cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Hubungan Higiene Perorangan Dan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Gangguan Kulit Pada Petugas Pengangkut Sampah Kota Tangerang Selatan Tahun 2018 Azizah, Azizah; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.42 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i1.21

Abstract

Latar belakang: Menurut data Kemenkes RI prevalensi penyakit kulit di seluruh Indonesia tahun 2013 sebesar 9%. Data Dinas Kesehatan Tangerang Selatan penyakit kulit tahun 2017 sebesar 66 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara higiene perorangan dan penggunaan alat pelindung diri dengan gangguan kulit pada petugas pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan tahun 2018.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dilakukan pada Mei - Juni 2018 dengan sampel sebanyak 82 petugas pengangkut sampah yang dilakukan secara. purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji cox regression.Hasil: Didapatkan bahwa 56 petugas pengangkut sampah (68,29 %) mengalami gangguan kulit. Kebersihan kaki dan kuku (P = 0,046 ; PR = 1,375 : 95% CI 1,058-1,787) serta kebersihan rambut dan kulit kepala (P = 0,014 ; PR = 1,442 : 95% CI 1,080-1,924) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gangguan kulit. Alat pelindung diri didapatkan tidak ada hubungan signifikan dengan gangguan kulit (P = 0,745 ; PR = 1,05 : 95% CI 0,781-1,409). Masa kerja didapatkan ada hubungan signifikan dengan gangguan kulit (P = 0,040 ; PR = 1,366 : 95% CI 1,002-1,862).Kesimpulan: Disarankan petugas pengangkut sampah menjaga kebersihan kaku dan kuku dengan cara mencuci kaki menggunakan sabun setelah bekerja dan memotong kuku secara teratur minimal 1 minggu sekali serta menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala dengan cara mencuci rambut menggunakan sampoo dan air yang bersih. Background: According to Ministry of Health Republic of Indonesia, in 2013 prevalence of skin disease in Indonesia is 9%. Data from the South Tangerang Health Office in 2017 skin diseases were 66 cases. This study armed to determind the relationship between personal hygiene and personal protective equipment used to skin disorders among garbage collector of Environmental Office of South Tangerang City in 2018.Methods: A cross sectional study was conducted in May until June 2018 with 82 garbage collector as simple using purposive sampling. Data were analyzed using cox regression test. We found 56 garbage collectors (68,29%) were suffered skin disorders to foot and nail hygiene (P = 0,046 ; PR = 1,375 : 95% CI 1,058-1,787) and hair and scalp hygiene (P = 0,014 ; PR = 1,442 : 95% CI 1,080-1,924) showed significant association to skin disorders. The self-protective device showed no significant relationship between personal protective equipment used to skin disorders (P = 0,745 ; PR = 1,05 : 95% CI 0,781-1,409).Results: Working period found as significant result to skin disorder (P = 0.040 ; PR = 1,366 : 95% CI 1,002-p1,862).Conclusion: We suggested to the garbage collectors should maintain the hygiene of feet and nails by washing feet using soap after work and cutting nails regularly at least once a week and also keep hair and scalp clean by washing hair using sampoo and clean water.
Peningkatan Pengetahuan Pangan Jajanan Sehat Melalui Promosi Kesehatan Dengan Media Asli Pada Siswa Sekolah Dasar Syawalina, Nadia; Agustina, Agustina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.255 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.22

Abstract

Latar belakang: Pangan jajanan bagi anak usia sekolah sebagai sumber tenaga dalam proses belajar dan beraktifitas. Pengetahuan siswa yang minim menyebabkan mereka jajan sesuai dengan kesukaan tanpa memikirkan pangan jajanan terkena cemaran fisik, kimia dan biologi serta bahan berbahaya, sehingga menimbulkan keracunan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan siswa tentang jajanan sehat melalui promosi kesehatan menggunakan media asli.Metode: Penelitian ini dengan desain Pre Experimental, rancangan one-group pre-test post-test design, mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan setelah diberikan perlakuan promosi kesehatan dengan media asli. Sampel siswa kelas V SD Negeri Utan Kayu Selatan 05 Pagi berjumlah 62 orang. menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner, bulan Mei tahun 2018. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji parametric (Uji t dependent) untuk data terdistribusi normal, uji non parametric (Uji Wilcoxon) data yang tidak terdistribusi normal, alpha (
Analisis Sistem Tanggap Darurat Bencana Rumah Sakit X di Jakarta Selatan Tahun 2018 Annilawati, Nur; Fitri, Azizah Musliha
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.343 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.23

Abstract

Latar Belakang: Keadaan darurat merupakan kejadian yang tidak diinginkan yang dapat membahayakan dan merusak lingkungan sekitar. Rumah sakit memiliki potensi terjadi keadaan darurat seperti kebakaran dan bencana alam gempa bumi menurut data identifikasi risiko, maka rumah sakit harus siap siaga dalam menghadapi bencana dengan melakukan penyiapan sumberdaya, baik fasilitas maupun sumberdaya manusia. Upaya pencegahan untuk meminimalisir risiko yaitu dengan cara perencanaan sistem tanggap darurat bencana, penting dilakukan untuk menanggulangi semua kejadian bencana secara cepat, tepat, dan akurat, serta untuk menekan timbulnya korban jiwa dan kerugian akibat kejadian bencana.Metode: Penelitian kualitatif ini dilakukan di Rumah Sakit X di Jakarta Selatan pada bulan Mei sampai Juni 2018. Informan utama pada penelitian ini adalah perawat dan security. Sedangkan informan kunci pada penelitian ini adalah wakil ketua tim K3 Rumah Sakit X.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Rumah Sakit X memiliki sistem tanggap darurat bencana, namun masih terdapat kekurangan terutama dalam hal pelatihan dan simulasi, tim tanggap darurat serta sarana penyelamatan jiwa.Kesimpulan: Rumah Sakit X perlu melakukan pelatihan tanggap darurat bencana secara berkala, membentuk dan menetapkan tim tanggap darurat bencana, serta melakukan pemeriksaan dan evaluasi terkait dengan sarana tanggap darurat bencana. Background: Emergency is an undesirable event that can harm and damage the surrounding environment. Hospitals have the potential of emergency event such as fire and natural disasters like earthquake and according to risk identification data Hospital X must be prepared to face disasters by prepare resources including facilities and human resources. Prevention effort to minimize the risk by planning a disaster emergency response system that important to overcome all disaster events quickly, appropriately, and accurately then to reduce victim and losses due to disasters.Method: A qualitative study was conducted at X Hospital in South Jakarta from May to June 2018. The main informants in this study were nurses and security. While the key informant in this study was the deputy chairman of the K3 Hospital X team.Result: The results of this research are indicate that Hospital X has disaster emergency response system but there are deficiency especially in terms of training and simulation, emergency response team, and lifesaving facilities.Conclusion: Hospital X needs to do disaster emergency response training periodically, form and set disaster emergency response team, and do inspections and evaluations related to disaster emergency response facilities.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Skabies pada Santriwati di Pondok Pesantren X Tahun 2018 Nur’aini, Rika; Utari, Dyah; Buntara, Arga
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.883 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.24

Abstract

Latar Belakang: Kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau kudis Sarcoptes. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2014, kudis memiliki jumlah kasus yang tinggi di dunia yaitu 130 juta orang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, kebersihan pribadi dan kepadatan rumah tangga dengan gejala kudis di kalangan siswa perempuan di X Islamic Boarding School pada tahun 2018.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data penelitian ini dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Subjek penelitian ini adalah siswa perempuan Madrasah Aliyah di X Islamic Boarding School pada tahun 2018.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan 80% siswa perempuan mengalami gejala kudis. Berdasarkan hasil uji statistik, ada hubungan yang signifikan antara kepadatan rumah tangga dan gejala skabies (p-value = 0,017).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan kebersihan pribadi dengan gejala scabies. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan bahwa pondok pesantren untuk memberikan konseling kesehatan dan kebersihan bekerja sama dengan pusat kesehatan masyarakat, menyediakan fasilitas kesehatan, dan mengurangi orang di setiap kamar. Background: Scabies is a skin disease caused by Sarcoptes scabies mites. According to the World Health Organization (WHO), in 2014, scabies has a high case number in the world which was 130 million people. This study was conducted to determine the relation between the level of knowledge, personal hygiene and household density with scabies symptoms among female students at X Islamic Boarding School in 2018.Methods: This research is a quantitative analytical study with a cross-sectional design. The data of this study were analyzed using a Chi-Square test. The subjects of this study were female students of Madrasah Aliyah at X Islamic Boarding School in 2018.Result: The Results show 80% of female students experience symptoms of scabies. Based on statistical test results, there is a significant relationship between the household density and symptoms of scabies (p-value = 0.017).Conclusion: There is no relationship between level of knowledge and personal hygiene with symptoms of scabies. Based on the results of the research, it is recommended that islamic boarding school to provide health and hygiene counseling in collaboration with community health centers, provides health facilities, and reduce people in each room.
Cedera Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia: Faktor Risiko Serta Strategi Pencegahan dan Intervensi Buntara, Arga
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.727 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i3.25

Abstract

AbstrakCedera akibat lakalantas masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang besar, baik di Indonesiamaupun di dunia. Angka kematian akibat lakalantas terus meningkat setiap tahun seiring dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor. Namun, angka cedera dan kematian lakalantas di Indonesia sangat sulit untuk ditentukan secara pasti karena ketiadaan sistem surveilans terintegrasi. Para pengendara sepeda motor dan pejalan kaki digolongkan ke dalam kelompok berisiko tinggi. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko cedera dan kematian akibat lakalantas, yaitu faktor risiko pengendara, kendaraan, dan lingkungan. Mengenai faktor risiko pengendara, terdapat faktor perilaku, status kesehatan pengemudi, dan faktor-faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Berdasarkan literatur yang diperoleh, perilaku tidak mengenakan helm, tidak menggunakan sabuk keselamatan, kebiasaan mengebut, konsumsi alkohol, penggunaan ponsel saat berkendara, kelelahan dan kantuk, serta usia muda dan pria dapat meningkatkan risiko cedera akibat lakalantas. Mengenai faktor kendaraan, kendaraan berusia tua dan tidak diperiksa secara rutin menjadi faktor risiko. Terkait faktor lingkungan, keberadaan persimpangan jalan, kondisi jalan rusak atau di bawah standar, serta keadaan matahari terbit, terbenam, dan malam hari meningkatkan risiko lakalantas yang menyebabkan cedera. Sebagai solusi, Pemerintah Indonesia perlu melaksanakan strategi pencegahan dan intervensi yang diadaptasi dari WHO, yaitu lima pilar sistem keselamatan jalan. Lima pilar ini terdiri dari pengelolaan keselamatan jalan, jalan dan mobilitas yang lebih aman, kendaraan yang lebih aman, penggunaan jalan yang lebih aman, dan respons pascalakalantas. Komunikasi dan kolaborasi yang kuat antarlembaga negara juga pihak-pihak terkait sangat diperlukan untuk menyelenggarakan strategi pencegahan dan intervensi cedera akibat lakalantas. Road Traffic Injury in Indonesia: Risk Factors, Prevention and Intervention StrategiesAbstractRoad traffic injury remains a major public health issue in both Indonesia and the world. Traffic-related death rate continues to increase each year along with the growing number of motor vehicles. However, in Indonesia, road traffic injury and fatality rates are difficult to determine due to the lack of an integrated surveillance system. Motorcyclists and pedestrian are classified as high-risk groups. Several risk factors which can increase traffic-related injury and death risks include driver, vehicle and environmental factors. Driver risk factors consist of behavioural factors, driver’s health status and factors which cannot be modified. Numerous sources suggest that not wearing a helmet or safety belt, speeding habit, alcohol consumption, mobile phone use while driving, fatigue and sleepiness, young age and male may increase the risk of road traffic injury. Vehicles which are old and not inspected regularly appear to be a risk factor as well. Regarding environmental factors, urban junctions, damaged or substandard roads, sunrise, sunset and night time raise the risk of traffic accidents leading to injuries. To address these problems, the Indonesia government requires to implement prevention and intervention strategies adapted from WHO, namely five pillars of a road safety system. These include road safety management, safer roads and mobility, safer vehicles, safer road users and post-crash response. Strong communication and collaboration efforts involving government institutions and related parties are needed to carry out road traffic injury prevention and intervention measures.
Pola Konsumsi Makanan Kariogenik, Kebiasaan Menggosok Gigi, dan Karies pada Anak Usia Sekolah di SDN Cipedak 02 Jakarta Selatan Annissa, Sohra; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.52 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.26

Abstract

Latar belakang: Karies gigi adalah penyakit yang merusak struktur gigi, menyebabkan gigi berlubang, sakit, gangguan tidur, kehilangan gigi, dan berbagai kasus berbahaya bahkan hingga kematian yang sering ditemukan di masyarakat, terutama anak-anak. Menurut Riskesdas, prevalensi masalah gigi dan mulut di DKI Jakarta adalah (98,1%) dan menjadikan karies sebagai salah satu masalah kesehatan serius pada anak usia sekolah. Penelitian ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berhubungan dengan kejadian karies pada siswa SDN Cipedak 02 Jakarta Selatan.Metode: Penelitian cross sectional ini menggunakan stratified random sampling dengan sampel minimal 74 anak Sekolah Dasar dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Mei tahun 2018. Penelitian dilakukan pada anak usia sekolah di SDN Cipedak 02 Jakarta Selatan pada kelas IV dan V. Data dianalisis menggunakan uji cox regressionHasil: Sebanyak 43 orang (58,1%) menderita karies. Jenis kelamin (p = 0,034; PR = 1.529: 95% Cl 1.017-2.298), metode menyikat gigi (p = 0,006; PR = 1.760: 95% Cl 1.128-2.746) dan frekuensi menyikat gigi (p = 0,002; PR = 2,008: 95% Cl 1,183-3,409) dengan karies, konsumsi makanan kariogenik (p = 0,054; PR 0,682: 95% Cl 0,457-1,106), usia (p = 0,545; PR = 0,858: 95% Cl 0,534-1,379) dan pengetahuan (p = 0,058; PR = 0,618: 95% Cl 0,348-1,0997).Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, metode dan frekuensi menyikat gigi dan tingkat karies di sekolah cukup tinggi Background: Dental caries is an infectious disease that damages the structure of the teeth, this disease causes cavities, pain, sleep disturbances, tooth loss, and various dangerous cases even to the deaths that are often found in the community, which among them are children. According to National Basic Health Research data the prevalence of dental and oral problems in DKI Jakarta is (98.1%) and makes caries one of the serious health problems in school-age children. This study aimed to analysed related factors to caries incidence in students of Cipedak 02 Elementary School in South Jakarta.Methods: A cross-sectional study used stratified random sampling with a sample of at least 74 elementary school children conducted in April to May 2018. The study was conducted on school-age children in Cipedak 02 SDN South Jakarta in class IV and V. Data were analyzed using cox regression testResults: The results showed that 43 people (58.1%) suffered from caries. Gender (p = 0,034; PR = 1,529: 95% Cl 1,017-2,298), method of brushing teeth (p = 0,006; PR = 1,760: 95% Cl 1,128-2,746) and frequency of brushing teeth (p = 0,002; PR = 2,008 : 95% Cl 1,183-3,409) with caries, consumption of cariogenic food (p = 0,054; PR 0,682: 95% Cl 0,457-1,106), age (p = 0,545; PR = 0,858: 95% Cl 0,534-1,379) and knowledge ( p = 0.058; PR = 0.618: 95% Cl 0.348-1.0997).Conclusion: A significant relationship were found between gender, method and frequency of brushing teeth and the level of caries in schools was quite high
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Natrium, Lemak Dan Durasi Tidur Dengan Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Cimanggis Kota Depok Tahun 2018 Hasiando, Chouk Norist; Amar, M. Ikhsan; Fatmawati, Iin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.207 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.27

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik di luar batas normal (Rijanti Abdurrachim, et al, 2016). Hipertensi sering terjadi pada lanjut usia karena penurunan fungsi kerja pembersihan darah (Arlita, 2014). Faktor-faktor yang menyebabkan hipertensi dibagi menjadi 2, yaitu faktor genetik dan asupan makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi natrium, lemak, dan durasi tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Cimanggis Kota Depok pada tahun 2018.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian cross-sectional dan menggunakan pendekatan kuantitatif. . Sampel yang digunakan berjumlah 73 responden yang diambil teknik simple random sampling.Hasil: Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa 68,8% responden menderita hipertensi. Hasil uji bivariat menggunakan chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan konsumsi natrium (p = 0,003), kebiasaan konsumsi lemak (p = 0,001), dan durasi tidur (p = 0,019) dengan kejadian hipertensi pada lansia.Kesimpulan: Sehingga kejadian hipertensi dapat dipengaruhi oleh kebiasaan konsumsi natrium, kebiasaan konsumsi lemak, dan lama tidur lansia. Saran yang dapat dilakukan untuk mengurangi kejadian hipertensi adalah perlunya memberikan edukasi kepada lansia tentang makanan penyebab hipertensi oleh Departemen Kesehatan. Background: Hypertension is a state of increasing systolic and diastolic blood pressure beyond normal limits (Rijanti Abdurrachim, et al, 2016). Hypertension is common in elderly people due to decline in the working function of blood cleansing (Arlita, 2014). The factors that cause hypertension are divided into 2, namely genetic factors and food intake. The aim of this study was to determine the relationship between consumption habits of sodium, fat, and sleep duration to the incidence of hypertension in elderly at Puskesmas Cimanggis Depok city in 2018.Method: This research is observasonal with cross-sectional study design and using quantitative approach. The sample used amounted to 73 respondents taken simple random sampling technique.Result: The result of univariate research shows that 68.8% of respondents suffer from hypertension. The result of bivariate test using chi-square showed that there was a relationship between sodium consumption habit (p = 0,003), fat consumption habit (p = 0,001), and sleep duration (p = 0,019) with hypertension incidence in elderly.Conclution: So the incidence of hypertension can be influenced by sodium consumption habits, fat consumption habits, and duration of elderly sleep. Suggest that can be done to reduce the incidence of hypertension is the need to provide education to the elderly about the food causes of hypertension by the Department of Health.
Pentingnya Persiapan dalam Pendidikan Kesehatan pada Pasien di Rumah Sakit Febriani, Nelly; Handiyani, Hanny; Kuntarti, Kuntarti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.886 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.28

Abstract

Latar belakang: pelaksanaan pendidikan kesehatan penting dilaksanakan rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang hubungan dengan pelaksanaan pendidikan kesehatan di rumah sakit. Metode: analisis multivariat terhadap 81 perawat pelaksana, dipilih dengan cosecutive sampling. Pengukuran faktor yang mempengaruhi pendidikan kesehatan menggunakan kuesioner ( Cronbach= 0,953; 0,870).Hasil: Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan kesehatan yang baik di antaranya persiapan, lingkungan dan sumber daya, serta sikap pasien (p=0,008; p=0,004; p= 0,023). Faktor yang paling dominan berpengaruh yaitu persiapan pendidikan kesehatan (p=0,013; OR=3,87).Kesimpulan: Persiapan pelaksanaan pendidikan kesehatan meningkatkan perawat pelaksana untuk melaksanakan pendidikan kesehatan dengan baik sebesar 3, 87 kali lebih tinggi dibanding pendidikan kesehatan yang tidak dipersiapakan dengan baik. Rekomendasi yang muncul dari penelitian ini agar meningkatkan pemahaman perawat akan perannya dalam melaksanakan pendidikan kesehatan, dengan melakukan persiapan dan menggunakan sumber daya yang ada. Background: the implementation of health education at hospital is important. Objective this research to determine the factors most related to implementation of health education at hospital.Methods: descriptive cross sectional analytic to 81 nurses, chosen by cosecutive sampling. Measurement of factors that affect the implementation of health education using questionnaires.Results: Factors that influence health education is going well including preparation, environment and resources, and patient’s attitudes (p=0.008; p=0.004; p= 0.023). Among the three factors that affect the implementation of health education, found that the most dominant factor is preparation to implementation of health education (p=0.013; OR=3.87).Conclusion: preparation to implementation of health education would give 3.87 times greater chance for nurses to conduct health education are well compared with preparation are not do well. Recommendation from this study is increase the understanding of its role and nurse will carry out health education, the preparation and use of available resources.
Patient Safety Leadership Walkround terhadap Budaya Keselamatan Pasien di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Tugu Ibu, Depok Permatasari, Putri; Uzer, Amrina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.748 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.29

Abstract

Latar belakang: Medication error merupakan penyebab utama cedera dan bahaya yang dapat dihindari dalam sistem health care di seluruh dunia. Budaya keselamatan merupakan faktor makroorganisasional yang dapat berdampak positif pada keselamatan kerja. Patient safety leadership walkround merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan patient safety leadership walkround terhadap budaya keselamatan pasien di instalasi farmasiMetode: Penelitian cross sectional dengan populasi adalah seluruh staff di instalasi farmasi Rumah Sakit Tugu Ibu Depok antara Februari dan Juni 2018. Sampel sebanyak 30 orang apoteker diambil secara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSOPSC atau kuesioner Pharmacy Survey On Patient Safety Culture yang diterbitkan oleh Agency for Healthcare Research and Quality dan Untuk pertanyaan mengenai Patient Safety Leadership Walkround atau ronde keselamatan pasien merupakan adaptasi pertanyaan dari Patient Safety Walkrounds Toolkit. Chi square digunakan untuk analisis data.Hasil: Hasil analisis bivariat menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas paparan walkround (p=0,012) dan komitmen pemimpin saat walkround (p=0,026) dengan budaya keselamatan pasien.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara intensitas paparan walkround dan hubungan komitmen pemimpin saat walkround terhadap budaya keselamatan pasien. Sedangkan keterbukaan komunikasi saat walkround dan kemampuan menindaklanjuti umpan balik tidak terdapat hubungan terhadap budaya keselamatan pasien. Backgound: Medication errors are a major cause of injury and dangers that can be avoided in the health care system worldwide. Safety culture is macroorganizational factor that can have a positive impact on work safety. Patient safety leadership walkaround is one of the strategies to improve the patient safety culture. This study aimed to determine the raltionship of patient’s walk safety leadership to the culture of patient safety in pharmaceutical installationsMethod: A cross sectional study with a population of all staff at Depol Tugu Hospital pharmacy installation performed between February to June 2018. A sample of 30 pharmacists was taken in total sampling. The instrument used was the Agency for Healthcare Research and Quality and for questions about the Patient Safety Leadership Walk or patient sfety rounds were adaptions to questions from the Patient Safety Walkarounds Toolkit. Chi Square is used for data Results: The bivariate analysis revealed that there was a significant relationship between the intensity of walkaround exposure (p=0.012) and leader commitmet at walkaround (p=0.026) with the patient safety culture. Conlusion: Relationship was found between the intensity of walkaround exposure and the relationship of leader commitment ehn walking towards the patient’s safety culture, while openness of communication when walking and the ability to follow up on feedback are not related to the patient safety culture
Penegakan Cause of Deaths Neonatal Menggunakan InterVA-4 Versi 4.04 di Bandingkan dengan Diagnosa Cause of Deaths ICD-10 di Kecamatan Ciputat Periode Tahun 2016-2017 shorayasari, susi; Latief, Kamaluddin; Wahyuni, Wahyuni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.357 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i3.30

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Data penyebab kematian adalah sumber penting perencanaan kebijakan kesehatan, tetapi ketersediaan dan kualitas data kurang di banyak bagian dunia, verbal autopsy dapat dijadikan suatu alternatif terhadap sistem pencatatan angka dan penyebab kematian yang kurang baik pada suatu wilayah namun memiliki permasalahan penafsiran verbal autopsy dengan andal dan konsisten agar bisa sampai pada penyebab kematian.Metode: Survei kepada komunitas di Kecamatan Ciputat untuk mendapatkan informasi kasus kematian neonatal pada tahun 2016-2017, ditindak lanjuti dengan verbal autopsy kepada keluarga yang mengetahui kematian kasus dan dilakukan penegakan diagnosa cause of death dengan InteraVA-4 kemudian dibandingkan dengan data Dinkes dan hasil telaah dokumen Puskesmas.Hasil: Data cause of death Kota Tangsel berdasarkan SRS 2016 adalah gangguan pernafasan dan kardiovaskular (50,7%). Hasil cause of death di Kecamatan Ciputat berdasarkan data AMP Dinkes tahun 2016 asfiksia (60%) dan 2017 setengah dari data tidak memiliki cause of death sama seperti data puskesmas tahun 2016, pada 2017 asfiksia (25%) menjadi cause of death neonatal. Hasil cause of death InterVA-4 tahun 2016 asfiksia (43%) dan 2017 asfiksia (28%). Perbandingan cause of death InterVA-4 memiliki kesamaan 70% pada data Dinkes, perbandingan dengan puskesmas memiliki 66,7% kesamaan dan hasil telaah dokumen dengan menginput kedalam sofware memiliki kesamaan 70%.Kesimpulan: InterVA memiliki kesamaan yang cukup baik dengan data Dinkes dan Puskesmas dalam menentukan diagnosa cause of death. InterVA merupakan alat yang sederhana, murah dan kongsisten dalam menetapan cause of death. Enforcement Cause of Deaths Neonatal Using InterVA-4 Version 4.04 Compare with Diagnosis Cause of Death ICD-10 in Ciputat District, period 2016-2017 AbstractBackground: Cause of death data are public health planning essential sources, but their availability and quality are lacking in many parts of the world, verbal autopsy can be made for alternative recording and causes of death that are not good in the area but have verbal autopsy interpretation problems reliably and contrast in order to arrive at the cause of death.Methods: Survey of communities in Ciputat Subdistrict to obtain information on neonatal mortality cases in 2016-2017, followed by verbal autopsy to families who knew case deaths and diagnosed cause of death with InteraVA-4 then compared with Dinkes data and results. review of Puskesmas documents.Results: South Tangerang City's cause of death data based on SRS 2016 are respiratory and cardiovascular disorders (50.7%). The result of cause of death in Ciputat Subdistrict based on AMP Dinkes data in 2016 asphyxia (60%) and 2017 half of the data did not have cause of death as well as data from Puskesmas in 2016, in 2017 asphyxia (25%) became neonatal cause of death. The result cause of death InterVA in 2016 asphyxia (43%) and 2017 asphyxia (28%). Comparison of cause of death InterVA-4 has 70% similarity in Dinkes data, comparison with health center has 66.7% similarity and document review results by inputting into software have 70% similarity.Conclusion: InterVA has good similarities between the data of the Dinkes and Puskesmas. InterVA is a simple, inexpensive and consistent tool in the cause of death.

Page 3 of 21 | Total Record : 209


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue