Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Articles
5,523 Documents
EDUKASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: PENGENALAN PENGOLAHAN LIMBAH KULIT DURIAN MENJADI SABUN PADAT
Nadya Alfa Cahaya Imani;
Maharani Kusumaningrum;
Sarwi Asri;
Hanif Ardhiansyah;
Bagus Yuliono;
Meidwiarta Cahya Pribadi;
Athiya Rihadatul;
Aisy Qothrun Nada;
Muhamad Zakky Irsyada
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i5.19358
Limbah kulit durian yang masih mengandung berbagai vitamin, flavonoid, saponin, selulosa, lignin, pati, dan kandungan lain sangat berpotensi untuk di olah menjadi berbagai produk diversifikasi. Kulit durian diketahui mengandung selulosa yang tinggi (50-60%) dan lignin (5%) serta pati (5%). Bagian dengan porsi 60-75% dari keseluruhan buah ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal dan hanya dibiarkan menjadi limbah atau dibakar begitu saja. Salah satu produk olahan yang dapat bermanfaat untuk digunakan sehari-hari ataupun menjadi produk yang dapat dijual adalah sabun. Kandungan flavonoid dan saponin yang dimiliki kulit durian merupakan bahan yang biasanya dibutuhkan dalam pembuatan sabun sebagai bahan anti bakteri dan aditif pembuat busa sabun. Dengan adanya vitamin dan bahan organik lain yang terkandung, sabun hasil olahan juga berguna untuk memberikan nutrisi pada kulit. Metode yang digunakan pada produksi sabun adalah metode cold process dimana metode ini memiliki kelebihan, yaitu mudah untuk dilakukan dan dapat membuat sabun dengan ketahanan lama. Berkaitan dengan permasalahan tersebut maka dilakukanlah upaya inovasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang yang merupakan salah satu sentra produsen durian di Semarang. Upaya inovasi tersebut diprioritaskan pada: pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang baik dan potensi dari limbah kulit durian, pelatihan keterampilan pada masyarakat mengenai teknologi pembuatan produk sabun berbahan dasar limbah kulit durian menggunakan metode cold process, pembekalan wawasan kewirausahaan terkait produk sabun.
IMPLEMENTASI DESA SEHAT MELALUI PROGRAM PELITAKU: STUDI DI DESA TANGSIL KULON BONDOWOSO
Annisa Grazelia Viyolina;
Nabila Anisa Toyibah;
Rizki Amelia Firdaus;
Salsabilla Fitri Dwi Bawanti;
Sofiyatoen Hasanah;
Dewi Rokhmah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i5.19368
Desa Tangsil Kulon merupakan salah satu desa di Kabupaten Bondowoso yang menjadi lokus stunting karena tingginya angka stunting (20%) di wilayah tersebut. Masalah kesehatan lainnya seperti penambahan susu formula dibawah satu tahun (45,71%), rendahnya konsumsi mineral pada bumil (18,81%) sehingga bayi yang lahir mengalami BBLR (9,26%), dan KEK pada wanita usia subur (13,04%). Berdasarkan masalah yang ada, kami dan masyarakat menetapkan solusi PELITAKU (Pusat Informasi dan Edukasi Kesehatan Masyarakat Desa Tangsil Kulon). Tujuan kegiatan ini adalah mewujudkan Desa Tangsil Kulon sebagai desa sehat melalui kegiatan PELITAKU berbasis aplikasi PELITAKU PINTAR, membentuk dan meningkatkan kualitas kader PELITAKU yang terdiri dari kader posyandu, dan kader remaja, serta meningkatkan derajat kesehatan dan kesadaran masyarakat melalui penerapan gizi seimbang dalam makanan sehari-hari. Metode pelaksanaan dari kegiatan ini terbagi atas tiga tahapan diawali dengan tahap sosialisasi dan launching program PELITAKU berbasis aplikasi PELITAKU PINTAR pada desa mitra dan sasaran. Tahap dua meliputi pelaksanaan program dan kegiatan. Tahap tiga berupa monitoring dan evaluasi pelaksanaan program. Hasil dari pengabdian ini yaitu terbentuknya Kader PELITAKU yang mampu berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan di desa. Kesimpulan program ini menjadikan Desa Tangsil Kulon menjadi desa sehat dengan meningkatknya derajat kesehatan masyarakat desa.
PENGUATAN KARAKTER KEDISIPLINAN SISWA MELALUI PEMBIASAAN SHALAT DHUHA DI MADRASAH IBTIDAIYAH DARUNNAJAH 2 CIPINING BOGOR
Ahmad Farid;
Miftachudin Miftachudin;
Syamsudin Syamsudin;
Deri Firmansah;
Chairul Amriyah;
Ahmad Fawaid;
Aenullael Mukarromah;
Fartika Ifriqia;
Sugeng Kurniawan;
Adi Wijayanto;
Nadia Nurrosyda Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19442
Kegiatan Pembiasaan shalat Dhuha memiliki peran penting dalam penguatan karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah Darunnajah 2 Cipining Bogor. Sarana pendukung untuk menunjang penguatan karakter adalah lingkungan yang kondusif dengan sarana pra sarana yang mendukung. Lingkungan kondusif merupakan lingkungan yang mendukung untuk mendorong penguatan karakter kedisiplinan dengan pembiasaan shalat dhuha, metode yang dilakukan pada pengabdian ini adalah pembiasaan Shalat Dhuha merupakan ibadah sunnah yang dapat membantu meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa. Shalat Dhuha memiliki manfaat yang signikan dalam membentuk karakter siswa di Madrasah Ibtidaiyah Darunnajah 2 Cipining Bogor. Shalat ini membantu mengajarkan kedisiplinan, konsistensi, ketertiban, dan ketaatan agama kepada siswa. Selain itu, melalui shalat Dhuha siswa dapat merasakan kedamaian dalam jiwa dan meningkatkan fokus dalam proses pembelajaran. Semua ini berkontribusi pada pembentukan karakter siswa yang kuat, bertanggung jawab, dan tangguh. Hasil dari Pelaksanaan kegiatan PKM ini dapat di Implementasikan praktik shalat dhuha di MI Darunnajah 2 Cipining sudah berjalan dengan baik dan cukup efektif. Karena dilihat dari sedikitnya para siswa/i yang tidak mengerjakan shalat dhuha. Selain itu kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kedisiplinan siswa, di luar pelaksanaan shalat dhuha, para siswa/i yang sudah melaksanakan shalat dhuha lebih mudah diingatkan atau diarahkan oleh guru dibandingkan mereka yang belum melaksanakan shalat dhuha dan juga sudah mulai bisa membedakan mana yang benar dana mana yang salah. Kata kunci: Pembiaasaan, Karakter, Kedisiplinan
SOSIALISASI TENTANG PENTINGNYA ILMU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PENTINGNYA ADAB DAN ETIKA TERHADAP GURU
Wahyuni, Yulia Septi;
Santoso, Jayes
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i5.19494
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu kegiatan intrakurikuler yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat) dengan cara memberikan kepada mahasiswa pengalaman belajar dan bekerja dalam kegiatan pembangunan masyarakat sebagai wahana penerapan dan pengembangan ilmu dan teknologi yang dilaksanakan di luar kampus dalam waktu mekanisme kerja dan teknologi persyaratan tertentu. Kegiatan dan pengelolaan KKN dapat menjamin diperolehnya pengalaman belajar melakukan kegiatan pembangunan masyarakat secara kongkrit yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat dimana mereka ditempatkan. Selain itu, kegiatan dan pengelolaan KKN diarahkan untuk menjamin keterkaitan antara dunia Akademik teoritik dan dunia empirik. Dengan demikian kegiatan KKN bagian dari wujud nyata kepedulian Perguruan Tinggi untuk melaksanakan misinya membantu mengatasi permasalahan penduduk, pembangunan, dan pembinaan lingkungan dengan karya dan bakti nyata. KKN yang dilaksanakan harus memenuhi empat prinsip, yaitu dapat dilaksanakan (feasible), dapat diterima (acceptable), berkesinambungan (sustainable) dan partisipatif. Secara garis besar tahap pelaksanaan KKN terbagi atas tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat tentang pentingnya pendidikan guna membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa. Pengabdian dilakukan melalui kegiatan: Sosialisasi pentingnya Ilmu Pendidikan Agama Islam, Pengadaan Penyuluhan tentang adab dan etika terhadap guru.
PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI RUMAH BELAJAR PATMOS
Janwar Tambunan;
Lois Oinike Tambunan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19514
Perubahan tren prendidikan pada era merdeka belajar, menuntut guru sebagai garda terdepan pendidikan untuk dapat mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai. Di era Revolusi Industri 4.0 kebutuhan utama yang ingin dicapai dalam sistem pendidikan atau lebih khusus dalam metode pembelajaran yaitu siswa atau peserta didik yaitu penguasaan terhadap literasi baru. Literasi baru tersebut yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Selain itu, dalam sistem Pendidikan Merdeka Belajar tetap mengutamakan juga pendidikan karakter.Kurikulum merupakan rancangan pelajaran, bahan ajar, pengalaman belajar yang sudah diprogramkan terlebih dahulu. Kurikulum menjadi acuan setiap pendidik dalam menerapkan proses belajar mengajar. Perubahan kurikulum tidak terlepas dari perkembangan zaman yang sudah serba digital. Berdasarkan informasi yang didapat dari tenaga pengajar di rumah belajar Patmos, ketahui bahwa guru masih membutuhkan pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran guna mengembangkan kompetensi tenaga kerja dalam perkembangan kurikulum.
MITIGASI BENCANA BANJIR DI KAMPUNG KB MANGGALA KOTA MAKASSAR FLOOD DISASTER MITIGATION IN KB MANGGALA VILLAGE, MAKASSAR CITY
Marhtyni Marhtyni;
Rahma Sri S usanti;
Dahlan Dahlan;
Nismawati Nismawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i5.19520
Mitigasi bencana banjir merupakan upaya preventif untuk mencegah atau meminimalisir dampak bencana banjir. Wilayah kampung KB Manggala sebagai salah satu daerah rawan bencana banjir di kota Makasar sangat membutuhkan upaya mitigasi yang tepat. Upaya mitigasi banjir dapat maksimal jika terdapat peran serta dan keaktifan masyarakat. Pada program pemberdayaan masyarakat pemula ini telah dilakukan sosialisasi kepada aparat kelurahan, penyuluh KB, ketua RT, RW dan pengurus kampung KB Manggala tentang upaya mitigasi banjir dengan jumlah peserta 40 orang serta memberikan pelatihan kepada kader kampung KB terkait upaya mitigasi banjir, dengan harapan bahwa kader akan melakukan upaya promotif dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat wilayah kampung KB Manggala secara lebih lanjut pada kelompok bina. Selain itu telah disediakan serine sebagai upaya peringatan dini pada wilayah kampung KB yang setiap tahunnya menjadi wilayah pertama terdampak banjir. Serine ini diharapkan menjadi sistem peringatan bagi masyarakat agar berhati-hati dan bergegas meninggalkan hunian sesegera mungkin saat terjadi banjir.
PENINGKATAN KESADARAN “CINTA BAHARI” BAGI ANAK DAN REMAJA GEREJA DI PULAU AMBON
Novianty C Tuhumury;
Daniel G Louhenapessy
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i5.19525
Wilayah Maluku yang memiliki luas laut lebih besar perlu dijaga dan dirawat. Kesadaran cinta lingkungan laut perlu dilakukan pada usia anak dan remaja. Pada jenjang usia tersebut, anak dan remaja mampu mengingat dan diharapkan dapat menerapkannya dalam keluarga juga masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran cinta bahari bagi anak dan remaja GPM Klasis Pulau Ambon Timur. Kegiatan PkM ini dilakukan tanggal 4-5 Juli 2023 pada kegiatan BADAR yang didalamnya terdapat salah satu pojok kreatifitas yaitu cinta bahari. Jumlah peserta anak dan remaja gereja pada pojok cinta bahari sebanyak 12 orang. Tahapan kegiatan meliputi persiapan dan pelaksanaan PkM. Tahapan persiapan meliputi koordinasi dengan panitia BADAR, identifikasi lokasi untuk aksi nyata serta persiapan materi PkM. Pelaksanaan kegiatan PkM ini menggunakan metode interaktif melalui pemberian materi di hari pertama, dilanjutkan dengan aksi pembersihan sampah di kawasan mangrove pada hari kedua. Materi yang diberikan bertema cinta bahari yang disajikan dengan gambar dan video untuk menarik perhatian serta mudah diingat oleh peserta. Video yang ditampilkan berupa aktivitas remaja baik di level internasional, nasional (Bali) maupun lokal (Kota Ambon). Dengan demikian, para peserta tentunya akan terpacu serta termotivasi untuk berpikir kritis dan langsung bertindak jika ditemukan adanya kerusakan lingkungan laut. Setelah pemberian materi, para peserta bertanya seputar pengetahuan mangrove dan sampah serta dampaknya bagi lingkungan laut. Pada hari kedua, seluruh peserta diajak langsung ke lapangan untuk membersihkan sampah plastik di kawasan mangrove. Berdasarkan hasil evaluasi awal, para peserta mengerti tentang laut dan sumberdaya yang terkandung di dalamnya, namun kepekaan terhadap cinta lingkungan masih minim. Hasil evaluasi akhir menunjukan seluruh peserta telah mengerti dan berkeinginan untuk menjaga serta merawat lingkungan pesisir dan laut di Pulau Ambon.
REVITALISASI MASAKAN BUMBU ARSIK KHAS MANDAILING DALAM BENTUK SEDIAAN SERBUK SACHET
Silalahi, Jansen;
Nasution, Khairina;
Silalahi, Yosy Cinthya Eriwaty
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i6.19592
Desa Aek Galoga merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Panyabungan, kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Panyabungan mempunyai luas wilayah 25.977,43 Ha. Merupakan kecamatan yang penduduknya adalah petani ikan kolam paling banyak yaitu 220 petani ikan. Dan masyakarat yang ada di desa Aek Galoga rata-rata bermata pencaharian sebagai petani ikan kolam tawar, hanya sebagian kecil dari masyarakat yang ada di desa ini bekerja sebagai petani dan pegawai. Sehingga banyak ikan tawar yang diolah dengan masakan tradisional khas daerah setempat. Daerah Aek Galoga juga banyak di tanam tanaman hortikultura karena memiliki daerah yang tropis sehingga bumbu masak yang segar dengan mudah didapatkan. Rumah makan di desa Aek Galoga biasanya mengolah masakannya dengan cara sederhana dan memiliki kekhasannya tersendiri. Dengan adanya inovasi pengolahan bumbu masakan arsik khas Mandailing yang tahan lama diharapkan dapat menjadi produk baru bagi masyarakat Desa Aek Galoga sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat sekitarnya agar dapat keluar dari lingkaran kemiskinan yang sudah ada sejak lama. Kegiatan ini mendapatkan sambutan dari pemilik rumah makan ROMA RISKI mendapatkan ide inovasi baru untuk mengembangkan usahanya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa bahwa 90 % dari masyarakat tau bagaimana cara pembuatan simplisia untuk dijadikan sachet bumbu arsik di rumah makan ROMA RISKI sehingga mereka dapat mengaplikasikannya menjadi produk baru.
ECOWISATA AIR TERJUN ANTROKAN DESA MANGGISAN MENUJU DESA WISATA DAN MANDIRI EKONOMI
Romdhi Fatkhur Rozi;
Wajihuddin Wajihuddin;
Romdhi Fatkhur Rozi;
Fajar Aji
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i5.19597
Desa Manggisan di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember memiliki potensi destinasi wisata alam Air Terjun Antrokan yang sejuk dan masih asri. Tujuan dari pengabdian ini adalah mendorong terbentuknya SDM yang memiliki kemampuan pengetahuan, keterampilan dan keahlian mengelola program desa wisata dengan strategi dan ekonomi kreatif disamping memiliki SDM yang siap melakukan pelayanan, pemeliharaan, dan pengembangan, pembangunan sektor infrastruktur, sarana prasarana guna mendukung ecowisata Air Terjun Antrokan di desa Manggisan. Metode pelakasanaan pengabdian ini adalah menggunakan metode pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat desa Manggisan khususnya POKDARWIS dengan berbagai macam tahapan pelaksanaan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dalam tahap persiapan berupa observasi awal, pemetaan masalah, dan penyusunan rancangan kegiatan pendampingan. Adapun dalam pendampingan membuat desain atau konsep wisata air terjun dan pelatihan Sistem Tata Kelola dan Sistem Manajerial beserta Pengembangan SDM yang Produktif, Kreatif dan Inovatif. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengandian ini masyarakat desa Manggisan memiliki kesadaran kemampuan mengelola dan mengembangkan Ecowisata Air Terjun Antrokan berbasis pengembangan ekonomi kreatif.
PENGEMBANGAN USAHA KERANG BULU MENJADI SEDIAAN ABON DI DESA PEMATANG CENGAL KABUPATEN LANGKAT
Sinaga, Lia Rosa Veronika;
Tarigan, Malemta;
Silalahi, Yosy Cinthya Eriwaty
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i6.19630
Pematang Cengal Village is located in Langkat Regency, North Sumatra, Indonesia. Because it is directly adjacent to the Palung Nipah river, the majority of the population are fishermen. Fur mussels are usually sold to clam collectors at relatively cheap prices. The purpose of this community service is to process feather clams into shredded shells so that they have a higher selling value compared to the sale of fresh shellfish. and has durable products with proper processing processes and can be simply done by the people of Pematang Cengal. When the activity was carried out, the people of Pematang Cengal were very happy with the new innovations to process shellfish into new products. So that fishermen's wives can fill their time to be more useful for their families, serving tastier and more nutritious dishes as well as shellfish products that are more durable in storage. If done simultaneously with other wives, it is hoped that it can be a business development for the community in Pematang Cengal to become one of the UMKM in Indonesia.