cover
Contact Name
Arief Hidayatullah
Contact Email
arief.stisipbima@gmail.com
Phone
+6281334936780
Journal Mail Official
arief.stisipbima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pierre Tandean Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kombud
ISSN : 24433519     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan sebagai media publikasi karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi, peneliti dan mahasiswa.
Articles 97 Documents
Pengaruh Kemampuan Manajerial Kepala Desa Terhadap Kinerja Perangkat Desa Pada Kantor Desa Doro.O’o Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima Abdul Kadir; Muhammad Dong; Arif Budiman
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2019): Komunikasi Kearifan Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimanakah Pengaruh Manajerial KepalaDesa Terhadap Kinerja Perangkat Desa Pada Kantor Kepala Desa Doro.O’o Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima ? 2. Bagaimana Tanggapan Masyarakat Terhadap Kinerja Perangkat Desa Doro.O’o Terhadap Pelayanan Public Pada Kantor Kepala Desa Doro.O’o Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima ?. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui Pengaruh Manajerial Kepala Desa Terhadap Kinerja Perangkat Desa Pada Kantor Kepala Desa Doro.O’o Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. 2) Untuk mengetahui Pengaruh Manajerial Kepala Desa Terhadap Kinerja Perangkat Desa Pada Kantor Kepala Desa Doro.O’o Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Manfaat Penelitian. 1). Bagi Pemerintah Desa diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk  meningkatkan  kinerja  Kepala  Desa  dan  Perangkat  Desa  dalam    memberikan  pelayanan terbaik terhadap kepentingan publik.  2). Bagi pihak akademisi diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti lain yang ingin mengkaji permasalahan dibidang yang sama. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yakni penelitian deskriptif.dengan menggunakan Mix Methode yakni gabungan dari dua alat pengumpul data adalah wawancara dan angket (kuesioner). Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menurut Sanapiah Faisal (1995) dimaksudkan “ Penelitian deskriptif dimaksudkan sebagai upaya eksplorasi dan klarifikasi mengenai sesuatu fenomena atau kenyataan sosial (karenanya sering pula disebut sebagai penelitian eksplorasi”. Hasil Dan Pembahasan. Direktif Sangat baik nilai oleh responden sebanyak 15 orang atau 50 % Konsulatif Sangat baik 46,47, Partisipatif Sangat baik 50, Delegatif  di nilai Sangat baik 53,33 Kesimpulan  : Dari penjelasan pada bab-bab sebelumnya terutama pada Bab Pembahasan Hasil Penelitian, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : Berdasarkan variabel kaitan dengan kemampuan  manajerial  kepala  desa  terhadap  kinerja  pegawai  dalam  memberikan  pelayanan terhadap masyarakat desa Doro.O’o, baik itu kemampuan Direktif (50 %), Kemampuan Konsulatif (46,67 %), Kemampuan Partisipatif (50 %), dan Delegatif  (53,33 %),  Kepala desa dan perangkat desa Doro.O’o memiliki sikap disiplin hal ini diungkapkan oleh responden sebanyak 53.33 %, Saran-Saran  :   maka  melihat  dari  hasil  olahan   kuesioner  tesebut   maka  disarankan  untuk dipertahankan hasil yang dicapai dan seyogyanya terus dikembangkan   sehingga benar-benar mencapai hasil yang maksimal. !). Dengan melihat hasil analisis data yang diperoleh sangat baik (rata-rata 51,67 %) kaitan dengan kualitas perangkat desa sebagai wujud kualitas hasil kerja perangkat desa desa Doro.O’o, baik tentang Ketepatan dalam menjalankan tugas, Ketelitian dalam menjalankan tugas, Kerapian dalam menghasilkan tugas, dan Kebersihan dalam menghasilkan pekerjaan,   maka disarankan untuk dipertahankan hasil yang dicapai dan seyogyanya terus dikembangkan sehingga benar-benar mencapai hasil yang maksimal.
Pelaksanaan Prinsip Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Langgudu Kabupaten Bima Firmansyah Firmansyah; Arif Budiman; Muhamadong Muhamadong; Hendra Hendra; Firliah Rizkiani
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 2 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arikel ini didasari dari hasil penelitian dengan judul Pelaksanaan Prinsip Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Langgudu Kabupaten Bima Kabupaten Bima. Adapun masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah : Bagaimana pelaksanaan prinsip kesederhanaan, prinsip kejelasan, prinsip ketepatan waktu dan prinsip keterbukaan dalam memberikan pelayanan publik pada Kantor Camat Langgudu Kabupaten Bima ?Penelitian ini bertujuan : untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan prinsip kesederhanaan, prinsip kejelasan, prinsip ketepatan waktu dan prinsip keterbukaan dalam memberikan pelayanan publik pada Kantor Camat Langgudu Kabupaten Bima.Berdasarkan hasil pembahasan, menunjukkan bahwa Pelayanan Publik Oleh Aparatur Kecamatan Terhadap Kepuasan Masyarakat pada Kantor Camat Langgudu Kabupaten Bima, sudah berjalan dengan baik. Hal ini, dapat dilihat dari : Dari pembahasan sebelumnya, dapatlah penulis simpulkan beberapa hal sebagai berikut: (1) Berdasarkan variabel kejujuran sebagai wujud evaluasi pelayanan publik pada Kantor Camat Langgudu, baik tidak menyalahgunakan wewenang dalam pelayanan, transparansi dalam pelayanan,  sikap karyawan dalam pelayanan, maupun kesetiaan dalam pelayanan, maka hasilnya dinilai informan sudah dilaksanakan dengan baik sesuai yang diharapkan. (2) Berdasarkan variabel tanggung jawab pelayanan sebagai wujud evaluasi pelayanan publik pada Kantor Camat Langgudu, baik ketepatan dalam pelayanan, pelemparan tanggung jawab, pemeliharaan dan penggunaan pasilitas kantor, maupun menyadari kepentingan publik, maka hasilnya dinilai informan sudah dilaksanakan dengan baik. (3) Berdasarkan variabel disiplin dalam pelayanan sebagai wujud evaluasi pelayanan publik pada Kantor Camat Langgudu, baik ketaatan pada peraturan yang berlaku, pelaksanaan tugas sesuai jam kerja, kesediaan untuk menerima keluhan (karyawan belum tanggap terhadap keluhan pengguna jasa), maupun kesungguhan karyawan dalam pelayanan, maka hasilnya dinilai informan sudah dilaksanakan dengan baik sesuai yang diharapkan. (4) Berdasarkan variabel diskriminasi pelayanan sebagai wujud evaluasi pelayanan publik pada Kantor Camat Langgudu, baik tindakan pilih kasih dalam pelayanan maupun posisi masyarakat dalam pelayanan, maka hasilnya dinilai informan sudah dilaksanakan dengan baik sesuai yang diharapkan. (5) Berdasarkan indikator keikhlasan dalam pelayanan publik pada Kantor Camat Langgudu, baik kerja tanpa pamrih, kerja tidak mengharapkan balas jasa, kerja secara totalitas, dan kerja dengan loyalitas, maka rata-rata hasilnya sudah cukup baik.
Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dalam Rangka Mengukur Tingkat Kemandirian Daerah di Kabupaten Bima Sahrudin Sahrudin; Hairun Yasin
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 2 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam rangka mengukur tingkat perkembangan daerah Kabupaten Bima. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bima menggunakan data skunder, yaitu Data diambil dari data resmi Dinas Pendapatan Daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bima yang meliputi data target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), data target dan realisai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kinerja keuangan Kabupaten Bima dilihat dari perkembangan penerimaa Pendapatan Asli Daerah pada aspek target dan realisasi rata-rata sebesar 100.70%, dan tingkat kemandirian Kabupaten Bima diukur berdasarkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar 40.64% termasuk dalam pola Konsultif/sedang dimana campur tangan pemerintah pusat mulai berkurang karena dianggap sedikt lebih mampu melaksanakan otonomi daerah dan  menunjukan kinerja keuangan positif.
Implementasi Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No 3 Tahun 2015 (Di Desa Rato Kecamatan Lambu Kabupaten Bima) Soraya Soraya; Nike Ardiansyah
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2019): Komunikasi Kearifan Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sistem pelaksanaan rekrutmen tenaga pendamping Desa (2) Pelaksanaan Peran tenaga pendamping Desa (3) Dan mengetahui Hambatan dan upaya tenaga pendamping Desa Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan jenis pendekatan deskriptif Kualititaf dengan jumlah Informan sebanyak 3 orang yakni, pendamping Desa, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat. Instrumen yang di gunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan dan kesimpulan dan verifikasi. Teknik pengabsahan data dengan menggunkan teknik tringulasi. Hasil penelitian menunjukan  bahwa : (1) Pelaksanaan rekrutmen tenaga pendamping Desa masih belum sesuai dengan Peraturan menteri  Desa No 3 tahun 2015 karena masih rendahnya Pengetahuan dan kapasitas tenaga Pendamping Desa dalam melaksanakan pendampingan Desa. (2) Pelaksanaan Peran tenaga pendamping Desa berdasarkan peraturan menteri  Desa No 3 tahun 2015 belum signifikan di lapangan karena masih banyaknya program Desa belum di dampingi secara maksimal dan di tuntaskan oleh tenaga pendamping Desa. ( 3). Hambatan dan upaya pendamping Desa Berdasarkan Peraturan menteri Desa No 3 tahun 2015 yakni Kurangnya Pengetahuan dan keterampilan tenaga  pendamping desa, Kurangnya komunikasi dan koordinasi dengan aparatur Desa.
Makna Upacara “Kiri Loko” dalam Tradisi Suku Mbojo Di Desa Simpasai Junaidin Junaidin; Tasrif Tasrif
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 2 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dengan judul Makna Pada Upacara Kiri Loko Di Desa Simpasai, dengan permasalahan yang akan di kaji adalah sebagai berikut : 1). Bagaimana Makna  Pada Upacara Kiri Loko Dalam Tradisi Suku Mbojo Di Desa Simpasai. Adapun tujuan dari penelitian untuk mengeetahui Makna Pada Upacara Kiri Loko Di Desa Simpasai, dengan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dalam pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Terdapat beberapa makna dalam Hasil penelitian Makna Pada Upacara kiri loko yaitu makna simbolis dan makna esensi. Makna simbolis membuat rujak dari berbagai jenis buah-buahan memiliki makna bahwa orang yang sedang hamil sangat suka dengan rujak, oha mina (nasi minya) memiliki makna ungkapan rasa bahagia dan gembira keluarga sang bayi kepada Allah SWT, Sholawat Nabi maksudnya mengagung-agungkan Nabi Muhammad SAW yang telah membawa manusia ke jalan keselamatan (Islam). Dama loko (menyentuh perut/mengelus perut) memiliki makna selamatan bayi sampai tujuh keturunan., menghamburkan uang receh di depan pintu rumah memiliki makna membagi-bagikan rejeki, menaburkan bongi mona (beras kuning) memiliki makna kebahagiaan, Do’a/Dzikir melaksanakan dzikir maknanya manusia sebagai hamba Allah SWT harus senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunianya. Makna esensi, Kebahagiaan pada masa kehamilan yang memasuki usia 7 bulan adalah kebahgiaan yang sangat dinantikan oleh kedua keluarga sang bayi Keselamatan sangat diutamakan oleh kedua keluarga dengan acara tradisi kiri loko menyentuh/mengelus-elus dari tujuh kali keatas dan tujuh kali kebawah memiliki makna supaya bayi tersebut pada saat dilahirkan, dilahirkan dengan mudah (selamat) akhirat. Kesyukuran  rasa syukur yang dipanjatkan oleh kedua keluarga yang berhajat kepada Allah SWT SAW karena telah dikaruniai seoranng bayi.Upaya Masyarakat mempertahankan tradisi kiri loko, Masyarakat di Desa Simpasai agar selalu mempertahankan, melestarikan dan untuk mencintai tradisi atau budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan tradisi atau budaya orang lain.
PERSEPSI MASYARAKAT RABANGODU UTARA TENTANG COVID 19 DI KOTA BIMA Putri Pebuyanti; Arief Hidayatullah; Firdaus Firdaus
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 8, No 1 (2021): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR LURAH RABADOMPU BARAT KECAMATAN RABA KOTA BIMA Sri Asmiatiningsih; Mukhlis Ishaka; Mas'ud Mas'ud; Nurlaila Nurlaila
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 8, No 1 (2021): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini didasari dari hasil penelitian ini berjudul Manajemen Pelayanan Publik di Kantor Lurah Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah penerapan prinsip kesederhanaan dalam manajemen pelayanan publik di Kantor Lurah Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima? 2) Bagaimanakah penerapan prinsip kelengkapan sarana dan prasarana dalam manajemen pelayanan publik di Kantor Lurah Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima? 3) Bagaimanakah penerapan prinsip kenyamanan dalam manajemen pelayanan publik di Kantor Lurah Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima?. Adapun tujuan dalam penelitian ini yakni: 1) Untuk mengetahui penerapan prinsip kesederhanaan dalam manajemen pelayanan publik di Kantor Lurah Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima 2) Untuk mengetahui penerapan prinsip kelengkapan sarana dan prasarana dalam manajemen pelayanan publik di Kantor Lurah Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima, dan 3) Untuk Mengetahui penerapan prinsip kenyamanan dalam manajemen pelayanan publik di Kantor Lurah Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) berdasarkan analisis terhadap sejumlah indikator, maka hasilnya sangat sederhana; 2) berdasarkan analisis terhadap sejumlah indikator maka hasilnya sangat lengkap; dan 3) berdasarkan analisis terhadap sejumlah indikator, maka hasilnya sudah sangat nyaman. Ketiga hasil penelitian tersebut telah sesuai dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia No: 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
MAKNA KOMUNIKASI SIMBOLIK SENI TARI BUJA KADANDA DI SANGGAR SENI WADU NOCU PENANA’E KOTA BIMA Ainul Yakin; Rahmi Rahmi; Yayu Rahmawati Mayangsari
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 8, No 1 (2021): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui makna komunikasi simbolik seni tari Buja Kadanda di sanggar seni Wadu Nocu Penana’e Kota Bima. Penelitian ini dilakukan di sanggar seni wadu Nocu Penana’e Kota Bima. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif . Data primer diperoleh dari sumber yang telah di wawancara mandalam kepada pihak yang telah di tentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, disertai observasi langsung di lapangan. Data sekunder diperoleh dari pengumpulan data dokumentasi mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, trasnkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen report, lager agenda dan sebagainya, yang berhubungan dengan topik penelitian. Data yang berhasil di kumpulkan kemudian di analisis dengan menggunakan analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian yang penulis lakukan untuk mengungkap makna simbolik tari Buja Kadanda di sanggar seni Wadu Nocu Penana’e Kota Bima. Makna –makna tersebut dapat diamati dari gerak, iringan, tata rias dan tata busana yang digunakan pada tari Buja Kadanda. Tari buja kadanda bertemakan perjuangan, ada makna kekompakan yang ditunjukkan pada gerakan penyambutan. Gerakan silat (pembukaan ) mengandung makna kesatria, tanggung jawab. Gerakan inti melakukan gaya menggunakan tombak, bermakna keberanian, ketangkasan dan sebagai suatu gerakan kegagahan diri dalam melawan musuh. Gerakan penutup, bermakna memberikan tanda bahwa pertunjukkan tari Buja Kadanda akan segera berakhir. Makna iringan, makna kekompakan terlihat pada tetabuhan yang teratur. Busana Tari Buja Kadanda mengunakan pakaian prajurit (suba) melambangkan suatu karakter tokoh, meiliki makna kegagahan dan kesatriaan seorang prjurit. Nilai sosial dan Budaya, Sebagai Upacara sakral, Sebagai hiburan, Sebagai sarana pendidikan. Dapat di tarik kesimpulan dari makna yang terkandung dalam gerak, iringan, dan tata busana, bahwa tari Buja Kadanda dimaknai sebagai tarian pemberian apresiasi terhadap perjuangan dan ketangkasan prajurit dulu saat mempertahankan tanah Bima, sekaligus memberi pelajaran dan pengetahuan kepada generasi Bima, agar mejadi seorang lelaki harus bertanggung jawab, berani, gagah, dan mempunyai jiwa kesatria, dalam menangani situasi atau permasalahan yang besar.
STRATEGI TOKOH MASYARAKAT DALAM PENANGANAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI DESA RAI OI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Firdaus Firdaus; Junaidin Junaidin; Sita Komariah; Ihwan Ihwan
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 8, No 1 (2021): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di Desa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima dan Untuk mengetahui Strategi komunikasi tokoh masyarakat dalam penanganan KDRT di Desa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima. enis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Desa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Waktu penelitian dilaksanakan selama 3 Bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Pengamatan (observasi), Wawancara dan Dokumentasi. informan dalam penelitian ini yaitu Tokoh Masyarakat, dan Masyarakat yang ada di Desa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima. tehnik analisis data yang digunakan yaitu Analisis data, Reduksi data dan Penarikan kesimpulan. tehnik uji keabsahan data menggunakan tehnik triangulasi sumber. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di Disa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima yaitu; Penghasilan (uang belanja), Masalah asmara (kecemburuan), Intervensi orang tua (mertua), Tidak memperhatikan anak karena lebih banyak melakukan hal lain, Minuman keras (mabuk-mabukkan), dan judi. (2) Strategi tokoh masyarakat dalam penanganan Kekerasan dalam rumah tangga di Desa Rai Oi Kecamatan Sape Kabupaten Bima yaitu; Who (Siapa). Berkaitan dengan komunikator atau orang yang menyampaikan pesan, Says What (Apa). Berkaitan dengan isi pesan yang disampaikan kepada orang lain, Channel (Media). Berkaitan dengan alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan, Whom (Penerima). Berkaitan dengan siapa yang menerima pesan, dan Effect (efek). Berkaitan dengan bagaimana efek setelah pesan itu disampaikan.
STUDI KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MASYARAKAT BEDA AGAMA DI KECAMATAN DONGGO KABUPATEN BIMA Lubis Hermanto; Ariani Rosadi; Fajrul Imam
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 8, No 1 (2021): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Studi Komunikasi Interpersonal Pada Masyarakat Beda Agama Di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima”. Komunikasi sebagai bagian terpenting dari kehidupan manusia telah ditelah sejak berpuluh-puluh bahkan ratusan tahun yang lalu. Pergaulan manusia merupakan salah satu bentuk peristiwa komunikasi dalam masyarakat. Dengan melakukan komunikasi, maka kehidupan di lingkungan masyarakat akan berjalan dengan baik, meskipun berbeda agama seperti yang terjadi pada masyarakat di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Studi Komunikasi Interpersonal Pada Masyarakat Beda Agama di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk menemukan, menganalisis dan menjelaskan komunikasi Interpersonal pada masyarakat beda agama  di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dengan lokasi penelitian di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan key informan dan informan pendukung sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukan, bahwa; 1). Yang berperan sebagai komunikator merupakan tokoh agama yang ada di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima dan anggota masyarakat. Pesan yang disampaikan oleh komunikator cepat direspon oleh komunikan. Informasi yang disampaikan merupakan segala jenis kegiatan keagamaan dan lain-lainnya. 2). Respon yang diberikan oleh komunikan terhadap pesan yang disampaikan sangat baik dan dibuktikan dengan ikut berpartisipasinya dalam kegiatan dan lain-lainya. 3). Media yang digunakan dalam studi komunikasi interpersonal pada masyarakat beda agama di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima adalah secara langsung antara komunikator dan komunikan dalam penyampaian pesan tanpa mengunakan media komunikasi canggih seperti saat ini. Karena masyarakat di Kecamatan Donggo merasa komunikasi yang dilakukan secara langsung dapat mempererat hubungan mereka. 4). Gangguan yang terjadi dalam komunikasi beda agama ini tidaklah terlalu besar, melainkan hanya gangguan kecil dan mudah diatasi secara cepat oleh pelaku komunikasi.  5). Dalam setiap proses komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat beda agama, selalu tampak sikap saling menghargai antara kelompok masyarakat muslim dengan non muslim. Sehingga timbul tanggapan yang positif setiap ada informasi yang disampaikan. Toleransi yang diperlihatkan oleh masyarakat muslim kepada masyarakat non muslim dan sebaliknya, merupakan suatu kesuksesan komunikasi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dalam kehidupan sosial. Masyarakat Donggo hidup dengan rukun tanpa ada tindakan intimidasi dan, diskriminasi terhadap sesama.

Page 9 of 10 | Total Record : 97