cover
Contact Name
Nining Fitrianingsih
Contact Email
wijayahusada8@gmail.com
Phone
+62812 9581 9088
Journal Mail Official
wijayahusada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ibrahim Adjie No. 180, Sindang Barang, Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Wijaya
Published by STIKes Wijaya Husada
ISSN : 23014113     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.46508/jiw.v11i2
Core Subject : Health,
Focus & Scope The scope of this journal includes studies that intend to examine and understand nursing health care interventions and health policies that utilize advanced health research. This journal is also committed to enhancing high quality research by publishing analytic techniques, steps, and research methods no exception to systematic review papers. The policy issues for this journal are as follows: 1. Nursing health research: Fundamentals of Nursing, Nursing Management, Medical-Surgical Care, Critical Care Nursing, Emergency and Trauma Care, Community Health Care, Mental Health Care, Geriatric Care, Family Care, Maternity Care, Child Care, and Nursing Education 2. Public Health research: Epidemiology and Biostatistic, Health service effectiveness, management and re-design, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health, Maternal and child health.
Articles 152 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR PADA KECELAKAAN LALU LINTAS Ranti; Miswa Adyra Damayanthi; Nira Meilani Prisila; Nisa Fitria
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantuan Hidup Dasar adalah tindakan darurat unuk membebaskan jalan napas, membantu pernapasan danmempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. Bantuan hidup dasar biasanya diberikan olehorang-orang disekitar korban yang diantaranya akan menghubungi petugas kesehatan terdekat. Pertolongan iniharus diberikan secara cepat dan tepat, sebab penanganan yang salah dapat berakibat buruk, cacat bahkan kematianpada korban kecelakaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingatpengetahuan masyarakat tentang bantuan hidup dasar di Wilayah Kota Bogor. Jenis penelitian ini menggunakanExperiment atau rancangan, dengan Pre-Experimental Design yaitu One-Group Pretest-Posttest Design. Populasidan sampel dalam penelitian ini sebesar 30 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumentpenelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Analisa data menggunakan Ujii Prasyarat yaitu UjiNormalitas, Uji Homogenitas, Dan Uji Hipotesis. Hasil penelitian didapatkan sebelum dilakuka pendidikankesehatan tingkat pengetahuan masyarakat tentang bantuan hidup dasar terdapat 7 (23,3%) responden dalamkategori baik, terdapat 15 (50,0%) responden dalam kategori cukup dan terdapat 8 (26,7%) responden dalamkategori kurang. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan terdapat 14 (46,7) responden dalam kategori baik,terdapat 12 (40,0%) responden dalam kategori cukup dan terdapat 4 (13,3%) responden dalam kategori kurang.Hasil Uji Hipotesis Parametric T-Test menunjukan hasil adanya hubungan dengan nilai p value 0,002 ≤ 0,05.Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan terhadap pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkatpengetahuan masyarakat tentang bantuan hidup dasar.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI Tri Diani Agustuti; Angga Prayoga; Anggi Widya Amanda; Anggun Dewi Rahmawati
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian ibu menjadi perhatian dunia internasionel, World health organization (WHO) memperkirakan di seluruhdunia lebih dari 585.000 ribu ibu meninggal tiap tahun saat hamil dan persalinan, salah satunya ialah persalinanketuban pecah dini (KPD). Ketuban pecah dini adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan.Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya melahirkan/ sebelum infartu, pada pembukaan<4 cm. Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda-tanda persalinan mulai dan ditunggusatu jam belum terjadi inpartu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yangberhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di Puskesmas Bogor Tengah. Desain penelitian inimenggunakan penelitian Deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pengambilan sampelmenggunakan total sampling sebanyak 70 responden. Berdasarkan hasil dari variabel independen diketahuisebagian kecil responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 29 orang (41,4%), usia kehamilan ibu sebagianbesar < 9 bulan sebanyak 37 orang (52,9%), usia ibu sebagian besar memiliki usia < 20 tahun dan > 35 tahunsebanyak 39 orang (55,7%), sebagian besar ibu adalah Multipara sebanyak 36 orang (51,4%), sedangkan hasilvariabel dependen sebagian besar ibu pernah mengalami KPD sebanyak 38 orang (54,3%), hasil uji chi squaredidapatkan nilai p value 0,009 < 0,05 paling signifikan yaitu usia kehamilan. Hasil analisa juga diperoleh nilaiOR sebesar 4,136. Adapun saran bagi tempat penelitian dapat dijadikan informasi maupun masukan tentang faktor– faktor yang berhubungan dengan kejadian KPD.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MANAJEMEN KORBAN TERSEDAK TERHADAP KETERAMPILAN MENOLONG KORBAN TERSEDAK PADA ANAK Retno Dwi Santi; Nur Andini; Nurul Huda Feriyanti; Prita Pratimi
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tersedak merupakan suatu kegawatdaruratan yang sangat berbahaya, karena dalam beberapa menit akan terjadikekurangan oksigen secara menyeluruh sehingga hanya dalam hitungan menit klien akan kehilangan refleksnafas,denyut jantung dan kematian secara permanen dari batang otak.Untuk mencegah komplikasi yangditimbulkan dari tersedak dibutuhkan keterampilan ibu dalam melakukan penanganan tersedak secara tepat.Metode penelitian ini yaitu Experiment atau percobaan, dengan desain riset penelitian quasi-experiment yaituRancangan one group pretest – posttest design. Sampel riset sebesar 32 responden ibu yang mempunyai anak usia0-6 tahun digunakan teknik Total Sampling. Instrument penelitian berupa angket. Analisa Univariat dan Bivariatdengan uji Prasyarat yang terbagi menjadi “Uji Homogenitas, Uji Normalitas dan Uji Hipotesis”.Hasil Pretest-posttest setelah di uji dengan Uji Wilcoxon menunjukan bahwa 32 responden diperoleh dari hasil Zyang didapatkan sebesar -4.941 dengan P value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,000. Maka nilai P value ≤ 0,05(Ho ditolak, Ha diterima) berarti terdapat “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Manajemen Korban TersedakTerhadap Keterampilan Menolong Korban Tersedak Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Sindang BarangKota Bogor Di Wilayah Kerja Puskesmas Sindang Barang Kota Bogor.Pada penelitian ini didapatkan bahwa adanya Pengaruh setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan kepada ibu diWilayah Kerja Puskesmas Sindang Barang Kota Bogor yang bertujuan untuk menolong individu agar mampusecara mandiri atau kelompok untuk mengadakan kegiatan agar mencapai tujuan hidup sehat dan menjadikankesehatan sebagai suatu yang bernilai dimasyarakat.Peneliti berharap riset ini dapat memberikan gambaran dan acuan agar adanya peningkatan pengetahuan danpemahaman pada masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada korban tersedak.
HUBUNGAN PENGALAMAN PREHOSPITAL DENGAN PERILAKU PERTOLONGAN PERTAMA PADA PASIEN LUKA BAKAR Sariaman Purba; Chindy Madayanti; Cucu Cahyati; Delia Ramadhanti
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar dapat terjadi di mana saja, sewaktu-waktu dan seringkali tidak terduga sehingga korban tidakmendapatkan pertolongan pertama yang benar. Luka bakar sangat berbahaya, jika salah dan terlambat dalampenanganan akan berakibat fatal dari kecacatan hingga kematian. Tingkat mortalitas dan morbiditas akibat lukabakar di negara berkembang sekitar 11,6 per 100.000 penduduk. Salah satu cara dalam menangani tingkatkeparahan luka bakar sangat dibutuhkan penanganan awal penderita sebelum dibawa ke pelayanan kesehatan.Penanganan pertama luka bakar adalah untuk memberikan pertolongan pertama di tempat kejadian dengan cepatdan tepat sebelum tenaga medis datang atau sebelum korban dibawa ke rumah sakit agar kejadian yang lebihburuk dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengalaman prehospital denganperilaku pertolongan pertama pada pasien luka bakar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analitikkuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien luka bakar yang dilakukanperawatan di Rumah Sakit, yaitu sebanyak 34 pasien luka bakar dalam 1 bulan. Sampel pada penelitian inisebanyak 34 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisa datadilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari 34 responden,sebanyak 14 responden (41,2%) dengan pengalaman prehospital cukup, dan sebanyak 21 responden (61,8%)dengan perilaku pertolongan pertama luka bakar positif. Hasil uji chi square didapatkan nilai p value 0,001 (pvalue < 0,05), yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubunganpengalaman prehospital dengan perilaku pertolongan pertama pada pasien luka bakar, sehingga disarankan untukdapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pertolongan pertama yang tepat dalampenanganan pasien dengan luka bakar.
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DENGAN PERILAKU CERDIK PENDERITA HIPERTENSI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Desi Nurseha; Namira Virnanda; Neng Fina Budianti; Neni Sri Mukharomah
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease merupakan penyakit yang menginfeksi sistem pernafasan. Penyebab COVID-19 adalahSevere Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Hipertensi merupakan penyakit yang palingbanyak ditemukan pada COVID-19. Hipertensi adalah tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Faktor pencetushipertensi yaitu merokok, obesitas, usia, dan jenis kelamin. Hipertensi menyerang anak remaja, dewasa dan lansia,lelaki maupun perempuan. Salah satu cara dalam menangani hipertensi yaitu dengan perilaku CERDIK.Berdasarkan hasil wawancara dengan 10 penderita hipertensi (5 laki-laki dan 5 perempuan) diperoleh datasebanyak 6 penderita hipertensi tidak melakukan cek kesehatan secara rutin, 5 penderita hipertensi laki-lakisebagai perokok aktif, 9 penderita hipertensi jarang berolahraga, 8 penderita hipertensi hanya mengurangi makantinggi garam, 10 penderita hipertensi mengalami stress selama pandemi covid 19, khawatir dan takut tertularcovid-19 serta sulit beristirahat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin denganperilaku cerdik penderita hipertensi pada masa pandemi covid-19 pada masyrakat Di Kelurahan Sindang BarangKota Bogor Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatifPopulasi dalam penelitian ini sebanyak 37 responden dan sampel sebanyak 37 responden yang ditentukanmenggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar Kuesioner. Hasilpenelitian dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan ringkat kepercayaan (α = 0,05), didapatkan nilaip> α (0,659 > 0,05), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa “tidak ada hubunganjenis kelamin dengan perilaku cerdik penderita hipertensi pada masa pandemi covid-19 pada masyarakat DiKelurahan Sindang Barang Kota Bogor. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan jenis kelamindengan perilaku cerdik penderita hipertensi pada masa pandemi covid-19 pada masyarakat Di Kelurahan SindangBarang Kota Bogor.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PENCEGAHAN HIV AIDS PADA KALANGAN USIA REMAJA 15-24 TAHUN Widia Astuti AW; Nofita Fajar Mentari; Nur Afni Rosmania; Putri Nur Gumalasari
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia danAcquired Immunodefeciency Syndrome (AIDS) adalah sindrom kekebalan tubuh oleh infeksi HIV. Perjalananpenyakit ini lambat dan gejala-gejala (AIDS) rata-rata baru timbul 10 tahun sesudah terjadi infeksi, bahkan dapatlebih lama lagi.Tinggi nya kasus HIV AIDS yang terus bertambah terutama dari kalangan usia muda atau remajamerupakan permasalahan yang serius. Kurangnya pengetahuan tentang HIV AIDS akan mempengaruhi padasikap pencegahan HIV AIDS yang negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkatpengetahuan dengan siakp pencegahan HIV AIDS pada kalangan usia remaja 15-24 tahun. Jenis penelitian inimenggunakan deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian iniremaja berjumlah 56 responden dengan populasi menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakanuji statistik Kendal Tau. Berdasarkan uji statistik dari 56 responden sebanyak 22 responden (39,3%) denganpengetahuan yang kurang memiliki siakppencegahan HIV AIDS yang negatif. Hasil analisa bivariat menggunakanuji statistik Kendal Tau, diperoleh nilai P value SEBESAR 0,000<0,05 (alpha) sehinggal Ha diterima dan H0ditolak. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan tingkat penegtahuan dengan siakppencegahan Ahiv AIDS pada kalangan usia remaja 15-24 tahun. Diharapkan remaja di puskesmas pasir mulyakota bogor dapat lebih mengetahui tentang apa itu HIV AIDS dari mulai tanda dan gejala, cara penularan,pencegahan terhadap HIV AIDS, dan sebagainya. Agara remaja bisa memiliki sikap pencegahan yang positif dantidak semakin bnayak orang yang terkena penyakit HIV AIDS.
HUBUNGAN USIA DAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KEMAMPUAN DETEKSI HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Yuni Sharoh; Ridlo Bilhuda; Riffa Ahda Sagillah; Rini Indriani
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit silent killer yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan kegagalan sekresi insulin atau penggunaan insulin dalam metabolisme yang tidak adekuat. Pasien diabetes mellitus yang memiliki pengetahuan hipoglikemia, usia responden rata-rata 67 tahun, lama menderita diabetes adalah 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan lama menderita diabetes melitus dengan kemampuan deteksi hipoglikemia pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jenis metode penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan desain atau rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah 115 Pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuisioner. Analisa yang digunakan ialah analisa univariat, bivariat, multivariat. Hasil penelitian diketahui bahwa dari 115 responden, usia, lama menderita dan kemampuan deteksi hipoglikemia didapatkan hasil bahwa sebagian besar pasien sebanyak 65 (56,5%) responden memiliki usia masa lansia akhir, sebagian besar pasien sebanyak 84 (73,0%) responden mengalami lama menderita > 5 tahun dan bahwa sebagian besar pasien sebanyak 65 (56,5%) responden tidak mampu deteksi hipoglikemia. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,000 ≤ 0,05 yang artinya terdapat hubungan usia dengan kemampuan deteksi hipoglikemia pada pasien diabetes melitus tipe 2 dan nilai p value 0,006 ≤ 0,05 yang artinya terdapat hubungan lama menderita dengan kemampuan deteksi hipoglikemia pada pasien diabetes melitus tipe 2. Nilai OR diperoleh 0,842 . Hasil akhir dari analisis multivariat uji regresi logistic ganda karena usia dan lama menderita p < 0,05 maka variabel tersebut tidak dikeluarkan dari model dan keduanya merupakan faktor yang berpengaruh dengan kemampuan deteksi hipoglikemia pada pasien diabetes mellitus tipes 2. Dari hasil penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan yang bermanfaat dan dapat dijadikan pedoman dalam memahami tentang deteksi hipoglikemia pada pasien di RS PMI Kota Bogor.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIV/ AIDS DENGAN STIGMA HIV/AIDS Astuti, Widia; AW; Karlasemi, easyka Rahmadina; Asih, Devina Dewi; Novitasari, Diana
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara akumulatif, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan, jumlah orang dengan HIV yangdilaporkan sampai Maret 2021 mencapai 427.201 orang. Sedangkan jumlah kumulatif kasus AIDSsampai Maret 2021 mencapai 131.417. Stigma HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/AquiredImmuno Deficiency Syndrome) merupakan bagian komponen kognitif seseorang maupun kelompokmasyarakat yang menilai ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) negatif sehingga masyarakat mengambilsikap penolakan atau diskriminasi kepada ODHA Tingkat pengetahuan penduduk di Indonesia tentangHIV/AIDS terbilang masih dibawah standar (rendah). Menurut United Nations Programme OnHIV/AIDS (2017) stigma telah diberikan terhadap ODHA dilebih dari 65 negara. Tercatat prevalensistigma ketiga berada di Asia Pasifik, Indonesia pun menduduki posisi tertinggi dengan angka kasus62,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat HIV/AIDS dengan stigmaHIV/AIDS pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan analitik observasional dengan pendekatancross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tanah Sareal Tahun 2021 pada Bulan OktoberTahun 2021 dengan sampel sebanyak 40 orang responden yang merupakan anak remaja di PuskesmasTanah Sareal serta menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Sedangkan untuk teknikanalisa datanya menggunakan analisa univariat dan bivariat. Diketahui Berdasarkan tabel 4.3menunjukan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS rendah yang berjumlah 36(90,0%) dari total 40 responden. Diketahui berdasarkan Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa sebanyak 37(92,5%) remaja memilih jawaban yang bersifat negatif dari total 40 responden. Hasil uji statistik denganmenggunakan Chi-square di dapatkan nilai p value = 0,003 yang artinya p value < 0,05 maka Ho ditolakdan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan HIV/AIDSdengan Stigma HIV/AIDS pada Remaja.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY) Mulyani, Siti; Putratama, Ahmad Farhan; Fauzi, Ahmad; Cholish, Aldina Nurshofa
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan pasien atau patient safety merupakan salah satu bentuk dari penghindaran, pencegahan dan perbaikandari hasil tindakan yang buruk yang berasal dari proses perawatan. Kelamatan pasien juga merupakan upayamenurunkan cedera yang tidak seharusnya terjadi yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan atas dasartindakan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan sebagai komponen utama pemberi pelayanan kepada pasien di tuntutuntuk selalu memberikan pelayaanan yang terbaik termasuk dalam hal menjaga keselamatan pasien dan mencegahinsiden yang tidak diharapkan yang berkaitan dengan keselamatan pasien. Dalam hal ini, tenaga kesehatan perlupengetahuan yang baik sebagai dasar utama pemberi pelayanan agar setiap tindakan yang dilakukan berdasarkanilmu pengetahuan yang telah dimiliki, tujuannya adalah unutk mencegah insiden-insiden yang tidak di harapkanbagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan denganpelaksanaan keselamatan (patient safety). Metode penelitian dengan deskritif analitik dengan desain crosssectional. Teknik yang digunakan yaitu total sampling sebesar 30 responden. Analisa data yang digunakan adalahUnivariat dan Bivariat menggunakan uji (Kendall’s tau). Hasil penelitian di dapatkan sebanyak 17 dari 30reponden (56,7%) dengan kategori tingkat pengetahuan baik, sebanyak 17 dari 30 responden (56,7%) dengankategori pelaksanaan keselamatan pasien cukup baik. Berdasarkan hubungan tingkat pengetahuan tenagakesehatan dengaan pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety) di RS Salak Kota Bogor menunjukan 9(30,0%) memiliki tingkat pengetahuan dan pelaksanaan keselamatan pasien dengan cukup baik. Menunjukan hasiladanya hubungan kedua variabel dengan nilai p value 0,022<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanyahubungan antara tingkat pengetahuan tenaga Kesehatan dengan pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety)di RS Salak Kota Bogor. Saran dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi tenaga Kesehatan untukmeningkatkan kinerja dalam hal pelayanan Kesehatan khusunya dalam pelaksanaan keselamatan pasien
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN ORANG TUA PADA PENANGANAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN KEJANG DEMAM BALITA Indah Sari, Noor Siti Noviani; Khoirot, Irot; Agustin, Kusnia; Lisnawati
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak atau balita di bawah usia 5 tahun rentan terserang berbagai penyakit. Hal ini disebabkan karena sistemkekebalan tubuh belum berkembang sempurna. Ada beberapa penyakit yang umum terjadi pada anak, salahsatunya adalah kejang demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatanterhadap Pengetahuan Orang Tua dalam Penanganan Pertama Kejang Demam Darurat Balita di RSUD Bogor danRS Internasional Bumrungrad Thailand. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Jumlahsampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian inimenggunakan teknik total sampling. Berdasarkan hasil pretest sebanyak 30 responden diperoleh pengetahuancukup sebanyak 15 responden (50%) dan pada posttest sebanyak 30 responden diperoleh hasil pengetahuan baiksebanyak 24 responden (80%). Hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk adalah 0,000 padasaat pretest dan 0,000 pada saat posttest, maka < 0,005 berarti sebaran datanya tidak normal. hasil pengujianhipotesis menggunakan uji Wilcoxom signe rank. Diperoleh pretest dan posttest p value 0,129 > 0,05 artinya Hoditerima, Ha ditolak artinya tidak ada pengaruh pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dapatdipastikan bahwa pemberian pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dalam penanganan pertamakedaruratan demam balita kurang efektif. Hal ini disebabkan kurangnya informasi dan rendahnya tingkatpendidikan orang tua sehingga faktor tersebut menjadi permasalahan utama dalam penelitian ini.