cover
Contact Name
I Made Sumarya
Contact Email
sumaryaimade@yahoo.com
Phone
+6281338717933
Journal Mail Official
sumaryaimade@yahoo.com
Editorial Address
Prodi Biologi Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Universitas Hindu Indonesia Jln. Sangalangit Tembau Penatih, Denpasar, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Widya Biologi
ISSN : 20865783     EISSN : 26556456     DOI : -
Jurnal Widya Bioloogi adalah jurnal open access dan ditelaah oleh mitra bestari bidang biologi, bertuuan untuk mempublikasikan artikel hasil penelitian atau pemikiran ilmiah dan kajian pustaka dalam bidang ilmu biologi dan ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan ilmu biologi. Fokus dan scope yang ditelaah adalah biologi sains dan biologi terapan.
Articles 75 Documents
Pengaruh Perubahan Iklim (Climate Change) terhadap Vektor Malaria : Literature Review Nastiti, Niken Irfa; Adnyana, I Made Dwi Mertha; Delfira, Annissa; Asty, Zahra Frizki
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 02 (2025): Vol. 16 No. 02 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/tagesz57

Abstract

Perubahan iklim memengaruhi dinamika vektor malaria melalui peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, serta modifikasi lingkungan yang berdampak pada distribusi dan kelangsungan hidup nyamuk Anopheles. Literature review ini bertujuan menggambarkan pengaruh perubahan iklim terhadap vektor malaria di Asia dan wilayah lain yang relevan. Pencarian artikel dilakukan melalui Scopus dan PubMed dengan kriteria publikasi tahun 2015-2025 dan diperoleh 9 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa kenaikan suhu mempercepat perkembangan nyamuk, memperpendek masa inkubasi ekstrinsik parasite, dan memperluas wilayah potensial penularan, sebagaiman ditunjukkan pada An. stephensi, An. gambiae, An. sinensis. Curah hujan merupakan variable lingkungan dominan yang menentukan distribusi An. philippinensis dan An.nivipes, dengan peningkatan luasan habitat di bawah scenario iklim masa depan. Di Indonesia, distribusi vektor dipengaruhi topografi, suhu, kelembaban, dan curah hujan, dengan konsentrasi pada area pesisir, persawahan dan perbukitan. Beberapa studi memprediksi pergeseran spesies dominan serta peningkatan risiko penularan hingga decade mendatang. Secara keseluruhan, perubahan iklim diproyeksikan memperluas wilayah penularan malaria, meningkatkan kelangsungan hidup vektor tertentu, dan mempercepat perkembangan parasit, sehingga berpotensi meningkatkan kejadian malaria di berbagai wilayah endemik maupun non-endemik.
Meningkatkan Pendidikan Biologi dengan Augmented dan Virtual Reality di Indonesia: Tinjauan Pustaka Sistematis Najih, Riyan Riyadlun; Anasti, Chory Adenia; Putri, Marisha Nurlia Silvana; Ismi, Nur Qothima; Fatimah, Siti Khoirul; Azzahra, Zulfa; Sugiati, Nurlita Ayu; Nisa, Hairun; Ramadani, Risty Wulan Nita; Putri, Anida Aliva
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 02 (2025): Vol. 16 No. 02 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/edz3rw09

Abstract

Augmented Reality and Virtual Reality are increasingly used in biology and life sciences education. In the past decade, 34 Scopus-indexed studies (2015–2025) have examined their effects on conceptual understanding and scientific literacy. This study demonstrates that AR/VR meaningfully enhances biology learning by making lessons more immersive and interactive, thereby improving students' understanding of complex biological concepts and supporting higher-order thinking. AR helps visualize biological structures and processes, while VR enables exploration of human anatomy and virtual ecosystems. Despite these benefits, further long-term and comprehensive research is needed to better integrate AR/VR with other teaching methods. The study provides an overview of AR/VR use in Indonesian biology education, highlighting key research gaps, including the need for more evidence on long-term effects and practical classroom challenges. Together, these findings offer guidance for designing future technology-based biology instruction.
Analisis Spasial-Temporal Degradasi Tutupan Lahan dan Penurunan Keanekaragaman Hayati Terestrial di Kabupaten Jembrana, Bali: Implikasi terhadap Risiko Bencana Ekologis Sutrisna WP, AA Gde
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 02 (2025): Vol. 16 No. 02 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/6pd56703

Abstract

Perubahan tutupan lahan menjadi salah satu faktor utama penyebab degradasi ekosistem dan penurunan keanekaragaman hayati di tingkat lokal maupun regional. Kabupaten Jembrana, sebagai bagian dari bentang alam Bali Barat yang kaya biodiversitas, menghadapi tekanan ekologis akibat konversi lahan dan peningkatan aktivitas antropogenik selama dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan dan kerapatan vegetasi, menilai hubungan antara degradasi vegetasi dengan keanekaragaman hayati terestrial, serta mengkaji implikasinya terhadap risiko bencana ekologis. Analisis dilakukan menggunakan citra satelit Landsat-8 OLI/TIRS tahun 2014, 2018, dan 2023 dengan pendekatan klasifikasi spasial dan indeks vegetasi (NDVI), dikombinasikan dengan data biodiversitas dari KLHK dan RPPLH Kabupaten Jembrana 2025–2055. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tutupan hutan sebesar 3,14% dan peningkatan lahan terbangun sebesar 2,06% selama periode tersebut. Nilai rata-rata NDVI menurun dari 0,62 menjadi 0,45, sejalan dengan penurunan indeks keanekaragaman flora dari kategori tinggi menjadi sedang. Analisis spasial menunjukkan bahwa wilayah dengan degradasi vegetasi tinggi—terutama Kecamatan Melaya dan Mendoyo—berkorelasi dengan peningkatan risiko banjir dan longsor. Temuan ini mengindikasikan bahwa degradasi lahan, penurunan biodiversitas, dan risiko bencana ekologis saling berhubungan erat dalam sistem ekologi daratan. Pengelolaan lingkungan berbasis Nature-Based Solutions dan restorasi vegetasi lokal direkomendasikan untuk menjaga daya dukung ekologis dan ketahanan lingkungan Jembrana di masa depan.
EFEKTIVITAS PERASAN DAUN ALPUKAT (Persea americana) SEBAGAI LARVASIDA ALAMI TERHADAP LARVA Aedes aegypti STADIUM III Sumarya, I Made
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 02 (2025): Vol. 16 No. 02 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/meq9r065

Abstract

https://docs.google.com/document/d/1SS_oJWXqNsjh526PHgkTSiiVgzeKlJ9v/edit?usp=sharing&ouid=108653018262489766237&rtpof=true&sd=true
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN BAMBU SANTONG (Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz) SEBAGAI BAHAN DASAR BIOPESTISIDA BERBASIS KEARIFAN LOKAL rusmayanthi, intan
JURNAL WIDYA BIOLOGI Vol. 16 No. 02 (2025): Vol. 16 No. 02 (2025) Widya Biologi
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/hg9z1809

Abstract

Tanaman Bambu memiliki nilai penting dalam kehidupan, industri kerajinan, sosial, budaya dan agama sehingga penggunaan batang bambu yang tinggi menghasilkan daun bambu yang banyak sebagai limbah. Untuk mengurangi limbah daun bambu, maka perlu dilakukan upaya kreatif pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diameter zona hambat koloni jamur Fusarium sp. dan Verticillium sp. terhadap ekstrak kasar daun Bambu Santong (Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz) dan mengetahui senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak daun Bambu Santong. Ekstrak kasar daun Bambu Santong memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan koloni Fusarium sp. dan Verticillium sp. yang merupakan jamur patogen pada tanaman kedelai. Uji Fitokimia ekstrak daun Bambu Santong memiliki kandungan senyawa bioaktif Alakloid, Saponin, Fenolik dan Tanin yang berfungsi sebagai bioherbisida dan biopestisida.