cover
Contact Name
Nining Fitrianingsih
Contact Email
wijayahusada8@gmail.com
Phone
+62812 9581 9088
Journal Mail Official
wijayahusada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ibrahim Adjie No. 180, Sindang Barang, Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Wijaya
Published by STIKes Wijaya Husada
ISSN : 23014113     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.46508/jiw.v11i2
Core Subject : Health,
Focus & Scope The scope of this journal includes studies that intend to examine and understand nursing health care interventions and health policies that utilize advanced health research. This journal is also committed to enhancing high quality research by publishing analytic techniques, steps, and research methods no exception to systematic review papers. The policy issues for this journal are as follows: 1. Nursing health research: Fundamentals of Nursing, Nursing Management, Medical-Surgical Care, Critical Care Nursing, Emergency and Trauma Care, Community Health Care, Mental Health Care, Geriatric Care, Family Care, Maternity Care, Child Care, and Nursing Education 2. Public Health research: Epidemiology and Biostatistic, Health service effectiveness, management and re-design, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health, Maternal and child health.
Articles 152 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE ACEJ (ACTIC, CREATIVE, EFFEKTIVE, AND JOYFUL) TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Sri Redjeki; Ratih Suryaman
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Number 2 Tahun 2022
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kekerasan seksual pada anak memberikan dampak traumatis yang berbeda-beda pada seseorang dan dapat menjadi sangat mengkhawatirkan sebab dapat menimbulkan dampak jangka panjang disepanjang kehidupan anak. Memberikan pengajaran pada anak tentang pendidikan seksual dibutuhkan metode yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak. Metode ACEJ (Active, Creative, Effective, and Joyful) dapat diterapkan pada anak usia sekolah, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dengan menyiapkan anak memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan sikap untuk persiapan kehidupan di masa depan. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pedidikan kesehatan dengan metode ACEJ (Active, Creative, Effective, and Joyful) Terhadap Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada anak. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Pre-Experimental. Desain Penelitian Praeksperimen ini menggunakan Desain (Rancangan) One Group Pretest Posttest Design Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik total Sampling populasi dalam penelitian ini adalah pasien 28 responden. Analisa data univariat dan bivariate adalah wilcoxon. Hasil : Dari 28 responden sebanyak dapat diketahui bahwa pada kelompok intervensi, rerata upaya pencegahan kekerasan seksual sebelum diberikan pendidikan kesehatan ACEJ sebesar 2.58±0.441 sedangkan sesudah diberikan pendidikan kesehatan ACEJ mengalami penurunan menjadi 1.05±0.418. Berdasarkan uji wilcoxon diperoleh nilai p value sebesar 0.000 (p<0.05). Kesimpulan : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode acej (actic, creative, effektive, and joyful) terhadap upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI MUAL MUNTAH PADA PENDERITA HIPEREMESIS GRAVIDARUM Ratih Suryaman; Tety Novianty
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Number 2 Tahun 2022
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menurut WHO (World Health Organization) jumlah kejadian mual dan muntah mencapai 30,1 % dari jumlah kehamilan di dunia. Kunjungan pemeriksaan ibu hamil di Indonesia diperoleh data ibu dengan hiperemesis gravidarum mencapai 35% dari seluruh kehamilan. AKI berdasarkan data profil kesehatan Jawa Barat tahun 2014 sebesar 96/100.000 kelahiran hidup, yaitu sekitar 19,8% dari jumlah angka kematian ibu menurut SDKI. Jumlah kejadian hiperemesis gravidarum di Jawa Barat yaitu sebesar 60- 80% wanita hamil trimester pertama pada kehamilan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada penderita hiperemesis gravidarum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, desain penelitian pre eksperimen dengan pendekatan One Group Pre Post Test Design. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Cibungbulang Kabupaten Bogor pada bulan Desember 2021 dengan sample ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual muntah sebanyak 30 orang menggunakan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Intrumen yang digunakan yaitu Standar Operasional Prosedur dan Lembar Observasi yang diolah menggunakan Uji Hipotesis Non Parametric Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Hasil analisis menggunakan Uji Hipotesis Non Parametric Wilcoxon Signed Rank Test yaitu dilihat dari nilai Sig. (Signifikan) yaitu 0,000. Maka, P value < 0,05 (Ho ditolak, Ha diterima). Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada penderita hiperemesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas Cibungbulang Kabupaten Bogor.
HUBUNGAN PENGALAMAN LAMA BEKERJA PERAWAT DENGAN SELF EFFICACY DALAM MELAKUKAN TINDAKAN CPR Veronika Hutabarat
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Number 2 Tahun 2022
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Cardio Pulmonary Resusitation (CPR) atau yang biasa disebut Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah sekumpulan intervensi yang bertujuan untuk mengembalikan dan mempertahankan fungsi vital organ pada korban henti jantung dan henti nafas. Menurut Depkas RI penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian nomer satu yakni, penyebab 39% dari seluruh kematian di dunia dimana menurut WHO 60% diantaranya adalah penyakit jantung iskemik. Di Indonesia sendiri belum didapatkan data yang jelas mengenai jumlah prevalensi kejadian henti jantung namun diperkirakan sekitar 10.000 warga per tahun yang mengalami henti jantung. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan Pengalaman Lama Bekerja Perawat Dengan Self Efficacy dalam melakukan tindakan CPR. Metode: Rancangan penelitian descriptif corelational dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling total sampling. Penelitian ini dilaksanakan di RS PMI pada tanggal 09-14 April 2021 dengan sampel sebanyak 30 perawat. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan 1 pertanyaan terbuka pada variabel independen dan kuisioner GSE (General Self Efficacy) pada variabel dependen. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik cramer. Hasil : Dari 30 responden, sebanyak 20 responden (66,7%) memiliki lama bekerja kategori lama > 3 tahun dan 17 responden (56,7%) memiliki self efficacy yang tinggi. Pada uji statistik cramer didapatkan nilai P Value 0,037 yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dan perhitungan Odds Ratio di peroleh nilai OR sebesar 5,444. Menunjukkan bahwa lama bekerja kategori lama > 3 tahun memiliki potensi self efficacy tinggi 5 kali lebih besar dibandingkan dengan lama bekerja kategori baru < 3 tahun. Kesimpulan : Ada hubungan antara lama bekerja perawat dengan self efficacy dalam melakukan tindakan CPR.
PENGARUH SENAM JANTUNG TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH Ade Suryani; Dianne Adha
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Number 2 Tahun 2022
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

orang di dunia menyandang hipertensi. Angka kejadian hipertensi di dunia saat ini telah mencapai 26,4% populasi dunia. Selain itu di wilayah ASEAN juga mendapat angka kejadian hipertensi yang cukup tinggi yaitu seperti di Thailand sebanyak 17%, Philipina 22%, Malaysia 29,9%. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam jantung terhadap perubahan tekanan darah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Pre Eksperimen dan desain penelitian one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang memiliki tekanan darah tinggi dan besar sampel diperoleh 20 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 di Wilayah Puskesmas Leuwiliang. Hasil : Hasil penelitian rata-rata sebelum dilakukan perlakuan intervensi senam jantung adalah 140/93.5 mmHg. Sedangkan setelah dilakukan perlakuan intervensi senam jantung didapatkan rata-rata 133.5/87.5 mmHg Analisis uji statistik menggunakan uji Paired T-Test dengan hasil p-value 0,000 (p < 0,05) Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada signifikansi 5% terdapat pengaruh yang signifikan pada pemberian intervensi senam jantung terhadap tekanan darah. Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh senam jantung terhadap perubahan tekanan darah pada lansia sesudah 9 kali pemberian intervensi senam jantung. Untuk itu diharapkan senam jantung dapat dijadikan sebagai salah satu alterna
HUBUNGAN SAFETY CULTURE DENGAN KEJADIAN NEEDLE STICK INJURY PADA PERAWAT Al Muhajirin; Ade Suryani
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Number 2 Tahun 2022
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Perkiraan tingkat penularan diantara 39,5 juta petugas tenaga kesehatan khususnya perawat di selurug dunia, 3 juta perawat diantaranya pernah mengalami kejadian needle stick injury atau cedera tertusuk jatum suntik. Di Indonesia, berdasarkan data kecelakaan kerja di Kabupaten Bekasi, dilaporkan sebanyak 1.294 kasus dimana diantaranya merupakan kasus kecelakaan kerja tertusuk jarum suntik. Kejadian tertusuk jarum suntik menjadi masalah serius yang harus dihadapi oleh tenaga kesehatan. Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat tertusuk jarum suntik yaitu infeksi virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV) dan human immunodeficiency virus (HIV). Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Safety Culture dengan Kejadian Needle Stick Injury pada Perawat di Ruang Rawat Inap Mawar dan Eboni RS PMI Kota Bogor. Metode: Jenis Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 56 perawat dengan teknik penggunaan sampel yaitu total sampling, serta instrumen penelitian yang digunakan adalan lembar kuesioner. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisa univariat dan bivariat. Hasil : Hasil penelitian didapat data, dari 56 perawat 35 perawat (62,5 %) berperilaku positif dalam melakukan safety culture. Serta, 41 perawat (73,2%) perawat tidak pernah mengalami kejadian needle stick injury. Berdasarkan hasil uji statistika dengan menggunakan creamer’s v p value ≤ 0,05. Kesimpulan : terdapat Hubungan Safety Culture dengan Kejadian Needle Stick Injury pada Perawat di Ruang Rawat Inap Mawar dan Eboni RS PMI Kota Bogor. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan bagi tenaga kesehatan khusunya perawat untuk meningkatkan kembali kepatuhan penggunaan APD agar tidak terjadinya kecelakaan kerja.
PENGARUH EDUKASI PENANGANAN TERSEDAK PADA ANAK USIA DI BAWAH LIMA TAHUN (BALITA) TERHADAP PENGETAHUAN ORANG TUA Nur Aidah; Tety Novianty
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Number 2 Tahun 2022
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pengetahuan menjadi hal yang penting bagi individu yang memiliki anak di bawah lima tahun (balita), kurangnya pengetahuan akan berdampak pada perilaku orang tua atau pengaruh dalam menangani tersedak pada anak, bila perilaku dalam penanganan tersedak pada anak benar maka anak akan terhindar dari ancaman kematian. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Penanganan Tersedak Pada Anak Usia di bawah Lima Tahun (BALITA) terhadap Pengetahuan Orang Tua. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra eksperimental dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain ”one group pre-test and post-tes”. Jumlah sampel dalam penelitian ini 34 responden orang tua yang memiliki anak usia dibawah lima tahun (BALITA) dengan menggunakan teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang sudah di uji validitas lalu disebarkan melalui “Google Form” dan data diolah dengan menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Hasil penelitian pengetahuan orang tua pada saat PreTest didapatkan hasil bahwa banyaknya responden dengan pengetahuan kurang yaitu 31 responden (91,2%) dan sesudah dilakukan edukasi pada saat PostTest didapatkan hasil bahwa sebagian dengan pengetahuan cukup yaitu sebanyak 21 responden (61,8%). Hasil analisa menggunakan Uji Hipotesis Non Parametric Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan nilai p- value = 0,000 yang artinya P value ≤ 0,05 (Ho ditolak, Ha diterima Kesimpulan : terdapat pengaruh edukasi penanganan tersedak pada anak usia di bawah lima tahun (BALITA) terhadap pengetahuan orang tua.
HUBUNGAN SIKAP DENGAN PREHOSPITAL CARE CEDERA SERVIKAL PADA MASYARAKAT Ade Suryani
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 14 No. 2 (2022): Volume 14 Number 2 Tahun 2022
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam World Report on Road Traffic Injury Prevention, swkitar 1,3 juta orang meninggal setiap tahunnya dikarenakan kecelakaan lalu ;intas dan jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah menjadi 1,9 juta pada tahun 2020. Tentang kecelakaan tersebut 90% nya terjadi dinegara- negara berkembang termasuk Indonesia. Cedera servikal merupakan salah satu cedera tulang belakang terbanyak pada pasien trauma. Di Amerika tahun 2008 dari 100.000 kasus cedera tulang belakang, sebanyak 67% merupakan kasus cedera servikal. Penilaian awal dilakukan berdasarkan American Spinal Cord Association (ASIA) impairment score namun prognosis outcome sering tidak diperhatikan. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan sikap dengan praktik prehospital care pasien trauma Cedera Servikal pada masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif Analitik dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain cross sectional. Sampel riset sebesar 98 responden, dimana responden adalah masyarakat dari Rt: 04 dan Rt.02 Desa Kedung Jaya dan menggunakan Teknik rumus adalah Isaac and Michael dalam penelitian. Analisa Univariat dan Bivariat dengan uji chi-square. Hasil : Dengan menggunakan Uji Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square di dapatkan nilai p value 0.040 < 0,05 artinya (Ha diterima dan Ho ditolak). Dari nilai tersebut maka dapat disimpulkan ada Hubungan sikap dengan praktik prehospital care pasien trauma Cedera Servikal pada masyarakat. Kesimpulan : Peneliti berharap riset ini dapat memberikan gambaran dan acuan agar adanya sikap dan pemahaman pada warga dan masyarakat dalam melakukan penanganan kepada korban kecelakaan dengan Cedera Sevikal guna meminimalisir adanya komplikasi yang berlanjut.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER Chuchum Sumiarty; Aldila Nur Rizky; Andrian Maelani; Ani Rahmaini Haliza
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung merupakan masalah kesehatan pasien yang penting karena morbiditas dan moralitas nya sangattinggi. Segala Bentuk penyakit kadiovaskuklar, hampir selalu disebabkan oleh gaya hidup seperti merokok,kurangnya olahraga, dan konsumsi makanan berlemak yang berlangsung dalam kurun waktu 10-15 tahun ataubahkan lebih. Penelitian ini bertujuan untuk di analisis faktor-faktor yang mempengarruhi munculnya kejadianpenyakit jantung pada pasien di RS PMI Kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian survey Analitik desainpenelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 45 responden. Teknik sampling dalampenelitian ini menggunakan total sampling. Data diolah dengan uji Kendall tau.Analisa data dengan univariat 31 (68,9%) responden yang tidak ada riwayat keluarga pada penyakit jantung, padausia terdapat 27 (60.0%) responden yang memiliki usia beresiko, hipertensi 32 (71,1%) responden yang memilikihipertensi, Obesitas 32 (71,1%) responden yang tidak obesitas dan merokok 34 (75,6%) responden yang merokok.Analisa multivariate dengan nilai p value 0,000 pada pasien penderita jantung yang artinya adanya hubunganyang signifikan. Kesimpulan bahwa faktor dari penyakit jantung adalah merokok oleh karna itu diharapkan untuklebih menggali ilmu keperawatan yang berkaitan dengan penyakit jantung. Saran Hasil penelitian ini untukmencegah bertambahnya pasien penderita penyakit jantung dengan menyarankan pasien melakukan cekKesehatan berkala (tekanan darah).
HUBUNGAN PERILAKU CYBERBULLYING TERHADAP HARGA DIRI REMAJA Bustomi; Astri Gianatun Naziah; Astuti; Astuti Rahmayani
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan UNICEF (2017) memaparkan hasil survei yang dilakukanpada tahun 2015 oleh GBHS menunjukkan bahwa 32% siswa-siswi usia 13-17 tahun di Indonesia telah mengalamikekerasan fisik dan 20% siswa-siswi menjadi korban bullying di sekolah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia(KPAI) pada periode 2011-2017 menerima 26.000 kasus perlindungan anak, dimana 34% dari kasus tersebutadalah kasus bullying. Pada tahun 2018 KPAI menerima 161 laporan kasus perlindungan anak, di mana 36 kasus(22,4%) adalah kasus korban bullying dan 41 kasus (25,5%) adalah kasus pelaku bullying. Data dari KPAI jugamencatat dalam kurun waktu 9 tahun, dari 2011 sampai 2020, ada 37.381 pengaduan kekerasan terhadap anak.Untuk Bullying baik di pendidikan maupun sosial media, angkanya mencapai 2.473 laporan dan trennya terusmeningkat di Jawa Barat. Tujuan untuk mengetahui hubungan perilaku cyberbullying terhadap harga diri remajapada siswa di SMK Tri Dharma 4 Bogor. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan desain penelitianmenggunakan studi analitik dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknikpurposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 202 orang. Pengumpulan data melalui penyebaran angket(kuesioner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di SMK Tri Dharma 4 pernah mengalamiperilaku cyberbullying dengan kategori rendah sebanyak 51 responden (25,2%), sebanyak 133 responden (65,8%)mengalami perilaku cyberbullying sedang, dan perilaku cyberbullying tinggi sebanyak 18 responden (8,9%) hargadiri sebanyak 138 responden (68,3%) memiliki harga diri rendah, dan sebanyak 64 responden (31,7%) memilikiharga diri tinggi kemudian hasil dari uji hipotesis Chi-square didapatkan nilai p value 0,000. Jika p value < 0,05(Ho ditolak, Ha diterima) berarti terdapat hubungan perilaku cyberbullying terhadap harga diri. Simpulannyaterdapat hubungan perilaku cyberbullying terhadap harga diri remaja pada siswa Di SMK Tri Dharma 4.
HUBUNGAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER Rosalina; Devi sari; Drian Pratama Sutisna; Fani Dwi Apriliani
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan kelainan patologis karena adanya plak ateromatosa yang menonjol padadinding arteri yang memasok darah menuju otot jantung (miokardium). Tambahan thrombus dan darah yangmembeku akan memperparah penyumbatan arteri koroner. Menurut WHO tahun 2017 Dari jumlah kematianakibat penyakit kardiovaskuler 7,4 juta atau 42,3% penyebabnya merupakan Penyakit jantung koroner. PrevalensiPJK di Indonesia sebesar 0,5% atau 883.447 orang. Di Provinsi Jawa Barat penderita PJK sebanyak 160.812orang. Sedangkan di Kota Bogor 17.000 orang. dengan asumtrsi penduduk 1 juta orang. Penelitian ini bertujuanmengetahui ada atau tidaknya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner di poliklinik jantungPuskesmas Leuwiliang. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasional dengan pendekatan CrossSectional. Serta sampel pada penlitian ini menggunakan total sampling sebanyak 84 orang. Penelitian ini dilakukan pada Oktober 2021- Agustus 2022. Diketahui hasil penelitian hubungan merokok dengan penyakitjantung koroner dari 84 pasien didapatkan yang merokok sebanyak 40 pasien (47,6%) dengan kejadian PJKsebanyak 32 pasien (38,1%) dan tidak mengalami PJK sebanyak 8 pasien (9,5%) dan di dapatkan pasien tidakmerokok sebanyak 44 pasien (52,4%) dengan yang mengalami PJK sebanyak 20 pasien (23,8%) dan yang tidakmengalami PJK sebanyak 24 pasien (28,6%). uji statistik Cramer's V diperoleh ρ-value = 0,01 yang artinya α (≤0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat diketehui adanya hubungan yang signifikan antaramerokok dengan penyakit jantung koroner di ruang poliklinik jantung Puskesmas Leuwiliang.

Page 11 of 16 | Total Record : 152