cover
Contact Name
Hadi Rianto
Contact Email
hdrianto@yahoo.com
Phone
+6281256972279
Journal Mail Official
hdrianto@yahoo.com
Editorial Address
IKIP PGRI Pontianak, Lantai Dasar Gedung B Jl Ampera No. 88 Kota Baru Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Published by IKIP PGRI Pontianak
ISSN : 23378891     EISSN : 25989510     DOI : http://dx.doi.org/10.31571/pkn.v3i2
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan berisikan tentang hasil penelitian pada bidang ke-PKN-an meliputi kajian tentang pendidikan, politik, HAM, startegi dan metode pembelajaran PKn
Articles 425 Documents
PERAN GURU PPKn DALAM MEMBINA KEDISIPLINAN SISWA MELALUI PENDEKATAN KETELADANAN GURU DI MAN 1 SRAGEN Nurisni, Fitri Anggi; Sumardjoko, Bambang
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Edisi Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i1.7333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PPKn dalam membina kedisiplinan siswa melalui pendekatan keteladanan guru di MAN 1 Sragen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dimana metode penelitian yang berusaha mengumpulkan data secara naratif dalam bentuk kata-kata dari fenomena yang diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah guru PPKn, guru BK, dan siswa. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) peran guru PPKn dalam membina kedisiplinan siswa melalui pendekatan keteladanan guru yaitu mengadakan pembinaan untuk mempertinggi budi pekerti dan kepribadian siswa, membimbing tingkah laku siswa sehari-hari di sekolah; (2) bentuk keteladanan guru PPKn dalam membina kedisiplinan siswa adalah memberi contoh yang baik, menegur siswa yang melanggar secara lisan; (3) kendala yang dihadapi guru PPKn dalam membina kedisiplinan siswa yaitu sifat dan karakteristik siswa berbeda-beda sehingga mengabaikan arahan dan bimbingan yang disampaikan oleh guru; (4) solusi yang dilakukan guru PPKn dalam mengatasi pelanggaran kedisiplinan siswa yaitu guru terus mengingatkan siswa tentang tata tertib, menjadi contoh teladan bagi siswa dan melakukan pendekatan kepada siswa yang melanggar tata tertib sekolah.
ANALISIS PERANAN REMAJA MASJID DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI KELURAHAN SIANTAN HULU PONTIANAK Tusakdia, Lila; Rianto, Hadi
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pembinaan Remaja Masjid di Kelurahan Siantan Hulu Pontianak, Kegiatan Keagamaan Remaja Masjid di Kelurahan Siantan Hulu Pontianak, dan Upaya Pengembangan Karakter Religius Remaja Masjid di Kelurahan Siantan Hulu Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan bentuk survey. Sampel yang digunakan adalah 30 remaja yang beragama islam dengan menggunakan teknik observasi, wawancara tidak langsung,dan dokumentasi. Alat pengumpulan data menggunakan panduan observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan remaja masjid dengan angka persentase 80.17%, kegiatan keagamaan remaja masjid dengan angka persentase 80.33%, dan upaya pengembangan karakter religius dengan angka persentase 81.33% menunjukkan peran remaja masjid nurul iman di kelurahan siantan hulu dalam mengembangkan karakter religius melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di masjid sebagai pusat aktivitas remaja dalam membentuk jati diri dengan adanya pembinaan remaja dalam memakmurkan masjid serta mengarahkan generasi muda islam.
KENDALA PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMP NEGERI 9 KOTA PONTIANAK DALAM KURIKULUM MERDEKA Octavia, Erna; Rube’i, M. Anwar; Firmansyah, Syarif; Nurhadianto
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Edisi Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i1.7368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui kendala dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 9 Kota Pontianak Dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang ada. Hasil penelitian ini dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat sebagai upaya mengembangkan teori keilmuan tentang dan Kendala Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 Dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Kurikulum merdeka siswa lebih terfokus pada penguatan profil pelajar Pancasila melalui pelajaran tambahan yaitu Projek. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.
PENCEGAHAN TINDAK PERUNDUNGAN (BULLYING) SISWA SMPN Se-KECAMATAN SINGKAWANG UTARA Moad, Moad; Rianto, Hadi
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Edisi Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i1.7375

Abstract

Bullying adalah tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik, maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tak berdaya (Sejiwa, 2008). Remaja yang menjadi korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Adapun masalah yang lebih mungkin diderita anak-anak yang menjadi korban bullying, antara lain munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur yang mungkin akan terbawa hingga dewasa, keluhan kesehatan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot, rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah, dan penurunan semangat belajar dan prestasi akademis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya bullying oleh remaja, peran-peran dalam tindakan bullying, dan jenis-jenis bullying pada jenjang SMP di kota Singkawang. Sumber data tulisan ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitiaf. Faktor yang mempengaruhi terjadinya bullying bisa datang dari individu, keluarga, kelompok bermain, hingga lingkungan komunitas pelaku. Tindakan ini sangat berhubungan dengan dunia Pendidikan untuk bisa mengatasi permasalahan maraknya pelaku bullying di tingkat sekolah.
INTERNALISASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Sastra Atmaja, Thomy
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Edisi Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i1.7380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peranan kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan dampaknya terhadap pembentukan karakter kewarganegaraan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konten dari berbagai artikel yang membahas integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam PKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti adat istiadat dan hukum adat dapat diintegrasikan secara efektif dalam pembelajaran PKN melalui berbagai strategi dan metode, seperti penggunaan cerita rakyat dan permainan tradisional. Guru PKN memiliki peran penting dalam mengaitkan nilai-nilai kearifan lokal dengan konsep-konsep kewarganegaraan. Pembelajaran berbasis kearifan lokal tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang kewarganegaraan, tetapi juga memperkuat identitas mereka sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Selain itu, nilai-nilai seperti gotong royong dapat menjadi sumber nilai yang kaya dan relevan untuk memperkuat karakter dan jati diri siswa sebagai generasi muda yang bangga akan budaya dan tradisi bangsa Indonesia.Kata Kunci: Kearifan Lokal, Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Kewarganegaraan, Identitas Kebangsaan
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PERWUJUDAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Hemafitria, Hemafitria; Rohani, Rohani; Safira, Mirna
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Edisi Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i1.7382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka dalam perwujudan profil pelajar Pancasila melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan bentuk deskriptif. Subyek penelitian Kepala Sekolah, Waka Kurikum, Guru PPKn dan Siswa. Alat pengumpulan data adalah panduan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian yaitu Perencanaan penguatan dimensi profil pelajar pancasila dalam pembelajaran PKn oleh guru yaitu disusun dalam bentuk modul ajar mata pelajaran PKn. Peran guru dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui penguatan dimensi profil pelajar pancasila di SMP Negeri 5 Sungai Kakap yaitu guru harus menjadi teladan, inspirator, perencana pembelajaran, mampu menjelaskan nilai-nilai Pancasila, mampu untuk menerapkan model proyek, motivator dan evaluator. Faktor yang mempengaruhi perwujudan profil pelajar pancasila dalam pembelajaran PKn yaitu pendukung terdiri dari faktor SDM guru yang berkomitmen, faktor peserta didik yang terlebih dahulu diseleksi, faktor fasilitas pembelajaran yang lengkap, faktor metode pengembangan pembelajaran , faktor adanya komite sekolah dan anggota masyarakat yang merespon setiap aktifitas pembelajaran. faktor penghambat pula yang mempengarui pelaksanaan profil pelajar Pancasila seperti faktor kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan kurikulum berkarakter, belum adanya sosialisai yang spsifik mengenai pembentukkan profil pelajar Pancasila, belum adanya bimtek secara komprehensi.
EKSPLORASI JATI DIRI MAHASISWA: ANALISIS SOSIAL EKONOMI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH MELALUI MATA KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK Irawani, Fivi; Syaifulloh, Muhammad
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Edisi Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i1.7392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosial ekonomi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah melalui mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. Mata kuliah ini dianggap sebagai alat eksplorasi yang membantu memahami bagaimana jati diri mahasiswa terbentuk. Analisis sosial ekonomi dianggap kunci untuk memahami kompleksitas dan keberagaman mahasiswa dalam konteks pendidikan sejarah. Keberhasilan mata kuliah ini dianggap menandai tahap lebih dalam dalam menggali realitas mahasiswa sebagai individu unik.
FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MENAMPUNG DAN MENYALURKAN ASPIRASI MASYARAKAT DESA SAGU KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS DITINJAU DARI PERMENDAGRI NOMOR 110 TAHUN 2016 M., Yuliananingsih; Novianty, Fety; Gusniarti, Nia
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Edisi Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i1.7395

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan informasi serta kejelasan objektif mengenai fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa Sagu Kecamatan Galing Kabupaten Sambas ditinjau dari Permendagri Nomor 110 tahun 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan bentuk yuridis normatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat belum terlaksana dengan maksimal. BPD belum maksimal dalam pelaksanaannya tugas dan fungsinya dikarenakan kurangnya Sumber Daya Manusia, kondisi masyarakat kurang memahami keberadaan BPD, dan dikarenakan BPD itu sendiri tidak memiliki kantor kesekretariatan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP DEMOKRATIS PADA MATA PELAJARAN PPKn KELAS XI SMA NEGERI 1 SAMALANTAN KABUPATEN BENGKAYANG Fransita, Sam Randa; Hemafitria, Hemafitria; Rohani, Rohani
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1. Bagaimanakah perencanaan penerapan Model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan sikap demokratis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas XI SMA Negeri 1 Samalantan ?, 2. Bagaimanakah pelaksanaan model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan sikap demokratis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Samalantan ?, 3. Apakah terdapat peningkatan kemampuan sikap demokratis siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkan model Problem Based Learning dikelas XI SMA Negeri 1 Samalantan ?. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Sma Negeri 1 Samalantan. Alat pengumpulan data menggunakan paduan observasi,skala sikap dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning sudah dapat meningkatkan sikap demokratis pada siswa dengan menjadikan pembelajaran yang aktif sehingga menimbulkan sikap terbuka, berani mengemukakan pendapat,saling menghargai, serta berkerjasama dalam individu maupun kelompok.
PERAN GURU PPKn DALAM MENANGGULANGI PERILAKU NEGATIF PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 PONTIANAK Novianty, Fety; Octavia, Erna; Andriani, Uray
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Peran guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. 2) Faktor-faktor apa saja penyebab terjadinya perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. 3) Hambatan apa saja yang dialami guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negtaif siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung, dan teknik documenter. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik dalam menganalisis data dalam penelitian ini dengan cara reduksi data, display atau penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peran Guru PPKn dalam menanggulangi perilaku negatif pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Pontianak yaitu peran sebagai pembimbing, peran sebagai komunikator, peran sebagai model dan agen moral. Mengenai faktor penyebab terjadinya perilaku negatif siswa yaitu terdiri dari faktor internal dan eksternal, kemudian hambatan yang dialami guru dalam menanggulangi perilaku negatif siswa yaitu kurangnya kesadaran peserta didik, kurangnya pengetahuan peserta didik mengenai akibat kenakalan yang dilakukan, pergaulan peserta didik dengan teman yang nakal dan kurangnya pengawasan serta perhatian orang tua