cover
Contact Name
Parea Rusan Rangan
Contact Email
pareausanrangan68@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journaldynamicsaint@gmail.com
Editorial Address
Jalan Nusantara No. 12 Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Location
Kab. tana toraja,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Dynamic SainT
ISSN : 23554169     EISSN : 27225364     DOI : https://doi.org/10.47178
Journal Dynamic SainT is a scientific journal in Engineering Fields consist of lectures, researchers and practitioners which is published by Engineering Faculty of Universitas Kristen Indonesia Toraja since 2014. This journal publishes including : Regional and Spatial Planning, Civil Engineering and Environment, Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Information Technology, Industrial Engineering
Articles 163 Documents
ANALISIS TEGANGAN BENDING DAN STRUKTUR MIKRO STRIP BAMBU PETUNG (DENDROCALAMUS ASPER) AKIBAT PERLAKUAN PERENDAMAN AIR BELERANG DINGIN Frans Robert Bethony
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 1 (2019): Jilid 4 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.871 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i1.688

Abstract

Pada zaman modern khususnya Indonesia kebutuhan akan material sangat dibutuhkan oleh manusia, khususnya bambu sebagai material baik bahan bangunan maupun bahan kerajinan. Maka dari itu penulis terdorong untuk meneliti dengan tujuan untuk menganalisis tegangan bending dan struktur mikro strip bambu petung (Dendrocalamus asper) akibat perlakuan perendaman air belerang dingin. Material yang diteliti pada pengujian ini adalah strip bambu petung yang dipotong menjadi 25 sampel, masing-masing terdiri dari 5 sampel yang direndam menggunakan air belerang dingin dengan variasi waktu 1, 2, 3, dan 4 hari untuk pengujian tegangan bending dan struktur mikro. Pada tabel analisis tegangan bending diperoleh nilai rata-rata untuk normal diperoleh nilai tegangan bending rata-ratanya 192 N/mm2, 1 hari diperoleh nilai tegangan bendingnya rata-ratanya 189 N/mm2, 2 hari diperoleh nilai tegangan bendingnya rata-ratanya 214 N/mm2, 3 hari diperoleh nilai tegangan bending rata-ratanya 208 N/mm2, dan 4 hari diperoleh nilai tegangan bendingnya rata-ratanya 267 N/mm2. Dengan melihat hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu perendaman air belerang dingin akan berpengaruh pada tegangan bendingnya selain 1 hari, yaitu nilai tegangan bending tertinggi 267 N/mm2 dan terendah 189 N/mm2 yang diperoleh pada perendaman selama 4 hari dan 1 hari. Terlihat berbedaan strip bambu petung pada saat sebelum melalui perlakuan hingga mendapat perlakuan dengan perendaman kedalam air belerang selama 1, 2, 3, dan 4 hari. Strip bambu petung tanpa perlakuan terlihat permukaan masih kasar dari warna serat masih terlihat kusam, perbedaan yang terjadi dengan perlakuan perendaman selama 1 hari terlihat warna serat menjadi mulai berbeda warna strip bambu petung mulai berwarna cokelat dan permukaan mulai halus, dan pada strip bambu petung dengan perlakuan 2, 3, dan 4 hari perendaman terlihat warnanya pun semakin terlihat sangat berbeda dari strip bambu petung tanpa perlakuan. Ini menujukan bahwa semakin lama perendaman akan semakin berpengaruh karena banyak air yang diserap atau yang masuk ke dalam strip dan warnya yang awalnya cerah semakin lama menjadi gelap kecokelatan.
PERENCANAAN SUB STRUKTUR JEMBATAN SUNGAI ORONGAN KABUPATEN TORAJA UTARA Henrianto Masiku
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 1 (2019): Jilid 4 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.309 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i1.689

Abstract

Untuk memudahkan menjangkau wilayah satu dengan yang lain maka dibangunlah jembatan yang dapat menghubungkan dan memudahkan menjangkau wilayah tersebut guna mendukung kegiatan masyarakat sehari-hari. Jembatan sendiri adalah bagian dari jalan yang berfungsi untuk menghubungkan antara dua jalan yang terpisah karena suatu rintangan seperti sungai, lembah, laut, jalan raya atau rel kereta api. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara membuat perencanaan Sub struktur yang akan digunakan pada jembatan sungai Orongan Kabupaten Toraja Utara dan cara menghitung dimensi dan kekuatan sub struktur tersebut dengan memperhatikan data tanah dan beban yang ada diatas dan yang akan melewatinya. Dalam perencanaan tugas akhir ini Perencanaan jembatan terletak di sungai Orongan (Toraja Utara). Perhitungan Pembebanan menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method), berdasarkan kombinasi pembebanan yang sesuai dengan standar pembebanan untuk jembatan RSNI-2005. Adapun tahapan – tahapan yang dilakukan sebelum merencanakan Sub Struktur Jembatan ini perluh terlebih dahulu menganalisa berbagai aspek seperti Analisa Lalu lintas, Analisa Tofografi, Analisa Hidrologi, Analisa Tanah, dan menganalisa Beban struktur Atas Jembatan. Hasil penelitian ini adalah, perencanaan Sub Struktur Jembatan Sungai Orongan direncanakan menggunakan Abutment dengan beton bertulang fc’= 35 Mpa, mutu baja fy= 400 Mpa dengan dimensi abutment yaitu tinggi 5 meter, lebar 2 meter, dan panjang 6 meter. Sedangkan pondasi jembatan dapat direncanakan menggunakan pondasi dangkal yaitu pondasi telapak dengan mempertimbangkan data sondir dan hasil pengujian laboratorium dengan Nilai CBR 11,82% dengan keadaan tanah baik.
ANALISIS KELONGSORAN JALAN POROS SANGALLA-BATUALU DENGAN PROGRAM PLAXIS Jacob Bokko
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 1 (2019): Jilid 4 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.038 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i1.690

Abstract

Longsor merupakan pergerakan tanah dari atas ke bawah pada ketinggian tertentu Telah terjadi kelongsoran di jalan poros sanggalla-batualu. Ada beberapa pilihan terkait penyebab kelongsoran tersebut yaitu akibat adanya beban diatasnya serta rembesan yang melalui tanah. Maka dari Itu diperlukan analisis kelongsoran di lokasi tersebut. Adapun metode yang digunakan yaitu Metode Elemen Hingga perhitungan dengan menggunakan Software Plaxis( 2d). Dari hasil penelitian dan analisis kelongsoran di dapat deformasi setiap section dan faktor keamanan. yang menggambarkan bahwa kondisi lereng tersebut mengalami penurunan. Model deformasi yang di dapatkan dari hasil Plaxis, mempunyai kecenderungan yang sama dengan kondisi deformasi yang terjadi di lapangan sedangkan letak bidang longsor dengan Plaxis, menunjukkan bidang longsor yang menyerupai kondisi di lapangan. kedalaman tiang pancang 7 m dan jarak tiang pancang 50 cm .
STUDI KARAKTERISTIK KUAT TEKAN DAN TARIK MATERIAL PVA-ECC Memed Timang Palembangan
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 1 (2019): Jilid 4 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.949 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i1.691

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan dan bahan kontruksi yang penggunaannya semakin meningkat tetapi pemenuhan akan bahan baku beton semakin berkurang. Salah satu alternatifnya penggunaan material Polyvinyl Alcohol- enggineered Cementitious Composites (PVA-ECC) dengan cara mengganti sebagian agregat halus dengan limbah abu terbang yang diambil dari sisa-sisa hasil pembakaran batu bara serta dengan penambahan serat PVA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan, nilai modulus elastisitas material PVA-ECC dengan limbah abu terbang sebagai pengganti sebagian agregat halus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Benda uji berupa kubus dengan ukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm. Mutu yang ditargetkan adalah 50 Mpa (45 5 Mpa) dengan komposisi rasio berat campuran semen 1, fly ash 1.2 pasir 0.8 , air 0.56 , HRWR 0.012 , serta PVA 2% dari total berat campuran. Pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas material PVA-ECC dilakukan pada umur 7,14 dan 28 hari. Nilai kuat tekan pada material PVA-ECC mengalami peningkatan sebanding dengan umur. Nilai kuat tekan rata-rata pada umur 7 hari dengan berat sampel 0.258 kg adalah 33,9 Mpa, sementara kuat tekan pada umur 14 hari berat sampel 0.259 kg adalah 39,0 Mpa serta kuat tekan pada umur 28 hari diperoleh 44,6 Mpa dengan berat sampel 0.260 kg. Hasil tersebut diperoleh nilai modulus elastisitas pada umur 7 hari 18763,02 MPa, pada umur 14 hari nilai modulus elastisitasnya 20788,80 MPa , serta pada umur 28 hari nilai modulus elastisitasnya 21060,02 MPa. Nilai modulus elastisitas meningkat seiring dengan peningkatan kuat tekan. Nilai kuat tarik pada material PVA-ECC juga mengalami peningkatan sebanding dengan umur beton. Nilai kuat tarik rata-rata pada umur 7 hari dengan berat sampel 0.231 kg adalah 3,108 Mpa, sementara kuat tarik pada umur 14 hari berat sampel 0.229 kg adalah 3,547 Mpa serta kuat tarik pada umur 28 hari diperoleh 4,340 Mpa dengan berat sampel 0.234 kg. Kurva tegangan-regangan menunjukkan perilaku logam, menunjukkan karakteristik titik hasil pada tahap akhir elastis ketika mikro retak muncul pertama pada spesimen.
PERENCANAAN JEMBATAN SUNGAI MAPPAJANG DENGAN JEMBATAN BETON PRATEGANG Parea Rusan Rangan
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 1 (2019): Jilid 4 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.232 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i1.692

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini dapat berupa jalan lain (jalan air atau jalan lalu lintas biasa). Penelitian ini dilakukan untuk merencanakan bangunan atas jembatan sungai Mappajang. Jembatan ini akan menghubungkan Desa Bau ke kecamatan Bonggakaradeng, dengan bentangan jembatan 60 m dan lebar 6 m. Untuk gelagar jembatan direncanakan menggunakan gelagar prategang dengan metode ‘Post Tension”.. Selain itu juga direncanakan bangunan pelengkap seperti pipa sandaran, tiang sandaran, trotoar, penghubung geser dan elastomer. Metode penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang diperlukan untuk perencanaan sungai Mappajang. Data tersebut diantaranya berupa data primer dan data sekunder. Setelah dilakukan analisis, untuk gelagar prategang dipakai untaian kawat “Seven Wire Strand” dan digunakan 4 buah tendon pada tiap gelagar. Untuk plat lantai kendaraan komposit dipakai penghubung geser menggunakan angkur 2 D 16 mm. Digunakan elastomer dengan ukuran 500x250 mm yang terdiri dari 3 lapis baja laminasi dengan tebal tiap baja 3 mm.
ANALISIS PENGEMBANGAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DENGAN SUMBER ENERGI BARU DAN TERBAHARUKAN AMBABUNGA, YUSRI
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 1 (2019): Jilid 4 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.325 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i1.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bisa memberikan pengertian tentang pembangkit listrtik tenaga angin, bagaimana memanfaatkan sumber energi baru dan terbaharukan secara khusus memanfaatkan energi angin untuk membantu mengatasi keterbatasan energi listrik dengan mendisain dan merancang turbin sumbu vertical yang di couple ke generator listrik sebagai penggerak mekanik, serta mengetahui komponen komponen apa saja yang terpasang pada sistem pemgbangkit listrik tenaga angin, lalu bagaiman proses pembangkitan tenaga listrik dari tenaga mekanik menggunakan tenaga angin sebagai penggerak turbin. Dan besarnya potensi tenaga listrik yang bisa dibangkitkan dengan menggunakan tenaga angin serta menghitung kemungkinan terjadinya losses pada saat daya listrik tersebut ditransmisikan ke beban.
PENGARUH VARIASI PARAMETER PEMESINAN TERHADAP TINGKAT KEAUSAN PAHAT KARBIDA Chendri Johan; Frans R. Bethony
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.847 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.871

Abstract

Pengaruh variasi parameter pemesinan terhadap tingkat keausan pahat karbida. Penelitian ini bertujuan mengetahui berapa besar pengaruh variasi parameter pemesinan terhadap keausan pahat karbida pada proses bubut stainless steel dengan setting variasi putaran yang digunakan adalah, 850 rpm, 1000 rpm, dan 1300 rpm sedangkan variasi gerak makan 0.18 mm/rev , 0.22 mm/rev, 0.28 mm/rev dan kedalaman potong tetap 1.5 mm . Proses pemesinan menggunakan mesin bubut konvensional dengan pahat karbida Al2O3 –TiO2+TiO2, material stainless steel grate 301, dan penggukuran keausan pahat ini menggunakan alat microscope dengan proses pemesinan menggunakan metode experimental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai keausan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya nilai dari masing-masing variasi parameter pemesinan. Nilai keausan terkecil teramati pada proses pemesinan pada parameter dengan kecepatan porong Vc 101.4 m/min, f = 0.18 mm/rev dengan nilai VB = 0.040 mm, dan nilai keausan terbesar teramati pada proses pemesinan dengan kecepatan potong Vc = 155.1m/min, f = 0.28 mm/rev dengan nilai VB = 0.065 mm. Hasil penelitian variasi parameter pemesinan kering stainless steel menggunakan pahat Al2O3 – TiO2 menunjukkan bahwa kecepatan potong, dan gerak makan berpengaruh signifikan terhadap keausan pahat. Kata kunci: Pemesinan, karbida,Stainless steel, Keausan, Parameter
EVALUASI KINERJA KAPASITAS SALURAN DRAINASE RAWAN BANJIR KOTA BALIKPAPAN (STUDI KASUS PERUMAHAN GRAHA POLTEKBA) E. H. Pongtuluran; M. Huda
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.584 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.873

Abstract

Perumahan Graha Poltekba Balikpapan merupakan kawasan yang tengah berkembang namun terkadang masih mengalami masalah banjir. Penyebab terjadinya banjir adalah dampak dari perubahan tata guna lahan dan kondisi eksisting dari saluran tersebut, apabila terjadi hujan dengan intensitas besar maka saluran drainase akan meluap memenuhi ruas jalan di beberapa bagian kawasan. Oleh sebab itu, penanganan efektif akibat padatnya pemukiman yang ada yaitu melalui evaluasi kinerja saluran drainase yang ada. Pada penelitian ini diawali survey dimensi dan kondisi drainase pada lokasi penelitian dalam penentuan kapasitas saluran eksisting. Kemudian dilakukan analisis intensitas curah hujan dan kapasitas penggunaan lahan menggunakan bantuan software Arcgis 2.0 dalam menghitung besar debit rencana yang akan masuk dalam saluran drainase. Hasil keduanya lalu dibandingkan, apabila kapasitas saluran lebih besar daripada debit rencana maka dapat dikatakan saluran tersebut masih dapat bekerja secara efektif, namun apabila sebaliknya maka perlu dilakukan perubahan dimensi pada saluran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran yang memiliki kapasitas yang kurang terhadap debit rencana yang akan masuk pada saluran, yakni pada saluran P3 dimana kapasitas hanya dapat menampung debit aliran sebesar 0,982 m3/s sedangkan debit rencana aliran adalah 1,160 m3/s dan pada saluran S8 dengan kapasitas 0,176 m3/s sedangkan debit rencana 0,778 m3/s sehingga perlu dilakukan koreksi dimensi pada saluran tersebut. Dalam analisis perubahan dimensi didapatkan ketinggian pada saluran P3 adalah 1,181 meter dari yang awalnya hanya 1,00 meter dan ketinggian pada saluran S8 adalah 1,765 meter dari tinggi awal hanya 0,40 meter.
HUBUNGAN KECEPATAN, VOLUME DAN KEPADATAN LALULINTAS DI JALAN DR. RATULANGI (DEPAN CITY MARKET PALOPO) MENGGUNAKAN MODEL GREENSHIELDS Abdias Tandi Arrang
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.604 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.882

Abstract

Terbangunnya City Market Palopo sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Kota Palopo memberikan dampak pada bertambahnya volume lalulintas di Jalan Dr. Ratulangi, di mana jalan tersebut merupakan salah satu jalan utama yang menjadi penghubung antara Makassar sebagai ibu kota Propinsi Sulawesi Selatan ke daerah seperti Luwu Utara, Luwu Timur bahkan ke Propinsi Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Adanya peningkatan volume lalu lintas akan menyebabkan berubahnya perilaku lalu lintas. Secara teoritis terdapat hubungan yang mendasar antara volume (flow) dengan kecepatan (speed) serta kepadatan (density). Penelitian dilakukan dengan survey arus, kecepatan dan mengambil data geometrik pada lokasi penelitian. Data kemudian diolah dan dianalisis dengan metode Greeshields. Dari analisis tersebut diperoleh persamaan hubungan antara volume dan kepadatan adalah Q = 30.766 D – 0.081 D2, sementara persamaan hubungan antara kecepatan dan kepadatan adalah S =3 0.766 – 0.081 D dan persamaan hubungan antara kecepatan dan volume adalah Q = 377.144 – 12.258 S2. Analisis menunjukkan bahwa grafik hubungan antara arus, kecepatan dan kepadatan sesuai dengan model Greenshields
ANALISIS SISTEM PEMBUMIAN INSTALASI LISTRIK SATU PHASA (STUDI KELAYAKAN PADA BANGUNAN BERTINGKAT ) Ambabunga, Yusri
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 2 (2019): Jilid 4 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.739 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i2.883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam-macam system pembumian dan faktor yang mempengaruhi pembumian serta mengetahui besarnya tahanan pembumian/impedansi pembumian pada bangunan bertingkat.. Sistem pembumian sangatlah penting untuk menyalurkan gangguan listrik satu phasa yang terjadi pada tegangan listrik nominal ke tanah, seperti hubung singkat satu phasa maupun hubung buka satu phasa yang mungkin terjadi dan berpengaruh pada peralatan – peralatan instalasi bangunan berlantai dua serta beban beban listrik satu phasa yang terpasang di dalam bangunan tersebut. Desain dan rancangan serta pemilihan bahan dan peralatan instalasi pembumian sangatlah penting, karena sangat mempengaruhi sistem keandalan, kecepatan kerja serta keamanan peralatan instalasi pembumian di dalam melindungi beban dalam daerah asuhannya (main protection) dari gangguan satu phasa yang disebabkan oleh gangguan eksternal dan internal. Sedangkan kecepatan kerja terkait dengan tingkat sensitivitas peralatan proteksi di dalam membaca dan mengukur besaran gangguan baik hubung buka (open circuit ) maupun hubung singkat (short circuit) pada instalasi listrik satu phasa pada bangunan bertingkat

Page 7 of 17 | Total Record : 163