cover
Contact Name
Edison Rikardo A
Contact Email
jurnal@sttaa.ac.id
Phone
+62215-8357685
Journal Mail Official
jurnal@sttaa.ac.id
Editorial Address
Jl. kedoya Raya No.18 Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Amanat Agung
ISSN : 20867611     EISSN : 25798839     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Amanat Agung diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung dalam rangka turut mengembangkan dan memajukan penelitian di bidang ilmu teologi, yang mencakup sub-bidang 1. biblika; 2. teologi sistematika; 3. historika; dan 4. praktika, termasuk pendidikan Kristen, musik gerejawi dan ibadah, serta studi interkultural. Hasil penelitian yang dituangkan dalam artikel jurnal diharapkan dapat memberi sumbangsih bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pemahaman teologi serta pelayanan Kristen, termasuk menawarkan solusi bagi permasalahan masyarakat baik di tingkat nasional maupun regional. Namun, penulis dan pembaca serta mitra bebestari yang terlibat tidak dibatasi hanya berasal dari Indonesia maupun regional, melainkan berasal dari manca negara (internasional).
Articles 314 Documents
KEADILAN: Barus, Armand
Jurnal Amanat Agung Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 2 Desember 2024
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v20i2.686

Abstract

Penerapan metode penelitian puitis-afektif (poetic-affective criticism) terhadap Mazmur 7 menghasilkan pembacaan berbeda dengan penafsiran Mazmur 7 sebelumnya. Kebanyakan penafsir membaca Mazmur 7 sebagai mazmur permohonan ketika menghadapi tuduhan palsu. Pembacaan Mazmur 7 dengan menggunakan metode pembacaan penelitian puitis-afektif menghasilkan pesan tentang keadilan yakni kejahatan yang direncanakan menjadi hukuman terhadap perencananya.
BUDAYA KRISTIANI SEBAGAI HIBRIDITAS BUDAYA: Halawa, Iman Kristina; Suhadi
Jurnal Amanat Agung Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 2 Desember 2024
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v20i2.668

Abstract

ABSTRAK Budaya Kristiani sebagai sistem norma dan nilai yang dianut oleh umat Kristen bukan hanya melingkupi elemen ritual dan keagamaan, tetapi pun mengambarkan interaksi dengan budaya lokal dan tantangan yang dihadapi dalam jaman globalisasi. Melalui perspektif kualitatif dan etnografi, penelitian ini menginvestigasi bagaimana nilai-nilai Kristiani diinternalsasi pada perilaku budaya sehari-hari dan bagaimana struktur sosial pada umat Kristen membentuk identitas kolektif anggotanya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa agama berperan menentukan dalam pembentukan identitas sosial umat Kristiani, di mana perbuatan keagamaan dan aktivitas sosial di gereja meningkatkan ikatan indra dari individu kepada umat. Selain itu, perpaduan sosial dalam umat Kristen dipengaruhi dari latar kebudayaan, ekonomi, dan pendidikan, yang selalu menjadi tempat perlindungan dan dukungan bagi anggotanya. Penelitian ini pun menyoroti dampak dari globalisasi atas budaya hidup umat Kristiani, yang membawahi peluang akan pertumbuhan tetapi sebaliknya menuntut umat akan tetap kritis dalam menegakkan nilai-nilai iman kristen. Integrasi diantara antropologi dan sosiologi memberikan wawasan yang lebih lengkap mengenai bagaimana umat Kristen menyesuaikan dan mengembangkan diri dalam konteks sosial yang lebih luas. Kata Kunci :
FUNGSI FRASA “NAMA-MU” DALAM DISKURSUS YOHANES 17 SEBAGAI LEGITIMASI PENGUTUSAN YESUS Tfuakani, Ezra
Jurnal Amanat Agung Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 2 Desember 2024
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v20i2.681

Abstract

Penelitian ini mengkaji fungsi frasa “nama-Mu” dalam diskursus Yohanes 17 dengan tujuan untuk memahami fungsi frasa tersebut. Metode yang diterapkan ialah analisis linguistik, khususnya analisis Markah Diskursus (MD) atau kata penghubung dengan pendekatan fungsional. Artinya, setiap MD akan dikaji berdasarkan fungsinya masing-masing. Terdapat lima langka pada metode tersebut. Pertama, mendata setiap MD yang terdapat dalam teks penelitian; kedua, menentukan MD yang berkaitan erat dengan ide nama Allah dan pengutusan; ketiga, menentukan fungsi setiap MD berdasarkan prinsip pendekatan fungsional; keempat, membuat terjemahan ayat di mana MD itu berada dan membuat bagan argumentasinya; kelima, mengeksegesis frasa “nama-Mu”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa frasa “nama-Mu” berfungsi sebagai legitimasi pengutusan Yesus
SEMBOYAN ADIL KA TALINO BACURAMIN KA SARUGA, BASENGAT KA JUBATA" SEBAGAI DASAR PELAYANAN GEREJAWI BAGI SUKU DAYAK KANAYATN David, Andre Vinsensius; Stevanus, Kalis
Jurnal Amanat Agung Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 1 Juni 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i1.672

Abstract

Misi merupakan gagasan Allah sebagaimana diungkapkan Alkitab. Misi Allah adalah mengasihi dunia. Misi Allah tersebut dimandatkan kepada gereja, umat tebusan-Nya. Karena itu, gereja dipanggil terlibat aktif mewujudnyatakan misi Allah tersebut. Untuk mengimplementasikan misi Allah, dibutuhkan upaya kontekstualisasi ke dalam budaya penerima. Salah satu falsafah budaya local di Indonesia khususnya suku Dayak Kanayatn adalah “adil ka’ talino, bacuramin ka’ saruga, basengat ka’ Jubata”. Maksud penulis di sini adalah memaparkan keunikan budaya suku Dayak Kanayatn. Melalui pendekatan crosstextual, kajian ini menunjukkan bahwa semboyan tersebut dapat dijadikan pijakan untuk mewujudkan misi Allah yang lebih humanis melalui pelayanan gereja di tengah komunitas suku Dayak Kanayatn sehingga mereka dapat dimenangkan bagi Kerajaan Allah.
STRATEGI PENDAMPINGAN KONSELING BAGI PASIEN DENGAN PENYAKIT TERMINAL ILLNESS DI RSU HKBP BALIGE Nababan, Yohanna; Pasaribu , Eunike; Sihotang, Eleven
Jurnal Amanat Agung Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 1 Juni 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i1.682

Abstract

Pendampingan pastoral bagi pasien terminal illness merupakan aspek penting dalam perawatan holistik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini mengkaji strategi pendampingan pastoral di RSU HKBP Balige dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap pasien, keluarga dan tim medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien terminal illness menghadapi berbagai tantangan emosional, psikologis dan spiritual, termasuk kecemasan, ketakutan dan kesulitan menerima kenyataan tentang penyakit mereka. Tiga strategi utama yang efektif dalam pendampingan pastoral ditemukan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan Pendekatan personalisasi dalam konseling pastoral, kehadiran yang bermakna dan empatik, pendampingan dalam perjalanan spritualitas pasien yang membantu pasien menemukan makna dalam penderitaan mereka. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pasien yang menerima pendampingan konseling yang terstruktur mengalami peningkatan kedamaian batin dan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, disarankan agar RSU HKBP Balige memperkuat program perawatan pastiral dengan meningkatkan frekuensi sesi konseling, mengembangkan pelatihan bagi pendamping. Dengan demikian, pendampingan konseling yang efektif dapat memberikan manfaat besar bagi pasien dan keluarga mereka dalam menghadapi akhir kehidupan.
EKSISTENSI TEOLOGI MINJUNG DALAM PERJUANGAN MINJUNG SEBAGAI KORBAN PERAMPASAN TANAH ADAT SENDIRI Situmorang, Sari Asi; Eleven Sihotang
Jurnal Amanat Agung Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 1 Juni 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i1.687

Abstract

Pada umumnya, masyarakat cenderung mengalami penindasan dan penderitaan akibat ketidakadilan. Ada banyak penyebab ketidakadilan, salah satunya kehadiran perusahaan yang menggelintir hak masyarakat sekitar. Toba Pulp Lestari merupakan sebuah perusahaan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hingga perebutan dan penggunaan tanah adat masyarakat. Untuk itulah, penelitian ini bertujuan untuk menempatkan teologi minjung dalam merespon kesengsaraan minjung di sekitar kawasan Toba Pulp Lestari. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan narasi dan deskripsi. Adapun hasil temuan dalam tinjauan ini adalah teologi minjung menjadi salah satu bentuk teologi pembebasan yang berpihak terhadap penderitaan minjung. Di tengah perjuangan para minjung, Yesus juga menunjukkan keberpihakannya kepada minjung.
MENJANGKAU GENERASI EMAS: Lo, Sarinah
Jurnal Amanat Agung Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 1 Juni 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i1.688

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika pelayanan pembinaan iman bagi lansia Tionghoa di Indonesia melalui penerapan prinsip andragogi Knowles dan teori motivasi belajar orang dewasa Wlodkowski. Penelitian ini menggunakan desain kualitatifdasardengan wawancara semi-terstruktur terhadap enam rohaniwan yang bertanggung jawab atas pelayanan lansia di berbagai gereja Tionghoa di Indonesia. Data yang diperoleh tidak dimaksudkan untuk bersifat komprehensif, melainkan berfungsi sebagai informasi dasar (baseline information) untuk menyediakan konteks bagi penerapan prinsip-prinsip pembelajaran orang dewasa Knowles dan Wlodkowski dalam konteks ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para lansia sering dipersepsikan sebagai peserta pasif, terhambat oleh konsep diri yang rendah, kesenjangan generasi dengan para pemimpin gereja, serta keterbatasan literasi dan bahasa dialek. Program yang ada cenderung bersifat top-down dan kurang selaras dengan pengalaman hidup maupun kebutuhan eksistensial para lansia. Penelitian ini mengusulkan model pelayanan yang menekankan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif secara budaya, mendorong partisipasi aktif melalui pemecahan masalah dan refleksi, serta menumbuhkan rasa kompetensi melalui fasilitator yang menunjukkan empati, antusiasme, kejelasan, dan kepekaan budaya. Secara praktis, penelitian ini mendorong gereja untuk menata ulang strategi pelayanan lansia dengan memberdayakan mereka sebagai peserta aktif dan berharga dalam proses pembinaan iman yang berkelanjutan.
BOLEHKAH MEMBUNUH? STUDI KASUS KEJADIAN 34 Suryawinata, Samuel
Jurnal Amanat Agung Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 1 Juni 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i1.701

Abstract

Kisah Dina dalam Kejadian 34 seringkali menjadi penelitian dan perdebatan para ahli. Kisah ini memiliki berbagai macam penafsiran multidimensi. Misalnya, apakah Dina diperkosa? Apakah Sikhem benar mencintai Dina? Apakah Hemor dan Sikhem tulus meminta Dina? Kenapa Yakub diam? Kenapa sudut pandang Yakub berbeda dengan Simeon dan Lewi? Dan masih banyak penafsiran lainnya mengenai kisah ini. Akan tetapi, hubungan Kejadian 34 dengan kode etika belum banyak diperdebatkan. Misalnya, pembunuhan yang dilakukan oleh Simeon dan Lewi. Tindakan membunuh yang dilakukan oleh Simeon dan Lewi berkaitan erat dengan etika dan hukum baik dalam Hukum-hukum Timur Tengah Kuno dan Hukum Perjanjian Lama. Metode yang digunakan adalah komparasi Hukum-Hukum Timur Tengah Kuno dan Hukum-Hukum Perjanjian Lama dan menggunakan hukum-hukum tersebut untuk menganalisis tindakan membunuh yang dilakukan oleh Simeon dan Lewi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tindakan pembunuhan yang dilakukan Simeon dan Lewi merupakan sesuatu yang salah dan tidak dibenarkan.
KEBENCIAN SEBAGAI AKAR DEHUMANISASI: Karwayu, Andreas
Jurnal Amanat Agung Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i2.669

Abstract

Kisah Sarah dan Hagar, sebagaimana diceritakan dalam narasi Alkitab, merupakan ilustrasi yang tajam tentang kekuatan destruktif dari kebencian dan kemampuannya untuk melucuti kemanusiaan individu. Melalui metode analisis pustaka, artikel ini mengeksplorasi dinamika hubungan Sarah dan Hagar, mengkaji bagaimana kebencian menyebabkan dehumanisasi Hagar, seorang perempuan yang terjebak dalam konflik antara keputusasaan dan ketidakamanan Sarah. Dengan analisis yang cermat terhadap teks tersebut dan implikasinya, ditegaskan bahwa kebencian, secara eksplisit maupun implisit, dapat melucuti kemanusiaan seseorang, dan berujung pada siklus penindasan dari generasi ke generasi. Analisis ini tidak hanya menyoroti kisah-kisah tertentu dalam Alkitab tetapi juga menawarkan wawasan yang lebih luas, terutama kaitan kisah ini dengan kehidupan manusia kontemporer terutama persoalan dehumanisasi yang berakar pada kebencian. Pada akhirnya, alternatif jawaban untuk dehumanisasi adalah rehumanisasi berbasis pemahaman manusia sebagai citra Allah.
KEBENCIAN SEBAGAI AKAR DEHUMANISASI:: Inspirasi dari kisah Sarah dan Hagar Karwayu, Andreas
Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v21i2.669

Abstract

Kisah Sarah dan Hagar, sebagaimana diceritakan dalam narasi Alkitab, merupakan ilustrasi yang tajam tentang kekuatan destruktif dari kebencian dan kemampuannya untuk melucuti kemanusiaan individu. Melalui metode analisis pustaka, artikel ini mengeksplorasi dinamika hubungan Sarah dan Hagar, mengkaji bagaimana kebencian menyebabkan dehumanisasi Hagar, seorang perempuan yang terjebak dalam konflik antara keputusasaan dan ketidakamanan Sarah. Dengan analisis yang cermat terhadap teks tersebut dan implikasinya, ditegaskan bahwa kebencian, secara eksplisit maupun implisit, dapat melucuti kemanusiaan seseorang, dan berujung pada siklus penindasan dari generasi ke generasi. Analisis ini tidak hanya menyoroti kisah-kisah tertentu dalam Alkitab tetapi juga menawarkan wawasan yang lebih luas, terutama kaitan kisah ini dengan kehidupan manusia kontemporer terutama persoalan dehumanisasi yang berakar pada kebencian. Pada akhirnya, alternatif jawaban untuk dehumanisasi adalah rehumanisasi berbasis pemahaman manusia sebagai citra Allah.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025 Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025 Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 1 Juni 2025 Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 2 Desember 2024 Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 1 Juni 2024 Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Amanat Agung Vo. 19 No. 2 Desember 2023 Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Amanat Agung Vol 19 No. 1 Juni 2023 Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Amanat Agung Vol 18 no. 2 Desember 2022 Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Amanat Agung Vol 18 no. 1 Juni 2022 Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Amanat Agung Vol 17 no. 2 Desember 2021 Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Amanat Agung Vol 17 no. 1 Juni 2021 Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Amanat Agung Vol 16 no. 2 Desember 2020 Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Amanat Agung Vol 16 no. 1 Juni 2020 Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 2 Desember 2019 Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 1 Juni 2019 Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Amanat Agung Vol. 14 No. 2 Tahun 2018 Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Amanat Agung Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Amanat Agung Vol. 12 No. 2 Tahun 2016 Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Amanat Agung Vol. 12 No. 1 Tahun 2016 Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Amanat Agung Vol. 11 No. 2 Tahun 2015 Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Amanat Agung Vol. 11 No. 1 Tahun 2015 Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Amanat Agung Vol. 10 No. 2 Tahun 2014 Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Amanat Agung Vol. 10 No. 1 Tahun 2014 Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Amanat Agung Vol. 9 No. 2 Tahun 2013 Vol 9 No 1 (2013): Jurnal Amanat Agung Vol. 9 No. 1 Tahun 2013 Vol 8 No 2 (2012): Jurnal Amanat Agung Vol. 8 No. 2 Tahun 2012 Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Amanat Agung Vol. 8 No. 1 Tahun 2012 Vol 7 No 2 (2011): Jurnal Amanat Agung Vol. 7 No. 2 Tahun 2011 Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Amanat Agung Vol. 7 No. 1 Tahun 2011 Vol 6 No 2 (2010): Jurnal Amanat Agung Vol. 6 No. 2 Tahun 2010 Vol 6 No 1 (2010): Jurnal Amanat Agung Vol. 6 No. 1 Tahun 2010 Vol 5 No 2 (2009): Jurnal Amanat Agung Vol. 5 No. 2 Tahun 2009 Vol 5 No 1 (2009): Jurnal Amanat Agung Vol. 5 No. 1 Tahun 2009 Vol 4 No 2 (2008): Jurnal Amanat Agung Vol. 4 No. 2 Tahun 2008 Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Amanat Agung Vol. 4 No. 1 Tahun 2008 Vol 3 No 2 (2007): Jurnal Amanat Agung Vol. 3 No. 2 Tahun 2007 Vol 3 No 1 (2007): Jurnal Amanat Agung Vol. 3 No. 1 Tahun 2007 Vol 2 No 2 (2006): Jurnal Amanat Agung Vol. 2 No. 2 Tahun 2006 Vol 2 No 1 (2006): Jurnal Amanat Agung Vol. 2 No. 1 Tahun 2006 Vol 1 No 1 (2005): Jurnal Amanat Agung Vol. 1 No. 1 Tahun 2005 More Issue