cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6281329125484
Journal Mail Official
jpkmi@icsejournal.com
Editorial Address
Perum Pasir Indah Blok K. No. 22, Pasir Lor, Kec. Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53161, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia)
ISSN : -     EISSN : 2721026X     DOI : 10.36596/jpkmi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), dengan nomor ISSN 2721-026X (online), JPKMI Terdaftar di CrossRef system dengan Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.36596/jpkmi adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh ICSE (Institute of Computer Science and Engineering). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG), kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) menerbitkan jurnal empat kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, November. Kontributor dalam jurnal ini merupakan peneliti, dosen dari perguruan tinggi di indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: Agustus (2021)" : 10 Documents clear
Sosialisasi Bahaya Kandungan Paraben pada Kosmetik Rahmadani Rahmadani; Ihda Syifa El Rahma; Putri Rizky Amalia
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.179

Abstract

Abstrak: Masyarakat Indonesia khususnya remaja yang mengarah pada pola hidup instan dianggap merupakan peluang oleh produsen kosmetik untuk menciptakan produk kosmetik instan tanpa memperhatikan keamanan dari produk yang dihasilkan. Kosmetik diperlukan oleh manusia khususnya remaja. Kosmetik terbuat dari bahan dasar, bahan aktif dan bahan tambahan lainnya seperti pengawet. Keamanan komposisi kosmetik harus diperhatikan sehingga kosmetik memberikan keamanan bagi remaja. Target populasi pada pengabdian ini adalah remaja siswi MAN 3 Banjarmasin sebanyak 55 orang yang dilaksanakan dengan sistem online. Peningkatan pengetahuan diukur dari instrumen kuesioner menggunakan google form. Hasil pengabdian menunjukkan dari 55 orang siswi MAN 3 Banjarmasin memiliki tingkat pengetahuan terhadap bahaya paraben dalam kosmetik sebesar 78% sebanyak 23 orang, 81% sebanyak 29 orang dan 84% sebanyak 3 orang. Dampak dari sosialisasi ini adalah siswi lebih berhati-hati dalam memilih kosmetik yang aman.Abstract: Indonesian people, especially teenagers that lead to instant lifestyle, are considered an opportunity by cosmetics producers to create instant cosmetic products regardless of product safety. Humans, especially teenagers, need cosmetics. Cosmetics are made from essential ingredients, active ingredients, and other additives such as preservatives. The security of cosmetic compositions must be considered so that cosmetics provide safety for teenagers. The target population for this service is 55 students of MAN 3 Banjarmasin who are implemented by the online system. To increased the knowledge is measured from a questionnaire instrument using google form. The results of the dedication showed that out of 55 female students of MAN 3 Banjarmasin had a level of knowledge of the dangers of parabens in cosmetics by 78%, 23 people, 81% as many as 29 people, and 84% as many as 3 people. The impact of this socialization is that students are more careful in choosing safe cosmetics.
Tata Kelola Pramuwisata Khusus Sebagai Bentuk Pelibatan Masyarakat Lokal Ely Triasih Rahayu; Bagus Reza Hariyadi; Hartati Hartati; Anggita Stovia; Anak Agung Ayu Dian Andriyani
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.228

Abstract

Abstrak: Adanya regulasi Dinas Pariwisata Propinsi Bali mengenai kebijakan pengkategorian pramuwisata umum dan khusus menimbulkan permasalahan baru. Permasalahan yang muncul adalah makin berkembangnya pramuwisata ilegal (non formal) yang tidak memiliki Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP). Pramuwisata illegal tidak hanya dilakukan oleh orang Indonesia yang memiliki kemampuan berbahasa asing, tetapi juga dilakukan oleh wisatawan asing yang sudah mengenal pariwisata Bali karena sering melakukan kunjungan ke Bali. Permasalahan yang lain adalah tidak adanya pelimpahan tugas dari pramuwisata umum ke khusus. Pramuwisata umum di Bali adalah pramuwisata yang bekerja di tingkat provinsi, sedangkan pramuwisata khusus adalah pramuwisata yang bekerja di daerah tujuan wisata di tingkat kabupaten. Penyebab permasalahan ini karena tidak adanya regulasi yang berupa peraturan Bupati untuk mengatur pramuwisata khusus. Di Bali terdapat Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2016 yang mengatur pramuwisata secara umum, tetapi di tingkat kabupaten belum dilakukan kajian pramuwisata khusus sehingga pembagian kerja antara pramuwisata umum dan khusus tidak jelas. Ketidakjelasan inilah yang menyebabkan banyak permasalahan yang muncul terutama di daerah tujuan wisata tingkat kabupaten. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melakukan pengabdian di kabupaten Bangli dengan pertimbangan bahwa kabupaten ini merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kontribusi besar bagi income daerah pada sektor pariwisata. Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang siap menelaah Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2016 tersebut untuk dapat diturunkan menjadi peraturan Bupati Bangli mengenai tata kelola pramuwisata khsusus. Tujuan PKM ini adalah untuk mengiventarisir ecxiting codition dikaitkan dengan permasalahan yang ada. Hasil dari iventarisir ini dijadikan dasar pembuatan model tata kelola pramuwisata khusus. Model tata kelola pramuwisata diusulkan kepada Bupati Bangli sebagai dasar pembuatan peraturan Bupati tentang pramuwisata khusus.Abstract: The regulation issued by the Bali Province Tourism Office on policy related to the categorization of both general and special tour guides resulted in new problems. The arising problems included the recently growing illegal (non-formal) tour guides without Tour Guide Identity Card. Illegal Tour guides were not only performed by the Indonesia people with foreign language competencies but also foreigners familiar with Bali tourism and frequently visited Bali. The other problem was related to the entrustments from the general to the special tour guides. The general tour guides in Bali are those working at the provincial level, while special tour guides are those working in the tourism destinations at regency level. These arising problems were due to the inexistence of regulation in the form of Regent Regulation to regulate the special tour guides. The Regional Regulation No. 5 Year 2016 only regulates the general tour guides, yet the special tour guides have not been discussed, thus, there is no clear division of duties for the general and special tour guides in Bali and results in various problems in the tourism destinations at regency level. The Community Service Team has made various community services in Bangli Regency by considering that this regency has a great contribution to its regional income, especially in tourism sector. Bangli is a regency which is ready to review and downgrade the Regional Regulation No. 5 Year 2016 into Bangli Regent Regulation on Special Tour Guide Management. The purpose of this community service is to inventory the existing problems, formulate a special tour guide management model, and propose the model to the Bangli Regency as a basic reference in formulating the Regent Regulation on Special Tour Guides.
Pelatihan Penggunaan Minuman Herbal di Peternakan Puyuh Desa Sukadamai Timur Kecamatan Hinai Sri Setyaningrum; Dini Julia Sari Siregar; Hanifah Mutia Z. N. Amrul; Warisman Warisman
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.212

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi peternak puyuh tentang penggunaan minuman herbal berupa campuran ekstrak daun serai, daun jeruk purut, dan daun ruku-ruku untuk meningkatkan kesehatan puyuh yang nantinya akan mendukung pertumbuhan puyuh. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Peternakan Puyuh Desa Sukadamai Timur Kecamatan Hinai adalah metode ceramah, diskusi serta praktek langsung tentang pembuatan dan penggunaan minuman herbal yang diberikan secara langsung pada puyuh. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah ceramah, diskusi, praktek langsung tentang pembuatan minuman herbal berupa campuran ekstrak daun serai, daun jeruk purut, dan daun ruku-ruku sebagai minuman puyuh serta aplikasi langsung pemberian minuman herbal pada puyuh. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan pengetahuan peternak terutama dalam membuat minuman herbal untuk kesehatan ternak puyuh. Kesimpulan pengabdian pada masyarakat ini adalah pelatihan pembuatan minuman herbal berupa campuran ekstrak daun serai, daun jeruk purut, dan daun ruku-ruku sebagai minuman puyuh sangat menarik minat para peternak serta meningkatkan pemahaman peternak tentang pentingnya bahan herbal yang ada disekitar peternak untuk mendukung kesehatan puyuh.Abstract: The objective of community service was to provide guidance to quail farmers about the utilization of herbal drinks derived from a mixture of extract of lemongrass, lime and basil leave to improve the health of quail so increase the growth of quail. The method in this activity at Quail Farm, Sukadamai Timur Village, Hinai District was the method of lecture, discussion, practice the manufacture of herbal drink and application of herbal drink at quails. The results of community service were lectures, discussions, practice on the manufacture of herbal drinks derived from a mixture of extract of lemongrass, lime and basil leave, and application at quails. This activity was able to increase the knowledge of farmers, especially manufacturing herbal drinks for quail health. The conclusion was the manufacture of herbal drinks derived from a mixture of extract of lemongrass, lime and basil leave as a quail drink were very attractive to the farmers and improve farmers understanding of the importance of herbal ingredients to support quail health
D’TAMU (Desa Wisata Jamu): Hilirisasi Jamu Saintifik Diabetes Melitus Muhammad Fadhol Romdhoni; Dewi Karita; Ira Citra Ningrom
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.184

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari program jangka panjang terkait penanggulangan penyakit tidak menular/Non Communicable Disease (NCD) secara mandiri oleh masyarakat, yang bertujuan untuk menggulangi masalah kesehatan khususnya penyakit degeneratif yakni Diabetes Melitus Tipe-2 (DMT2) di wilayah kerja Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Bantarwuni, kecamatan Kembaran, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang memiliki angka kejadian sekitar 1.233 kasus. Penyakit tersebut sangat mengganggu kualitas hidup manusia sehingga akan mempengaruhi roda perekonomian masyarakat karena jika telah terkena penyakit tersebut maka seseorang tidak akan dapat bekerja secara optimal. Penanganan DMT2, selain dengan obat medis, dapat diberikan jamu saintifik. Pemahaman masyarakat penyiapan jamu saintifik secara benar merupakan hal yang penting disamping pemahaman tentang khasiat dan kandungan dari ramuan jamu itu sendiri. Metode pengabdian yang digunakan adalah dengan cara memperlihatkan secara langsung dan memberikan penjelasan tentang ramuan jamu saintifik untuk gangguan DMT2 kepada masyarakat yang hadir. Selanjutnya dilakukan simulasi penyiapan jamu saintifik yang disaksikan secara langsung oleh peserta dan selanjutnya peserta diminta untuk melakukannya sendiri dengan supervise dari penyaji. Setelah pengabdian ini, masyarakat menjadi faham tentang ramuan jamu saintifik untuk gangguan DMT2 dan mereka dapat melakukan penyiapan jamu saintifik dengan baik sesuai panduan.Abstract: This engagement is part of a long-term program related to the prevention of non-communicable diseases (NCD) independently by the community, which aims to tackle health problems, especially degenerative diseases, namely Diabetes Mellitus Type-2 (T2DM) in the working area of Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) of Bantarwuni, Kembaran, Banyumas, Central Java which has an incidence of around 1,233 cases. Handling of T2DM, apart from medical drugs, can be given scientific herbal medicine. Therefore, public understanding of the correct preparation of scientific herbal medicine is essential in understanding the properties and contents of the herbal concoctions themselves. Therefore, the service method used is by showing directly and explaining scientific herbal concoctions for T2DM disorders to the people present. Furthermore, a simulation of the preparation of scientific herbal medicine was carried out, which was witnessed directly by the participants. Then the participants were asked to do it themselves with supervision from the presenter. After this service, the community became aware of scientific herbal concoctions for T2DM disorders, and they were able to prepare scientific herbs properly according to the guidelines
Edukasi Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Penyakit Diabetes di Era Pandemi COVID-19 Cecilia Widijati Imam; Rea Ariyanti; Vincensia Dea Prasetya Putri
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.187

Abstract

Abstrak: Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Edukasi Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Penyakit Diabetes di era pandemi COVID-19” dengan pengkajian awal terhadap keadaan di lapangan melalui kader dan warga. Pengkajian awal di dapatkan permasalahan bahwa masih kurangnya pemahaman kader dan warga terkait penyakit tidak menular dan belum optimalnya upaya pencegahan penyakit diabetesMayoritas PTM terjadi di negara berpendapatan rendah dan menengah. Meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) secara signifikan akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena penanganannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, biaya yang besar dan teknologi tinggi Faktor risiko PTM berkaitan erat dengan   pola hidup. Empat faktor utama penyebab PTM adalah makanan tidak sehat, kebiasaan merokok, penggunaan alkohol, gaya hidup tidak sehat seperti aktivitas fisik yang kurang. Selain itu, tingkat kepedulian masyarakat  akan kesehatan yang  masih rendah juga menjadi penyebab  tingginya kejadian PTM Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan melakukan sosialisasi kepada kader dan warga terkait pengertian penyakit tidak menular dan upaya pencegahan diabetes dengan menggunakan media pembelajaran berupa video. Dengan adanya edukasi mengenai diabetes ini para kader dan warga dapat melakukan upaya pencegahan penyakit diabetes dengan optimal.Abstract: Community Partnership Program Activity "Health Education in Efforts to Prevent Diabetes in the COVID 19 Pandemic Era" with an initial assessment of the situation in the field through cadres and residents. The initial assessment found that there was still a lack of understanding by cadres and residents regarding non-communicable diseases and that efforts to prevent Diabetes were not yet optimal. The majority of PTM occurs in low and middle-income countries. The increase in Non-Communicable Diseases (PTM) cases will significantly increase the burden on society and the government because handling takes a long time, costs a lot, and is high technology. PTM risk factors are closely related to lifestyle. The four main factors causing PTM are unhealthy food, smoking habits, alcohol use, unhealthy lifestyles such as inadequate physical activity. In addition, the low level of public awareness of health is also the cause of the high incidence of PTM. This community service activity begins with disseminating information to cadres and residents regarding the understanding of non-communicable diseases and efforts to prevent Diabetes by using learning media in the form of videos. With this education about Diabetes, cadres and residents can carry out preventive efforts to Prevent Diabetes optimally.
Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Stunting pada Balita Ratih Sakti Prastiwi; Meyliya Qudriani; Istiqomah Dwi Andari
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.159

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah besar di dunia, meskipun dalam satu decade sudah mengalami penurunan namun prevalensinya masih cukup besar. Stunting yang tidak tertangani memiliki dampak panjang pada kehidupan anak. Adanya pandemic COVID-19 menambah beban dalam pelaksanaan penanganan stunting. Oleh karena itu ibu menjadi sasaran yang tepat untuk membantu mencegah terjadinya stunting pada anak. Ibu sebagai pengasuh utama anak harus memiliki informasi yang cukup untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan stunting. Oleh karena itu perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan ibu terkait pencegahan stunting. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui pemberian pendidikan kesehatan dan praktek pembuatan MPASI. Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2020 melibatkan 35 ibu yang memiliki balita. Peserta mendapatkan materi terkait stunting dan pencegahannya. Ibu juga diajarkan mengenai deteksi dini stunting melalui cara membaca KMS. Tim juga melakukan demonstrasi memasak makanan untuk anak dimulai dari teknik pengolahan bahan makanan serta teknik memasak yang benar sehingga nutrisi makanan tetap terjaga. Teknik ceramah didukung dengan demonstrasi sangat membantu peserta dalam memahami informasi yang diberikan. Agar tercapai tujuan penurunan angka stunting maka perlu dilakukan pemberian pendidikan kesehatan lebih sering agar informasi yang didapatkan oleh ibu lebih banyak. Dengan pengetahuan yang tepat dan benar maka secara langsung dapat merubah sikap dan perilaku ibu menjadi lebih sehat.Abstract: Stunting is still a significant problem in the world. Although in a decade it had decreased, its prevalence was still quite large. Untreated stunting has a lasting impact on a child's life. The existence of the COVID-19 pandemic adds to the burden in the implementation of handling stunting. Therefore, mothers are the right person to help prevent stunting in children. Mothers, as the primary caregivers of children, must have sufficient information to detect and prevent stunting. Therefore, it is necessary to increase the knowledge of mothers related to stunting prevention. Community service was carried out through providing health education and practice of making complementary foods. The activity was held on November 13, 2020, involving 35 mothers who have toddlers. Participants received material related to stunting and its prevention. Participants also taught about early detection of stunting by reading Health Card. The team also conducted a cooking demonstration starting with food processing techniques and proper cooking techniques to maintain food nutrition. The lecture technique supported by demonstrations helped the participants understand the information provided. Health education to reduce the stunting rate needs to be done more frequently so that mothers can obtain more information. The proper and correct knowledge can directly change the mother's attitude and behavior to become healthier.
Mewujudkan Kemandirian Pangan melalui Pemanfaatan Pekarangan Rumah Singgah di Desa Galiran Kabupaten Klungkung Bali Purwaningtyas Kusumaningsih; Diah Widiawati Retnoningtyas; I Gede Mustika
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.181

Abstract

Abstrak: Salah satu peran serta masyarakat dalam mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan adalah memanfaatkan sumber daya alam lokal. Setiap daerah memiliki sumber daya alam berbeda-beda yang dapat digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan pangan seperti tanaman keladi, singkong, pepaya, pisang, mangga, kangkung, dan cabai. Pemanfaatan lahan kosong disekitar lingkungan tempat tinggal dapat digunakan untuk menanam dan mengembangkan beberapa jenis tanaman tersebut. Sehingga pemenuhan gizi dari pangan akan dengan mudah terpenuhi. Pengabdian dilakukan pada tanggal 14-15 September 2019, yang berlokasi di Rumah Singgah, Desa Galiran, Kabupaten Klungkung, Bali. Tujuan dari pengabdian ini adalah menanamkan pemahaman tentang kemandirian pangan dan bagaimana mewujudkannya. Serta keuntungan bagi mereka sebagai sumber kecukupan pangan dan gizi sehari-hari. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini tim pengabdi memberikan penyuluhan tentang pengetahuan kemandirian pangan hubungannya dengan ketersediaan pangan. Pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif untuk ditanami tanaman buah-buahan, sayuran dan keladi sebagai sumber pangan pokok, vitamin dan dapat mengurangi pengeluaran. Sebelum dan sesudah penyuluhan peserta diberikan pre dan post-test yang hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta melalui analisis uji Wilcoxon sebesar 0,011 kurang dari 0,05. Beberapa bibit tanaman diberikan sebagai stimulator kegiatan menanam yang hasilnya nanti dapat dinikmati bersama. Dampak dari pelaksanaan pengabdian ini mitra memperoleh ilmu pengetahuan tentang kemandirian pangan, serta aplikasinya dalam budidaya bibit tanaman. Salah satu dampak positif penanaman bibit pisang di pekarangan Rumah Singgah, sudah menghasilkan buah pisang.Abstract: One of community participation to support government programs in resilience food, utilizes local natural resources. Each district has different types of natural resources, which use as a fulfillment of food needs, such as taros, cassavas, papayas, bananas, mangoes, kales, and chilies. The utilization of unused yards around the house can be utilized to plant and grow several types of plants. It will make it easier to fulfill food nutrition. This program was held on 14-15 September 2021 at Orphans House at Galiran village, Klungkung Bali. The aim of this program is to give knowledge about food resilience and the way to realize it. The advantages is will give them adequate of food and nutrition resource daily. The method that we used in this program was giving a lecture about the resilience of food which connected to food availability. Utilized unproductive yard to be productive by the planting of fruits, vegetables, and taro as a staple food, vitamin resource and will reduce the expenses. We have done pre and post-test before and after doing a lecture, the obtained result is 0,011 less than 0,05 which analyzed by Wilcoxon. The result showed if the knowledge of the participant has increased. Some of the plants' seeds have been given as a stimulator farming activity where they will enjoy the harvest. The positive impact to the orphans was they received knowledge about food resilience and the application by receiving plant seed. One of the greatest impacts that banana seeds which had planted, has been growing and given results. 
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pengolahan Limbah Ikan Kepada Kelompok Nelayan Tradisional Secara Daring di Belawan, Sumatera Utara Naufal Huwaidi; Ellen Lumisar Panggabean; Indah Apriliya
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.174

Abstract

Abstrak: Pengelolaan limbah ikan dari pengolahan ikan asin atau tawar saat ini hanya di buang dan di timbun begitu saja sehingga menimbulkan bau kurang enak dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolahan limbah ikan menjadi pakan ternak yang memiliki nilai ekonomis sehingga berpotensi menjadi suatu unit usaha baru bagi masyarakat. Kegiatan ini terdiri atas 4 tahap yang meliputi persiapan, pelatihan online 1 dan 2, serta evaluasi program. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting Online. Pelaksanaan program ini sangat bermanfaat bagi mitra sasaran dan telah meningkatkan pengetahuan masyarakat mitra dalam mengolah limbah ikan yang setiap hari dihasilkan menjadi suatu pakan ternak. Pengolahan limbah ikan menjadi pakan ternak dapat menjadi alternatif unit usaha baru yang dapat meningkatkan penghasilan terutama bagi pemuda yang terkena PHK akibat pandemi dan bagi ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan pemasukkan tambahan.Abstract: Management of fish waste from salted or fresh fish processing is currently only being thrown away and piled up, causing a bad smell and can disturb the health of the surrounding community. This program aims to improve knowledge and skills in processing fish waste into the animal feed, which has economic value so that it has the potential to become a new business unit for the community. This activity consists of 4 steps, including preparation, online training 1 and 2, and program evaluation. All of the activities are carried out online using the Zoom Meeting Online application. This program is beneficial for the community and has increased the knowledge in processing fish waste into animal feed. Furthermore, it could be an alternative to new business units that can increase income, especially for youth who have been laid off due to the pandemic and housewives who want additional income.
Strategi Penanggulangan Pencemaran Sampah Plastik di Perairan Teluk Youtefa Kota Jayapura Papua John Dominggus Kalor; Efray Wanimbo; Poppy Ida Ayer
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.182

Abstract

Abstrak: Perairan Teluk Youtefa telah mengalami pencemaran limbah cair maupun limbah padat. Salah satu limbah padat yang mengganggu estetika perairan dan fungsi ekologis adalah sampah berbahan plastik. Pencemaran oleh sampah plastik ini harus dikendalikan agar tidak menjadi toksik di perairan Teluk Youtefa. Penanggulangan pencemaran, harus dimulai oleh penduduk yang mendiami kawasan pesisir laut Teluk ini. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran  kepada masyarakat dan membentuk kelompok yang aktif memonitoring laut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahapan Sosialisasi, Fokus Grup Diskusi (FGD) dan Tindak Lanjut (bersih pantai). Hasil kegiatan pengabdian ini berhasil membentuk dan menetapkan kelompok jaga laut, dan ditetapkan menjadi program kerja tahunan Kampung (desa) Enggros yang berfungsi monitoring perairan Teluk Youtefa. Selain itu masyarakat sangat puas dengan kegiatan pengabdian ini dan menginginkan kegiatan serupa dilakukan untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat yang hidup di wilayah pesisir perairan Teluk Youtefa.Abstract: Youtefa Bay waters have been polluted by liquid waste and solid waste. One solid waste that interferes with aesthetics and ecological functions is plastic waste. This pollution by plastic waste must be controlled so that it does not become toxic in the waters of Youtefa Bay. Therefore, tackling pollution must be started by the people who live in this coastal area of the Gulf. This service activity aims to increase awareness in the community and form an active group in monitoring the sea. Community Service Activities are divided into three stages: socialization, focus group discussion (FGD), and follow-up (clean beaches). The results of this service activity succeeded in forming and establishing a marine guard group. It was determined to be the annual work program of the Enggros Village, which functions to monitor the waters of Youtefa Bay. Also, the community is delighted with this service activity and wants similar activities to be carried out to increase the awareness of people who live in the coastal areas of Youtefa Bay waters.
Penyuluhan Risiko Keracunan Pestisida dan Pemeriksaan Kesehatan pada Ibu Hamil Prayudhy Yushananta; Iwan Sariyanto; Yetti Anggraini; Mei Ahyanti; Enro Sujito; Bambang Murwanto
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.177

Abstract

Abstrak: Keracunan pestisida merupakan masalah kesehatan yang kritis pada pertanian hortikultura, akibat dari penggunaan dosis berlebihan, cara penanganan yang salah, dan tidak menggunakan APD secara lengkap. Salah satu efek kronis keracunan pestisida adalah anemia. Pada kehamilan, anemia menyebabkan gangguan pertumbuhan intrauterin sehingga bayi lahir BBLR dan pendek (stunted). Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang risiko paparan pestisida, serta memeriksa kadar kolinesterase dan Hb. Penyuluhan dengan penilaian diberikan kepada 50 orang ibu hamil, dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kesehatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikans pada sebagian besar peserta (p-value kurang dari 0,01). Pada pemeriksaan kesehatan, didapatkan sebanyak 30% ibu hamil mengalami keracunan pestisida dan 16% anemia, menunjukkan paparan pestisida yang tinggi dan perlindungan diri yang rendah. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta diberikan buku saku tentang pengelolaan pestisida yang aman, sebagai media pembelajaran dan perluasan informasi. Sebanyak 500 eksemplar juga diserahkan kepada Dinas Kesehatan Lampung Barat, untuk dibagikan kepada ibu hamil di kecamatan lainnya. Penyuluhan yang disertai dengan penyampaian bukti gangguan kesehatan telah mampu memicu perubahan perilaku sasaran, terlihat dari peningkatan penggunaan APD selama bekerja, dan pemeriksaan kehamilan. Pengabdian diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan banyak mitra.Abstract: Pesticide poisoning is a critical health problem in horticultural agriculture due to excessive doses, wrong handling methods, and incompletely using PPE. One of the chronic effects of pesticide poisoning is anemia. In pregnancy, anemia causes intrauterine growth disorders, so that the baby is born LBW dan stunted. This community service aims to increase pregnant women's knowledge about pesticides' risks and check cholinesterase dan Hb levels. Counseling with assessments was given to 50 pregnant women, followed by taking blood samples for health checks. The services results showed a significant increase in knowledge in most participants (p-value less than 0.01). On the medical check, it was found that 30% of pregnant women experienced pesticide poisoning dan 16% anemia, indicating high pesticide exposure dan low self-protection. At the end of the activity, all participants were given pocketbooks on safe pesticide management as a medium for learning and expanding information. A total of 500 copies were also handed over to the West Lampung Health Office to be distributed to pregnant women in other districts. Counseling accompanied by the delivery of evidence of health problems has triggered changes in the target behavior, as seen in the increased use of PPE during work dan antenatal care. The service is expected to be carried out sustainably and involves many partners.

Page 1 of 1 | Total Record : 10