cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Manajemen Gizi Remaja di Sekolah Menengah Pertama Setia Budi Semarang Rahayu Winarti; Tamrin Tamrin
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 2 No 4 (2020): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2020
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v2i4.376

Abstract

Remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Siswa sekolah menengah pertama biasanya berusia 13 – 15 tahun sehingga masuk dalam kategori remaja. Pada remaja yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji biasanya mengalami overweight atau obesitas. Remaja yang mengalami obesitas cenderung menjadi bahan ejekan teman sebaya sehingga menimbulkan dampak gangguan psikososial seperti menarik diri dari lingkungan, deskriminasi atau tidak dilibatkan dalam kegiatan sekolah dan menyebabkan gangguan kesehatan fisik seperti gangguan ortopedik dan penyakit degeneratif yang menahun. Siswa SMP Setiabudi didapatkan data sering jajan di luar rumah yaitu jajanan cepat saji di sekitar sekolah misalnya mie instan, sosis dan fried chicken, karena terburu – buru tidak sarapan pagi atau bosan dengan menu yang disediakan di rumah. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah siswa mengetahui tentang makanan yang sehat dan bergizi serta manfaatnya bagi tubuh, meningkatkan perilaku siswa sekolah mengkonsumsi makanan sehat, dan mengetahui cara mengukur status gizi. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan pada Siswa SMP Setia Budi kelas IX dengan jumlah 132 siswa, dengan memberikan penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah, tanya jawab dengan menggunakan media presentasi power point dan dikombinasi dengan menggunakan poster, diskusi, demonstrasi dan simulasi. Pendidikan kesehatan yang diberikan adalah tentang gizi seimbang pada remaja dengan mengkonsumsi makanan yang sehat sehingga mencegah terjadinya gizi lebih pada remaja, mengajarkan cara menghitung Indeks massa tubuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, pengukur berat badan dan pengukur tinggi badan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah setelah diberikan penyuluhan kesehatan pengetahuan siswa meningkat tentang makanan sehat dan bergizi, kesadaran untuk mengurangi mengkonsumsi makanan cepat saji, dan diketahui hasil pengukuran indeks massa tubuh terdapat 17% siswa yang mengalami obesitas.
Pemberian Terapi Thought Stoping untuk Mengatasi Kecemasan Akibat Penyakit Fisik pada Lansia Ulfa Suryani; Guslinda Guslinda; Nova Fridalni; Alex Kontesa
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.404

Abstract

Penyakit fisik berkaitan erat dengan masalah psikososial, dimana salah satunya dapat menyebabkan ansietas. Ansietas ini patut menjadi perhatian agar tidak membuat penyakit lansia semakin parah. Sehingga hal ini dapat dicegah dengan memberikan edukasi tentang kecemasan dan pemberian terapi thought stoping pada lansia untuk mengatasi cemasnya.. Ini bertujuan untuk mengatasai kecemasan akibat penyakit fisik dengan pemberian thought stopping pada lansia.dan dampaknya terhadap penurunan imunitas fisik lansia. Kegiatan ini dilaksanakan di Klinik Mercubaktijaya Padang bulan November 2020, dimana diawali dengan melakukan skrining pada lansia. Selanjutnya memberikan edukasi tentang kecemasan, dan latihan thought stopping. Hasil pre test pengetahuan menunjukkan rata-rata dibawah 56 point atau kategori rendah. Setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan lansia meningkat menjadi diatas 80 %. sedangkan hasil ukur kecemasan lansia yang diukur dengan Hamilton Ansiety Rating Scale (HARS) didapatkan bahwa sebelum diberikan terapi thought stopping rata-rata mengalami cemas sedang, setelah dilakukan tindakan thought stopping terjadi penurunan hasil ukur HARS lansia menjadi cemas ringan. Sehingga didapatkan bahwa pengetahuan lansia tentang kecemasan semakin meningkat dan kecemasan semaki menurun setelah diberikan edukasi tentang kecemasan dan thought stopping pada lansia.
Mengabdi Bersama Menuju Masyarakat Sehat Rahayu Winarti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.407

Abstract

Kesehatan masyarakat yang optimal dapat diwujudkan dengan baik apabila didukung oleh peran serta masyarakat. Upaya kesehatan dapat dilaksanakan secara mandiri dan optimal untuk meningkatkan fungsi kehidupan dengan mengutamakan upaya peningkatan kesehatan, pencegahan secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan upaya pengobatan dan rehabilitasi. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta ketrampilan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialaminya, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya komplikasi penyakit degeneratif dan pemeriksaan kesehatan untuk penyakit tidak menular terutama pada lansia. Kegiatan dilaksanakan kurang lebih selama 6 bulan dengan peserta yaitu kader posyandu kelurahan kedungpane dan warga masyarakat khususnya di RW 5. Metode kegiatan yang dilaksanakan adalah (1)Metode ceramah dengan sesi tanya jawab menggunakan media presentasi power point tentang penyakit degeneratif yaitu hipertensi, asam urat, gula darah dan kolesterol, (2)Mendemontrasikan cara pengukuran tekanan darah ke kader posyandu lansia (3)Melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan pendidikan kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, asam urat, gula darah dan kolesterol secara gratis. Hasil Pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya kemandirian dan kesadaran masyarakat tentang bahaya komplikasi penyakit degeneratif melalui deteksi dini, skrining dan meningkatnya kemampuan kader posyandu lansia dalam melakukan pemeriksaan pengukuran tekanan darah . Warga yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan pemeriksaan gratis adalah 70 orang. Hasil kegiatan deteksi dini yaitu terdapat 50 orang yang tercatat mengalami hipertensi, 30 orang tercatat mengalami hipertensi dengan asam urat., 20 orang mengalami hipertensi dengan gula darah tinggi dan 20 orang mengalami peningkatan kolesterol.
Pemberdayaan Kader sebagai Kelompok Pendukung dalam Gerakan Persiapan Adaptasi Baru dalam Mencegah Covid-19 Dwi Nur Aini; Priharyanti Wulandari; Menik Kustriyani; Arifianto Arifianto; Mariyati Mariyati; Muhammad Arifin Noor
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.412

Abstract

Covid 19 merupakan suatu jenis penyakit menular akibat corona virus yang baru – baru ini menjadi pandemi. Wuhan Cina merupakan kota pertama kali ditemukannya virus ini, sekitar bulan September tahun 2019. Di Indonesia sebesar 48.153 jiwa dengan status orang dalam pematauan (ODP), 13.285 jiwa dengan status pasien dalam pengawasan (PDP), dan 418 dengan kabupaten kota terdampak. Sementara DKK Kota Semarang (2020) melaporkan di kecamatan Ngaliyan, kasus tertinggi kedua setelah Kacamatan Pedurungan dengan pasien positif covid 19. Perlunya dilakukan PKM ini karena belum optimalnya kader dalam upaya untuk mencegah covid 19 serta adanya beberapa warga yang belum memehami cuci tangan dengan benar. Target khusus dari kegiatan PKM ini adalah mengajarkan kader tentang pencegahan Covid-19 untuk meningkatkan kesehatan di masyarakat, khususnya di Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan. Mengajarkan kader cara memcuci tangan yang benar. Selain itu terjadi sinergi antara kader, pelayanan kesehatan dan keluarga dalam upaya pencegahan Covid-19. Metode dalam kegiatan PKM ini adalah pendidikan kesehatan tentang Covid-19, Pendidikan Kesehtaan tentang cuci tangan, demonstrasi cara cuci tangan yang sesuai SOP. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah Tingkat pengetahuan kader RW 07 meningkat setelah diberikan materi tentang covid-19 dan dilakukan simulasi tentang cara cuci tangan yang benar dengan 7 langkah. Kader di wilayah RW 07 mampu melakukan simulasi tentang cara mencuci tangan yang benar.
Edukasi Personal Hygiene dan Pengendalian Faktor Risiko Infeksi Cacing Tambang Norra Hendarni Wijaya
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.420

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara tropis dengan tingkat kelembaban lingkungan geografisnya yang tinggi berkisar antara 80-100%. Curah hujan yang terjadi sepanjang tahun didukung dengan kontur tanah yang gembur menjadi habitat cacing tambang dan parasit yang lain untuk berkembang biak dengan baik. Pekerjaan pertanian masyarakat yang masih memungkinkan kontak langsung dengan tanah merupakan trasmisi masuknya cacing tambang ke tubuh manusia. Sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan berupa defisiensi mikronutrien seperti anemia maupun penurunan produktivitas kerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang bahaya infeksi cacing tambang, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak mengalami infeksi cacing tambang. Selain itu diharapkan agar masyarakat mampu melaksanakan upaya pencegahan secara individu dalam kehidupan sehari-hari terutama saat bekerja dilahan pembibitan albasia. Metode pelaksanaan dengan penyampaian edukasi secara berkelompok dan pembagian leaflet di sepanjang jalan dan juga kepada para petani pembibitan albasia. Pengumpulan data melalui kuesioner pengetahuan secara umum tentang risiko infeksi cacing tanah. Berdasarkan hasil pre test-post test pengetahuan umum, masyarakat menjadi lebih tahu dan paham akan pentingnya pelaksanaan personal hygiene, apalagi bagi petani pembibitan albasia akan risiko infeksi cacing tanah.
Edukasi Pandemi tentang Serba – Serbi Permasalahan dan Pencegahan Penularan Covid-19 Nor Wijayanti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.421

Abstract

Protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 harus konsisten diterapkan. Edukasi kepada masyarakat pun perlu terus dilakukan. Banyak edukasi sudah dilakukan melalui konten-konten digital. Namun, di antara masyarakat masih ada yang belum memiliki akses digital. Edukasi ini penting dilakukan karena ini berkaitan dengan kesehatan secara umum dan menyangkut lingkungan sekitarnya. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang permasalahan dan pencegahan penularan covid-19 di Desa Caturharjo Pandak Bantul. Metode kegiatan ini melalui penyampaian edukasi dengan menggunakan leaflet dan penyampaian materi melalui power point. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan peserta tentang covid-19 secara umum. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat Caturharjo Pandak Bantul Yogyakarta yang berjumalah 50 orang. Berdasarkan hasil pre-test dan post test kuesioner pengetahuan dari monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan diperoleh bahwa peserta memahami 96% berdasarkan hasil arti pentingnya dari permasalahan covid-19 ini dan bagaimana cara pencegahannya. Kegiatan pengabdian ini penting dan mendesak dilakukan karena informasi terkait covid-19 yang cepat dan berubah – ubah variannya. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu masyarakat mulai memahami dan mengikuti arahan dengan baik juga mengerti bagaimana cara menangani dan mencegah penularan covid-19.
Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa melalui Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa dan Deteksi Dini Mariyati Mariyati; Menik Kustriyani; Priharyanti Wulandari; Dwi Nur Aini; Arifianto Arifianto; Livana PH
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.423

Abstract

Masalah kesehatan jiwa tidak lagi dilihat secara individual, namun membutuhkan penanganan secara sistem. Pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas merupakan salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan akses masyarakat ke fasilitas pelayanan kesehatan. Puskesmas adalah ujung tombak dalam mengimplementasikan pelayanan kesehatan jiwa yang dapat dengan mudah dijangkau masyarakat karena jarak dekat, murah dan meminimalisir stigma di masyarakat. Mengingat hal itu, tim melakukan kegiatan pelatihan kader dan deteksi dini kesehatan jiwa di Puskesmas Lebdosari. Tujuan program ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendeteksi masalah kesehatan jiwa secara dini. Pelaksanaan kegiatan ini selama 2 hari pada 26 – 27 November 2019. Peserta terdiri dari 8 tenaga kesehatan Puskesmas Lebdosari dan 26 kader kesehatan dari 4 kelurahan di bawah wilayah kerja Puskemas. Pada hari pertama disampaikan 8 materi terdiri dari kesehatan jiwa di indonesia dan jawa tengah, konsep kelurahan siaga sehat jiwa, pelayanan kesehatan jiwa, kegiatan deteksi dini kesehatan jiwa, kunjungan rumah, kegiatan rujukan. Dilanjutkan pada hari kedua simulasi dan demonstrasi deteksi dini kesehatan jiwa dengan Self Reporting Questionnaire- 20 (SRQ 20). Hasil deteksi dini mendapat 112 orang, terdapat 48 orang (42,8%) orang yang memiliki resiko gangguan jiwa atau gangguan emosional. Upaya pelayanan kesehatan jiwa perlu dilakukan secara terintegrasi sehingga terbentuk layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Kesehatan Mata bagi Balita Oktaviani Cahyaningsih; Dewi Sari Rochmayani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.424

Abstract

Melakukan pemeriksaan mata pada anak secara kontinu pada usia 3 -5 tahun sangat perlu dilakukan untuk mendeteksi masalah kesehatan pada anak sejak awal. Pada umumya pemeriksaan mata dilakukan kalau orangtua menangkap gejala awal seperti ada gangguan penglihatan pada anak misalnya kesulitan melihat dari jarak dekat maupun jauh atau juga ada riwayat keluarga yang memiliki masalah mata. Sejatinya, pemeriksaan mata untuk anak-anak sebaiknya dilakukan untuk memastikan mata anak sehat dan tidak memiliki masalah penglihatan yang dapat mengganggu aktifitas anak khususnya saat belajar di sekolah dan berpotensi memengaruhi kesehatan anak dimasa kedepannya. Kegiatan deteksi dini kesehatan mata dengan menggunakan “kartu E” menjadi salah satu strategi sederhana dalam mendeteksi kesehatan mata dimana hal ini tidak pernah dilakukan di Posyandu RW I Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan. Untuk kelancaran dalam upaya sosialisasi “kartu E” terdapat beberapa kategori pada penyelenggaraanya yaitu terdiri dari ceramah, praktek dan evaluasi dengan sasarannya adalah kader posyandu RW I Kelurahan Palebon yang berjumlah 10 orang. Hasil dalam pemeriksaan kesehatan mata ini adalah rata rata Balita di Posyandu RW I Kelurahan Palebon ini baik, terdapat tambahan ketrampilan kader posyandu dalam melakukan pemeriksaan kesehatan mata.
Yoga Pranayama dan Aromaterapi sebagai Alternatif Penanggulangan Rheumatoid Arthritis pada Lansia Nova Maulana
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.432

Abstract

Proses menua mengakibatkan perubahan struktur dan fungsi tubuh. Manifestasi klinisnya adalah para lanjut usia akan menngalami nyeri pada lutut dan sendi lain jika berjalan, merupakan kelainan dari rheumatoid arthritis. Nyeri hampir tidak terpisahkan dari rheumatoid arthritis, dimana diketahui penyakit terbanyak yang diderita lansia adalah penyakit sendi (52,3%) dan kasus penderita rheumatoid arthritis di Yogyakarta dan Semarang 5,4%-5,8%, hal ini berarti ketergantungan terhadap obat diusahakan seminimal mungkin. Cara-cara pengobatan non-farmakologi seperti Terapi Yoga “Pranayama” dan Aromatherapy dapat dipakai untuk menurunkan nyeri. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui pengaruh Yoga Pranayama terhadap penanggulangan nyeri. Metode kegiatannya yaitu dengan melakukan pelatihan yoga pranayama dengan aromaterapi kepada 20 lansia dipandu oleh instruktur yoga. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pretest-posttest tentang keluhan nyeri lansia sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Hasil kegiatannya ada pengaruh yang signifikan antara sebelum dan setelah dilakukan pelatihan Yoga Pranayama pada kelompok Lansia di Panti ditandai dengan hasil rata – rata penurunan tingkat nyeri sebelum dan setelah pemeriksaan.
Ekonomi Kreatif melalui Masyarakat Cerdik dalam Mengelola Sampah dengan Baik Chanif Kurniasari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.433

Abstract

Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga mengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan serta dapat mengubah perilaku masyarakat. Pengelolaan sampah merupakan bagian dari penanganan sampah. Efek yang diakibatkan oleh sampah terhadap lingkungan makin hari sudah semakin parah, oleh sebab itu sebagai manusia sudah sepantasnya untuk bisa mengelola sampah-sampah tersebut. Tujuan dari kegiatan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan cara mengolah sampah dengan baik dan benar. Metode kegiatan ini melalui penyampaian penyuluhan dan pelatihan pengolahan sampah untuk di daur ulang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar dengan menggunakan leaflet dan penyampaian materi melalui power point. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Dusun Tegallayang Caturharjo Pandak Bantul Yogyakarta yang berjumalah 40 orang. Hasil dari pelatihan ini masyarakat lebih memahami arti ekonomi kreatif dari mengelola sampah dengan baik dan benar.

Page 6 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025