cover
Contact Name
Erlan Muliadi
Contact Email
erlanmuliadi@uinmataram.ac.id
Phone
+6285338578081
Journal Mail Official
jurnal.elhikmah@uinmataram.ac.id
Editorial Address
https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/elhikmah/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
Core Subject : Religion, Education,
el-Hikmah: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam (e-ISSN 2527-4651, p-ISSN 2086-3594) adalah jurnal ilmiah peer-review dan open access yang dikelola dan diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN ) Mataram. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi platform jurnal akses terbuka yang menerbitkan dan menyebarkan gagasan kajian dan penelitian tentang Pendidikan Islam. Fokusnya adalah mempublikasikan kajian dan penelitian asli (penelitian kualitatif, penelitian tindakan kelas, penelitian pengembangan/desain), analisis perpustakaan, dan book review tentang kajian pendidikan Islam, bagaimana peserta didik belajar PAI, dan bagaimana PAI diajarkan di tingkat sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi. Ruang lingkup (scope) kajian el-Hikmah meliputi: Nilai-nilai dalam pengajaran dan pembelajaran PAI Skup ini berkaitan dengan nilai-nilai seperti keyakinan, sikap, emosi yang berpengaruh/berhubungan dengan pengajaran dan pembelajaran PAI. Pengembangan kompetensi guru/calon guru PAI Skup ini untuk mendukung kompetensi guru/calon guru PAI dalam mengembangkan nilai-nilai, dan pengetahuan konten teknologi/pedagogis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 128 Documents
Transformational School Leadership and the Making of a Professional Educator Ecosystem in Islamic Secondary Education Nursyamsiyah, Siti; Saipul Wakit; Ahmad Halid; Bahar Agus Setiawan; Sofyan Rofi
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2025): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i1.13319

Abstract

Abstrak: Pendidikan merupakan pilar utama dalam membentuk generasi bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem pendidik yang profesional, khususnya di SMA Muhammadiyah 3 Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan transformasional kepala sekolah, yang diwujudkan melalui fungsi manajerial, supervisi akademik, dan pembinaan profesional, berkontribusi terhadap pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang visioner, komunikatif, dan konsisten dalam mengimplementasikan program peningkatan kompetensi guru mampu membangun budaya belajar yang kolaboratif, reflektif, dan berorientasi mutu. Dukungan kepala sekolah terhadap pengembangan profesional berkelanjutan—melalui pelatihan, komunitas belajar, dan evaluasi berkala—terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional kepala sekolah berperan sebagai katalisator utama dalam pembentukan ekosistem pendidik yang profesional di lembaga pendidikan Islam tingkat menengah. Kata kunci: Kepemimpinan transformasional, kepala sekolah, ekosistem pendidik, profesionalisme guru, pendidikan Islam Abstract: Education serves as a fundamental pillar in shaping a generation that is intellectually capable and morally grounded. Within this context, the leadership of school principals plays a strategic role in cultivating a professional educator ecosystem, particularly in Islamic secondary education settings such as SMA Muhammadiyah 3 Jember. This study examines how transformational school leadership—manifested through managerial functions, academic supervision, and professional development initiatives—contributes to the continuous growth of teachers’ competencies. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that a visionary, communicative, and consistent principal, who effectively implements teacher development programmes, is able to foster a collaborative, reflective, and quality-oriented learning culture. Furthermore, the principal’s support for continuous professional development—through training, learning communities, and periodic evaluations—has proven effective in enhancing teaching quality. In conclusion, transformational school leadership functions as a key catalyst in shaping a professional educator ecosystem within Islamic secondary education institutions.  
Islamic Educational Values in Izza Alnadzira’s Larva School Scandal: Character Formation and Implications for Contemporary Islamic Education Bariyah, Siti Khaeril Bariyah; Arifudin, Iis; Darrotul Jannah
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2025): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i1.13903

Abstract

  Abstrak: Penelitian ini mengkaji representasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam novel Larva School Scandal karya Izza Alnadzira serta menganalisis peranannya dalam membentuk perkembangan moral dan religius para tokoh utamanya. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis tematik, penelitian ini mengidentifikasi tiga kategori utama nilai pendidikan Islam—i‘tiqādiyyah, khuluqiyyah, dan ‘amaliyyah—yang tercermin melalui berbagai peristiwa naratif dan transformasi karakter. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Qonita Yumna, Zaphieka Adrelia, dan Galang Adhytama mengalami perkembangan karakter yang signifikan, dipengaruhi oleh pendidikan Islam yang mereka terima melalui orang tua, teman sebaya, dan guru. Penelitian ini juga mengungkap relevansi novel tersebut terhadap pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam aspek integrasi teknologi, kurikulum holistik berbasis nilai, kemampuan berpikir kritis, kemandirian, kerja sama, serta prinsip rahmatan lil ‘alamin. Temuan ini menunjukkan bahwa karya sastra dapat menjadi sumber pedagogis yang bermakna untuk memperkuat pendidikan karakter Islam dalam konteks pendidikan modern. Kata kunci: nilai pendidikan Islam, pembentukan karakter, i‘tiqādiyyah, khuluqiyyah, ‘amaliyyah, pendidikan Islam kontemporer, novel Larva School Scandal Abstract: This study examines the representation of Islamic educational values in Izza Alnadzira’s novel Larva School Scandal and analyses their role in shaping the moral and religious development of the main characters. Using a qualitative descriptive approach with thematic analysis, the research identifies three core categories of Islamic educational values—i‘tiqādiyyah, khuluqiyyah, and ‘amaliyyah—reflected through key narrative episodes and character transformations. The findings show that Qonita Yumna, Zaphieka Adrelia, and Galang Adhytama embody significant character growth influenced by parental guidance, peer‑based religious education, and teacher‑led instruction. The study also reveals the novel’s relevance to contemporary Islamic education, particularly in the areas of technological integration, holistic value‑based curriculum, critical thinking, independence, cooperation, and the principle of rahmatan lil ‘alamin. These insights demonstrate that literary works can serve as meaningful pedagogical resources for strengthening Islamic character education in modern educational contexts.
Mitigating Student Boredom in Islamic Cultural History Classes: The Implementation of Educandy at MTs Salafiyah Cirebon Wulan Depita Sari; Darrotul Jannah; Akhmad Affandi
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2025): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i1.13913

Abstract

Abstrak: Dominasi metode pedagogis tradisional yang bergantung pada papan tulis telah menyebabkan rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Hasil observasi awal menunjukkan bahwa siswa cenderung pasif, tidak responsif terhadap pertanyaan, dan kurang memiliki inisiatif dalam memahami materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: 1) pemanfaatan Educandy sebagai media pembelajaran bagi siswa kelas VIII MTs Salafiyah, 2) bentuk-bentuk kebosanan belajar siswa dalam pembelajaran SKI, dan 3) kelebihan serta keterbatasan Educandy dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) Educandy memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Platform berbasis permainan ini meningkatkan minat dan pemahaman siswa melalui fitur-fitur seperti Pilihan Ganda, Mencocokkan Pasangan, dan Pencarian Kata yang dapat diakses melalui laptop atau ponsel pintar; 2) manifestasi kebosanan belajar—meliputi kelelahan emosional, fisik, dan kognitif, serta hilangnya motivasi—berkurang secara signifikan berkat suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan; dan 3) meskipun platform ini mudah diakses dan memiliki fitur beragam yang meningkatkan partisipasi, Educandy tetap memiliki keterbatasan berupa ketergantungan pada internet, fitur terbatas pada versi gratis, serta tidak tersedianya sistem pelaporan otomatis. Dengan demikian, Educandy paling efektif digunakan sebagai alat pendukung yang diintegrasikan dengan metode pedagogis lainnya untuk memaksimalkan hasil belajar. Kata kunci: Educandy, Kebosanan Belajar, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Media Pembelajaran Abstract: The prevalence of traditional pedagogical methods, predominantly relying on whiteboards, has resulted in significant student disengagement in Islamic Cultural History (Ind: Sejarah Kebudayaan Islam [SKI]) classes. Preliminary observations indicate that students tend to be passive, unresponsive to inquiry, and lack initiative in comprehending the subject matter. This study aims to investigate: 1) the utilisation of Educandy as a learning medium for Grade VIII students at MTs Salafiyah, 2) the manifestations of student learning boredom in SKI classes, and 3) the specific advantages and limitations of Educandy in the instructional process. Employing a descriptive qualitative approach, data were gathered through classroom observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that: 1) Educandy generates a positive impact on the learning process. This game-based platform enhances student interest and comprehension through accessible features such as Multiple Choice, Matching Pairs, and Word Search via laptops or smartphones; 2) manifestations of learning boredom—including emotional, physical, and cognitive fatigue, as well as demotivation—were significantly minimised due to the interactive and enjoyable learning atmosphere; and 3) while the platform offers ease of access and varied features that boost participation, it is constrained by internet dependency, limited features in the free version, and the absence of an automated reporting system. Consequently, Educandy is best utilised as a supplementary tool integrated with other pedagogical methods to maximise learning outcomes.
Efektivitas Asesmen Sumatif dalam Mengidentifikasi Kemampuan Kognitif Siswa pada Mata Pelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah Dewi Maulana; Nor Hanifah; Iin Tri Rahayu
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2025): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i1.14022

Abstract

Abstrak: Asesmen sumatif merupakan instrumen evaluasi yang berfungsi mengukur pencapaian belajar siswa pada akhir suatu periode pembelajaran. Dalam konteks mata pelajaran Fikih di Madrasah Tsanawiyah, asesmen sumatif memiliki peran strategis karena materi Fikih menuntut kemampuan kognitif yang tidak hanya bersifat faktual, tetapi juga analitis dan evaluatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas asesmen sumatif dalam mengidentifikasi kemampuan kognitif siswa, khususnya pada level analisis dan evaluasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Sampel terdiri dari 150 siswa kelas VIII MTsN yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes sumatif yang telah divalidasi serta wawancara terstruktur dengan guru Fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen sumatif mampu mengidentifikasi kemampuan kognitif siswa dengan tingkat akurasi 85,3%. Nilai rata-rata kemampuan analisis mencapai 78,5, sedangkan kemampuan evaluasi berada pada angka 72,3. Asesmen juga berhasil memetakan kesulitan belajar siswa, terutama pada konsep Fikih yang bersifat abstrak dan memerlukan penalaran tingkat tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen sumatif tidak hanya berfungsi sebagai alat pengukur hasil belajar, tetapi juga sebagai instrumen diagnostik untuk pengembangan strategi pembelajaran Fikih yang lebih komprehensif. Kata Kunci: asesmen sumatif; kemampuan kognitif; pembelajaran Fikih; evaluasi pembelajaran; madrasah tsanawiyah Abstract: Summative assessment serves as a key evaluative instrument used to measure students’ learning attainment at the end of an instructional cycle. In the context of Fiqh education at the Madrasah Tsanawiyah level, summative assessment plays a strategic role, as Fiqh requires not only factual recall but also analytical and evaluative cognitive skills. This study aims to examine the effectiveness of summative assessment in identifying students’ cognitive abilities, particularly at the levels of analysis and evaluation. Employing a quantitative approach with a descriptive survey design, the research involved 150 Year 8 students selected through purposive sampling. Data were collected using a validated summative test and structured interviews with Fiqh teachers. The findings indicate that summative assessment is effective in identifying students’ cognitive abilities, achieving an accuracy rate of 85.3 per cent. The average score for analytical ability was 78.5, while evaluative ability reached 72.3. The assessment also successfully identified students’ learning difficulties, especially in understanding abstract Fiqh concepts that require higher-order reasoning. These results demonstrate that summative assessment functions not only as a tool for measuring learning outcomes but also as a diagnostic instrument that supports the development of more comprehensive instructional strategies in Fiqh education. Keywords: summative assessment; cognitive ability; Fiqh education; learning evaluation; Madrasah Tsanawiyah
Strategi Pengelolaan Pembelajaran Kolaboratif untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Nada Luthfiyah Eka Putri
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2025): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i1.14562

Abstract

Abstrak: Rendahnya partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran kelompok menjadi tantangan utama di Madrasah Tsanawiyah, yang ditandai dengan dominasi beberapa siswa, ketimpangan kontribusi kelompok, dan lemahnya keberanian menyampaikan pendapat. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi pengelolaan pembelajaran kolaboratif yang dapat meningkatkan partisipasi aktif peserta didik di Madrasah Tsanawiyah. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai sumber pustaka meliputi jurnal ilmiah, buku teks, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan strategi pengelolaan yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga strategi kunci dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa, yaitu: (1) rotasi peran kelompok yang memastikan distribusi tanggung jawab merata, (2) fasilitasi guru adaptif yang memberikan scaffolding sesuai kebutuhan kelompok, dan (3) evaluasi berbasis akuntabilitas individu dan kelompok yang menjaga keseimbangan kontribusi. Strategi-strategi ini berlandaskan Teori Pembelajaran Sosial Vygotsky khususnya konsep Zone of Proximal Development (ZPD) dan Model Cooperative Learning Johnson & Johnson yang menekankan positive interdependence dan individual accountability. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan pembelajaran kolaboratif yang terstruktur dan terintegrasi dengan nilai-nilai Islam seperti ta'awun mampu menciptakan lingkungan belajar yang demokratis, inklusif, dan bermakna di Madrasah Tsanawiyah. Kata kunci: Pembelajaran Kolaboratif, Partisipasi Siswa, Madrasah Tsanawiyah, Fasilitasi Guru, Cooperative Learning. Abstract: Low student participation in group learning represents a primary challenge in Madrasah Tsanawiyah, characterized by the dominance of certain students, unequal group contributions, and limited confidence in expressing opinions. This study examines collaborative learning management strategies that can enhance active student participation in Madrasah Tsanawiyah. The research employs a qualitative descriptive literature review method, analyzing various scholarly sources including academic journals, textbooks, and relevant prior research findings. Data were analyzed using content analysis techniques to identify patterns, concepts, and effective management strategies. The findings reveal three key strategies for increasing active student participation: (1) group role rotation ensuring equitable responsibility distribution, (2) adaptive teacher facilitation providing scaffolding according to group needs, and (3) accountability-based evaluation maintaining balanced individual and group contributions. These strategies are grounded in Vygotsky's Social Learning Theory, particularly the Zone of Proximal Development (ZPD) concept, and Johnson & Johnson's Cooperative Learning Model emphasizing positive interdependence and individual accountability. This study concludes that structured collaborative learning management integrated with Islamic values such as ta'awun (mutual cooperation) can create a democratic, inclusive, and meaningful learning environment in Madrasah Tsanawiyah. Keywords: Collaborative Learning, Student Participation, Madrasah Tsanawiyah, Teacher Facilitation, Cooperative Learning.
Enhancing Primary Pupils’ Prayer Practice Skills through Canva‑Based Interactive Learning Media HAJAROH, SITI
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 2 (2025): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i2.14567

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan produk pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Canva dalam meningkatkan keterampilan praktik salat siswa kelas II SDN Bilepait, serta menganalisis efektivitas produk media interaktif yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), yang dipilih karena kemampuannya menghasilkan produk spesifik sekaligus menguji keefektifannya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan tes. Analisis uji kelayakan dilakukan menggunakan koefisien Aiken dengan melibatkan 3 validator ahli media dan 3 validator ahli materi. Sementara itu, uji efektivitas dianalisis menggunakan skor N-gain, yaitu menghitung selisih nilai pascates (post-test) dan prates (pre-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif berbasis Canva memiliki kelayakan tinggi. Pada uji kelayakan, validasi ahli media memperoleh skor Aiken 0.97 dengan kategori validitas tinggi, sehingga disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Canva layak digunakan untuk siswa kelas II. Lebih lanjut, hasil uji efektivitas melalui perhitungan skor N-gain memperoleh nilai sebesar 0.65 (atau 65.86%), yang termasuk dalam kategori cukup efektif (sedang). Temuan ini membuktikan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Canva cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan mempraktikkan salat siswa kelas II di SDN Bilepait. Kata Kunci: media pembelajaran interaktif, Canva; keterampilan praktik salat; siswa sekolah dasar, ADDIE model Abstract: This study aimed to describe the feasibility of developing an interactive learning media product based on Canva for enhancing the prayer practice skills of second-grade pupils at SDN Bilepait, and to analyse the effectiveness of the developed interactive media product. The development model employed was ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), chosen for its capability to produce a specific educational product and simultaneously test its effectiveness. Data collection techniques included observation, interviews, questionnaires, and tests. The feasibility analysis was conducted using the Aiken's V coefficient, involving 3 media expert validators and 3 material expert validators. Concurrently, the effectiveness test was analysed using the Normalised Gain (N-gain) score, which calculated the difference between post-test and pre-test scores. The findings demonstrate that the Canva-based interactive media possesses high feasibility. In the feasibility testing, the media expert validation yielded an Aiken's V coefficient of 0.97 with a category of high validity, leading to the conclusion that the Canva-based interactive learning media is appropriate for use with second-grade pupils. Furthermore, the results of the effectiveness test via the N-gain score calculation achieved a value of 0.65 (or 65.86%), which falls into the moderately effective category. This finding confirms that the Canva-based interactive learning media is sufficiently effective in enhancing the prayer practice skills of second-grade pupils at SDN Bilepait. Keywords: Interactive Learning Media, Canva, Prayer Practice Skills, Primary School Pupils, ADDIE Model
Resiliensi Pendidikan Islam dalam Konteks Minoritas: Strategi dan Dampak Sosial di Nusa Tenggara Timur karim, syakban abdul
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 1 (2025): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i1.14594

Abstract

Abstrak: Studi ini menginvestigasi implementasi dan pengembangan pendidikan Islam di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah wilayah dengan demografi mayoritas non-Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi adaptasi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, dan defisit tenaga pengajar kompeten. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan Islam di NTT bertumpu pada dua strategi utama. Pertama, strategi internal yang meliputi pembangunan fisik dan non-fisik, manajemen keuangan yang akuntabel, serta peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). Kedua, strategi eksternal yang difokuskan pada penguatan "jaringan organik" (integrasi teknologi informasi/internet) dan "jaringan non-organik" (optimalisasi hubungan masyarakat dan stakeholder). Studi ini menyimpulkan bahwa strategi tersebut tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator harmoni sosial dan pemberdayaan masyarakat di daerah perbatasan. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Daerah Minoritas, Manajemen Strategis, Jaringan Organik, Harmoni Sosial, NTT. Abstract: This study investigates the implementation and development of Islamic education in East Nusa Tenggara (NTT), a region characterised by a non-Muslim majority demographic. The research aims to analyse the adaptation strategies employed by Islamic educational institutions in navigating geographical challenges, infrastructural limitations, and a deficit of competent teaching staff. Utilising a qualitative approach, data were collected through observation, documentation, and in-depth interviews. The findings reveal that the development of Islamic education in NTT relies on two primary strategies. Firstly, internal strategies comprise physical and non-physical development, accountable financial management, and the enhancement of Human Resource (HR) competence. Secondly, external strategies focus on strengthening "organic networks" (integration of information technology/internet) and "non-organic networks" (optimisation of community relations and stakeholders). The study concludes that these strategies not only improve educational quality but also serve as catalysts for social cohesion and community empowerment in border regions.
Teaching with Love: A Qur’anic–Humanistic Framework for Teacher Formation Jannah, Zuhrupatul; Maimun, Maimun
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 2 (2025): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i2.14595

Abstract

Abstrak: Pendidikan kontemporer seringkali memprioritaskan pencapaian kognitif dan kompetensi teknis sambil mengesampingkan dimensi afektif, etis, dan spiritual dalam pembelajaran. Ketidakseimbangan ini telah berkontribusi pada terciptanya ruang kelas yang jauh secara emosional dan melemahnya hubungan guru-murid. Artikel ini mengkonseptualisasikan gagasan menjadi guru yang dicintai melalui kerangka pedagogis pengajaran dengan cinta dan kasih sayang dengan mengintegrasikan psikologi pendidikan, filsafat pendidikan, dan pedagogi Al-Qur'an. Dengan menggunakan pendekatan konseptual kualitatif, studi ini menganalisis pemikiran filosofis klasik, teori pembelajaran kontemporer, dan tradisi pendidikan Islam, termasuk tafsir Al-Qur'an klasik. Analisis menunjukkan bahwa cinta (maḥabbah), perhatian (ri‘āyah), dan pengajaran berbasis hati (ta‘līm bi al-qalb) bukanlah sekadar disposisi emosional tetapi merupakan keharusan pedagogis dan etis yang mendasar. Guru yang mewujudkan nilai-nilai ini menumbuhkan keamanan emosional, motivasi intrinsik, perkembangan moral, dan perkembangan manusia secara holistik yang mencakup dimensi intelektual, emosional, dan spiritual. Kata kunci: guru tercinta; mengajar dengan penuh kasih sayang; pedagogi Al-Qur'an; pendidikan Islam; pembelajaran humanistik Abstract: Contemporary education frequently prioritizes cognitive achievement and technical competence while marginalizing affective, ethical, and spiritual dimensions of learning. This imbalance has contributed to emotionally distant classrooms and weakened teacher–student relationships. This article conceptualizes the notion of becoming a beloved teacher through the pedagogical framework of teaching with love and affection by integrating educational psychology, philosophy of education, and Qur’anic pedagogy. Employing a qualitative conceptual approach, this study analyzes classical philosophical thought, contemporary learning theories, and Islamic educational traditions, including classical Qur’anic exegesis. The analysis demonstrates that love (maḥabbah), care (ri‘āyah), and heart-based teaching (ta‘līm bi al-qalb) are not merely emotional dispositions but constitute fundamental pedagogical and ethical imperatives. Teachers who embody these values foster emotional security, intrinsic motivation, moral development, and holistic human flourishing encompassing intellectual, emotional, and spiritual dimensions.

Page 13 of 13 | Total Record : 128