cover
Contact Name
Zulhafizh
Contact Email
zulhafizhss@gmail.com
Phone
+6285271894091
Journal Mail Official
redaksijtuah@gmail.com
Editorial Address
Jl. H.R. Soebrantas, Ruang Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, Gedung H, Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru, Tampan Pekanbaru, Riau, Indonesia 28293
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Published by Universitas Riau
ISSN : 26566311     EISSN : 2685662X     DOI : -
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa merupakan jurnal yang di kelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Jurnal ini sebagai tempat atau wadah untuk publikasi artikel ilmiah, baik berupa hasil penelitian maupun hasil kajian kepustakaan yang inovatif dan kreatif. Ruang lingkup tema di Jurnal Tuah berkaitan dengan pendidikan, pengajaran bahasa dan sastra, baik makro maupun mikro, dan budaya. Penulis di Jurnal Tuah dapat dari berbagai kalangan akademis, praktisi, maupun pengamat.
Articles 107 Documents
GAYA BAHASA PERBANDINGAN FAHRI HAMZAH DALAM ACARA INDONESIA LAWYERS CLUB Zaimarni, Silvia; Charlina, Charlina; Rumadi, Hadi
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 2, No 1 (2020): JURNAL TUAH : Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.882 KB)

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan Fahri Hamzah dalam acara Indonesia lawyers club dari perspektif Henry Guntur Tarigan. Sumber data penelitian ini ialah melalui chanel youtube Indonesia Lawyers Club, yang di dalamnya terdapat video-video lengkap acara televisi Indonesia Lawyers Club. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bukan kuantitatif atau angka. penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik analisis data spiral pada penelitian ini dimulai dengan langkah-langkahnya yaitu mengiventarisasi, pengumpulan data, mengklasifikasikan, menganalisis, memaparkan, dan membuat kesimpulan untuk mendapatkan gambaran tentang objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik simak, teknik catat, teknik menemukan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa gaya bahasa perbandingan Fahri Hamzah dalam acara Indonesia Lawyers Club adalah gaya bahasa perumpamaan (simile) sebanyak 5 data, metafora sebanyak 4 data, personifikasi sebanyak 2 data, depersonifikasi sebanyak 2 data, antitesis sebanyak 2 data, pleonasme sebanyak 9 data, antisipasi atau prolepsis sebanyak 3 data, dan koreksi atau epanortosis sebanyak 3 data. Gaya bahasa perbandingan diungkapkan pengarang dengan cara membandingkan kata atau keadaan dengan ungkapan lain yang memiliki makna sejalan dengan makna yang diinginkan pengarang. Penggunaan gaya bahasa perbandingan bertujuan untuk memberikan kesan imajinatif, efek makna yang dalam, keindahan diksi, mengkonsentrasikan makna, mempersingkat serta memperhalus bahasa, dan untuk menambah nilai keindahan dari karya sastra.
Kesalahan Berbahasa pada Teks Eksposisi Siswa Kelas VIII SMP Babussalam Pekanbaru Khairun Nisa; Mangatur Sinaga; Charlina Charlina
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 1, No 2 (2019): JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.222 KB) | DOI: 10.31258/jtuah.1.2.p.114-122

Abstract

Bahasa merupakan nikmat yang tidak ternilai harganya. Bahasa diciptakan oleh Allah Subhanahuwa Ta’ala untuk memudahkan manusia saling mengenal. Bahasa berdasarkan bentuk penggunaannya terbagi menjadi dua jenis yaitu (1) ragam bahasa lisan dan (2) ragam bahasa tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tataran-tataran kesalahan berbahasa di bidang taksonomi linguistik yang terdapat pada teks eksposisi karangan siswa kelas VIII SMP Babussalam, Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan di Pekanbaru dengan memanfaatkan sumber-sumber buku yang dimiliki dengan kajian pustaka. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Ditemukan 260 kesalahan taksonomi linguistik dari 94 karangan siswa di antaranya sebanyak 39 kesalahan tataran fonologi, 115 kesalahan morfologi, 19 kesalahan frasa, 2 kesalahan klausa, 79 kesalahan sintaksis, dan 7 kesalahan semantik. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kesalahan berbahasa taksonomi linguistic yang paling umum terjadi adalah kesalahan pada tataran morfologi dan yang paling sedikit terdapat pada tataran semantik.
Karakteristik Budaya Melayu dalam Kumpulan Cerita Yong Dolah versi Abdul Razak Erdila Wati; Elmustian Elmustian; Auzar Auzar
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 1, No 1 (2019): JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.42 KB) | DOI: 10.31258/jtuah.1.1.p.51-59

Abstract

DIMENSI SEJARAH MELAYU DALAM KUMPULAN SAJAK TERSEBAB HAKU MELAYU EDISI PENGGAL PERTAMA KARYA TAUFIK IKRAM JAMIL: KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK Ali, Ririn Fujiarti; Syafrial, Syafrial; Rumadi, Hadi
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 2, No 1 (2020): JURNAL TUAH : Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.405 KB)

Abstract

Latar belakang pemikiran penelitian ini ialah berangkat dari ungkapan bahwa untuk mengaitkan sebuah sejarah yang berkaitan dengan keadaan sosial pengarang ketika seseorang pengarang tersebut menciptakan sebuah karya. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui dimensi sejarah dalam kumpulan sajak tersebab haku Melayu karya Taufik Ikram Jamil dengan melihat sisi pesan dalam kumpulan sajak tersebab haku Melayu menggunakan kajian strukturalisme genetik. Sumber data penelitian ini yaitu kumpulan sajak tersebab haku Melayu. Data penelitian ini adalah teks yang megandung pesan, yang dikelompokkan ke dalam kategori dimensi sejarah Melayu dan dimensi sejarah berdasarkan pengalaman pribadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang menggambarkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, ditemukan keseluruhan 43 data dimensi sejarah dalam kumpulan sajak tersebab haku Melayu yang terdiri dari 2 jenis dimensi sejarah yaitu dimensi sejarah Melayu sebanyak 15 data dan dimensi sejarah berdasarkan pengalaman pribadi sebanyak 28 data.
Kemampuan Memahami Unsur Intrinsik Teks Narasi Siswa Kelas VII SMP IT Aziziyyah Pekanbaru Nina Rahayu; Nursal Hakim; Elmustian Elmustian
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 1, No 2 (2019): JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.546 KB) | DOI: 10.31258/jtuah.1.2.p.156-162

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan memahami unsur intrinsik teks narasi siswa kelas VII SMP IT Aziziyyah Pekanbaru. Kemampuan siswa tersebut didapatkan berdasarkan hasil penilaian terhadap tujuh aspek unsur intrinsik yaitu, tema, tokoh/penokohan, latar, alur, sudut pandang, gaya bahasa, amanat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP IT Aziziyyah Pekanbaru yang berjumlah 87 siswa dengan rincian kelas VII 1 berjumlah 47 siswa dan VII2 berjumlah 40 siswa. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa tes objektif. Data pada penelitian ini adalah hasil penilaian berupa skor terhadap tes menentukan unsur intrinsik teks narasi siswa kelas VII SMP IT Aziziyyah Pekanbaru. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa kemampuan memahami unsur intrinsik teks narasi siswa kelas VII SMP IT Aziziyyah Pekanbaru tergolong tinggi dengan rata-rata 86,52 dengan rata-rata mendapat skor 89,1 pada aspek tema, skor 78,1 pada aspek tokoh/penokohan, skor 98,2 pada aspek latar, 95,4. pada aspek alur, skor 68,4 pada aspek sudut pandang, skor 78,9 pada aspek gaya bahasa, skor 96,6 pada aspek tema.
Kemampuan Memahami Peribahasa Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2018 FKIP Universitas Riau Rima Annita Sari D; Nursal Hakim; Syafrial Syafrial
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 1, No 1 (2019): JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.746 KB) | DOI: 10.31258/jtuah.1.1.p.18-25

Abstract

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA PEMAHAMAN BERPENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Razak, Abdul; Syihabuddin, Syihabuddin; Damaianti, Vismaia S.; Mulyati, Yeti
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 2, No 1 (2020): JURNAL TUAH : Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.022 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghadirkan produk bahan ajar. Fokusnya: (1) bahan ajar kompetensi membaca pemahaman, (2) bahan ajar yang berpendekatan konstruktivisme, (3) bahan ajar bertopik Islam, (4) bahan ajar bermedia gambar balon udara. Pengembangan bahan ajar mengikuti prosedur: 1) analisis keperluan; 2) penyusunan desain bahan ajar; 3) penyusunan produk awal; 4) uji coba produk awal pada skala terbatas; 5) revisi produk awal; 6) uji coba produk revisi pada skala luas; 7) produk akhir. Instrumen penelitian berbentuk kuesioner ditujukan kepada tim ekspet, para pengguna, dan audiens. Instrumen tes kloz digunakan untuk mengukur keterbacaan teks bacaan dan deskripsi utama bahan ajar. Uji coba produk dilakukan di kelas VII SMP/MTs Pekanbaru. Komponen detil membaca pemahaman adalah kalimat dan gagasan dan aspek universal bacaan adalah simpulan dan pesan. Konstruktivisme menggunakan 5 fase dari Needham. Indikator kelayakan isi bahan ajar memuat 12 subindikator, kelayakan penyajian memuat 7 subindikator, kelayakan bahasa memuat 3 subindikator, dan kelayakan kegrafikaan memuat 6 subindikator. Pengembangan ini menghasilkan produk yang berjudul Meneguhkan Jalan Menuju Surga: Bahan Ajar Membaca Pemahaman Berpedekatan Konstruktivisme untuk Kelas VII SMP/MTs.
Hubungan Teks dengan Konteks dalam Umpasa pada Adat Perkawinan Suku Batak Toba Melvawati Butar-Butar; Syafrial Syafrial; Hadi Rumadi
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 1, No 2 (2019): JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.625 KB) | DOI: 10.31258/jtuah.1.2.p.123-131

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan hubungan teks dengan konteks dalam umpasa pada adat perkawinan suku Batak Toba, melalui metode deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara jelas tentang hubungan teks dengan konteks dalam pantun perkawinan masyarakat Batak Toba. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara, membaca, dan mencatat. Kemudian data dikumpulkan, disesuaikan, diterjemahkan dan dianalisis secara keseluruhan untuk menemukan hubungan antara teks dengan konteks yang terkandung dalam umpasa perkawinan masyarakat Batak Toba. Simpulan yang dihasilkan adalah teks dengan konteks pada hal apapun adalah memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Tidak akan ada teks yang tercipta jika tidak ada situasi yang sedang terjadi. Teks umpasa marhata sinamot tercipta karena para pelibat sedang berada pada konteks marhata sinamot, sehingga teks umpasa marhata sinamot tersebut semuanya berisi tentang pembicaraan dalam marhata sinamot. Teks umpasa pada saat marunjuk juga tercipta karena konteks/situasinya yaitu pesta adat atau marunjuk sehingga teks umpasanya adalah berisi tentang ucapan selamat, nasihat-nasihat, doa-doa, serta harapan-harapan untuk kedua mempelai. Teks umpasa disampaikan secara langsung dalam upacara adat perkawinan suku Batak Toba tergantung kepada situasi yang sedang terjadi. Jika dalam situasi membicarakan maskawin maka umpasa yang disampaikan adalah berkaitan dengan hal tersebut begitu juga pada saat marunjuk.
Pola Hubungan Antar Tokoh dalam Novel Hujan Karya Tere Liye Ria Purwanti; Syafrial Syafrial; Hermandra Hermandra
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 1, No 1 (2019): JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.043 KB) | DOI: 10.31258/jtuah.1.1.p.60-68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola hubungan antar tokoh dalam novel hujan karya Tere Liye. Sumber penelitian ini adalah novel Hujan karya Tere Liye, sampul biru dan terdapat gambar payung serta tulisan-tulisan pesan pengarang kepada pembaca. Novel hujan karya Tere Liye terbit pada tahun 2016 cetakan kedua puluh delapan Mei 2018.  Jenis penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Penelitian yang deskptif artinya data terurai dalam bentuk kata-kata. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan teknik dokumentasi, yaitu membaca buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik analisis data adalah dengan mengidentifikasi data penelitian, mendeskripsikan hasil penelitian, menginterpretasikan dan menyimpulkan hasil penelitian. Berdasarkan penelitian ini ditemukan 95 data, diantaranya 24 hubungan kekeluargaan, 17 hubungan pendidikan, 15 hubungan persahabatan dan 39 hubungan cinta kasih. hujan karya Tere Liye.Sumber penelitian ini adalah novel Hujan karya Tere Liye, sampul biru dan terdapat gambar payung serta tulisan-tulisan pesan pengarang kepada pembaca.Novelhujan karya Tere Liye terbit pada tahun 2016 cetakan kedua puluh delapan Mei 2018.  Jenis penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif.Penelitian yang deskptif artinya data terurai dalam bentuk kata-kata. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan teknik dokumentasi, yaitu membaca buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Teknik analisis data adalah dengan mengidentifikasi data penelitian, mendeskripsikan hasil penelitian, menginterpretasikan dan menyimpulkan hasil penelitian. Berdasarkan penelitian ini ditemukan 95 data, diantaranya 24 hubungan kekeluargaan, 17 hubungan pendidikan, 15 hubungan persahabatan dan 39 hubungan cinta kasih. Kata Kunci: pola hubungan, tokoh, novel
DERIVASI GENERATIF PADA NOMINA BAHASA BAHASA BUGIS: SEBUAH BENANG MERAH PADA BAHASA MELAYU Kusumanegara, Afdhal
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 2, No 1 (2020): JURNAL TUAH : Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.473 KB)

Abstract

Dalam bahasa Bugis, kelas kata nomina dapat berasal dari hasil penyesuaian bentuk turunan yakni melalui proses afiksasi secara derivatif. Sifat derivatif tersebut memiliki kaidah pembentukan kata sebagaimana yang terdapat dalam bahasa serumpun. Meskipun pembentukan nomina dalam bahasa Bugis memiliki kaidah pembentukan kata, namun proses tersebut memiliki ciri tertentu. Modifikasi model kerja proses pembentukan kata Halle (1973) dan Aronoff (1994) digunakan untuk melihat pola pembentukan nomina secara derivatif dalam bahasa Bugis. Analisis tersebut terdiri atas 5 tahap; 1) bentukan kata/daftar morfem (DM), 2) kaidah pembentukan kata (KPK), 3) kaidah penyesuaian/saringan (KP/S), (4) kaidah lanjutan (KL), dan 5) hasil/kamus (H/K). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perilaku kosakata atau hasil afiksasi dalam bahasa Bugis yang tidak mencapai lima tahap pembentukan kata atau tidak dimasukkan/digunakan secara lazim dalam bahasa Bugis. Hal tersebut memberikan aspek kesemestaan terhadap bahasa Melayu yang memiliki ciri morfologis serupa.

Page 2 of 11 | Total Record : 107