cover
Contact Name
Ilham Fitrahriansyah
Contact Email
kppub.hki@unsika.ac.id
Phone
+6285624078484
Journal Mail Official
fathurrohman.fai@staff.unsika.ac.id
Editorial Address
Pasca Sarjana PAI Fakultas Agama Islam UNSIKA Alamat: Jl. HS Ronggowaluyo Teluk Jambe Karawang 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 25488171     DOI : http://dx.doi.org/10.35706/
Core Subject : Religion, Education,
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan diterbitkan oleh Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang dengan tujuan menampung semua hasil penelitian, ide atau gagasan inovasi pendidikan, artikel-artikel pendidikan serta kajian tentang pendidikan yang akan dipublikasikan.
Articles 83 Documents
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERWAWASAN NUSANTARA (Kontribusi PAI dalam memupuk Tasamuh Keberagaman) H.E. Tajuddin Noor
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2017): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAlloh meng-syariatkan pesan yang sama terkait dengan agama (ad Diin) kepada para Nabi mulai dari Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Nabi Muhammad saw, yakni agar “ tegakkan agama dan jangan bertikai”. (QS: as Syuro:13).. Menurut tafsir Imam Mujahid, pesan menegakan agama dan jangan bertikai, merupakan syariat yang dipesankan Alloh kepada para Rasul dari mulai Nabi Nuh hingga Nabi terakhir Muhammad saw.Pesan Ilahiah itu memberikan makna bahwa ad Diin itu satu datang dari Tuhan Yang Satu, namun dalam ekspresinya akan nampak berbeda-beda (al Maidah:45). Perbedaan itu dipesankan agar jangan menjadi pemicu pertikaian, karena semua pertikaian hanya akan berakibat pada tercabiknya tata pergaulan diantara manusia dan petikaian dalam mengekspresikan  ad Diin nanti akan menjadi keputusan Ilahiah (an Nah:124). Jika  manusia menegakan agama dan mau mendengar pesan agung ini pasti segala perbedaan akan menjadi penghias indah kehidupan. Namun rupanya manusia lebih mendengar dan memperturutkan bisikan egonya sehingga wajah keberagaman yang merupakan rencana dan kehendak Alloh itu (al Maidah:48) dalam menegakan agama dan dalam tata kehidupan sosial keagamaan menjadi sumber masalah yang menyita banyak energi.Dalam ad Diin al Islam, terdapat dua sisi sistem yang saling melengkapi yakni sisi sistem keimanan dan peribadatan (doktrin normatif) dan sisi sistem muamalah (historis peradaban). Sisi sistem doktrin normatif bersifat absolut universal dan tak pernah berubah (tak bisa diubah-ubah, tidak menerima kreatifitas manusia). Sedang sisi sistem Muamalah  (historis peradaban)  dibutuhkan pengubahan dan kreatifitas dan karenanya akan menghadirkan indahnya keberagaman namun tetap dalam satu sistem keimanan wihdatul iman.Pendidikan agama Islam (PAI), terutama di level pendidikan menengah dan perguruan tinggi harus menjadi pemupuk iman dan model pencerah dalam kehidupan yang semakin beragam, sebab tata pergaulan manusia masa depan semakin kompleks dan mengglobal. Beragam secara internal dalam mengekspresikan ad Diin al Islam dan beragam secara eksternal dalam tata kehidupan sosial keagamaan bagai pelangi yang menghiasi atmosfer NKRI. Kata Kunci : Islam; Pendidikan; Keberagaman.
MERENGKUH KEMBALI IDEALISME GURU PAI DALAM RANGKA MEWUJUDKAN SIKAP PROFESIONAL Beben Zuber Effendi
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 01 (2021): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman maka pendidikan pun berubah secara global. Baik tidaknya suatu pendidikan akan dipengaruhi para pelaku pendidikan. Ada tiga hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia yaitu ; kurikulum, media pembelajaran, guru dan tenaga pendidikan. Akan tetapi gurulah yang memiliki peran signifikan karena gurulah yang berada digarda paling depan dari proses pendidikan. Namun begitu, dalam menjalankan profesinya guru tidak lepas dari segala permasalahan yang ada, baik faktor internal, eksternal maupun motivasi ekonomi telah menjadikan sikap idealisme berkurang. Bahkan dari hasil UKG yang dilaksanakan pada tahun 2012-2014 menunjukkan sekitar 88% masih rendah nilainya dibawah rata-rata nasional dan hanya 1% yang memiliki nilai di atas 90. Hal ini, memperlihatkan masih rendahnya mutu guru Indonesia. Dan juga, pandangan masyarakat yang menganggap guru tidak lebih dari pegawai yang digaji sama dengan profesi lainnya. Oleh karena itu, untuk mengembalikan kebanggaan sebagai guru yang merupakan profesi terhormat harus ada upaya dari pemerintah dan pihak lainnya, dan dari guru yang bersangkutan untuk terus berinovasi dan kreatif agar tidak ketinggalan zaman. Juga, yang tidak kalah penting guru harus memiliki karakter yang baik, berkarakter sukses, menanamkan sikap idealis dan melaksanakan profesinya secara profesional. Dan yang tidak boleh lupa guru harus senantiasa menjalankan tufoksinya tanpa dibebani oleh tugas administrasi yang menyulitkan sehingga sedikit banyak hal tersebut akan mengganggu dalam melaksanakan profesinya. Sebagai Guru PAI sikap idealis dan profesional harus melekat dalam jiwanya karena profesi guru adalah profesi mulia yang bertujuan membentuk manusia menjadi insan bertaqwa dan bermamfaat bagi nusa bangsa dan agama dimasa yang akan datang. Kata kunci : guru, karakter, kreatif, idealis, profesional
PENDIDIKAN PRENATAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK Kasja Eki Waluyo
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 02 (2017): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan pusat pendidikan pertama dan utama, tempat anakberinteraksi dan memperoleh kehidupan emosional, sehingga membuat keluargamempunyai pengaruh yang dalam terhadap anak. Keluarga merupakan lingkungan alamiyang memberi perlindungan dan keamanan serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokokanak. Dari keluarga semua aktifitas anak bermula seperti pendidikan, yang dimulai sejakdalam kandungan.Long Life Education merupakan konsep pendidikan yang dipopulerkan oleh ahlipendidikan barat, konsep pendidikan seumur hidup sebenarnya sudah ada dalam Islam.Konsep pendidikan seumur hidup dalam Islam tidak dimulai sejak anak dilahirkan tapidimulai sejak anak dalam kandungan, Tapi sedikit orang yang melakukan pendidikandalam rahim atau prenatal karena masih ada yang beranggapan anak dalam kandungantidak bisa berinteraksi dengan orang lain termasuk ibu yang mengandung dan tidak bisamendengar.Pendidikan karakter hadir sebagi solusi problem moralitas dan karakter itu. Meskibukan sebagai sesuatu yang baru, pendidikan karakter cukup menjadi semacam greget bagidunia pendidikan pada khususnya untuk membenahi moralitas generasi muda. Berbagaialternatif guna mengatasi krisis karakter, memang sudah dilakukan dan penerapan hukumyang lebih kuat. Altenatif lain yang banyak dikemukakan untuk mengatasi, paling tidakmengurangi masalah budaya dan karakter bangsa yang dibicarakan itu adalah melaluipendidikan karakter.Problem yang dihadapi oleh masyarakat tentang karakter yang semakin jauh darikata baik, karakter merupakan permasalahan yang rumit karena berawal dari karakterseseorang bisa dianggap baik dan buruk, pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawabguru di Sekolah tapi orang tua juga ikut berperan dalam membentuk karakter anak, karenapendidikan karakter bisa dimulai ketika anak masih dalam kandungan.Kata Kunci : Pendidiakn Prenatal, Karakter
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAPAKHLAK PESERTA DIDIK Haerudin Haerudin; Yulistina Nur
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 01 (2021): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Islam Nurussalam sebagai SMA Islam yang mencetak bibit generasi Islam yang mampu melaksanakan perintah agama dengan baik dan benar, sehingga harus dibangun suatu proses belajar di kelas agar guru berperan membentuk akhlak siswa dan siswinya dengan akhlak yang baik. Penelitian ini juga bertujuan untuk menelaah seberapa besar pengaruh peranan pendidikan agama islam yang di pelajari di sekolah terhadap akhlak peserta didik di SMA Islam Nurussalam Karawang dan untuk mengetahui usaha – usaha apa saja yang di lakukan sekolah dalam meningkatakan akhlak peserta didik di SMA Islam Nurussalam Karawang. Kegunaan Penelitian Penelitian ini berguna untuk : A.SMA Islam Nurussalam Krawang dalam mengetahui seberapa besar pengaruh pendidikan agama islam dalam membentuk akhlak peserta didik di SMA Islam Nurussalam Karawang. B. Hasil penelitian ini dapat di jadikan informasi bagi para pendidik dalam menerapkan dan mengetahui factor – factor apa saja yang menjadi pengaruh terbesar terhadap perilaku akhlak peserta didik di SMA Islam Nurussalam Karawang C. Sebagai bahan evaluasi khususunya bagi sekolah yang melaksanakan proses pembelajaran oleh guru, dan sekolah dapat mengawasi akhlak siswa dan siswinya agar mereka berakhlak yang baik. Penelitian ini menggunakan studi kasus, adapun hasilnya terdapat perubahan dalam akhlak peserta didik yang belajar di SMA Islam Nurussalam. Kata Kunci : pendidikan agama Islam, pengaruh, akhlak
RUMUSAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL Pasal 3 UNDANG-UNDANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL NO 20 TAHUN 2003 Tajuddin Noor
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 01 (2018): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini diangkat dari hasil penelitian penulis dua tahun yang lalu. Penulis menilai masih relevan untuk ditulis dan dikembangkan dalam bentuk artikel dengan bahasa yang populer untuk lebih memudahkan pembaca mencerna isi pesan yang ingin disampaikan. Tujuan pendidikan nasional harus menjadi acuan wajib para penyelenggara pendidikan  dari semua jenis dan jenjang pendidikan, karena sudah menjadi amanat yang tercantum dalam Undang-undang Sisdiknas no 20 tahun 2003. Secara lahiriyah tujuan pendidikan nasional sudah mencerminkan tiga domain ideal yakni domain cognitif, apektif, dan psycomotor.namun bila dikritisi lebih cermat melalui pendekatan nilai-nilai kandungan dan semangat ayat 30 surah ar Ruum dan ayat 172 surah al ‘Araaf, akan ditemukan ketidak sesuai yang berimplikasi terhadap persepsi dan pandangan para penyelenggara pendidikan dalam bersikap terhadap para anak didik. Mengapa, karena rumusan tujuan pendidikan nasional tersebut mengesankan atau tegasnya memposisikan insan indonesia (peserta didik), belum beriman dan seolah-olah iman dan taqwa itu diperoleh melalui pendidikan. Nilai-nilai apa yang terkandung dalam dua surah ar Ruum dan al ‘Araaf, dan  implikasi apa terhadap para pendidik dan peserta didik dari rumusan pendidikan nasional, serta rumusan bagaimana yang harus diperbaiki dalam tujuan pendidikan nasonal. Kata Kunci: nilai-nilai, implikasi, rumusan.
PERAN AYAH (FATHERING) DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI (Studi Kasus pada Anak Usia 5-6 tahun di RA NURHALIM Tahun Pelajaran 2018) Dewi Siti Aisyah; Nancy Riana; Feronica Eka Putri
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 02 (2021): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran ayah pada anak usia 5-6 tahun dalam perkembangan sosial. Penelitian ini dilakukan di RA Nurhalim pda tahun 2018. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian yaitu siswa TK A dan TK B di RA Nurhalim. Data dikumpulkan melalui teknik triangulasi data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ayah sangat erat kaitannya dengan perkembangan sosial anak. Pada siswa Sy memiliki interaksi sosial yang kurang dengan temannya, jika dilihat dari peran ayah, maka siswa Sy tidak dekat dengan ayah, arahan ayahnya bahwa Sy harus pintar sangat melekat pada diri Sy, sehingga dia tidak mau bermain dengan temannya karena ingin pintar, ayah tidak memberikan penjelasan kembali kepada Sy karena pengasuhan lebih cendrung ke ibu. Pada subjek A diketahui bahwa ayah selalu meluangkan waktu setiap malam untuk berinteraksi. Berdasarkan hasil penelitian A mengetahui hak dan kewajibannya. A juga menunjukkan prilaku prososial, hal tersebut terlihat dari sopan santun A dan interaksi yang baik dengan lingkungannya. Hasil penelitian ini memiliki implikasi bahwa ayah juga harus berperan dalam perkembangan sosial anak, bukan hanya sebagai pencari nafkah.Kata kunci: Peran Ayah, Anak Usia Dini, Perkembangan Sosial
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO AIDS UNTUK HAFALAN QUR’AN ANAK AUTIS Qorrie Annisaa; Muhibbin Syah; Fenti Hikmawati
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 02 (2018): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pemanfaatan media audio aids untuk hafalan Qur’an (surah- surah pendek) anak autis. Mayoritas SLB menjadikan seni sebagai vokasional tidak menjadikan tahfid sebagai vocasional karena dianggap sulit untuk ABK khususnya autis dan down shyndrom. Dari fenomena tersebut dibutukan media sebagai alat bantu pembelajaran tahfiz. SLB Bunda Bening menjadikan tahfidz dan seni menjadi vocational sekolah. SLB ini telah menggunakan media audio aids dalam pembelajaran tahfidz Qur’an, hal tersebut efektif untuk meningkatkan hafalan surah bagi anak autis, dilihat dari siswa autis di sekolah ini dapat menghafal surah dan mengamalkannya dalam shalat (disesuaikan dengan kemampuan setiap individu) diukur dari peranan media pembelajaran Oemar Hamalik (perhatian, komunikasi dan retensi) dan standar umum evaluasi tahfidz Qur’an (Tahfidz, tajwid dan tartil). Pemanfaatan media audio aids untuk pembelajaran hafalan surah-pendek anak autis di SLB Bunda Bening telah sesuai dengan konsep, dapat dilihat dari pola, strategi dan tujuan pemanfaatan media audio aids yang telah tercapai yakni media audio aids berdampak pada pembelajaran dan siswa dapat menghafal surah pendek.Kata Kunci: Media audio aids, Hafalan surah- surah, Anak autis
Pendidikan Toleransi Menurut QS Al-Baqarah Ayat 256 Perspektif Ibnu Katsir Iqbal Amar Muzaki
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 02 (2021): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This writing presents an analysis of tolerance education as contained in QS Al-Baqarah verse 256 Ibn Kathir's perspective. Ibn Kathir was a well-known scholar who produced many works. Tafsir ibn Kathir is one of his monumental works. This study uses a qualitative approach to the form of analysis of the work of Ibn Kathir. The author concludes that the substance of tolerance is to provide opportunities for other individuals to sincerely believe in their religion without coercion from others. This mindset must be instilled through education. If this mindset is embedded in the minds of the people, then the hope of a conducive and peaceful life will be realized
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU Muhamad Taufik B.K
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 3 No. 01 (2019): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji hipotesis dan menemukan solusi permasalahan kepemimpinan transformasional dan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelatif. Teknik sampel menggunakan random sampling area dengan melibatkan sebanyak 57 guru SDN 1 Nagri Kidul kabupaten Purwakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan kusioner. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment, uji determinasi, uji signifikansi, dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru dengan tingkat korelasi sedang (0,498) dan koefisien determinasi sebesar 0,248 atau 24,8 %. Upaya optimalisasi kinerja guru dapat dilakukan kepala sekolah melalui keteladanan, motivasi, kebijakan yang demokratis, memberikan reward, melakukan hubungan dan pendekatan personal yang baik serta menciptakan rasa aman dan nyaman dalam bekerja. Kepala sekolah juga perlu mengadakan pembinaan dan pengawasan yang tersistem dan terarah agar kinerja guru senantiasa mengalami perbaikan sehingga meningkatkan mutu pendidikan.
FUNGSI KOMUNIKASI PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI (Studi Kasus di SMK IPTEK Purwasari Kabupaten Karawang) Sayan Suryana; Khalid Ramdhani
Wahana Karya Ilmiah Pendidikan Vol. 3 No. 02 (2019): Wahana Karya Ilmiah Pendidikan
Publisher : Magister PAI Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui Pola Komunikasi Pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, untuk mengetahui Media yang digunakan dalam Komunikasi Pembelajaran pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi, untuk mengetahui Penggunaan Bahasa dalam Komunikasi Pembelajaran pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dan untuk mengetahui Hambatan Komunikasi Pembelajaran pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.Jenis Penelitian ini ialah Penelitian Kualitatif dan metode yang digunakan ialah metode survei dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini adalah mengidentifikasi persoalan Komunikasi Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti pada siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) IPTEK Purwasari Kabupaten Karawang. Kemudian, Subjek dan objek penelitian ini ialah Guru dan Siswa. Instrument penelitian ini menggunakan angket, wawancara, studi dokumentasi dan observasi.Hasil penelitian yang didapat bahwa pola komunikasi yang dilakukan guru dalam menyampaikan Materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas dilakukan dengan 2 (dua) cara. Pertama, dilakukan dengan Pola komunikasi satu arah (One Way Traffic Communication). Kedua, dengan Pola Komunikasi 2 (dua) arah (Two Ways Traffic Communication); Media yang digunakan dalam komunikasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti antara lain: Infokus, spidol, penghapus, metaplan, karton, film animasi, film dokumenter, media cetak dan perlengkapan ibadah; Penggunaan bahasa yang dilakukan dalam komunikasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dilakukan dengan 2 (dua) cara. Pertama dengan bahasa verbal (lisan) dan kedua dengan bahasa nonverbal (gestur/ bahasa tubuh); dan hambatan-hambatan dalam komunikasi pembelajaran bersumber dari faktor internal maupun eksetrnal. Hambatan yang bersumber dari faktor internal di antaranya; masih kurangnya kecakapan (skill) komunikasi dari Guru. Adapun hambatan yang bersumber dari faktor eksernal tiada lain diakibatkan oleh daya dukung atau perangkat-perangkat yang mendukung proses pembelajaran dikelas.Kata Kunci: Komunikasi Pembelajaran, Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti