Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service)
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) (p-ISSN: 2580-8680 , e-ISSN: 2722-239X) is a scientific journal that publishes articles of community service from the application of various scientific disciplines. The purpose of this journal publication is to disseminate the results of community service activities that have been achieved in the field of community service. JLM, in particular, focuses on the main problems in developing the following sciences in community service: health, social sciences, entrepreneurship, technology, and teaching education.
Articles
419 Documents
PENGEMBANGAN PRODUK JAHE MERAH INSTANT DENGAN TECHNOLOGY SPRAY DRYING DI KAB. BANYUWANGI UNTUK KUALITAS EKSPOR
Sri Iswati;
Djoko Agus Purwanto;
Iswajuni Iswajuni
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (765.563 KB)
|
DOI: 10.20473/jlm.v1i2.2017.83-88
Ginger is well known in Indonesian society as one of the spices. Almost all regions in the country use ginger as an important ingredient. Along with the knowledge of the community, various packaging of ginger has been circulating, both in the form of extract and liquid. In order to increase packaging, LPPM Airlangga University will cooperate with PT ASIMAS in Lawang. So that the instant red ginger extracted through the spray drying process in Banyuwangi is packed well. The implementation method used is with training and business assistance. The results achieved from the implementation of community service in the form of training and business assistance Red Ginger Syrup Al Maghfiroh Banyuwangi. Pengmas provides information on business management and financial bookkeeping that is very important role for the progress of the company. In addition, provide preliminary information about the management of red ginger into instant products. Based on the analysis found the problem on plastic bottle packaging that has been done AbstrakJahe dikenal baik di masyarakat Indonesia sebagai salah satu rempah. Hampir semua wilayah di tanah air memanfaatkan jahe sebagai bahan masakan penting. Seiring pengetahuan masyarakat, berbagai kemasan jahe telah beredar, baik berbentuk ekstrak maupun cair. Guna peningkatan kemasan, LPPM Universitas Airlangga akan bekerjasama dengan PT ASIMAS di Lawang. Sehingga jahe merah instant yang diekstrak melalui proses spray drying di Kabupaten Banyuwangi dikemas dengan baik. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah dengan pelatihan dan pendampingan usaha. Hasil yang dicapai dari pelaksanaan pengabdian masyarakat yakni berupa pelatihan dan pendampingan usaha Sirup Jahe Merah Al Maghfiroh Banyuwangi. Pengmas memberikan informasi mengenai manajemen usaha dan keuangan hasil pembukuan yang sangat penting peranannya bagi kemajuan perusahaan. Selain itu, memberikan informasi awal tentang pengelolaan jahe merah menjadi produk serbuk (instans). Berdasarkan analisa ditemukan permasalahan pada kemasan botol plastik yang selama ini dilakukan.
CAPACITY BUILDING PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA DI DAERAH WISATA KABUPATEN BANYUWANGI DALAM RANGKA MENDUKUNG DESA/ KELURAHAN TANGGUH BENCANA (DESTANA) TAHUN 2017
Setya Haksama;
Diansanto Prayoga;
Syifa’ul Lailiyah;
Jayanti Dian Eka Sari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2206.119 KB)
|
DOI: 10.20473/jlm.v2i2.2018.72-77
Banyuwangi district was hit by a tsunami in 1994 with a height of 13.9 m due to the 7.2 SR earthquake at a depth of 33 km. Banyuwangi district included high grade class with national rank 163 based on Indonesia Disaster Prone Index 2011. Besides the development of tourism in Banyuwangi district, it was also worth noting also the Index of Disaster Prone. Community participation was needed to support District/Sub-district/ Village of Disaster Resilience. The purpose of this activity was to provide education and demonstrate about community participation in disaster management in tourist area of Banyuwangi District to support Disaster Resilience Village (DESTANA). Methods was training activities. The participants of this training consisted of village from Licin, Kalipuro and Wongsorejo sub-districts; and tour guides (Tour Guide) from Travel Agency (Tourism Travel Agency). The activity was held at Banyuwangi District Public Service Training Center. Data were collected through pretest, post test and observation. Data were analyzed descriptively. The training was divided into two stages, namely the stage of material exposure and simulation. The speakers came from Airlangga University, Culture and Tourism Office of Banyuwangi District, Natural Resource ConservationCenter (KSDA) and Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Banyuwangi District. The success rate of community service activities was the achievement of the first objective “Providing education about community participation in disaster management in Banyuwangi District to support DESTANA” by 90% and second goal “Demonstrate about community participation in disaster management in Banyuwangi District tourism area for supporting DESTANA “by 107%. Community service activities were able to improve the knowledge and skills of the community in the tourist area about the participation of the community in disastermanagement in the tourist area of Banyuwangi District to support DESTANA.AbstrakKabupaten Banyuwangi diterjang tsunami pada tahun 1994 dengan ketinggian 13,9 m akibat gempa 7,2 SR pada kedalaman 33 km. Kabupaten Banyuwangi termasuk kelas rawan tinggi dengan peringkat 163 Nasional berdasarkan Indeks rawan bencana Indonesia 2011. Disamping berkembangnya pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, perlu diperhatikan juga Indeks Rawan Bencana tersebut. Peran serta masyarakat dibutuhkan untuk mendukung Kabupaten/Kecamatan/Desa Tangguh Bencana. Tujuan kegiatan ini adalah Memberikan edukasi dan mendemonstrasikan tentang peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana di daerah wisata Kabupaten Banyuwangi untuk mendukung Desa/ Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA). Metode kegiatan melalui pelatihan. Peserta pelatihan ini terdiri dari perangkat Desa/Kelurahan dari Kecamatan Licin, Kalipuro, dan Wongsorejo; dan pemandu wisata (Tour Guide) dari Agen Perjalanan Wisata (Tourism Travel Agency). Kegiatan dilaksanakan di Balai Diklat PNS Licin Kabupaten Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui pretest, post test dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif. Pelatihan ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap paparan materi dan simulasi. Narasumber berasal dari Universitas Airlangga, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi. Tingkat keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu tercapainya tujuan pertama “Memberikan edukasi tentang peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana di daerah wisata Kabupaten Banyuwangi untuk mendukung DESTANA” sebesar 90% dan tujuan kedua “Mendemonstrasikan tentang peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana di daerah wisata Kabupaten Banyuwangi untuk mendukung DESTANA” sebesar 107%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di daerah wisata tentang peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana di daerah wisata Kabupaten Banyuwangi untuk mendukung DESTANA.
PENGUATAN TATAKELOLA USAHA BAGI PENGRAJIN MINIATUR KAPAL KAYU DI DESA WRINGINREJO KABUPATEN MOJOKERTO
Sugeng Mulyono;
Nyoman Susipta
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (134.935 KB)
|
DOI: 10.20473/jlm.v3i2.2019.53-57
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang guna mengoptimalkan kinerja pengrajin miniatur kapal kayu melalui peningkatan kemampuan dalam tatakelola keuangan, pemasaran dan modernisasi peralatan produksi. Sektor kerajinan ini mempunyai prospek usaha yang baik, mengingat tingkat persaingan rendah, pasar terbuka luas, efisien dalam proses produksi dan mampu menyerap tenaga kerja di Pedesaan. Efisiensi dapat dicapai karena sebagian material produksi memanfaatkan limbah pabrik. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan perpaduan pelatihan, pendampingan dan bantuan peralatan produksi. Pelatihan merupakan kegiatan penyampaian materi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bidang tatakelola keuangan dan pemasaran. Selanjutnya dilakukan pendampingan untuk mengimplementasikan materi pelatihan dan sekaligus monitoring perkembangan pengrajin. Selain itu, untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi, maka perlu diberikan bantuan peralatan produksi sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja bisnis. Kegiatan pengabdian ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pengrajin dalam tatakelola keuangan dan pemasaran, meningkatkan efisiensi proses produksi serta meningkatkan kuantitas dan kualitas produk.ABSTRACTThis community service activity is designed to optimize the performance of wooden boat miniature craftsmen through capacity building in financial management, marketing and modernization of production equipment. This handicraft sector has good business prospects, given the low level of competition, wide open market, efficient in the production process and able to absorb labor in the countryside. Efficiency can be achieved because some production material utilizes factory waste. The method of implementing this service uses a combination of training, assistance and production equipment assistance. Training is an activity to deliver material to improve knowledge and skills in the field of financial management and marketing. Further assistance was made to implement training materials and simultaneously monitor the development of craftsmen. In addition, to increase the quantity and quality of production, it is necessary to provide production equipment as part ofefforts to improve business performance. This service activity has succeeded in increasing the knowledge and skills of craftsmen in financial and marketing governance, improving the efficiency of the production process and increasing the quantity and quality of products.
SANITASI LINGKUNGAN DI KECAMATAN RUNGKUT
Lilis Sulistyorini;
Soenarnatalina Melaniani
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (783.484 KB)
|
DOI: 10.20473/jlm.v2i1.2018.39-44
Surabaya as the capital of East Java Province still has unhealthy housing coverage conditions of 16.54%. Unhealthy housing conditions are influenced by several things, including due to knowledge factors or because of environmental conditions that are not possible. Community service activities in the form of training to the community about environmental sanitation in the Rungkut District aims to increase awareness of the application of environmental sanitation to the community. Efforts to train the community in the implementation of environmental sanitation in the community with PKK cadres and family heads so that conditions of goodand integrated environmental sanitation can be achieved in the community. The activities carried out were socialization to the community regarding the importance of maintaining environmental sanitation on the first day and socialization of the construction of latrines and healthy septic tanks on the second day. The results of the activity showed the participants were enthusiastic throughout the event, there were 3 questions in the Question and Answer session as a form of enthusiasm of the participants. The results of the pre-test and posttestshowed an increase in the score of participants. The socialization of latrine construction and healthy septic tanks went smoothly, some participants showed enthusiasm to build latrines and septic tanks by asking for the number of latrine credit providers. A week after the socialization was carried out the construction of a septic tank in the house of one of the less fortunate residents, with funding from the community service team and the construction of septic tanks in 3 houses of interest at the time of the socialization, at an independent cost. Itis expected to be able to do similar activities in other locations so that environmental sanitation in Surabaya, especially regarding the ownership of septic tanks in Surabaya can be even better.AbstrakSurabaya sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur masih memiliki kondisi cakupan rumah yang tidak sehat sebesar 16,54%. Kondisi rumah yang tidak sehat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain karena faktor pengetahuan maupun karena kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan kepada masyarakat tentang sanitasi lingkungan di Kecamatan Rungkut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penerapan sanitasi lingkungan pada masyarakat. Upaya melatih masyarakat dalam penerapan sanitasi lingkungan di masyarakat dengan kader PKK dan Kepala Keluarga sehingga dapat tercapai kondisi sanitasi lingkungan yang baik serta terpadu di masyarakat. Kegiatan yang dilakukan yakni sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga sanitasi lingkungan pada hari pertama serta sosialisasi tentang pembangunan jamban dan septic tank yang sehat pada hari kedua. Hasil kegiatan menunjukkan para peserta kegiatan tampak antusias sepanjang acara, terdapat 3 pertanyaan pada sesi Tanya-Jawab sebagai bentuk antusiasme peserta. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan skor peserta. Sosialisasi pembangunan jamban dan septic tank sehat berjalan dengan lancar, beberapa peserta menunjukkan antusiasme untuk membangun jamban dan septic tank dengan menanyakan nomor penyedia kredit jamban. Seminggu setelah sosialisasi dilakukan pembangunan septic tank di rumah salah satu warga yang kurang mampu, dengan dana bantuan dari tim pengabdian masyarakat serta terdapat pula pembangunan septic tank di 3 rumah warga yang tertarik pada saat sosialisasi dilakukan, dengan biaya mandiri. Diharapkan dapat dilakukan kegiatan sejenis di lokasi lain agar sanitasi lingkungan di Surabaya, terutama terkait kepemilikan septic tank di Surabaya dapat lebih baik lagi.
PENGAJARAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS UNTUK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Putut Handoko;
Sanhari Parawiradiredja;
Budi Santoso
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 3 No. 1 (2019): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.95 KB)
|
DOI: 10.20473/jlm.v3i1.2019.11-17
Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengembangkan kompetensi bahasa siswa di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Siswa yang dipilih adalah siswa kelas XII dengan pertimbangan mereka akan menyelesaikan proses belajar di sekolah dan terjun ke masyarakat dengan memanfaatkan ketrampilan yang dimiliki. Mitra pengabdian pada masyarakat adalah Siswa Kelas XII SMK Mahardhika Surabaya. Dari analisis situasi yang dilakukan nampak bahwa permasalahan yang dihadapi mitra adalah siswa kelas adalah kurangnya motivasi belajar karena anggapan dasar bahwa Bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang sulit. Dari pretest yang dilakukan ada beberapa materi dasar yang sulit dipahami khususnya reading, kurang mengerti topic, main idea, dan menjawab WH Question serta kurang fokusnya siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Pengajaran menggunakan pendekatan komunikasi persuasif motivasional, diadakan tes awal, pengajaran topic, main idea, dan WH Question dengan pengayaan materi. Setelah proses treatment tersebut diadakan tes evaluasi (post test) yang menampakkan hasil bahwa siswa mulai termotivasi belajar Bahasa Inggris, fokus dan mandiri denganhasil tes rata-rata nilai bagus. Kontribusi dan manfaat yang diperoleh khalayak sasaran adalah motivasi belajar Reading, fokus dan mandiri dalam belajar bahasa inggris.
PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM SEBAGAI PROGRAM PEMBERDAYAAN SANTRI DI PESANTREN ANNUR FATMAH, DESA BELIK, KABUPATEN MOJOKERTO
Achmad Toto Purnomo;
Djoko Agus Purwanto
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (691.82 KB)
|
DOI: 10.20473/jlm.v1i1.2017.6-10
A community empowerment program through training program on cultivation of Pleorotus spp mushrooms is designed as an effort to give the equality, partnership, and togetherness for improving the economic condition of social community. Islamic boarding school Annur Fatmah has potential human and natural resources, thus empowering the students of this school could provide many benefits, especially for good social changes. The program was carried out in the Annur Fatmah Islamic Boarding School in Belik village, Trawas, Mojokerto accompanied with the teams of Institute for Research and Community Service (LPPM) of Universitas Airlangga. The activities involved theory and practice for mushroom cultivation. The participants successfully cultivated mushroom for 2,500 bag-log scale production. This community empowerment activity could facilitate economic improvement by providing home income for students of Annur Fatmah Islamic Boarding School in Belik village, Mojokerto. AbstrakProgram pemberdayaan masyarakat melalui usaha budidaya jamur tiram ini dirancang sebagai upaya untuk memberikan nuansa kesetaraan, kemitraan, dan kebersamaan untuk perbaikan ekonomi masyarakat. Pondok pesantren Annur Fatmah, dengan potensi sumber daya manusia dan alamnya yang melimpah, dapat menjadi bagian dalam proses perubahan sosial. Pemberdayaan santri di pesantren ini ditujukan supaya santri dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, antara lain melalui program pelatihan dan pendampingan dalam usaha budidaya jamur tiram (Pleorotus spp). Dengan didampingi oleh Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga, kegiatan ini dilaksanakan kepada para santri pondok pesantren Annur Fatmah di desa Belik, Trawas, Mojokerto melalui pemberian teori dan praktek lapangan tentang budidaya jamur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil membentuk industri kecil yang mampu memberikan pendapatan bagi santri di pondok pesantren Annur Fatmah di Desa Belik, Mojokerto.
PERAN LABORATORIUM MIKROSKOPIS TB DI PUSTU PULAU MANDANGIN SAMPANG MADURA
Ni Made Mertaniasih;
Eko Budi Koendhori;
Deby Kusumaningrum;
Pepy Dwi Endraswari;
Djohar Nuswantoro;
Soedarsono Soedarsono
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3919.51 KB)
|
DOI: 10.20473/jlm.v1i1.2017.16-21
Mandangin Island is one of the endemic areas of Pulmonary TB in Sampang. Island with an area of about 2 km2 and a population of more than 16 thousand inhabitants, has a high incidence of pulmonary TB. Based on reports from Head of Puskesmas, 57 of every 100 patients who came for treatment were Pulmonary TB patients. The problem is then required the role of TB laboratory for the diagnosis of TB in Pustu I. The method of implementation is done by FGD and mentoring. The results obtained in the implementation of community service is a feed back report and the proposed increase in the role of function of Pustu Mandangin I for the basic process can be PPM, and Pustu II as the preparation laboratory of sputum preparation of suspect tuberculosis patients. Both Pustu in TB laboratory network become the responsibility of Puskesmas Banyuanyar Sampang, as part of national TB laboratory network. It is important to maintain the quality of TB laboratories in TB diagnosis. AbstrakPulau Mandangin merupakan salah satu wilayah endemis TB Paru di Kabupaten Sampang. Pulau dengan dengan luas wilayah sekitar 2 km2 dan berpenduduk lebih dari 16 ribu jiwa, memiliki insidensi TB Paru yang tinggi. Berdasarkan laporan Kepala Puskesmas, sebanyak 57 dari tiap 100 pasien yang datang berobat adalah pasien TB Paru. Permasalahanya kemudian diperlukan peran laboratorium TB untuk penegakan diagnosis TB di Pustu I. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara FGD dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah suatu laporan feed back dan usulan peningkatan peran fungsi Pustu Mandangin I untuk dasar proses dapat menjadi PPM, dan Pustu II sebagai laboratorium preparasi sediaan dahak pasien suspect TB. Kedua Pustu dalam jejaring laboratorium TB menjadi tanggung jawab Puskesmas Banyuanyar Sampang, sebagai bagian jejaring laboratorium TB nasional. Sangat penting menjaga mutu laboratorium TB dalam penegakan diagnosis TB.
PENERAPAN CHAID SEBAGAI ALAT PENGKLASIFIKASI: INSEMINASI BUATAN PADA SAPI MADRASIN DI DESA SEMBILANGAN KABUPATEN BANGKALAN MADURA
Soeharsono Soeharsono;
Herry Agoes Hermadi;
Hana Elijani
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Layanan Masyarakat
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.382 KB)
|
DOI: 10.20473/jlm.v1i2.2017.69-72
One of the success factors of community service is the background of the respondents. This activity aims to classify cattle ranchers in Desa Sambilangan Bangkalan Madura in response to made insemination in cows. The data source is the primary data of the questionnaire results when doing the devotion. Further data were analyzed using CHAID. The results show that twenty breeders own cattle or parental giving. They say the devotion made by the Airlanga University team is very useful. The same assessment also comes from the livestock breeder with the goal of profit sharing and done because of the fun AbstrakSalah satu faktor penunjang keberhasilan pengabdian pada mayarakat adalah latar belakang responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan peternak sapi di Desa Sambilangan Bangkalan Madura dalam menanggapi inseminasi buatan pada sapi. Sumber data berupa data primer hasil kuisioner pada saat melakukan pengabdian. Data selanjutnya dianalisis menggunakan CHAID. Hasil analisis menunjukkan dua puluh peternak yang memilki sapi sendiri atau karena pemberian orangtua. Mereka mengatakan pengabdian yang dilakukan oleh tim Universitas Airlanga sangat bermanfaat. Penilaian yang sama juga berasal dari peternak yang beternak dengan tujuan bagi hasil dan dilakukan karena kesenangan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT HIMPUNAN PENDUDUK PENGGUNA AIR MINUM (HIPPAM) DI DESA BALONGDOWO DAN DESA PUTAT, SIDOARJO, JAWA TIMUR
Farida Hardaningrum;
Wiwin Agus Kristiana;
Ani Wulandari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.702 KB)
|
DOI: 10.20473/jlm.v3i2.2019.72-77
Permasalahan sumber daya air terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Banyaknya industri dan indikasi terjadinya intrusi air laut di berbagai daerah membuat Kabupaten Sidoarjo mengalami ancaman permasalahan air bersih yang cukup serius. Untuk itu pemerintah berupaya membentuk komunitas yaitu Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM) yang merupakan wadah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga dari kekurangan dan keterbatasan terhadap air minum/air bersih. Permasalahan utama puluhan HIPPAM yang telah terbentuk di kabupaten Sidoarjo adalah, kurangnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan air bersih yang telah disediakan oleh pemerintah daerah, kurang mampunya masyarakat berpenghasilan rendah dalam menanggung biaya pemasangan sambungan rumah (SR) serta kurang terampilnyapengurus HIPPAM dalam mengelola administrasi organisasi. Program PKM Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM) Desa Balongdowo dan Desa Putat Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur menawarkan solusi yang diharapkan dapat dilaksanakan oleh mitra kegiatan, yaitu warga desa Balongdowo dan desa Putat. Adapun metode pelaksanaannya adalah: pertama memberikan penyuluhan tentang pentingnya pemanfaatan air bersih untuk kehidupan sehari- hari, kedua memberikan sebuah metode penjernihan air dan ketiga dengan memberikan pelatihan manajemen pengelolaan HIPPAM sebagaimana layaknya sebuah lembaga yang dapat memberi keuntungan dan masukan bagi kas desa. Program ini juga bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan sambungan rumah dari sumber air HIPPAM, serta melaksanakan pemantauan terhadap air HIPPAM desa Balongdowo dan desa Putat yang berasal dari sumur artesis, baik dalamsegi kualitas maupun kuantitasnya. Dari program ini juga diharapkan pengurus dapat mengelola organisasi HIPPAM dengan baik dan profesional.
SOSIALISASI SISTEM LAYANAN ASPIRASI DAN PENGADUAN ONLINE RAKYAT PADA MASYARAKAT DESA SEMANDING, KABUPATEN TUBAN
Putu Aditya Ferdian Ariawantara;
Sulikah Asmorowati;
Erna Setijaningrum
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jlm.v4i1.2020.141-151
Significant changes in the development of science and technology have had an impact on the implementation of public services. The government is required to increasingly provide transparent and accountable public services to the wider community. Along with the development of technology, the method of submitting complaints about public services has also changed, people can now submit their complaints through a system called LAPOR (People's Aspiration Service and Online Complaints to the Community). However, not all levels of society understand how to use the system, so the Administration Department, FISIP, Airlangga University initiated a community service program to socialize the LAPOR system in Semanding Village, Semanding District, Tuban Regency. The method used is a seminar with a structured two-way interaction pattern so that it is more focused in discussing issues or complaints that exist in the village to be submitted to the government. abstrakPerubahan yang signifikan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak dalam implementasi pelayanan publik. Pemerintah dituntut untuk semakin menyediakan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel kepada masyarakat luas. Seiring dengan perkembangan teknologi, metode penyampaian keluhan akan pelayanan publik juga ikut berubah, masyarakat saat ini bisa menyampaikan keluhannya melalui suatu sistem yang disebut LAPOR (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat pada Masyarakat). Akan tetapi tidak semua lapisan masyarakat memahami bagaimana menggunakan sistem tersebut, sehingga Departemen Administrasi, FISIP, Universitas Airlangga menggagas kegiatan pengabdian masyarakat sosialisasi sistem LAPOR di Desa Semanding, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Metode yang digunakan adalah dengan seminar dengan pola interaksi dua arah yang terstruktur sehingga lebih terfokus dalam membahas mengenai permasalahan atau keluhan yang ada di desa untuk disampaikan kepada pemerintah.