cover
Contact Name
Fariz Al-Hasni
Contact Email
al.ihkam@uinmataram.ac.id
Phone
+6285934327883
Journal Mail Official
al.ihkam@uinmataram.ac.id
Editorial Address
Berugak Journal, Jln. Pendidikan No. 35, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Ihkam: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram
ISSN : 20881169     EISSN : 27146391     DOI : https://doi.org/10.20414/alihkam
Core Subject : Religion, Social,
Al-Ihkam Journal is one of the Faculty Sharia journals of the Departement Islamic Family Law (Ahwal Syakhshiyyah) Universitas Islam Negeri Mataram, which intensely tries to respond, criticize, and comprehensively analyze related issues in contemporary Islamic Family Law from various scientific perspectives.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2025): Juni" : 7 Documents clear
- KONSEP KELUARGA IDEAL MENURUT AL-QUR'AN DAN HADITS: - Fiddha Nafisah, Fiddha Nafisah; Salimul Jihad, Salimul Jihad
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v17i1.11491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep keluarga ideal berdasarkan perspektif Al-Qur'an dan Hadits, mengingat keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang berperan penting dalam membentuk generasi berakhlak mulia. Al-Qur'an dan Hadits memberikan panduan yang komprehensif mengenai struktur, peran, serta hubungan antar anggota keluarga yang ideal. Dalam penelitian ini, metode analisis isi digunakan untuk menelaah ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits yang berkaitan dengan pembentukan keluarga yang harmonis, penuh tanggung jawab, serta dilandasi rasa kasih sayang. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi ayat-ayat dan hadits yang menjelaskan kewajiban, hak, serta peran masing-masing anggota keluarga dalam menjaga kesejahteraan dan keharmonisan rumah tangga. Hasil penelitian menemukan bahwa keluarga ideal dalam Islam adalah keluarga yang didasarkan pada nilai-nilai keimanan, keadilan, tanggung jawab sosial, dan kebersamaan. Setiap anggota keluarga, baik suami, istri, maupun anak-anak, memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari pemenuhan tanggung jawab moral, spiritual, hingga sosial, yang kesemuanya bertujuan untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang sejahtera dan diridhai oleh Allah SWT. Kesimpulannya, konsep keluarga ideal dalam Al-Qur'an dan Hadits menekankan pentingnya keseimbangan antara tanggung jawab moral, spiritual, serta sosial dalam kehidupan keluarga, sehingga tercipta rumah tangga yang harmonis, adil, dan berkelanjutan.
TINJAUAN SOSIOLOGI HUKUM TERHADAP FAKTOR KEGAGALAN MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERCERAIAN: STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA CIAMIS TAHUN 2022 Muhammad, Hanifah Salma; Putra, Mochamad Dhimas Danindra; Ibrahim, Malik
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mediasi merupakan salah satu cara hakim dan mediator dalam proses pengoptimalan usaha perdamaian bagi para pihak yang berperkara dan dapat meminimalisir perkara yang diajukan di Pengadilan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu sebagai inovasi dalam mempercepat beracara di Pengadilan yang dilakukan secara sederhana, cepat, dan biaya ringan. Adapun mekanisme pelaksanaan mediasi perkara perceraian oleh mediator hakim berdasarkan PERMA No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi. Oleh karena itu, penelitian ini akan melakukan studi kasus di Pengadilan Agama Ciamis untuk melihat efektifitas hakim dan mediator dalam mengurai penumpukan perkara dan meningkatkan keberhasilan mediasi di Pengadilan yang saat ini masih rendahnya tingkat keberhasilan mediasi perceraian. Penelitian ini dilakukan dengan field research di Pengadilan Agama Ciamis, melalui sifat penelitian dekriptif-analitis, dan pendekatan yuridis sosiologis. Adapun teori dalam menemukan jawaban dalam rumusan masalah yaitu menggunakan teori sosiologi hukum dan efektivitas hukum, kemudian juga melihat dari sisi mediasi secara peraturan yang ada serta kewenangan dari mediator. Dimana dengan menggunakan metode penelitian dan teori penelitian tersebut. maka mekanisme pelaksanaan mediasi dapat diselidiki atas kesesuaian hukum dan efektivitas peranan mediator hakim melalui pengamatan langsung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa kompetensi mediator hakim dalam memediasi, terdapat hambatan yang menjadikan faktor kegagalan hakim secara sosiologis. Rendahnya keberhasilan mediasi, akibat terbatasnya mediator hakim dan kompetensi mediator. Secara sosiologi, efektivitas PERMA No.1 Tahun 2016 tidak dapat menuntut para pihak beritikad baik dalam mediasi.
STRATEGI PENERAPAN LOVE LANGUAGE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HUBUNGAN KELUARGA KARIR Ahmad Fiqqih Alfathoni; Darmini; Nurnadiyah Syuhada
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v17i1.13944

Abstract

Love language is a trendy term these days. However, the application of love language is largely ignored by society, especially career families. For this reason, this study aims to describe how career families apply love language strategies in improving the quality of their relationships and how it impacts their family harmony. This research was prepared using a qualitative research method with a phenomenological approach. Data collection techniques were used through in-depth interviews and observations of career families. The results of this study are career families who apply the concept of love language in their families will make it easier for them to improve the quality of family relationships where there are many demands by career families both at work and very little time with family. Therefore, love language is very necessary in career families. In addition, there are impacts if career families do not apply love language in their families, so that small conflicts arise in the household, such as infidelity, differences of opinion, and damage to the relationship between children and parents. Keywords : Love Language, Relationship, Career Family
KRITIKAL ‘URFIY DALAM PELAKSAAN TAUKIL WALI AKAD NIKAH MASYARAKAT DI DESA LAWALLU KECAMATAN SOPPENG RIAJA KABUPATEN BARRU Usman, Rahma
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v17i1.6942

Abstract

Dalam hal perkawinan, wali adalah seseorang yang diberi wewenang untuk persetujuan untuk menikah atas nama seseorang. Secara umum, wali amanat adalah orang yang karena kedudukannya berhak bertindak melawan dan untuk orang lain. Dalam akad nikah, wali amanat adalah orang yang bertindak atas nama mempelai wanita dalam akad nikah. Sebaliknya, jika wali tidak dapat memenuhi kewajibannya sebagai wali karena keadaan yang disebabkan oleh udzur syar', ia dapat mewakilkan haknya sebagai wali kepada orang lain yang memenuhi syarat sebagai wali nikah. sendiri, dalam hal ini disebut Wali Taukil. Dan bahkan kebanyakan orang tua yang ingin menikahkan anaknya menjadikan Taukil Wali. Diperkenalkannya tokoh masyarakat. Pelaksaan taukil wali masyarakat di Desa Lawallu disebabkan oleh bermacam-macam faktor. Penelitian lapangan (field research) ini menjadi penelitian yang digunakan oleh penulis yang dianalisis dengan menggunakan strategi subjektif atau biasa disebut metode kualitatif. Sumber informasi diperoleh dari data primer dan sekunder. Penelitian ini juga dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologis yakni pelaksanaan taukil wali  di dalam masyarakat dan pedekatan yuridis yaitu suatu pendekatan yang berdasarkan aturan-aturan hukum yang berlaku dan pendekatan normatif (syar’i) yaitu pendekatan yang berdasarkan denga ketentuan syariat Islam seperti Al-Qur’an dan hadist. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teori yang digunakan yakni teori ‘urf. Hasil penelitian Kritikal ‘urf  dalam pelaksanaan taukil wali akad nikah  masyarakat di Desa Lawallu adalah sebagai berikut: Bagaimana taukil penjaga upacara pernikahan yang biasa dilakukan Masyarakat desa Lawallu tergolong al-'urf al-'amal. Hal ini didasarkan pada kepercayaan bahwa taukil wali merupakan adat komunal dalam bentuk berkas keperdataan muamalah Penerapan taukil wali akad nikah tergolong dalam ruang lingkup “urf 'aam” Menurut Hukum Syarah, pelaksanaan taukil wali dianggap “urf sahih” dari segi legalitas apabila pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sebagaimana tertuang dalam Ikhtisar Hukum Islam (KHI) dan Surat Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia (PMA) Nomor 20 Tahun 2019 dan alasan melakukan Taukil Wali merupakan alasan yang diperbolehkan menurut UU Siaria. Dan bisa menjadi urf fasid jika alasan taukil wali adalah alasan yang tidak diperbolehkan syariat.
KEWAJIBAN ORANG TUA PENYANDANG DISABILITAS DALAM PENGASUHAN ANAK MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF (Studi Pada Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi NTB) Mardiana, Dian; M. Riadhussyah; Khairul Hamim
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v17i1.10955

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi mengenai masalah pola asuh orang tua penyandang disabilitas dalam pengasuhan anak dan implementasi kewajiban orang tua penyandang disabilitas dalam pengasuhan anak menurut hukum islam dan hukum positif, dimana banyak ditemukan stigma pada orang tua penyandang disabilitas oleh masyarakat terkait orang tua dengan kondisi disabilitas diragukan untuk dapat mengasuh dan memenuhi kewajiban pengasuhan anak dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan komparatif (Comparative Approach) pendekatan sosiologis (Sociological approach). Narasumber dalam penelitian ini 6 (enam) dan 3 (tiga) orang informan yang merupakan tokoh pemerhati disabilitas yang berada di NTB. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, pola asuh yang diterapkan oleh orang tua penyandang disabilitas adalah pola asuh demokratis, kewajiban menurut hukum islam sebagian besar terpenuhi dan sebagian orang tua penyandang disabilitas tidak bisa memenuhinya. Kewajiban orang tua penyandang disabilitas dalam pengasuhan anak menurut hukum positif Undang-Undang Republik Indonesia No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, sudah terpenuhi dengan baik, namun ada beberapa kewajiban yang belum dapat di penuhi oleh orang tua penyandang disabilitas.
EFEKTIVITAS PROSES MEDIASI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA WARIS DI BALE MEDIASI NUSA TENGGARA BARAT (NTB) Akisha, Baiti; Muktamar Ibrahim
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v17i1.10956

Abstract

Pada tanggal 25 November 2014 Bale Mediasi NTB menjadi lembaga mediasi sebagai bagian dari pemerintahan, yang mana lembaga yang nantinya akan dibentuk sebagai paying bagi lembaga-lembaga mediasi dan lembaga adat yang akan menjalankan fungsi mediasi. Sebagai dasar hukum pembentukan lembaga mediasi tersebut, Pokja bersama Bappeda NTB selanjutnya menyusun peraturan Gubernur yang disahkan menjadi Peraturan Gubernur Nomor 35 Tahun 2015 tentang Bale Mediasi tanggal 6 Oktober 2015. Menguatkannya dukungan masyarakat dan komitmen pemerintah NTB untuk mengembangkan Bale Mediasi, pada tahun 2018 Peraturan Gubernur Nomor 35 Tahun 2015 ditingkatkan statusnya menjadi Peaturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018 tentang Bale Mediasi. Yang dikaji dalam skripsi ini adalah (1) bagaiman proses penyelesaian sengketa waris (2) keefektivan bale mediasi dalam menangani sengketa waris. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif denga jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis Miles dan Huberman Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mediator cekatan dalam menjadi jembatan dalam proses penyelesaian sengketa waris yang melakukan mediasi di Bale Mediasi NTB, serta bale mediasi cukup efektiv dalam penyelesaian sengketa waris dalam peneyelesaian sengketa.
TRANSFORMASI KOMUNIKASI KELUARGA DI ERA MEDIA SOSIAL ANTARA KEHANGATAN TATAP MUKA DAN TANTANGAN PRIVASI DIGITAL Alimuddin, Ahmad; Naharuddin SR
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 17 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v17i1.13360

Abstract

The rapid development of social media has transformed family communication dynamics, presenting both opportunities for connectivity and challenges to privacy and emotional intimacy. This study explores the transformation of family interactions in the era of social media and the urgent need for a responsive family law framework in Indonesia. Using a qualitative approach with in-depth interviews, document analysis, and online observations, the research examines how platforms like WhatsApp and Instagram reshape family communication patterns and identifies emerging legal challenges, such as privacy violations and intergenerational conflicts. Findings reveal that while social media facilitates long-distance communication, 60% of respondents prefer face-to-face interactions for maintaining emotional closeness, highlighting the limitations of digital platforms in conveying emotional depth. Additionally, 20% reported privacy breaches, underscoring risks like unauthorized sharing of personal information. The study emphasizes the need for adaptive family law regulations, including amendments to child protection laws and digital mediation mechanisms, to address these challenges while preserving family values in Indonesia’s digital age.

Page 1 of 1 | Total Record : 7