cover
Contact Name
Nyoman Pasek Nugraha
Contact Email
paseknugraha@gmail.com
Phone
+6281999131789
Journal Mail Official
paseknugraha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana, Kampus Tengah, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha
ISSN : 26141876     EISSN : 26141884     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjtm.v7i1.18616
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknik. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan teknik mesin bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 292 Documents
Optimalisasi Desain Sepeda Motor Listrik Baby Ganesha 1.0 Generasi II Menggunakan Software Solidworks 2018: Optimization Of Baby Ganesha 1.0 Generation II Electric Motorcycle Design Using Solidworks 2018 Software Wijaya, Kadek Surya; Dantes, Kadek Rihendra; Pasek Nugraha, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v11i2.64011

Abstract

Abstrak                                                                                           Aspek aerodinamika adalah aspek yang memperhitungkan gaya yang disebabkan oleh aliran fluida yang ditunjukan dengan nilai CD (Coeficient Of Drag) hal ini akan berpengaruh pada optimalisasi kinerja dan konsumsi energi yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memodifikasi desain standar Baby Ganesha 1.0 Generasi II sehingga diperoleh desain yang memiliki nilai CD (Coeficient Of Drag) minimum. Untuk mengetahui nilai CD (Coeficient Of Drag) diperlukannya sebuah simulasi analisis aliran fluida, salah satunya adalah menggunakan software Solidwork, software Solidworks dikenal dengan software yang memiliki kecepatan dan ketepatan dalam menganalisis. Jenis Penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model penelitian R2D2. Setelah dilakukannya proses simulasi analisis aliran fluida diketahui bahwa desain hasil modifikasi 1 kecepatan 60 km/jam Sepeda Motor Listrik Baby Ganesha 1.0 Generasi II memiliki nilai Coeficient Of Drag 0,067 , sedangkan Modifikasi 2 kecepatan 60 km/jam Sepeda Motor Listrik Baby Ganesha 1.0 Generasi II memiliki nilai Coeficient Of Drag 0,062  lebih rendah dibandingkan dengan desain Modifikasi 1 dan  standar. Melalui penilaian ahli, desain modifikasi Baby Ganesha 1.0 Generasi II telah mendapat persentase nilai 93% dengan kualifikasi layak. Kata Kunci: aerodinamika; coefficient of drag; Baby Ganesha 1.0 Generasi II; sofware solidworks. Abstract   The aerodynamic aspect is an aspect that takes into account the force caused by fluid flow which is indicated by the value Cd (Coefficient of Drag). This will affect the optimization of performance and energy consumption used. The purpose of this research is to modify the standard design of Baby Ganesha 1.0 Generation II in order to obtain a design that has a minimum coefficient of drag. To find out the value of the Cd (Coefficient of Drag), a fluid flow analysis simulation is needed, one of which is using Solidwork software, Solidworks software is known as software that has speed and accuracy in analyzing. The type of research conducted is Research and Development (R&D) using the R2D2 research model. After carrying out the fluid flow analysis simulation process it is known that the modified design of 1 speed 60 km/hour Baby Ganesha 1.0 Generation II Electric Motorcycle has a Cd (Coefficient of Drag) value of 0.067, Modification of 2 speed 60 km/hour Baby Ganesha 1.0 Generation II Electric Motorcycle has a value Coefficient Of Drag 0.062 lower than Modification 1 and standard designs. Through expert assessment, the modified design of Baby Ganesha 1.0 Generation II has obtained a percentage value of 93% with proper qualifications. Keywords: aerodynamics; coefficient of drag; Baby Ganesha 1.0 Generation II; solidworks software.
Optimalisasi Aliran Fluida Pada Permukaan Body Prototype Skuter E-Gaspol Mengunakan Sofware Solidwork 2019 Made Widya Sarasta; Gede Widayana; Edi Elisa
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v11i2.64023

Abstract

Coefficient Of Drag; R2D2; Research and Development; Software Solidwork 2019
Analisis Sifat Mekanik Pada Komposit Serat Daun Nanas Dengan Filler Talc Mg₃Si₄O₁(Oh)₂ : Analysis of Mechanical Properties of Pineapple Leaf Fiber Composites With Filler Talc Mg₃Si₄O₁₀(Oh)₂ Dadan Ma'arif; Ratna Dewi Anjani; Deri Teguh Santoso
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v11i2.65803

Abstract

Pemanfaatan material komposit sebagai bahan alternatif dari fiber glass dalam bidang otomotif khususnya pada body kendaraan kini semakin banyak dikenal orang. Hal ini dikarenakan keuntungan bahan dari material komposit berpenguat serat alam ini yaitu ramah lingkungan, beban lebih ringan, harga relatif murah, sifat mekanik yang sangat baik, dan mudah didapat. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat mekanik pada komposit serat daun nanas untuk material body mobil listrik Anobrain dengan bermaksud untuk mengetahui karakteristik serat daun nanas dengan filler talk Mg₃Si₄O₁₀(Oh)₂ serta pengaruh serat daun nanas terhadap perbandingan matriks fraksi volume 50:50, 60:40, dan 70:30 pada pengujian tarik dan impak. Hasil pengujian tarik tertinggi pada perbandingan fraksi 50:50 yaitu sebesar 34,2 MPa. Sedangkan untuk nilai kekuatan tarik terendah terjadi pada perbandingan fraksi 70:30 sebesar 21,5 MPa. Nilai modulus elastisitas pada pengujian tarik tanpa serat memiliki nilai sebesar 778 MPa dan nilai modulus elastisitas untuk perbandingan fraksi 50:50 sebesar 171 MPa. Dari hasil pengujian impact yang telah dilakukan bahwa energi impact paling tinggi yaitu sebesar 68,33 joule pada perbandingan fraksi 50:50 dan nilai energi impact terendah yaitu sebesar 40 joule pada fraksi tanpa serat (resin dengan katalis). Kata kunci: Komposit, serat daun nanas, uji tarik, uji impak
Analisis Pengaruh Media Pendingin Terhadap Sifat Mekanik Sambungan Las TIG (Tungsten Inert Gas) Pada Baja St 42 : Analysis Of The Effect Of Cooling Media On The Mechanical Properties Of TIG (Tungsten Inert Gas) Welded Joints In St 42 Steel Disya Haeriati Ariwiana Putri; Ratna Dewi Anjani; Iwan Nugraha Gusniar
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v11i2.65816

Abstract

Proses pengelasan yaitu proses penyambungan dua material atau lebih dengan karakteristik material logam induk yang sama ataupun material logam induk yang berbeda. Pada proses pengelasan terdapat banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Dalam penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media pendingin terhadap sifat mekanik sambungan las Tungsten Inert Gas pada baja St 42. Dengan menggunakan variasi media pendingin yaitu air tawar, air coolant, dan oli bekas dengan interval waktu perendaman selama 15 menit. Uji sifat mekanik yang dilakukan meliputi uji kekerasan rockwell yang menggunakan standar ASTM E18 dan uji tarik yang menggunakan standar ASTM E8 dan dilakukan pengujian struktur mikro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kekerasan tertinggi ada pada media pendingin air coolant dengan nilai kekerasan pada daerah lasan sebesar 29,7 HRC. Dan untuk hasil uji tarik yang diambil dari hasil konversi nilai kekerasan dimana nilai tertinggi pada penggunaan media pendingin air coolant dengan nilai sebesar 965 N/mm2. Hasil pengujian struktur mikro dengan media pendingin air coolant yang terbentuk adalah fasa ferit, perlit, dan martensit. Pendinginan secara cepat sehingga ferit yang bertranformasi menjadi martensit. hal ini menyebabkan tingkat kekerasan pada spesimen dengan media pendingin air coolant cukup tinggi dan bersifat getas. Untuk struktur mikro pada sepesimen tanpa media pendingin, oli bekas, dan air tawar yang terbentuk adalah perlit dan ferit.   Kata kunci: Pengelasan, Variasi Pendingin, Baja St 42, Sifat Mekanik.   The welding process is the process of joining two or more materials with the same parent metal material characteristics or different parent metal materials. In the welding process there are many factors that must be considered. This study aims to determine the effect of cooling media on the mechanical properties of Tungsten Inert Gas welding joints on St 42 steel. By using a variety of cooling media, namely fresh water, coolant water, and used oil with an immersion time interval of 15 minutes. The mechanical properties tests carried out include rockwell hardness tests using ASTM E18 standards and tensile tests using ASTM E8 standards and microstructure testing. The results of this study indicate that the highest hardness value is in air coolant cooling media with a hardness value in the weld area of 29.7 HRC. And for the tensile test results taken from the conversion of hardness values where the highest value is in the use of water coolant cooling media with a value of 965 N/mm2. The results of microstructure testing with water coolant cooling media formed are ferrite, pearlite and martensite phases. Cooling quickly so that ferrite is transformed into martensite. this causes the level of hardness in specimens with water coolant cooling media is quite high and brittle. For the microstructure of the specimens without cooling media, used oil, and fresh water formed are pearlite and ferrite.   Keywords : Welding, Cooling Media Variation, St 42 Steel,Mechanical Properties.
Pengaruh Fraksi Volume Komposit Serat Pelepah Pisang Kepok Dengan Polyester Dan Filler Terhadap Sifat Mekanik: Effect of Volume Fraction of Kepok Banana Leaf Fiber Composite with Polyester and Filler on Mechanical Properties Rinto Fuazzidin; Ratna Dewi Anjani; Viktor Naubnome
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v11i2.66002

Abstract

Di era yang sekarang ini perkembangan zaman dalam bidang teknologi maupun industri kini semakin meningkat pesat. Dengan semakin banyaknya pabrik-pabrik didirikan dan beroperasi maka kebutuhan akan material dan bahan akan semakin meningkat terutama material yang nantinya akan dijadikan sebuah produk jadi. Komposit adalah suatu struktur material yang terdiri dari perpaduan dua material atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi volume komposit serat pelepah pisang kapok dengan polyester dan filler terhadap sifat mekanik. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimental dan dalam pembuatan komposit menggunakan metode hand lay-up dengan perbedaan fraksi volume disetiap spesimennya adalah 0%, 5%, 10%, dan 15%. Bubuk talk digunakan sebagai filler dengan perbandingan antara resin dan talk 2:1. Perendaman serat pelepah pisang kepok menggunakan etanol (C₂H₅OH) selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa fraksi volume serat pelepah pisang kepok sangat berpengaruh terhadap sifat mekanik, karna semakin besar fraksi volume yang digunakan maka akan semakin besar pula kekuatannya. Nilai pada pengujian tarik yang paling optimum terdapat pada fraksi volume serat 15% dengan nilai tegangan tarik sebesar 33,27 MPa, nilai regangan tarik sebesar 2,03%, nilai modulus elastisitas 0,166 GPa. Nilai pada pengujian impak yang paling optimum terdapat pada fraksi volume 15% dengan nilai energi serap sebesar 1,62832 J, nilai kekuatan impak sebesar 11,80 KJ/m², dan nilai harga impak sebesar 0,0118 J/mm². Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan fraksi volume serat pelepah pisang kepok dapat mempengaruhi sifat mekaniknya, semakin besar fraksi volume serat maka semakin besar pula sifat mekaniknya. Kata kunci: Bubuk talk, Etanol, Komposit, Serat pelepah pisang kapok.
Pengaruh Paduan Serbuk Bambu Dan Matriks Polyethylene Terhadap Sifat Mekanik Wpc: Effect of Bamboo Powder Alloy and Polyethylene Matrix on The Mechanical Properties of Wpc Arfansyah Ramdhani; Ratna Dewi Anjani; Iman Dirja
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v11i2.66005

Abstract

Wood Plastic Composite Merupakan sebuah material bahan yang sangat ramah lingkungan dikarenakan sumber bahan bakunya adalah bahan mentah daur ulang. Tujuan dari penelitian pembuatan WPC ini adalah untuk meminimalisir penumpukan limbah kayu dan juga penumpukan limbah plastik yang nantinya hasil dari penelitian akan diklasifikasikan kembali dengan klasifikasi mutu kayu. WPC ini menggunakan metode Hot-press dalam pembuatannya dan mengikuti 2 pengujian yaitu pengujian sifat fisika dan juga pengujian sifat mekanik. Penelitian ini juga meliputi 2 variasi yang nantinya akan dibandingkan yaitu matrix-filler 70%-30% dan 80%-20%. Hasil pengujian dalam mencari nilai sifat fisika mendapatkan nilai rata-rata pada variasi matrix-filler 80%-20% 0,133% adalah pada kadar air. Pada percobaan variasi matrix-filler 70%-30% mendapatkan rata-rata nilai kadar air yaitu 0.156%. Untuk pengujian serap air variasi matrix-filler 70%-30% nilai rata-rata yang dihasilkan adalah 0,32% dalam perendaman 24jam. Dan untuk variasi 80%-20% nilai rata-rata yang dihasilkan adalah 0,25% dalam perendaman 24jam. Untuk pengujian kembang susut variasi matrix-filler 80%-20% didapatkan nilai rata-rata adalah 0,0085% untuk 24jam. Dan untuk variasi 70%-30% mendapatkan nilai rata-rata 0,022% dalam perendaman 24jam. Untuk pengujian mencari nilai mekanik meliputi pengujian tarik dan pengujian tekuk (bending). Untuk variasi matrix-filler 70%-30% didapatkan nilai tertinggi 8,48MPa dan terendah 4,10MPa untuk nilai kekuatan tarik dan untuk kekuatan tekuk (bending) yang tertinggi adalah 23,4 MPa dan terendah adalah 9,43 MPa. Untuk variasi matrix-filler 80%-20% didapatkan nilai tertinggi adalah 8,81 MPa dan untuk terendah adalah 4,31 sedangkan untuk kekuatan tekuk (bending) yang tertinggi adalah 20,8 MPa dan untuk yang terendah adalah 8,05 MPa. Kesimpulan yang bisa diambil penelitian WPC ini bisa diklasifikasikan dengan kayu balsa dalam kekuatan bending dan masih bisa disebut kayu dikarenakan memiliki sifat serat air dan kembang susut. Kata kunci: Filler, Pengujian tarik, Pengujian tekuk, WPC Wood Plastic Composite is a material that is very environmentally friendly because the source of its raw materials is recycled raw materials. The purpose of this WPC manufacturing research is to minimize the accumulation of wood waste and also the accumulation of plastic waste which later results from the research will be reclassified with wood quality classification. This WPC uses the Hot-press method in its manufacture and follows 2 tests, namely testing the physical properties and also testing the mechanical properties. This study also includes 2 variations that will be compared later, namely matrix-filler 70%-30% and 80%-20%. The test results in finding the value of physical properties get an average value on matrix-filler variations of 80% -20% 0.133% is on water content. In the 70%-30% matrix-filler variation experiment, the average moisture content was 0.156%. For water absorption testing matrix-filler variations of 70% -30% the resulting average value is 0.32% in 24 hour immersion. And for variations of 80% -20% the resulting average value is 0.25% in 24 hour immersion. For testing swelling and shrinkage matrix-filler variation 80% -20%, the average value is 0.0085% for 24 hours. And for variations of 70% -30% get an average value of 0.022% in 24 hour immersion. For testing to find mechanical values ​​including tensile testing and bending testing. For the 70% -30% matrix-filler variation, the highest value was 8.48MPa and the lowest was 4.10MPa for the tensile strength value and for the bending strength the highest was 23.4 MPa and the lowest was 9.43 MPa. For the 80% -20% matrix-filler variation, the highest value was 8.81 MPa and the lowest was 4.31 while for the highest bending strength was 20.8 MPa and the lowest was 8.05 MPa. The conclusion that can be drawn from this WPC study can be classified with balsa wood in bending strength and can still be called wood because it has the properties of water fiber and shrinkage. Keywords : Bending testing, Filler, Tensile testing, WPC
Proses Produksi Arm Rear Brake Tipe Kyea Untuk Sepeda Motor Honda Verza PT. XYZ: Kyea Type Rear Brake Arm Production Process For Honda Verza Motorcycles PT. XYZ Alvin Iskandar Aditya; Kardiman; Bobie Suhendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v11i2.67471

Abstract

Dalam pembuatan suku cadang kendaraan bermotor pemilihan material sangat penting agar kekuatan material bisa terpenuhi, begitupun juga dalam pembuatan arm rear brake. Arm rear brake adalah komponen penting dalam sistem pengereman pada kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan Arm Rear Brake, mengetahui penyebab kecacatan pada proses pembuatan Arm Rear Brake, dan mengetahui perhitungan cycle time dalam proses produksi Arm Rear Brake. Dari hasil penelitian didapatkan proses produksi arm rear brake melewati 10 tahapan proses untuk mencapai produk siap pakai atau finish good yaitu: pemilihan bahan baku material, blanking, bending satu, piercing, bending dua, spot welding, broaching, chamfering, plating, dan final inspection. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa ideal cycle time untuk memproduksi arm rear brake adalah 0,0042 jam/unit. Dalam satu jam, mampu menghasilkan arm rear brake sebanyak 24 unit. Jumlah target yang ingin dicapai adalah sebanyak 190 unit dalam 8 jam. Namun, actual cycle time yang tercatat adalah 0,043 jam/unit, sehingga rata-rata unit yang dapat diproduksi dalam waktu operasi selama 8 jam adalah 186 unit. Kata kunci: Arm Rear Brake; cycle time; Cacat Produksi.
Peran Metode Coating Limbah Radiator Coolant dan Cat Minyak Sebagai Uji Laju Korosi Terhadap Logam Ferro (Fe) Berbasis Quenching Treatment: The Role of Coating Methods for Radiator Coolant Waste and Oil Paints as a Corrosion Test for Ferro (Fe) Based Quenching Treatment Hermawan, Rudi; Ghazali Al Fharezi, Mochamad; Hidayat, Taufik; Auliya Kurdiati, Lintang; Priti; Hertias Ningrum, Liza
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v11i2.67593

Abstract

Logam ferro (Fe) merupakan material yang memiliki sifat mekanik yang baik dan fisik yang sangat kuat sehingga sering digunakan pada kontruksi bangunan, tapi memiliki kelemahan yaitu mudah mengalami korosi. Sebagai bentuk memelihara keamanan konstruksi bangunan, maka diperlukan suatu perlindungan coating agar korosi yang terjadi bisa diperkecil. Radiator coolant memiliki sifat yang dingin dan cat minyak sebagai coating dalam bentuk upaya mengurangi laju korosi secara pasif dengan memiliki usia pemanfaatan logam ferro (Fe) yang jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan penelitian atau riset yang bertujuan untuk mengetahui peran dari metode coating limbah radiator coolant dan cat minyak berbasis quenching treatment dapat mengurangi permasalahan laju korosi pada logam ferro (Fe). Berdasarkan hasil perhitungan pada pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa metode coating dengan media limbah radiator coolant dan cat minyak berbasis quenching treatment dapat berperan mengurangi permasalahan laju korosi pada logam ferro (Fe). Kata kunci: Metode Coating, Radiator Coolant, Cat Minyak, Laju Korosi, Quenching Treatment Ferrous metal (Fe) is a material that has good mechanical properties and is very strong physically, so it is often used in building construction, but has the disadvantage of being easily corroded. As a form of maintaining the safety of building construction, a coating protection is needed so that corrosion that occurs can be minimized. Radiator coolant has cold properties and oil paint as a coating in an effort to passively reduce the corrosion rate by having a long term use of ferrous metal (Fe). The purpose of this research is to conduct research or research that aims to determine the role of the radiator coolant waste coating method and quenching treatment-based oil paint in reducing the problem of corrosion rates in ferrous (Fe) metals. Based on the results of calculations in the tests performed, it shows that the coating method with radiator coolant waste media and oil paint based on quenching treatment can play a role in reducing the problem of corrosion rates in ferrous (Fe) metals. Keywords : Coating Method, Radiator Coolant, Oil Paint, Corrosion Rate, Quenching Treatment
Persepsi Mahasiswa (Calon Guru) Pendidikan Vokasi Terhadap Pendidikan Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM): Perceptions of Vocational Education Students on Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Education Fatwa, Islami; Widya
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v11i2.68730

Abstract

Abstract Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) education has been widely discussed by academics, especially vocational education. However, the knowledge of vocational students/prospective teachers about Science, Technology, Engineering STEM is still limited. The purpose of this research is to describe the perceptions of prospective vocational teachers regarding STEM. This research is a descriptive research using survey method. Data collection was carried out through a questionnaire. The data collected was analyzed using percentage techniques. The results of the study show that there are positive perceptions among prospective vocational teachers about STEM education and they agree to implement the education curriculum in Indonesia. Students stated that the relationship between STEM components was integrated with each other. Most students believe that STEM is suitable for application at every level of education, STEM can link the classroom learning process with the phenomena of everyday life, STEM is suitable for Mechanical Engineering Vocational learning, STEM relates to problem solving abilities, and STEM can be a preference for choosing work in future. Write the abstract in English here. If articles in English, abstract in Indonesia language do not need to be included. Writing abbreviations and mathematical formulas in the abstract needs to be avoided.
Pengaruh Penerapan Media Pembelajaran Pemeliharaan Listrik Sepeda Motor Berbasis Flash Terhadap Hasil Belajar Siswa Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) : The Effect of Implementing Flash-Based Motorcycle Electrical Maintenance Learning Media on Student Learning Outcomes in Motorcycle Business Engineering (TBSM) Susanto, Gede Resta Ervan; Edi Elisa; Kadek Rihendra Dantes
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i1.38731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengarauh penerapan media terhadap hasil belajar siswa kelas XI TBSM 1 SMK Negeri 3 Singaraja. Dengan diterapkanya media pembelajaran berbasis flash diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian eksperimen semu (quasi ekperimen) dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan desain eksperimen pretest-posttest group desain. populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TBSM di SMK Negeri 3 Singaraja. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas XI TBSM 1, yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 15 orang siswa. Instrumen pada penelitian ini yaitu tes hasil belajar pemeliharaan listrik sepeda motor, untuk mencari data hasil belajar dianalisis dengan menggunkan uji t. Hasil penelitian diperoleh nilai t hitung sebesar 11.557 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Jika nilai t tabel sebesar 2,048 dan apabila nilai t hitung > nilai t tabel (11,557 > 2,048) maka dapat dikatakan terdapat pengaruh penerapan media pembelajaran berbasis flash terhadap hasil belajar siswa kelas XI TBSM 1 atau H1 diterima. Berdasarkan hal tersebut dapat dijelaska bahwa media pembelajaran adobe flash berpengaruh terhadap hasil belajar pemeliharaan listrik sepeda motor siswa. Kata Kunci : flash, hasil belajar, Listrik This study aims to determine whether there is an influence on the application of media to the learning outcomes of class XI TBSM 1 SMK Negeri 3 Singaraja. With the implementation of flash-based learning media is expected to improve student learning outcomes. This research belongs to the type of quasi-experimental research (quasi-experimental) with a quantitative approach, this research uses an experimental pretest-posttest group design. The population in this study were students of class XI TBSM at SMK Negeri 3 Singaraja. The sample of this research is the students of class XI TBSM 1, which is determined by purposive sampling technique. The number of samples used in this study were 15 students. The instrument in this study is a test of learning outcomes for electric motorcycle maintenance, to find data on learning outcomes that are analyzed using the t test. The results of the study obtained the t-count value of 11,557 with a significant value of 0.000. If the t table value is 2,048 and if the t value > t table value (11,557 > 2,048) then it can be said that there is an effect of the application of flash-based learning media on student learning outcomes in class XI TBSM 1 or H1 is accepted. Based on this, it can be explained that adobe flash learning media has an effect on students' learning outcomes of electric motorcycle maintenance. Keywrods: flash, learning outcomes, electricity