cover
Contact Name
Nyoman Pasek Nugraha
Contact Email
paseknugraha@gmail.com
Phone
+6281999131789
Journal Mail Official
paseknugraha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana, Kampus Tengah, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha
ISSN : 26141876     EISSN : 26141884     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjtm.v7i1.18616
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknik. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan teknik mesin bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 292 Documents
Studi Pengaruh Kedalaman Pemakanan Terhadap Kekasaran Permukaan dan Kekuatan Tarik Baja S45C Pada Proses Bubut Mesin CNC : Study of the Effect of Infeed Depth on the Surface Roughness and Tensile Strength of S45C Steel in the CNC Machine Lathe Process Stefhant Haryanto, Stefhant; Ratna Dewi Anjani; Aripin
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i1.67428

Abstract

Proses pemesinan pada mesin CNC adalah dengan cara menyayat dan memotong benda kerja menggunakan pahat insert. Proses pemesinan CNC memiliki banyak keunggulan dalam segi produksi dalam jumlah besar. Program pada mesin bubut CNC memiliki akurasi yang presisi dalam membubut benda kerja. Untuk produksi dalam jumlah banyak diperlukan kualitas hasil pemesinan yang baik seperti hasil kekasaran permukaan. Salah satu faktor penyebab kekasaran permukaan adalah kedalaman pemakanan. Tujuan dari penelitian ini membandingkan kedalaman pemakanan 0,5 mm, 0,75 mm dan 1 mm terhadap hasil kekasaran permukaan dan mencari tahu kekuatan tarik terhadap kekasarannya. Dari hasil penelitian ini diketahui kekasaran permukaan terendah terdapat pada spesimen dengan kedalaman pemakanan 0,4 yaitu sebesar 2,590 µm, tegangan tarik nya memperoleh  hasil sebesar 796,27 x 106 N/m2. Dan kekasaran permukaan tertinggi ada pada kedalaman pemakanan 4,263 µm. Tegangan tarik nya memperoleh  hasil sebesar 703,01 x 106 N/m2.   Kata kunci: Kedalaman Pemakanan, Kekasaran Permukaan, Kekuatan Tarik Machining process on CNC machines involves cutting and shaping the workpiece using insert tools. CNC machining offers numerous advantages, especially in mass production scenarios. CNC lathe programs exhibit high precision accuracy when machining workpieces. For large-scale production, achieving high-quality machining outcomes, such as surface roughness, is essential. One of the factors affecting surface roughness is the depth of cut. The objective of this research is to compare surface roughness outcomes with varying depths of cut, namely 0.5 mm, 0.75 mm, and 1 mm, and to investigate their tensile strength in relation to the surface roughness. The research findings reveal that the lowest surface roughness is observed in specimens machined with a depth of cut of 0.5 mm, measuring at 2.590 µm, and attaining a tensile strength of 796.27 x 106 N/m2. Conversely, the highest surface roughness is seen with a depth of cut of 4.263 µm, with a corresponding tensile strength of 703.01 x 106 N/m2.  Keywords : Depth of Cut, Surface Roughness, Tensile Strength
The Analisis Mesin Slitter Otomatis Menggunakan Metode DMAIC Untuk Menurunkan Untidy Roll Plastic Pada Proses Slitting Di PT. PKF: Analysis of Automatic Slitter Machines Using the DMAIC Method to Reduce Untidy Roll Plastic in the Slitting Process at PT. PKF Khoerudin Ferry Yusuf; Ratna Dewi Anjani; Deri Teguh Santoso; Bobie Suhendra
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i1.68968

Abstract

Plastik digunakan hampir oleh semua orang, plastik dapat digunakan untuk berbagai macam hal, ini membuat plastik menjadi salah satu pemeran penting dalam rantai pasok di Indonesia. Pertumbuhan manufaktur plastik di Indonesia sangat tinggi dan masih memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan terutama di sektor industri di Indonesia. Dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan gulungan tidak rapih pada proses slitting, menganalisis langkah-langkah perbaikan dengan menggunakan metode DMAIC pada proses slitting, dan menjelaskan manfaat dari penggunaan metode DMAIC pada proses slitting. Dari hasil analisa penelitian pada PT. PKF didapatkan pada Bulan Maret total produksi 32.255 kg, jumlah defect 1680 kg, CTQ 4, DPMO 13.020, level sigma 3,7 dan pada Bulan April total produksi 25.249 kg, jumlah defect 940 kg, CTQ 4, DPMO 9.300, level sigma 3,8. Sehingga PT. PKF berada pada level 3,75 atau bisa dikatakan berada pada level 4 sigma dengan nilai rata-rata DPMO 11.160 setiap 1.000.000 produksi yang dilakukan oleh PT. PKF, maka perusahaan berada pada level 4 sigma dan sekelas dengan rata-rata industri di Indonesia. Kata kunci: Mesin Slitter; Metode DMAIC; Proses Slitting. Plastic is used by almost everyone, plastic can be used for various things, this makes plastic one of the important players in the supply chain in Indonesia. The growth of plastic manufacturing in Indonesia is very high and still has great potential to be developed, especially in the industrial sector in Indonesia. With this in mind, this study aims to determine the factors that cause untidy rolls in the slitting process, analyze corrective steps using the DMAIC method in the slitting process, and explain the benefits of using the DMAIC method in the slitting process. From the results of research analysis at PT. PKF obtained in March total production 32,255 kg, total defects 1680 kg, CTQ 4, DPMO 13,020, sigma level 3.7 and in April total production 25,249 kg, total defects 940 kg, CTQ 4, DPMO 9,300, sigma level 3, 8. So that PT. PKF is at level 3.75 or it can be said to be at level 4 sigma with an average DPMO value of 11,160 for every 1,000,000 production carried out by PT. PKF, the company is at the 4 sigma level and in the same class as the industry average in Indonesia. Keywords : Slitting Machines; DMAIC method; Slitting Process.
Studi Aplikasi Heat Transfer Menggunakan Sistem Penukar Panas Tipe Shell & Tube di Industri Manufaktur: Study of Heat Transfer Applications Using Shell & Tube Type Heat Exchanger Systems in the Manufacturing Industry Erwin; Husen Asbanu; Yefri Chan; Didik Sugiyanto; Herry Susanto
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i1.69071

Abstract

Dalam industri manufaktur modern, proses perpindahan panas menjadi salah satu aspek penting dalam operasi mesin. Heat exchanger merupakan salah satu perangkat yang diaplikasikan untuk memindahkan energi panas antara dua atau lebih substansi, antara permukaan padat dengan substansi, atau antara partikel padat dengan substansi, ketika terdapat perbedaan temperatur dan terjadi kontak panas. Prosedur yang diaplikasikan dalam penelitian ini ialah melalui pengkajian literatur dari sebagian sumber yang terdiri dari karya tulis, publikasi ilmiah, dan literatur yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir dan tersedia di internet. Literatur dipilah-pilah sesuai dengan pokok bahasan yang ingin diteliti. Data untuk pengkajian ini, dikumpulkan melalui kajian terhadap jurnal yang membahas penerapan efektivitas desain heat exchanger tipe shell dan tube dalam industri. Riset ini bertujuan untuk menyusun desain penukar panas agar dapat mencapai efektivitas. Standar yang digunakan dalam perancangan heat exchanger tipe shell dan tube yakni TEMA (Tubular Exchanger Manufacturers Association) dan American Petroleum Institute (API). Berdasarkan masalah yang diungkapkan, penulis menganggap penggunaan heat exchanger tipe shell dan tube sangat efektif sebagai piranti pertukaran termal. Heat exchanger juga dapat digunakan dengan berbagai jenis fluida, terutama nanofluida. Namun, penggunaan heat exchanger tipe ini memerlukan perhatian khusus, seperti memastikan bahwa kontaminan telah dikendalikan agar penggunaannya optimal, serta menjaga tingkat transfer panas agar tetap stabil. Kata kunci: Perpindahan panas, Shell and Tube Heat Exchanger, Fluida, Kajian The heat transfer process plays a crucial role in machine operations in the modern manufacturing industry. The heat exchanger, which allows the passage of heat energy between several fluids, a solid surface and a fluid, or solid particles and a fluid, is an essential piece of equipment in this context. This exchange takes place at various temperatures and involves heat collision. The methodology employed in this study consists of conducting a comprehensive literature review of relevant articles, journals, and books published online within the past five years. The literature is carefully selected and organized based on the chosen research theme. The data collection for this study is derived from an in-depth analysis of a journal article focused on the practical application and design effectiveness of shell and tube heat exchangers within the industrial sector. This research aims to develop an optimized heat exchanger design to achieve optimal performance. The design standards for shell and tube heat exchangers are TEMA (Tubular Exchanger Manufacturers Association) and the American Petroleum Institute (API). Given the challenges above, the author emphasizes that shell and tube heat exchangers are highly effective heat transfer devices within the industry. Furthermore, these heat exchangers can be employed with various fluids, particularly nanofluids. However, it is crucial to exercise caution when using this type of heat exchanger, ensuring that contaminants are adequately managed to maximize their efficiency while maintaining a stable heat transfer rate. Keywords: Heat transfer, Shell and Tube Heat Exchanger, Fluid, Study
Kinerja Pendinginan Suhu Konstan 150C dengan Variasi Dimensi Kondenser pada Truk Refrigerator : Cooling Performance 15C Constant Temperature with Variations Condenser Dimensions in Refrigerator Trucks Bawa Susana, I Gede; Perdana Putra, I Ketut
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i1.72998

Abstract

Temperatur pendinginan konstan sangat dibutuhkan dalam penyimpanan bahan pangan agar awet dan tetap segar dalam suatu alat transportasi yaitu berupa truck refrigerator. Untuk mempertahankan temperature konstan 15oC, dilakukan pengujian terhadap aplikasi dimensi kondensor terhadap knerja mesin pendingin. Dimensi kondensor yang digunakan meliputi (P 23 x T 14) inch2 x 19 mm, (P 23 x T 14) inch2 x 26 mm, dan (P 23 x T 14) inch2 x 44 mm disesuaikan dengan kondisi operasi dari truck refrigerator. Dari pengujian yang dilakukan ditemukan bahwa dimensi kondensor paling besar memberikan waktu capai dingin paling cepat yaitu 460 detik dibandingkan dimensi paling kecil hanya menghasilkan 860 detik. Berdasarkan kinerja mesin pendingin yang dilihat dari indikator efek refrigerasi, kerja kompresi, dan coefficient of performance (COP) bahwa dimensi kondensor paling besar memberikan kinerja lebih baik. Kondensor dengan dimensi paling besar memiliki luas permukaan perpindahan panas paling besar, sehingga proses perpindahan panas yang terjadi lebih besar. Efek refrigerasi dan COP terjadi paling tinggi pada dimensi kondensor paling besar dengan kerja kompresi paling kecil. Suatu sistem refrigerasi yang efisien memiliki daya kompresi yang rendah dan COP yang tinggi. Kata kunci: pendinginan; truck refrigerator; dimensi kondensor; coefficient of performance Constant cooling temperatures are needed in storing food so that it lasts and remains fresh in a means of transportation, namely a truck refrigerator. To maintain a constant temperature of 15oC, tests were carried out on the application of condenser dimensions to the performance of the cooling machine. The condenser dimensions used include (L 23 x H 14) inch2 x 19 mm, (W 23 x H 14) inch2 x 26 mm, and (W 23 x H 14) inch2 x 44 mm, adjusted to the operating conditions of the truck refrigerator. From the tests carried out, it was found that the largest condenser dimension provided the fastest cooling time, namely 460 seconds, compared to the smallest dimension, which only produced 860 seconds. Based on the performance of the cooling machine, as seen from the indicators of refrigeration effect, compression work, and coefficient of performance (COP), the largest condenser dimensions provide better performance. The condenser with the largest dimensions has the largest heat transfer surface area, so the heat transfer process that occurs is greater. The refrigeration effect and COP occur highest at the largest condenser dimensions with the smallest compression work. An efficient refrigeration system has low compression power and high COP. Keywords : cooling; truck refrigerator; condenser dimension; coefficient of performance   
Disain dan Evaluasi Kinerja Mesin Pengiris Ubi Kayu pada Berbagai Kecepatan dan Tebal Pengirisan: Design and Performance Evaluation of Cassava Slicing Machine at Various Slicing Speed and Slicing Thickness Fahrizal; Sealtial Mau; Priyono; Basri K; Edy Suprapto; Wofrid E. Bianome
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i1.75425

Abstract

Kinerja mesin pengiris ubi kayu dapat diukur berdasarkan indikator efisiensi dan kapasitas pengirisan. Kedua indikator ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor diantaranya kecepatan pengirisan dan tebal irisan. Namun demikian, informasi tentang penentuan kecepatan pengirisan dan tebal irisan optimum belum banyak tersedia, hal ini menjadi kendala bagi pelaku usaha khususnya industri rumah tangga keripik singkong. Untuk alasan ini, sebuah mesin pengiris ubi kayu didesain, dibuat, dan dievaluasi kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat, dan menguji kinerja mesin pengiris ubi kayu sehingga dihasilkan mesin dengan tingkat efisiensi dan kapasitas optimal. Penelitian ini menggunakan design of experiment rancangan faktorial untuk mengetahui kinerja efisiensi dan kapasitas pengirisan optimal. Faktor yang dikaji adalah kecepatan pengirisan dan tebal irisan. Kecepatan pengirisan dibagi kedalam empat level yaitu 308, 392, 485 dan 595 rpm, sedangkan tebal irisan terdiri dari  1,5 dan 2,0 mm. Jumlah eksperimen sebanyak 8 kali sesuai kombinasi faktor dan level.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur secara langsung tingkat efisiensi dan kapasitas pada setiap kombinasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kapasitas berbanding lurus dengan peningkatan kecepatan pengirisan, namun demikian tidak terjadi pada efisiensi. Efisiensi tertinggi sebesar 88.5% diperoleh pada kecepatan pengirisan 485 rpm dan tebal irisan 2,0 mm, dengan kapasitas pengirisan sebesar 33,63 gram/detik. Mesin ini mudah digunakan dan perawatan untuk industri skala rumah tangga. Kata kunci: design of experiment, efisiensi, kapasitas, kecepatan pengirisan, tebal pengirisan The performance of a cassava slicing machine can be measured based on indicators of efficiency and slicing capacity. These two indicators are influenced by a number of factors including slicing speed and slicing thickness. However, information about determining the optimum slicing speed and slicing thickness is not yet widely available, this is an obstacle for business actors, especially the cassava chips home industry. For this reason, a cassava slicing machine was designed, built, and evaluated for its performance. This research aims to design, manufacture and test the performance of a cassava slicing machine so that a machine with optimal levels of efficiency and capacity is produced. This research used a factorial design of experiment to determine efficiency performance and optimal slicing capacity. The factors studied are slicing speed and slicing thickness. The slicing speed was divided into four levels, namely 308, 392, 485 and 595 rpm, while the slicing thickness consists of 1.5 and 2.0 mm. The number of experiments was 8 times according to the combination of factors and levels. Data collection was carried out by directly measuring the level of efficiency and capacity in each combination. The research results concluded that capacity was directly proportional to the increase in slicing speed, however this did not occur with efficiency. The highest efficiency of 88.5% was obtained at a slicing speed of 485 rpm and a slicing thickness of 2.0 mm, with a slicing capacity of 33.63 grams/second. This machine is easy to use and maintain for household scale industries. Keywords: capacity, efficiency, design of experiment, slicing speed, slicing thickness
Dampak Dari Penyesuaian Tekanan Bahan Bakar Pada Mesin Diesel Common Rail Terhadap Tingkat Kebisingan Dan Emisi Gas Buang: Impact of Fuel Pressure Adjustment on Common Rail Diesel Engine Noise Level and Exhaust Emissions Taruna
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i1.76384

Abstract

Seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan, hal ini sangat berdampak pada meningkatnya polusi udara. Saat ini pengguna motor diesel terus meningkat setiap tahunnya. Kekurangan yang dimiliki mesin deisel saat ini yaitu suara dan tingkat kepekatan asap yang lebih tiggi dibandingkan mesin berbahan bakar bensin . Strategi mengurangi segala bentuk polusi, terutama polusi udara dan kebisingan, adalah melalui pemasangan manipulator pada sistem bahan bakar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen sebagai pendekatan utama dalam mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika tekanan sebesar 0,2 V dari (1,08 V) pada 750 RPM, maka gangguan paling rendah didepan mobil mencapai 71 dB. Tetapi saat tekanan menjadi 0,2 V pada 750 RPM, tingkat gangguan terendah di bagian belakang kendaraan adalah 69 dB. Data menunjukkan bahwa gangguan di bagian depan lebih sering terjadi daripada di bagian belakang. Ini mungkin karena mesin di depan lebih dekat. Selain itu, analisis kepadatan gas buang menunjukkan bahwa ketika tegangan sebesar 0,2 V dari (1,08 V), maka gas buang terkecil adalah 9,7%. Namun, ketika tekanan 0,2 V (1,48 V), kepadatan tertinggi mencapai 61,4%. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan tekanan bahan bakar membeku langsung dengan peningkatan kepadatan gas buang Kata kunci: Common rail; Diesel; Emission; Manipulator; AlongWith the increase in the number of vehicles, this has a huge impact on the increase of air pollution.air pollution. Currently, diesel motor users are increasing every year. Disadvantagesof the current diesel engine is the sound and smoke density that is higher than gasoline engines. higher than gasoline enginesA strategy to reduce various forms of pollution, especially air and noise pollution, is the installation of manipulators on the fuel system. This research uses the experimental method as the main approach in collecting the necessary data and information. The results showed that when the fuel pressure sensor voltage was lowered to 0.2 V from the normal condition (1.08 V) at 750 RPM (idle), the lowest level of interference at the front of the car reached 71 dB. But when the fuel pressure sensor voltage drops to 0.2 V at 750 RPM, the lowest level of interference at the rear of the vehicle is 69 dB. The data shows that the interference at the front is higher than at the rear. This may be because the engine in the front is closer. In addition, the exhaust gas density analysis shows that when the fuel pressure sensor voltage is lowered by 0.2 V from the normal value (1.08 V), the lowest exhaust gas concentration is 9.7%. However, when the fuel sensor pressure was charged by 0.2 V (1.48 V), the highest exhaust gas density reached 61.4%. The results show that an increase in fuel pressure freezes directly with an increase in exhaust gas density. Keywords : Common rail; Diesel; Emission; Manipulator
Pengembangan Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Capcut Pada Mata Pelajaran Teknik Pengelasan Bagi Siswa Kelas XI SMK Negeri 3 Singaraja: Developing Audiovisual learning media using Capcut for Engineering Weldment Subjects for Eleventh Grade Students of SMK Negeri 3 Singaraja I Gede Wiratmaja; I Nyoman Pasek Nugraha; Made Agus Suardana Pinatih
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i2.77344

Abstract

Penelitian pengembangan produk digital ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan prototipe dan tingkat kelayakan produk media pembelajaran audio visual berbasis CapCut pada mata pelajaran Teknik pengelasan Kelas XI SMK Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan metode 4D. Teknik pengumpulan data yang dipilih peneliti untuk memenuhi kebutuhan data adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif), peneliti memilih teknik pengumpulan data seperti analisis kebutuhan siswa, angket dan penilaian Rubrik. Tingkat kelayakan media pembelajaran diperoleh berdasarkan rubrik angket ahli media pembelajaran dan ahli materi pembelajaran yang dilakukan oleh dua orang ahli media dan dua orang ahli materi. Hasil yang diperoleh adalah, total rata-rata skor yang diberikan oleh kedua ahli media adalah 99 yang berkategori sangat baik. Sedangkan rata-rata nilai yang diberikan oleh kedua ahli materi adalah 97 yang berkategori sangat baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis CapCut termasuk dalam kategori media dengan tingkat kelayakan sangat baik dan dinilai relevan dengan kriteria media pembelajaran video yang baik. Selain itu, berdasarkan penilaian ahli, media yang dikembangkan dinilai layak digunakan untuk memperkaya pemahaman siswa khususnya pada mata pelajaran Teknik Pengelasan.
Perancangan E-Modul Workshop Equipment Sebagai Media Pembelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif: Designing E-Module Workshop Equipment as Media for Learning Basic Jobs Automotive Engineering Nurjanah, Ayu; Islami Fatwa
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i2.82864

Abstract

Penelitian ini adalah studi pengembangan, biasanya disebut sebagai Penelitian dan Pengembangan (R&D), yang menggunakan bantuan flip builder atau aplikasi profesional flip pdf untuk mengembangkan e-modul yang bertujuan untuk Mengetahui perancangan e-modul Workshop Equipment Sebagai media pembelajaran SMK Negeri 4 Lhokseumawe serta Menguji tingkat kelayakan e-modul Peralatan Bengkel Sebagai Media Pembelajaran SMK Negeri 4 Lhokseumawe. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif, karena jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Akademik 2021/2022. Objek dalam penelitian ini adalah Siswa dan e-modul yang digunakan dalam pembelajaran pekerjaan dasar teknik peralatan bengkel material otomotif . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi serta menggunakan instrumen penelitian berupa kuisioner (angket). Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif, analisis yaitu menyajikan hasil rencana produk dalam bentuk e-modul, angket kelayakan, dan keterampilan produk untuk diimplementasikan pada material peralatan bengkel . Hasil analisis didasarkan pada lembar validasi ahli dan lembar respon pendidik. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu untuk hasil validasi media persentase yang didapat sebesar 86% dengan predikat “sangat layak”. Hasil uji materi oleh validator ahli didapat rata-rata hasil sebesar 93% dengan predikat “sangat layak”. hasil validitas angket sebanyak oleh siswa diperoleh persentase rata-rata sebesar 82% dengan predikat “cukup layak”. Maka dapat disimpulkan bahwa produk media pembelajaran e-modul pada pembelajaran pekerjaan dasar Teknik otomotif di kelas X TKR di SMKN 4 Lhokseumawe layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kata Kunci : E-modul , Penelitian dan Pengembangan (R&D), Peralatan Bengkel
Kajian Rencana Pembuatan Mesin Penggiling Kopi : Study of Plans for Making Coffee Grinding Machines Siahaan, Saloom Hilton; Purba, Jhon Sufriadi; Simanjuntak, Mario Geraldi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i2.83314

Abstract

Kelompok Tani Horas masyarakat perkebunan kopi merupakan kelompok petani yang mengembangkan tanaman kopi unggulan di daerah Desa Siboruon Kecamatan Balige Kabupaten Toba Sumatera Utara. Kopi jenis robusta dan kopi jenis Arabica yang di perkebunan dataran rendah dan dataran tinggi merupakan spesies paling banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas perkebunan yang diandalkan dan menghasilkan devisa bagi Indonesia. Metode pelaksanaan program meliputi perumusan ide, perancangan struktural dan fungsional mesin, proses pabrikasi, pengujian kinerja mesin dan implementasi alat. Ide utama dari program ini adalah pembuatan mesin penggiling kopi kering dengan prinsip kerja mekanisme pengepres bahan dari dua sisi dengan menggunakan penggilas yang didasarkan pada perancangan dan perhitungan teknik sehingga menghindari tercampurnya kulit dengan biji kopi. Alat ini terdiri dari bak penampung (hopper), poros, pulli, belt, dan motor bensin. Adapun keunggulan alat ini adalah mampu mengefesiensikan waktu dan tenaga dalam proses pengupasan kopi serta alat ini mudah dibawa kemana-mana (portable). Program ini bertujuan untuk menciptakan alat penggilingan mekanis semi konvensional tepat guna dalam rangka membantu kelompok tani masyarakat perkebunan kopi Desa Siboruon agar dapat mempertahankan kualitas biji kopi yang dihasilkan sehingga nilai ekonominya tetap tinggi. Program ini diharapkan dapat memberikan kegunaan bagi pemerintah dalam membantu mengaplikasikan teknologi pada pertanian tradisional dan membantu meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan pertanian masyarakat. One of the superior products of Indonesian plantation food crops is high quality coffee plants. The Horas Farmers Group, a coffee plantation community, is a group of farmers who develop superior coffee plants in the Siboruon Village area, Balige District, Toba Regency, North Sumatra. Robusta coffee and Arabica coffee in lowland and highland plantations are the most widely cultivated species and are one of the plantation commodities that are relied upon and generate foreign exchange for Indonesia. Program implementation methods include idea formulation, structural and functional design of machines, manufacturing processes, machine performance testing and tool implementation. The main idea of ​​this program is to make a dry coffee grinding machine with the working principle of a mechanism for pressing the material from two sides using a rolling pin which is based on engineering design and calculations so as to avoid mixing the skin with the coffee beans. This tool consists of a hopper, shaft, pulley, belt and gasoline motor. The advantage of this tool is that it can save time and energy in the coffee stripping process and this tool is easy to carry anywhere (portable). This program aims to create an appropriate semi-conventional mechanical grinding tool in order to help farmer groups in the Siboruon Village coffee plantation community maintain the quality of the coffee beans produced so that their economic value remains high. It is hoped that this program will be useful for the government in helping apply technology to traditional agriculture and help increase awareness of the community's agricultural problems.
Desain dan Analisa Single-sided Regenerative Swingarm Untuk E-Scooter: Design and Analysis of Single-Sided Regenerative Swingarm for E-Scooter Bimo Eko Saputra; Guntur, Harus Laksana
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v12i2.83489

Abstract

Pada penelitian ini, dilakukan perancangan dan simulasi Regenerative Swingarm (RSA) untuk meningkatkan efisiensi energi kendaraan listrik. RSA memanfaatkan gerakan naik-turun swingarm belakang untuk menghasilkan listrik melalui generator yang dihubungkan dengan spur gear yang dilengkapi one way clutch. Desain swingarm dibuat menggunakan SolidWorks 2020 dengan jenis single-sided, dan ada tiga variasi desain: tulang silang, tulang lurus, dan tanpa tulang. Simulasi struktural menggunakan Ansys Workbench R2 2021 menunjukkan bahwa desain tanpa tulang mengalami stress maksimum paling tinggi, mencapai 532,26 MPa dalam kondisi pembebanan statis, dan 725,52 MPa saat pengereman. Sebaliknya, desain tulang lurus memiliki stress maksimum terendah, yakni 231,83 MPa dan 307,11 MPa dalam kondisi yang sama. Total Deformation maksimum juga terbesar pada desain tanpa tulang (3.9 dalam kondisi statis dan 7.6 saat pengereman), sementara desain tulang silang memiliki Total Deformation terkecil (0.32 dan 0.085). Temuan ini menunjukkan bahwa desain dengan elemen tulang dapat mengurangi stress dan deformasi pada swingarm, menandakan keunggulan strukturalnya. Hasil ini dapat digunakan untuk memilih desain yang optimal dalam memproduksi RSA, mempertimbangkan kekuatan dan kinerja strukturalnya untuk aplikasi kendaraan listrik yang efisien secara energi.