cover
Contact Name
Hamidi, M.Pd
Contact Email
hamidi@unram.ac.id
Phone
+6281936732708
Journal Mail Official
jcar@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan No 37 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Classroom Action Research
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26563460     EISSN : 26562340     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Classroom Action Reseach (Jurnal Penelitian Tindakan kelas) e-ISSN:2656-2340 , p-ISSN: 2656-3460 adalah jurnal yang memuat artikel hasil penelitian-penelitian kelas baik dari kalangan guru, dosen, maupun dari hasil penelitian mahasiswa. Journal of Classroom Action Reseach merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Pascasarjana Universitas Mataram. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Bulan Februari dan Agustus. Journal of Classroom Action Reseach adalah jurnal yang menyediakan akses terbuka hasil riset yang dapat dibaca dan diunduh secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan hasil penelitian di bidang pendidikan. Semua isi/konten yang dipublikasikan dibawah lisensi Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Arjuna Subject : -
Articles 681 Documents
Analisis Jenis-Jenis Kesulitan dalam Membaca dan Menulis Permulaan pada Siswa Nur Istiqoma; Lalu Hamdian Affandi; Baiq Niswatul Khair
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesulitan dalam membaca permulaan dan jenis-jenis kesulitan dalam menulis permulaan pada siswa kelas II SDN Rato tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumantasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II di SDN Rato tahun ajaran 2022/2023 dengan jumlah siswa 20 orang yang terdiri dari 8 siswa dan 12 siswi. Teknik analisis data menggunakan reduksi, display dan verifikasi data, keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan tersedianya referensi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: 1) Dimensi siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan yaitu tidak lancar dalam membaca, banyak kesalahan ketika membaca, sulit membedakan huruf yang mirip, memiliki kekurangan dalam memori visual, dan tidak mampu memahami symbol bunyi; 2) Dimensi siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis yaitu tulisan tidak terbaca, lambat dalam menulis, huruf hilang atau terbalik, dan kesalahan dalam memegang pensil. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, menciptakan suasana belajar yang kreatif dan kondusif serta melakukan tes membaca pada siswa kelas II SDN Rato, dengan bacaan suku kata yang disediakan oleh peneliti memudahkan siswa bisa membaca dengan baik dan tes menulis pada siswa kelas II SDN Rato dengan tes menulis kalimat sederhana dengan menggunakan huruf kapital dan tanda titik secara tepat, sangat memudahkan siswa dalam hal menulis dengan baik dan benar.
Analisis Tingkat Berpikir Geometri Siswa Menurut Teori van Hiele Ditinjau dari Gaya Belajar Rahmawati; Nyoman Sridana; Tabita Wahyu v; Sudi Prayitno
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat berpikir geometri siswa menurut teori van Hiele ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IX A, IX B, dan IX C SMPN 7 Mataram tahun pelajaran 2022/2023 yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket gaya belajar dan tes tingkat berpikir geometri van Hiele. Teknik analisis data yang digunakan meliputi teknik analisis data angket gaya belajar dan teknik analisis data tes tingkat berpikir geometri van Hiele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar yang dominan dimiliki oleh siswa adalah gaya belajar auditorial dibandingkan dengan gaya belajar visual dan kinestetik. Siswa dengan gaya belajar visual dan auditorial berada pada tingkat 1 (analisis). Siswa dengan gaya belajar visual dan auditorial sudah mampu mengidentifikasi suatu bangun ruang sisi datar berdasarkan karakteristik visualnya, mampu menentukan sifat-sifat suatu bangun ruang sisi datar dan kesamaan sifat beberapa bangun ruang sisi datar. Siswa dengan gaya belajar kinestetik berada pada tingkat 0 (visualisasi). Siswa dengan gaya belajar kinestetik sudah mampu mengidentifikasi suatu bangun ruang sisi datar berdasarkan karakteristik visualnya.
Pengaruh Pembelajaran Bermain Peran Makro Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Vuvut Thamarra Dhewi U.S; I Wayan Karta; Fahruddin
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran bermain peran makro terhadap perkembangan sosial emosional anak kelompok B. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Postest. Populasi dalam penilitian ini adalah seluruh siswa TK Negeri Pembina KSB. Teknik pengambilan sample adalah sampel random sampling. Sampel yang terpilih adalah 15 orang anak kelompok B. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran peran makro dan instrumen penilaian indikator tingkat capaian perkembangan sosial emosional anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode uji-t untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran makro terhadap perkembangan sosial emosional anak kelompok di B TK Negeri Pembina KSB. Hasil penelitian nilai signifikansi dari uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perkembangan sosial emosional sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh pembelajaran bermain peran makro terhadap perkembangan sosial emosional anak kelompok B di TK Negeri Pembina KSB.
Identifikasi Pemanfaatan APE dalam Mengembangkan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Rahayu Oktapilasari; Baik Nilawati Astini; Ni Luh Putu Nina Sriwarthini; Muhammad Tahir
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3185

Abstract

Alat Permainan Edukatif (APE) merupakan alat permainan yang khusus digunakan dalam kepentingan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi alat permainan edukatif yang digunakan untuk mengembangkan bahasa anak kelompok B di TK Se-Kecamatan Sakrabarat Kabupaten Lombok Timur Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian survey. Sampel yang digunakan sebanyak 7 TK di Se-Kecamatan Sakra Barat dengan 15 jumlah responden. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 APE, APE yang digunakan untuk mengembangkan bahasa anak dalam keterampilan menyimak kelompok B sebanyak 3 APE atau 60 % APE. APE yang digunakan untuk mengembangkan bahasa anak dalam keterampilan berbicara kelompok B dari 7 APE yang digunakan sebanyak 5 APE atau 71,42%. APE yang digunakan untuk mengembangkan bahasa anak dalam keterampilan membaca kelompok B dari 9 APE yang digunakan sebanyak 9 APE atau 100%. APE yang digunakan untuk mengembangkan bahasa anak dalam keterampilan menulis kelompok B dari 3 APE yang digunakan sebanyak 3 APE atau 100%.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mewarnai Pada Anak Usia 5-6 Tahun Khairunnisaq Bahri; I Made Suwasa Astawa; Ni Luh Putu Nina Sriwarthini; Baik Nilawati Astini
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3197

Abstract

Kegiatan mewarnai merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan mewarnai pada kelompok B SKB Buak Ate Kembang Mate. Kemampuan motorik halus sangat penting untuk mendukung jenjang pendidikan selanjutnya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B SKB Buak Ate Kembang Mate yang berjumlah 16 anak dengan objek kemampuan motorik halus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif yang dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian kemampuan motorik halus sebelum tindakan rata-rata persentase sebesar 60% dengan kriteria BSH, mengalami peningkatan sebesar 6% pada siklus I yaitu 66% berada pada kriteria BSH, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 14% yaitu 80 dengan kriteria menjadi BSB. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan dan mencapai indikator keberhasilan lebih dari 75% dengan kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari langkah-langkah pembelajaran yaitu: (1) Satu kelas dibagi menjadi 3 kelompok terdiri dari 4-5 anak; (2) Tiap kelompok mendapatkan 4-5 macam pewarna yang sudah diletakkan dalam wadah; (3) Guru memberikan contoh kegiatan mewarnai yang akan dilakukan; (4) Menyampaikan aturan yang telah disepakati selama kegiatan mewarnai; dan (5) Gambar yang diwarnai disesuaikan dengan tema yang sedang berlangsung di TK.
Analisis Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Ditinjau Dari Gaya Belajar Sukmawati; Amrullah; Nurul Hikmah; Harry Soepriyanto
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3207

Abstract

kemampuan penalaran matematika merupakan suatu kemampuan berfikir siswa dalam membangun suatu argumen untuk menarik kesimpulan dalam permasalahan matematika. Kemampuan penalaran sangat dibutuhkan bagi siswa dalam memahami materi atau konsep matemattka. Namun kenyatannya banyak siswa memiliki pemahaman materi atau konsep matematika yang rendah, hal ini disebabkan salah satunya oleh rendahnya kemaampuan penalaran matematika. Beberapa peneliti lain mengkaji penalaran matematika dihubungkan dengan gaya belajar siswa. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan penalaran matematika siswa serta hubungannya gaya belajar siswa kelas IX SMP Negeri 7 Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode korelasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random samling sehingga sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 7 Mataram dengan jumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data melalui pemberian angket gaya belajar dan tes kemampuan penalaran matematika siswa. Peneltian ini menggunakan teknik deskriptif dan tes prasyarat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan penalaran matematika siswa kelas IX SMPN 7 Mataram sebagian besar termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 63,3%. Kemudian hasil analisis korelasi dengan rumus person produk moment menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya belajar dengan kemampuan penalaran matematika siswa dengan nilai korelasinya sebesar 0,47268, yang dikategorikan korelasi tingkat sedang.
Pengembangan Permainan Kartu Huruf Bergambar untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Anak Mazaya Aprila Harly; Nurhasanah; I Made Suwasa Astawa; Fahruddin
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3219

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan permainan kartu huruf bergambar guna meningkatkan keterampilan membaca permulaan anak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Subjek dari penelitian ini 20 anak kelompok B dengan usia 5-6 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah Permainan kartu huruf bergambar yang terdiri dari kain flanel panjang berisi tali panjang dan 3 kantong kain (masing-masing kantong berisi kartu huruf, penjepit dan kartu gambar) dengan tahapan yakni Tahap Pengembangan, terdiri dari perencanaan, pelaksanaan (persiapan permainan, kegiatan main, dan akhir permainan), observasi, analisis pengembangan dan kesimpulan, dimana dari beberapa tahapan tersebut dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan anak. Hal ini ditunjukkan pada hasil persentase yang diperoleh yaitu 38% pada tahap pengembangan I menjadi 63% pada tahap pengembangan II dan pada tahap pengembangan III capaian keterampilan membaca anak memenuhi kriteria sangat baik dengan rata-rata yaitu 87% . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pengembangan kartu huruf bergambar dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan anak kelompok B di TK Al-Ma’mun Mapak Indah Mataram dan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak khususnya keterampilan membaca permulaan anak.
Implementasi Strategi Active learning pada Muatan IPA Tanti Irawati; Heri Hadi Saputra; Baik Niswatul Khair
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi active learning pada muatan IPA kelas V SDN 32 Cakranegara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN 32 Cakranegara. Instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Impelementasi strategi active learning pada muatan IPA kelas V SDN 32 Cakranegara Tahun Pelajaran 2021/2022, yaitu sudah berjalan cukup baik, dimana guru telah menerpakan sepuluh langkah strategi active learning, mliputi membangun tim, questions students have (pertanyaan dari siswa), assesment search (pencarian penilaian), active knowledge sharing (berbagi pengetahuan), lightening the learning climate (pembelajaran ringan, santai, kreatif), go to your post (pergi ke pos mu), belajar kasus penuh strategi, point-counterpoint, reading aloud (membaca keras), dan active debate (debat aktif).
Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Kelompok B Melalui Metode Bermain Peran Fatayatun Nurarifiati; Nurhasanah; Baik Nilawati Astini; Fahruddin
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3256

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh keterampilan sosial anak yang belum berkembang secara maksimal yang mana anak belum mampu memahami dan mentaati aturan serta belum sabar menunggu giliran pada waktu kegiatan pembelajaran yang memakai aturan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan sosial anak kelompok B di TK Islam Nurul Iman Kec. Sekarbela. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus secara kolaboratif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun (kelompok B3) di TK Islam Nurul Iman yang berjumlah 18 orang anak. Metode pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan rumus persentase. Adapun langkah-langkah pelaksanaan kegiatan bermain peran yang akan dilakukan yaitu : 1). Guru memerintahkan anak untuk duduk rapi dengan formasi melingkar. 2). Guru menjelaskan kegiatan bermain peran dan aturan yang akan digunakan. 3). Guru memperkenalkan alat dan bahan yang akan digunakan ndalam kegiatan bermain peran. 4). Guru mengelompokkan anak dalam beberapa kelompok. 5). Guru membagi peran dan membagiakan alat dan bahan yang akan digunakan. 6). Anak mengambil tempat sesuai dengan peran yang telah disiapkan. 7). Anak memainkan perannya dengan baik dan selesai. 8). Guru mendampingi anak hingga selesai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan bermain peran dapat meningkat keterampilan sosial anak kelompok B di Tk Islam Nurul Iman yaitu pada pra siklus diperoleh persentase sebesar 53,45% meningkat pada siklus I menjadi 72,21% dan pada siklus II meningkat menjadi 88,9% dimana hasil tersebut dikatakan berhasil karena telah sesuai dengan indikator keberhasilan yakni 85%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa menerapkan metode bermain peran dapat meningkatkan keteranpilan sosial anak kelompok B di TK Islam Nurul Iman Kec. Sekarbela pembelajaran tahun 2022/2023.
Strategi Guru Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Penjumlahan Pada Siswa Kelas II SDN Rato Tahun Ajaran 2022/2023 Nur Annisa; Darmiany; Awal Nur Kholifatur Rosyidah
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.2907

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan belajar matematika siswa kelas II SDN Rato khususnya dalam menyelesaikan soal penjumlahan. kesulitan siswa tersebut ditindaklanjuti dengan penerapan strategi guru untuk mengupayakan kesulitan menyelesaikan soal penjumlahan. Strategi dalam mengatasi permasalahan belajar dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan faktor penyebab yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan mendeskripsikan strategi guru untuk mengatasi kesulitan belajar matematika materi penjumlahan bilangan pada siswa kelas II. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun subjek pada penelitian ini adalah 10 orang, meliputi 9 siswa kelas II yang kesulitan dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan 1 dari guru kelas II SDN Rato. Intrumen penelitian berupa lembar observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan tiagulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal penjumlahan, dari 17 siswa di kelas II terdapat 9 siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal penjumlahan. Dibuktikan dengan kesulitan memahami konsep penjumlahan, contoh siswa kesulitan terhadap dasar-dasar dari penjumlahan seperti siswa belum paham simbol penjumlahan (+), belum paham makna menggabungkan angka. Kesulitan menghitung penjumlahan, ditandai dengan sulit menjumlahkan bilangan yang besar. Kesulitan menyelesaikan soal penjumlahan dalam bentuk pemecahan masalah cerita, contohnya pada saat siswa merasa sulit menentukan informasi yang terdapat pada soal (tidak bisa menuliskan apa yang diketahui), kesulitan menentukan langkah penyelesaian dari soal, kesulitan menentukan dan menghitung penjumlahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi guru mengatasi kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal penjumlahan pada siswa kelas II SDN Rato yaitu dengan menyesuaikan antara letak kesulitan dengan strategi seperti pemberian pengajaran remidial, motivasi belajar serta pembiasaan latihan soal penjumlahan.