cover
Contact Name
Arief Hidayatullah
Contact Email
arief.stisipbima@gmail.com
Phone
+6281334936780
Journal Mail Official
arief.stisipbima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pierre Tandean Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kombud
ISSN : 24433519     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan sebagai media publikasi karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi, peneliti dan mahasiswa.
Articles 97 Documents
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN TENTANG PEMILIHAN UMUM GUBERNUR PROVINSI NTB PERIODE 2018-2023 PADA MEDIA ONLINE BIMAKINI.COM DAN STABILITAS.COM EDISI 15 MEI-23 JUNI 2018 Teti Andriani; Arief Hidayatullah; Mukhlis Ishaka
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5, Nomor 2, Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.039 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pemilihan Umum Gubernur Provinsi NTB, adapun yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui framing berita tentang Pemilihan Umum Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat periode 2018-2023 pada media online Bimakini.com dan Stabilitas.com edisi 15 Mei-23 Juni. Pendekatan dalam penelitian kualitatif yakni kualitatif interpretatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni dengan cara mengunduh data-data pada website media online Stabilitas.com dan Bimakini.com sebagai sumber data utama. Teknik dalam menganalisis data penelitian menggunakan model analisis framing Pan dan Gerald M. Kosicki.  Kemudian hasil dalam penelitian ini adalah bahwa media Online Bimakini.com yang hanya melihat sosok dari kedua pasangan tersebut yang memiliki jiwa sosial tinggi dan ingin lebih dekat dan bersilaturahmi langsung dengan masyarakat NTB. Berbeda dengan media online Stabilitas.com yang membingkai berita tentang Pemilihan Umum Gubernur Provinsi NTB edisi 15 Mei-27 Juni 2018, berita tersebut lebih meyakinkan bahwa pasangan Zul-Rohmi ini akan mendapatkan suara teratas dan pasti akan menang di Kota dan Kabupaten Bima. Jadi, kedua media online tersebut lebih menonjol memberitakan tentang kegiatan dari pasangan cawagub No 3 dan bernilai positif dimata masyarakat, dibandingkan dengan pasangan cawagub yang lainnya.
POLA KOMUNIKASI EDUKATIF ANTARA GURU DENGAN SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 WERA KABUPATEN BIMA ARIANI ROSADI
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.372 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pola Komunikasi Edukatif Antara Guru dengan Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima” Masalah yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penerapan pola komunikasi edukatif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima 2) Bagaimana penerapan pola sosial yang efektif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui penerapan pola komunikasi edukatif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima. 2) Untuk mengetahui penerapan pola komunikasi sosial antara guru dan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitin ini penulis menggunakan teknik snowball sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: pertama, kaitan dengan empat belas indikator dari variabel penerapan pola komunikasi interpersonal antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima, maka dapat disimpulkan bahwa ada komunikasi interpersonal yang baik hal ini ditandai dengan adanya kesediaan guru untuk mendengarkan keluhan setiap siswanya. Untuk membangkitkan motivasi belajar pada diri siswa perlu adanya rasa pengertian dan memahami kondisi maupun keadaan yang dialami oleh setiap siswa. Sikap menyenangkan dan terbuka selalu ditunjukan oleh pembina dalam memberikan arahan dan tuntunan kepada siswa. Kedua, berdasarkan hasil wawancara yang  dilakukan terkait dengan kesebelas indikator dari variabel penerapan pola komunikasi sosial yang efektif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera  Kabupaten Bima, maka dapat disimpulkan bahwa ada komunikasi sosial yang efektif antara guru dengan siswa hal ini ditandai dengan adanya komunikasi yang akrab, hangat dan menyenangkan antara guru dan siswa, serta suasana nyaman dalam lingkungan sekolah. Adanya keberhasilan komunikasi untuk menumbuhkan tindakan nyata dalam pribadi siswa dengan bersikap menghargai orang lain dan mendengarkan apa yang disampaikan lawan bicaranya. Penyampaian yang disampaikan oleh guru dapat di dengar dengan jelas sehingga mampu dimengerti dan dipahami oleh siswanya. Ketiga, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terkait dengan keempat indikator dari variabel dampak komunikasi edukatif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima, maka dapat disimpulkan bahwa upaya mengembangkan pribadi dan potensi siswa sepenuhnya dengan selalu membangun komunikasi yang baik dengan siswa, agar siswa tidak merasa takut dan minder terhadap guru.
PEMILIHAN UMUM DAN KEAMANAN: (Studi Tentang Peran Polres Bima Kota dalam Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat pada Pemilihan Umum tahun 2019) Syarif Ahmad; Akhyar Akhyar
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2019): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.094 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul; Pemilihan Umum dan Keamanan: Studi Tentang Peran Polres Bima Kota dalam Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat pada Pemilihan Umum tahun 2019”. Penelitian dengan latar belakang Pemilu dan Keamanan, berkaitan dengan peran Polres Bima Kota dalam menciptakaan keamanan dan ketertiban masyarakat pada pemilihan umum 2019. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu menggali pelaksaanan tugas Kepolisian Resor Bima Kota dan persepsi masyarakat terhadap kepolisian Bima Kota pada penyelenggaraan Pemilihan umum tahun 2019. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Pemilihan Umum, Teori Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, serta   Teori Persepsi. Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut pemilu adalah sarana kedaulatan  ratkyat untuk memilih  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang dilaksanakan  secara langsung, umum, bebas,  rahasia,  jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik  Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Teori Keamanan dan Ketertiban masyarakat, menjadikan polri sebagai alat negara yang  memiliki tugas dan peran, tidak seluruhnya terkait dengan keamanan negara, tetapi berkaitan dengan ketertiban masyarakat. Karena sebagian besar tugas polisi adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan penegakkan hukum. Tujuan penegakkan hukum tidak terkait dengan keamanan negara, tetapi terkait dengan jaminan ketertiban sosial dan keadilan yang merupakan bagian terpenting dari aspek kesejahteraan. Peran Kepolisian Resor Bima Kota dalam menjalankan tugas dan fungsi utama Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat pada sistem demokrasi dimana diselenggarakannya Pemilihan Umum, perlu ditingkatkan formulasi pada prinsip-prinsip profesionalisme dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pokok Polri. Pelaksanan tugas dan fungus Polri akan dapat dilakukan secara efektif dan akuntabel apabila memenuhi syarat, yaitu adanya konsep dan konsitensi dalam pelaksanaannya. Maksimalisasi peran dan fungsi Polri sebagai lembaga keamanan nasional akan menjamin tegaknya kedaulatan, integritas wilayah, dan perlindungan terhadap warga yang menganut sistem politik demokrasi. Sehingga akan tercipta kondisi keamanan dalam negeri dan penegakkan hukum yang semakin berkeadilan. Meskipun pada kenyataannya, aspek-aspek ekonomi dan kesejahteraan yang mendukung system keamanan nasional masih terbatas, tetapi kemajuan suatu bangsa, termasuk dalam konteks keamanan dan ketertiban masyarakat adalah pentingnya perubahan cara berpikir Polri menjadi Polri profesional. Merubah cara berpikir pada institusi Polri adalah suatu tantangan terbesar yang dihadapi Polres Bima Kota dengan dinamika masyarakat yang terus berkembang. Artinya Polri dituntut untuk mendesain dan memformulasikan metode-metode baru yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat pada wilayah hukum Polres Bima Kota.
EKSPLOITASI ANAK JALANAN DI PANTAI AMAHAMI KOTA BIMA MUHAMAD SUBHAN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.019 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Eksploitasi Anak Jalanan (Studi Kasus Anak Jalanan Di Pantai Amahami Kota Bima)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksploitasi anak jalanan di Pantai Amahami. Eksploitasi Anak jalanan di Pantai Amahami disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari faktor budaya, ekonomi hingga faktor psikologi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan dasar penelitian purposive sampling serta tipe penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka. Informan dalam penelitian adalah  pengemis, pedagang asongan dan pengamen yang bekerja di Pantai Amahami. Untuk menentukan informan  di lakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan anak jalanan yang telah mengalami eksploitasi dari orang tua dan masyarakat tempat anak jalanan bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi anak jalanan disebabkan oleh faktor ekonomi yaitu kemiskinan, pengangguran dan rendahnya pendapatan orang tua. Faktor budaya yaitu persepsi orang tua terhadap nilai anak, penanaman etos kerja sejak dini pada anak. Faktor pendidikan yaitu rendahnya pendidikan orang tua dan tidak adanya pengetahuan orang tua mengenai undang-undang eksploitasi anak dan psikologi faktor individual anak jalanan sendiri. Adapun bentuk eksploitasi adalah eksploitasi fisik dan ekspolitasi psikis. Dampak eksploitasi adalah dampak pendidikan, kesehatan, psikis, dan dampak sosial anak jalanan.
ANALISIS POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL (Studi Antara Masyarakat Pendatang Dengan Masyarakat Lokal Di Desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima) Lubis Lubis Hermanto
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 3 No 1 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.611 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “ANALISIS POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL (Studi Antara Masyarakat Pendatang Dengan Masyarakat Lokal Di Desa Boro Kecamatan Sanggar KabupatenBima)”. Masalah yang dijawab dalam penelitian ini adalah: “Bagaimanakah pola komunikasiinterpersonal antara masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal di Desa Boro KecamatanSanggar Kabupaten Bima.” Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yakni: “Untukmengetahui pola komunikasi interpersonalantara masyarakat pendatang dengan masyarakatlokal di Desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Pembahasan penelitian ini penulismenggunakan jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yangdigunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informannya yaitu masyarakatpendatang dan masyarakat lokal yang ada di Desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima,sedangkan informan kuncinya adalah Kepala Desa Boro, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.Kemudian teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkanwawancara yang peneliti lakukan terhadap informan dan informan kunci (Key Informan) makadapatlah peneliti simpulkan : Pertama, pola komunikasi interpersonal masyarakat pendatangdengan masyarakat lokal merupakan salah satu komunikasi interpersonal yang dilakukanoleh masyarakat berdasarkan kebudayaan yang berlaku di Daerah tersebut dalam berbagaibidang keagamaan, sosial, budaya dan ekonomi. Penyesuain diri dari kelompok pendatangyang berusaha untuk menyatu dan menempatkan diri diantara kelompok masyarakat lokalserta sikap menerima kelompok masyarakat lokal telah menjadikan Desa Boro yang terhindardari konflik dan masyarakat lokal berkomunikasi yang baik dengan masyarakat pendatangkhusunya jalinan komunikasi interpersonal baik yang bersifat verbal maupun non­verbal.Kedua, pola komunikasi interpersonal masyarakat pendatang dengan masyarakat lokalmerupakan pola komunikasi interpersonal individu yang satu dengan yang lain berdasarkan suku, ras, budaya dan lain­lain melalui pertukaran makna baik verbal maupun non verbal. Masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal merupakan masyarakat yang majemuk dalamsegala kegiatan sosial dimasyarakat dan mampu malakukan komunikasi sosial dan berperilakudengan baik serta saling menghargai antara yang satu dengan yang lain guna membangunsecara bersama­sama untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di Desa BoroKecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Ketiga, berdasarkan komunikasi secara interpersonal didapatkan bahwa antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain dimana antaraindividu dari mayarakat pendatang maupun individu dari masyarakat lokal sudah bercampurbaur dengan berbagai pola komunikasi yang bersifat intensive. Baik yang berupa komunikasiverbal dan komunikasi nonverbal secara fleksibel, dinamis sesuai dengan kemampuan skill,pendidikan, pengalaman, maupun karakter masing­masing. Yang pada akhirnya berdampakpada rasa saling percaya, empati, simpati dan saling menerima satu sama lain.
REFORMASI BIROKRASI MELALUI E-GOVERNMENT DALAM SISTEM INFORMASI PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK PADA DINAS KEPENDUDUKAN CATATAN SIPIL KOTA BIMA Tauhid NN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 5, No 2 (2018): Volume 5, Nomor 2, Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.368 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Reformasi Birokrasi Melalui  E-Government Dalam Sistem Informasi Pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik  Pada Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kota Bima. Fokus penelitian ini yaitu Sosialisasi program Elektronik Kartu Tanda Penduduk, Inovasi teknologi, Sistem informasi terintegrasi, kinerja Aparatur Birokrasi pemerintah daerah dan Dukungan publik terhadap penyelenggaraan E KTP. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan pengambilan sumber data primer dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, Penyajian Data (Data Display) dan Penarikan Kesimpulan (Conclusions Drawing). Temuan dari penelitian ini diketahui bahwa:pertama;  Sosialisasi program Elektronik Kartu Tanda Penduduk sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bima, melalui media Pamflet, spanduk, baliho, brosur maupun melalui media elektronik siaran Radio lokal, media internet facebook, website Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bima. Kedua;  Inovasi teknologi dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik sudah  menerapkan system pemerintahan dengan berbasis elektronik. Ketiga;  Sistem informasi terintegrasi dalam  sistem pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) sudah  sesuai penggunaan teknologi terbaru dalam database kependudukan nasional yang penerapannya termasuk di Kota Bima. Keempat;  Reformasi birokrasi dalam penyelenggaraan Kartu Tanda Penduduk elektronik dapat meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Dan kelima; Dukungan publik terhadap penyelenggaraan E KTP di Kota Bima sudah maksimal. Hal ini terlihat dari motivasi masyarakat untuk berhadir dalam perekaman data juga sudah tinggi, terutama pada warga masyarakat di setiap kelurahan..
Dampak Pendidikan Terhadap Perubahan Sosial, Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Desa Terpencil (Studi Di Masyarakat Desa Sai Kabupaten Bima) Firdaus Firdaus; Arief Hidayatullah
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 2 (2019): Komunikasi Kearifan Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.509 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; mendeskripsikan dampak pendidikan terhadap perubahan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat di desa Desa Sai Kabupaten Bima. Salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan dalam individu dan masyarakat yaitu pendidikan. Pada masyarakat Desa Sai Kabupaten Bima perubahan yang disebabkan oleh pendidikan juga sudah banyak terjadi baik itu dari segi struktural masyarakat seperti pola perilaku dan pola interaksi anggota masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, penelitian ini bertempat di Desa Sai Kecamatan Soromandi kabupaten Bima. Tehnik penentuan sampel penelitian yaitu Snowball Sampling, tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu; Observasi, wawancara tak terstruktur dan dokumentasi. Teknik Analisa Data; Reduksi Data, Display Data, Pengambilan Kesimpulan dan Verifikasi. Kesimpulan yaitu; (1) Perubahan Sosial Yang Disebabkan Oleh Pendidikan Di Desa Sai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Bentuk perubahan sosial yang disebabkan oleh pendidikan di Desa Sai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima yaitu: Strata Sosial, Sistem mata pencaharian, Jenis keahlian, Kadaan masyarakat, Sistem pergaulan hidup, Kebutuhan hidup, Sarana dan prasarana desa, dan Interaksi social. (2) Perubahan Budaya Yang Disebabkan Oleh Pendidikan Di Desa Sai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Pada masyarakat Desa Sai perubahan kebudayaan juga terjadi, perubahan-perubahan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, namun berikut ini perubahan budaya yang disebabkan oleh pendidikan, yaitu; Bahasa, Sistem Pengetahuan, Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial, Sistem peralatan hidup atau teknologi (Alat pertanian dan Alat-Alat  nelayan), Sistem Mata Pencaharian Hidup, Sistem religi (kepercayaan akan keberadaan parafu atau roh nenek moyang yang suci), Kesenian (Seni ukir, Seni suara dan Seni tari). Selain dari ketujuh unsur budaya diatas perubahan budaya yang disebabkan oleh pendidikan dimasyarakat desa sai juga terdapat dari budaya yang berubah yaitu; budaya weha rima dan budaya teka ra ne,e. (3) Perubahan Ekonomi Yang Disebabkan Oleh Pendidikan Di Desa Sai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima. Pada masyarakat desa sai, tingkat pendidikan yang tinggi memungkinkan untuk peningkatan kesejahteraan hidup masyarkat di Desa Sai. Perubahan ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Sai seperti: Sistem mata pencaharian yang kompleks, Jenis tanaman pertanian yang komleks, Jenis peternakan yang kompleks dan Transportasi darat dan air yang lancar.
PEREMPUAN DAN KELUARGA (STUDI PADA PEREMPUAN MEMPERTAHANKAN KELUARGA BERMASALAH DI KELURAHAN MAGGEMACI KECAMATAN MPUNDA KOTA BIMA) SITI NURBAYAN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.448 KB)

Abstract

Keluarga bermasalah merupakan keluarga monogami yang mempertahankan keutuhan rumah tangga, namun kehilangan peran dan fungsi dalam keluarga, kesetiaan atas nama status monogami hanya sekedar mempertahankan identitas tetapi prosesnya tidak adanya realisasi fungsi masing-masing dalam keluarga, bahkan berani membagi jenis kelamin kepada orang lain, Namun hal ini tidak menjadikan perempuan untuk mengakhiri rumah tangganya dan tetap mempertahankannya. Padahal perkembangan kehidupan keluarga bermasalah tidak memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan anaknya, kebiasaan orang tua dalam keluarga bermaslah akan ditiru oleh anak-anak dalam kehidupan berkelanjutaan. Dengan demikian yang menjadi pemicu peneliti untuk mengetahui penyebab perempuan mempertahankan keluarga bermasalah.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pegumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling yakni mengambil informan dengan kriteria tertentu sehingga mendapatkan 7 orang perempuan dalam keluarga bermasalah. Kemudian analisis dan uji keabsahan data dengan memperhatikan triangulasi sumber, waktu kemudian penarikan kesimpulan.hasil penelitian ini menunjukan bahwa kehidupan perempuan dalam keluarga bermasalah ibaratkan berada dalam satu tempat yang dikelilingi oleh bara api yang menyalah dan panas, namun tetap mempertahankan rumah tangga dengan pertimbangan anak, tidak menerima perubahan status, kekeliruan memahami agama, atas pertimbangan ini berdampak pada perkembangan sikologi anak yang tidak sehat sehingga menjadikan rumah tangga dijalankan dengan sia-sia, karena kesuksesan rumah tangga tergantung dari baik dan tidaknya sikap dan perilaku anak yang menjadi buah kehidupan rumah tangganya.
BENTUK KOMUNIKASI PEMERINTAH DESA DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA INA SEI DI DESA NANGAWERA KECAMATAN WERA Tasrif, Tasrif; Sauki, Muhammad; Indrawansyah, Indrawansyah
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 1 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pariwisata menjadi penting bagi suatu daerah. Sektor pariwisata menjadi salah satu sumber pemasukan bagi daerah. Termasuk bagi pemerintahan Desa Nangawera Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Berangkat dari kondisi tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan judul bentuk komunikasi yang dilakukan pemerintah desa dalam mengembangkan pariwisata ina sei di Desa Nangawera  Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bentuk komunikasi yang dilakukan pemerintah desa dalam mengembangkan pariwisata ina sei di Desa Nanga Wera. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode kualitatif menggunakan beberapa bentuk pengumpulan data seperti transkip wawancara, observasi, serta analisis dokumen. Teknik analisis data digunakan dalam penelitian adalah analisis data kualitatif, yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil temuan penelitian dan analisis yang dilakukan, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa bentuk komunikasi yang dilakukan Dinas Pariwisata dalam pengembangan pariwisata Ina Sei di Kabupaten Bima tersebut, lebih mengedepankan komunikasi kelompok, seperti mengadakan pelatihan-pelatihan, seminar, workshop dimana komunikasi tersebut di lakukan agar pariwisata yang di maksud dapat berkembang di Bima, khususnya Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima yang menjadi objek penelitian. Dalam hal ini Dinas Pariwisata Bima juga bekerja sama dengan pihak lain, seperti Dinas Perhubungan, BKSDA, Dinas Lingkungan, Dinas Perizinan, Dinas Pendapatan dan lainnya, agar kegiatan pariwisata dapat berjalan dengan lancar dan mudah. Menyangkut Program-program yang telah dilakukan dinas pariwisata dalam pengembangan pariwisata Ina Sei di Kabupaten Bima meliputi : Gerakan Sadar Wisata, pelatihan Guide, pelatihan Home Stay, FGD serta sosialisasi-sosialisasi lain, yang mendukung penerapan Pariwisita Ina Sei. Ada beberapa Faktor menghambat proses pengembangan pariwisata Ina Sei di Bima, berkaitan dengan mindset masyarakat yang salah terhadap konsep wisata Ina Sei, kurangnya pemahaman masyarakat, kurangnya dana, kurang fasilitas, serta kurangnya sumber daya manusia di bidang pariwisita. Untuk solusi dalam mengatasi hambatan tersebut, yaitu dengan memberikan pemahaman bagaimana sebenarnya pengembangan pariwisata Ina Sei yang dimaksud, serta perlunya kerja sama yang baik antara pihak pemerintah dengan masyarakat untuk mensukseskan pengembangan pariwisata Ina Sei. Adapun keberhasilan yang telah di capai Dinas Pariwisata adalah saat ini lebih mudah mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama di sekitar objek wisata, bagi pengelola objek wisata sudah mulai membuat plat-plat peringatan tentang kebersihan walaupun masih sederhana, dan tersedianya mushallah di tempat objek wisata, keberhasilan lain terkait dengan keterangan sertifikasi halal usaha yang sebagian masyarakat setempat sudah mulai membuatnya.
Komunikasi Nonverbal Guru Terhadap Siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima Firdaus Firdaus; Arief Hidayatullah; Sita Komariah
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 1 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi nonverbal guru dengan siswa ABK di SLB Negeri 1 Kota Bima. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: komunikasi nonverbal yang terjadi antara guru dengan siswa ABK memiliki perbedaan masing-masing, dimana dalam komunikasinya akan dibutuhkan cara-cara yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dari anak tersebut. Penerapan media maupun metode komunikasi dilakukan agar anak penyandang disabilitas akan lebih mudah untuk memahami apa yang disampaikan oleh gurunya, karena siswa yang mengalami kelainan fisik maupun mental sangat membutuhkan pelayanan khusus dari seorang guru. Dalam proses komunikasi nonverbal berlangsung, menggunakan beberapa jenis komunikasi nonverbal, seperti komunikasi objek digunakan untuk anak penyandang tunarungu, komunikasi sentuhan untuk anak penyandang tunanetra, dan beberapa jenis komunikasi nonverbal lainnya. Hal ini menunjukan bahwa komunikasi yang berlangsung sangatlah berbeda, tergantung dari pada jenis ketunaan yang dialami oleh siswa. Dalam proses belajar mengajar, guru berperan aktif dalam menyampaikan materi.

Page 6 of 10 | Total Record : 97