cover
Contact Name
Dian Ayuningtyas
Contact Email
jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Phone
+6285359722480
Journal Mail Official
jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh Alamat: Jl. Sisingamangaraja No: 99, Gampa, Johan Pahlawan, Meulaboh - Aceh Barat. Kode Pos: 23611 Telp/Fax (0655) 7551591 Email: jurnalbidayah@staindirundeng.ac.id
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 20867174     EISSN : 26152355     DOI : -
Jurnal Bidayah merupakan jurnal institusi yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Jurnal ini menerima artikel yang berhubungan dengan pemikiran dan perkembangan ilmu-ilmu keislaman. Bidayah: Studi Ilmu Ilmu Keislaman merupakan Jurnal Ilmiah yang berfokus pada usaha pengembangan pemahaman tentang ilmu-ilmu keislaman melalui publikasi artikel hasil penelitian, kajian analisis kritis dan ulasan buku. Jurnal Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman berisi: Pendidikan, Sosial Budaya, Hukum, Politik dan Ekonomi.
Articles 144 Documents
EPISTEMOLOGI TASAWUF; DARI CONTEXT OF DISCOVERY KE CONTEXT OF JUSTIFICATION: EPISTEMOLOGI TASAWUF DARI CONTEXT OF DISCOVERY KE CONTEXT OF JUSTIFICATION Ramli, Ramli
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 12 No.1 ( Juni 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v12i1.474

Abstract

Dari keseluruhan model ilmu keislaman, tasawuf adalah yang paling luas jangkauan epistemologi dan sekaligus yang paling kontroversi. Keluasan tersebut karena tasawuf mencakup aspek jahir dan aspek batin kehidupan manusia. Bahwa tasawuf juga mengidentifikasi jenis keilmuan yang tidak didapat dari olah fikir atau proses transfer, tetapi melalui olah batin (tazkiat nafs), riyadhah dan mujahadah. Dengan metode diskursus-analisis atas literatur-literatur kesufian, disini ditelaah, model-model epistemologi yang terdapat dalam tasawuf. Hasilnya bahwa tasawuf memiliki keragaman epistemologi, baik dari aspek discovery (jalan suluk), discourse (kontemplatif-filosofis) hingga justification (analisis-filosofis-teologis). Kesemua model epistemologi ini merupakan kesatuan utuh yang membuat tasawuf semakin diminati oleh orang-orang dari berbagai latar dan orientasi.
PENERAPAN STRATEGI KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII.1 SMP NEGERI 1 IDI MATERI PERILAKU TERPUJI: PENERAPAN STRATEGI KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII.1 SMP NEGERI 1 IDI MATERI PERILAKU TERPUJI
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 12 No.1 ( Juni 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v12i1.479

Abstract

Penelitian dilakukan adalah untuk memperbaiki pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Idi pada materi zuhud dan tawakal, dengan tujuan: (1) melakukan perbaikan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, (2) meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam, dan (3) menumbuhkan respon positif siswa terhadap strategi kooperatif Jigsaw. Subjek penelitian sebanyak 30 orang siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Idi. Tindakan perbaikan pembelajaran dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Setiap siklus satu kali pertemuan, dan beberapa tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Pembelajaran didesain dengan penerapan strategi kooperatif Jigsaw. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi dan wawancara bebas mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan motivasi dan hasil belajar peserta didik pada kondisi awal menunjukkan 60% tuntas dan 40% tidak tuntas. siklus I motivasi kategori baik 83,3%, hasil belajar 80%, aktivitas siswa rata-rata baik yaitu 3,88% sedangkan aktivitas guru yaitu 68,6%. Hipotesis penelitian ini adalah penerapan strategi pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam materi zuhud dan tawakal di kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Idi. siklus II menunjukkan hasil motivasi siswa 96,7%, hasil belajar 96,7%, aktivitas siswa rata-rata 4,3%, respon siswa yang menyatakan sangat setuju sebesar 82,2%. Peningkatan aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran dari 68,8% menjadi 88,6%, naik sekitar 19,8%. Berdasarkan hasil yang dicapai pada siklus II, maka hipotesis diterima dan pembelajaran dengan penerapan strategi kooperatif Jigsaw, efektif untuk materi zuhud dan tawakal.
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DAULAH FATIMIYAH DI MESIR
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 11, No. 2 (Desember 2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v11i02.422

Abstract

During the Fatimid Dynasty, Islamic education was growing rapidly and advanced. The First,, for more than two centuries the Fatimid controlled Egypt, the existence of the Fatimid dynasty had contributed greatly to civilization. The greatest progress is to provide space for the development of science in the Islamic world that has given birth to many scientists, an organized system of government administration that has resulted in prosperity, known for its diversity of tolerance. Second, the Fatimid dynasty was the only Shi'ite dynasty in Islam that existed for approximately two and a half centuries and could prevail over the territorial achievements of the previous Islamic kingdoms, and had contributed a lot of civilization to the Islamic world, especially Egypt, because in During the Fatimid dynasty, Egypt experienced a level of cultural prosperity and vitality that surpassed Iraq and Baghdad as the center of Islamic power. In the context of education, the Fatimid dynasty became a reference at that time in parts of the Islamic world even today and has become a reference for education in parts of the Islamic world, quite rapid progress. The intellectual development of this dynasty made a major contribution to the development of science in the East and West world; covering the development of religious and general science so that we can still see its development today.
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGOLONGKAN HEWAN BERDASARKAN JENIS MAKANANNYA: (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Tunagrahita Sedang Kelas VII SMPLB YPPC Kota Banda Aceh)
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 11, No. 2 (Desember 2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v11i02.410

Abstract

This article describes the efforts to improve the ability to classify animals by type of food using image media. at the Banda Aceh State Extraordinary School (SLB) Class VI with mental retardation. Mentally retarded individuals are individuals who are intact, unique and undergo development, according to their age stages, but they have obstacles in intelligence. At school they experience various learning difficulties. This classroom action researchuses qualitative methods, consisting of two cycles. This research is a qualitative research with research subjects in class VII students as many as 5 (five) people. Data analysis used descriptive analysis techniques by comparing the initial conditions with the results achieved in each cycle. The results showed that the use of image media could improve students’ ability to classify animals based on their type of food. At the end of cycle II, the number of students who completed 80% (4 students), not yet completed 20% (1 student) the class average score was 73 compared to the initial condition, namely 63.
WACANA INTELEKTUAL KEAGAMAAN ISLAM DI INDONESIA DENGAN TIMUR TENGAH
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 12 No.1 ( Juni 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v12i1.481

Abstract

Sejarah Islam dimulai dari Timur Tengah di wilayah Arab. Haramayn adalah dua kota Makkah dan Madinah berada di Timur Tengah sebagai pusat intelektual dunia Muslim, dimana ulama, sufi, filosof, penyair, pengusaha dan sejarawan Muslim bertemu dan saling menukar informasi. Hubungan intelektual para ulama Timur Tengah dengan para pelajar di Indonesia dalam bentuk murid dan guru di komunitas Jawi, telah memberikan andil sangat besar bagi pengakuan luas dari masyarakat bahwa mayoritas ulama Nusantara yang belajar di Timur Tengah mempunyai wibawa atau reputasi keulamaan yang baik. Hubungan tersebut terjalin sejak awal masuknya Islam dibawa oleh para pedagang Muslim dari Arab. Sejak abad ke-17 hubungan ini umumnya bersifat keagamaan, keilmuan, dan politik antar beberapa kerajaan Muslim Nusantara. Hubungan intelektual para ulama terkait paham keagamaan, yaitu harmonisasi antara syariat dan tasawuf. Kata Kunci: Intelektual, Islam Indonesia, Timur Tengah
AYAT-AYAT AL-QUR'AN TENTANG KURIKULUM Maulida, Maulida
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 12, No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v12i2.637

Abstract

Abstract One of the human efforts in shaping Muslims as human beings is by creating a situation of conducive educational interaction in Islamic education. One of the goals of Islamic education is the need for a curriculum. The curriculum is a set of arrangements and plans related to materials, the content of teaching taught to students, and the learning methods used as guidelines for organizing educational units in the realization of educational goals, especially Islamic education. The curriculum components include objectives, teaching materials, teaching methods, and assessment. The Islamic education curriculum must refer to the Qur’an and hadith as its basis. The Qur’an contains verses or the Word of Allah SWT that contains the curriculum, which is related to materials, the content provided to students in educational institutions, such as monotheism educational, worship, morals, health, social skills, and aesthetics. Thus, students who have faith, noble character and knowledge will be realized as well as the realization of quality Muslim human civilization.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN ILMU FALAK dI ERA INDUSTRI (Application and Inspiring Learning Methods) Mursyid Fikri dan Baharuddin
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 12, No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v12i2.671

Abstract

Abstrac The industry has experienced a very rapid revolution phase, namely industry 4.0, this has consequences for science and sharia education to be able to prepare individuals who have competence in facing various challenges in the future by applying or producing a work that is a symbol of scientific dialectics. This research is a library research using a descriptive qualitative method approach that connects the existing theory with the descriptive reality of astronomy today. Astrology is the most important part in the history of Islamic civilization. History has recorded that scholars and Al-Falaky (a title for astronomy activists) emerged when Islamic civilization was at its golden peak and when Islam experienced a decline, the echo of astronomy was no longer heard, even today many Muslims do not know the term "the science of astronomy". This phenomenon indicates that there is a positive correlation between the establishment of Islamic civilization and the development of Islam which is a symbol of astronomy science which is a reflection of the existence of Islam. Therefore, there is a need for a transformation/revolution of the astronomy learning movement that does not only revolve at the theoretical level, but also application and inspiring learning methods by utilizing the development of industrial media 4.0 to introduce astronomy and strengthen astronomy learning. The scientific transformation is at least able to touch three scientific dimensions, namely the intellectual dimension, the spiritual dimension and the socio-political dimension. Keywords: Transformation, Astrology Learning, industry 4.0.
MANAJEMEN PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH PENGAWAS MADRASAH ALIYAH DI BARAT SELATAN ACEH Hanifuddin Jamin
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 12, No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v12i2.679

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah dan Pengawas Tingkat Aliyah di Barat Selatan Aceh bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Manajemen Perencanaan Pelaksanaan Supervisi Akademik yang dilakukan oleh Pengawas Madrasah, Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi, subjek penelitian adalah Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah dan guru. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa, program supervisi Akademik yang disusun oleh pengawas madrasah adalah meliputi program semester dan program tahunan yang meliputi pembinaan kinerja guru dalam kelompok dan pembinaan individual guru. Pelaksanaan supervisi Akademik dalam rangka peningkatan kompetensi professional guru dilakukan melalui observasi kelas, pertemuan individu, diskusi kelompok dan demontrasi mengajar.
PERKEMBANGAN INFORMASI TEKNOLOGI DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA Muhammad Zidan Surya Pratama
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 12, No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v12i2.701

Abstract

Di era informasi, segalanya berjalan sendiri dengan murah, kilat, pas, serta akurat. Teknologi komunikasi disaat ini menghasilkan apa yang dituturkan publik dunia. Pertumbuhan teknologi komunikasi tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia. Ditambah dengan pertumbuhan internet, media komunikasi yang erat hubungannya dengan manusia. Manusia lebih gampang berhubungan satu sama lain. Media sosial tumbuh guna menanggapi kebutuhan dan mengarah pada transformasi proses komunikasi antar manusia. Tidak terkecuali komunikasi lintas budaya pula memasuki masa baru. Komunikasi Lintas Budaya tumbuh dengan timbulnya teknologi komunikasi. Media internet yang menghubungkan budaya orang yang berbeda, bahasa yang berbeda, bukti diri, pemikiran hidup modul agama, bisa melaksanakan komunikasi dengan gampang. Timbulnya internet serta komunikasi siber jadi media komunikasi Lintas Budaya, sehingga tidak bisa dipungkiri dalam aplikasi komunikasi Lintas Budaya menghasilkan suatu komunitas cyber baru yakni antarbudaya.
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Hasnadi, Hasnadi
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 12, No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v12i2.728

Abstract

Sarana dan prasarana pendidikan merupakan sumber daya penting dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Pemenuhan dan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai perlu ditopang dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang tepat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan library research. Pengumpulan data dilakukan melalui berbagai literatur yang bersumber dari buku, artikel atau jurnal, dan hasil penelitian terdahulu. Sarana dan prasana pendidikan dibutuhkan untuk mendukung proses belajar mengajar secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan-kegiatan dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan meliputi; perencanaan, pengadaan, penyaluran, penyimpanan, penginventarisasian, pendayagunaan, pemeliharaan, dan penghapusan. Peran pemerintah daerah, masyarakat dan stakeholders sangat diharapkan pada era desentraslisasi dan otonomi pendidikan untuk memenuhi sarana dan prasarana pendidikan yang memadai baik pada sekolah yang berstatus negeri maupun swasta, khususnya di daerah-daerah terdepan, terluar dan tertinggal

Page 8 of 15 | Total Record : 144