cover
Contact Name
ricky Irawan
Contact Email
rickyirawan@isi-dps.ac.id
Phone
+6285694109326
Journal Mail Official
jomsti@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Program Studi Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar. Jalan Nusa Indah, Denpasar 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Journal of Music Science, Technology, and Industry (JOMSTI)
ISSN : -     EISSN : 26228211     DOI : https://doi.org/10.31091
Journal of Music Science, Technology, and Industry is a scientific media disseminating science, technology, aesthetic, and industry of music in relation to its uses in the society. JOMSTI is published with a focus on philosophy, aesthetic, concept, and theory of music; music analysis and genre; music education and learning; specific and/or common, traditional and/or modern, local and/or global music history and entity; music application, practice, show or performance, and technology; production, distribution, and consumption in music industrialization; anthropology, sociology, and psychology of music.
Articles 159 Documents
Peran Penggunaan Sequencer dalam Pertunjukan Musik Langsung Band Nineteenninex Hendrawan, Danu
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: penelitian ini menguji peran penggunaan sequencer dalam pertunjukan musik live band NineteennineX. Metode penelitian: menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana sequencer mempengaruhi aspek pertunjukan musik live seperti kualitas audio, pengalaman pendengar, keterlibatan penonton, dan kreativitas antara musisi dan teknologi. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa sequencer memainkan peran penting dalam mengelola kompleksitas aransemen musik NineteennineX selama pertunjukan live. Sequencer memungkinkan band untuk memprogram dan memicu backing track yang mencakup berbagai instrumen tambahan, efek suara, dan ritme kompleks yang sulit dimainkan secara manual. Implikasi: Penggunaan sequencer juga memungkinkan manipulasi tempo, pola ritme dan dinamika secara langsung selama pertunjukan. Namun, penggunaan sequencer juga menghadirkan tantangan teknis seperti latensi dan potensi kerusakan perangkat. NineteennineX mengatasi hal ini melalui optimalisasi konfigurasi perangkat, simulasi pra-performa, dan persiapan menyeluruh.
Strategi Pencapaian Nada Tinggi “Tak Ingin Usai” Keisya Levronka dalam Acara Anugerah Industri Muzik Malaysia Prasetya, I Komang Wahyu; Sudirana, I Wayan; Ardini, Ni Wayan
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Keisya Levronka penyanyi muda Indonesia yang melejit lewat keikutsertaannya dalam ajang pencarian bakat Indonesian Idol tahun 2019-2020 merilis beberapa lagu, salah satunya bertajuk "Tak Ingin Usai" (Never Want to End). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk fokus pada strategi mencapai nada tinggi dalam lagu tersebut. Metode penelitian: metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, bahkan studi dokumen. Penelitian ini menggunakan teori analisis bentuk musik dan teori teknik vokal. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai nada tinggi pada lagu “Tak Ingin Usai”, Keisya Levronka dapat menggunakan beberapa strategi vokal yang baik, antara lain teknik pernapasan, melatih intonasi, dan mempersiapkan diri sebelum tampil atau melakukan pemanasan vokal. Implikasi: diskusi ini memberikan kontribusi dalam strategi menyanyi dengan menganalisis kasus lagu Keisya Levronka.
Peran Lagu “Pelukku untuk Pelikmu” pada Film ”Imperfect” Awaliyah, Mia Syifa; Gunara, Sandie
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi peran lagu “Pelukku untuk Pelikmu” karya Fiersa Besari dalam film “Imperfect” sebagai elemen integral dalam menciptakan pengalaman sinematik yang mendalam. Musik dalam pembuatan film masa kini tidak lagi sebatas pelengkap visual, namun sudah menjadi bahasa emosional yang mampu meresap dan mengungkapkan makna dan perasaan tokoh dalam cerita. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang terfokus pada film “Imperfect” dan lagu “Pelukku untuk Pelikmu.” Metode observasi dan rekam digunakan untuk mengumpulkan data observasi, dengan fokus pada reaksi penonton terhadap lagu tersebut selama pemutaran. Hasil dan pembahasan: Lagu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang sonik tetapi juga sebagai narator emosional yang memperkuat pesan film. Pencipta lagu, yaitu Fiersa Besari, menguatkan pemikiran bahwa menjadi diri sendiri adalah kunci kebahagiaan, dan lagu menjadi media penyampaian pesan dan motivasi positif. Implikasi: hasil penelitian ini dapat menjadi landasan untuk memahami lebih jauh peran musik dalam sinematografi dan berkontribusi pada penelitian tentang integrasi musik dalam konteks pembuatan film modern.
Analisis Konten Wacana Kesehatan Mental dalam Karya Musik Billie Eilish Bianti, Sabila Riska; Wibowo, Kunto Adi; Rahmawan, Detta
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: artikel ini membahas permasalahan permasalahan kesehatan jiwa yang semakin marak dan sering dialami oleh sejumlah orang. Sebagai salah satu cara katarsis, musik bisa menjadi media untuk melampiaskan emosi seseorang akibat gangguan jiwa. Metode penelitian: dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis isi kuantitatif untuk menganalisis ada tidaknya wacana kesehatan mental dalam lagu-lagu Billie Eilish. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sensus, di mana teknik ini digunakan dengan alasan jumlah populasinya relatif banyak. kecil sehingga membuat peneliti mengambil seluruh populasi menjadi sampel penelitian. Dalam menganalisis hasil penelitian, peneliti menguji data dengan uji Cochran Armitage dan Uji Tabulasi Silang dengan menggunakan SPSS. Uji Cochran Armitage digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pola linear peningkatan jumlah wacana kesehatan mental dari tahun ke tahun. Tes Tabulasi Silang digunakan untuk menganalisis kemunculan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap wacana kesehatan mental yang ada. Hasil dan pembahasan: analisis ini dilakukan terhadap sejumlah lagu yang menjadi populasi sekaligus sampel penelitian yaitu 59 lagu pada tahun 2016 hingga 2024. terdapat 35 buah lagu yang mengandung wacana kesehatan mental dan 42 buah lirik lagu yang mengandung kategori kecemasan, depresi, bunuh diri, dan metafora. Kemunculan wacana kesehatan mental dianalisis kembali untuk mengetahui faktor penyebabnya. Implikasi: penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pola linear terhadap peningkatan jumlah wacana kesehatan jiwa dari tahun 2016 hingga tahun 2024. Grafik kenaikan dan penurunan cenderung berfluktuasi dengan ketidakstabilan peningkatan setiap tahunnya.
Struktur Musikal dan Fungsi Gondang Sabangunan dalam Ritual Kematian Adat Batak Toba Simanjuntak, Yessica Yosia Virginia; Mudra, I Wayan; Yudarta, I Gede
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Artikel ini membahas tentang Gondang Sabangunan yang merupakan ansambel musik tradisional Batak yang berperan penting dalam upacara kematian masyarakat Batak Toba. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui struktur musik dan fungsi Gondang Sabangunan. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi. Teori-teori yang digunakan antara lain: 1. teori kinerja dan 2. Teori fungsi. Hasil dan pembahasan: Hasil pembahasan menunjukkan tiga struktur musik besar Gondang Sabangunan. Bagian pembukanya adalah manggalang pargonsi, panjujuran gondang, dan mambuat tua ni gondang. Bagian utamanya adalah Gondang Dalihan Na Tolu. Implikasi: Bagian penutupnya adalah manutup gondang atau panjujuran gondang, sedangkan fungsi Gondang Sabangunan yang ditemukan terdapat fungsi religi, fungsi estetis, dan fungsi identitas sosial.
Nyanyian Duh Ratu Sang Hyang dalam Kelompok Nyanyian Ordinarium Missa de Angelis Berbahasa Bali: Kajian Bentuk Musik Inkulturasi Dewi, Irene Nyoman Esterina Pregie Angga; Ruastiti, Ni Made; Laksmi, Desak Made Suarti
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: artikel ini membahas bentuk nyanyian Duh Ratu Sang Hyang dalam kelompok nyanyian Ordinarium Missa de Angelis Berbahasa Bali yang berkembang di Gereja Katolik Paroki Tritunggal Maha Kudus Desa Tuka Kabupaten Badung. Nyanyian Ordinarium Missa de Angelis merupakan sebuah nyanyian liturgis yang disusun dalam Bahasa Latin dan dibawa oleh para misionaris ke tanah misi. Nyanyian Duh Ratu Sang Hyang menjadi produk nyata hasil inkulturasi budaya yang dimiliki Gereja Katolik Universal dengan budaya masyarakat Bali di Desa Tuka. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang difokuskan pada analisis bentuk dari nyanyian Duh Ratu Sang Hyang sebagai hasil inkulturasi dari kedua budaya tersebut. Hasil dan pembahasan: penelitian menunjukan bahwa nyanyian Duh Ratu Sang Hyang dibentuk oleh unsur musikal dan ekstra-musikal. Unsur musikal tersebut meliputi penggunaan melodi modus Lydian dan tropus pada bagian melismatis nyanyian ini. Implikasi: unsur ekstra musikal yang membentuk mencakup penggunaan Bahasa Bali untuk menggantikan penggunaan Bahasa Latin serta adanya integrasi konsep kepercayaan Bali seperti “Tri Murti” untuk memudahkan Umat Katolik perdana di Bali memahami konsep Ketuhanan yang ada dalam iman Katolik.
Preferensi Musik Bagi Jemaat dalam Partisipasi Peribadatan di Grace Community Church Yogyakarta Alfraer, Ariel Zevanya; Hapsari, Prima Dona; Purba, Ezra Deardo
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini berfokus pada pengaruh selera musik terhadap peningkatan kehadiran di Gereja Grace Community Church yang terletak di kota Yogyakarta, D.I. Provinsi Yogyakarta. Peneliti menemukan seorang tokoh agama dan seluruh jamaah sebagai partisipan atau narasumber dalam penelitian ini. Metode penelitian: peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Hasil dan pembahasan: Inti permasalahan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh selera musik terhadap kenyamanan jemaah di Gereja Grace Community. Penelitian ini dilakukan untuk melanjutkan semua penelitian yang telah membahas tentang musik gereja, namun belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hubungan selera musik dengan tingkat kenyamanan jemaah di dalam gereja. Implikasi: penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat menjadi bahan evaluasi bagi gereja dan menjadi dasar penelitian selanjutnya terkait musik gereja.
Analysis of Emotional Aspects in Lyrics and Melody of the Traditional Song “Awe Jale” in Sentani Tribe Kaiway, Yudhi Aji Ristanto; Ardini, Ni Wayan; Yudarta, I Gede
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: A traditional Sentani song named "Awe Jale" is one of the valuable cultural heritages of the Papuan people. In this study, an analysis of the emotional aspects contained in the lyrics and melody of the song was carried out. Research method: This research aims to understand how the lyrics and melody of "Awe Jale" communicate and influence the feelings of the listener. The analytical methods used include lyric text analysis, melody analysis, and integration of these two aspects to understand the overall emotional experience conveyed by the song. Results and discussion: The traditional song of the Sentani tribe "Awe Jale" is an embodiment of the rich culture and life of the Papuan people. Implication: Through emotion analysis of the lyrics and melody of this song, people can understand more deeply about the expression of feelings, cultural values, and the close relationship between humans and nature and spiritual life.
Pemetaan Global Music Value Chain ADOR Entertainment: Studi Kasus Album "Supernatural" NewJeans Hidayati, Anugrah Nurul; Purbantina, Adiasri Putri
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This study aims to describe the application of the Global Creative Music Chain concept by ADOR Entertainment on the NewJeans album “Supernatural”, which involves cross-border contributions and interactions in managing the global value chain in the music industry. Research methods: The method used is descriptive with a qualitative approach, which uses data collection techniques from literature studies with data sources from the album “Supernatural” by NewJeans, the official websites of HYBE Corporation and ADOR Entertainment, mass media articles and news, official social media from NewJeans, as well as related sources related to the research topic. Results and discussion: The results showed cross-border interaction at all stages and activities of the album “Supernatural” production by NewJeans, both in core and support functions. Implication: This research contributes novelty to music studies by examining the global music value chain, which has not been widely done.
Analisis Improvisasi Tenor Saxophone Chris Potter pada Karya “Wistful” Purba, Bernard Zulfredo; Sanjaya, Singgih; Prasetyo, Agoeng
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This article discusses the analysis of Chris Potter's improvisation on the song Wistful. The author chose Chris Potter because he is an inspiration in playing jazz, because of his very high skills (virtuoso). The song Wistful was released on an album entitled "Unspoken", in 1997. The author is interested in the song Wistful because Chris Potter shows a calm side of himself, the processing of sound color in an ensemble, and the resulting saxophone sound is thick and very unique. Research methods: This study uses a qualitative method. The process is through library research, then audio research, then the author transcribes directly using a saxophone and writes it into staff notation. Results and discussion: The song Wistful has a three-part song form, namely A-A-B. Chris Potter tends to use a chordal approach, and several theories of approach such as 7-3 resolution, 3-b9, mode, passing note, linear chromaticism, neighbor tone, and cesh. Implication: the discussion in the article provides an analysis model for jazz improvisation on the tenor saxophone in general and Chris Potter's works in particular.