cover
Contact Name
Yogho Prastyo
Contact Email
yoghoprastyo@gmail.com
Phone
+6281250166685
Journal Mail Official
borticalth@gmail.com
Editorial Address
JL. AMAL LAMA, NOMOR 1, KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN 77123
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Journal of Borneo Holistic Health
ISSN : 26219530     EISSN : 26219514     DOI : https://doi.org/10.35334/borticalth
Borneo Holistic Health (borticalth) adalah jurnal cetak dan online dengan sistem open access journal. Borticalth merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan, kebidanan maupun displin ilmu kesehatan lainnya. Borticalth menerbitkan artikel-artikel dalam lingkup keperawatan, kebidanan maupun kesehatan secara luas namun terbatas. Artikel harus merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu dalam lingkup ilmu keperawatan dan bidang lain yang terkait dalam baik dalam lingkup skala nasional dan internasional. Keperawatan Manajemen Keperawatan Bedah Keperawatan Kritis Keperawatan gawat darurat Keperawatan jiwa Keperawatan komunitas Keperawatan geriatri Keperawatan keluarga Keperawatan anak Pendidikan keperawatan Keperawatan maternitas Kesehatan wanita Kebidanan Psikologi Promosi kesehatan
Articles 160 Documents
KEPATUHAN KUNJUNGAN NIFAS TERHADAP PENGETAHUAN MANAJEMEN LAKTASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN Noviyanti, Nur Indah; Sabrin, Gusriani
Journal of Borneo Holistic Health Vol 3, No 1 (2020): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v3i1.1371

Abstract

Kunjungan nifas merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu di Indonesia. Selain itu kunjungan nifas menjadi bagian dari peningktan derajat kesehatan ibu dan anak. Dengan adanya kunjungan nifas yang dilakukan ibu nifas sebanyak 3 kali selama masa nifas ibu akan mendapatkan edukasi dan promosi kesehatan dari bidan. Salah satu edukasi yang diberikan adalah manajemen laktasi. Menurut data kunjungan nifas di kota Kalimantan Utara yaitu, sebesar 85,1%, sedangkan untuk pencapaian pemberian ASI dikalimantan utara 58,61 % dan untuk kota Tarakan 63,1%.  Berdasarkan data dari Puskesmas Sebengkok Jumlah kunjungan Nifas pada bulan Januari sampai Maret 157 ibu nifas (17,1%).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan kunjungan nifas terhadap pengetahuan manajemen laktasi. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang melakukan kunjungan Nifas di Pusksemas Sebengkok pada bulan Maret tahun 2020 sebanyak 45 ibu nifas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunkan total sampling. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan X2 hitung X2 tabel dan p α = 0.001 yang artinya ada hubungan signifikan antara kepatuhan ibu melakukan kunjungan nifas dengan pengetahuan manajemen laktasi di Puskesmas Sebengkok Tarakan.Kata Kunci : Kepatuhan, Kunjungan, Laktasi, Manajemen, Nifas
Gambaran Pemenuhan Nutrisi Pada Balita Stunting Umur 7-23 Bulan Dalam Keluarga di UPTD Puskesmas Sukorejo Setijaningsih, Triana
Journal of Borneo Holistic Health Vol 3, No 1 (2020): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v3i1.1100

Abstract

 Stunting pada balita masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Salah satu intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting perlu dilakukan pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dari anak balita yaitu praktik-praktik pemberian makanan anak balita. Hal ini dapat mewujudkan kemandirian keluarga dalam memberikan makanan pada anak stunting di rumah. Penelitian   ini   merupakan   penelitian   kualitatif   yang   bertujuan untuk mengidentifikasi tentang pemenuhan nutrisi pada balita stunting umur 7-23 bulan dalam keluarga di UPTD Puskesmas Sukorejo Kota Blitar.  Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi kepada 5 partisipan yang semuanya terdiri dari anggota keluarga yang merawat secara langsung balita yang mengalami stunting. Hasil penelitian menyimpulkan pemberian nutrisi pada balita stunting dalam keluarga di Sukorejo kurang baik seperti mereka tau bahwa pemberian nutrisi pada balita itu perlu tapi mereka tidak memahami bahwa stunting adalah sebuah masalah. Pemenuhan ASI ekslusif kurang, memberikan MPASI terlalu dini, tidak memenuhi jumlah kebutuhan nutrisi sesuai usianya, pemberian makanan yang kurang bervariasi dan menyimpan makanan untuk anak lebih dari satu jam dalam suhu ruangan. Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan mutu pelayanan konseling gizi. Keluarga dapat meningkat perilaku kesehatan dengan meningkatkan pemberian ASI eksklusif, memberi gizi seimbang dan melakukan kunjungan anak ke fasilitas kesehatan.Kata kunci :Pemenuhan Nutrisi, Balita Stunting, Keluarga
DAMPAK PEMBELAJARAN JARAK JAUH DAN PHYSICAL DISTANCING PADA TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA NurCita, Boenga; Susantiningsih, Tiwuk S
Journal of Borneo Holistic Health Vol 3, No 1 (2020): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v3i1.1389

Abstract

 Pembelajaran jarak jauh menyebabkan tingkat kecemasan yang tinggi pada mahasiswa kedokteran. Pandemi covid-19 merupakan penyebab terjadinya perubahan metode pembelajaran. Metode ini bertujuan agar mahasiswa tetap melakukan proses pembelajaran dengan menerapkan physical distancing. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran jarak jauh dan physical distancing terhadap tingkat kecemasan mahasiswa dan mengetahui respon pada gelaja-gejala kecemasan mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran dengan jumlah populasi sebanyak 100 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan yakni di adaptasi dari Halmilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang telah di modifikasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa mahasiswa kedokteran mengalami tingkat kecemasan berat (88%). Pada keseluruhan respon baik respon fisiologis, afektif, kognitif dan perilaku, persentase paling besar terdapat pada tingkat kecemasan berat dibandingkan tingkat kecemasan sedang, ringan dan tidak ada kecemasan. Namun ditinjau dari tingkat kecemasan berdasarkan respon atau gejala kecemasan, maka respon perilaku memiliki nilai terbesar pada tingkat kecemasan berat (72%) diikuti oleh respon kognitif (55%). Sedangkan pada respon afektif, tingkat kecemasan ringan memiliki persentase paling besar (29%) dibandingkan dengan respon perilaku (3%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pembelajaran jarak jauh dan physical distancing dengan tingkat kecemasan mahasiswa dan respon atau gelaja kecemasan dapat menunjukan tingkat kecemasan yang dialami oleh mahasiswa. Penelitian selanjutnya diharapakan meneliti perbandingan tingkat kecemasan pada berbagai angkatan mahasiswa sehingga tingkat kecemasan yang terjadi dapat terdeteksi lebih awal. Kata kunci: mahasiswa kedokteran, pandemi covid-19, pembelajaran jarak jauh, physical distancing, tingkat kecemasan
AUSTRALASIAN TRIAGE SCALE (ATS): LITERATURE REVIEW atmojo, joko tri; Putri, Anggie Pradana; Widiyanto, Aris; Handayani, Rina Tri; Darmayanti, Aquartuti Tri
Journal of Borneo Holistic Health Vol 3, No 1 (2020): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v3i1.1305

Abstract

Australasian triage scale (ATS) adalah algoritma triage gawat darurat yang terdiri dari lima tingkat yang terus dikembangkan di Australia, yang memiliki koefisien keandalan gabungan adalah  0,428 (95% CI 0,340-0,509). Review ini menjelaskan pembagian sistem triase ATS, cara kerja, dan tingkat keandalannya pada unit gawat darurat. Penelitian ini dilakukan dengan mencari dan menseleksi data dari beberapa database diantaranya : PubMed, Science Direct, Web of Science, Springer Link dan Cochrane Database. Dengan menggunakan kata kunci: national triage scale ATAU australasian triage scale ATAU Skala Triase Australia ATAU Reliability and australasian triage scale ATAU Validity and australasian triage scale ATAU Guideline and australasian triage scale. Penelitian dilakkan pada bulan Oktober 2019. Sebanyak 5 artikel telah memenuhi kriteria untuk dibahas lebih lanjut. Kategori ATS menggunakan warna antara lain:  Merah (Kategori 1), Oranye (Kategori 2), Hijau (Kategori 3), Biru (Kategori 4) dan Putih (Kategori 5) dengan waktu penentuan kategori dan penanganan segera hingga batas waktu maksimal 120 menit sejak kedatangan pasien pada unit gawat darurat.
HUBUNGAN SAGITTAL ABDOMINAL DIAMETER (SAD) DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA OBESITAS Lestari, Ni Kadek Yuni
Journal of Borneo Holistic Health Vol 3, No 1 (2020): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v3i1.1335

Abstract

Pendahuluan : Penumpukan jaringan lemak yang berlebih di dalam tubuh yang merupakan faktor terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis pada pembuluh darah akan menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah arteri sehingga aliran darah menjadi tidak lancar atau terjadi peningkatan resistensi pembuluh darah yang memicu terjadinya hipertensi. Sagittal Abdominal Diameter (SAD) merupakan pengukuran antropometri yang memiliki korelasi paling kuat dan signifikan terhadap abdominal fat dibandingkan dengan pengukuran antropometri lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Sagittal Abdominal Diameter dengan tekanan darah pada penderita obesitas. Metode : Jenis penelitian deskriptif korelasional dengan rancangan cross-sectional study. Jumlah sampel 107 orang dipilih dengan teknik purposive sampling. Alat yang digunakan untuk mengukur SAD adalah Abdominal Caliper. Hasil : Rerata ukuran SAD adalah 26,01 termasuk abdominal fat meningkat. Rerata tekanan darah pada penderita obesitas yaitu sistole 146,73 mmHg dan diastole 90,56 mmHg. Analisa : Hasil uji Correlation Product Moment didapatkan nilai p value sebesar 0,000 (0,05) menunjukkan ada hubungan  Sagittal Abdominal Diameter dengan tekanan darah pada penderita obesitas. Diskusi: penumpukan lemak pada daerah abdomen menyebabkan menurunnya kadar adiponektin, menurunkan asam lemak bebas sehingga memicu terjadinya resistensi insulin. Keadaan hiperinsulinemia ini dapat menyebabkan vasokonstriksi dan reabsorpsi natrium di ginjal yang pada akhirnya mengakibatkan hipertensi.  Kata kunci : Sagittal Abdominal Diameter, Tekanan  Darah,  Obesitas  
GAMBARAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI ST. NILAWATI S.ST Purnamasari, Feby
Journal of Borneo Holistic Health Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v3i2.1672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Kejadian Hiperemesis Gravidarum Berdasarkan Umur Ibu, Umur kehamilan Ibu, dan Gravida ibu di Bidan Praktek Mandiri ST. Nilawati S.ST. Penelitian ini adalah jenis penelitian survey dengan metode pendekatan deskriptif yang bermaksud memberikan gambaran tentang kejadian Hiperemesis Gravidarum pada ibu hamil. Pengambilan sampel dengan cara Non Random Sampel (Purposive Sampling) Adalah metode dengan menggunakan kriteria yang telah dipilih oleh peneliti dalam memilih. Kriteria yang ditentukan oleh peneliti yaitu ibu hamil dengan muntah yang terus menerus, nafsu makan yang berkurang, berat badan menurun. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder yang diperoleh dengan mempelajari catatan atau laporan dan buku register di Bidan Praktek Mandiri ST.Nilawati S.ST. Data dianalisis dengan Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif dengan rumus dan Pengolahan data dilakukan secara manual dalam bentuk tabel frekuensi dan presentasi dengan penjelasan tabel dalam naskah atau narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adi kesimpulannya terdapat 51 (68%) kasus dengan kejadian hiperemesis gravidarum, yang berisiko tinggi berdasarkan umur ibu yaitu umur 20 - 35 tahun, lebih banyak terjadi pada gravida 1 dan 3, dan terjadi pada umur kehamilan 16 minggu.
Gambaran Status Bakteri Pada Infeksi Luka Kaki Diabetik Najihah, Najihah
Journal of Borneo Holistic Health Vol 4, No 2 (2021): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v4i2.2257

Abstract

Infeksi Luka Kaki Diabetik (LKD) merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dan parah pada penderita Diabetes Mellitus (DM). Mengidentifikasi infeksi merupakan salah satu bagian dalam penilaian luka kaki diabetis yang dapat dilakukan dengan menilai faktor resiko infeksi dan mempehatikan tanda dan gejala. Namun, untuk melakukan penilaian terhadap infeksi tidak hanya dengan memperhatikan tanda dan gejala kninis, hasil mikrobiologi juga diperlukan. Tes mikrobiologi ditentukan dengan memeriksa biopsi atau sekret purulen dengan melakukan swab pada permukaan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah bakteri pada permukaan luka. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 53 luka yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrument yang digunakan yaitu kultur bakteri untuk mengetahui kolonisasi bakteri pada permukaan luka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata jumlah bakteri pada infeksi LKD 47.106 dan bakteri terbanyak yang ditemukan adalah proteus miriabilis (29.6%). Oleh karena itu, pasien DM dengan luka kaki perlu untuk diidentifikasi untuk kemungkinan adanya infeksi
GAMBARAN PENGGUNA AKSEPTOR SUNTIK 3 BULAN (DEPO PROGESTIN) DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI ST. NILAWATI, S.ST PANGKEP Astuti, Fanni
Journal of Borneo Holistic Health Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v3i2.1679

Abstract

Pasangan usia subur di dunia hampir 380 juta pasangan menjalankan keluarga berencana (KB) dan 65-75 juta diantaranya di Negara berkembang menggunakan kontrasepsi hormonal seperti pil, suntik dan implant. Kontrasepsi hormonal yang digunakan dapat memiliki pengaruh positif dan negatif terhadap organ wanita. Pemakaian kontrasepsi hormonal terbanyak adalah kontrasepsi suntik yaitu sebesar 38% dan pill sebanyak 27,7%.  Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Gambaran Penggunaan Akseptor KB Suntik 3 Bulan berdasarkan umur ibu dan pengukuran tekanan darah ibu. Jenis data adalah data sekunder dengan melihat buku register di Bidan Praktek Mandiri ST. Nilawati Pangkep. Hasil penelitian didapatkan 564 pengguna alat kontrasepsi pada akseptor KB suntik 3 bulan (Depo Progestin) terdapat 263 (46,7%), selain depo progestin sebanyak 301 (53,3%). Berdasarkan umur ibu 20-35 tahun sebanyak 191 (72,7) akseptor, pada umur 35 tahun yaitu sebanyak 64 (24,3%) akseptor dan terendah pada umur 20 tahun sebanyak 8 (3,0%) akseptor. Berdasarkan pengukuran tekanan darah terdapat 263 (100%) memiliki tekanan darah normal yang berarti bahwa keseluruhan responden berada dalam batasan normal tekanan darah.
Hubungan Durasi Kerja Dan Posisi Kerja Dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah Pada Petani Sutami, Ni Kadek Dian; Laksmi, Ida Ayu Agung
Journal of Borneo Holistic Health Vol 4, No 2 (2021): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v4i2.2028

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan tingkat nyeri yang dirasakan pada punggung bagian bawah. Petani dapat mengalami nyeri punggung bawah karena faktor posisi bekerja yang kurang ergonomis dan durasi bekerja yang berlebihan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan durasi kerja dan posisi kerja dengan kejadian nyeri punggung bawah pada petani di Subak Berawantangi Taman, Desa Tukadaya, Kec. Melaya. Metode penelitian yang digunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 38 responden. Uji statistik yang digunakan yaitu spearman rank.Hasil uji statistik korelasi spearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi kerja dengan kejadian nyeri punggung bawah (p=0.003) dan terdapat hubungan yang signifikan antara posisi kerja dengan kejadian nyeri punggung bawah (p=0.002). Nilai korelasi antara durasi kerja dengan kejadian nyeri punggung bawah menunjukkan adanya hubungan positif dan cukup kuat (r=0.474) dan nilai korelasi antara posisi kerja dengan kejadian nyeri punggung bawah menunjukkan adanya hubungan positif dan cukup kuat (r=0.493). Dengan hasil penelitian ini akan disebarluaskan ke responden dan para petani di subak berawantangi taman, sehingga responden memiliki pemahaman bahwa nyeri punggung bawah ini disebabkan karena posisi kerja yang kurang ergonomis dan durasi kerja yang melampaui kerja maksimal tubuh.
FAKTOR RISIKO KELELAHAN PADA TKBM (TENAGA KERJA BONGKAR MUAT DI PELABUHAN BELAWAN Simanjuntak, Rosmidah
Journal of Borneo Holistic Health Vol 4, No 1 (2021): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v4i1.1892

Abstract

Pekerja TKBM (Tenaga Bongkar Muat) merupakan salah satu jenis pekerjaan yang berisiko mengalami kelelahan fisik dan mengakibatkan penurunan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kelelahan pada TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat) di Pelabuhan Belawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pekerja TKBM dan sampel dalam penelitian sebanyak 40 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik berganda Hasil penelitian tentang analisis faktor risiko kelelahan pada TKBM di Pelabuhan Belawan adalah usia (p=0,047), durasi kerja (p=0,021) dan beban kerja (p=0,005) terhadap kelelahan pada TKBM di Pelabuhan Belawan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor risiko secara signifikan penyebab kelelahan pada di Pelabuhan Belawan antara lain usia, durasi kerja, dan beban kerja. Perlu dilakukan upaya  adanya Safety Talk tentang kelelahan, penyebab kelelahan, dan akibat dari kelelahan pada tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Belawan agar para pekerja dapat memperoleh pengetahuan dalam menjaga kesehatan tubuh mereka.

Page 6 of 16 | Total Record : 160