cover
Contact Name
Arief Hidayatullah
Contact Email
arief.stisipbima@gmail.com
Phone
+6281334936780
Journal Mail Official
arief.stisipbima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pierre Tandean Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kombud
ISSN : 24433519     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan sebagai media publikasi karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi, peneliti dan mahasiswa.
Articles 97 Documents
Kepatuhan Dan Perilaku “Covidiot” Masyarakat Pada Protokol Covid-19 (Studi Kasus di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima) Muhammad Iptidaiyah; Abdul Kadir; Junaidin Junaidin; Ahmad Usman
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 2 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam pembatasan sosial fisik di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima. 2) Untuk mengetahui kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam penggunaan alat pelindung diri (masker) di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima. 3) Untuk mengetahui kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam menjaga kebersihan diri (cuci tangan) di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima. 4) Untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku “covidiot” masyarakat pada Covid-19 di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini di antaranya : pegawai kelurahan, pengurus lembaga sosial kelurahan, tokoh masyarakat dan masyarakat umum di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima. Penentuan informan dalam penelitin ini penulis menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitiannya yakni: pertama, sehubungan dengan kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam pembatasan sosial fisik di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima, hasilnya masyarakat belum patuh terhadap protokol Covid-19. Kedua, sehubungan dengan Kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam penggunaan alat pelindung diri (masker) di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima, hasilnya masyarakat belum patuh terhadap protokol Covid-19. Ketiga, sehubungan dengan kepatuhan masyarakat pada Protokol Covid-19 dalam menjaga kebersihan diri (cuci tangan) di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima, hasilnya masyarakat belum patuh terhadap protokol Covid-19. Keempat, bentuk-bentuk perilaku covidiot masyarakat pada Covid-19 di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima, teridentifikasi, sebagai berikut : menyangkal; merasa kebal; memberontak; impulsif; berpikir covid-19 adalah alat politik; dan egois.
Bentuk Komunikasi Pemerintah Desa dalam Mengembangkan Pariwisata Ina Sei di Desa Nangawera Kecamatan Wera Tasrif Tasrif; Muhammad Sauki; Junaidin Junaidin; Indrawansyah Indrawansyah
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 1 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pariwisata menjadi penting bagi suatu daerah. Sektor pariwisata menjadi salah satu sumber pemasukan bagi daerah. Termasuk bagi pemerintahan Desa Nangawera Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Berangkat dari kondisi tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan judul bentuk komunikasi yang dilakukan pemerintah desa dalam mengembangkan pariwisata ina sei di Desa Nangawera  Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bentuk komunikasi yang dilakukan pemerintah desa dalam mengembangkan pariwisata ina sei di Desa Nanga Wera. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode kualitatif menggunakan beberapa bentuk pengumpulan data seperti transkip wawancara, observasi, serta analisis dokumen. Teknik analisis data digunakan dalam penelitian adalah analisis data kualitatif, yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil temuan penelitian dan analisis yang dilakukan, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa bentuk komunikasi yang dilakukan Dinas Pariwisata dalam pengembangan pariwisata Ina Sei di Kabupaten Bima tersebut, lebih mengedepankan komunikasi kelompok, seperti mengadakan pelatihan-pelatihan, seminar, workshop dimana komunikasi tersebut di lakukan agar pariwisata yang di maksud dapat berkembang di Bima, khususnya Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima yang menjadi objek penelitian. Dalam hal ini Dinas Pariwisata Bima juga bekerja sama dengan pihak lain, seperti Dinas Perhubungan, BKSDA, Dinas Lingkungan, Dinas Perizinan, Dinas Pendapatan dan lainnya, agar kegiatan pariwisata dapat berjalan dengan lancar dan mudah. Menyangkut Program-program yang telah dilakukan dinas pariwisata dalam pengembangan pariwisata Ina Sei di Kabupaten Bima meliputi : Gerakan Sadar Wisata, pelatihan Guide, pelatihan Home Stay, FGD serta sosialisasi-sosialisasi lain, yang mendukung penerapan Pariwisita Ina Sei. Ada beberapa Faktor menghambat proses pengembangan pariwisata Ina Sei di Bima, berkaitan dengan mindset masyarakat yang salah terhadap konsep wisata Ina Sei, kurangnya pemahaman masyarakat, kurangnya dana, kurang fasilitas, serta kurangnya sumber daya manusia di bidang pariwisita. Untuk solusi dalam mengatasi hambatan tersebut, yaitu dengan memberikan pemahaman bagaimana sebenarnya pengembangan pariwisata Ina Sei yang dimaksud, serta perlunya kerja sama yang baik antara pihak pemerintah dengan masyarakat untuk mensukseskan pengembangan pariwisata Ina Sei. Adapun keberhasilan yang telah di capai Dinas Pariwisata adalah saat ini lebih mudah mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama di sekitar objek wisata, bagi pengelola objek wisata sudah mulai membuat plat-plat peringatan tentang kebersihan walaupun masih sederhana, dan tersedianya mushallah di tempat objek wisata, keberhasilan lain terkait dengan keterangan sertifikasi halal usaha yang sebagian masyarakat setempat sudah mulai membuatnya.
Kebiasaan Makan dan Fungsi Sosial Makanan bagi Masyarakat Wilayah Adat Mee Pagoo (Studi Pada Mahasiswa Kesehatan di Wilayah Adat Mee Pagoo) Nur Susan Iryanti
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 2 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara garis besar masyarakat Papua digolongkan menjadi dua kelompok masyarakat, yaitu masyarakat pedalaman (pegunungan) dan masyarakat pesisir. Kedua kelompok masyarakat ini hidup pada kondisi ekologi dan iklim yang berbeda. Kondisi ekologi yang berbeda membuat kebiasaan makan masyarakat menjadi berbeda. Maka hal ini berdampak pada terjadinya perbedaan kebiasaan makan dan definisi fungsi sosial makanan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari studi ini adalah menganalisisi kebiasaan makan dan fungsi sosial makanan bagi masyarakat wilayah adat Mee Pagoo. Penelitian ini dilakukan pada perwakilan mahasiswa STIKes Persada Nabire yang berasal dari wilayah pengunungan dan pesisir Wilayah adat Mee Pago. Waktu penelitian dilaksanakan Pada bulan Oktober 2020. Instrumen penelitian yang digunakan adalah daftar pertanyaan yang disusun dalam kuesioner. Hasil studi menemukan bahwa kebiasaan konsumsi pangan dipengaruhi oleh variabel lingkungan, dimana pemilihan bahan makanan, proses pengolahan makanan, pola konsumsi pangan antara  masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan pesisir berbeda. Kebiasaan makan terbentuk dan tertanam sesuai dengan budaya yang ada di masing-masing keluarga. Suatu kelompok masyarakat dapat merubah kebiasaan makan mengikuti kebisaan masyarakat tempat tinggalnya sekarang karena adanya variasi pemilihan bahan pangan dan proses pengolahannya yang beragam.
Mbolo Weki dan Mbolo Rasa sebagai Manifestasi Budaya Kasama Weki (Studi pada Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima) Wawan Mulyawan; Akhyar Akhyar; Muhammad Iptidaiyah; Ahmad Usman
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 2 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mendeskripsikan kegiatan mbolo weki dan mbolo rasa masyarakat pada tahap sebelum acara hajatan di Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima. 2) Untuk mendeskripsikan kegiatan mbolo weki dan mbolo rasa masyarakat pada tahap pelaksanaan acara hajatan di Kelurahan Rabadompu Timur Kota Bima. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini di antaranya : pegawai kelurahan, pengurus lembaga sosial/kemasyarakatan kelurahan, masyarakat umum, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Kelurahan Kumbe Kota Bima. Penentuan informan dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitiannya yakni: pertama, kaitan dengan kegiatan mbolo rasa masyarakat dalam tahap sebelum acara hajatan, hasilnya sudah dilaksanakan sesuai dengan aturan adat yang secara turun-temurun diwariskan walaupun tidak tertulis dan juga anjuran dalam ajaran agama Islam (QS Ali Imron (3):159). Kedua, kaitan dengan kegiatan dalam tahap pelaksanaan acara hajatan mbolo weki dan mbolo rasa, hasilnya sudah dilaksanakan sesuai dengan aturan adat yang secara turun-temurun diwariskan walaupun tidak tertulis dan juga anjuran dalam ajaran agama Islam (QS Ali Imron (3):159).
Public Speaking dan Gaya Kepemimpinan Birokrat pada Instansi Pemerintahan (Studi kasus di kelurahan Penaraga Kota Bima) Ariani Rosadi; Lubis Hermanto; Ahmad Hidayat
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 2 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul Penelitian “Public speaking dan gaya kepemimpinan birokrat pada Instansi Pemerintahan ( Studi kasus di Kelurahan Penaraga Kota Bima)”. Masalah penelitian ini adalah bagaiman public speaking dan gaya kepemimpinan birokrat pada instansi Pemerintah Kelurahan Penaraga Kota Bima?. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi Public speaking birokrat gaya kepemimpinan birokrat pada instansi pemerintahan di Kelurahan Penaraga Kota Bima. Jenis penelitian  yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah  birokrat lurah dan sekertaris lurah Kelurahan Penaraga .Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi dayta, penyajian data, pengambilan kesimpulan dan verifikasi data. Berdasarkan analisis deskriptif kualitatif, maka hasil penelitian yang diperoleh yaitu  Perbedaan Public Speaking di kalangan birokrat dan gaya kepemimpinannya diantaranya dilatar belakangi oleh sudut pandang tentang pengetahuan dan latar belakang pendidikan serta pengalaman karier sebelumnya. Namun demikian, mereka memperhatikan unsur lain dalam berbicara yaitu berbudaya dan berbahasa di tengah masyarakat agar mudah dipahami. Pada realitasnya, tidak semua birokrat pernah dan paham terhadap konsep public speaking sebagai ilmu pengetahuan. Adapun saran dari peneliti adalah sebagai berikut pertama, pemerintah pusat harus mengadakan kegiatan pelatihan untuk public speaking kepada para birokrat. Kedua,  para birokrat harus pandai mengkaji lebih dalam tentang tehnik penguasaan public speaking. Dan Ketiga, menjaga identitas gaya kepemimpinan yang melekat secara posistif dan tidak otoriter di mata masyarakat.
Strategi Komunikasi Balai Taman Nasional Tambora dalam Pengembangan Kawasan Oi Marai Sebagai Kawasan Wisata Wardiman Wardiman; Arief Hidayatullah; Sita Komariah
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 2 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tempat wisata yang terdapat di kabupaten Bima adalah Wisata Oi Marai di kecamatan Tambora tepatnya di desa Kawinda To’i. Wisata Oi Marai merupakan salah satu objek wisata yang sangat digemari oleh wisatawan Bima. Oi Marai ini dikenal sebagai tempat wisata yang sangat indah dengan keunikan alam nya di sertai dengan air terjun yang ada di dalam nya. Oleh karena itu, peranan Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) dalam usaha untuk pengembangan suatu daerah tujuan wisata menjadi penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan informasi bagi calon wisatawan mengenai daya tarik daerah tujuan wisata yang akan di kunjungi. Promosi dilakukan sebagai usaha untuk memperbesar daya tarik objek wisata yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi Balai Taman Nasional Tambora dalam pengembangan kawasan Oi Marai Sebagai Kawasan Wisata. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif. Teknis pengumpulan data dengan wawancara, observasi, studi dokumen dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Startegi Komunikasi Balai Taman Nasional Tambora dalam Pengembangan Kawasan Oi Marai Sebagai Kawasan Wisata berjalan efektif. Elemen bauran promosi yang di terapkan oleh Humas Taman Nasional Tambora yaitu, periklanan, pemasaran langsung, penjualan personal, pemasaran interaktif, publikasi, promosi mulut ke mulut, dan public relation, penelitian ini menentukan bahwa penerapan komunikasi bauran pemasaran dan bauran promosi yang diterapkan oleh Humas Taman Nasional Tambora sudah cukup baik jika dilihat dari meningkatnya jumlah pengunjung Wisata Oi Marai yang ada di desa Kawinda To’i Kecamatan Tambora Kabupaten Bima.
Pola Penanganan Bencana Berbasis Masyarakat Pada Dinas Sosial Kabupaten Bima Abdul Kadir; Ahmad Usman; Salahuddin Salahuddin
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2019): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola Penanganan Bencana Berbasis Masyarakat pada Dinas Sosial Kabupaten Bima; Tujuan penenlitiannya, yaitu: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan pola penanganan pra bencana berbasis masyarakat pada Dinas Sosial Kabupaten Bima. 2) Untuk mengetahui pelaksanaan pola penanganan saat terjadi bencana berbasis masyarakat pada Dinas Sosial Kabupaten Bima. 3) Untuk mengetahui pelaksanaan pola penanganan pasca bencana berbasis masyarakat pada Dinas Sosial Kabupaten Bima. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknikpurposive sampling adalah teknik sampling yang informannya diambil secara sengaja berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rasional peneliti. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskripti fkualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: pertama, berdasarkan pelaksanaan pola penanganan pra bencana alam, baik dalam bentuk kegiatan: pendidikan peningkatan kesadaran bencana, latihan penanggulangan bencana, penyiapan teknologi tahan bencana, membangun sistem sosial yang tanggap bencana, maupun perumusan kebijakan-kebijakan penanggulangan bencana, maka hasilnya sudah sangat baik dan telah sesuai dengan filosofi kerja, tugas pokok, fungsi, dan standar operasional prosedur manajamen bencana pada Dinas Sosial Kabupaten Bima. Kedua, berdasarkan pelaksanaan pola penanganan saat terjadi bencana alam, baikdalambentuk: evakuasi korban, pertolongan pertama pada korban dan penampungan darurat, pelayanan dapur umum, tracing and mailing service, pelayanan sosial dan kesehatan, misalnya pengadaan air bersih dan sanitasi, pendistribusian barang bantuan, maupun dukungan psikologis (psychological support), maka hasilnya sudah sangat baik dan telah sesuai dengan filosofi kerja, tugas pokok, fungsi, dan standar operasional prosedur manajamen bencana pada Dinas Sosial Kabupaten Bima. Ketiga, berdasarkan pelaksanaan pola penanganan pasca bencana alam,  baik dalam bentuk: pemulihan, rehabilitasi, maupun rekonstruksi, maka hasilnya sudah sangat baik dan telah sesuai dengan filosofi kerja, tugas pokok, fungsi, dan standar operasional prosedur manajamen bencana pada Dinas Sosial Kabupaten Bima.
Pendekatan Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak dalam Mengedukasi Literasi Media (Studi pada masyarakat Desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima) Rahmi Rahmi; Yayu Rahmawati Mayangsari
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 2 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Pendekatan Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak dalam Mengedukasi Literasi Media (Studi pada masyarakat Desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima). Rumusan masalah yang diangkat yaitu bagaimana pendekatan komunikasi interpersonal yang dilakukan orang tua dalam mengedukasi literasi media. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pendekatan komunikasi interpersonal orang tua dan anak dalam mengedukasi literasi media. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh mayarakat, tokoh agama, tokoh gender yang juga merangkap sebagai orang tua. Hasil Penelitian yaitu pendekatan komunikasi interpersonal yang dilakukan orang tua dalam mengedukasi anak tentang literasi media yaitu pendekatan informatif, dialogis, dan persuasif. Sedangkan untuk pendekatan instruktif tidak dapat menghasilkan komunikasi yang efektif. 
Interaksi Sosial Masa Pandemi Covid-19 (Studi pada Masyarakat di Kelurahan Nungga Kota Bima) Firdaus Firdaus; Junaidin Junaidin; Surip Surip
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 2 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui Interaksi Sosial Masa Pandemi Covid-19 Di Kelurahan Nungga Kota Bima. Penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kelurahan Nungga kecamatan Rasanae Timurt Kota Bima. Informan dipilih secara Snowball (dengan memiliki Kritirea inklusi) dan Key Person. Tehni pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam peneletian ini yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Teknik uji keabsahan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi. Interaksi sosial yang terjadi di masyarakat nungga Kota Bima pada era Covid-19, Masyarakat Nungga awalnya menghentikan segala sesuatu yang berkaitan dengan interaksi dengan masyarakat lain dan hanya beraktifitas dalam rumah saja, karena terdesak akan kebutuhan hidup seperti makanan yang harus terpenuhi maka masyarakat nungga akhirnya keluar rumah namun dengan menerapkan prokol pencegahan covid dalam beraktivitas seperti memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mencuci tangang dan tidak keluar rumah kecuali hal yang mendesak. Melihat orang-orang yang mengenakan perlengkapan pencegahan Covid-19 masyarakat Nungga menjadi was-was atau cemas akan keselatan mereka dari virus ini, sehingga mereka hanya keluar rumah seperlunya saja. Selain itu pada masyarakat nungga Kota Bima dalam berinteraksi saling mengingatkan tentang Corona juga terjadi dan biasanya ini terjadi pada saat masyarakat hendak melakukan sentuhan fisik seperti salaman dan cium pipi kanan dan cium pipi kiri (perempuan) yang biasanya juga mereka lupa tentang Corona, karena salaman bagi masyarakat nungga adalah interaksi yang wajib jika bertemu dan berpisah. Dengan pemasangan spanduk sosialisasi Virus Corona diharapkan masyarakat nungga tahu tentang Virus Corona, bagaimana penyebarannya dan bagaimana pencegahannya, selain dari itu pemasangan spanduk pelarangan untuk berinteraksi dengan masyarakat lain juga dimaksudkan untuk mencegah penuraran Virus Corona, maksud dari pemasangan portal adalah untuk menghidari warga lain untuk sementara tidak diperkenankan untuk datang berkunjung dan pembatasan masyarakat nungga agar tidak melakukan kontak dengan masyarakat luar demi keselamatan, maksud pemasangan pos jaga di tiap pintu masuk adalah untuk menjaga agar tidak ada warga yang keluar masuk sembarangan dan kalaupun terpaksa untuk keluar masuk harus di periksa dulu suhu tubuhnya untuk keselamatan masyarakat nungga, Virus Corona Satu orang terjangkit maka semua akan ikut terjangkit.
Tampilan Pesan Diri Pemain Ntumbu Tuta dalam Tarian Tradisional Mpa’a Ntumbu di Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Yayu Rahmawati Mayangsari; Rahmi Rahmi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 7, No 2 (2020): KOMUNIKASI DAN KEBUDAYAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Tampilan pesan diri pemain Ntumbu Tuta di depan panggung dalam tarian tradisional mpa’a Ntumbu di Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima (2) Tampilan pesan diri pemain Ntumbu Tuta di belakang panggung dalam tarian tradisional mpa’a Ntumbu di Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penentuan informan, penulis menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan menetapkan kriteria-kriteria tertentu untuk menentukan informan. Kriteria dalam memilih informan adalah: (1) Memiliki pengalaman sebagai penari Ntumbu Tuta minimal 3 kali, (2) Memahami tarian Ntumbu Tuta secara mendalam, (3) Sering mengikuti  pentas tarian Ntumbu Tuta. Hasil dari penelitian ini menunjukka bahwa:  pertama, tampilan pesan diri pemain ntumbu tuta  di panggung belakang disampaikan secara verbal maupun nonverbal. Pesan secara verbal disampaikan secara lisan berupa rapalan-rapalan doa yang dibacakan pada saat ritual kalondo genda maupun doa yang dibacakan guru doa untuk kemudian ditiupkan ke air yang akan diminumkan kepada para pemain yang akan melakukan ntumbu tuta agar mereka menjadi kebal. Sedangkan pesan secara nonverbal disampaikan melalui ritual-ritual yang dilakukan sebelum memulai permainan ntumbu tuta seperti berwudhu sebelum berangkat ketempat pertunjukan. Kemudian meminum dan mengusap air yang telah ditiupkan doa oleh guru doa. Kedua,tampilan pesan diri pemain ntumbu tuta di panggung depan disampaikan secara verbal namun mayoritas disampaikan secara nonverbal. Permainan ntumbu tuta Diawali dengan alunan melodi silu (serunai) dan kemudian tabuhan genda (gendang). Sedangkan pesan secara non verbal disampaiakan memalui gerakan-gerakan yang dilakukan yaitu yang pertama gerakan Wura bongi monca (menabur beras berwarna kuning), gerakan mbiri sala (hadap salam), gerakan horma (hormat). Setelah gerakan penghormatan dilanjutkan dengan lampa sese (jalan jinjit), kemudian dilanjutkan dengan gerakan ntumbu atau saling membenturkan kepala satu sama lain yang bermakna kekuatan, ketangguhan dan keberanian sang kesatria. Usai melakukan ntumbu dilanjutkan dengan dengan gerakan ruku hade (penutup).

Page 8 of 10 | Total Record : 97