cover
Contact Name
Harvina Sawitri
Contact Email
averrous@unimal.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
averrous@unimal.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Jl. Meunasah Uteunkot Cunda Lhokseumawe, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh
ISSN : 24775231     EISSN : 25028715     DOI : https://doi.org/10.29103/averrous
Core Subject : Health,
Averrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh (Averrous: Malikussaleh Journal of Medicine and Health - Averrous: MJMH*) is a peer-reviewed and open-access journal. Publishes by the Faculty of Medicine Universitas Malikussaleh in collaboration with the Institute for Research and Community Service (LPPM) Universitas Malikussaleh, which focuses on disseminating research findings that cover a wide range of subjects in medicine and health from basic medical and health sciences, applied sciences, and public health research. Original research papers, case studies, reviewed-articles are acceptable. Averrous: MJMH journals are published twice a year May and November. All research articles published in website Averrous: MJMH is free-downloaded according to the open access policy.
Articles 336 Documents
HUBUNGAN RIWAYAT STATUS IMUNISASI BACILLE CALMETTE-GUÉRIN (BCG) DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS (TB) PADA ANAK DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA ACEH UTARA TAHUN 2015 Hedya Nadhrati Surura; Mauliza Mauliza; Julia Fitriany
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 3: No. 2 (November, 2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v3i2.441

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan satu dari sepuluh penyebab kematian padaanak-anak dan bayi di seluruh dunia. Tingginya morbiditas TB pada orang dewasa mempengaruhi angka kesakitan TB pada anak. Anak dengan infeksi TB akan mempengaruhi perkembangan dan status kesehatan anak bahkan bisa menimbulkan kecacatan atau kematian. Upaya penurunan angka kesakitan anak dari penyakit TB dapat dicegahmelalui imunisasi Bacille Calmette-Guérin (BCG). Imunisasi BCG tidak dapat menghindari sepenuhnya dari sakit TB ringan, tetapi imunisasi BCG dapat menghindari dari sakit TB berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat imunisasi BCG dengan kejadian TB pada anak di Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum (BLUD RSU) Cut Meutia Aceh Utara tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2015sampaiMaret 2016. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 69 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis univariat didapatkan frekuensi responden yang terdapat riwayat imunisasi BCG berjumlah 50 responden (72,5%) dan responden yang tidak terdapat riwayat imunisasi BCG berjumlah 19 responden (27,5%). Gambaran sakit TB ringan berjumlah 66 responden (95,7%) dan TB berat berjumlah 3 responden (4,3%). Analisis bivariat hubungan riwayat status imunisasi BCG dengan Kejadian TB pada anak menggunakan uji Fisher Exact. Hasil uji Fisher Exact yaitu p = 1,000 (>α = 0,05) yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan riwayat imunisasi BCG dengan kejadian TB pada anak di BLUD RSU Cut Meutia Aceh Utara tahun 2015.
EFEKTIVITAS PROGRAM GENERASI BERENCANA PUSAT INFORMASI KONSELING (PIK) REMAJA BAGI SISWA SMA NEGERI DI KOTA BANDA ACEH Intan Liana
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 2 (November, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v4i2.1034

Abstract

Pemerintah telah mengupayakan program generasi berencana bagi remaja untuk mengendalikan persoalan terkait remaja. Namun, masih terdapat remaja yang berperilaku negatif sex bebas (12,5%), menonton film porno (90%) penyalahgunaan napza, dan lain sebagainya.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas program generasi berencana dalam kelompok pusat informasi konseling remaja bagi  siswa kelas 2 SMA Negeri di Kota Banda Aceh, yang dilakukan pada Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain Cross-sectional penelitian pada bulan April 2016.  Responden  adalah peserta PIK-Remaja sebanyak 134 siswa dan yang bukan perserta PIK-Remaja juga sebanyak 134 siswa. Analisis data menggunakan uji T-test Independent. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada perbedaan rata-rata pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi (p value = 0,014), sikap remaja (p value = 0,012), Perilaku seksual remaja (p value = 0,015), dan motivasi remaja (p value = 0,001) antara siswa yang mengikuti PIK-Remaja dengan siswa yang tidak mengikuti PIK-Remaja. Disarankan kepada guru hendaknya memberikan motivasi kepada siswa untuk mengikuti kelompok PIK, dan pihak pemerintah untuk mengevaluasi program ini untuk dikemas dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan remaja khususnya di Aceh.
HUBUNGAN SIKAP MASYARAKAT DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN MASSAL FILARIASIS DI KECAMATAN BAKTIYA ACEH UTARA Yuziani, Yuziani; Rahayu, Mulyati Sri
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol.6 : No.1 (Mei, 2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v6i1.2660

Abstract

Filariasis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara dan angka kejadian tertinggi tingkat propinsi Aceh. Kecamatan Baktiya paling tinggi angka kejadian di Aceh utara. Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filarial, yang menimbukan pembengkakan pada tangan, kaki dan genital.Salah satu strategi pemberantasan filariasis yang dilakukan dengan memutuskan mata rantai penularan dengan Pemberian Obat Masal Pencegahan (POMP) filariasis. Keberhasilan pengobatan sangat tergantung dari sikap masyarakat menyingkapi pengobatan ini. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan sikap Masyarakat dengan kepatuhan pengobatan massal filariasis di Kecamatan Baktiya Aceh Utara. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 256 sample dan analisis data menggunkan uji Chi-Square dan Uji Kolmogorov Smirnov sebagai alternatif lain untuk pemenuhan syarat. Didapatkan hasil responden dengan rentang umur terbanyak yaitu berada pada usia 17-25 yaitu 43,4 %. Distribusi jenis kelamin responden terbanyak  adalah jenis kelamin laki-laki yaitu  52,3 %. Distribusi pendidikan terakhir responden terbanyak adalah tamat SMA/MA/SMK yaitu 52,3 %. Distribusi pekerjaan responden terbanyak adalah IRT yaitu sebanyak 20,3 %. Gambaran tingkat sikap masyarakat tentang filariasis ada pada tingkatan kurang yaitu sebanyak 55,9 %, dan hanya 2,7 % yang memiliki tingkat sikap baik tentang filariasis sedangkan kepatuhan pengobatan massal filariasis didapatkan hanya 2,7 % yang diketahui patuh dalam mengkonsumsi obat filariasis, sedangkan 97,3 % diketahui tidak patuh. Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat sikap masyarakat dengan kepatuhan pengobatan Massal Filariasis pada masyarakat di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara Periode 2015-2018.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua tentang Bahaya Asap Rokok yang dapat Memicu Kejadian Ispa pada Anak Usia 0-5 Tahun di Puskesmas Samudera Tahun 2020 Noviana Zara
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous Vol. 7 : No. 2 (November, 2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v7i2.5350

Abstract

Asap rokok dari orangtua yang merokok dapat menyebabkan pencemaran udara yang dapat merusak mekanisme paru-paru. Asap rokok yang berlebihan dapat merusak sel paru-paru baik sel saluran pernapasan maupun jaringan paru. Paparan asap rokok berpengaruh terhadap terjadinya ISPA pada anak. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri. Penyakit ISPA paling banyak ditemukan pada anak-anak. ISPA akan menyerang seseorang yang ketahanan tubuh (immunologi) menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan orangtua terhadap bahaya asap rokok yang dapat memicu kejadian ISPA pada anak usia usia 0- 5 tahun di puskesmas Samudera. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan menggunakan metode Cross Sectional. Sampel penelitian sebanyak 55 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagi kuesioner kepada orang tua yang datang ke Puskesmas Samudera. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan orang tua tentang bahaya asap rokok yang dapat memicu kejadian ISPA pada anak yaitu 66,7% pengetahuan cukup, jenis kelamin perempuan lebih banyak yaitu 71,7%, berusia 26-35 sebanyak 56,7%, memiliki tingkat pendidikan SMA sebanyak 43,3%, lebih banyak berkerja sebagai ibu rumah tangga yaitu 66,7% dan kebiasaan merokok orang tua sebanyak 73,3%. Kesimpulan Didapati tingkat pengetahuan orangtua tentang bahaya asap rokok yang dapat memicu kejadian ISPA pada anak termasuk kategori cukup. 
STIGMA DAN DISKRIMINASI TERHADAP ODHA (STUDI PADA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS TANAH PASIR ACEH UTARA) Rizka Sofia
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 2: No. 1 (Mei, 2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v2i1.423

Abstract

Penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA merupakanbagian terpenting dalam Gerakan Nasional HIV/AIDS (GNHA). Melalui penghapusan stigma dan diskriminasi, proses preventif dan kuratif terhadap kasus HIV/AIDS menjadi lebih optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat stigma dan diskriminasi pada tenaga kesehatan terkait penyakit HIV/AIDS di Puskesmas Tanah Pasir serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan potong lintang (cross sectional study). Populasi penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Tanah Pasir dan metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan metode total sampling, dengan  jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hubungan tingkat pengetahuan HIV/AIDS dengan stigma ODHA diperoleh p-value = 0,03. Sementara itu hasil pengujian hubungan tingkat pengetahuan HIV/AIDS dengan diskriminasi ODHA juga diperoleh nilai p-value = 0,05. Hubungan ketakutan irasional terhadap transmisi HIV/AIDS dengan stigma tenaga kesehatan di Puskesmas Tanah Pasir terhadap ODHA diperoleh nilai­ p-value = 0,02. Sementara itu hubungan ketakutan irasional terhadap transmisi HIV/AIDS dengan diskriminasi tenaga kesehatan di Puskesmas Tanah Pasir terhadap ODHA diperoleh nilai p-value = 0,04. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dan tingkat ketakutan irasional tentang transmisi HIV mempunyai hubungan dengan stigma dan diskriminasi tenaga kesehatan Puskesmas Tanah Pasir terhadap ODHA.
INKOMPATIBILITAS ABO PADA NEONATUS DI UTD PMI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2018 Teuku Ilhami Surya Akbar; Ni Ken Ritchie; Nurmala Sari
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 5: No. 2 (November, 2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v5i2.2081

Abstract

Inkompatibilitas ABO atau ketidak cocokan golongan darah ABO pada neonatus merupakan salah satu penyebab ikterik patologis atau hiperbilirubinemia. Inkompatibilitas golongan darah ABO umumnya penyakit yang tidak berat, namun perlu penanganan sebaik-baiknya karena jika tidak dapat berdapak buruk bayi neonatus. Inkomptabilitas ABO terjadi pada 12% kehamilan, tetapi hanya 2% yang berkaitan dengan hemolisis berat. Ibu biasanya memiliki golongan darah O dan janin memiliki golongan darah A, B atau AB. Penelitian ini melihat prevalensi ABO inkompatibilitas pada neonatus  dan penanganan yang dilakukan di UTD PMI Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase inkompatibilitas ABO di UTD PMI Kota Banda Aceh dan juga penanganan yang selama ini dilakukan. Metoda penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data menggunakan data sekunder.  Total sampel berjumlah  4.500 kasus. Hasil penelitian menunjukkan presentase Inkompatibilitas ABO pada neonatus sebesar 0,5% dan diberikan penanganan berupa fototerapi dan transfusi darah. Kesimpulannya 1/20 neonatus yang diperiksakan darahnya di UTD PMI Kota Banda Aceh mengalami inkompatibilitas ABO, diharapkan ibu hamil dapat mengetahui golongan darahnya sebelum persalinan dan melakukan pemeriksaan terkait resiko inkompatibilitas.
PERBEDAAN FREKUENSI MIKSI, DEFEKASI, DAN MINUM DENGAN PENURUNAN BERAT BADAN NEONATUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDA SAKTI Mauliza Mauliza; Noviana Zara; Narisha Amelia Putri
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous Vol. 7 : No. 1 (Mei, 2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v7i1.3576

Abstract

Neonatus memiliki peran penting untuk tumbuh kembang anak. Neonatus memiliki komposisi udara sekitar 75% yang akan berkurang dalam minggu pertama karena terjadi pergeseran cairan dari intraseluler ke ekstraseluler. Proses kehilangan cairan dipengaruhui oleh frekuensi miksi, defekasi, dan mengakibatkan kejadian kejadian penurunan berat badan neonatus ≥5%. Menurut penelitian Mezzacappa 2016 didapatkan data neonatus sebanyak 25,8% yang mengalami penurunan berat badan berlebih yaitu sekitar 9,4% ± 1,1%, dan didapatkan neonatus yang mengalami penurunan lebih dari 10% yaitu sebanyak 4,8% neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat konferensi frekuensi miksi, defekasi,studi longitudinal ). Hasil analisis univariat didapatkan frekuensi miksi, defekasi, penurunan berat badan badan neonatus dalam batas normal. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-squaredan alternatifnya dengan mempertimbangkan nilai p <0.05 menunjukkan perbedaan antara frekuensi miksi dan penurunan berat badan [(P = 0.005), (OR = 8.105), (95% CI = 1.630-40.295)]; terdapat perbedaan antara frekuensi defekasi dan penurunan berat badan [(P = 0.026), (OR = 3.600), (95% CI = 1.140-11.373)]; tidak ada perbedaan antara frekuensi minum dan penurunan berat badan [total (P = 0.291), (OR = 3.172), (95% CI = 0.332-30.359)]; [ASI (P = 0.808), (OR = 1.150), (95% CI = 0.372-3.551)]; [susu formula (P = 0.415), (OR = 1.474), (95% CI = 0.375-5.797)]. Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan antara frekuensi miksi dan defekasi dengan penurunan berat badan neonatus, tetapi tidak ada perbedaan antara frekuensi minum dengan penurunan berat badan neonatus.
SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS MEDIA KROMOGENIK SEBAGAI DETEKSI DINI ESCHERICHIA COLI DAN KLEBSIELLA PNEUMONIAE PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM ΒETA LACTAMASE (ESBL) DARI SPESIMEN URIN PASIEN DI RSUD DR. SOETOMO SURABAYA Cut Asmaul Husna
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 2: No. 1 (Mei, 2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v2i1.414

Abstract

Infeksi nosokomial yang disebabkan oleh bakteri resisten antibiotik termasuk bakteri penghasil ESBL telah banyak dilaporkan di seluruh dunia. Enzim ESBL paling banyak dihasilkan oleh Enterobacteriaceae, terutama Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae. Medium kromogenik merupakan suatu medium generasi baru sebagai metode kultur secara cepat yang menggabungkan antara deteksi presumtif ESBL dengan identifikasi organisme, yang dapat dijadikan sebagai salah satu skrining. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sensitivitas dan spesifisitas medium kromogenik sebagai deteksi dini Escherichia coli dan Klebsiella pneumoniae penghasil ESBL dari spesimen urin. Penelitian merupakan uji validitas diagnostik. Terdapat 343 spesimen urin yang berasal dari ruangan anak, penyakit dalam dan bedah, semua urin diinokulasikan ke medium kromogenik, disamping pemeriksaan rutin dengan Mac Conkey Agar (MCA) dan Blood Agar (BA). Hasil yang tumbuh pada medium kromogenik diidentifikasi sebanyak 98 sampel berdasarkan warna koloni, 41 sampel menghasilkan koloni berwarna merah dan 28 sampel koloni berwarna hijau, sisanya tumbuh dengan koloni yang tidak berwarna. Terdapat 146 sampel yang tumbuh pada MCA dan BA yang selanjutnya diidentifikasi ddengan Phoenix sebagai gold standard, 32 sampel E. coli dan 18 sampel K. pneumoniae dengan ESBL. Hasil ini dibandingkan untuk menilai sensitivitas dan spesifisitas. Analisis data menggunakan Mc Nemar dan uji Kappa, dengan hasil (P>0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan  antara medium kromogenik dengan Phoenix dalam identifikasi E. coli dan K. pneumoniae penghasil ESBL. Didapatkan sensitivitas, spesifisitas, PPV masing-masing untuk E. coli adalah 96,9%, 80% dan 91,2%; 100% untuk K. pneumoniae. Hasil deteksi dan identifikasi E. coli dan K. pneumonia penghasil ESBL yang dibandingkan dengan Phoenix menunjukkan perbedaan P>α dengan sensitivitas 98%, spesifisitas  85% dan PPV 94,2%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa medium kromogenik dapat digunakan sebagai deteksi dini dan identifikasi E. coli dan K. pneumonia sebagai penghasil ESBL pada spesimen urin. Penggunaan medium kromogenik dalam identifikasi E. coli dan K. pneumoniae secara langsung pada spesimen urin menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas lebih tinggi pada K. pneumonia dibandingkan  E. coli penghasil ESBL.
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA LANSIA DI PANTI JOMPO KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2017 Khaidir Khaidir; Nora Maulina
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 4: No. 1 (Mei, 2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v4i1.801

Abstract

Menua atau menjadi tua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Apabila seseorang memasuki masa usia lanjut, terjadi berbagai perubahan baik yang bersifat fisik, mental, maupun sosial. Perubahan-perubahan tersebut akan menempatkan individu usia ini pada posisi serba salah yang akhirnya hanya menjadi sumber akumulasi stres dan frustasi belaka. Stres dapat menyerang semua orang, baik anak-anak, orang dewasa maupun lanjut usia (lansia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada lansia di panti jompo kota lhokseumawe tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan croos sectional dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Jumlah sampel yang diambil sebnyak 55 responden. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa tingkat stres paling tinggi adalah tingkat stres sedang yaitu sebanyak 25 orang (45,4%), tingkat depresi paling tinggi yaitu depresi sedang sebanyak 25 orang (45,4%), tingkat kecemasan tertinggi yaitu normal sebanyak 19 orang (34,5), didapatkan juga usia terbanyak yaitu usia 60-74 sebanyak 31 orang (56,3%), didapatkan juga lansia dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan  sebanyak 34 orang (61,9%), didapatkan juga lansia terbanyak berpendidikan dasar (SD/SMP) yaitu sebanyak 40 orang (72,8%).
GAMBARAN PERFORMA INSTRUKTUR KETERAMPILAN KLINIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH mulyati sri rahayu; Yuziani Yuziani
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol. 6: No. 2 (November, 2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v6i2.2399

Abstract

Performa seorang instruktur skill lab sangat berpengaruh  terhadap pencapaian sasaran pembelajaran skill lab. Tujuan penelitian  ini adalah  untuk  mengetahui gambaran performa instruktur skill lab Program Studi Kedokteran di FK  Unimal.  Jenis penelitian ini adalah deskriptif-analitik menggunakan  rancangan  cross sectional. Responden adalah  213 mahasiswa.  Instrumen yang digunakan  adalah “Instrument for Evaluating Clinical Skills lab Teacher’s Didactical Performance”. Hasil penelitian menunjukkan  performa keterampilan mengajar, keterampilan  interpersonal dan komunikasi  dan performa kondisi/strategi pelatihan intruktur keterampila klinik didinilai baik oleh mahasiswa dengan persentase kategori baik sampai sangat baik  lebih dari  90 %.  Kesimpulan penelitian ini menunjukkan  bahwa secara umum  performa instruktur keterampilan klinik di Program Studi Kedokteran FK Unimal sudah baik berdasarkan persepsi mahasiswa. Kata kunci :  keterampilan klinis, instruktur, perfoma mengajar, instrumen