Articles
144 Documents
TOLERANSI PERBEDAAN ALIRAN GERAKAN DAKWAH DI SUATU KELUARGA DALAM PERSPEKTIF KONSELING MULTIBUDAYA
Ulya, Maemunatul;
Nida, Isna Fauziatin;
El Husna, Amara Zulfa
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v7i2.24100
Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi umat Muslim terbesar ke-2 di dunia karena terdapat dua organisasi Islam terbesar yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Istilah kerukunan umat beragama identik dengan istilah toleransi. Istilah toleransi menunjukkan pada arti saling memahami, saling mengerti, dan saling membuka diri dalam bingkai persaudaraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif konseling multibudaya dalam mengelola perbedaan aliran gerakan dakwah di suatu keluarga. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian field research (penelitian lapangan) kategori studi kasus yang disajikan secara deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah suami istri dalam suatu keluarga yang menggunakan gerakan dakwah berbeda. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, perbedaan mazhab dapat dikelola secara harmonis dalam keluarga, memperkuat hubungan keluarga dan komunitas secara keseluruhan.
Implementasi Nilai-Nilai Konseling dalam Kisah Nabi Ibrahim pada surat ash-Shaffat 102-103
Zain, Arifin
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/0bw69t80
Abstrak : Dalam al-Qur`an surat ash-Shaffat ayat 102-103 berisi tentang kisah penyembelihan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim terhadap anaknya Ismail. Perintah penyembelihan dari Allah ini merupakan satu cobaan luar biasa dan mengandung beban psikologis yang berat, tidak hanya bagi Nabi Ibrahim tapi juga bagi anaknya Ismail. Beban berat bagi Nabi Ibrahim karena Ismail adalah anaknya yang sudah puluhan tahun dinantikan, sementara bagi Ismail beban beratnya bukanlah karena dia yang akan disembelih melainkan dia tidak sanggup melihat ayahnya bersedih saat melaksanakan tugas tersebut. Realitasnya sebelum melaksanakan penyembelihan, terjadi dialog yang luar biasa mendalam antara ayah dan anak tersebut, karena Nabi Ibrahim tidak serta merta melakukannya akan tetapi meminta tanggapan dari Ismail. Masalah utama dalam penelitian ini adalah tentang implementasi nilai-nilai konseling dalam Kisah Qurban Nabi Ibrahim pada surat ash-Shaffat 102-103. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian kepustakaan dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dialog antara Nabi Ibrahim dan anaknya mengandung beberapa nilai konseling, yaitu : keterampilan komunikasi konseling, nilai empati dan kasih sayang, nilai Spiritualitas dan nilai kerjasama dalam pengambilan keputusan baik antara konselor dengan klien maupun antara ayah dan anak.
Agama Dan Disabilitas: Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak Disabilitas (Perspektif Nilai-Nilai Keagamaan)
Yusuf, Muhammad
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jkma4686
Pola asuh orang tua terhadap anak disabilitas sangat di perlukan, apa lagi anak disabilitas yang sangat mengharapkan perhatian khusus, terkadang sebagian orang tua tidak menerima anak disabilitas dengan baik karena anak disabilitas di anggap sebagai aib dan seterusnya, padahal anak itu murni pemberian Allah kepada orang tua yang sanggup untuk mengasuhnya. Namun orang tua enggan bahkan tidak mengasuh anak disabilitas dengan baik. Oleh sebab itu perlu pemahaman dan pengasuhan terhadap anak disabilitas dengan perhatian lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap anak disabilitas ditinjau dari sudut pandang keagamaan dan untuk mengetahui tantangan dalam mengasuh penyandang disabilitas. Dalam kajian ini metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif sedang Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil yang di temukan adalah pola asuh dan tingkat pemahaman orang orang tu terhadap anak disabilitas berpendapat anak-anak disabilitas merupakan anak-anak titipan Allah yang perlu disyukuri dan bukan aib yang harus ditutupi, dalam pembinaannya atau pola asuhnya memang untuk membina anak disabilitas perlu perhatian dan kasih sayang yang lebih kepada mereka, perlu kesabaran dan ketekunan, karena karakter anak disabilitas yang berbeda-beda tentu tingkah lakunya juga berbeda, Adapun tantangannya anak disabilitas lebih susah di atur apa lagi susah memahami bahasa isyarat yang mereka sampaikan.
Kesehatan Mental Anak (Upaya Orang Tua Tunggal dalam Pemenuhan Hak Anak)
NK, Mahdi;
Juli Andriyani
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/hkkkqr85
Sehumlah Hak anak disebutkan dalam Deklarasi Majelis Umum PBB meliputi pendidikan, perawatan kesehatan, perlindungan, tempat tinggal dan gizi yang layak. Kesehatan mental merupakan aspek penting kesejahteraan anak karena dapat mempengaruhi banyak aspek kehidupan anak. Tujuan artikel ini adalah untuk menyoroti upaya dan strategi yang digunakan oleh single parent untuk melindungi hak anak mereka. Penelitian ini mengadopsi metode tinjauan sistematis menggunakan metode Prisma dalam memilih artikel. Ini adalah alat dan panduan bagi penulis untuk mengevaluasi tinjauan sistematis dan meta-analisis berkualitas tingg yang diambil dari database online Google Cendekia, Science Direct, dan PubMed menggunakan kata kunci “kesehatan mental” dan “anak-anak”. Pemilihan artikel yang diterima didasarkan pada publikasi yang diterbitkan pada tahun 2020–2024 (lima tahun terakhir). Hasil pencarian menunjukkan bahwa setidaknya 15 artikel ditemukan di tiga basis data yang disebutkan di atas yang memenuhi kriteria inklusi. Setelah meninjau artikel-artikel ini, kami menemukan bahwa orang tua telah melakukan banyak upaya untuk memberikan anak-anak mereka perlindungan dari semua ancaman, rasa aman, kenyamanan, kualitas pendidikan dan perawatan kesehatan terbaik, serta tempat tinggal yang bagus. Menyediakan makanan yang cukup untuk pemenuhan akan gizi anak bertahan hidup.
REGULASI DIRI TERHADAP BELAJAR MAHASISWA TINGKAT AKHIR YANG SUDAH MENIKAH DI UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG
Ramadhanty, Citra;
Fauzi, Ahmad
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v7i1.17376
This study was conducted to find out and understand more deeply about self-regulation of married final year students. Self-regulation in learning has a big role in achieving one's achievement. In the independent learning process, one needs to set their learning goals, make their lesson plans, choose their learning strategies, monitor their learning processes, evaluate and suppress their learning disorders. The approach used is a descriptive qualitative approach. Research subjects were selected by purposive sampling technique. And the data collection techniques used were observation and interviews. Interviews were conducted using the WhatsApp application. The results of this study found that the three resource persons used self-regulation in learning in the form of cognitive regulation, emotional regulation and motivation regulation. Self-regulation in learning carried out by the speakers is influenced by the environment, self-motivation and self-confidence. Self-regulation creates feelings of security, calm, comfort and creates a sense of confidence and motivation for themselves to immediately complete their final project or thesis.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK HOMEROOM UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK DI KABUPATEN JOMBANG
Febriani, Asfiah;
Widyarto, Wikan Galuh
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v6i1.17578
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri dan mengetahui seberapa efektifitasnya bimbingan kelompok teknik homeroom untuk meningkatkan kepercayaan diri anak di desa Karobelah kecamatan Mojoagung kabupaten Jombang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian one group pre-test post-test dengan membandingkan nilai angket pre-test kepercayaan diri sebelum diberikan tratment dengan nilai post-test angket kepercayaan diri setelah mendapatkan treatment. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling yaitu mempertimbangkan kriteria tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah anak di desa Karobelah kabupaten Jombang yang berusia 10-11 tahun yaitu berjumlah 30 anak, sampel berjumlah 7 anak. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Hasil uji hipotesis menggunkan uji paired T test bernilai Sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga menunjukkan terdapat perbedaan variabel awal dan variabel akhir. 2) penerapan teknik homeroom dapat meningkatkan kepercayaan diri anak usia 10-11 tahun di desa Karobelah kabupaten Jombang, dilihat dari hasil angket pre-test dan post-test. 3) kriteria peningkatan kepercayaan diri termasuk pada kategori tinggi sehingga teknik homeroom efektif digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri. 4) tingkat kepercayaan diri anak usia 10-11 tahun yang semula pada kategori rendah, naik menjadi kategori tinggi. Hal ini berdasarkan pada nilai posttest yang mengalami peningkatan.
ANALISIS NILAI-NILAI BIMBINGAN KONSELING ISLAM DALAM SYAIR PEURATEP ANEUK ADAT DI KECAMATAN MEURAH MULIA, ACEH UTARA
Marzuki, Ramazana;
Fauzi, Ahmad
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v6i1.17894
Penelitian ini membahas tentang “Analisis Nilai-Nilai Bimbingan Konseling Islam dalam Syair Peuratep Aneuk Adat di Meurah Mulia, Aceh Utara, Provensi Aceh”. Hal yang melatar belakangi penelitian ini adalah sangat sering masayarakata aceh melantunkan Syair Peuratep Aneuk pada saat ingin menidurkan anak nya. Dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk menganalisis makna-makna budaya dan nilai-nilai Bimbingan dan Konseling Islam pada Syair Peuratep Aneuk Syair Peuratep Aneuk adat Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan Content Analysis yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan penafsiran mendalam tentang konten yang diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, Makna-makna budaya pada Syair Peurateb Aneuk Adat Aceh yaitu : Nilai ketundukan, nilai keselamatan, nilai kedamaian, nilai kepahlawanan, nilai keselamatan, dan nilai pendidikan. Kedua, Nilai-nilai bimbingan dan konseling islam pada Syair Peurateb Aneuk, yaitu : Nilai ketundukan dan kepatuhan tersebut anak akan menambahkan ketakwaan, sehingga pengenalan dini anak kepada penghambaan diri kepada Allah memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan anak secara fisik maupun psikis.
LAYANAN KONSELING INDIVIDU MELALUI PENDEKATAN MAUIDHAH HASANAH UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA SMK MA’ARIF CIJULANG
Sopiah, Ai Durotus;
Nurjannah, Nurjannah
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v6i2.18196
Nasihat yang baik merupakan nasihat yang mampu dicerna oleh setiap individu dan mampu meberikan efek yang baik pada khalayak yang menerima pesan tersebut. keberadaan Guru Bk dilingkungan pendidikan sangat penting adanya. Hal ini karena dengan keberadaannya banyak aspek yang terbantu sebagaimana tugas fungsinya. Tujuan pada penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana layanan konseling individu yang dilakukan oleh Guru BK dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui pendekatan mauidhah hasanah. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini bahwa layanan konseling individu melalui pendekatan mauidhah hasanah efektif digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Keefektifan tersebut dapat terlihat dari proses peberian peringatan atau pengajaran kepada siswa agar terbebas dari segala kebodohan, dan pengajaran tersebut dapat memberikan dan mengasilkan efek yang baik pada setiap peserta didik yang telah mengikuti layanan konseling individu.
BIMBINGAN ROHANI ISLAM UNTUK MEMBANTU PEMULIHAN PADA IBU YANG KECANDUAN NARKOBA
Karomah, Umi;
Nurhikmah, Novita Sari Putri;
Azizah, Nur
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v7i2.18694
This research discusses the role and function of implementing Islamic spiritual guidance in institutional settings, such as the National Narcotics Agency, in supporting the recovery process for drug addicts. In the sense that Islamic spiritual guidance is made for addicts, namely so that they can be aware and get closer to the creator by providing religious material or spiritual coaching by a clergyman. In this study, the method used is a qualitative type with a case study approach. The subject under study is a mother, and data collection techniques through interviews and observation. Meanwhile, the data analysis uses the results of conducting interviews plus a literature review. The results of this study indicate that applying Islamic spiritual guidance in these institutions can be an alternative to helping drug addicts to change their maladaptive habits. Therefore, this journal directs that more and more institutions hold Islamic spiritual guidance programs to help others.
PURNABAKTI DALAM PERSPEKTIF KONSELING ISLAM
Jamil Yusuf, M.
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/taujih.v6i1.18743
Setiap orang yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara, karyawan dan pekerja sesuai peraturan perundangan yang berlaku wajib menerima pada purna bakti atau pensiun dengan segala hak yang melekat padanya. Memasuki masa pensiun berarti mengakhiri masa bertugas/bekerja dan kembali menjadi warga masyarakat biasa untuk meneruskan pengabdiannya kepada keluarga dan kegiatan-kegiatan sosial masyarakat. Pada sebagian pensiunan bahwa memasuki masa purna bakti adalah sebuah kebahagiaan, namun pada sebagian lainnya bisa mengalami masalah-masalah berat seperti berkurangnya keuangan, menurunnya kesehatan, merasa kesepian dan sebagainya. Pada sebagian pensiunan yang mengalami masalah sangat mungkin yang bersangkutan dapat menangani sendiri masalahnya, namun pada sebagian lainnya dipandang perlu mendapat layanan bantuan, termasuk layanan konseling Islam. Dalam perspektif konseling Islam adalah beberapa hal yang ditawarkan, yakni: (1) memunculkan asumsi bahwa para pensiunan itu haus akan kasih sayang dan penerimaan anggota keluarga. Lalu konseling Islam harus mengakomudir dua hal ini serta mengembangkan tujuan hidup yang bermakna; (2) sebagai konselor Muslim harus mengedepankan banyak mendengar tentang masalah dan konsep hidup bermakna yang didambakan klien di hari-hari tuanya hingga menemukan kesepakatan yang bermakna; dan (3) indikator kualitas diri seseorang klien amat ditentukan oleh kualitas ketabahan dan kesabaran. Semakin tangguh seseorang menghadapi masalah, maka semakin kuat dalam mengharungi kesulitan-kesulitan hidup di hari tuanya.