cover
Contact Name
Agung Premono
Contact Email
jurnalkem@gmail.com
Phone
+6221-4700918
Journal Mail Official
jkem@unj.ac.id
Editorial Address
Rumpun Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur
ISSN : 23392029     EISSN : 26225565     DOI : https://doi.org/10.21009/JKEM
This journal aims as a medium for lecturers, researchers and practitioners to discuss result of their research in the field of mechanical engineering.
Articles 175 Documents
UJI PRESTASI REFRIGERAN R22 PADA MESIN PENDINGIN KOMPRESI UAP DENGAN METODE PENGUJIAN AKTUAL DAN SIMULASI Haris Ramadan; A. D. Cappenberg
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.265 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.5.2.3

Abstract

Sistem pengkondisian udara yang mengatur temperatur dan kelembaban udara dalam ruangan, dalam pengoperasiannya membutuhkan refrigeran yang mudah menyerap dan melepaskan kalor. Setiap refrigeran memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang mempengaruhi efek refrigerasi dan koefeisien prestasi yang dihasilkan. R 22 adalah salah satu refrigeran yang memiliki karakteristik yang baik pada mesin pendingin. Software Genetron properties adalah sebuah software simulasi yang dapat menghitung aliran fluida atau refrigerant pada mesin pendingin. Genetron properties melakukan simulasi termodinamika untuk siklus kompresi uap dan memberikan hasil dalam bentuk tabulasi dan pada sifat mollier diagram (h-s diagram). Pengujian prestasi refrigeran R-22 dilakukan secara aktual dan simulasi dengan menggunakan software genetron properties. Hasil pengujian dan perhitungan menunjukkan bahwa : Kerja kompresor, COP dan performance factor pada mesin pendingin kompresi uap ketika high speed adalah 0,528 kW, 8,42 dan 0,1187; saat low speed adalah 0,528 kW; 8,52 dan 0,117. COP dari hasil pengujian dengan software genetron properties ketika high speed 2,193 saat low speed 1,415 hal ini dikarenakan mesin pendingin kompresi uap dalam keadaan tidak optimal
PENGARUH PWHT TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA HASIL PROSES MMAW DENGAN AWS A.51 E 7018/6013 Ferry Budhi Susetyo; Ahmad Kholil; Duti Marsulan; Fachru Z. N. I.
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.386 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.5.2.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PWHT terhadap sifat mekanik baja karbon rendah yang menyangkut kekuatan tarik, serta nilai kekerasan. Prosedur penelitian ini di awali dengan mengelas spesimen dengan MMAW. Spesimen di buat dua variasi yaitu yang pertama dengan elektroda E 7018, kemudian spesimen kedua dengan E 6013. Kemudian dilakukan perlakuan panas PWHT 450°C dan ditahan selama 70 menit, serta didinginkan di udara. Sifat mekanik dapat diketahui setelah dilakukan pengujian tarik dan kekerasan. PWHT pada suhu 450 oC dengan waktu penahanan 70 menit dapat mengurangi kekuatan tarik serta kekerasan pada dua jenis elektroda. Penurunan kekerasan dan kekuatan tarik turun secara linear (E 7018 Non PWHT, E 7018 PWHT, E 6013 Non PWHT, sd E 6013 PWHT.
STUDI EKSPERIMEN VARIASI PANJANG DAN DIAMETER PIPA KAPILER TERHADAP KINERJA AC Nugroho Gama Yoga; Andriyani Monica Putri
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.551 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.5.2.5

Abstract

Pada penelitian ini menganalisis pengaruh variasi panjang dan diameter pipa kapiler terhadap performa sistem pendingin AC. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu dengan melakukan variasi panjang dan diameter pipa kapiler pada AC split. Variasi pipa kapiler yang digunakan adalah pipa kapiler dengan panjang 1,5 m, 3 m, dan 4,5 m berdiameter 0.054 inchi dan pipa kapiler dengan panjang 1,5 m, 3 m, dan 4,5 m berdiameter 0.070 inchi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah semakin bertambah panjang pipa kapiler dan semakin kecil diameter pipa kapiler, kapasitas pendinginan evaporator, kerja kompresor, nilai COP, dan temperatur pada evaporator dari sistem akan semakin kecil sehingga akan mengakibatkan efek pendinginan yang akan semakin besar. Pada variasi pipa kapiler dengan panjang 1,5 m, Ø 0.070 inchi menghasilkan nilai kapasitas pendinginan evaporator sebesar 1,23 kW, kerja kompresor 0,182 kW, temperatur pada evaporator sebesar 60 oC, dan nilai COP sebesar 6,8. Pada variasi pipa kapiler dengan panjang 4,5 m, Ø 0,054 inchi menghasilkan nilai kapasitas pendinginan evaporator sebesar 1,01 kW, kerja kompresor 0,178 kW, temperatur pada evaporator sebesar 20 oC, dan nilai COP sebesar 5.6.
PENGARUH PENGGUNAAN AIR KONDESAT SEBAGAI MEDIA PRECOOLING KONDENSOR TERHADAP KINERJA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA Ragil Sukarno
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.628 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.5.2.6

Abstract

Pada sebuah sistem pengkondisi udara, terutama pada jenis AC split, air kondensat biasanya langsung dibuang dan belum dimanfaatkan. Sedangkan proses pelepasan panas pada kondensor membutuhkan fluida dingin untuk menurunkan panas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan air kondensat untuk media pendinginan awal atau pre-cooling pada kondensor dan melihat bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja pengkondisian udara dalam bentuk coefficient of performance (COP). Metode pemanfaatan air kondensat untuk precooling pada kondensor ini adalah dengan mengalirkan air kondensat di sisi masuk kondensor dengan menggunakan metode distribusi air kondensat secara gravitasi. Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa suhu udara masuk ke kondensor dengan menggunakan precooling menjadi lebih rendah rata-rata sebesar 1,30 oC bila dibandingkan dengan tanpa menggunakan precooling. Penggunaan precooling memberikan pengaruh terhadap peningkatan jumlah kalor yang dilepaskan kondensor dan peningkatan COP. Tanpa menggunakan precooling, pada pengujian 1 (suhu target 18 oC) COP adalah sebesar 4.58, namun dengan menggunakan precooling, COP meningkat menjadi 4.71. Pada pengujian 2 ( suhue target 20 oC) COP adalah sebesar 4.65, namun dengan menggunakan precooling, COP meningkat menjadi 4.81. Sedangkan pada pengujian 3 (suhu target 22 oC) COP adalah 4,79, namun dengan menggunakan precooling, COP meningkat menjadi 4,86. Dari hasil analisis kinerja sistem pengkondisian udara dengan menggunakan precooling, didapatkan bahwa penggunaan air kondensat sebagai media precooling memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan COP.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT TERHADAP KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT SERAT JERAMI PADI EPOXY DAN SERAT JERAMI PADI RESIN YUKALAC 157 Andi Saidah; Sri Endah Susilowati; Yos Nofendri
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.038 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.5.2.7

Abstract

Penggunaan material logam untuk kebutuhan industri yang terbuat dari bahan logam mengakibatkan ketersediaan bahan baku logam di alam semakin menipis. Para peneliti terus berupaya untuk mendapatkan solusi terbaik dalam menemukan bahan alternatif pengganti logam . Sebagai bahan pengganti logam, material tersebut harus memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh bahan logam, antara lain sifat mekanik yang baik, tahan korosi, bahan baku mudah didapat dari alam dan memiliki sifat ramah lingkungan. Salah satu bahan yang sesuai dengan kriteria di atas adalah bahan komposit [1]. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode proses Handlay up dengan cara menata serat secara teratur tanpa celah, setelah selesai diatur kemudian resin dituang ke dalam cetakan. Objek penelitian berupa serat jerami padi yang berkualitas dan dipilih yang berserat panjang, dan sebagai bahan matriks dipilih resin epoxy dan Resin Yukalac 157. Spesimen komposit dibuat dengan menggunakan standar ASTM D 3039/D , dan standar ASTM D 256 – 03 [6]. Dari hasil penelitian komposit berpenguat serat jerami padi – resin epoxy dan resin yukalac157 menunjukkan bahwa penambahan serat akan mengakibatkan peningkatan harga kekuatan impak, dan kekuatan tarik pada material komposit. Harga kekuatan tarik, dan kekuatan impak tertinggi terjadi pada spesimen dengan fraksi volume serat 30%, dan matrik resin epoxy 70% yaitu masing-masing 14,75 MPa untuk uji tarik , 23,52 MPa untuk uji impak, dan untuk resin yukalac157 yaitu 5,88 MPa untuk uji tarik, dan7,58 MPa uji impak. Dan untuk uji SEM terjadi void yang berdiameter rata-rata 5,228
EFEK POLARITAS DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP NILAI KEKERASAN PERMUKAAN HARDFACING BAJA KARBON RENDAH Ferry Budhi Susetyo; Ahmad Kholil; Muhammad Fatihuddin
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.758 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.6.1.1

Abstract

Penelitian ini menggunakan material baja karbon rendah yang di lapis dengan elektroda HV 450 dengan proses SMAW. Stelah selesai di las kemudian diheat treatment dengan temperatur 1000oC dengan penahanan waktu selama 60 menit kemudian dilakukan quenching. Media quenching yang digunakan dalam penelitian yaitu oli dan air. Hasil penelitian ini menunjukan polaritas DC+ menghasilkan kekerasan yang lebih tinggi pada semua spesimen yang diuji dengan nilai 418,66 VHN quenching air, 402,8 VHN quenching oli, 348 VHN non treatment jika dibandingkan polaritas DC- dengan nilai 405,92 VHN quenching air, 374,02 VHN quenching oli dan 323,38 VHN non treatment. Media quenching dengan air menghasilkan kekerasan yang paling tinggi dengan nilai 405,92 VHN untuk polaritas DC- dan 418,66 VHN untuk polaritas DC+ jika dibandingkan dengan oli.
NILAI KEKERASAN PASCA QUENCHING MEDIA CLAY PADA LAPISAN LAS DI ATAS MILD STEEL Sopiyan; Syamsuir
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.414 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.6.1.2

Abstract

Proses hardfacing menggunakan jenis SMAW, dengan polaritas DC+, arus yang digunakan 130A, elektroda HV 350. Setelah spesimen di las (satu lapis), kemudian langsung dicelup ke dalam air. Setelah mendingin, spesimen grinding, amplas kemudian dilakukan heat treatment 1000oC holding time 10 menit dan quenching dengan media clay. Spesimen yang telah di quenching sebelumnya dipoles dan etsa dengan nital lalu dilakukan pengujian kekerasan dan mikrostruktrur. Nilai kekerasan yang didapatkan dari sebelum dan sesudah quenching dengan media clay adalah sebesar 250 dan 296,93 HV.
PENGARUH PENAMBAHAN CARBON DAN PROSES QUENCHING DENGAN COOLANT PADA HASIL PENGELASAN ELEKTRODA E6013 TERHADAP TINGKAT KEKERASAN Yunita Sari; Crisa Diki Cahyo Prasetyo
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.408 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.6.1.3

Abstract

Baja merupakan suatu material dasar utama yang paling banyak digunakan di dunia bidang industri karena harganya yang relatif murah. Baja dengan kadar carbon rendah biasanya berbentuk pelat, pipa, batang profil, lembaran dan sebagainya. Baja carbon rendah ini memiliki komposisi carbon sebesar 0,005%-0,30% dan memiliki kekerasan yang rendah. Untuk meningkatkan ketahanan aus pada benda kerja, salah satunya adalah menaikan tingkat kekerasan dari material dengan quenching. Selain dari itu penambahan kadar carbon juga akan meningkatkan kekerasan material Peningkatan kekerasan berbanding lurus dengan meningkatnya ketahanan aus. Oleh karena itu baja carbon rendah yang telah di las oleh elektroda E6013 dan ditambahkan karbon carbon (C) akan dipanaskan 1000 oC selama 20 menit lalu dilakukan pendinginan secara cepat dengan cara quenching dengan coolant untuk meningkatkan kekerasan. Bahan pada penelitian ini adalah baja carbon rendah dengan jumlah 4 spesimen, 2 spesimen tanpa perlakuan dan 2 spesimen menggunakan pendinginan coolant. Material masing-masing variasinya ialah elektroda E6013 (E60), dan elektroda E6013 + Carbon (E60+C). Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, diketahui berdasarkan hasil uji komposisi terdapat peningkatan Carbon dari 0,08% menjadi 0,650%. Penambahan usur carbon dapat meningkatkan kekerasan spesimen dari 239,63 VHN menjadi 375,06 VHN. Proses quenching dengan media coolant dapat meningkatkan kekerasan spesimen E60 dari 239,63 VHN menjadi 325,7 VHN. Proses quenching dengan media coolant dapat meningkatkan kekerasan spesimen E60+C dari 375,06 VHN menjadi 542,73 VHN.
RANCANG BANGUN MESIN PENETAS TELUR TENAGA HYBRID I Wayan Sugita; Fikri Firmansah; Rakhmat Sobirin; Muhammad Raihan Ardianto
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.73 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.6.1.6

Abstract

Mesin penetas telur pada umumnya hanya menggunakan satu sumber energi yaitu energi listrik dari PLN. Dalam penelitian ini dibuat mesin penetas telur menggunakan dua sumber energi yaitu tenaga listrik PLN pada waktu malam hari dan tenaga panas matahari pada waktu siang hari. Kapsitas dari mesin penetas yang dibuat adalah 100 butir telur. Dalam proses rancang bangun mesin penetas telur dengan sumber energi hybrid mempunyai beberapa tahap yaitu diawali dengan tahap pembuatan sketsa gambar sederhana, gambar kerja, perhitungan sumber panasnya, proses pembuatan, instalasi kelistrikannya, serta uji coba kestabilan temperatur. Dari hasil pengujian Mesin Penetas Telur Tenaga Hybrid ini, suhu stabil antara 37°-38°C dengan daya yang digunakan sebesar 20 watt.
PENGARUH VARIASI HOLDING TIME DAN MEDIA QUENCHING TERHADAP NILAI KEKERASAN BAJA DENGAN KADAR KARBON 0,192wt.% Siska Titik Dwiyati; Muhammad Bagus Priyo Hutomo; Ferry Budhi Susetyo
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.981 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.6.1.7

Abstract

Pada penelitian ini akan dilakukan upaya peningkatan kekerasan dari material baja karbon. Berdasarkan hasil uji OES didapatkan hasil komposisi karbon dalam baja tersebut sebesar 0,192 wt%. Untuk itu akan dilakukan pemanasan dalam tungku dengan suhu yang ditetapkan yaitu 1000 °C. Kemudian dilakukan beberapa variasi waktu penahanan (holding time) di dalam tungku yaitu 30, 60 dan 90 menit. Setelah ditahan kemudian material tersebut di variasikan kembali untuk dua media pendingin yaitu oli dan coolant. Setelah dilakukan quenching kemudian diukur nilai kekerasannya dengan alat uji vickers. Setelah pengujian kekerasan semua selesai kemudian dilanjutkan dengan pengamatan foto mikro dengan mikroskop optik. Dari hasil pengujian maupun pengamatan dapat diketahui semakin lama waktu holding time maka kekerasan semakin naik. Terakhir, pada pengamatan struktur mikro pada spesimen terbentuk fasa ferit dan perlit.

Page 10 of 18 | Total Record : 175