cover
Contact Name
Ilham Fitrahriansyah
Contact Email
kppub.hki@unsika.ac.id
Phone
+6285624078484
Journal Mail Official
hsgjournal@unsika.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Unversitas Singaperbangsa Karawang Gd. Koko Kosidin Lt. 1, Jl. H.S Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang.
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
HSG (Health Science Growth) Journal
ISSN : -     EISSN : 25484877     DOI : http://dx.doi.org/10.35706/
Core Subject : Health, Science,
(HSG) Health Science Growth Journal merupakan jurnal yang mewadahi bidang kesehatan. jurnal ini bertujuan untuk meningkatkan serta mengembangkan keahlian juga pengetahuan peneliti dan penults khususnya di bidang kebidanan, farmasi, gizi, kedokteran dan kesehatan masyarakat.
Articles 95 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS CIKAMPEK KABUPATEN KARAWANG Sri Rahayu
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 1 No 2 (2017): HSG (Health Science Growth) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kasus anemia pada ibu hamil akan menyebabkan tingginya angka kematian ibu. Data anemia pada ibu hamil di puskesmas cikampek tahun 2015 yaitu sebanyak 150 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Cikampek Kabupaten Karawang. Metode penelitian analitik cross sectional. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil analisis variabel Anemia dengan Umur P=0,117,variabel paritas P=0,664, variable usia kehamilan P=0,545, dan variable pendidikan P=0,031. Kesimpulannya dari 4 variabel yang di uji terdapat 1 variabel yang mempunyai hubungan bermakna yaitu variabel pendidikan dan 3 variabel yang tidak bermakna yaitu variabel umur, paritas dan usia kehamilan. Saran bagi puskesmas untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan dengan penyuluhan tentang anemia saat kunjungan ibu hamil.Kata Kunci: Anemia, ibu hamil, trimester III
PERBANDINGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DENGAN MADU VS POVIDON IODIN DI RB AMANDA YOGYAKARTA Diah Wulandari; Widya Dwi Astuti
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 1 No 2 (2017): HSG (Health Science Growth) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:Kejadian infeksi juga sering terjadi pada masa nifas atau postpartum. Faktor penyebab terjadinya infeksi nifas bisa berasal dari perlukaan pada jalan lahir. Pada perawatan luka modern dikembangkan alternatif topikal antimikroba untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka perineum dan mempercepat proses penyembuhan. Madu telah diketahui memiliki efek antibiotik. Potensinya dalam membantu penyembuhan luka bergantung pada osmolaritasnya. Madu diketahui dapat menghasilkan hydrogen peroksida yang dilepaskan secara perlahan-lahan sebagai akibat dari oksidase glukosa pada saat tawon memproses nectar menjadi senyawa phytochemical. Kemampuan madu yang sedemikian rupa diharapkan mampu membantu penyembuhan luka perineum grade I, II dan III yang terjadi akibat proses persalinan dan yang telah melalui tahap penjahitan dan dibandingkan hasilnya dengan penyembuhan luka yang menggunakan povidon iodine yang selama ini rutin digunakan dalam membantu penyembuhan luka perineum.Tujuan: Mengetahui potensi madu dalam membantu penyembuhan luka perineum pada ibu post partum.Metode: Sampel penelitian diambil dari pasien yang melahirkan di RB Amanda dan terdapat luka perineum grade I, II dan III sudah dilakukan jahitan di perineumnya karena ruptur perineum spontan ataupun melalui episiotomi. Selama 7 hari kelompok pasien yang mendapatkan perlakuan memakai madu untuk perawatan luka perineumnya, dan kelompok kontrol menggunakan povidon iodine (betadin). Pada hari ke-7 dilihat penyembuhan lukanya. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik parametrik dengan independent sample t-test.Hasil:Berdasarkan uji statistik menunjukkan nilai t -hitung = 16,809 > (t-tabel = 1,96) dan p-value 0,000 < (p = 0,05), berarti bahwa pada alpha 5% menunjukkan perbedaan peringkat rata-rata penyembuhan luka yang signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan sesuai dengan hipotesis penelitian yang berbunyi “Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Postpartum dengan Menggunakan Madu Lebih Efektif Daripada Povidon Iodine”. Jadi dapat dibuktikan secara statistik bahwa penggunaan madu pada luka perineum mempercepat proses penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum di RB Amanda.Rancangan Penelitian: randomized controled trialKata kunci: luka perineum, madu, povidon iodine
HUBUNGAN PREEKLAMSI, PLASENTA PREVIA, DAN ANEMIA TERHADAP KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI RUMAH SAKIT TK II Dr.AK GANI PALEMBANG TAHUN 2016 Muhamad Romadhon
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 2 No 1 (2017): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu (antara 20-37 minggu) atau dengan berat janin kurang dari 2500 gram.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan preeklamsi, plasenta previa dan anemia dengan kejadian persalinan prematur. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan case control. Melalui analisa data dengan 36 responden didapatkan hasil bahwa sebagian besar ibu atau 18 responden (50%) mengalami persalinan prematur, 14 responden (38,9%) yang mengalami preeklamsia, 19 responden (52,8%) mengalami plasenta previa dan 20 responden (55,6%) mengalami anemia. Dari hasil pengujian tersebut didapatkan hasil bahwa tidak adanya hubungan yang bermakna preeklamsi terhadap kejadianpersalinan premature p value 0,710 dan ada hubungan antara plasenta previa terhadap kejadian persalinan premature value 0,003. dan ada hubungan antara anemia terhadap kejadian persalinan premature p value 0,001.Kata Kunci : Persalinan Prematur, Preeklamsi, Plasenta Previa, Anemia.
POLA EKSPRESI GEN pal1, chs7, DAN chi1b1 PADA TAHAP PERTUMBUHAN VARIETAS LOKAL DAUN KEDELAI HITAM (Glycine max (L) Merr.) Ahsanal Kasasiah; Dadang Sumardi; Adi Pancoro
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 2 No 1 (2017): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isoflavon merupakan senyawa fitokimia yang berperan dalam mekanisme pertahanan tanaman dan memiliki manfaat untuk kesehatan. Beberapa gen telah diketahui berperan dalam biosintesis isoflavon, diantaranya, yaitu: gen pal1, chs7 dan chi1b1. Namun demikian, pola ekspresi gen tersebut belum diketahui dengan baik pada varietas kedelai hitam (Glycine max (L.) Merr.). Studi pola ekspresi gen ini diharapkan dapat dijadikan sebagai studi pendahuluan metabolisme isoflavon. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola ekspresi gen yang berperan penting pada produksi isoflavon di varietas UP 106, UP 115, UP 122, dan UP 157 pada kedelai hitam. Penelitian ini terdiri dari 5 tahap; pengambilan sampel daun pada tahap V3, R2, R5, R6, dan R7; isolasi RNA total; sintesis cDNA; konfirmasi dengan sekuensing; dan PCR kuantitatif. Pada penelitian ini, gen yang diisolasi adalah pal1, chs7, dan chi1b1. Hasil penelitian pada keempat varietas menunjukkan pada daun kedelai hitam, ekspresi gen pal1 bervariasi selama tahap perkembangan, sementara ekspresi gen chs7 menunjukan kecenderungan peningkatan ekspresi gen selama tahap pertumbuhan dan gen chi1b1menunjukkan peningkatan pada tahap awal reproduktif namun menurun di tahap akhir. Pola ekspresi masing-masing gen ini kemungkinan disebabkan oleh faktor tranksripsi yang khas berkaitan dengan masing-masing tahap pertumbuhan kedelai hitam.Kata kunci: isoflavon, kedelai hitam , pal1, chs7, chi1b1
PENGARUH STRES, STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTERI Irma Yanti; Rina Marlina
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 3 No 2 (2018): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan hal yang penting untuk mendapatkan perhatian terutama di kalangan remaja. Karena remaja merupakan generasi penerus bangsa. Angka kejadian dismenore sangat besar rata-rata lebih dari 50% setiap perempuan di dunia mengalaminya. Desain penelitian menggunakan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi remaja puteri kelas VIII di SMP Negeri 1 Telagasari Kabupaten Karawang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 77 responden, yang diambil secara teknik Purposive Sampling. Variabel dependen adalah kejadian dismenore, variabel  independen adalah stress, status gizi, aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan analisis Bivariat dengan aplikasi Special Package for Statistic Science (SPSS). Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner. Tidak ada pengaruh yang bermakna antara stress, status gizi, aktivitas fisik terhadap kejadian dismenore dengan nilai P > 0,05. Diharapkan di sekolah dapat memasukkan materi kesehatan reproduksi khususnya dismenore ke dalam sub mata pelajaran yang berkaitan dengan kesehatan, dan remaja puteri dapat meningkatkan pemahaman tentang dismenore, sehingga dapat mengurangi dan mengatasi kejadian dismenore. Kata Kunci: Stres, Status Gizi, Aktivitas Fisik, Dismenore
HUBUNGAN POLA ASUH, LINGKUNGAN RUMAH, STATUS KESEHATAN DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS RENGASDENGKLOK Riska Setiawati; Astri Nurdiana; Uway Wariah
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 3 No 2 (2018): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMasa balita merupakan masa kehidupan yang sangat penting dan perlu perhatian karena berlangsung proses tumbuh kembang yang cepat yaitu pertumbuhan fisik dan perkembangan psikomotorik, mental dan sosial, salah satu permasalahan kesehatan pada balita adalah gangguan tumbuh kembang. Desain penelitian menggunakan pendekatan Cross sectional.Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling berjumlah 57 responden. Variabel independen  adalah pola asuh, lingkungan rumah, dan status kesehatan, variabel  dependen adalah perkembangan.Hasil penelitian menunjukan Tidak ada hubungan pola asuh dengan perkembangan balita p value 0,0598, ada hubungan yang bermakna antara lingkungan rumah dengan perkembangan balita p value 0,014, dan  tidak ada hubungan antara status kesehatan dengan perkembangan balita p value 0,599. Sehingga diharapkan peran orang tua dalam pol asuh anak diperhatikan, perlu adanya pendekatan oleh tenaga kesehatan mengenai pentingnya pemantauan perkembangan  serta memeperhatikan status kesehatan anakKata Kunci : lingkungan rumah, perkembangan, pola asuh, status kesehatan
HUBUNGAN TINGKAT ASUPAN ENERGI, PROTEIN, DAN ZAT BESI (Fe) DENGAN KEJADIAN ANEMI DAN RISIKO KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI KOTA SEMARANG Ratih Kurniasari; Fiqhi Cahya; Yuliati Widiastuti
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 3 No 1 (2018): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProses kehamilan meningkatkan metabolisme zat gizi makro dan mikro, hal ini menyebabkan ibu hamil termasuk  kedalam kelompok  rawan gizi. Berdasarkan hasil RISKESDAS 2013, angka anemia dan  Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih tinggi lebih dari 24 %. Berdasarkan uraian di atas, mendorong kami melakukan penelitian mengenai hubungan asupan energi, protein, dan zat besi dengan kejadian anemia dan risiko kekurangan energi, protein pada ibu hamil di kota Semarang.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data dilakukan  satu kali  pada waktu yang sama terhadap subjek penelitian. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Pandanaran dan Puskesmas Miroto Kota Semarang.Ibu hamil yang mengalami tingkat kecukupan energi dan protein kurang yang termasuk berisiko KEK sebesar 26,7% dan 13,3%. Ibu hamil yang mengalami tingkat kecukupan fe kurang yang termasuk anemia sebesar  10%. Uji Korelasi tingkat asupan energi dan protein terhadap  kejadian KEK  r = 0.663 dan r = 0,573 (p<0.05). Uji Korelasi tingkat asupan zat besi terhadap kejadian anemia  r = 0.324  (p>0.05).Terdapat korelasi antar tingkat asupan energi dan protein dengan risiko KEK  dan terdapat faktor lain selain zat besi yang mempengarui anemia ibu (p>0.05). Kata Kunci : KEK, Anemia, Ibu Hamil
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN MORBIDITAS ANAK USIA 1-3 TAHUN DI JAWA TENGAH Milliyantri Elvandari; Dodik Briawan; Ikeu Tanziha
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 3 No 1 (2018): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMorbiditas suatu wilayah merupakan indikator penting dalam penilaian dan perencanaan program untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian. Kondisi kesehatan anak Indonesia tergolong rendah dibanding Negara negara ASEAN (Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan Vietnam). Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan angka morbiditas tinggi yang disebabkan oleh diare sebesar 25.2%. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah penemuan dan penangganan diare pada balita sebesar 42.6%, pneumonia sebesar 24.7% dan ISPA sebesar 23.6%. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan morbiditas anak 1-3 tahun di Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan PHBS dengan morbiditas anak 1-3 tahun di Jawa Tengah (p<0.05).Kata Kunci : anak; PHBS; morbditas
Gambaran Penggunaan Antibiotik Berdasarkan metode ATC/DDD dan DU 90% di salah satu PUSKESMAS Karawang Mally Ghinan Sholih; Hadi Sudarjat; Lely Sulfiani Saula
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 4 No 1 (2019): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat karena intensitas penggunaan antibiotik yang  relatif  tinggi  dapat   menimbulkan  berbagai  permasalahan  bagi  kesehatan  terutama resistensi bakteri  terhadap antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk  memberikan  gambaran  tentang  penggunaan  antibiotik   pada  pasien  di  salah satu Pusat  Kesehatan  Masyarakat  (PUSKESMAS)  Kabupaten Karawang. Desain penelitian ini adalah desritif, dengan pengambilan data secara retrosfektif, dimana data diperoleh dari catatan medis pasien rawat inap. Data  yang  diperoleh   kemudian   diolah   dan  diklasifikasikan  dengan  Sistem  Anatomical  Therapeutic  Chemical   (ATC)/Defined  Daily  Dose  (DDD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 81 catatan medis didapatkan 6  jenis antibiotik yang digunakan dengan jumlah penggunaan 144,5 DDD/ 100 hari rawat. Sedangkan antibiotik yang masuk ke dalam segmen DU90% adalah amoxicillin (65,75 DDD/100 rawat) dan  Ceoperazon (45,89 DDD/100 rawat),). Kata kunci : Antibiotik, World Health Organization, ATC/DDD, Karawang.
Identifikasi Potensi Bahaya Penyebab Kecelakaan Kerja di Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Karawang Indah Laily Hilmi; Devi Ratnasari
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 4 No 1 (2019): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu bagian dari perlindungan bagi tenaga kerja yang bertujuan untuk mencegah serta mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) merupakan bagian yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan perbekalan farmasi di rumah sakit yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan bagi para pegawai. Upaya pencegahan kecelakaan dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi potensi risiko yang ada. Penelitian ini bersifat deskriptif.  Data yang diambil berupa observasi, kuesioner  dan data kecelakaan kerja pada tahun 2018. Data yang diperoleh dari  32 koresponden menunjukan bahwa potensi bahaya yang ada di instalasi farmasi rumah sakit yaitu potensi bahaya biologi, bahaya fisika, bahaya kimia dan bahaya psikososial. Upaya yang dilakukan untuk menimimalisir bahaya adalah melakukan pengendalian sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja.Kata Kunci : Instalasi farmasi rumah sakit, Potensi bahaya, Kecelakan kerja

Page 7 of 10 | Total Record : 95