cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pembatasan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yangMenjalani Hemodialisis Fitriana, Erdila; Herlina, Santi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.046 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.31

Abstract

Latar belakang: Gagal ginjal kronik adalah sindrom klinis yang umum pada stadium lanjut dari semua penyakit ginjal kronik yang ditandai oleh uremia. Perawatan yang dilakukan pada pasien gagal ginjal kronik adalah hemodialisis. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional menggunakan teknik non probability sampling yaitu total sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 48 pasien dan dianalisis menggunakan uji chi square. Waktu penelitian dilakukan tahun 2014 di RS Zahirah Jakarta dengan variable penelitiannya adalah dukungan keluarga dan kepetuhan pembatasan cairan.Hasil: Rata rata usia diatas 35 tahun 56.3%, Jenis kelamin laki laki 68.8%, Pendidikan rendah 56.3% dan rata rata tidak bekerja 52.1%. Terdapat hubungan dukungan emosional. penilaian, informasi dan instrumental dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien yang menjalani hemodialisa denan nilai P value 0.026 & ;0,020;0.006;0.004Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dengan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan masukan bagi keperawatan, keluarga, khususnya klien dengan gagal ginjal kronik. Background: Chronic kidney failure is a common clinical syndrome at an advanced stage of all chronic kidney disease characterized by uremia. The treatment carried out in patients with chronic renal failure is hemodialysis. This study aimed to determine the relationship of family support with fluid restriction compliance in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis. Method: This type of research is a quantitative study using cross-sectional research design using a non-probability sampling technique that is total sampling. The sample of this study was 48 patients and analyzed using the chi square test. When the study was conducted in 2014 at Zahirah Hospital, Jakarta, the research variables were family support and the need for fluid restrictions. Results: The average age above 35 years 56.3%, male sex 68.8%, low education 56.3% and the average does not work 52.1%. There is a relationship of emotional support. assessment, information and instrumentals with fluid restriction compliance in patients undergoing hemodialysis with a P value of 0.026 & 0.020; 0.006; 0.004 Conclusion: There is a significant relationship between the relationship of family support with fluid restriction compliance in patients with chronic renal failure who undergo hemodialysis with. The results of this study are expected to be useful as input material for nursing, families, especially those with mental health problems.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Tidak Selamat (Unsafe Act) pada Pekerja di Bagian Produksi PT Lestari Banten Energi Ramadhany, Febby Amanah; Pristya, Terry Yuliana Rahadian
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.955 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.32

Abstract

Latar belakang: PT Lestari Banten Energi adalah sebuah Independent Power Producer (IPP) yang mengembangkan PLTU Power Plant dengan kapasitas sebesar 1 x 660 MW. Berdasarkan data perusahaan terdapat tindakan tidak selamat seperti merokok di tempat kerja, tidak memakai helm pelindung, tidak memakai safety shoes, tidak memakai ear plug, dan tidak mengenakan safety belt pada saat bekerja.Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak selamat (unsafe act) pada pekerja di bagian produksi PT Lestari Banten Energi tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 90 orang. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Data dianalisis menggunakan uji chi squareHasil: Faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak selamat adalah pengetahuan, dan kelelahan. Sedangkan, faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan tindakan tidak selamat adalah karakteristik pekerja (tingkat pendidikan, masa kerja, status pekerja), sikap, beban kerja, faktor ergonomis, pelatihan K3, dan pengawasan.Kesimpulan: Perusahaan agar lebih banyak mengikutsertakan karyawan dalam program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan Background: PT Lestari Banten Energi is an Independent Power Producer (IPP) which develops PLTU Power Plant with a capacity of 1 x 660 MW. Based on company data, there ware unsafe activities such as smoking at work, do not wear protective helmet, do not wear safety shoes, do not wear ear plug, and do not wear safety belt while work.Methods: This study aims to determine the factors associated with unsafe action on workers in the production of PT Lestari Banten Energy in 2018. The research was quantitative analyze with cross sectional method approach. Population in this study were 90 people. Data was taken using purposive sampling method with a sample size of 50 respondents. Data were analysed using chi squareResults: The factors associated with unsafe action are knowledge and fatigue. While the factors unrelated to unsafe action are the characteristics of the worker (level of education, work period, worker status), attitude, workload, ergonomic factor, OSH training and supervision.Conclusion: Companies engage more employees in education and training programs to improve knowledge
Efek Antibakteri Sodium Hypochlorite terhadap Staphylococcus aureus Antibacterial Effect of Sodium Hypochlorite to Staphylococcus aureus Widiastuti, Dyah; Karima, Isya Fikria; Setiyani, Endang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.054 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i4.34

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Staphylococcus aureus menjadi masalah yang serius saat ini karena meningkatnya resistensi bakteri terhadap berbagai jenis antibiotik (Multi Drug Resistance/MDR). Meluasnya resistensi bakteri terhadap obat-obatan yang ada, mendorong pentingnya upaya untuk melakukan upaya desinfeksi bakteri di lingkungan. Metode: Sodium hypochlorite dikaji aktivitas antimikrobanya terhadap S. aureus. Penelitian ini menggunakan uji coba kontrol yang sepenuhnya acak dengan tiga ulangan. Dalam penelitian ini hanya terdiri dari satu faktor saja, yaitu pemberikan sodium hypochlorite dengan menggunakan konsentrasi: 10 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 500 ppm dan 1000 ppm. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sodium hypochlorite pada konsentrasi 1000 ppm memberikan penghambatan tertinggi terhadap pertumbuhan S. aureus (0,86 + 0,08 mm). Kesimpulan: Aktivitas antibakteri sodium hypochlorite dikategorikan lemah dalam menghambat pertumbuhan S. aureus. Kata kunci: aktivitas antibakteri,sodium hypochlorite, Staphylococcus aureus Antibacterial Effect of Sodium Hypochlorite to Staphylococcus aureus Abstract Background: Nowadays Staphylococcus aureus infection becomes a serious problem due to increased bacterial resistance to various types of antibiotics (Multi Drug Resistance / MDR). Widespread bacterial resistance to existing drugs, prompting the importance of efforts to desinfect the bacteria in environment. Methods: Sodium hypochlorite was investigated for the antimicrobial activities against Staphylococcus aureus. This study only consisted of one factor, namely the exposure of sodium hypochlorite using concentrations: 10 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 500 ppm and 1000 ppm. Results: The result showed that sodium hypochlorite at concentration 1000 ppm gave the highest inhibition to the growth of S. aureus (0,86+0,08 mm). Conclusion: The antibacterial activity of sodium hypochlorite is categorized as weak in inhibiting the growth of S. aureus. Key word: antibacterial activity, sodium hypochlorite, Staphylococcus aureus
Hubungan Antara Lingkungan Kerja Panas Dengan Keluhan Heat Related Illnes pada Pekerja Home Industry Tahu di Dukuh Janten, Bantul Arianto, Machfudz Eko; Prasetyowati, Desi Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.603 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i4.39

Abstract

Latar Belakang : Dalam suatu lingkungan kerja, tenaga kerja akan menghadapi tekanan lingkungan kerja dan beban kerja utama yaitu tugas dalam melaksanaan pekerjaan sesuai dengan bagiannya dan terdapat pula faktor yang menyebabkan beban tambahan sehingga dapat menimbulkan gangguan bagi tenaga kerja. Faktor tersebut antara lain faktor fisik, faktor kimia, faktor biologis, faktor fisiologis, dan faktor mental psikologi. Tekanan panas merupakan salah satu faktor fisik yang dalam keadaan tertentu dapat menimbulkan gangguan. Gangguan akibat paparan panas antara lain adanya Heat stroke, Heat exhaustion, Heat Rush, Heat Cramps, Heat syncope, Heat Hyperventilation, Prickly Heat, miliria. Metode : Jenis Penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Observasional analitik, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 60 responden. Teknik pengambilan sampel dengan mengunakan simple random sampling dengan instrumen penelitian lembar observasi. Pengukuran lingkungan kerja panas dengan menggunakan Questtemp Heat Stress Monitor. Analisis data dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Berdasarkan hasil analisis uji Chi-Square didapatkan hasil p-value 0,030, dan (CI 95% 1,008 – 3,275) artinya ada hubungan antara lingkungan kerja panas dengan keluhan Heat Related Illness (Heat Cramps, Heat Exhaustion, Dehidrasi) Kesimpulan : ada hubungan antara lingkungan kerja panas dengan keluhan Heat Related Illness (Heat Cramps, Heat Exhaustion, Dehidrasi). Kata Kunci : Lingkungan Kerja Panas, keluhan Heat Related Illnes, Pekerja Relationship Between Hot Work Environment With Complaints of Heat Related Illnes (Heat Cramps, Heat Exhaustion, Dehydration) in Tofu Home Industry Workers in Janten Hamlet, Ngestiharjo Village, Kasihan, Bantul Background : In a work environment, the workforce will face the pressure of the work environment and the main workload, namely the task of carrying out work in accordance with its part and there are also factors that cause additional burdens so that it can cause interference to the workforce. These factors include physical factors, chemical factors, biological factors, physiological factors, and mental psychology factors. Heat pressure is one physical factor that can cause interference in certain circumstances. These disorders include complaints such as heat exposure such as Heat stroke, Heat exhaustion, Heat Rush, Heat Cramps, Heat syncope, Hyperventilation Heat, Prickly Heat, Miliria. Method : This type of quantitative research uses analytic observational methods, using a cross sectional approach. The sample in this study amounted to 60 respondents. The sampling technique using simple random sampling with the observation instrument observation sheet. Measurement of hot working environment by using Quest Heat Stress Monitor. Data analysis using the Chi-Square test. Result : Based on the results of the Chi-Square test results obtained p-value 0.030, and (CI 95% 1.008 - 3.275) means that there is a relationship between the hot work environment with complaints of Heat Related Illness (Heat Cramps, Exhaustion Heat, Dehydration). Conclusion : there is a relationship between the hot work environment with complaints of Heat Related Illness (Heat Cramps, Exhaustion Heat, Dehydration). Keywords : Hot Work Environment, complaints of Heat Related Illnes.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pembayaran Iuran JKN pada Peserta Mandiri di Kota Depok Tahun 2019 Adani, Jihan; Permatasari, Putri; Pulungan, Rafiah Maharani; Setiawati, Marina Ery
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.268 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i4.41

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan salah satu sumber pembiayan untuk keberlangsungan suatu program JKN. Salah satu peserta program JKN adalah Peserta Mandiri. Peserta mandiri atau peserta pekerja informal memiliki potensi yang lebih besar untuk tidak patuh untuk membayar iuran JKN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN pada peserta mandiri di Kota Depok. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Peserta Mandiri di Kota Depok dengan sampel 110 responden. Penarikan sampel dilakukan dengan cara accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan pengetahuan (p value=0,019), mutu pelayanan kesehatan (p value= 0,033), tarif iuran (p value=0,040), cara pembayaran (p value=0,022), dan dukungan keluarga (p value=0,035) dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN. Sedangkan tidak ada hubungan umur (p value=0,348), jenis kelamin (p value=0,708), pendidikan (p value=0,733), dan kemudahan informasi (p value=0,1489) dengan kepatuhan pembayaran iuran JKN. Kesimpulan: Untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran iuran JKN maka dibutuhkan peningkatan sosialisasi terkait program JKN oleh BPJS Kesehatan. Kata Kunci: Kepatuhan, Iuran JKN, Peserta Mandiri Factors Related to Compliance with NHI Contribution Payments to Independent Participants in Depok City in 2019 Abstract Background: National Health Insurance (NHI) contributions are a source of funding for the continuation of a National Health Insurance program. One of its participants is an Independent Participant. Independent participants or informal worker participants have a greater potential not to comply to pay National Health Insurance contributions. The purpose of this study is to find out what factors are related to National Health Insurance contribution payments to independent participants in Depok City. Methods: The method that was used on this study was quantitative with cross sectional research. The population in this study was independent participant in Depok City with a sample of 110 respondents. Sampling is done by accidental sampling. The instrument used was a questionnaire. Data analysis using chi-square test with α = 0.05. Result: The results showed a correlation between knowledge (p value = 0.019), health service quality (p value = 0.033), contribution rate (p value = 0.040), method of payment (p value = 0.022), and family support (p value = 0.035) with the approval of National Health Insurance contribution payments. Whereas there is no age relationship (p value = 0.348), gender (p value = 0.708), education (p value = 0.733), and ease of information (p value = 0.1489) with the benefits of National Health Insurance contribution payments. Conclusion: To increase the payment of National Health Insurance contribution payments, an increase in the National Health Insurance program is needed by "BPJS Kesehatan". Keyword : Compliance, NHI Contributions, Independent Participants
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA SATUAN MENGGUNAKAN SISTEM ACTIVITY BASED COST (ABC) DENGAN TARIF RAWAT INAP RUMAH SAKIT DI INDONESIA Utami, Sintha; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.105 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i4.43

Abstract

Latar Belakang: Biaya satuan merupakan dasar penentuan kebijakan tarif pada beberapa rumah sakit (RS). Dengan mengetahui besarnya biaya satuan, dapat diketahui apakah tarif yang berlaku saat ini sesungguhnya merugi atau menguntungkan. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menganalisa jurnal yang memuat hasil penelitian yang melaporkan hasil perhitungan biaya satuan berdasarkan metode ABC dan membandingkannya dengan tarif RS yang berlaku saat ini. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa pada rawat inap kelas III, 19 RS (83%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 4 RS (17%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas II, 16 RS (76%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (24%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. kelas I, 10 RS (45%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 12 RS (55%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas Utama, tidak ada RS yang memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (100%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas VIP, 4 RS (20%) memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 16 RS (80%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kelas VVIP, tidak ada RS yang memiliki tarif dibawah perhitungan biaya satuan dan 5 RS (100%) memiliki tarif diatas perhitungan biaya satuan. Kesimpulan: Tarif RS yang berlaku saat ini pada kamar rawat inap kelas III dan kelas II lebih kecil dari hasil perhitungan biaya satuan metode ABC (merugi). Sedangkan tarif RS pada kamar rawat inap kelas I, Utama, VIP dan VVIP yang berlaku saat ini lebih besar dari perhitungan biaya satuan metode ABC (menguntungkan). Comparative Analysis of Unit Cost Using Activity Based Cost System with Hospital Inpatient Rates in Indonesia Abstract Background: Unit cost is the basis for determining tariff policies at several hospitals (RS). By understanding the unit cost, it can be identified whether the current tariff is really beneficial or detrimental/disadvantage. Methods: The method used is descriptive analysis which is done by analyzing journals that contain research results reporting the results of unit cost calculations based on the ABC method and compare them with the current hospital rates. Results: The analysis showed that in 3rd class hospitalization, 19 hospitals (83%) had rates below the unit cost calculation and 4 hospitals (17%) had rates above the unit cost calculation. 2nd Class, 16 hospitals (76%) have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (24%) have rates above the unit cost calculation. First class, 10 hospitals (45%) have rates below the unit cost calculation and 12 hospitals (55%) have rates above the unit cost calculation. First Class, there are no hospitals that have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (100%) have rates above the unit cost calculation. VIP class, 4 hospitals (20%) have rates below the unit cost calculation and 16 hospitals (80%) have rates above the unit cost calculation. Class VVIP, there are no hospitals that have rates below the unit cost calculation and 5 hospitals (100%) have rates above the unit cost calculation. Conclusion: The current hospital rates in 3rd class and 2nd class inpatients are smaller than the results of the ABC unit cost calculation (loss). Whereas the current hospital tariffs for first class, Utama, VIP and VVIP inpatient rooms are greater than the ABC unit cost calculation (profit). Keywords: Unit Cost, Activity Based Cost System, Hospital
INTERVENSI UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WARGA DI WILAYAH PADEMANGAN BARAT JAKARTA UTARA TAHUN 2019 Rachmawati, Yunia; Arbitera, Cahya; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.949 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v12i1.46

Abstract

Latar belakang: Pademangan Barat, Jakarta Utara adalah daerah yang dapat dikategorikan sebagai daerah yang kotor. Sebagian besar bangunan di wilayah itu adalah bangunan semi permanen dan tidak ada ruang antara satu gedung dengan gedung lainnya. Berdasarkan data di Jakarta Utara, ada 419 kasus kebakaran pada 2018 dan 53 kasus terjadi di Pademangan. Objektivitas penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi pencegahan kebakaran terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku warga di wilayah Pademangan Barat, Jakarta Utara pada tahun 2019. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pra eksperimental dengan kelompok pretest dan posttest yang tidak. termasuk membandingkan kelompok dengan jumlah sampel saya adalah 92 yang terdiri dari 46 sampel dalam kelompok ceramah dan 46 sampel dalam kelompok video yang diadakan pada bulan Mei. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini, terjadi perubahan pengetahuan (p-value 0,000) dan perilaku (p-value 0,001) yang terjadi pada metode intervensi dan ceramah dan ada perubahan perilaku (p- value 0,000) dan perilaku (p-value 0,029) intervensi dengan metode video kepada warga di RT 001 dan 012 di Pademangan Barat, Jakarta Utara pada 2019. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji statistik, itu menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara standar meningkatkan pengetahuan dan perilaku warga antara keduanya. kelompok yang diberikan metode ceramah atau video dan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan efektivitas dalam kedua metode. Kata kunci: Intervensi, Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Kebakaran Interventions Fire Perventions to Increased Knowledge and Attitudes of Residents in West Pademangan Region, North Jakarta 2019 AbstractBackground: Pademangan Barat, North Jakarta was a region that can be categorized as a vile region. Most of the building in that region was semi-permanent buildings and there was no space between one building to another. Based on the data in North Jakarta, there was 419 case of conflagration in 2018 and 53 cases of them happened in Pademangan. The objectivity of this research was to know the intervention effect of conflagration prevention to the raising knowledge and citizen’s behavior in the Pademangan Barat Region, North Jakarta in 2019. Methods: This was quantitative research along with Pre experimental study design with pretest and posttest group which was not included comparing the group with the number of me sample was 92 which consisted of 46 samples in the lecturing group and 46 samples in video group which was held in May. Results: Based on the result of this research, there was knowledge alteration (p-value 0,000) and behavior (p-value 0,001) which happened in intervention and lecturing method and there were behavior alteration (p-value 0,000) and behavior (p-value 0,029) intervention with video method to the citizens in RT 001 and 012 in Pademangan Barat, North Jakarta in 2019. Conclusions: . Based on the result of the statistics test, it showed that there was no difference between the standards of raising knowledge and citizen's behavior between both groups who were given of either lecturing or video methods and it could be concluded that there was no difference of the effectiveness in both methods. Keywords: Intervention, Knowledge, Attitude, Fire Prevention
The BBLR diprediksi Faktor Utama Kejadian Stunting di Provinsi Lampung: Warning untuk Ibu Bekerja dan Penerapan Pola Asuh Adyas, Atikah; ., Dika; ., Karbito
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.129 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i4.48

Abstract

Stunting apabila tidak ditangani makan akan menimbulkan dampak buruk dalam jangka pendek adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. (Kementrian Kesehatan RI, 2016). Diketahui analisis determinan status gizi kejadian Stunting di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kota Dalam Kabupaten Pesawaran. Metode penelitian menggunakan case control. Subjek penelitian adalah ibu yang memilki bayi 24 -36 bulan dengan populasi sebanyak 335 baduta dan sampel sebanyak 33 sampel kasus serta 66 sampel kontrol. Penelitian menggunakan teknik sampling systematic random sampling. Hasil dari analisis didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel riwayat BBLR adalah 34,261, Dalam data ini berarti riwayat BBLR yang paling besar pengaruhnya terhadap status gizi kejadian stunting. Diharapkan kepada ibu yang memiliki balita stunting dan memiliki riwayat BBLR dianjurkan menggunakan pendamping ASI (P-ASI) yang mengandung nutrisi tinggi seperti protein tinggi, vitamin tinggi, lemak tinggi, dan nutrisi yang berkaitan dengan peningkatan berat badan bayi. LBW predicts the Main Factors of Stunting in the Province of Lampung: Warning for Working Mothers and the Implementation of Parenting Abstract Stunting ,if it is not treated will cause the bad effects in the short time is the brain development disorders , intelligence, physical growth disorders and metabolic disorders in the body. Told that the analysis of determinants of nutritional status of stunting events in UPT The Community Health Centers (Puskesmas) in Kota Dalam Area, in Pesawaran District. This research method, it is a case control. Research subjects were mothers who had babies in 24-36 months with population of 335 badutas and 33 samples to cases and 66 control samples. The research used sampling technique, the systematic random sampling. The Primary data collection techniques were by using questionnaires, the data analysis used multiple logistic regression test. The result of the analysis was gotten Odds Ratio (OR) from the history of BBLR was 34,261. In this data means the history of BBLR that the greatest effect was on the nutritional status of the stunting event. It is expected for mothers with stunting toddlers and have a history of BBLR are advised to use breastfeeding (P-ASI) which contents of high- nutrient such as high protein, high vitamin, high fat and nutrients related with the increasing the infant weight gain.
ANALISIS IMPLEMENTASI PENYELENGGARAAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT DI ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Febrian, Muhammad Rae; Permatasari, Putri; Nurrizka, Rahmah Hida; Hardy, Fathinah Ranggauni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.164 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v12i1.49

Abstract

Latar Belakang: Promosi kesehatan rumah sakit (PKRS) merupakan kewajiban yang sangat penting pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam melindungi dan meningkatkan status kesehatan masyarakat. Namun saat ini perkembangan PKRS masih berjalan lambat di Indonesia karena belum terjaga prosesnya. Hal tersebut juga terjadi pada salah satu rumah sakit swasta di Tangerang Selatan, dimana berdasarkan studi pendahuluan secara garis besar masih belum optimal seperti standar di Permenkes No. 44 Tahun 2018 tentang PKRS. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan analitik dengan tujuan untuk meninjau faktor yang dapat mempengaruhi implementasi PKRS. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen pendukung penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan konsep triangulasi sumber, metode maupun teori. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang, yang terdiri dari petugas struktural, fungsional maupun keluarga pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penyelenggaraan PKRS masih belum optimal pelaksanaannya. Meskipun telah adanya dukungan dan komitmen pelaksana yang baik, namun ada faktor lain yang bisa mempengaruhi implementasi konsep tersebut seperti masih belum lengkapnya sumber daya yang dimiliki, komunikasi yang terjalin antar petugas masih kurang terkait aktivitas PKRS, dan masih adanya hambatan sikap pelaksana terkait konsep ini. Diharapkan pihak rumah sakit agar merealisasikan dukungan dan komitmen menjadi suatu kebutuhan untuk mengimplementasikan PKRS dengan optimal. Kata Kunci : Promosi Kesehatan, Rumah Sakit, Kebijakan Analysis of Implementation of Hospital Health Promotion Implementation in the Era of National Health Insurance Background: Health promotion hospital (HPH) is an obligation that very important in national health insurance (NHI) era for protecting and improving public health status. But nowadays, HPH development is still low in Indonesia because the process is not maintained. The same thing comes from one of private hospital in South Tangerang, where based on early studied in general, it’s still not optimal yet as the standards in ministry of health regulation number 44/2018 about HPH. Method: This is descriptive and analitical from qualitative study with the aim of reviewing factors that can affect implementation of HPH. Data retrieval is done from indepth interview, observation, and document review that support this research. Data analysis is done with triangulation concept (source, methods, theory). Informants in this research were 8 people, comes from structural officer, functional officer and patient family. Results: Results from this study is showing that implementation of organizing HPH is still not good. Even there are good supports and commitments, but there are still another factors that could affect it concepts such as lack of resources, lack of communication between stakeholders about HPH, and there is barrier attitudes about this concept. Expected the hospital have to realization their supports and commitments into their needs for implementing optimal HPH. Keywords : Health Promotion, Hospital, Policy
Gambaran Gaya Hidup Kurang Gerak (Sedentary Lifestyle) dan Berat Badan Remaja Zaman Milenial di Tangerang, Banten ., Desmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.31 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i4.50

Abstract

Latar belakang: Remaja zaman now (milenial) merupakan masa yang dipengaruhi oleh kecanggihan ilmu dan teknologi sehingga adanya dorongan berperilaku kurang gerak atau kurang aktivitas fisik. Gaya hidup remaja yang kurang gerak atau kebiasaan tidak banyak melakukan aktivitas fisik merupakan gaya hidup yang santai, seperti duduk, berbaring, membaca, menonton televisi, bermain mobile phone dikenal dengan sedentary lifestyle ini banyak terjadi di daerah perkotaan dan lebih sering terjadi pada perempuan. Pamulang merupakan area padat penduduk dan mempunyai banyak sekolah menengah pertama. Metode: Penelitian ini dilakukan di SMPM Pamulang dari bulan April-Juli 2019, yang bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana remaja putri tingkat sekolah menengah menghabiskan waktunya dalam 24 jam. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 103 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Namun, hanya 94 remaja yang dapat dianalisis. Pengambilan data menggunakan instrumen sedentary life style yang sudah terstandar internasional. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan analisa univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan persentase terbanyak gaya hidup remaja yang kurang gerak <2 jam dalam 24 jam (rendah) adalah 77,7%, yang menggunakan waktunya untuk kegiatan yang kurang gerak 2-4 jam (sedang) adalah 17,7%, yang menghabiskan waktu untuk kegiatan kurang gerak >4 -6 jam bahkan lebih (tinggi) adalah 5,3%. Obesitas hanya 10,63%. Kesimpulan: Hasil ini diharapkan dapat menjadi data dasar bagi peneliti selanjutnya terkait upaya promotif dan preventif perilaku dan gaya hidup remaja yang sehat dalam mencegah penyakit ataupun masalah yang diakibatkan oleh sedentary life style yang tinggi seperti obesitas, gangguan kesehatan lainnya. Kata kunci: gaya hidup kurang gerak, remaja, obesitas Description of Adolescents Sedentary Lifestyle, Obesity in Junior High School, Tangerang Selatan Abstract Background: Adolesecence is a transitional periode. The problem that is often appear in adolescent is obesity. Obesity can be influenced by a lifestyle that lacks activity or movement called the sedentary lifestyle. Purpose: The study aims to provide a description of the adolescent sedentary lifestyle and weight in yunior high school Tangerang Selatan. Methods: The sampling technique in this study was total sampling and from 103 adolescence who signed informed concent and fill the quesioner, only 94 adolescences complete the study. The research design used in this study was descriptive quantitative. Collecting data used instrument of sedentary lifestyle has been tested as international standard. Univariate analysis used the proportion test. Results: The results of the current study described that adolescent whose sedentary lifestyle <2 hours in 24 hours is 77, 7%, whose sedentary lifestyle 2 to 4 hours is 17.7% and whose sedentary lifestyle >4 to 6 hours or more is 5.3%. The participants whose obesity is 10.63%. This results is expected to be useful for researchers, SMPM Tangerang Selatan, and faculty of science UPNVJ to be the basic data for further study on the promotion and preventive efforts of adolescens reproductive health. Conclusions: This study have described the sedentary lifestyle of adolesecent to be the basic data for further research. Keywords: Sedentary lifestyle, adolescent, obesity

Page 4 of 21 | Total Record : 209


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue