cover
Contact Name
Hamidi, M.Pd
Contact Email
hamidi@unram.ac.id
Phone
+6281936732708
Journal Mail Official
jcar@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan No 37 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Classroom Action Research
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26563460     EISSN : 26562340     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Classroom Action Reseach (Jurnal Penelitian Tindakan kelas) e-ISSN:2656-2340 , p-ISSN: 2656-3460 adalah jurnal yang memuat artikel hasil penelitian-penelitian kelas baik dari kalangan guru, dosen, maupun dari hasil penelitian mahasiswa. Journal of Classroom Action Reseach merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Pascasarjana Universitas Mataram. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Bulan Februari dan Agustus. Journal of Classroom Action Reseach adalah jurnal yang menyediakan akses terbuka hasil riset yang dapat dibaca dan diunduh secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan hasil penelitian di bidang pendidikan. Semua isi/konten yang dipublikasikan dibawah lisensi Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Arjuna Subject : -
Articles 681 Documents
Identifikasi Penggunaan Alat Permainan Edukatif Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Anak Khairunnisaq; Baik Nilawati Astini; Ika Rachmayani; Fahruddin
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.2947

Abstract

Alat Permainan Edukatif (APE) merupakan alat permainan untuk anak usia dini yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak, yang dapat disesuaikan penggunaannya menurut usia dan tingkat perkembangan anak yang bersangkutan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Identifikasi penggunaan alat permainan edukatif dalam meningkatkan keterampilan membaca anak kelompok B di PAUD Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2022. Yang menjadi sasaran objek penelitian ini adalah guru sekolah TK dan KB kelompok B yang berada di Gugus VI berjumlah 13 guru. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuesioner (angket), wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian di analisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui APE yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan keterampilan membaca anak terdapat 16 APE, diantaranya balok huruf, kartu hijaiyah, buku cerita, kartu kata, kartu huruf bergambar, ronche abjad, puzzle huruf, poster kata bergambar, menara huruf, pohon huruf, stik huruf, dadu huruf, magnet huruf, papan kata, poster huruf dan papan huruf, APE yang layak digunakan yaitu APE buku cerita (100%), APE yang dominan digunakan yaitu poster kata bergambar dan poster huruf. Dikategorikan sering digunakan yaitu poster kata bergambar (69%) dan poster huruf (92%). Durasi penggunaan APE selama 20 menit yaitu poster kata bergambar (54%) dan poster huruf (38%). Digunakan pada kegiatan awal yaitu Poster kata bergambar (31%) dan poster huruf (35%).
Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Ni Nyoman Nopiantari Sasmita; Mahrus; Tri Ayu Lestari; Syamsul Bahri
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMPN 5 Mataram pada materi klasifikasi makhluk hidup. Pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar biologi khususnya pada materi klasifikasi makhluk hidup dapat mempermudah siswa menyerap bahan pelajaran, lebih mengenal kondisi lingkunganya, mengetahui lingkungan sebagai sumber belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Peneliti melaksanakan penelitian dengan dua kelas, satu kelas menjadi kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 5 Mataram dengan sampel siswa kelas VII A dan VII B yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik angket. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil menunjukkan rata-rata nilai hasil post-test kelas eksperimen 74,2 dengan kategori baik sedangkan kelas kontrol yaitu 65,6 kategori baik. Hasil analisis data thitung>ttabel yaitu sebesar (3,774>2,449) dapat dinyatakan H0 ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar biologi pada materi klasifikasi makhluk hidup berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa dari pada hasil belajar peserta didik dengan menggunakan pembelajaran di dalam kelas.
Penggunaan Media Plastisin Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Melsya Raodatul Kholbu; I Made Suwasa Astawa; Nurhasanah; Ika Rachmayani
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3038

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui penggunaan media plastisin di TKN 1 Batulayar. Metode penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan menggunakan dua siklus dan pada setiap siklusnya dilaksanakan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 10 anak TKN 1 Batulayar, yang terdiri dari 4 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa media plastisin mampu meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Hal ini ditunjukkan pada tindakan siklus I capaian kemampuan motorik halus anak diperoleh sebesar 51% dengan kriteria Masih Berkembang (MB) kemudian pada tindakan siklus II mengalami peningkatan menjadi 75% kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penggunaan media plastisin dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B2 di TKN 1 Batulayar dan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Pada Materi Trigonometri Ditinjau Dari Kepercayaan Diri Siswa Widiami Sayidah; Sri Subarinah; Nurul Hikmah; Baidowi Baidowi
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3039

Abstract

Kemampuan pemahaman matematis merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting dimiliki siswa serta harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Kepercayaan diri merupakan faktor penting terhadap pemahaman matematis seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman matematispada materi trigonometri dengan tingkat kepercayaan diri tinggi, sedang, dan rendah pada siswa kelas XI SMAN 1 Terara. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrument tes yang digunakan berupa angket kepercayaan diri, tes kemampuan pemahaman matematis, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian mennjukkan bahwa siswa demgan tingkat kepercayaan diri tinggi mampu menyelesaikan 6 dari 7 indikator kemampuan pemahaman matematis dengan benar dan lengkap sehingga siswa tersebut masuk dalam kategori kemampuan pemahaman matematis tinggi. Siswa dengan tingkat kepercayaan diri sedang hanya mampu menyelesaikan satu indikator kemampuan pemahaman matematis dengan benar dan lengkap. Sedangkan pada 6 indikator lainnya, siswa sudah mampu menyelesaikan indikator-indikator tersebut, akan tetapi belum sepenuhnya atau belum lengkap sehingga siswa tersebut masuk dalam katgori kemampuan pemahaman matematis sedang. Siswa dengan tingkat kepercayaan diri rendah hanya mampu menyelesaikan 1 dari 7 indikator pemahaman matematis sehingga siswa tersebut masuk dalam kategori kemampuan pemahaman matematis rendah. Sehingga di dapatkan bahwa, siswa dengan kepercan diri tinggi memiliki kemampuan pemahaman matematis tinggi, siswa dengan kepercan diri sedang memiliki kemampuan pemahaman matematis sedang, dan siswa dengan kepercan diri rendah memiliki kemampuan pemahaman matematis rendah.
Penerapan Kegiatan Bermain Kolase Menggunakan Bahan Alam untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Sumarni; Nurhasanah; I Made Suwasa Astawa; Muhammad Tahir
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3049

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya perkembangan motorik halus anak kelompok B di TKN Pembina Labuapi, dimana dari semua indikator perkembangan motorik ada beberapa indikator yang di kategorikan mulai berkembang seperti anak belum mampu menempel pola/gambar tanpa keluar garis, anak belum mampu menempel pola/gambar dengan tepat tanpa bantuan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam untuk meningkatkan perkembangan motorik halus kelompok B di TK Negeri Pembina Labuapi. Jenis penelitian ini tindakan kelas. Subjek penelitian ini yaitu siswa dengan jumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Pelaksanaan penerapan kegiatan bermain kolase yang semakin baik membuat perkembangan motorik halus anak disetiap siklusnya meningkat. Pada prasiklus perkembangan motorik halus anak mencapai 36,1% yang dikategorikan mulai berkembang. Hal ini dikarenakan dalam proses pembelajaran media yang digunakan masih kurang, sehingga dalam kegiatan pembelajaran tersebut anak menjadi kurang antusias. Setelah menerapkan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam pada siklus I mencapai 43,7% yang kemudian pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 82,9%. Artinya penerapan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam sudah terlaksana secara maksimal. Hal tersebut membuat perkembangan motorik halus anak pada siklus I mencapai 54,9% yang dikategorikan berkembang sesuai harapan kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,3% dan mencapai indikator keberhasilan yaitu 76%. Hal ini dikarenakan usaha guru yang sangat maksimal dalam menerapkan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam sehingga perkembangan motorik halus anak semakin meningkat.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa Baiq Handini Lora Padian; Sri Subarinah; Ratna Yulis Tyaningsih; Harry Soepriyanto
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3050

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah materi sistem persamaan linier tiga variabel ditinjau dari gaya kognitif siswa kelas X SMAN 1 Praya Timur. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa tes gaya kognitif yaitu MFFT  (Matching Familiar Figure Test), tes kemampuan pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif fast accurate mampu menjalankan 5 indikator Newman dengan benar dan lengkap, dengan tingkat kemampuan tinggi dan sedang dengan persentase 25% dan 75%. Siswa dengan gaya kognitif slow inaccurate hanya mampu menjalankan satu indikator Newman. Sedangkan pada 4 indikator lainnya, belum sepenuhnya tepat dan lengkap, dengan tingkat kemampuan sedang dan rendah dengan persentase 40% dan 60%. Siswa dengan gaya kognitif reflektif mampu menjalankan  5 indikator Newman dengan benar dan lengkap, dengan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah dengan persentase 41,7%, 25% dan 33,3%. Siswa dengan gaya kognitif impulsif mampu menjalankan 3 indikator Newman dengan benar. Sedangkan pada 2 indikator lainnya, belum sepenuhnya tepat dan lengkap, dengan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah dengan persentase 21,4%, 28,6% dan 50%.
Identifikasi Penggunaan Alat Permainan Edukatif Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Ismi Ayuti Jusman; Baik Nilawati Astini; Nurhasanah; Fahruddin Fahruddin
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3059

Abstract

Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dibuat secara khusus untuk membantu dalam pendidikan sebagai sesuatu yang bisa digunakan untuk bermain yang berisi nilai edukatif yang tepat dalam mengembangkan aspek perkembangan setiap anak, agar terciptanya suasana yang nyaman dan memperoleh hasil yang diharapkan. Salah satu aspek yang dikembangkan adalah aspek Bahasa khususnya keterampilan berbicara anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui identifikasi penggunaan alat permainan edukatif dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak kelompok B di PAUD Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif deskriptif dengan metode survey. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive random sampling dengan sampel 22 guru di 8 sekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner (angket), wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui APE anak  terdapat 19 APE, diantaranya buku cerita bergambar/berseri, boneka tangan/boneka jari, Lotto berpasangan, Alat memasak, alat pertukangan, alat kebun, alat bengkel, balok huruf, kartu kata, kartu angka, kartu huruf, poster huruf hijaiyah, poster gambar binatang, kartu gambar anggota/bagian tubuh manusia, poster gambar buah-buahan, puzzle huruf, puzzle angka, ronche abjad, dan papan huruf hijaiyah. APE yang sangat layak digunakan yaitu APE kartu huruf (77%), APE dominan digunakan yaitu puzzle huruf dan puzzle angka. dikategorikan sering digunakan dan mendapatkan persentase (95%) dan kartu huruf mendapatkan persentase (86%). Durasi penggunaan APE, kartu angka digunakan selama 15 menit mendapatkan persentase (91%) dan buku cerita bergambar/berseri, puzzle angka digunakan selama 20 menit mendapatkan persenatse (27%). Kartu kata dan puzzle angka digunakan pada kegiatan inti karena mendapatkan persenatse tinggi yaitu (86 %) dan (77%). APE dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak.
Pengaruh Penggunaan LKPD Terhadap Hasil Belajar PPKn Siswa Triyana Zumratul; Ida Ermiana; Muhammad Tahir
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan LKPD terhadap hasil belajar PPKn peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peseerta didik kelas V di SDN Inpres Pucuke tahun pelajaran 2022/2023. Jenis sampel yang digunakan adalah Non-Probability Sampling, dengan teknik Sampling Jenuh dan diperoleh 12 orang siswa sebagai sampel. Materi PPKn yang dipelajari yaitu perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai sila Pancasila. Instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan tes objektif. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, analisis regreasi sederhana, analisis koefisien korelasi dan uji hipotesis (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pada hasil uji normalitas data pretest-posttest diperoleh selisih hasil belajar siswa sebesar 11,67. 2) Pada hasil analisis koefisien korelasi menunjukkan bahwa besar pengaruh hasil belajar PPKn siswa melalui penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yaitu 79%. 3) Pada hasil analisis uji hipotesi atau uji-t menunjukkan bahwa penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif PPKn materi perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai sila Pancasila siswa kelas V SDN Inpres Pucuke tahun pelajaran 2022/2023.
Meningkatkan Nilai Agama Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Metode Pembiasaan Jamilah Amalia; Abdul Kadir Jaelani; Ika Rachmayani; Nurhasanah
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai agama anak usia 4-5 tahun melalui metode pembiasaan di KB Ar-Royan Penan Pejarakan Karya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 12 orang anak terdiri dari 9 anak perempuan dan 3 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing pertemuannya terdiri dari dua kali pertemuan. Adapun untuk tahap petemuannya meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan metode pembiasaan pada siklus I memperoleh skor 27 dengan persentase 67,5% dikategorikan mulai terlaksana kemudian nilai agama anak memperoleh skor 473,5 dengan persentase 78,9% dikategorikan mulai meningkat dan metode pembiasaan mengalami peningkatan dengan jumlah skor 54,4 dengan persentase 92,5% dikategoikan telaksana maksimal serta nilai agama memperoleh skor 536 dengan persentase 89,3% dikategorikan sangat meningkat pada siklus II. Kesimpulan penelitian ini ialah metode pembiasaan dapat meningkatkan nilai agama anak usia 4-5 tahun di KB Ar-Royan.
Pengembangan Media Pakapin (Papan Kantong Pintar) Pada Pembelajaran Tematik Terpadu Kurnia; Nurul Kemala Dewi; Nurhasanah
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3138

Abstract

Penggunaan media sangat penting dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan tuntutan abad 21, guru dan siswa diharuskan mahir dalam penggunaan teknologi, salah satunya penggunaan media dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk media pembelajaran berupa media Pakapin (Papan Kantong Pintar) yang akan membantu menunjang keberhasilan siswa pada pembelajaran tematik terpadu di kelas I sekolah dasar. Peneitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan (Reseacrh and Development) menggunakan model ADDIE dengan lima tahapan, yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Penelitian dikakukan di SDN Tapon, Kecamatan Pringgarata. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga instrumen yaitu observasi, kuisioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan porsen validasi. Perbedaan media ini dengan media pada penelitian-penelitian sebelumnya yaitu terletak pada bentuk dan isi dari media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, media layak digunakan dengan hasil uji validasi media mendapat persentase 90% dengan kriteria sangat layak, hasil uji validasi materi mendapat persentase 90% denga kriteria sangat layak, uji validasi responden siswa dengan memberikan angket pada uji coba kelompok kecil tahap I mendapat persentase 89,58% dengan kriteria sangat baik, uji coba tahap II mendapat persentase 90,17% dengan kriteria sangat baik dan uji coba tahap III mendapat persentase 95% dengan kriteria sangat baik. Media pakapin layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar.