cover
Contact Name
Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwari
Contact Email
journal@lppm.unair.ac.id
Phone
+6285230081552
Journal Mail Official
journal@lppm.unair.ac.id
Editorial Address
Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM), Universitas Airlangga Gedung Kahuripan Lantai 2 Kampus C Universitas Airlangga Mulyorejo, Surabaya 031) 5995246, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60115
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service)
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25808680     EISSN : 2722239X     DOI : 10.20473/jlm.v3i2.2019.50-52
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) (p-ISSN: 2580-8680 , e-ISSN: 2722-239X) is a scientific journal that publishes articles of community service from the application of various scientific disciplines. The purpose of this journal publication is to disseminate the results of community service activities that have been achieved in the field of community service. JLM, in particular, focuses on the main problems in developing the following sciences in community service: health, social sciences, entrepreneurship, technology, and teaching education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 419 Documents
PENGGEMUKAN SAPI LOKAL SECARA AGRIBISNIS MENGGUNAKAN PAKAN TANPA HIJAUAN (COMPLETE FEED) DAN TAPE JERAMI SERTA GROWTH PROMOTOR STRATEGI PENCAPAIAN SWASEMBADA DAGING Kadek Rachmawati; Imam Mustofa; Wurlina Wurlina; Dewa Ketut Meles
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.594 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v1i2.2017.105-109

Abstract

Iptek bagi Masyarakat (IbM) which performed on a group of local cattle fattening is not qualified yet to solve the problems 1) rice straw as animal feed 2) agricultural waste and industrial waste as feed without forage 3) processing of rice straw into straw tape 4) processing agricultural waste and industrial waste into animal feed without forage 5) processing growth promotor derived from empon-empon and retrieval medicinal plants, and 6) making of cow manure waste into environmentally friendly fertilizer. The purposes of IbM are (1) to process of rice straw into straw tape as a nutritious animal feed (2) without forage feed processing (complete feed) (3) processing of growth promotors (4) local cattle fattening using tape straw and feed without forage as well as growth promotor. Benefits of IbM is to develop human resources and increase income of fattening local cattle farmers with lower production costs. The method used in IbM activities are education and training of local cattle fattening using tape straw feed and feed without forage plus growth promotor, processing waste into environmentally friendly fertilizer on UKMK of local cattle fattening members in Babat and Sugio district in Lamongan. IbM program activities involving 8 students to increase entrepreneurial spirit. The result is enhancement of cattle weight per cow per day on local cattle amounted to 0.578+0.054 kg, ongole crossbreed cattle 0.887+0.100 kg, hybrid limousine cattle for 1.588+0.084 kg and Simmental crossbreed cattle of 1,967+0.255 kg. AbstrakIptek Bagi Masyarakat (IbM) yang dilakukan pada kelompok penggemukan sapi lokal belum memenuhi syarat untuk menyelesaikan masalah 1) jerami padi sebagai pakan ternak 2) limbah pertanian dan limbah industri sebagai pakan tanpa hijauan 3) pengolahan jerami padi menjadi pita jerami 4) pengolahan limbah pertanian dan limbah industri menjadi pakan ternak tanpa pakan ternak 5) mengolah promotor pertumbuhan yang berasal dari empon-empon dan pengambilan kembali tanaman obat, dan 6) pembuatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk ramah lingkungan. Tujuan IbM adalah (1) mengolah jerami padi menjadi pita jerami sebagai pakan ternak yang bergizi (2) tanpa pengolahan pakan ternak (pakan lengkap) (3) pengolahan promoter pertumbuhan (4) penggemukan sapi lokal dengan menggunakan jerami dan pakan pita tanpa pakan ternak serta promotor pertumbuhan. Manfaat IbM adalah mengembangkan sumber daya manusia dan meningkatkan pendapatan penggemukan peternak sapi lokal dengan biaya produksi lebih rendah. Metode yang digunakan dalam kegiatan IbM adalah pendidikan dan pelatihan penggemukan sapi dengan pakan jerami dan pakan tanpa pakan ternak ditambah promotor pertumbuhan, pengolahan limbah menjadi pupuk ramah lingkungan pada UKMK penggemukan sapi potong di Kabupaten Babat dan Sugio di Lamongan. Kegiatan program IbM melibatkan 8 siswa untuk meningkatkan semangat kewirausahaan. Hasilnya adalah peningkatan bobot sapi per ekor per hari pada ternak lokal sebesar 0,578 + 0,054 kg, sapi potong silang ongole 0,887 + 0,100 kg, ternak limusin hibrida 1,588 + 0,084 kg dan sapi potong silang Simmental 1.967 + 0.255 kg. 
PELATIHAN PEMBUATAN DODOL TEMULAWAK UNTUK PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI DESA CENGKONG DAN DESA BRANGKAL KECAMATAN PARENGAN KABUPATEN TUBAN Retno Sri Wahjuni; Siti Eliana Rochmi; Agung Budianto Achmad
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.768 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v3i2.2019.64-67

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengaplikasikan teknologi pembuatan pakan berupa dodol temulawak sebagai upaya untuk menggemukkan sapi potong di Desa Brangkal dan Desa Cengkong Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban. Rendahnya pakan yang diberikan dan banyaknya hasil sampingan pertanian yang belum diolah secara maksimal merupakan masalah utama dari kedua mitra. Solusi permasalahan mitra adalah dengan inovasi dodol temulawak yaitu pakan tambahan pengganti konsentrat yang mempunyai kandungan sumber energi dan protein yang baik. Bahan aditif yang digunakan adalah temulawak. Tanaman temulawak merupakan tanaman yang banyak ditanam oleh masyarakat Indonesia khususnya di wilayah mitra. Bahan pembuatan dodol temulawak menggunakan sumber daya lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Metode yang dilakukan dengan pemberdayaan peternak yang diarahkan pada kegiatan peningkatan daya saing dan partisipasi masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan kelembagaan SDM peternak dan kelompok ternakdengan peningkatan pengetahuan dan pelatihan pembuatan dodol temulawak. Hasil pengabdian ini menunjukkan hasil positif terhadap pertambahan berat badan sapi potong, dan meningkatkan sumber daya peternak baik secara pengetahuan maupun ketrampilan.ABSTRACTThe aim of Public service is to apply feed-making technology in the form of C. Xanthorrhiza, Roxb dodol as an effort to fattening beef cattle in Brangkal Village and Cengkong Village, Parengan Sub-District, Tuban Regency. The low feed provided and the number of agricultural by-products that have not been optimally treated are the main problems of the partners. The solution for partners problem is the innovation of C. Xanthorrhiza, Roxb dodol which is an additional feed substitute for concentrate which has good energy and protein sources. A lot of C. Xanthorrhiza, Roxb are found in Indonesia. It’s material used are based on local by-product that have not been used optimally. The method is done by empowering farmers who are directed to activities to increase competitiveness and community participation through increasing the capacity and institutional human resourcesof farmers and farmers community by increasing knowledge and training in the manufacture of C. Xanthorrhiza, Roxb dodol. The results of this dedication show positive results on weight gain of beef cattle, and increase the resources of farmers both in terms of knowledge and skills.
PROGRAM PENGGEMUKAN TERNAK DOMBA EKOR GEMUK DI KECAMATAN SEMANDING, KABUPATEN TUBAN Indah Norma Triana; Rr. Ratih Ratnasari; Ajik Azmijah
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.621 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v1i2.2017.51-55

Abstract

The program for fattening and breeding of fat-tailed sheep (EG) in Semanding District, Tuban Regency, was collaboration work among Institute for Research and Community Service (LPPM) of Universitas Airlangga, Gemah Ripah, and Mandiri’s Breeding Coomunity, Tuban Regency. The program was conducted by veterinarians, who are experts in animal reproduction, animal feeding and health, camping and its sanitation, assisted by local people. The activities included training on livestock breeding, demonstration of animal feeding and caging, vaccination, livestock maintenance at pre- and post-production, and also the health examination and treatment of sick fat-tailed sheep. There was also presentation about medicines used for animal fattening, i.e. Bio-N-Plus, Premix Minerals, and vitamin B-Complex. These drugs were given to the participants to accelerate the cattle growth. In addition, a simulation on how to breed fat-tailed sheep was also demonstrated to the participants. At the end of the program, a package was given to Gemah Ripah dan Mandiri’s Breeding Community. It consisted of six fat-tailed sheep, 3 quintals of concentrate feeds used for about four months feeding, the money for renovating the animal cages, vitamins, medicines, and vaccines. This training program was successfully increased the ability of participants, Gemah Ripah and Mandiri’s Breeding Coomunity, to breed the fat-tailed sheep in a relatively good way. It was supported by the facts that the cattle had increased body weights and there was no observed risk of sickness and animal death. AbstrakProgram penggemukan dan budidaya ternak domba ekor gemuk (EG) di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban merupakan bentuk kerja sama antara Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Airlangga dengan Kelompok Ternak Gemah Ripah dan Mandiri, Tuban. Pelaksanaan program ini melibatkan dokter hewan, yang merupakan ahli reproduksi, ahli pakan ternak, ahli kesehatan ternak serta ahli sanitasi dan perkandangan, serta dibantu oleh tenaga lokal. Kegiatan yang dilakukan antara lain meliputi: pelatihan budidaya ternak domba EG, peragaan pembuatan pakan dan kandang, pemberian vaksin, pemeliharaan pra- dan pasca- produksi, serta pemeriksaan dan pengobatan domba yang sakit. Pada kesempatan ini, juga diperkenalkan obat untuk penggemukan domba, yaitu: Bio-N-Plus, Premix Mineral, dan vitamin B-Kompleks. Bahan tersebut diberikan dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan domba. Selain itu, juga dilakukan simulasi beternak domba EG bagi para peternak. Pada akhir pelatihan telah diberikan paket ternak domba EG kepada kelompok peternak Gemah Ripah Dan Mandiri, yaitu berupa: 6 ekor domba EG, 3 kwintal pakan konsentrat yang bisa digunakan untuk empat bulan, biaya renovasi kandang domba EG, serta vitamin, obat-obatan, dan vaksin. Dari hasil pelaksanaan program ini, para peternak telah berhasil memelihara domba EG dengan cara yang lebih baik dengan tanda pertumbuhan berat badan ternak yang semakin meningkat, serta tidak ada resiko sakit dan kematian hewan ternak.
PERTANIAN BERKELANJUTAN BERBASIS REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Retno Dwi Puspitasari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 3 No. 1 (2019): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.445 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v3i1.2019.26-28

Abstract

Revolusi industri merupakan periode antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Kemajuan revolusi industri 4.0 dipicu oleh bidang-bidang Artificial Intelligence, Robotics, Internet of Things, Autonomous Vehicles, Biotechnology, Nanotechnology, 3-D Printing, Material Science, Quantum Computing, dan Energy Storage. Perkembangan revolusi industri 4.0 di Indonesia ditekankan di berbagai bidang diantaranya bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, transportasi, perikanan, dan pertanian. Pertanian merupakan pondasi dasar ekonomi bangsa, dengan pembangunan pertanian yang baik akan berimbas pada perekonomian yang stabil. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan tren otomasi dalam industri 4.0 harus tetap menjaga kebutuhan dasar masyarakat Indonesia, khususnya di bidang pertanian. Dalam bidang pertanian, teknologi digital bisa dimanfaatkan selama proses on farm dan off farm. Potensi sistem pertanian digital memiliki peluang besar untuk meningkatkan semangat dan kreativitas anak muda menggeluti bidang pertanian yang selama ini mulai menurun. Pemuda khususnya mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh perguruan tinggi bisa menjadi salah satu cara memperkenalkan teknologi-teknologi kepada masyarakat dalam hal ini daerah sasarannya adalah di Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan. Setelah diadakan penyuluhan ini diharapkan para petani lebih mengerti dan paham serta untuk menyadarkan bahwa pentingnya mengikuti perkembangan zaman.ABSTRACTThe industrial revolution was a period between 1750-1850 where massive changes occurred in agriculture, manufacturing, mining, transportation and technology and had a profound impact on the social, economic and cultural conditions in the world. The progress of the industrial revolution 4.0 was triggered by the fields of Artificial Intelligence, Robotics, Internet of Things, Autonomous Vehicles, Biotechnology, Nanotechnology, 3 -D Printing, Material Science, Quantum Computing, and Energy Storage. The development of the 4.0 industrial revolution in Indonesia is emphasized in various fields including health, education, social, economic, transportation, fisheries, and agriculture. Agriculture is the basic foundation of the nation’s economy, with good agricultural development will impact on a stable economy. Vice President Jusuf Kalla said the trend of automation in industry 4.0 must still maintain the basic needs of the Indonesian people, especially in agriculture. In the field of agriculture, digital technology can be utilized during the process of on-farm and off-farm. The potential of a digital farming system has a great opportunity to increase the enthusiasm and creativity of young people in the field of agriculture which has started to decline. Youth, especially students in community service activities held by universities can be one way to introduce technologies to the community in this case the target area is in Sukorame District, Lamongan Regency. After this counseling is expected the farmers will be more understanding and understanding and to realize that the importance of following the times.
PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK SECARA AQUAPONIK MELALUI KEGIATAN IPTEK BAGI MASYARAKAT PADA PETERNAK LELE DI DESA LEBO KABUPATEN SIDOARJO Y. Sri. Wulan Manuhara; Edy Setiti Wida Utami; Arif Yachya
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2810.688 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v2i1.2018.12-17

Abstract

In general, catfish farmers in Sidoarjo Regency, especially in Lebo Village use commercial floating pellets as feed. The use of this feed has several advantages, one of which is the rapid and uniform growth of fish. However, most of the catfish farmers complained about the small profits they received. These benefits are not comparable to the amount of energy and costs that have been incurred, thus threatening the sustainability of the breeder’s business activities. Another problem faced by farmers is the rapid dirty water of the pool, so that the frequency of replacement of water increases, which in turn increases the cost of electricity. When the partner is late in replacing the pool water, it can cause catfish disease that is difficult to control. Dirty water also makes the growth of catfish disrupted because of decreased appetite. The solution offered through community service activities facilitated by the Community Science and Technology grant (IbM) is by conducting counseling, training and mentoring the cultivation of organic vegetables using the aquaponics method, preparation of simple bookkeeping, calculation of production costs, and product pricing strategies. Selected plants cultivated during the activity are mustard greens (caisim) and kale. Both of these vegetables are of interest to the surrounding community and are suitable to be planted in lowland areas such as Sidoarjo and have a short planting period (± 40 days). The output of this activity is in the form of improving the skills of partners in vegetable cultivation in an aquaponics manner, compiling simple bookkeeping, calculating production costs, and determining the sellingAbstrakPada umumnya para peternak lele di Kabupaten Sidoarjo, khususnya di Desa Lebo menggunakan pelet apung komersial sebagai pakan. Penggunaan pakan ini mempunyai beberapa keuntungan, salah satunya pertumbuhan ikan yang cepat dan seragam. Akan tetapi, sebagian besar para peternak lele mengeluh kecilnya keuntungan yang diperoleh. Keuntungan tersebut tidak sebanding dengan besarnya tenaga dan biaya yang telah dikeluarkan, sehingga mengancam keberlanjutan kegiatan usaha peternak. Permasalahan lainnya yang dihadapi peternak adalah cepat kotornya air kolam, sehingga frekuensi penggantian air meningkat yang pada akhirnya beban biaya listrik juga ikut meningkat. Bilamana mitra terlambat mengganti air kolam berakibat timbulnya penyakit pada ikan lele yang susah dikendalikan. Air yang kotor juga membuat pertumbuhan ikan lele terganggu karena nafsu makannya menurun. Solusi yang ditawarkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang difasilitasi dana hibah Ipteks bagi Masyarakat (IbM) adalah dengan melakukan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan budidaya sayuran organik dengan metode aquaponik, penyusunan pembukuan sederhana, penghitungan ongkos produksi, dan strategi penentuan harga produk. Tanaman terpilih yang dibudidayakan selama kegiatan adalah sawi hijau (caisim) dan kangkung. Kedua sayuran ini diminati masyarakat sekitar dan cocok ditanam di dataran rendah seperti Sidoarjo serta mempunyai masa tanam yang pendek (± 40 hari). Luaran kegiatan ini berupa peningkatan keterampilan mitra akan budidaya sayuran secara aquaponik, menyusun pembukuan sederhana, penghitungan ongkos produksi, dan penentuan harga jual produk yang menguntungkan mitra dan sesuai dengan keinginan konsumen, terjadinya efi siensi produksi berupa berkurangnya penggantian air, dihasilkannya produk baru berupa sayuran organik dan peningkatan pendapatan mitra.
ORGANIC LIVESTOCK DEVELOPMENT SHEEP Rr. Herini Siti Aisyah; Epy M. Luqman
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.42 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v1i1.2017.32-34

Abstract

The farmers if the raising of cattle sheep capable of providing an income of 14–25% of the total income of farming families. Farmers’ income will increase if the intensively managed farm; and intensification will be successful if it is supported by the appropriate technology is adequate (simple but have a high efficiency). In these two villages there is some waste that can be used as animal feed ingredients such as rice straw, sugar cane leaves, leaves of corn, soybeans and others. Associated with the program in addressing the availability of food, the sheep will be done to empower farmers in the use of agricultural waste to be processed into animal feed is quite nutritious by administering probiotics. It is expected the farmers have no trouble feeding while maintaining sheep in large numbers, but it will also increase the efficiency of cost and time for farmers so that is expected to be a promising income for farmers. Expected to maintain sheep no longer a sideline but become a profession or occupation for farmers principal benefits are promising. AbstrakPetani penggemukan domba mampu memberikan pendapatan 14–25% dari total pendapatan keluarga. Pendapatan petani akan meningkat jika pertanian yang dikelola secara intensif; dan intensifikasi akan berhasil jika didukung oleh teknologi yang tepat yang memadai (sederhana namun memiliki efisiensi tinggi). Di kedua desa ini ada beberapa limbah yang bisa dijadikan bahan pakan ternak seperti jerami padi, daun tebu, daun jagung, kedelai dan lain-lain. Terkait dengan program dalam menangani ketersediaan makanan, domba-domba tersebut akan dilakukan untuk memberdayakan petani dalam penggunaan limbah pertanian untuk diolah menjadi pakan ternak yang cukup bergizi dengan pemberian probiotik. Diharapkan para petani tidak kesulitan memberi makan sambil memelihara domba dalam jumlah besar, namun juga akan meningkatkan efisiensi biaya dan waktu bagi petani sehingga diharapkan bisa menjanjikan pendapatan bagi petani. Diharapkan untuk menjaga domba tidak lagi menjadi sampingan tapi menjadi profesi atau pekerjaan bagi tunjangan pokok petani yang menjanjikan.
LAYANAN KESEHATAN DAN PENINGKATAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA JAMUR TIRAM KELOMPOK ANAK-ANAK TUNANETRA YPAB SUKOLILO Pratiwi Soesilawati; R. Darmawan Setijanto
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5166.023 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v1i2.2017.73-82

Abstract

Healthy living as defined by the World Health Organization (WHO) is a prosperous state of body, soul, and social, so that one lives productively socially and economically. Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Surabaya houses dormitories and schools of Kindergarten, elementary, junior and senior high schools. Blind school students are community groups that still require health and economic assistance. The cost of living for students in dormitories and schools of the blind is largely sustained by donors. Only a small proportion of students come from middle-income families and are able to pay tuition and living expenses, so the burden of the foundation to provide education and living expenses is very heavy. For that the Community Service Team of Faculty of Dentistry Airlangga University to design assistance activities in the form of health services and appropriate technology training. The purpose of this activity is to improve the health status of blind students and prepare blind students to be economically productive through the accompaniment of oyster mushroom entrepreneur. The specific target of this activity is to instill clean healthy living habits to students and train students involved in the production and marketing management of oyster mushrooms as the appropriate technology for the provision of life in the future. The solution used is public health services through the establishment of School Health Enterprises in collaboration with doctors from health care centers in this case Airlangga University Education Hospital for eye health services, general health, children’s health and dental health. Increased economic productivity is done through the training of oyster mushroom entrepreneur, oyster mushroom processing and marketing management of oyster mushroom and its processed products. At the end of the activity, students have basic knowledge of hygiene and health to maintain health and have soft skill entrepreneur of oyster mushroom as stock of life  AbstrakHidup sehat seperti yang didefinisikan oleh World Health Organization (WHO) adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan social, sehingga seseorang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Yayasan Pendidikan Anak Buta Surabaya menaungi asrama dan sekolah Taman Kanak-Kanak, SD, SMP dan SMA. Siswa sekolah tunanetra adalah kelompok masyarakat yang masih memerlukan pendampingan kesehatan dan ekonomi. Biaya hidup siswa selama di asrama dan sekolah tunanetra sebagian besar ditopang oleh donatur. Hanya sebagian kecil siswa yang berasal dari keluarga ekonomi menengah dan mampu membayar uang sekolah serta biaya hidup, sehingga beban yayasan untuk menyelenggarakan pendidikan dan biaya hidup sehari-hari sangat berat. Untuk itu Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga merancang kegiatan pendampingan dalam bentuk layanan kesehatan dan pelatihan teknologi tepat guna. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan siswa tunanetra dan mempersiapkan siswa tunanetra menjadi insan yang produktif secara ekonomi melalui pendampingan wirausaha jamur tiram. Target khusus dari kegiatan ini adalah menanamkan kebiasaan hidup bersih sehat kepada siswa dan melatih siswa terlibat dalam produksi dan manajemen pemasaran jamur tiram sebagai teknologi tepat guna untuk bekal hidup di kemudian hari. Solusi yang digunakan adalah layanan kesehatan umum melalui rintisan pembentukan Usaha Kesehatan Sekolah bekerjasama dengan dokter dari pusat pelayanan kesehatan dalam hal ini Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga untuk pelayanan kesehatan mata, kesehatan umum, kesehatan anak dan kesehatan gigi. Peningkatan produktifitas ekonomi dilakukan melalui pelatihan wirausaha jamur tiram, praktik pengolahan jamur tiram dan manajemen pemasaran jamur tiram beserta hasil olahannya. Pada akhir kegiatan, siswa memiliki dasar pengetahuan kebersihan dan kesehatan untuk memelihara kesehatan dan memiliki soft skill wirausaha jamur tiram sebagai bekal hidup
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF KELURAHAN AMPEL KOTA SURABAYA Fuad Zulkarnain Rozaq Sugeha; Trias Mahmudiono
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.218 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v3i2.2019.86-90

Abstract

ASI adalah cairan hasil sekresi kelenjar payudara Ibu, dan eksklusif apabila diberikan pada bayi sejak kelahiran hingga 6 bulan tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan minuman yang lain kecuali obat. Pemberian ASI Eksklusif dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi. Cakupan ASI Eksklusif di Kelurahan Ampel sejumlah 59,2% dari 1418 balita hal ini menunjukkan capaian ASI Eksklusif di Kelurahan Ampel dibawah standar (77%). Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Ampel Kota Surabaya. Manfaat kegiatan ini untuk memandirikan masyarakat dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat khususnya dalam pemenuhan ASI Eksklusif di Kelurahan Ampel.Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa FGD dan indepth interview yang diikuti oleh 10 ibu, penyuluhan yang diikuti oleh 44 orang, leadership, dan kaderisasi pemantau pemberian ASI Eksklusif yang diikuti oleh 7 orang. Hasil FGD menunjukkan bahwa perlu adanya intervensi di bidang kesehatan tentang pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Ampel. Inovasi kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif melalui program ASI eKsklusif Bayi kUat (ASIK BU). Program ASIK BU di Kelurahan Ampel dilakukan melalui kegiatan yang berupa kaderisasi karang taruna dan penyuluhan kepada WUS, Bumil dan Busui. Saran dari kegiatan ini berupa perlu adanya pemantauan dari penanggung jawab puskesmas Sidotopo secara berkala untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program ASIK BU. Diharapkan masyarakatberkomitmen penuh dalam melaksanakan program ASIK BU. Pemerintah setempat dapat memberikan dukungan sosial maupun material salah satunya dalam bentuk pemberian penghargaan kepada kader dan ibu yang dapat memberikan ASI secara eksklusif. ABSTRACT Breastmilk is a fluid secretion from mother mammary gland, and called exclusive when breastmilk given to newborn until six months without adding and or replace with another fluid except medicine. Exclusive Breastfeeding can reduce infant morbidity and mortality rate. Breastfeed performance at Ampel Village is 59,2% from 1418 infants. It showed that is under standard of breastfeed (77%). Aim of this program is made empowerment to increase exclusive breastfeed performance at Ampel Village. Benefit of this program is Ampel People can increase health status especially exclusive breastfeed by themselves. Method of this program by using FGD, indepth interview that followed by 10 mothers, health education was followed 44 people. Leadership and forming of breastfeed cadres is followed by 7 peoples. FGD Result showed that necessity of health intervention especially exclusive breastfed monitoring at Ampel Village. Innovation can be done by ASI eKsklusif Bayi kUat (ASIK BU) program. ASIK BU at Ampel village done by forming of breastfeed cadres and gave health education to fertile woman, breastfeed mother, and pregnant woman. Recommendation of this program isperiodically monitored and evaluated by Puskesmas Sidotopo. Ampel Village people must put fully committed for this program. Government should support socially and materially which one by giving reward to mother who finished exclusive breastfeed and cadre who helping mother.
PENGETAHUAN MANAJEMEN PETERNAKAN DAN PEMANFAATAN HASIL TERNAK SEBAGAI SUMBER GIZI MASYARAKAT DI KECAMATAN BARON KABUPATEN NGANJUK Sunaryo Hadi Warsito; Oky Setyo Widodo; Shelly Wulandari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.705 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v2i2.2018.69-71

Abstract

The community in Kertosono Subdistrict has an average farming and trading livelihood. Almost all of the people who work as farmers have livestock that are kept as a side business or livelihood. Livestock that are kept include beef cattle, goats and sheep. The problems that arise include: The community has not fully understood how to obtain meat from the sacrifice of qurban animals with good quality. The public does not know of zoonotic diseases, and there are still not many people who know how the procedures for slaughtering livestock are good . The main objective in this community service activity is to be able to increase the knowledge and skills of the community regarding the criteria for ASUH meat (Safe, Healthy, Whole, and Halal) and appropriate handling and restraint on livestock.Abstrak
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN PEMBUATAN OBAT HERBAL “JaDuLe” DI KALANGAN IBU RUMAH TANGGA Nenny Syahrenny; Tegowati Tegowati; Wininatin Khamimah
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.424 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v3i2.2019.50-52

Abstract

Sasaran dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah Para Ibu Rumah Tangga. Lokasi berada di Perumahan Babatan Indah Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung Surabaya. Identifikasi permasalahan yang dihadapi dari kalangan Ibu Rumah Tangga adalah pada saat itu kondisi cuaca yang tidak menentu, kadang hujan dan kadang datang cuaca panas. Sehingga menyebabkan kondisi kesehatan menurun terutama anak-anak. Obat-obatan dan vitamin yang beredar di pasar harganya tidak murah mengingat para Ibu Rumah Tangga juga harus memikirkan untuk belanja sehari-hari. Tim dari PKM memberikan alternatif agar Para Ibu Rumah Tangga ini dapat menjaga kesehatan keluarganya dengan membuat obat herbal, yaitu kami beri nama JaDuLe (Jahe, Madu dan Lemon). Selain manfaatnya yang sangat besar, obat herbal terbuat dari bahanalami sehingga aman untuk kesehatan. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan alternatif bagi Para Ibu Rumah Tangga dalam menjaga kesehatan tubuh keluarganya tanpa obat-obatan kimia. Sekaligus juga untuk melatih Para Ibu Rumah Tangga untuk berwirausaha dengan menjual obat herbal tersebut di lingkungan sekitar. Dari segi perencanaan PKM, koordinasi tim PKM dengan Para Ibu Rumah Tangga berjalan dengan baik. Rencana pelatihan sudah disepakati bersama dan masing-masing memahami tugas dan tanggung jawabnya. Tim PKM membuat materi pelatihan dan menyiapkan bahan-bahan untuk pembuatan obat herbal JaDuLe. Dari segi pelaksanaan PKM, jadwal pelatihan sudah sesuai dengan rencana yang disepakati bersama. Para Ibu RumahTangga paham dalam membuat obat herbal JaDuLe tersebut dan tertarik untuk mencoba rasanya. Hasil dari PKM ini Para Ibu Rumah Tangga tertarik untuk mencoba membuat sendiri dan berniat untuk menjadikan usaha.

Page 4 of 42 | Total Record : 419