cover
Contact Name
Agung Premono
Contact Email
jurnalkem@gmail.com
Phone
+6221-4700918
Journal Mail Official
jkem@unj.ac.id
Editorial Address
Rumpun Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur
ISSN : 23392029     EISSN : 26225565     DOI : https://doi.org/10.21009/JKEM
This journal aims as a medium for lecturers, researchers and practitioners to discuss result of their research in the field of mechanical engineering.
Articles 183 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR SOLAR, BIOSOLAR DAN PERTAMINA DEX TERHADAP PRESTASI MOTOR DIESEL SILINDER TUNGGAL Audri D. Cappenberg
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.914 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.4.2.3

Abstract

Penggunaan bahan bakar pada mesin sangat berpengaruh terhadap prestasi motor, sehingga dari waktu ke waktu ada perbaikan kualitas bahan bakar. Khusus untuk motor diesel, yang awalnya hanya menggunakan solar, kini sudah berkembang, yaitu telah tersedia biosolar dan pertamina dex. Untuk itu diujicobakan penggunaannya pada mesin diesel silinder tunggal di laboratorium uji prestasi mesin Fakultas Teknik UTA’ 45 sehingga didapatkan parameter prestasi untuk masing - masing bahan bakar. Pengujian dilakukan dengan metode pengaturan derajat sebagai tuas acuan kecepatan yaitu 5o, 10o, 15o, dan 20o dan hasilnya adalah pada 5o, gaya untuk solar 56 N, pertamina dex, 64 N dan biodiesel 60 N. Dari hasil pengujian selanjutnya dilakukan perhitungan untuk menentukan prestasi mesin yang adalah sebagai berikut dan secara keseluruhan prestasi mesin yang menggunakan pertamina dex lebih tinggi dari penggunaan biosolar dan solar; yang adalah sebagai berikut : daya poros: 3,2343 kW, 3,3048 kW, 3,5045 kW; torsi : 7,28 Nm. 7,8 Nm, 8,32 Nm; pemakaian bahan bakar: 0,377 kg/kW.h, 0,353 kg/kW.h, 0,314 kg/kW.h dan efisiensi termal : 22,952%, 25,09% dan 27,086%.
KARAKTERISTIK HASIL PENGELASAN PIPA DENGAN BEBERAPA VARIASI ARUS LAS BUSUR LISTRIK Syaripuddin
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.684 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.4.2.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil las dan kekuatan sambungan las pada pipa 4” schedule 40 dengan pengujian tarik bahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini menggunakan pipa 4” schedule 40 bahan baja paduan rendah. Bahan diberi perlakuan pengelasan dengan variasi arus 100 Ampere, 120 Ampere dan 140 Ampere dengan menggunakan las SMAW DC polaritas terbalik dengan elektroda E7016 diameter 3,2 mm. DC polaritas terbalik yaitu pemegang elektroda dihubungkan dengan kutub positif dan logam induk dihubungkan dengan kutub negatif. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 60º. Spesimen dilakukan pengujian tarik. Kekuatan tarik sambungan las tertinggi terjadi pada kelompok spesimen 140 Ampere yaitu menunjukkan tensile rata-rata sebesar 45,796 kg/mm² yang mengalami kenaikan sebesar 14,650 Kg/mm² dari arus 120 Ampere. Kekuatan tarik rata-rata untuk daerah lasan pada kelompok spesimen 100 Ampere yaitu 30,881 Kg/mm² yang mengalami penurunan sebesar 0,377 Kg/mm² dari kelompok spesimen 1 20 Ampere yang rata-rata kekuatan tariknya sebesar 31,146 Kg/mm², dan mengalami penurunan sebesar 14,915 dari arus 140 Ampere.
PENGARUH KONDISI UDARA BILAS TERHADAP KINERJA MESIN DIESEL Didit Sumardiyanto; Sri Endah Susilowati
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.227 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.4.2.5

Abstract

Penelitian ini dilakukan di atas MT. Seraya Baru untuk mengetahui pengaruh kondisi/kualitas udara bilas yang dihasilkan oleh turbocharger, terhadap kinerja mesin pada mesin diesel penggerak kapal, HORTEN - SULZER Model 6RND76. Metode penelitian yang dipergunakan adalah membandingkan kinerja mesin pada saat turbocharger sebelum dilakukan perbaikan dengan kondisi setelah dilakukan perbaikan, yaitu pada sistem pendinginan udara pada intercooler dan membersihkan filter udara sebelum masuk pada sisi turbin. Hasil yang diperoleh menunjukkan akibat temperatur udara bilas tinggi, maka berakibat pada massa udara yang rendah, sehingga jumlah udara untuk pembakaran menjadi tidak mencukupi. Akibatnya proses pembakaran tidak sempurna dan kinerja mesin menjadi tidak optimal. Untuk perbandingan udara terhadap bahan bakar sebesar 13,3, daya keluaran mesin 10726 hp, efisiensi termal efektif 36,36% dan konsumsi bagan bakar spesifik 173,8 g/hp.h. Sedangkan pada perbandingan udara dengan bahan bakar sebesar 18.23, maka daya keluaran mesin 11,981 hp, efisiensi termal efektif 40,62%, konsumsi bahan bahan bakar spesifik turun menjadi 155,5 g/hp.h.
KARAKTERISTIK PENYEBARAN API KETIKA TERJADI KEBAKARAN BERBASIS METODE FDS (FIRE DYNAMICS SIMULATOR) PADA PARKIRAN SEPEDA MOTOR KAMPUS A UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Pratomo Setyadi; Yola Furqaan Nanda
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.826 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.4.2.6

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena melihat kondisi bangunan parkiran depan Kampus A Universitas Negeri Jakarta yang pembangunan tersendat tetapi sudah dipergunakan untuk khalayak di khawatirkan dapat membahayakan penghuni, dan karyawan yang bekerja di gedung parkiran tersebut apabila terjadi kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria bahaya kebakaran pada parkiran sepeda motor kampus A UNJ. Dalam penelitian ini digunakan Software Fire Dynamics Simulator Version 5.0 untuk membuat suatu pemodelan kebakaran berdasarkan titik awal nyala api dan arah angin. Pada penelitian ini akan membahas tentang perkembangan api dimana perkembangan api tersebut akan direpresentasikan oleh HRR (Heat Release Rate), burning rate, dan visualisasi dari masing-masing simulasi. Langkah ini sangat menguntungkan karena dapat mengetahui bagaimana penyebaran api saat terjadi kebakaran dan seberapa bahaya kebakaran yang disimulasikan. Dengan adanya fire modelling ini dapat menjadi pendekatan engineering praktis untuk memberikan peninjauan tambahan terhadap aspek keselamatan kebakaran pada gedung parkiran kampus A Universitas Negeri Jakarta. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa cepatnya penyebaran api dipengaruhi titik awalnya api, kecepatan dan arah angin. Dimana semakin besar nilai HRR maka semakin besar pula nilai burning rate yang didapatkan dan semakin besar pula tingkat kebakaran yang terjadi.
ANALISIS GEOMETRI PELURU TERHADAP NILAI DRAG COEFFICIENT PADA KECEPATAN 304,8 m/s I Wayan Sugita; Muhamad Al Afif Dzaky
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.921 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.4.2.7

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai drag coefficient dari peluru senapan angin dengan menggunakan software Ansys Fluent 15.0 dan untuk mengetahui pengaruh distribusi tekanan, kecepatan, dan pathline velocity terhadap nilai drag coefficient. Penelitian dilakukan dengan menggunakan peluru senapan angin dengan bentuk kepala field point, flat nosed dan round head dengan variasi bentuk badan skirt dan lurus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di setiap bentuk kepala peluru dan variasi badannya mengalami kecepatan dan tekanan yang berbeda dan menghasilkan gaya yang berbeda, drag coefficient yang terbesar dialami oleh bentuk kepala peluru flat nosed dan yang terendah dialami oleh bentuk kepala peluru round head dapat diketahui bawah, dengan bentuk kepala yang lebih luas menghasilkan tekanan udara yang besar pada ujung kepala peluru, perbedaan tekanan pada bagian depan dan belakang peluru yang besar menghasilkan nilai drag coefficient yang besar. Hasil dari simulasi mendapatkan nilai drag coefficient pada peluru filed point skirt sebesar 0,5219, field point lurus sebesar 0,5045, flat nosed skirt sebesar 0,5943, flat nosed lurus sebesar 0,5773, round head skirt sebesar 0,4313, round head lurus sebesar 0,4232, dengan kecepatan angin sebesar 304,8 m/s.
PENGARUH PENAMBAHAN KARBON PADA KARAKTERISTIK KAMPAS REM KOMPOSIT SERBUK KAYU Siska Titik Dwiyati; Ahmad Kholil; Fickri Widyarma
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.752 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.4.2.8

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan terhadap material kampas rem yang ramahlingkungan dan pemanfaatan limbah serbuk kayu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan karbon pada hasil pengujian variabel pengereman dan karakteristik bahan pada kampas rem komposit serbuk kayu. Kadar karbon yang ditambahkan antara 0 - 10%. Pengaruh penambahan karbon dianalisis dengan pengujian waktu pengereman, TGA, kekerasan, dan pengurangan massa. Hasil pengujian variabel pengereman pada semua spesimen menunjukkan bahwa waktu pengereman semakin lama dengan naiknya kecepatan. Pengujian karakteristik bahan menunjukkan bahwa pada pengujian TGA, spesimen memiliki kestabilan termal sampai temperatur 1500C. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan nilai kekerasan menurun dengan ditambahkan karbon. Nilai kekerasan yang mendekati kampas rem standar adalah spesimen C10KY40 yaitu 31,6 VHN. Hasil pengujian pengurangan massa tingkat pengurangan massa paling rendah adalah spesimen C10KY40. Hasil pengujian karakteristik bahan, menunjukkan bahwa spesimen C10KY40 memiliki indikasi mendekati kampas rem standar.
DISAIN DAN ANALISIS MESIN PENCACAH GELAS PLASTIK DENGAN PENGGERAK MANUAL Darwin R. B. Syaka; Ahmad Kholil; Aam Aminingsih; Afri Siswaldi; Imam Gunandi
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.794 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.3.1

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendesain mesin pencacah gelas plastik dengan penggerak manual, serta menguji kinerjanya. Penelitian ini menggunakan metode VDI 2221 yaitu metode untuk menyelesaikan permasalahan dan mengoptimalkan penggunaan material, teknologi dan keadaan ekonomi. Metode ini diharapkan dapat mempermudah perancang untuk menguasai sistem perancangan tanpa harus menguasai secara detail. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peneliti berhasil merancang mesin pencacah gelas plastik dengan bentuk yang optimal dan minimalis, kecepatan pemotongan ( 0,012 m/s ) dan pemipihan ( 0,01 m/s ). Diameter poros ditentukan oleh tegangan geser pemipih ( 5,09 Kg/mm2 ) dan tegangan geser pisau ( 18,8 Kg/mm2 ) sehingga didapatkan hasil 12 mm. Daya yang dibutuhkan pada mesin ini sebesar 0,05 kW dan transmisi yang digunakan pada mesin ini yaitu penggunaan roda gigi yang dihubungkan rantai. Hasil pengujian mesin pemotong gelas plastik dapat memotong 0,864 kg dalam waktu 1 jam dengan kebisingan maksimum hanya 70,3 db, dimana hasil ukuran cacahan atau serpihan berkisar ukuran 4 mm x 4 mm, ukuran tersebut yang dapat dijual di perusahaan daur ulang plastik.
ANALISIS AERODINAMIK PADA BODI KENDARAAN LISTRIK TYPE CITYCAR UNTUK LINGKUNGAN KAMPUS Ari Ekoprianto
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.619 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.3.2

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan pemborosan energi pada suatu kendaraan adalah dengan mendesain bentuk kendaraan yang aerodinamis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa aerodinamik pada konsep rancangan bodi kendaraan roda 4 bertenaga listrik berkapasitas 4 (empat) orang yang memiliki gaya hambat udara (drag) terendah. Bagian kendaraan yang dianalisa adalah sudut kap mesin (bonnet), sudut kaca depan (windshield), kelengkungan atap dan sudut bagian belakang kendaraan. Pemilihan kombinasi bagian yang menghasilkan gaya hambat udara (drag) terendah menggunakan metode ortogonal selanjutnya bentuk tersebut dibuat model digital untuk selanjutnya dianalisa dengan menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD). Disimulasikan model kendaraan listrik berjalan pada kecepatan 30 km/h, 35 km/h, 40 km/h, 45 km/kam dan 50 km/h. Dimensi optimal untuk menghasilkan gaya hambat (drag) terendah adalah kap mesin dengan sudut kemiringan 10 derajat, kaca depan (windshield) dengan sudut kemiringan 65 derajat, konveksitas atap 1/10 dan sudut kemiringan bagian belakang kendaraan 10 derajat, pada kecepatan 50 km/jam menghasilkan gaya hambatan sebesar 297,22 kg.m/s2.
ANALISIS UNJUK KERJA TURBIN AIR PADA PUSAT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA) DENGAN KAPASITAS 70 MW Basori; Wismanto Setyadi; Reza Ferdiana
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.502 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.3.3

Abstract

Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan air sebagai sumber energi. Energi potensial dan energi kinetik dari air dirubah menjadi energi mekanik oleh turbin dan kemudian energi mekanik dirubah menjadi energi listrik oleh generator. Seiring berjalannya waktu, unjuk kerja turbin akan mengalami penurunan jika tidak dilakukan pemeliharaan. Penelitian tugas akhir ini menganalisis unjuk kerja turbin air pada PLTA Musi Unit 2 yang telah melakukan major overhaul, karena telah beroperasi selama 40.000 jam. Analisis unjuk kerja turbin air ini mengacu pada standar ASME PTC 18 : 2002. Pengambilan data dilakukan pada lima kondisi yaitu pada saat komisioning, setelah beroperasi 36.000 jam, setelah annual inspection, setelah beroperasi 40.000 jam dan setelah major overhaul. Selanjutnya dilakukan perhitungan dan perbandingan pada lima kondisi untuk mengetahui adanya perbedaan dan penyebab terjadinya penurunan unjuk kerja turbin air. Berdasarkan hasil analisis, setelah dilakukan major overhaul pada turbin air efisiensi mengalami kenaikan sebesar 2,14% yaitu menjadi 85,155% jika dibandingkan dengan efisiensi setelah 40.000 jam. Jika dibandingkan dengan efisiensi setelah 36.000 jam, efisiensi mengalami kenaikan sebesar 1,474% dan jika dibandingkan dengan efisiensi saat komisioning, efisiensi mengalami penurunan sebesar 5,876%. Dengan debit air 19,4 m3/s dan tinggi jatuh air 426,2 m dapat menghasilkan daya masuk sebesar 81,029 MW, maka daya keluar yang dihasilkan oleh turbin air sebesar 69 MW.
PEMODELAN PEROLEHAN MASSA DAN WAKTU REAKSI PIROLISIS SERBUK GERGAJI KAYU JATI Novan Bayu Nugraha; Yusfita Yusuf; Gunawan Refiadi
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.351 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.3.4

Abstract

Proses pirolisis menghasilkan arang, bio-oil dan gas. Untuk pemahaman proses pirolisis, maka mekanisme proses pirolisis didefinisikan dalam model matematika. Penelitan ini adalah kajian teoritik, untuk menentukan model matematika yang digunakan untuk memprediksi perolehan massa dan waktu yang optimum. Penelitian menggunakan persamaan perpindahan panas dan reaksi pirolisis. Variabel yang digunakan adalah temperatur (573, 598, 623, 648, 673 K), dengan sampel serbuk gergaji kayu jati kering. Model cukup baik untuk memprediksi proses pirolisis. Kondisi optimum didapatkan pada temperatur 598 K, dengan waktu reaksi 3 jam 56 menit, produk yang didapatkan adalah 53,2 % dari massa awal biomassa yang terdiri 29,99% arang dan 23,20% bio-oil.

Page 6 of 19 | Total Record : 183