cover
Contact Name
Rustam Hasyim
Contact Email
geocivicunkhair@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
geocivic@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Baabullah Kampus I FKIP Kelurahan Akehuda, Kecamatan Kota Ternate Utara, 97728
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Geocivic
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23014334     EISSN : 27223698     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/geocivic.v1i1
Jurnal Geocivic dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun yang terbit 2 kali dalam setahun, memuat tulisan dosen, praktisi, dan mahasiswa bidang ilmu pendidikan sosial. Setiap terbitan memuat sebanyak 6-15 naskah artikel dengan fokus kajian meliputi: Pendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Pembelajaran Geografi, Pembelajaran Hukum, Pembelajaran Ekonomi, pembelajaran Bidang ilmu sosial dan humaniora, serta Studi literatur bidang ilmu Humaniora
Articles 241 Documents
SIKAP DEMOKRASI DALAM PEMBELAJARAN PPKN DI SMK NEGERI 2 KOTA TERNATE Ariani Djurumudi; Irwan Djumat; Siti Rahia Hi. Umar
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3060

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah Pendidikan harus mampu melahirkan manusia-manusia yang demokratis, karena sikap demokratis sangat diperlukan bagi masyarakat saat ini. Kehidupan masyarakat yang demokratis harus didasarkan pada kesadaran warga dan bangsa atas ide, cita-cita demokrasi yang melahirkan kesadaran dan keyakinan bahwa hanya dalam masyarakat yang demokratislah dimungkinkan warga dan bangsa untuk memaksimalkan kesejahteraan dan kebebasan bersama. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui peran guru dalam Sikap Demokrasi Dalam Pembelajaran PPKn di SMK Negeri 2 Kota Ternate. 2. Untuk mengetahui implementasi Pembelajaran PPKn di SMK Negeri 2 Kota Ternate. Subjek penelitian adalah orang yang diminta untuk memberikan keterangan tentang suatu fakta atau pendapat dalam mengungkapkan fakta-fakta di lapangan. Subjek penelitian ini adalah seluruh Guru PPKn, wakasek kurikulu, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah 1. Sikap demokratis sangatlah diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat, karena Indonesia memiliki keberagaman etnis, budaya, bahasa, agama serta kelompok- kelompok sosial. Keberagaman ini merupakan suatu keniscayaan hidup, karena setiap orang ataupun kelompok pasti memiliki perbedaan yang beragam. Keberagaman tersebut merupakan suatu tantangan tersendiri bagi Indonesia, khususnya bagi kelompok-kelompok sosial dengan pemikiran dan pendapat yang berbeda..2. Implementasi sikap  demokrasi yang diharapkan selain melalui kegiatan pembelajaran yang lebih kreatif, strategi atau metode pembelajaran yang digunakan juga melalui keteladanan yang baik dari perilaku guru. Implementasi nilai-nilai demokrasi dalam proses pembelajaran     Pendidikan Kewarganegaraan di kelas tidak lepas dari peran guru. Dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa untuk belajar. Kata Kunci : Sikap Demokrasi, Pembelajaran PPKn, SMK N 2 Kota Ternate
PELAKSANAAN RITUAL ADAT KOLOLI KIE (MENGELILINGI GUNUNG) DI KESULTANAN TERNATE Waode Fia Fangariam; Rustam Hasyim; Nani I Rajaloa
Jurnal Geocivic Vol 3, No 1 (2020): Issue April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i1.2668

Abstract

Abstrak. Kebudayaan adalah sebuah kebiasaan yang sudah terpola terus menurus sehingga menjadi prinsip hidup dalam masyarakat.Dari pola prinsip hidup bermasyarakt itulah melahirkan prinsip-prisip nilai yang disepakati maupun diyakini kebenarannya dalam mengatur kehidupan masyarakat.Tujuan dari penelitian ini untuk: 1)Mengetahui pelaksanaan tradisi ritual Kololi Kie (Mengelilingi Gunung) di Kesultanan Ternate; 2) mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ritual Kololi Kie di Kesultanan Ternate; 3) Mengetahui model pelestarian tradisi ritual Kololi Kie  di Kesultanan Ternate.Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi dengan menggunakan tekhnik pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi.Data dianalisis melalui empat tahap dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan selanjutnya menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan ritual adat Kololi Kie (mengelilingi gunung) di Kesultanan Ternate bahwa: 1) Pelaksanaan ritual Kololi Kie akan selalu dilaksanakan setiap tahunya karena ritual adat ini adalah bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat adat kesultanan ternate dan juga menghormati lahirnya Sultan Mudaffar Sjah. 2) Nilai-nilai yang terkandung dalam rtitual adat Kololi Kie  adalah nilai tenggang rasa yang sanggat tingi antar sesame terbukti dengan adanya ritual adat ini masyarakat bahu membahu dalam bergotong royong, sikap saling menghormati dan menghargai antar sesama muncul dengan adanya ritual adat ini. 3) Model Pelesatrian Ritual Kololi Kie Yakni: a. Memberikan Pemahaman kepada masyarakat adat kesultanan ternate dengan cara membentuk literasi kebudayaan dikedaton kesultanan ternate.  b. Pihak elit kedaton kesultanan ternate harus bekerja sama dengan pemerintah daerah kota ternate agar tercipta stabilitasnasional,dibidangideologi,politik,ekonomi,sosial budaya, agamamaupun pertahanan dan keamanannasional.Kata Kunci: Ritual Adat, Kololi Kie
Settlement of the Criminal Action Damning of Good Name Through Electronic Media in the Polres of Ternate City Mohtar Yusup; Rusdi Hasan; Abdul Wahab Hi. Anhar
Jurnal Geocivic Vol 3, No 1 (2020): Issue April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i1.2184

Abstract

This study aims to determine the settlement of criminal defamation cases through the electronic media of the Ternate City Police and to find out the considerations of the District Court Judges of Ternate in examining and deciding criminal defamation cases. The research method used is empirical normative with a descriptive research type. Sources of data consist of primary data, namely the results of interviews, and secondary data, namely primary, secondary, and tertiary legal data. Methods of data collection with literature study and interviews and then analyzed qualitatively. The results showed that the settlement of criminal defamation cases through electronic media at the District Police of Ternate in two ways, namely through penal means (repressive activities after the occurrence of a crime) and non-penal means, in the form of counseling for preventive action. The basis for consideration of the district court judges of Ternate in examining and deciding criminal defamation cases is based on formal considerations and material considerations. Based on the facts revealed at the trial, namely the fact that the defendant was found guilty of violating Article 27 paragraph 3 concerning the Law on Information and Electronic Transactions (UU ITE), and the act of defamation fulfilled the elements of Article 310 of the criminal code.
Sultan Tidore Zainal Abidin Alting: Dari Konperensi Denpasar Hingga Menjadi Gubernur Pertama Papua 1946-1956 Rustam Hasim; Rasty Amalia Faroek
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3204

Abstract

Hubungan antara  Maluku (Ternate, Bacan dan lebih khususnya lagi Tidore) dengan Papua sudah terjalin jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa. Hubungan ekonomi, sosial, politik dan kebudayaan bukan hanya dibuktikan dengan sumber-sumber tertulis. Bahkan cerita-cerita rakyat yang berasal dari Maluku  (Kronik Tidore dan Bacan) dan Papua (Kronik Biak) mengkisahkan ikatan persaudaraan itu. Maka tidaklah mengherangkan jika ikatan persaudaraan yang akrab antara kedua daerah yang telah berabad-abad menjadi ingatan kolektif tersebut sengaja di hilangkan oleh Kolonial Belanda dengan memisahkan Tidore dengan Papua dalam konferensi Denpasar pada tanggal 7-24 Desember 1946, menimbulkan protes dari Sultan Tidore ke 34 Zainal Abidin Alting.Konferensi Denpasar yang diprakarsai oleh H.J. van Mook merupakan upaya Belanda mendirikan negara–negara bagian dalam rangka mewujudkan Negara Indonesia Serikat (RIS) berdasarkan Persetujuan Lingarjati. Dalam konferensi ini dibentuklah Negara Indonesia Timur (NIT) meliputi;  wilayah Sulawesi, Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara) dan Kepulauan Maluku. Perjuangan Zainal Abidin Alting  dalam memperjuangkan pembebasan Papua (saat itu Irian Barat)  bukan hanya semata-mata motivasi politik dan historis melaingkan sebagai tangungjawab seorang pemimpin untuk berjuang membebaskan rakyatnya (Papua) yang dibelenggu oleh penjajah Belanda. Maka pada tanggal 17 Agustus 1956, Presiden Soekarno membentuk  Provinsi Irian Barat dengan ibukota Soasiu Tidore, dan melantik  Zainal Abidin Alting pada 23 September 1956 sebagai  gubernur pertama Papua. Salah satu pasal keputusan Presiden tanggal 16 Agustus 1956  mengatakan pemerintah provinsi bertugas membantu pemerintah pusat dalam perjuangan mengembalikan daerah tersebut dalam kekuasaan de fakto Republik Indonesia.  Akhirnya melalui perjuangan TRIKORA dan  atas kesedian rakyat Papua untuk memilih bergabung dengan Republik Indonesia melalui Penentuan Pendapar Rakyat (PEPERA) tahun 1969 ke pangkuan Ibu Pertiwi dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kata Kunci: Zainal Abidin Alting, Sejarah Politik, dan Papua 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIPA 2 SMAN 1 TIDORE KEPULAUAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW Masri Kasim
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2743

Abstract

The application of a varied learning model needs to be done by the teacher to improve student learning outcomes. Jigsaw Cooperative Learning allows students to be actively involved in the learning process so that it has a positive impact on the quality of interaction and communication among students. The method used in this research is a quasi experiment. Data obtained through actions to fix problems in the learning process with a cycle consisting of 4 stages. The results showed that student learning outcomes increased, marked by increased student attention in listening to teacher directions, a responsible attitude emerged and worked together in working on group assignments. Communication between groups is well established, students work on group assignments creatively, students help each other, and give opinions to other groups. Students also learn to respect and appreciate the opinions of others and the emergence of a spirit of leadership in students. In addition, student learning outcomes also increase with the use of multi-methods and learning media, as well as different study room designs for each action, so as to create a conducive and enjoyable learning atmosphere for students.
PELESTARIAN NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DALAM MEWUJUDKAN CINTA TANAH AIR MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA NEGERI KOTA TERNATE Syahril Muhammad; Rustam Hasyim
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2555

Abstract

Penelitian  ini membahas  tentang Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Lokal Dalam Mewujudkan Cinta Tanah Air Melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaran  di SMA Negeri  Kota Ternate. Latar belakang penelitian ini menjelaskan Pulau Ternate yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, memeliki keanekaragaman budaya dan keunikan tradisi yang eksotik dalam memperkaya nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia. Ternate yang terdiri atas berbagai suku dan bahasa daerah telah mewariskan berbagai bentuk budaya seperti; kesenaian, tarian, musik, lagu hingga permainan rakyat. Keanekaragaman tersebut harus dilestarikan dan dikembangkan dengan tetap mempertahangkan nilai-nilai luhur melalui media pendidikan.Hal ini sejalan dengan tujuan  pendidikan muatan lokal yaitu mempersiapkan peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang lingkungannya serta sikap dan perilaku bersedia melestarikan dan mengembangkan sumber daya alam,kualitas sosial, dan kebudayaan yang mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan setempat.Penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research yaitu peneliti terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh data dan informasi terkait dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkannilai-nilai budaya lokal masyarakat adat  Ternate sebagai wadah  mewujudkan cinta tanah air melalui pendidikan berbasis kepulauan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa teknik, yaitu pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisisdatayangpenelitilakukanyaitudenganmenggunakan tiga komponenanalisisdatayaitu, (1). Reduksi Data (data reduction). (2), Penyajian Data (data display). (3), Menarik Kesimpulan/Verifikasi (conclusion/ drawing verification). Pada alur akhir analisis data ini adalah menarik kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan yang dikemukakan merupakan temuan akhir dan permanen yang dapat menjawab permasalahan penelitian.Penelitian ini di menemukan terdapat nilai-nilai budaya lokal  masyarakat adat Ternate terdiri atas budaya material dan non material, sehingga kini masih terdokumentasikan dengan baik. Budaya yang berbentuk material yang masih terdapat hingga kini seperti; perumahan, bentuk dan jenis kapal,  alat rumah tangga, dsbnya. Sementara budaya non material yang masih yang hingga kini masih dilestarikan seperti;  tradisi perkawianan seperti; malam rorio, siloloa, joko kaha, makan saro, dan rorasa. Begitupula dalam aspek seni budaya seperti; dola bololo, dalil tifa, bobaso, moro-moro atau jangan, togal dan lalayon. Sementara pada aspek sosial kemasyarakatan seperti; gogoro, oro gia, morom (jojobo) dan maku rorio. Aspek keagamaan, seperti; dina kematian (arwahang), debus atau badabus, kololi kie, fere kie, dan salai jin.  Kata Kunci : Nilai-Nilai Budaya Lokal, Cinta Tanah Air, Pendidikan  Berbasis Kepulauan, dan Pulau Ternate
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN RUANG PUBLIK MELALUI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA TERNATE Jainudin Hasim; Asnita Ode Samili
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3061

Abstract

 Keberadaan taman di Kota Ternate sebagai ruang publik perlu diukur seberapa efektifnya, sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat 4 (enam) taman yang ada di Kota Ternate yaitu: Taman Nukila, Taman Kota Ternate, Taman Fitnes, Taman Moya Mabuku. Keberadaannya masih kurang efektif sebagai taman, karena banyak taman yang belum memiliki konsep yang jelas sehingga tidak memiliki identitas lokal yang jelas (miss identity), minimnya aktivitas dan wahana di dalam taman membuat taman tersebut sangat monoton dan kurang menarik. Selain itu masih Kurangnya ketentraman dan kenyamanan pengguna disebabkan karena taman berada di pinggir jalan raya, sehingga terganggu oleh aktivitas kendaraan bermotor, selain itu taman belum didesain dengan baik, karena banyak taman yang melakukan tidak memiliki tempat seperti "gazebo" atau "joglo" sebagai pembatas. terik matahari dan juga hujan yang bisa terjadi kapan saja. Keberadaan taman jika diukur dengan konsep Habermas terkait ruang publik nampaknya masih jauh dari ukuran sebuah ruang bagaimana mensyaratkan ruang publik tersebut bersifat inklusif, mengingat ruang publik di Kota Ternate masih bersifat personal, karena belum ada. menciptakan ruang yang dapat membangun interaksi masyarakat di Kota Ternate, sedangkan konsep egaliter telah terpenuhi, karena semua orang dapat mengakses taman dan tidak ada tekanan untuk melakukan rutinitas di ruang publik. Kata Kunci: Efektivitas, Ruang Publik, Ruang Terbuka Hijau
ANALISIS PENDAPATAN PETANI RUMPUT LAUT(EUCHEUMA COTTONII) DI PERAIRAN PULAU SANTARI DESA MADOPOLO KECAMATAN OBI UTARA KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Asnita Ode Samili
Jurnal Geocivic Vol 3, No 1 (2020): Issue April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i1.2669

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pendapatan yang diperoleh petani rumput laut (eucheuma cottonii) dan untuk mengetahui jumlah pendapatan yang dihasilkan dari bisnis pertanian rumput laut di Desa Madopolo Kecamatan Obi Utara Kabupaten Halmahera Selatan.Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menunjukan sejauh mana pendapatan dari rumput laut tersebut sebagai bahan informasi dan pertimbangan bagi pemerintah untuk pengambilan keputusan dan bidang potensial dan juga sebagai referensi untuk para peneliti yang tertarik untuk penelitian selanjutnya.               Penelitian ini dilakukan di Perairan Pulau Santari Desa Madopolo.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sedangkanresponden memilih secara sengaja (20 responden). Data akan dianalisis untukmenemukan tingkat pendapatan, tingkat pendapatan dan analisis kelayakan dalam hal R/C dan BEP.Aktivitas dalam budidaya rumput laut terdiri dari pemilihan lokasi, persiapan benih, penanamanpengaturan jarak, pemeliharaan dan pemanenan.               Hasil penelitian menunjukkan bahwaBudidaya rumput laut membutuhkan biaya tetap Rp938.000/ musim tanam / hektarterdiri dari biaya penyusutan.Sedangkan biaya variabelnya adalah Rp3.150.000/ tanamanmusim / hektar terdiri dari biaya benih dan biaya tenaga kerja. Bisnis budidaya rumput lautpendapatan adalah Rp10.000.000 / musim tanam / hektar dan memperoleh penghasilan Rp5.912.000 / musim tanam / hektar. Kelayakan budidaya rumput laut dalam halR /C adalah 2,44, yang berarti bisnis ini layak. Kemudian, dalam hal BEP (q) adalah 1.493 Kg dan BEP (Rp) adalah Rp937.686.00 Untuk meningkatkan pendapatan petani, makaHasil panen rumput laut dapat diolah menjadi tepung rumput laut dan diolahproduk seperti dodol, bawang renyah, pudding dan lain-lain. Kata Kunci: Analisis Pendapatan, Rumput Laut, Pulau Santari. 
Upaya Guru PKn dalam Membentuk Nilai Moral Siswa di SMP Negeri 37 Halmahera Selatan Abdullah Ishak; Subhan Hayun
Jurnal Geocivic Vol 3, No 1 (2020): Issue April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i1.2185

Abstract

The low quality of human resources is a fundamental problem that can hinder national economic development and development. Structuring human resources needs to be pursued gradually and continuously through a quality education system both in the formal, informal, and non-formal education pathways, from basic education to higher education. In accordance with observations/observations of researchers in the field, especially in one of the institutions (schools) of SMP Negeri 37 Halmahera Selatan. Decadence/deterioration of moral values occurs, such as Students no longer develop and preserve the moral values of Pancasila. They are universally dynamic and open. The cultivation of moral values in schools is currently experiencing a setback. Thus Civics teachers seek to find alternatives in order to shape the moral values of SMP Negeri 37 Halmahera Selatan students. This study uses descriptive qualitative methods and aims to determine the efforts made by Civics teachers in shaping the moral values of students of SMP Negeri 37 Halmahera Selatan. And want to know the factors inhibiting the moral value of students of SMP Negeri 37 Halmahera Selatan. The results of this study indicate that Civics teachers have an effort to form good moral values of students, do not interrupt other people's conversations, respect teachers and parents at home. Meanwhile, the inhibiting factor for Civics teachers in shaping the moral values of students of SMP Negeri 37 Halmahera Selatan is dealing with students who have a tendency to be lazy, spoiled, and students often skip school.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA SMILEY FACE PADA SISWA KELAS XI-IPA-1B SMA NEGERI 10 KOTA TIDORE KEPULAUAN PROVINSI MALUKU UTARA Buang Jama
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3287

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI-IPA-1B SMA NEGERI 10 Tidore Kepulauan dengan latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemahaman matematis siswa yang disebabkan oleh metode mengajar guru, yaitu metode ceramah. Selain itu, guru tidak menggunakan media pembelajaran sehingga siswa kurang memperhatikan materi yang diberikan guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika  dengan menggunakan media smiley face, serta untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman matematis siswa setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan media smiley face.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Model Kemmis & Mc Taggart melalui dua siklus. Untuk memperoleh data hasil penelitian, dibuat instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Instrumen pembelajaran berupa RPP sedangkan instrumen pengumpulan data berupa penilaian rpp, tes siklus, lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Data dianalisis dengan cara kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian ini yaitu perencanaan pembelajaran setiap siklus sesuai dengan aspek media smiley face dan materi, pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat, serta terdapat peningkatan kemampuan pemahaman matematis pada materi bilangan bulat selama penelitian berlangsung. Nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 86,67 dan mengalami peningkatan pada siklus II dengan rata-rata nilai siswa 92,17. Peningkatan kemampuan pemahaman matematis pada materi bilangan bulat tersebut dibuktikan dengan indeks gain nilai rata-rata kelas dari siklus I ke siklus II sebesar 0,39 dengan interpretasi sedang. Kata kunci: Media Smiley Face, Kemampuan Pemahaman Matematika

Page 6 of 25 | Total Record : 241