cover
Contact Name
Rustam Hasyim
Contact Email
geocivicunkhair@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
geocivic@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Baabullah Kampus I FKIP Kelurahan Akehuda, Kecamatan Kota Ternate Utara, 97728
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Geocivic
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23014334     EISSN : 27223698     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/geocivic.v1i1
Jurnal Geocivic dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun yang terbit 2 kali dalam setahun, memuat tulisan dosen, praktisi, dan mahasiswa bidang ilmu pendidikan sosial. Setiap terbitan memuat sebanyak 6-15 naskah artikel dengan fokus kajian meliputi: Pendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Pembelajaran Geografi, Pembelajaran Hukum, Pembelajaran Ekonomi, pembelajaran Bidang ilmu sosial dan humaniora, serta Studi literatur bidang ilmu Humaniora
Articles 241 Documents
ANALISIS PENDAPATAN PETANI KELAPA (COCOS NUCIVERA) DESA MADOPOLO KECAMATAN OBI UTARA KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Asnita Ode Samili; Jainudin Hasim
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya produksi bagi petani kelapa di Desa Madopolo Kecamatan Obi Utara Kabupaten Halmahera Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, data diolah dengan kebutuhan model yang digunakan. Sampel diambil dari tiga desa di Desa Madopolo, Kecamatan Obi Utara, Kabupaten Halmahera Selatan yang berjumlah 57 KK, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan berpengaruh positif dan signifikan, variabel biaya produksi petani kelapa berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap pendapatan petani kelapa di Desa Madopolo Kecamatan Obi Utara Kabupaten Halmahera Selatan. Kata Kunci: Pendapatan, Petani Kelapa, Desa Madopolo
PENDIDIKAN FORMAL SUKU TOGUTIL DI DESA LILI KECAMATAN MABA UTARA 2019 Hasmawati Hasmawati; Jainudin Abdullah; Desriyanti Sorofoli
Jurnal Geocivic Vol 3, No 1 (2020): Issue April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i1.1265

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi adanya Kondisi pendidikan formal yang belum mengalami perkembangan secara baik, akan tetapi perubahan pola kehidupan masyarakat togutil di Desa Lili sudah berubah, selanjutnya di harapkan kepada pihak pemerintah agar memperhatikan pengembangan pendidikan formal pada  khususnya sehingga masyarakat Suku Togutil dimasa yang akan datang mampu menjawab tantangan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pendidikan formal Suku Togutil di Desa Lili, (2) untuk mengetahui kendala-kendala yang dialami Suku Togutil di Desa Lili dalam melanjutkan pendidikan formal. Sedangkan yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi pendidikan formal Suku Togutil di Desa Lili Kecamatan Maba Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan dan mengungkapkan keadaan di sekitarnya, peristiwa sebagaimana adanya atau mengungkapkan fakta secara lebih mendalam mengenai kondisi yang dapat diamati. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer data sekunder dan yang menjadi penelitih adalah tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan pemerintah desa. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum ada pendidikan formal Suku Togutil di Desa Lili sangat kental dengan perasaan takut dan malu terhadap orang yang bukan suku togutil. Hal ini yang menyebabkan mereka tidak bisa hidup berdampingan dengan orang lain. Setelah adanya lembaga pendidikan formal Suku Togutil di Desa Lili hidupnya mulai mengalami, perubahan hidup, pola pikir, adat istiadat, kebiasaan, dan taat hukum karena pendidikan formal Suku Togutil di Desa Lili tahun 2019  mengalami perkembangan hal ini di tunjukan bahwa 85 orang anak yang bersekolah di tingkat sekolah dasar (SD), 20 orang anak melanjutkan pendidikan pada lanjut pertama (SLTP) dan melanjutkan pendidikan padah tingkat sekolah menengah atas (SMA) berjumlah 12 orang. Sedangkan kendala-kendala yang dialami masyarakat Suku Togutil dalam melanjutkan pendidikan formalnya yaitu faktor ekonomi yang masih rendah.Kata Kunci: Pendidikan Formal, Suku Togutil, Desa Lili
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA BERBASIS BUDAYA SARUMA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Mohtar Kamisi; Rustam Hasim
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3103

Abstract

Pengaruh globalisasi mengakibatkan generasi muda khususnya  pada anak muda remaja saat ini  terlihat lebih bangga terhadap budaya asing dari pada budaya kita sendiri. Budaya kita memiliki peran yang sangat besar terhadap perkembangan karakter kaum remaja, di Indonesia, khususnya budaya “SARUMA”.  Dalam perkembangan budaya “SARUMA” di Sekolah Menengah Atas  Kabupaten Halmahera Selatan untuk menjaring budaya asing menajadi perhatian pemerintah daerah dan negara. Dengan demikian pemerintah pusat dan daerah harus bekerja keras untuk meningkatkan penguatan pendidikan karakter baik di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Pendidikan karakter pada era globalisasi sangat berperan aktif untuk mengatasi krisis moral yang melanda Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Penguatan pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting seperti mencari solusi atau pemecahan masalah, membuat keputusan sesuai musyawarah mufakat, serta mampu meredam konflik yang sering terjadi baik di sekolah maupun di masyarakat. Budaya “SARUMA” masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan merupakan budaya dari leluhur nenek moyang masa lalu sehingga dijadikan pedoman hidup masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Budaya “SARUMA” masyarakat di Kabupaten Halmahera Selatan masih bersifat lokal, namun nilai yang terkandung di dalamnya amat universal.Kata Kunci: budaya saruma,  penguatan pendidikan karakter, sekolah menengah atas
PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM SEKOLAH SEHAT DAN RAMAH ANAK DI SMP NEGERI 7 KOTA TERNATE. Nani I Rajaloa; Mohtar Yusuf; Mirnawati Umawaitina
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2673

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hubungan sosial antara peserta didik dengan masyarakat  lingkungan sekolah dilihat dari pola pembentukan karakter peserta didik melalui sekolah sehat dan ramah anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter melalui sekolah sehat dan ramah anak, sikap kedisiplinan peserta didik, serta keramahan di lingkungan sekolah SMP Negeri 7 Kota Ternate dengan titik tekan kajian yaitu untuk mengetahui Pembentukan Karakter Peserta Didik Melalui Program Sekolah Sehat Dan Ramah Anak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe kualitatif deskriktif. Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriktif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang berperilaku yang dapat diamati. Kepala sekolah, guru dan peserta didik. Subyek penelitian adalah menggunakan teknik ‘’Purposive Sampling’’. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembentukan karakter peserta didik melalui sekolah sehat dan ramah anak di SMP Negeri 7 Kota Ternate telah terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan sikap kedisiplinan dan selalu bersikap ramah di lingkungan sekolah.  Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter melalui sekolah sehat dan ramah anak di SMP Negeri 7 Kota Ternate adalah telah terjalin sikap kerjasama dan bersikap ramah di lingkungan sekolah.Kata Kunci : Pembentukan Karakter, Peserta Didik, Sekolah Sehat dan Ramah Anak.
Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Religius pada Anak Studi Kasus di Desa Mangon Hasmawati Hasmawati; Rusdi Hasan; Mirdawati Aufat
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2457

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah karakter religius yang dimiliki anak di desa mangon, kecamatan sanana, kabupaten kepulauan sula sangat rendah oleh karena banyak anak-anak yang masih tidak bisa baca tulis alqur’an dan temukan juga anak belum paham dalam bacaan sholat sehingga hanya terkadang waktu mereka melaksanakan sholat. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Mengetahui peran orang tua dalam menanamkan  karakter religius anak di Desa Mangon, Kecematan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula. 2. Mengetahui faktor-faktor penghambat orang tua dalam menanamkan karakter religiu anak diDesa Mangon, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.Subjek penelitian ini adalah para orang tua, anak, dan tokoh masyarakat.Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian adalah 1.Dengan cara memberikan nasehat kepada anak bahwa nilai religius itu sangat penting, melakanakan dan mengajarkan kepada anak menggaji, baca tulis alqur’an, membiaakan anak melakukan sholat. hal ini merupakan nilai daar yang sanggat penting di tanamkan pada diri anak di dalam lingkungan keluarga serta menanamkan ahlak dan budi pekerti. 2. Faktor internal (dari dalam diri anak) yakni  masih kurangnya kesadaran anak dalam mempelajari nilai-nilai religius serta kebiasaan dalam bermain gadget atau game.sedangkanFaktor eksternal (faktor lingkungan) adalah yakni pengaruh teman sebaya.                                                                                                      Kata Kunci : Peran Orang Tua; Karakter Religius
AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA (Studi Orientasi Nilai-Nilai Toleransi Peserta Didik di SMA Negeri 6 Kota Ternate) Rahmad Kofia; Muhtar Yusuf; Irwan Abbas
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3059

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia, dengan wujud nilai intrinsik yang diapandang memiliki kekuatan spiritual dalam membangun sikap toleransi dalam umat beragama dan suku yang berbeda. Sikap toleransi adalah kunci penting untuk terciptanya hidup bersama yang harmonis. Usaha untuk menyuburkan semangat toleransi, perlu semangat, dan tidak boleh mengabaikan yang lain. Dalam konteks inilah mestinya sikap toleransi diartikan, bukan sebagai semangat radikal yang ingin menyingkirkan segala hal yang berbeda. Penelitian ini bertujuan 1. Mengetahui aktualisasi nilai-nilai toleransi peserta didik di SMA Negeri 6 Kota Ternate. 2. Mengetahui bagaimana sikap dan mentalitas peserta didik dalam menghadapi gerakan pluralisme di SMA Negeri 6 Kota Ternate. 3. Untuk mengetahui penghambat aktualisasi nilai-nilai toleransi. Adapun sumber penelitian ini adalah menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik dan prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun hasil penelitian adalah 1. Aktualisasi nilai-nilai toleransi peserta didik dilakukan bukan tanpa alasan. Para peserta didik merasa bahwa setiap peserta didik memiliki hak yang sama. Peserta didik dari suku manapun, dari agama apapun, berlatarbelakang sosial-ekonomi seperti apapun, memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain. 2. Sikap pluralis yaitu sikap mengakui ada hak orang lain untuk menganut agama yang berbeda dengan dirinya. Fakta sosial yang menunjukkan agama di Indonesia beranekaragam. Pemahaman masyarakat Indonesia dalam beragama belum menunjukkan sikap pluralis, fenomena yang ada adalah sikap beragama bersifat heterogen. 3. Memperkuat Iman Setiap agama mengajarkan sikap toleransi antar umat lain yang berbeda agama. Iman adalah satu tonggak dalam menciptakan masyarakat toleransi. Menerpakan iman dalam kehidupan sehari-hari juga tanda bahwa sikap toleransi berhasil diaplikasikan.  KataKunci : Aktualisasisi, Nilai-nilai Pancasila, Siswa, SMA Negeri 6 Kota Ternate.
PEMBELAJARAN KEARIFAN LOKAL DI SMP NEGERI 2 KOTA TERNATE Jainudin Abdullah; Irwan Djumat; La Fandi
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2671

Abstract

Abstrak. Latar belakang dalam penelitian ini adalah menggali nilai-nilai kearifan lokal yang diajarkan dalam pembelajran muatan  lokal  di SMP Negeri 2 Kota Ternate.Tujuan penelitian:(1).mengetahui bentuk-bentuk kearifan lokal di SMP Negeri 2 Kota Ternate.(2).mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pembelajaran kearifan lokal di SMP Negeri 2 Kota Ternate (3). mengetahuiupaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala-kendala  pembelajaran kearifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pendekatan deskriptif Teknik pengumpulan data yakni, observasi, wawancara dan analisis dokumen.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.Sedangkan subjek penelitian adalah guru kesenian, guru prakarya, kepsek, wakasek kurikulum,dan peserta didik di SMP Negeri 2 Kota Ternate. Selanjutnya peneliti dapat mendeskripsikanhasil penelitian ini sebagai berikut:(1). bentuk–bentuk penerapan pembelajaran kearifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate biasa dilakukan dalam bentuk kata-kata bijak seperti nasehat,pepatah, dan folklore yang dilakukan pada awal pembelajaran di samping itu juga di lakukan salam penguatan pendidikan karakter (PPKn) salah satu harus ada lagu-lagu nasional dan lagu-lagu daerah sehingga nilai-nilai yang diterapkan dalam  pembelajaran kearifan lokal yaitu nilai religius, nilai nasionalis, integritas, mandiri dan  gotong royong. Kemudian ciri pembelajaran kearifan lokal itu ada secara lisan atau praktek secara langsung tentang kearifan lokal.(2) Faktor- faktor yang mendukung dan menghambat penerapan  pembelajaran kearifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate  adalah sikap antusias Guru dan peserta didik maupun dukungn dari Kepala sekolah. Sedangkan faktor yang menghambat pembelajaran kearifan lokal di SMP 2 kota Ternate adalah kurangnya fasilitas yakni belum adanya gedung teater. (3). Upaya yang dilakukan oleh Guru dalam mengatasi kendala-kendala pada pembelajaran kearaifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate adalah Guru harus menyediakan fasilitas ruang belajar yang dan alat-alat peraga dalam  pembelajaran kearifan lokal supaya peserta didik mudah memahami dan mengerti  proses pelaksananaan pembelajaran maupun pada saat praktek tentang kearifan lokal  yang ada di sekolah.Kata Kunci : Pembelajaran, Kearifan Lokal
Implementasi Kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Di Desa Samo Kecamatan Gane Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan Akbar Ongo; Nani I Rajaloa; Rusdi Hasan; Jusan Yusuf
Jurnal Geocivic Vol 4, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v4i1.3104

Abstract

Pemerintah Desa menjadi sentrum governance di desa, yang mempunyai relasi dengan BPD, elemen-elemen masyarakat sipil dan masyarakat ekonomi. Kepala desa  adalah  personifikasi  pemerintah  desa.  Pemerintah  desa  secara  empirik menjadi medan tempur antara Negara dan masyarakat kaerna dipamdang dari sudut Negara, pemerintah desa merupakan bagian mata rantai birokarasi Negara, yang  menjalankan  fungsi  regulasi  dan  control  pada  wilayah  dan  masyarakat melalui “ pelayanan administratif”, implementasi proyek-proyek pembangunan, mobilisasi masyarakat untuk mendukung kebijakan pemrintah, melakukan pelayanan pada masyarakat demi kepentingan Negara, menarik pungutan dan lain- lain.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimanakah Fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Samo, dengan tujuan (1).  Mengetahui gambaran yang jelas mengenai Peran Badan Permusyawaratan Desa dalam  Penyelenggaraan  Pemerintahan  Desa,  Desa  Samo  Kecamatan Gane Barat Utara. (2). Mengetahui  hambatan  yang  ditemui  dalam  Pelaksanaan  Fungsi  Badan Permusyawaratan Desa sebagai Fungsi Legislasi, Fungsi Pengawasan dan Fungsi Penyalur dan Penampung Aspirasi Masyarakat Di Desa Samo Kecamatan Gane Barat Utara.Secara teoritik, penelitian ini memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan  ilmu  pemerintahan  secara  praktis  bagi  BPD.  Di  samping  itu melalui kajian ini diharapkan agar dapat memberikan sumbangan pemikiran menyangkut dengan pentingnya pelaksanaan peraturan desa serta penyelengaraan pembangunan desa. Kata Kunci;  Implementasi, Kinerja, Badan Permusyawaratan Desa, Desa Samo
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA KELAS X IPA-4 SMA NEGERI 1 KOTA TIDORE KEPULAUAN Nurafni Achmad
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2741

Abstract

Project based learning (PBL) using the PBL model can improve students' ability to understand mathematical concepts. In terms of student learning completeness, classically, it has achieved ideal learning completeness, which is 100% of the total number of students who complete their study on the subsumative test, and the average test score obtained by students has increased for each action project based learning (PBL). Judging from each category the level of understanding of mathematical concepts, in the category of understanding the whole has increased each cycle. Meanwhile, the percentage of students who had partial misconception, misconception and did not understand from the high category gradually decreased to low because most students had entered the category of fully understanding and partly understanding. This shows that generally students have understood the material being studied. Students' attitudes towards project based learning (PBL) using the PBL model are generally positive. Students feel happy and interested because by using the PBL model learning mathematics becomes less monotonous and more enjoyable so that students find it easier to understand the material being taught.
MEMBANGUN KESADARAN LINGKUNGAN MASYARAKAT PESISIR BERBASIS KONSEP GREEN CONSTITUTION (Studi Kasusdi Kelurahan Makasar Timur Kota Ternate) Sitirahia Hi. Umar; Wahyudin Noe
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2554

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan peneliti melihatkondisi lingkungan hidup Kota Ternate yang masih meninggalkan permasalahan sampah dan limbah rumah tangga di lautkarena rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat,serta perhatian pemerintah kotaterhadapkelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu, penting untuk memotret lingkungan hidup Kelurahan Makasar Timur Kota Ternate sebagai contoh kasuslingkungan yang membutuhkan perhatian dan upaya penyelesaian dari stakeholer,baik masyarakat, pemerintah kota, aktifis lingkungan maupun akademisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pemerintah kota dan masyarakat dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis konsep green constitution. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasilnya menggambarkan bahwa : 1) tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat Kelurahan Makasar Timur dalam menjaga lingkunganhidup relatif sangat rendah; 2) belum optimalnya peran pemerintah kotadalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup; serta 3)penataan ruang pemukiman kumuh perkotaan yang belum dituntaskan. Kata Kunci: Kesadaran Lingkungan, Masyarakat Pesisir, Green Constitution

Page 5 of 25 | Total Record : 241