cover
Contact Name
Erlan Muliadi
Contact Email
erlanmuliadi@uinmataram.ac.id
Phone
+6285338578081
Journal Mail Official
jurnal.elhikmah@uinmataram.ac.id
Editorial Address
https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/elhikmah/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
Core Subject : Religion, Education,
el-Hikmah: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam (e-ISSN 2527-4651, p-ISSN 2086-3594) adalah jurnal ilmiah peer-review dan open access yang dikelola dan diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN ) Mataram. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi platform jurnal akses terbuka yang menerbitkan dan menyebarkan gagasan kajian dan penelitian tentang Pendidikan Islam. Fokusnya adalah mempublikasikan kajian dan penelitian asli (penelitian kualitatif, penelitian tindakan kelas, penelitian pengembangan/desain), analisis perpustakaan, dan book review tentang kajian pendidikan Islam, bagaimana peserta didik belajar PAI, dan bagaimana PAI diajarkan di tingkat sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi. Ruang lingkup (scope) kajian el-Hikmah meliputi: Nilai-nilai dalam pengajaran dan pembelajaran PAI Skup ini berkaitan dengan nilai-nilai seperti keyakinan, sikap, emosi yang berpengaruh/berhubungan dengan pengajaran dan pembelajaran PAI. Pengembangan kompetensi guru/calon guru PAI Skup ini untuk mendukung kompetensi guru/calon guru PAI dalam mengembangkan nilai-nilai, dan pengetahuan konten teknologi/pedagogis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 128 Documents
Fiqh Learning Using Media and Its Implication towards Students Understanding: A Case Study at MAN 2 Mataram Syukri Syukri
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i1.6061

Abstract

The fiqh (Islamic law) learning process using media among Islamic studies teachers at MAN 2 Mataram has huge implications for the quality of the learning process. Fiqh learning, especially on the topics of hajj and umrah as well as the treatment of the deceased, with media support, turns out to be exciting, and it accelerates and enhances students' understanding. Teachers of Islamic studies can explain hajj and umrah as well as bathing and praying the deceased through a demonstration using a miniature of Ka’bah and a doll representing a corpse, respectively. Students practice the lessons individually and in groups upon the teacher's demonstration. The process of Fiqh learning using media has an implication towards the increase of students understanding and their ability to memorize the lessons.  Keywords: Fiqh learning, media, method, demonstration, practice        Abstrak: Proses  pembelajaran Fikh menggunakan alat peraga di kalangan guru agama Islam Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram memberikan implikasi yang besar terhadap peningkatan pemahaman siswa cukup tinggi dan memiliki kemampuan daya ingat yang lama. Pembelajaran mata pelajaran Fikh menggunakan alat peraga khusus pada materi haji dan umrah menggunakan kabah dan cara memandikan mayat dan menshalatkannyn menggunakan boneka sangat menyenangkan, mempercepat, dan memperjelas pemahaman siswa. Metode diterapkan guru agama Islam adalah metode demonstratif dengan alat peraga miniatur kabah dan boneka mayat. Usai guru mendemonstrasikan alat peraga sesuai materi, siswa langsung mempraktekkan secara individu dan kelompok. Pembelajaran Fikh menggunakan alat peraga menghasilkan peningkatkan pemahaman siswa yang cukup signifikans dan memiliki kemampuan daya ingat yang sangat lama.
Pembelajaran dalam Pandangan Teori Belajar Junaidin Junaidin
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i1.6066

Abstract

Implementation of learning is synonymous with design and planning, not suddenly and spontaneously. The purpose of this article is to discuss four learning theories, namely: behaviorism theory, information processing theory, situated learning theory, and constructivism theory and their implications for learning design and practice. The results of this article state that, first, the theory of behaviorism recognizes that learning is a response between stimulus and response, which then requires willingness, practice, and reinforcement effects on the part of students. Second, information processing theory shows that learning is not only a change in cognitive and information content, but also the internalization of information that is reflected in attitudes and behavior. Third, situated theory says that learning is a change in behavior that will be more meaningful if applied in everyday life or the real world (internalization). Fourth, constructivism theory emphasizes the construction of learned meanings so that they can be understood properly and then be able to reconstruct new meanings when faced with the same or similar knowledge. Keywords: learning theory, behaviorism theory, information processing theory, situated learning theory, and constructivism theory. Abstrak: Pelaksanaan pembelajaran identik dengan desain dan perencanaan, tidak tiba-tiba dan spontan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk membahas empat teori belajar, yaitu: teori behaviorisme, teori pemrosesan informasi, teori belajar situasional, dan teori konstruktivisme serta implikasinya terhadap desain dan praktik pembelajaran. Hasil dari artikel ini menyatakan bahwa, pertama, teori behaviorisme mengakui bahwa belajar adalah respon antara stimulus dan respon, yang kemudian membutuhkan kemauan, latihan, dan efek penguatan (baik positif maupun negatif) dari pihak siswa. Kedua, teori pemrosesan informasi menunjukkan bahwa belajar bukan hanya perubahan kognitif dan konten informasi, tetapi juga internalisasi informasi yang tercermin dalam sikap dan perilaku. Ketiga, teori situasional mengatakan bahwa belajar adalah perubahan perilaku akan lebih bermakna jika diaplikasikan dalam kehidupan keseharian atau dunia nyata (internalisasi). Keempat, teori konstruktivisme menekankan konstruksi makna yang dipelajari agar dapat dipahami dengan baik dan kemudian mampu merekonstruksi makna baru ketika dihadapkan pada pengetahuan yang sama atau serupa.
Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran SKI Melalui Penerapan Strategi Question Students Have: Penelitian Tindakan pada Siswa Kelas VIII MTSN 2 Lombok Timur Supriadin Supriadin
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2022): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i2.6080

Abstract

The use of the Question Students Have strategy in the Subject of Islamic Cultural History is one of the efforts to improve the quality of education, especially to increase student learning outcomes. This is done because there is still low educational interaction in the classroom when learning takes place. Hence, students tend to be passive and lack the courage to express opinions or ask questions, which has implications for the achievement of students' daily assessment results below the KKM standard. This study aims to improve student learning outcomes in class VIII-D in SKI subjects by applying the Question Students Have learning strategy. This research was conducted on students of class VIII-D Negeri 2 East Lombok totalling 30 students. This research is action research with two cycles through 4 stages; planning, action, observation, and reflection. The results showed that student learning outcomes increased after learning action was carried out using the Question Students Have learning strategy. The results of the analysis are presented as follows. In cycle I, students only achieved an average score of 72.33, with a classical completeness percentage of 66.67% of all students. In cycle II the average student learning outcomes were 77.27, with a classical completeness percentage of 90%. That means that students' learning completeness classically increased by 29.97% from cycle I and 56.99% compared to the pre-test scores before the action. Keywords: Learning Outcomes; skiing; Question Students Have Abstrak: Penggunaan strategi Question Students Have pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dilakukan karena masih rendahnya interaksi edukatif di dalam kelas saat pembelajaran berlangsung. Sehingga, siswa cenderung pasif dan kurang berani mengemukakan pendapat atau bertanya, yang berimplikasi pada pencapaian hasil penilaian harian siswa di bawah standar KKM. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-D pada mata pelajaran SKI dengan penerapan strategi pembelajaran Question Students Have. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas VIII-D Negeri 2 Lombok Timur berjumlah 30 orang siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan 2 siklus melalui 4 tahapan; perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan pembelajaran dengan Strategi pembelajaram Question Students Have. Hasil analisis dikemukakan sebagai berikut. Siklus I, siswa hanya mencapai nilai rat-rata 72,33 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 66,67% dari keseluruhan siswa. Pada siklus II hasil belajar rata-rata siswa 77,27 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 90%. Hal ini berarti ketuntasan belajar siswa secara klasikal meningkat 29,97% dari siklus I, dan meningkat 56, 99% dibandingkan dengan nilai pre test sebelum tindakan.
Pemikiran Ahmad Dahlan tentang Pendidikan dan Relevansinya dengan Pendidikan Kontemporer Nur Faizi
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i1.6081

Abstract

This paper aims to discuss the thoughts of Ahmad Dahlan about education and its relevance to contemporary Islamic education. The research method used in this paper is qualitative library research. This research includes a biographical study because it tries to conclude, analyze and make interpretations of the characters' thoughts. The results and discussion in this paper are that Ahmad Dahlan, as a reformer of Islamic Education, answered the challenges faced by Muslims in the form of the backwardness of the education system and the stagnation of Islamic understanding. During the time of Ahmad Dahlan, the condition of Muslims began to deviate from the sanctity and purity of Islamic teachings. Ahmad Dahlan's thoughts were motivated by his concern and anxiety about the situation and condition of Muslims drowning in stagnation of thought, ignorance, and backwardness at that time. The goal of Ahmad Dahlan's thought was to cleanse Islam from the influence of wrong teachings (heresy, superstition, and superstition), reform the Islamic education system, and improve the social life of Muslims. The relevance of Ahmad Dahlan in Islamic education today can be seen from the aspect of the goals of Islamic education. Keywords: Ahmad Dahlan, Education, religious, conservative Tulisan ini bertujuan untuk membahas pemikiran Ahmad Dahlan tentang pendidikan dan relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif. Penelitian ini termasuk penelitian biografi, karena mencoba menyimpulkan, menganalisis dan membuat interpretasi dari pemikiran para tokoh. Hasil dan pembahasan dalam tulisan ini adalah Ahmad Dahlan sebagai seorang pembaharu Pendidikan Islam menjawab tantangan yang dihadapi umat Islam berupa keterbelakangan sistem pendidikan dan stagnasi pemahaman Islam. Pada masa Ahmad Dahlan, kondisi umat Islam mulai menyimpang dari kesucian dan kemurnian ajaran Islam. Pemikiran Ahmad Dahlan dilatarbelakangi oleh keprihatinan dan kegelisahannya terhadap situasi dan kondisi umat Islam yang saat itu sedang tenggelam dalam stagnasi pemikiran, kebodohan dan keterbelakangan. Tujuan pemikiran Ahmad Dahlan adalah membersihkan Islam dari pengaruh ajaran sesat (bid'ah, tahayul dan tahayul), mereformasi sistem pendidikan Islam dan memperbaiki kehidupan sosial umat Islam. Relevansi Ahmad Dahlan dalam pendidikan Islam saat ini dapat dilihat dari aspek tujuan pendidikan Islam.  
Eksistensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Krisis Moralitas Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 06 Kota Bima Nurhasanah Nurhasanah; Muhammad Irfan; Putri; Susanti; Ratih; Adriani; Elisa
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i1.6105

Abstract

The crisis of morality that occurs in students is a crucial problem in education because the first success in educating is a change in the attitude or morals of students from bad to good. This study discusses the school's or teacher's methods for dealing with a morality crisis in students at SMPN 06 Kota Bima. The method used is qualitative. The findings of this study mention several ways of overcoming a moral problem, namely; first, reciting the Qur'an together before the teaching and learning process begins. Second, midday prayers in the congregation. Third, carry out Imtaq every Friday. In addition, the teacher also sanctions students who have committed violations in the form of reprimands and summons to parents of students. Keywords: Morality, Students, PAI Teachers Abstrak: Krisis moralitas yang terjadi pada peserta didik merupakan masalah krusial dalam pendidikan, karena kesuksesan pertama dalam mendidik ialah perubahan sikap atau moral pada peserta didik dari yang tidak baik menjadi baik. Penelitian ini membahas metode sekolah atau guru untuk menanggulangi terjadinya krisis moralitas pada peserta didik di SMPN 06 Kota Bima. Adapun metode yang digunakan, yaitu metode kualitatif. Temuan penelitian ini menyebutkan beberapa metode penanggulangan krisis moral, yaitu; pertama,  pembacaan Al qur’an secara bersama-sama sebelum proses KBM dimulai. Kedua, sholat dzuhur secara berjamaah. Ketiga, melaksanakan Imtaq setiap hari Jum’at. Selain itu juga, guru memberikan sanksi kepada peserta didik yang telah melakukan pelanggaran, baik sanksi berupa teguran maupun surat panggilan orang tua peserta didik.
Implementasi PhET Berbasis Software sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran pada Masa Pandemi (Studi di SMK Islahuddiny dan MA Al-Kasyif) Akhmad Asyari; Ismail Marzuki
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i1.6131

Abstract

The purpose of this study is to describe the feasibility of developing software-based virtual learning to improve the quality of learning during a pandemic. The research method uses a descriptive qualitative approach. Collecting data using observation, interviews, and documentation. While data analysis begins with formulating problems, formulating hypotheses, developing measuring devices, collecting data and only then analyzing data. The results of this study in the validation of research instruments with the components of substance, construction, practicality, and linguistic assessment as a whole were obtained at 92.86%. The results of the analysis of the teacher's questionnaire on Basic Competency, content, suitability of student characteristics, and learning activities as a whole obtained a percentage of 91.00%. The results of the analysis of student questionnaires on aspects of objectives, content, learning activities, overall evaluation obtained a percentage of 93.93%. besides that there was an increase in learning outcomes of 53.37%, from the pretest and posttest data. The conclusion in this study is that from the observations and analyzes that have been carried out, it shows that the use of software-based distance learning can be carried out according to the pattern of basic competencies and material according to the conditions of students. In addition, the quality of student learning can be improved by using software-based distancing learning. Keywords: PHET, PHET software, Islamic Religious Education, pandemic era. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan pengembangan pembelajaran virtual berbasis software untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di masa pandemi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dimulai dengan merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengembangkan alat ukur, mengumpulkan data dan baru kemudian menganalisis data. Hasil penelitian ini pada validasi instrumen penelitian dengan komponen substansi, konstruksi, kepraktisan, dan penilaian kebahasaan secara keseluruhan diperoleh sebesar 92,86%. Hasil analisis angket guru terhadap Kompetensi Dasar, isi, kesesuaian karakteristik siswa, dan kegiatan pembelajaran secara keseluruhan diperoleh persentase sebesar 91,00%. Hasil analisis angket siswa pada aspek tujuan, isi, kegiatan pembelajaran, evaluasi keseluruhan diperoleh persentase sebesar 93,93%. selain itu terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 53,37%, dari data pretest dan posttest. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dari observasi dan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran jarak jauh berbasis software dapat terlaksana sesuai dengan pola KD dan materi sesuai dengan kondisi peserta didik. Selain itu, kualitas pembelajaran siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan pembelajaran jarak jauh berbasis perangkat lunak.
Branding Sekolah Islam Modern: Sekolah Islam Terpadu, Madrasah/Sekolah Alam, dan Tahfiz Al-Qur’an Zainiya Anisa; Saparudin Saparudin
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i1.6191

Abstract

Indicators of state progress can be measured based on the level of progress in the field of education. At present there is an inequality of quality in the world of Indonesian education, one of which is in Madrasah Tsanawiyah (MTs). From the data the researchers obtained, the number of private MTs dominated compared to public MTs, but their existence was not. However, in West Lombok there are several private MTs that have a good image and therefore have a good existence, including the Integrated Islamic School (SIT), natural madrasah, and tahfizul Qur'an. This study aims to determine branding carried out in Modern Islamic Schools, and what are the issues related to the implementation of branding in modern Islamic schools. The research method used is library research. The results of this study are, 1) Institutions make school characteristics. Then it was found that SDIT collaborated between science and tahfiz al-Qur'an and used public relations management. Madrasah Alam develops project-based learning with an independent learning pattern. And Tahfizul Qur'an, which makes a superior program by memorizing the Al-Qur'an, 2). Issues related to the branding of modern Islamic schools, namely students are positioned in a market orientation so that education is no longer based on knowledge and the talent needs of students, and there is a financing gap in the world of Islamic Education. Keywords: Branding, Modern Islamic School, Integrated Islamic School, Madrasah Alam, Tahfizul Qur'an Abstrak: Indikator kemajuan negara dapat diukur berdasarkan tingkat kemajuannya dalam bidang pendidikan. Saat ini terjadi ketidakmerataan kualitas dalam dunia Pendidikan Indonesia, salah satunya ada pada madrasah tsanawiyah (MTs). Dari data yang peneliti dapatkan, jumlah MTs swasta mendominasi dibandingkan dengan MTs Negeri, namun tidak dengan eksistensinya. Akan tetapi, di Lombok Barat ada beberapa MTs swasta yang memiliki image yang bagus sehingga memiliki eksistensi yang baik, diantaranya yaitu Sekolah Islam Terpadu (SIT), madrasah alam, dan tahfizul Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui branding yang dilakukan di Sekolah Islam Modern, dan Apa isu terkait dengan pelaksanaan branding di sekolah Islam modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi Pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah, 1) Lembaga membuat ciri khas sekolah. Kemudian ditemukan bahwa SDIT mengolaborasikan antara sains dengan tahfiz al-qur’an dan menggunakan manajemen public relationship. Madrasah Alam mengembangkan pembelajaran berbasiskan proyek dengan pola merdeka belajar. Dan Tahfizul Qur’an, yang membuat program unggulan dengan menghafalkan Al-Qur’an, 2). Isu-isu terkait branding sekolah Islam modern yaitu peserta  didik  diposisikan  pada  orientasi  pasar  sehingga  pendidikan  bukan  lagi  berbasis  keilmuan  dan  kebutuhan bakat peserta didik, dan adanya kesenjangan pembiayaan dalam dunia Pendidikan Islam.  
Pesantren, Dinamika, dan Tantangan Global: Analisis UU Pesantren No.18 Tahun 2019 Diana Handayani
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2022): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i1.6193

Abstract

The purpose of this article is to discuss 1) the background to the passing of the Undang-Undang Pesantren (UU Pesantren [Islamic Boarding School Law]) no. 18 of 2019; 2) the implementation analysis of the UU Pesantren, and 3) the positive impact of the stipulation of the UU Pesantran. The type of method or approach used in writing this article is library research. The findings of this article state that the positive impacts of passing the Islamic Boarding School Law are: 1) providing recognition, affirmation, and facilitation; 2) graduates are equivalent to other formal education; 3) maintaining independence, and 4) having a large enough space and role in the field religious. As for the negative impacts, namely: 1) pesantren that do not have an establishment permit are not recognized and can be disbanded; 2) offend the authority of the Kyai; 3) this 'new' regulation does not seem to take into account the diversity of pesantren in Indonesia, and 4) is not transparent or open regarding funding. Keywords: Islamic Boarding School Law, Dynamics, and Global Challenges Tujuan artikel ini ialah untuk membahas 1) latar belakang disahkannya Undang-undang Pesantren No 18 Tahun 2019; 2) analisis implementasi dari UU Pesantren, dan 3) dampak ditetapkannya UU Pesantren tersebut. Jenis metode atau pendekatan  yang digunakan dalam tulisan artikel ini adalah studi kepustakaan. Hasil temuan artikel ini menyebutkan bahwa dampak positif disahkannya UU Pesantren, yaitu: 1) pemberian pengakuan (rekognisi), afirmasi dan fasilitasi 2) lulusan setara dengan pendidikan formal lainnya, 3) menjaga independensi, 4) memiliki ruang dan peran yang cukup besar dala bidang keagamaan. Adapun dampak negatifnya, yaitu: 1) pesantren yang tidak memiliki izin pendirian tidak diakui dan dapat dibubarkan, 2) menyinggung otoritas Sang Kyai, 3) peraturan 'baru' ini nampak seperti tidak memperhitungkan keberagaman pesantren di Indonesia 4) tidak transparan atau terbuka mengenai pendanaan.  
Promoting Religious Moderation through Islamic Education Studies Amid the Covid-19 Pandemic in Bima Azhar Azhar
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2022): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i2.6238

Abstract

This article aims to discuss how religious moderation is promoted through Islamic Education Studies (Pendidikan Agama Islam / PAI) in the midst of the COVID-19 pandemic in Bima. This research uses a qualitative approach with a case study method. Researchers conducted interviews with Islamic Education Studies teachers and some students at Public Junior High School 1 Bima. The results showed that in promoting religious moderation in the midst of the COVID-19 pandemic, Islamic Education Studies teachers at Public Junior High School 1 Bima used several religious attitudes, they are as follow: justice (‘adalah) attitude, tolerance (tasamuh) attitude, balance (tawazun) attitude, diversity (tanawwu’) attitude and exemplary (uswah) attitude. Keywords: Religious Moderation, Islamic Education Studies, the COVID-19 Pandemic Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk membahas bagaimana moderasi beragama dipromosikan lewat pembelajaran Pendidikan Agama Islam di tengah pandemi COVID-19 di Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Peneliti melakukan wawancara kepada para guru PAI dan beberapa siswa di SMP Negeri 1 Bima. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam mempromosikan moderasi beragama di tengah pandemi COVID-19, guru PAI di SMP Negeri 1 Bima menggunakan beberapa sikap keberagamaan, antara lain: Sikap adil (‘adalah), sikap toleransi (tasamuh), sikap keseimbangan (tawazun), sikap keberagaman (tanawwu’) dan sikap keteladanan (uswah).
Pola Pendidikan Karakter Santri di Pondok Pesantren Hikmatusysyarief NW Salut Muhammad Yuslih; Abdul Hafiz
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2022): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i2.6239

Abstract

This study aims to determine the pattern of character education for students at the Islamic boarding school Hikmatusysyarief NW Salut. This research is included in the type of descriptive qualitative research. The data collection was carried out in three ways: observation techniques, interviews, and documentation. Data analysis follows the Miles-Huberman stage: data reduction, data display, and drawing conclusions or verification. The study results show that the patterns and methods of character education at the Islamic boarding school Hikmatusysyarief NW Salut include them. First, the khalaf pattern, from this khalaf pattern formed the character of students who are creative, fond of reading, honest, peace-loving, communicative, and democratic. The second is the boarding school (dormitory) pattern; from this pattern, the students' character is formed who are religious, honest, tolerant, communicative, care for the environment, care for the social, and love peace. Then the third pattern is the semi-military pattern. This pattern forms the character of students who are responsible, disciplined, independent, and hardworking. The pattern used is completely under the control of the Hikmatusysyarief Islamic boarding school assistants for almost 24 hours. The application of this pattern is intended so that after they graduate, they can live within the norms that have been agreed upon by the community where they live, as well as in the world of work. Keywords: Pattern, Character Education, Islamic Boarding School, Hikmatusysyarief Islamic Boarding School Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pendidikan karakter santri di pondok pesantren Hikmatusysyarief NW Salut. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara analisis data mengikuti tahap Miles-Hubermen yaitu reduksi data, kemudian display data, dan yang terakhir penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pola dan metode pendidikan karakter dipondok pesantren Hikmatusysyarief NW Salut diantaranya. Pertama, adalah pola khalaf, dari pola khalaf ini terbentuk karakter santri yang kreatif, gemar membaca, jujur cinta damai, komunikatif, dan demokratis. Yang kedua pola boarding school (asrama), dari pola ini terbentuk karakter santri yang religius, jujur, toleran, komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial dan cinta damai. Kemudian pola yang ketiga adalah pola semi militer dari pola ini terbentuk karakter santri yang bertanggung jawab, disiplin, mandiri, dan  pekerja keras. Pola yang digunakan ini sepenuhnya dalam kendali para asatiz ponpes Hikmatusysyarief hampir selama 24 jam. Tentu penerapan pola ini, dimaksudkan agar setelah mereka lulus dapat hidup dalam norma-norma yang telah disepakati oleh masyarakat tempat tinggalnya, serta di dunia kerja.

Page 9 of 13 | Total Record : 128