cover
Contact Name
Edison Rikardo A
Contact Email
jurnal@sttaa.ac.id
Phone
+62215-8357685
Journal Mail Official
jurnal@sttaa.ac.id
Editorial Address
Jl. kedoya Raya No.18 Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Amanat Agung
ISSN : 20867611     EISSN : 25798839     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Amanat Agung diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung dalam rangka turut mengembangkan dan memajukan penelitian di bidang ilmu teologi, yang mencakup sub-bidang 1. biblika; 2. teologi sistematika; 3. historika; dan 4. praktika, termasuk pendidikan Kristen, musik gerejawi dan ibadah, serta studi interkultural. Hasil penelitian yang dituangkan dalam artikel jurnal diharapkan dapat memberi sumbangsih bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pemahaman teologi serta pelayanan Kristen, termasuk menawarkan solusi bagi permasalahan masyarakat baik di tingkat nasional maupun regional. Namun, penulis dan pembaca serta mitra bebestari yang terlibat tidak dibatasi hanya berasal dari Indonesia maupun regional, melainkan berasal dari manca negara (internasional).
Articles 314 Documents
Studi Kasus Skisma antar Denominasi Gereja Di Desa Parumpanai Dusun Rende-Rende Kabupaten Luwu Timur Yohanis Yance Tandi Rerung; Agung Jaya; Daud Patana
Jurnal Amanat Agung Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Amanat Agung Vol 18 no. 2 Desember 2022
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v18i2.539

Abstract

Schism is a division that comes from within the church because of problems and differences that cannot be managed properly. The differences come from certain people who have different understandings of the Bible and make new interpretations that have an impact on divisions in society. The author discusses this topic to find out the impact of inter-denominational schism in people's lives in fellowship in various church denominations in Rende hamlet. -render. To find out what the effects of the inter-denominational schism are in the hamlet of Rende-rende, the author uses a qualitative research method with an intrinsic case study research approach so that the author can collect more in-depth data. Based on the results of the study, it was found that the impact of the schism between church denominations was that many Rende-rende community members were inconsistent in settling in a congregation, which was also accompanied by divorce in the family due to differences in church denominations in a household. Based on the results of this study, it was found that the church in Rende-rende hamlet was less united in maintaining unity among God's people.
PENGARAHAN SPIRITUALITAS BAGI DAN BERSAMA ANAK USIA DINI Paulus Eko Kristianto
Jurnal Amanat Agung Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Amanat Agung Vol 18 no. 2 Desember 2022
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v18i2.587

Abstract

Pengarahan spiritualitas bagi dan bersama anak usia dini menjadi salah satu proses pembentukan dan pengembangan spiritualitas yang mulai dikerjakan di berbagai agama, termasuk Kristen. Tentu, proses ini perlu dikerjakan dengan mempertimbangkan kekhasan dan kebutuhan anak usia dini itu sendiri. Hal ini dilakukan agar pengarahan spiritualitas bisa relevan dan tepat sasaran. Melalui penelitian pustaka dan pengamatan lapangan, khususnya otoetnografi, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarahan spiritualitas bagi dan bersama anak usia dini bisa dikerjakan. Proses ini dilakukan melalui keseimbangan bangunan konstruksi teori dan pengamatan lapangan berkenaan teori psikologi perkembangan, generasi alfa, dan pengarahan spiritualitas.
Quarter-Life Crisis dan atas Perspektif Spiritualitas Søren Kierkegaard untuk Menghadapi Tekanan: Studi Atas Pemuda GPIB Maranatha Bandung Adua, Otniel Jonatan Panjinegara; Pakpahan, Binsar Jonathan
Jurnal Amanat Agung Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Amanat Agung Vol 19 No. 1 Juni 2023
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v19i1.588

Abstract

Kategori usia emerging adult (18-30 tahun) membawa tekanan dalam hidup seperti pencapaian prestasi, pekerjaan, karier, hingga asmara dan keluarga. Tekanan-tekanan tersebut membawa krisis yang muncul dalam fenomena quarter-life crisis (QLC). Satu pendekatan untuk mengatasi QLC yang sudah diteliti dalam beberapa penelitian adalah penguatan spiritualitas mereka yang berada dalam kategori usia ini. Penelitian ini melakukan uji QLC yang diajukan Christine Hassler terhadap anggota Pelayanan Kategorial (Pelkat) Gerakan Pemuda (GP) GPIB Maranatha Bandung dan menggunakan pemikiran Søren Kierkegaard mengenai penderitaan sebagai tawaran spiritualitas atas tekanan dalam QLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 dari 49 responden yang valid menunjukkan fenomena QLC. Mereka juga mengungkapkan bahwa ekspektasi keluarga membawa tekanan bagi mereka, lalu mereka menyadari bahwa mereka harus mencari jalan keluar, dan mencari penyertaan Allah akan memampukan mereka keluar dari QLC. Tawaran pemikiran dari Kierkegaard adalah bahwa tekanan merupakan bagian dari kehidupan yang tidak perlu dihindari dan orang Kristen memiliki tanggung jawab untuk menemukan makna dalam penderitaan dan mengelola tekanan-tekanan yang dialami.
PENULIS ATAU AMANUENSIS SURAT IBRANI? Nggadas, Deky Hidnas Yan
Jurnal Amanat Agung Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Amanat Agung Vol 19 No. 1 Juni 2023
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v19i1.589

Abstract

The consensus of NT scholarship on Origen's agnosticism for the identity of the writer of the Epistle to the Hebrews is exactly wrong. Origen, explicitly and repeatedly quotes from the Epistle to the Hebrews as the writing of the Apostle Paul. The writer proposes that Origen's agnostic statement is not related to the identity of the author of the Letter to the Hebrews but his amanuensis.
ESKATOLOGI MASA DEPAN DAN ETIKA KEMARTIRAN DIDALAM YOHANES 16:1-2 Tarigan, Yohanes
Jurnal Amanat Agung Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Amanat Agung Vol 18 no. 2 Desember 2022
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v18i2.598

Abstract

Abstracts: Eschatology and ethics in the Gospel of John are topics that have captured the attention of scholars, as they pertain to the existence of future eschatology and ethics within the Gospel of John, which will be the focus of this paper. The study of the relationship between eschatology and ethics in the New Testament is not new in biblical studies; many scholars have discussed it, but they typically do so in relation to the Synoptic Gospels or the writings of Paul, rather than the Gospel of John. Therefore, the study of the relationship between future eschatology and ethics in the Gospel of John is something significant. However, its significance is not only viewed in terms of novelty but also in terms of its relevance to the lives of believers as they live out their faith in this world. Through research employing an exegetical method focused on John 16:1-2, the presence of future eschatology in the form of impending death and persecution, as well as the ethics of martyrdom, was discovered. Additionally, a relationship between future eschatology and the ethics of martyrdom was found, in which one aspect of this relationship is that the ethics of martyrdom serves as a means of transformation, turning what is typically considered a negative and meaningless act, such as death, into something positive and meaningful. Keywords: Future eschatology, ethics of martyrdom, death, impending persecution. Abstrak: Eskatologi dan etika dalam Injil Yohanes adalah topik yang cukup menarik perhatian para ahli, terkait keberadaan eskatologi masa depan dan etika di dalam Injil Yohanes yang akan menjadi penelitian dalam tulisan ini. Studi tentang relasi eskatologi dan etika dalam Perjanjian Baru bukanlah hal yang baru dalam studi biblika, banyak para ahli yang sudah membicarakannya, tetapi para ahli biasanya membahasnya dari Injil Sinoptik atau tulisan Paulus tetapi tidak dari Injil Yohanes. Oleh karena itu studi relasi eskatologi masa depan dan etika dalam Injil Yohanes adalah sesuatu yang signifikan,namun demikian signifikansinya bukan saja ditinjau dari masalah kebaruan, tetapi juga bagi kehidupan orang percaya dalam menjalani imannya di dunia ini. Melalui penelitian yang menggunakan metode eksegesis yang berfokus pada teks Yohanes 16:1-2 ditemukan keberadaan eskatologi masa depan berupa kematian dan penganiayaan yang akan datang dan juga etika kemartiran. Selain itu ditemukan juga adanya relasi eskatologi masa depan dan etika kemartiran yang mana salah satu bentuk relasinya etika kemartiran memiliki peran sebagai sarana transformasi yang mentransformasi kematian yang biasanya dianggap buruk menjadi sebuah tindakan yang positif dan berarti. Kata-kata kunci: Eskatologi masa depan, etika kemartiran, Yohanes 16:1-2, kematian, penganiayaan yang akan datang
GEREJA SEBAGAI SAKSI KRISTUS DI RUANG PUBLIK Winarjo, Hendra
Jurnal Amanat Agung Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Amanat Agung Vol 19 No. 1 Juni 2023
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v19i1.615

Abstract

Abstrak: Tujuan artikel ini adalah untuk membahas kontribusi Barth pada teologi publik. Tesis penulis adalah bahwa meskipun Barth tidak mengkonstruksi sebuah karya teologi publik secara sistematis, tetapi pemikirannya mengenai teologi publik jelas terlihat di dalam hidup dan tulisan-tulisannya, sebab Barth menegaskan bahwa teologi Kristen adalah respons yang dibuat oleh gereja untuk memberi kesaksian di ruang publik tentang karya rekonsiliasi Allah dengan dunia di dalam Kristus. Alhasil, menurut Barth, teologi Kristen itu sendiri bersifat publik karena gereja menyasar publik sebagai tempat di mana Kristus disaksikan. Berdasarkan kontribusi Barth pada teologi publik, penulis menunjukkan dua respons yang dapat dilakukan gereja sebagai saksi Kristus di ruang publik, yaitu dengan menentang kekuasaan tanpa tuan dan membebaskan kelompok yang tertindas. Abstract: The aim of this article is to discuss Barth's contribution to public theology. The author's thesis is that although Barth did not construct a work of public theology systematically, his thoughts on public theology are clearly visible in his life and writings, because Barth emphasized that Christian theology is a response made by the church to bear witness in the public sphere about the work God's reconciliation with the world in Christ. As a result, according to Barth, Christian theology itself is public because the church targets the public as a place where Christ is witnessed. Based on Barth's contribution to public theology, the author shows two responses that the church can make as a witness to Christ in the public sphere, namely by opposing lordless power and liberating oppressed groups.
IMPLEMENTASI TEORI MYTHICAL-LITERAL FAITH JAMES FOWLER: Adi Saingo, Yakobus; I Made Suardana
Jurnal Amanat Agung Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Amanat Agung Vol 19 No. 1 Juni 2023
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v19i1.576

Abstract

Anak-anak usia akhir (6-12 tahun) sangat rentan dengan pengaruh negatif di era society 5.0 yang dapat merusak karakter dan melemahkan imannya, karena itu orang tua Kristen perlu berperan aktif memperkenalkan karakter Kristus melalui kehidupannya. Tujuan penelitian ini yaitu membahas mengenai karakter Kristus berbasis teori mythical-literal faith James Fowler, yang diperkenalkan melalui keteladanan oleh orang tua Kristen bagi anak-anak usia akhir supaya memiliki dasar iman yang kuat di tengah tantangan era society 5.0. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan mengumpulkan data melalui mewawancarai 10 orang tua yang berasal dari rayon 7 pada jemaat GMIT Kota Baru, Klasis Kota Kupang dengan pola FGD (Focus Group Discussion). Data dianalisis secara reduktif berbasis teori mythical-literal faith James Fowler yang mengemukakan keteladanan oleh orang tua Kristen untuk menggambarkan tentang karakter Kristus bagi anak-anaknya yang berada pada usia akhir (6-12 tahun). Adapun implementasi karakter Kristus berbasis teori mythical literal faith James W. Fowler oleh orang tua Kristen rayon 7 pada jemaat GMIT Kota Baru, Klasis Kota Kupang (OTR7) diimplementasikan dalam berbagai bentuk, antara lain: Menunjukkan Yesus Kristus berkarakter pengasih, mengutamakan doa dan Ibadah, penolong, pribadi yang bertoleransi atau saling menghormati, dan memiliki kehidupan berintegritas.
SPIRITUALITAS REFORMED DALAM PEMIKIRAN CALVIN Steven
Jurnal Amanat Agung Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Amanat Agung Vol 19 No. 1 Juni 2023
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v19i1.614

Abstract

Tradisi Reformasi tidak jarang dilabel sebagai denominasi Kristen yang hanya menekankan aspek rasional. Hal ini diperparah dengan karya-karya Teologi Sistematika yang dihasilkan dalam tradisi tersebut yang berusaha mendekati teologi dari sudut pandang sains modern. Artikel ini akan menelusuri kebenaran dari tuduhan itu lewat observasi atas karya besar seorang tokoh Reformasi John Calvin, The Institutes of the Christian Religion. Secara metodologis, artikel ini akan menunjukkan perbedaan aspek yang jelas antara Institutes dengan karya Teologi Sistematika modern. Kontras dengan karya Teologi Sistematika, inti pembahasan dan formasi spiritualitas dari Institutes akan dijabarkan. Tanpa bermaksud untuk memberikan penjabaran secara ekstensif, tulisan ini akan berfokus pada pemikiran Calvin yang bersinggungan dengan spiritualitas. Akhirnya, artikel ini berargumen bahwa Institutes memperlihatkan unsur kesalehan yang kental, suatu bentuk spiritualitas yang kurang mendapat perhatian dalam tradisi Reformasi.
MENYELESAIKAN PEMBERIAN YANG TERTUNDA Sibagariang, Julius Stefanus; Surbakti, Pelita Hati
Jurnal Amanat Agung Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Amanat Agung Vo. 19 No. 2 Desember 2023
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v19i2.616

Abstract

Memberi kepada mereka yang berkekurangan merupakan tradisi gereja di sepanjang masa. Dalam kenyataannya, tradisi ini tidak selalu dapat dilaksanakan, bahkan ada kalanya tertunda dan akhirnya tidak terlaksana. Ada sejumlah faktor penyebab ketika gereja dan/atau anggota jemaat menunda pemberian mereka. Dalam 2 Korintus 8:1-9, rasul Paulus juga menyaksikan jemaat Korintus menunda pemberian mereka. Dengan menggunakan analisis argumentasi serta dikonfirmasi dengan analisis sosial, penulis mencoba menemukan apa penyebab penundaan itu serta apa pula strategi Paulus dalam mendorong jemaat Korintus untuk menuntaskan komitmen mereka untuk memberi. Kesimpulannya, 2 Korintus 8:1-9 memuat strategi Paulus dalam mendorong jemaat Korintus untuk menyelesaikan pemberian yang tertunda itu. Setidaknya ada dua penyebab penundaan ini. Yang pertama adalah gaya hidup kosmopolitan yang memberi perhatian kepada kehidupan mewah serta status sosial. Yang kedua adalah adanya konflik atau setidaknya persepsi negatif di dalam jemaat. Untuk menyikapinya, Paulus menggunakan dua argumentasi untuk mendorong jemaat Korintus. Yang pertama adalah dengan memperlihatkan anugerah kepada jemaat Makedonia yang miskin. Yang kedua adalah dengan memperlihatkan besarnya anugerah Allah dalam diri Yesus Kristus.
KASIH MEMENUHI HUKUM TAURAT Purba, Jhon Nara
Jurnal Amanat Agung Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Amanat Agung Vo. 19 No. 2 Desember 2023
Publisher : STT Amanat Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47754/jaa.v19i2.620

Abstract

Diskursus mengenai hukum Taurat (νόμος) dalam teologia Paulus merupakan topik yang tidak luput dari perdebatan berkepanjangan diantara para ahli teologi Paulus. Berbagai pendekatan dan sudut pandang yang berbeda telah dihasilkan dari diskursus tersebut. Tema hukum Taurat dalam teologi Paulus, khususnya etika di surat Roma bersifat problematik. Pada satu sisi Paulus menegaskan bahwa orang percaya tidak lagi berada dibawah hukum Taurat (Rm. 7:6) karena hukum Taurat telah digenapai (Rm. 8:1-4; 10:4). Paulus dalam Roma 13:8-10, menyatakan kasih sebagai landasan dan identitas etika jemaat dengan mengutip hukum Taurat. Walaupun Paulus tidak pernah secara eksplisit mendorong jemaatnya untuk mendasarkan etika mereka pada hukum Taurat, tetapi istilah “memenuhi” (ἀνακεφαλαιόω) menyiratkan hukum Taurat memiliki peran secara teologis dan positif dalam etika Paulus. Istilah “memenuhi” memberikan kesan keberlanjutan dan dukungan terhadap hukum Taurat. Apakah Paulus sedang memberikan dukungan pelaksanaan Hukum Taurat dalam etikanya? Apa sebenarnya makna atau peran hukum Taurat dalam pengajaran etika Paulus? Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji relasi hukum Taurat dengan etika Paulus dalam Roma 13:8-10. Pendekatan discourses analysis (DA) berbasis pada fungsi “partikel" atau “fitur” akan digunakan untuk mempertajam hasil eksegesis teks Roma 13:8-10.

Filter by Year

2005 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025 Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 2 Desember 2025 Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Amanat Agung Vol. 21 No. 1 Juni 2025 Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 2 Desember 2024 Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Amanat Agung Vol. 20 No. 1 Juni 2024 Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Amanat Agung Vo. 19 No. 2 Desember 2023 Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Amanat Agung Vol 19 No. 1 Juni 2023 Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Amanat Agung Vol 18 no. 2 Desember 2022 Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Amanat Agung Vol 18 no. 1 Juni 2022 Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Amanat Agung Vol 17 no. 2 Desember 2021 Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Amanat Agung Vol 17 no. 1 Juni 2021 Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Amanat Agung Vol 16 no. 2 Desember 2020 Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Amanat Agung Vol 16 no. 1 Juni 2020 Vol 15 No 2 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 2 Desember 2019 Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Amanat Agung Vol 15 no. 1 Juni 2019 Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Amanat Agung Vol. 14 No. 2 Tahun 2018 Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Amanat Agung Vol. 14 No. 1 Tahun 2018 Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Amanat Agung Vol. 12 No. 2 Tahun 2016 Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Amanat Agung Vol. 12 No. 1 Tahun 2016 Vol 11 No 2 (2015): Jurnal Amanat Agung Vol. 11 No. 2 Tahun 2015 Vol 11 No 1 (2015): Jurnal Amanat Agung Vol. 11 No. 1 Tahun 2015 Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Amanat Agung Vol. 10 No. 2 Tahun 2014 Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Amanat Agung Vol. 10 No. 1 Tahun 2014 Vol 9 No 2 (2013): Jurnal Amanat Agung Vol. 9 No. 2 Tahun 2013 Vol 9 No 1 (2013): Jurnal Amanat Agung Vol. 9 No. 1 Tahun 2013 Vol 8 No 2 (2012): Jurnal Amanat Agung Vol. 8 No. 2 Tahun 2012 Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Amanat Agung Vol. 8 No. 1 Tahun 2012 Vol 7 No 2 (2011): Jurnal Amanat Agung Vol. 7 No. 2 Tahun 2011 Vol 7 No 1 (2011): Jurnal Amanat Agung Vol. 7 No. 1 Tahun 2011 Vol 6 No 2 (2010): Jurnal Amanat Agung Vol. 6 No. 2 Tahun 2010 Vol 6 No 1 (2010): Jurnal Amanat Agung Vol. 6 No. 1 Tahun 2010 Vol 5 No 2 (2009): Jurnal Amanat Agung Vol. 5 No. 2 Tahun 2009 Vol 5 No 1 (2009): Jurnal Amanat Agung Vol. 5 No. 1 Tahun 2009 Vol 4 No 2 (2008): Jurnal Amanat Agung Vol. 4 No. 2 Tahun 2008 Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Amanat Agung Vol. 4 No. 1 Tahun 2008 Vol 3 No 2 (2007): Jurnal Amanat Agung Vol. 3 No. 2 Tahun 2007 Vol 3 No 1 (2007): Jurnal Amanat Agung Vol. 3 No. 1 Tahun 2007 Vol 2 No 2 (2006): Jurnal Amanat Agung Vol. 2 No. 2 Tahun 2006 Vol 2 No 1 (2006): Jurnal Amanat Agung Vol. 2 No. 1 Tahun 2006 Vol 1 No 1 (2005): Jurnal Amanat Agung Vol. 1 No. 1 Tahun 2005 More Issue