cover
Contact Name
Agung Premono
Contact Email
jurnalkem@gmail.com
Phone
+6221-4700918
Journal Mail Official
jkem@unj.ac.id
Editorial Address
Rumpun Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur
ISSN : 23392029     EISSN : 26225565     DOI : https://doi.org/10.21009/JKEM
This journal aims as a medium for lecturers, researchers and practitioners to discuss result of their research in the field of mechanical engineering.
Articles 175 Documents
STUDI AWAL PEMBUATAN SERBUK TEMBAGA BERSTRUKTUR AMORF Yunita Sari
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.584 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.1.7

Abstract

Serbuk logam umumnya diproduksi dengan proses atomisasi (sentrifugal, gas, atau air), elektrolisis, atau kimia. Logam umumnya memiliki struktur kristal (crystalline), agar dapat diperoleh serbuk logam berstruktur nonkristal atau amorf (amorphous) maka proses yang dipilih adalah reaksi kimia. Untuk memperoleh serbuk tembaga berstruktur amorf maka dilakukan reaksi antara larutan tembaga (II) sulfat (atau CuSO4) dengan logam seng (atau Zn) pada temperatur dan kecepatan agitasi yang relatif tinggi. Sedangkan untuk meningkatkan kemurnian logam tembaga (atau Cu) yang dihasilkan digunakan gas inert selama berlangsungnya reaksi kimia tersebut. Karakterisasi terhadap serbuk logam yang dihasilkan dilakukan dengan analisis menggunakan sinar x. Aplikasi logam amorf antara lain adalah sebagai material soft-magnetic dan aplikasi yang membutuhkan material amorf yang ketangguhannya lebih tinggi dibandingkan material amorf yang lain seperti keramik. Ini merupakan penelitian awal pembuatan serbuk tembaga berstruktur amorf, sebab untuk bisa memperoleh logam yang nonkristal (metallic glass/glassy metal) adalah hal yang sulit, bahkan untuk memperoleh serbuk logam yang kemurniannya cukup tinggi pun dengan proses ini bukanlah hal yang mudah.
OPTIMASI LETAK GATE DAN TEMPERATUR CETAKAN TERHADAP CACAT HASIL PRODUK OUTER SHELL HELMET: SEBUAH STUDI NUMERIK Agung Premono; Ragil Sukarno; Ihsan Muazam
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.595 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.1.8

Abstract

Helmet merupakan salah satu alat keselamatan yang wajib digunakan oleh pengendara sepeda motor yang dihasilkan dari proses injection moulding. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan dari proses injection moulding, diantaranya adalah temperatur cetakan dan letak gate. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui letak gate dan temperatur cetakan yang paling optimal dalam mereduksi cacat hasil produk outer shell helmet. Studi ini dilakukan dengan simulasi menggunakan Autodesk Inventor Mold Flow. Model yang digunakan adalah outer shell helmet dengan variasi tiga gate yang berbeda yaitu (1) gate di depan bagian bawah model, (2) gate di samping model, dan (3) gate dibelakang model. Dari setiap variasi gate diberikan tiga variasi temperatur yang berbeda yaitu 50oC, 60oC, dan 70oC. Dengan variasi tersebut maka terdapat sembilan model yang disimulasikan dalam penelitian tersebut. Simulasi dilakukan untuk menemukan tiga jenis cacat yang sering timbul akibat letak gate dan temperatur cetakan yaitu: (1) sink mark; (2) short shot; dan (3) volumetric shrinkage. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi parameter yang menghasilkan cacat paling sedikit model dengan letak gate yang berada di samping model dengan temperatur cetakan 50oC.
STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA MESIN KOMPRESI UDARA SATU LANGKAH DENGAN VARIASI SUDUT PEMBUKAAN SELENOID Darwin Rio Budi syaka; Furqon Bastian; Akhmad Kholil
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.032 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.2.1

Abstract

Tingkat pencemaran udara khususnya di Jakarta menjadi permasalahan yang cukup serius pada saat ini. Pencemaran ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan jumlah penggunaan kendaraan bermotor sebagai alat transportasi berbahan bakar minyak selama ini berdampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu kendaraan yang menghasilkan polusi udara terbesar adalah mesin motor bakar 2 langkah. Hal ini terjadi karena pembakaran oli samping dan gas ikut terbuang langsung melalui saluran pembuangan (exhaust) pada saat langkah pembilasan. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mengubah mesin motor bakar 2 langkah menjadi mesin dengan sumber penggerak udara bertekanan tanpa adanya proses pembakaran. Penelitian ini akan memodifikasi mesin motor bakar 2 langkah dengan pembakaran internal 110 cm3 menjadi mesin yang menggunakan tenaga tekanan udara. Dengan udara bertekanan sebagai energi utama, maka pada mesin ini tidak terjadi proses pembakaran dalam pada mesin, sehingga mesin ini tidak menimbulkan emisi gas buang. Untuk menghasilkan performa mesin yang baik digunakan 2 buah solenoid sebagai katup masuk udara bertekanan ke dalam mesin, sebuah solenoid digunakan untuk menekan piston bergerak ke bawah sedangkan buah solenoid yang lain digunakan untuk menekan piston bergerak ke atas. Solenoid tersebut akan bekerja menggunakan sensor infrared yang dipasang pada bagian poros di magnet generator. Variasi yang dilakukan pada Pengujian mesin kompresi udara adalah pada sudut bukaan katup solenoid 3o dan 5o sebelum titik mati atas (TMA). Data-data yang diukur berupa tekanan udara masuk dari 3 bar – 8 bar, tachometer untuk putaran yang dihasilkan dan Prony breake untuk mendapatkan output torsi. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa sudut pembukaan katup selenoid mempengaruhi daya yang dihasilkan, adapun daya puncak adalah 2,10 kW dengan putaran mesin 1321 rpm pada tekanan 8 bar terjadi pada bukaan katup selenoid 5o TMA.
ANALISA KEBUTUHAN KEAMANAN SABUK PENGAMAN (SEAT BELT) KENDARAAN RODA EMPAT PENUMPANG EMPAT ORANG UNTUK LINGKUNGAN KAMPUS Moh. Azizi Hakim; Budhi M. Suyitno; Susanto
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.184 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.2.2

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyamanan dalam menggunakan sabuk pengaman dan tidak merasakan sakit atau beban yang menggangu kenyamanan saat berkendara. Metodologi yang digunakan penulis adalah dengan perhitungan awal mengkaji titik berat kendaraan, selanjutnya menghitung gaya pada roda depan (Wf = 3583,13N) dan roda belakang (Wr=5245,87 N) serta tahanan pengereman, dilanjutkan mengetahui perlambatan kendaraan (2,94 m/s2), waktu perlambatan (4,73 s), serta jarak perlambatan (32,86 m). Setelah perhitungan tersebut diketahui, maka dilanjutkan dengan menghitung kekuatan sabuk pengaman dapat menahan gaya dorong pada saat terjadi perlambatan, tabrakan serta berbelok. Kekuatan bahan sabuk pengaman dari nylon dihitung melalui perhitungan yang dilakukan penulis, untuk dengan kapasitas Lebar 65 mm dan tebal 5 mm. kapasitas bahan seat belt bisa terjadi elongation pada 9000 lbs atau 40033N dan breaking load 12000 lbs atau (52489N). Gaya maksimum yang diperoleh saat terjadi perlambatan adalah ( 1200 N) akan memperoleh tegangan jepit (0,3297 MPa), dan gaya yang diperoleh saat terjadi tabrakan adalah (530,186 N) akan memperoleh tegangan jepit (0,0146 MPa), serta gaya yang diperoleh pada saat terjadi berbelok adalah (19790,31 N) akan memeperoleh tegangan jepit (0,2718 MPa), sedangkan tenganan izin jepit sekitar (0,721 MPa). Maka σ terjadi < σ izin.
STUDI KARAKTERISTIK PEMBANGKIT LISTRIK THERMOELEKTRIK MELALUI PEMANFAATAN PANAS KNALPOT SEPEDA MOTOR SPORT 150 CC Wardoyo
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.222 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.2.3

Abstract

Polusi pada kendaraan bermotor dihasilkan dari sisa hasil pembakaran pada mesin yaitu berupa gas. Gas buang pada kendaraan bermotor memiliki kandungan energi panas, energi panas yang terkandung dalam gas buang tergantung dari banyaknya putaran mesin. Semakin banyak putaran mesin maka panas yang dihasilkan dari gas buang akan semakin besar. Gas buang pada kendaraan bermotor dikeluarkan melalui knalpot sehingga komponen ini memiliki suhu paling tinggi saat sepeda motor bergerak. Panas fluida pada knalpot pada sepeda motor dapat mencapai lebih dari 300oC. Pada kesempatan ini telah diteliti karakteristik pembangkit listrik termoelektrik melalui pemanfaatan panas knalpot sport 150 cc dengan pendingin berbentuk slot fin. Karakteristik pembangkitan listrik oleh termoelektrik diuji besar daya yang dihasilkan pada kondisi temperatur yang berbeda. Penelitian ini menggunakan delapan sensor termokopel untuk mengukur karakteristik termal yang terjadi dan Avometer untuk mengukur tegangan dan arus yang dihasilkan. Pengambilan data dilakukan pada kecepatan udara melewati kendaraan 4,7 m/s, 5,7 m/s dan 7,2 m/s yang disimulasikan dengan menggunakan fan, dan variabel putaran mesin 2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, 3500 rpm dan 4000 rpm. Hasil penelitian ini menunjukkan daya terbesar yang diperoleh 36,15 Watt pada putaran mesin 4000 rpm dan kecepatan angin 7,2 m/s. Pengaruh putaran mesin lebih dominan dari pada kecepatan angin, peningkatan daya terbesar terjadi pada putaran mesin antara 2000 rpm – 2500 rpm. Termoelektrik yang digunakan tipe refrigerator sehingga tidak tahan pada temperatur tinggi, pada saat mencapai termperatur tertentu kinerjanya mulai turun. Pada penelitian sejenis akan lebih baik jika menggunakan termoelektrik tipe generator.
ANALISA KOROSI PIPA SOLAR MESIN DIESEL DI SEBUAH PT. X Syafrizal
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.793 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.2.4

Abstract

Telah terjadi korosi yang menimbulkan kebocoran pipa di Jakarta pusat dikarenakan pipa mengalami korosi, terkikis dan berlubang. Pipa bersentuhan dengan tanah cukup lembab dan diketahui tanah sekitar pipa memiliki kandungan garam dan ion Cl- yang dikenal cukup agresif, sehingga laju korosi pada pipa dapat terjadi lebih cepat. Lingkungan instalasi pipa sangat dekat dengan jalan raya dan bergetar, permukaan pipa lebih cepat terkikis, menipis dan berlubang seperti yang diperlihatkan pada gambar 2. Hasil pengukuran bahwa area kebocoran pipa (11 x 11,3)mm, karena minyak solar juga mengandung sulfur cukup tinggi sehingga membentuk larutan asam sulfat dengan air, asam sulfat dapat mempercepat laju korosi pada pipa baja. Untuk mencegah kejadian serupa maka telah diusulkan desain konstruksi pipa dengan tumpuan yang memungkinkan untuk sebuah solusi, karena dapat mencegah gesekan permukaan pipa dengan tanah dan mencegah reaksi garam dengan pipa. Penambahan biaya konstruksi pipa dengan tumpuan sekitar 5%, hal ini bukanlah angka yang besar jika dibandingkan dengan umur pakai. Secara keseluruhan 3 faktor desain tersebut lebih menguatkan bahwa pengembangan desain konstruksi pipa perlu dilakukan sehingga pipa lebih aman dari efek teknis dan korosi lingkungan, serta umur pakai pipa dapat lebih lama.
PURWARUPA BIKELIFT VERTICAL SCREW KAPASITAS BEBAN 200 KG Akhmad Kholil; Wardoyo; Aly Muharram
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.964 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.2.5

Abstract

Bikelift merupakan alat bantu angkat sepeda motor. Bikelift biasanya berpenggerak hidrolik atau pneumatik dan biasanya dipakai di bengkel-bengkel yang tidak mudah untuk mobilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat purwarupa bikelift sistem ulir vertikal dengan kapasitas beban maksimal sepeda motor 200 kg. Bikelift dikembangkan bersifat mampu jinjing. Untuk itu perlu diketahui waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat sepeda motor sampai ketinggian 80 cm pada proses pendongkrakan manual dan pendongkrakan menggunakan impact. Metode perancangan yang digunakan adalah dengan menentukan kriteria perancangan, identifikasi dan survei lapangan, perancangan dan perhitungan, pengujian dan analisa. Dari perancangan ini didapatkan dimensi poros berulir yang digunakan adalah diameter inti 15,5 mm, diameter nominal 20 mm, jarak antar puncak ulir 4 mm, dan area inti 189 mm, serta daya angkat yang dibutuhkan adalah 162,64 watt. Pada proses pendongkrakan manual waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat beban sepeda motor 90 kg adalah 278 detik, beban 110 kg adalah 317 detik, beban 150 kg adalah 431 detik, dan pada beban 200 kg adalah 619 detik. Pada proses pendongkrakan menggunakan impact waktu yang dibutuhkan untuk mengangkat beban sepeda motor 90 kg adalah 57 detik, beban 110 kg adalah 67 detik, beban 150 kg adalah 107 detik, dan pada beban 200 kg adalah 159 detik.
METODA WITNESSING UNTUK PENENTUAN KONSTANTA PROSES CNC TURNING PADA MANUFAKTUR KOMPONEN AEROSPACE Gunawan Refiadi
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.291 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.2.6

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kontribusi pendampingan pada penyelesaian kasus pengembalian pajak bahan baku impor dari pihak produsen komponen aerospace ke pihak bea cukai. Tujuannya membuktikan bahwa kehilangan berat bahan baku adalah murni karena kegiatan proses produksi. Metodologi yang digunakan adalah witnessing proses CNC Turning melalui dokumentasi bahan baku, proses plan, jenis mesin, proses pemesinan, kontrol kualitas, dan pengelolaan limbah hasil proses yang berjalan untuk 16 sampel produk berbasis material logam berbentuk poros pejal. Berdasarkan hasil review teori pemesinan MRP (Metal Removal Process) dan dokumentasi proses diperoleh hasil yang bersesuaian yaitu bahwa kehilangan logam adalah murni akibat proses pembentukan produk dan bukan disebabkan hal yang lain.
KAJIAN DESAIN DINAMIKA KENDARAAN LISTRIK RODA EMPAT DAN STABILITAS KENDARAAN PADA KONDISI STASIONER Sony Sukmara; L. M. Firman; Ferry Budhi Susetyo
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.058 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.2.7

Abstract

Peningkatan jumlah penggunaan kendaraan bermotor sebagai alat transportasi berbahan bakar minyak (bahan bakar fosil) yang menghasilkan emisi gas buang menjadi salah satu faktor terjadinya pencemaran udara yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Pencemaran udara dari sektor transportasi berupa kendaraan bermotor berbahan bakar minyak (bahan bakar fosil) ini dipicu lagi dengan jumlah penggunaan bahan bakar yang sangat tinggi, menjadi penyebab terjadinya pencemaran udara yang diakibatkan penggunaan kendaraan bermotor. Kelangkaan bahan bakar minyak dan tingginya emisi gas buang merupakan dua hal utama yang dihadapi oleh dunia dewasa ini. Berbagai inovasi ditempuh dalam rangka mengembangkan kendaraan rendah emisi yang tidak tergantung pada sumber mineral. Sebagai wujud kepedulian terhadap masalah cadangan minyak bumi dan polusi di negara Indonesia, maka penulis bermaksud untuk mengkaji sebuah konsep kendaraan listrik roda empat dengan kapasitas berpenumpang empat orang yang sekaligus menjadi tonggak perubahan menuju Indonesia hijau lewat kendaraan ramah lingkungan. Metodologi yang digunakan penulis adalah dengan metoda kajian perhitungan desain dinamika kendaraan listrik roda empat dan stabilitas kendaraan pada kondisi stasioner. Titik berat kendaraan yang dihasilkan akan memberikan pengaruh terhadap kestabilan kendaraan yang diukur dengan parameter safety factor yang sudah menjadi standar. Dari hasil kajian ini dapat disimpulkan bahwa kendaraan listrik roda empat yang di desain mempunyai titik berat kendaraan pada sumbu koordinat (x, y, z) yaitu (1370,52 , 0 , 620,17) saat tanpa penumpang dengan nilai safety factor 68,53 % dan saat penumpang penuh sumbu koordinat titik berat kendaraan yaitu (1455,71 , 0 , 646,18) dengan nilai safety factor 61,75%. Desain kendaraan ini layak untuk dilakukan pengujian selanjutnya.
PEMANAS AIR SURYA PORTABLE BIAYA RENDAH I Wayan Sugita; Irvan Iskandar
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.795 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.2.8

Abstract

Ketersediaan listrik di daerah terpencil masih sangat minim. Untuk membuat air panas, masyarakat masih memanfaatkan kayu bakar untuk memanaskan air. Sedangkan ketersediaan sinar matahari sangat berlimpah. Untuk memanfaatkan energi matahari tersebut dilakukan penelitian untuk membuat sebuah alat pemanas air menggunakan energi surya dengan kapasitas maksimum 12 liter yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mandi 1 orang. Temperatur air rata-rata yang dicapai dalam waktu 4 jam pada kondisi cerah adalah 44oC. Sasaran pengguna PSWH (Portable Solar Water Heater) adalah balita dan manula khususnya di daerah pedesaan untuk memenuhi keperluan mandi air hangat. Penelitian dilakukan pada bahan pembuat pemanas surya yaitu plastik bening, absorber dan jumlah isolator optimum. Tujuannya untuk mengetahui temperatur maksimum yang bisa dicapai dengan memanfaatkan bahan yang murah, kuat dan mudah dibuat. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan penelitian adalah bahan untuk plastik bening adalah polyethylene, absorber-nya terbuat dari polyethylene black. Temperatur maksimum air yang diperoleh setelah 4 jam penjemuran adalah 44oC.

Page 8 of 18 | Total Record : 175