cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2022)" : 9 Documents clear
Etnopedagogi: Gagasan dan Peluang Penerapannya di Indonesia Ujang Sugara; Sugito
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.2888

Abstract

Etnopedagogi adalah model pembelajaran baru yang masih dikembangkan hingga saat ini, baik secara konsep maupun implementasinya. Etnopedagogi secara sederhana ialah pembelajaran berbasis etnik, baik yang digunakan sebagai sumber belajar maupun media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konsep Etnopedagogi, implementasi dan hasilnya, hambatan, serta tantangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematis. Tahapan pada penelitian ini adalah menentukan kata kunci, proses pencarian sesuai kriteria, dan analisis artikel. Data untuk studi literatur dikumpulkan dengan bantuan Publish or Perish software. Akses yang digunakan untuk mencari artikel yang dikaji menggunakan database Google Scholar dan Scopus dengan rentang waktu 10 tahun terakhir. Hasil studi menunjukkan belum didapatkan konsep yang jelas mengenai Etnopedagogi. Hambatan yang berasal dari belum matangnya konsep menyebabkan implementasi Etnopedagogi yang belum matang, seperti minimnya kompetensi guru mengenai Etnopedagogi. Tantangan yang ada ialah para pemangku kepentingan pendidikan harus berani mengubah pandangan mengenai paradigma pembelajaran. Selain itu, perlu adanya pembenahan dari guru mengenai kompetensi Etnopedagogi. Dengan demikian, perlu adanya pematangan lebih lanjut mengenai konsep Etnopedagogi.
Pemahaman Guru Biologi SMA di Sekolah Penggerak DKI Jakarta terhadap Pendekatan Etnosains pada Kurikulum Merdeka Festiyed Festiyed; Mega Elvianasti; Skunda Diliarosta; Prima Anggana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.2993

Abstract

Tema kearifan lokal merupakan tema yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sains seperti Biologi. Dalam proses pembelajaran, kearifan lokal terwujud dalam sebuah pendekatan, yaitu pendekatan etnosains. Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan persepsi guru terkait kearifan lokal dan etnosains dalam Kurikulum Merdeka. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen berupa wawancara mendalam. Populasi dalam penelitian adalah guru Biologi SMA yang menjadi Sekolah Penggerak di DKI Jakarta. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling dengan pertimbangan sampel yang bersedia sebagai responden. Transkrip wawancara kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik koding berbantuan software NVIVO 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami adanya perubahan kurikulum dan tema kearifan lokal menjadi tema yang direkomendasikan dalam Kurikulum Merdeka. Guru memahami bahwa kearifan lokal penting diintegrasikan dalam pembelajaran Biologi tetapi mengalami kesulitan dalam mengintegrasikannya. Sebagian besar guru Biologi belum memahami istilah pendekatan etnosains karena istilah ini masih asing bagi guru. Selain itu, guru Biologi cenderung menggunakan asesmen sumatif walaupun dalam Kurikulum Merdeka terdapat asesmen diagnostik dan asesmen formatif.
PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI DAERAH 3T (TERLUAR, TERTINGGAL, DAN TERDEPAN) DI INDONESIA DALAM PANDEMI Anta Ibnul Falah; Agus Heruanto Hadna
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.2997

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak tidak hanya pada bidang kesehatan, tetapi juga pada bidang-bidang lain termasuk pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan permasalahan formal/utama pendidikan yang dihadapi siswa yang berada di daerah 3-T di masa pandemik dan mendiskusikan alternatif solusi untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan basis utama penelitian terdahulu yang diperoleh dengan pendekatan semi-systematic literature review. Hasil analisis menunjukkan adanya enam metamasalah yang dihadapi pendidikan di daerah 3-T pada kondisi pandemi, yaitu 1) Sulitnya internet dan alat komunikasi untuk melakukan pembelajaran daring, 2) Keterbatasan ekonomi/pendapatan orang tua siswa, 3) Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, 4) Kurang memadainya kualitas pendidik yang tersedia, 5) Minimnya jumlah pendidik/tenaga kependidikan, dan 6) Sulitnya infrastruktur jalan dan jauhnya jarak tempuh sekolah. Berdasarkan enam metamasalah tersebut, hasil formulasi masalah formal yang dilakukan yakni belum meratanya sarana dan prasarana publik yang mendukung pendidikan di daerah 3-T. Alternatif solusi yang diusulkan yaitu akselerasi pembangunan infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Strategi Kepala Sekolah Menengah Atas dalam Menyiapkan Sekolah Penggerak Nelson Dowansiba; Hermanto Hermanto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.3060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memformulasikan strategi kepala sekolah dalam menyiapkan Sekolah Penggerak terkait dengan: 1) penguatan SDM; 2) pembelajaran paradigma baru; dan 3) sarana prasarana. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan berlokasi di SMAN 1 dan 2 Wonosari, Yogyakarta. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen arsip sekolah. Hasil penelitian menunjukkan: 1) strategi yang dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 1 dan 2 Wonosari untuk meningkatkan kompetensi SDM adalah dengan mengusung konsep perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi (PPE); 2) strategi yang dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 1 dan 2 Wonosari untuk mengelola pembelajaran paradigma baru adalah dengan menggunakan konsep student centered learning (SCL); dan 3)strategi yang dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 1 dan 2 Wonosari untuk menyediakan sarana dan prasarana adalah dengan konsep 2P atau perencanaan dan pengadaan. Ketiga strategi tersebut dinilai paling efektif untuk menyiapkan Sekolah Penggerak.
Model Pembelajaran Inovatif dengan Memanfaatkan TV Edukasi Eni Susilawati; M. Shalehuddin Al Ayubi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.3063

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pembelajaran inovatif berbasis TVE dari berbagai aspek, yaitu kesiapan guru dalam menerapkan model, pemanfaatan media melalui model yang telah diterapkan guru saat pembelajaran di masa pandemi Covid-19, serta aspek teknis dan kebijakan pendukung penerapan model pembelajaran inovatif berbasis TVE. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah 806 orang guru SD. Pendalaman dan verifikasi data menggunakan wawancara dan FGD dengan beberapa guru SD dan tim Pengembang Teknologi Pembelajaran Pusdatin. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aspek persiapan pembelajaran perlu meningkatkan kompetensi dan frekuensi guru dalam memanfaatkan konten TVE, serta perlu dirancang model pembelajaran berbasis TVE yang mengintegrasikan keterlibatan siswa, keterampilan kolaborasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Pada aspek teknis, perlu ditingkatkan jumlah dan kelengkapan konten TVE untuk jenjang SD, serta didukung penyediaan internet dan anggaran berlangganan TV kabel bagi sekolah. Pada aspek kebijakan, perlu adanya dukungan dari pimpinan sekolah dalam menyediakan sarana dan prasarana yang didukung, dengan memaksimalkan pemanfaatan dana BOS serta dukungan pendampingan dari orang tua. Ke depannya TVE sebaiknya melakukan difusi yang lebih masif dan peningkatan kemudahan akses TVE sehingga dapat dimanfaatkan lebih optimal dalam pembelajaran.
Sejarah Rumah Tradisional Umah Pitu Ruang di Tanah Gayo, Aceh Sufandi Iswanto; Ramazan Ramazan; Nina Suryana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.3142

Abstract

This research discusses about umah pitu ruang found in the Gayo community in Tanah Gayo, Aceh. The purpose of the study is to describe the meaning umah pitu ruang and the history of the emergence of umah pitu ruang in the Gayo community. This study uses the historical method using five stages, namely topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results showed that umah pitu ruang is a series of words from the Gayo language, umah means house, pitu means seven, and space means space. Thus, umah pitu ruang can be interpreted as a house with seven rooms. The term umah itself is the influence of Austronesian traditions and languages. Umah pitu ruang is thought to have appeared hundreds of years ago long before the emergence of the Linge Kingdom. It all started with the arrival of the ancestors of the Gayo tribe who initially lived in baking pans but later built simple stilt houses. Over time, the number of residents, cultural, and customary knowledge that developed led to the emergence of umah pitu ruang.
Identitas Kerajaan Gowa Berdasarkan Koleksi Museum Balla Lompoa Sungguminasa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Nurul Adliyah Purnamasari; Dwi Sumaiyyah Makmur
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.3182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung pada seluruh koleksi di Museum Balla Lompa Sungguminasa sebagai sebuah identitas bagi Kerajaan Gowa pada masa lampau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu studi pustaka berupa penelusuran sumber-sumber tertulis, dilanjutkan dengan observasi lapangan yang mencakup proses pencatatan atau pendeskripsian koleksi, serta dilengkapi dengan data hasil pemotretan. Seluruh data koleksi dianalisis untuk melihat atribut penting yang mampu merepresentasikan identitas sejarah dan budaya Kerajaan Gowa pada masa lampau. Identitas yang dimaksud adalah ciri khas dan karakter khusus yang membedakan Kerajaan Gowa dengan kerajaan-kerajaan lainnya di Sulawesi Selatan. Melalui penelitian ini, diketahui bahwa koleksi di Museum Balla Lompoa Sungguminasa merepresentasikan identitas Kerajaan Gowa yang tercermin melalui nilai-nilai kemaritiman, kejayaan, etnisitas, religiositas, dan perjuangan.
Daftar Isi, Editorial, Lembar Abstrak Admin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI
Indeks, Pedoman Penulisan admin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INDEKS

Page 1 of 1 | Total Record : 9