluruh kegiatan dilaksanakan sebanyak 4 kali kunjungan dalam kurun waktu bulan Juni sampai Desember 2018 yaitu pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan PkM di Desa Baumata Utara, Kec. Taebenu, Kabupaten Kupang adalah Kelompok Wanita Narwastu bisa mengolah asam menjadi Jus Asam, Jus Kunyit Asam, Pasta Asam, dan bisa melakukan proses penyimpanan asam dengan baik sehingga tahan lama.
SEKOLAH SIAGA BENCANA DESA SAMBONGBANGI KECAMATAN KRADENAN KABUPATEN GROBOGAN Budi LEGOWO; Daru WAHYUNINGSIH; Sri MULYANI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sambongbangi, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 54 mdpl. Secara geohidrologi masuk dalam rangkaian pegunungan kapur utara. Edapan kapur mendominasi lapisan pada kedalaman ± 50 meter di bawah permukaan tanah. Hal tersebut menyebabkan potensi bencana kekeringan, pergerakan tanah dan kebakaran sangat besar. Sekolah Siaga Bencana (SSB) merupakan upaya membangun kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana dalam rangka menggugah kesadaran seluruh unsur dalam bidang pendidikan baik individu maupun kolektif di sekolah dan lingkungan sekolah baik itu sebelum, saat maupun setelah bencana terjadi. Upaya mitigasi bencana dengan sasaran siswa sekolah dasar dengan usia 6-12 tahun diharapkan dapat menjadi prilaku dan karakter siaga bencana. Implementasi sekolah siaga bencana dilakukan dengan cara: 1. Pendampingan Integrasi Kurikulum; 2. Pelatihan guru kelas; 3. Simulasi siswa dan; 4. Pembuatan perangkat kesiapsiagaan bencana berupa buku petunjuk dan tanda evakuasi. Hasil P2M menunjukkan bahwa: 1. Keberdayaan masyarakat (Guru dan Siswa Sekolah Dasar Desa Sambongbangi Kecamatan Karadenan Kabupaten Grobogan masih perlu ditingkatkan; 2. Kemampuan integrasi kurikulum pengurangan resiko bencana; utamanya kebakaran, tanah longsor dan gempa masih perlu ditingkatkan, dan 3. Metode simulasi cocok digunakan dalam integrasi kurikulum Pengurangan Resiko Bencana (PRB).
PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA DARI KAIN PERCA, MENJADI BENDA YANG MEMILIKI FUNGSI BARU SEBAGAI ELEMEN ESTETIS/AKSESORIS Atridia WILASTRINA
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the PKM is to provide training to the public, especially for the mothers of PKK members in the vicinity. The objective is to bring new set skills, to process household waste into more valuable goods. The result of this activities will produce product that has selling value for additional income and also beneficial activities to the surrounding community. Recycling and Reuse is the process of garbage or residual waste products into new products that can be reused worthily with one of its objectives to preserve the environment. The object of my PKM (‘Community Service’) is the household waste in the form of residual T-shirt. The patchwork of these T-shirts is widely found around the residence of a small industry in a home environment. This research was conducted through direct observation in residential environment during the preparation of the implementation of Community Service Activities (PKM). This PKM was implemented by providing direct training to participants of PKM using used material that have been prepared as a training medium. The training also provide understanding and direction of various aspects of supporting design In the process of recycling the used objects, such as: how to assemble materials and supporting tools, how to cultivate the aesthetic, mix colors, and techniques used. The method of training is qualitative, which is useful for collecting, sorting, analyzing and evaluating the data from information obtained. Through this PKM, the household’s waste in the form of patchwork/residual materials can be converted/processed back into a new product that has aesthetic value, functional and selling value. This PKM training activity can be done continuously in order to strengthen the relationship of Universities with the local community, so that the college as a scientific institution can apply the science and technology to answer the problems that exist in the Community & improve the welfare of society. Mendaur ulang/Recycle and Reuse adalah pengolahan sampah atau sisa produk limbah menjadi produk baru yang dapat dipakai lagi secara layak dengan salah satu tujuannya untuk melestarikan lingkungan. Pengabdian Kepada Masyarakat yang saya lakukan memilih obyek limbah rumah tangga berupa sisa kain/kaos. Kain perca dari kaos tersebut banyak terdapat di sekitar rumah tinggal dari indutri kecil di lingkungan rumahan. Pemahaman dan pengetahuan masyarakat yang kurang tentang cara mengolah sisa material tersebut, menjadikan benda bekas menjadi barang yang kurang berguna sehingga banyak yang dibuang dan tidak dimanfaatkan. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat umum khususnya untuk para ibu ibu PKK di sekitarnya agar dapat memiliki keterampilan baru mengolah limbah rumah tangga menjadi barang baru yang lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan dapat mempunyai nilai jual untuk menambahn penghasilah dan kegiatan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan melalui pengamatan langsung di lingkungan perumahan pada saat persiapan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Sistem pelaksanaan pada PKM ini dengan cara eksperimentatif yaitu memberikan pelatihan langsung kepada peserta PKM menggunakan barang bekas yang sudah di siapkan sebagai media pelatihan dan memberikan pemahaman dan pengarahan berbagai aspek desain pendukung dalam proses mendaur ulang benda bekas tersebut, seperti aspek: Cara merangkai bahan dan alat pendukung, cara mengolah secara estetik, memadu padan warna, dan teknik yang dipakai. Metoda pelatihan yang dilakukan adalah kualitatif bersifat deskriptif yang berguna untuk menghimpun, memilah, menganalisis dan mengevaluasi data dan informasi yang diperoleh. Melalui PKM ini diperoleh hasil bahwa limbah sampah rumah tangga berupa kain perca/sisa bahan kaos ini dapat diolah kembali menjadi produk baru yang memiliki nilai estetis, fungsional dan nilai jual. Kegiatan pelatihan ini dapat dilakukan berkelanjutan agar dapat mempererat hubungan intitusi Perguruan Tinggi dengan masyarakat sekitar, sehingga Perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasainya untuk menjawab masalah yang ada di masyarakat & meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
KONSERVASI LINGKUNGAN MELALUI UPAYA KOMPOSTING TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) DI DESA CIKARAWANG, KECAMATAN DRAMAGA, KABUPATEN BOGOR SUSILO SUSILO; Tejo SUSANTO; Nurhidayat Nurhidayat
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palm oli waste empty bunches (tkks) corn cob, corn leaf, rice straw, soybean leaf and others are very abundant in Cikarawang village, Dramaga district, Bogor Regency as an area of agricultural centers, especially during the harvest season. Along with the high production of palm oil, the solid waste TKKS often raises its own problems. Processing is not optimal, such as long-time composting often results in a very large pile of TKKS and potentially a host of pests and diseases. Whereas solid waste in the form of empty bunches of palm oil can be processed efficiently and effectively to be used as compost. Community service activities through Iptek Program for Society (IbM) in Cikarawang Village, Dramaga district, Bogor Regency directed to empower the community to utilize agricultural waste for environmental conservation. The method used is training and demonstration of how to practice the posting. Program participants are members of Cikarawang Village Farmer Group (Gapoktan). The results of empowerment through training and practice are positively responded by the participants. The farmer empowerment Program in this environmental conservation in the long term is expected to be a demonstration for farmer groups in other areas with better capacity and quality. Limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS/janjang kosong) tongkol jagung, daun jagung, jerami padi, daun kedelai dan lain-lain sangat melimpah di desa Cikarawang Kecamatan dramaga Kabupaten Bogor sebagai suatu daerah sentra pertanian, terutama pada saat musim panen. Seiring dengan tingginya produksi minyak sawit, limbah padat TKKS sering menimbulkan permasalahan tersendiri. Pengolahan yang belum optimal, seperti pengomposan yang memakan waktu lama sering mengakibatkan tumpukan TKKS yang sangat besar dan berpotensi menjadi inang hama dan penyakit. Padahal limbah padat berupa tandan kosong kelapa sawit dapat diolah secara efisien dan efektif untuk dijadikan kompos. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Iptek bagi Masyarakat (IbM) di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat memanfaatkan limbah pertanian untuk konservasi lingkungan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan demonstrasi cara praktik pengomposan. Peserta program adalah anggota kelompok tani Desa Cikarawang (Gapoktan). Hasil pemberdayaan melalui pelatihan dan praktik direspons positif oleh peserta. Program pemberdayaan petani dalam konservasi lingkungan ini dalam jangka panjang diharapkan mampu menjadi percontohan bagi kelompok tani di daerah lain dengan kapasitas dan kualitas yang lebih baik.
JEJARING USAHA “RASENDRIYA KRIYA TULANG DAUN” SEBAGAI STRATEGI KEBERLANJUTAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA PRODUK INTELEKTUAL KAMPUS Amin RETNONINGSIH; Widowati Widowati; Muhammad KHAFID; Sucihatiningsih Dian Wisika PRAJANTI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Woody tree leaves have diverse shapes and repeats. The skeleton leaves in the woody plant group are quite strong and have a unique shape so that they can become as the raw material for making exclusive crafts. Raw materials of skeleton leaves have been used by the business unit "Rasendriya Kriya Tulang Daun" as the main ingredient in making six types of crafts. This business unit was born from the service community of the Campus Intellectual Product Development Program (PPUPIK) at Universitas Negeri Semarang (UNNES). In addition to producing crafts, Rasendriya also provides training services ranging from the manufacturing and coloring of skeleton leaf to make craft products. Rasendriya's goal is to become an innovative business unit that is able to motivate students to become entrepreneurs while contributing income generating for UNNES. One of the craft products that is in great demand by consumers is painting on skeleton leaves. This product marketing can reach various consumers from individuals to government and private institutions. The key to successful marketing is a wide network of institutions such as banks, the Department of Trade and the Office of Cooperatives. These institutions routinely provide training to improve managerial skills and facilitate exhibitions for promotion so that Rasendriya products are widely known at local, national and international events, as well as they become customers of painting products on skeleton leaves as souvenirs of the company/institution. An extensive network encourages Rasendriya to continue to increase the quantity of quality products so that the sustainability of the campus business as income generating can be predicted. Daun pohon berkayu memiliki bentuk dan pertulangan yang beranekaragaman. Tulang daun pada kelompok tanaman tersebut cukup kuat dan bentuknya unik sehingga dapat menjadi bahan baku pembuatan kriya/kerajinan yang eksklusif. Bahan baku tulang daun telah digunakan unit usaha “Rasendriya Kriya Tulang Daun” sebagai bahan utama pembuatan enam jenis kriya. Unit usaha ini lahir dari skema pengabdian Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Selain memproduksi kriya, Rasendriya juga menyediakan jasa pelatihan mulai dari pembuatan dan pewarnaan tulang daun hingga pembuatan produk kriya. Tujuan Rasendriya adalah menjadi unit usaha inovatif yang mampu memotivasi mahasiswa menjadi wirausaha sekaligus memberikan kontribusi income generating untuk UNNES. Salah satu produk kriya yang sangat diminati konsumen adalah lukisan di atas tulang daun. Pemasaran produk ini dapat menjangkau berbagai lapisan konsumen mulai perseorangan hingga lembaga pemerintah maupun swasta. Kunci keberhasilan pemasarannya adalah jejaring yang luas dengan berbagai lembaga yang relevan seperti bank, Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi. Lembaga-lembagl tersebut secara rutin memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan memfasilitasi pameran untuk promosi sehingga produk Rasendriya dikenal luas, baik pada event lokal, nasional, maupun internasional, sekaligus mereka menjadi pelanggan produk lukisan di atas tulang daun sebagai souvenir perusahaan/lembaga tersebut. Jejaring yang luas mendorong Rasendriya untuk terus meningkatkan kuantitas produk berkualitas sehingga keberlanjutan usaha kampus sebagai income generating dapat diprediksikan.

Page 3 of 16 | Total Record : 155