cover
Contact Name
Erlan Muliadi
Contact Email
erlanmuliadi@uinmataram.ac.id
Phone
+6285338578081
Journal Mail Official
jurnal.elhikmah@uinmataram.ac.id
Editorial Address
https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/elhikmah/about/editorialTeam
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
Core Subject : Religion, Education,
el-Hikmah: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam (e-ISSN 2527-4651, p-ISSN 2086-3594) adalah jurnal ilmiah peer-review dan open access yang dikelola dan diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN ) Mataram. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini bertujuan untuk menjadi platform jurnal akses terbuka yang menerbitkan dan menyebarkan gagasan kajian dan penelitian tentang Pendidikan Islam. Fokusnya adalah mempublikasikan kajian dan penelitian asli (penelitian kualitatif, penelitian tindakan kelas, penelitian pengembangan/desain), analisis perpustakaan, dan book review tentang kajian pendidikan Islam, bagaimana peserta didik belajar PAI, dan bagaimana PAI diajarkan di tingkat sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi. Ruang lingkup (scope) kajian el-Hikmah meliputi: Nilai-nilai dalam pengajaran dan pembelajaran PAI Skup ini berkaitan dengan nilai-nilai seperti keyakinan, sikap, emosi yang berpengaruh/berhubungan dengan pengajaran dan pembelajaran PAI. Pengembangan kompetensi guru/calon guru PAI Skup ini untuk mendukung kompetensi guru/calon guru PAI dalam mengembangkan nilai-nilai, dan pengetahuan konten teknologi/pedagogis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 128 Documents
Strategi Pengembangan Soft Skills dalam Pembelajaran PAI di SMK Negeri 1 Praya Misrahul Safitri
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2022): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i2.6240

Abstract

This study aims to determine what soft skills are developed in PAI learning at Praya 1 Public Vocational School and strategies for developing these soft skills in PAI learning. The type of research in this research is field research with a qualitative approach. The data analysis method used is an interactive qualitative data analysis model from Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of this study indicate four types of soft skills developed in PAI learning at Praya 1 State Vocational School: personality, communication skills, collaborative skills, critical thinking skills and problem-solving. The strategies used in developing soft skills are: using a student-centred learning approach (Student Centered Learning), the method used in developing student personalities, using the teacher as a role model/example and role model for their students, advising and guiding students, and giving punishment if the previous method is ignored. Use presentation and discussion methods to develop communication skills, critical thinking, and problem-solving. Meanwhile, the cooperative learning method is to develop the skills of working with students. Keywords: Learning Strategy, Development of Soft Skills Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja jenis-jenis soft skills yang dikembangkan dalam pembelajaran PAI di SMK Negeri 1 Praya dan Strategi dalam mengembangkan soft skills tersebut dalam pembelajaran PAI. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif model interaktif dari Miles dan Huberman yang meliputi data reduction, data display, dan conclution drawing/verification. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis soft skills yang dikembangkan dalam pembelajaran PAI di SMK Negeri 1 Praya ada empat yaitu kepribadian, keterampilan komunikasi, keterampilan bekerja sama, keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Adapaun strategi yang digunakan dalam mengembangkan soft skills yaitu: menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning), metode yang digunakan dalam mengembangkan kepribadian siswa adalah guru senagai role model/contoh dan teladan bagi siswanya, menasehati dan membimbing siswa, serta memberikan hukuman jika metode sebelumnya tidak diindahkan. Untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan berpikir kritis dan pemecahan masalah adalah dengan menggunakan metode presentasi dan diskusi. Sedangkan untuk mengembangkan keterampilan bekerja sama siswa adalah dengan metode pembelajaran kooperatif.
Konsep dan Penerapan TPACK dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis HOTS Mas'un Mas'un
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2022): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v16i2.6241

Abstract

This study aimed to determine the application of HOTS-based PAI learning using the TPACK approach at MAN 1 Sumbawa. This type of research is qualitative with a descriptive approach, with this study taking place at MAN 1 Sumbawa. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Based on the results of research conducted at MAN 1 Sumbawa, the implementation of HOST-based PAI learning using the TPACK approach at MAN 1 Sumbawa has been carried out properly and effectively. The teachers have tried to hone students' abilities, especially on the 4C abilities (communication, collaboration, critical thinking, creativity) and HOTS (Higher Order Thinking Skills). The inhibiting factor for implementing HOTS-based PAI learning through the TPACK approach at MAN 1 Sumbawa is the difficulty in connecting learning strategies, materials, and technology. Inadequate access to technology, poor internet access and limited learning facilities such as LCDs. The supporting factors are qualified and competent teachers who understand TPACK in applying PAI learning to produce quality and competent students following the objectives of PAI learning. Keywords: TPACK, HOTS, Learning, PAI Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan pembelajaran PAI berbasis HOTS dengan menggunakan pendekatan TPACK pada MAN 1 Sumbawa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dalam penelitian ini mengambil lokasi di MAN 1 Sumbawa. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MAN 1 Sumbawa, bahwa penerapan pembelajaran PAI berbasis HOST dengan menggunakan pendekataan TPACK di MAN 1 Sumbawa, telah terlaksana dengan baik dan efektif. Para guru telah berupaya mengasah kemampuan siswa terutama pada kemampuan 4C (communication, collaboration, critical thinking, creativity) dan HOTS (Higher Order Thinking Skill). Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pembelajaran PAI berbasis HOTS dengan menggunakan pendekatan TPACK di MAN 1 Sumbawa yakni dalam menghubungkan strategi pembelajaran, materi, dan teknologi yang digunakan dalam pembelajaran masih terhambat pada akses penghubung teknologi yakni akses internet masih kurang bagus serta media pembelajaran seperti LCD yang masih kurang. Adapun faktor pendukung seperti guru-guru yang berkualitas dan berkompetensi serta telah paham tentang TPACK dalam penerapan pembelajaran PAI ini sehingga mampu menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan berkompeten sesuai dengan tujuan pembelajaran PAI.
Peranan Pembelajaran Adab Akhlak dalam Membentuk Akhlakul Karimah Siswa di Madrasah Aliyah Plus (MAP) Abu Hurairah Mataram Muhammad Muhammad
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2013): Desember
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan manusia yang berakhlak mulia adalah melewati proses pembentukan kepribadian, yang tidak bisa tumbuh dengan tiba-tiba dan serta merta. Di dalam proses pembentukan kepribadian itulah diperlukan strategi, wacana, metode yang tepat. Dalam upaya pembentukan akhlakul karimah siswa, MA Plus Abu Hurairah Mataram memasukkan mata pelajaran Adab Akhlak. Tulisan ini mengungkap setidaknya dua hal utama, yakni: (1) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran Adab Akhlak di Madrasah Aliyah Plus (MAP) Abu Hurairah Mataram; Bagaimana peranan pembelajaran Adab Akhlak dalam membentuk akhlakul karimah siswa di di Madrasah Aliyah Plus (MAP) Abu Hurairah Mataram. Berdasarkan hasil analisis peneliti, pembelajaran Adab Akhlak di MA Plus Abu Hurairah Mataram merupakan kegiatan pembelajaran terpadu (integrated) yang melibatkan seluruh komponen madrasah dan asrama pondok sebagai pembimbing, pengontrol, sekaligus sebagai evaluator pencapaian tujuan pembelajaran yang menekankan terbentuknya akhlakul karimah dengan porsi 50% sebagai pertimbangan kelulusan siswa.
Moderasi Beragama Pada Buku Digital Madrasah Tsanawiyah: Analisis Buku Fiqih Kelas VIII Samsul Bahraen
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 17 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v17i1.7176

Abstract

Religious moderation has become a highly relevant issue in recent years. It has not only become a topic of discussion in the political sphere but also a profound subject of academic and educational discourse. The article aims to explain the principles of religious moderation in the digital book of Madrasah Tsanawiyah for the Fiqh Class VIII curriculum of 2013. The research employed a non-interactive qualitative approach, using library research. Data were collected through document analysis, with content analysis as the data analysis technique. The study reveals significant principles of religious moderation within the fiqh class VIII student book. These principles of moderation encompass al-ishlah (wisdom), muwathanah (love of country/patriotism), i'tidal (proportionality), tasamuh (tolerance), qudwah (exemplary), and tahadhur (civility). This finding is a noteworthy contribution to understanding how religious education in Indonesia likewise promotes religious restraint as a core principle. It emphasises the importance of educating students about the significance of practising restraint in their religious practices. Abstrak: Moderasi beragama telah menjadi isu yang sangat relevan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tidak hanya menjadi perbincangan di dunia politik, tetapi juga menjadi topik yang mendalam dalam diskusi akademik dan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai moderasi beragama yang terdapat dalam Buku Digital Madrasah Tsanawiyah Mata Pelajaran Fiqih kelas VIII Kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif non-interaktif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai moderasi beragama yang signifikan dalam buku siswa mata pelajaran fiqih kelas VIII. Nilai-nilai moderasi ini mencakup al-ishlah (kebijaksanaan), muwathanah (cinta tanah air), i’tidal (proporsional), tasamuh (toleransi), qudwah (keteladanan), dan tahadhur (keadaban). Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana pendidikan agama di Indonesia juga mendorong moderasi beragama sebagai nilai yang fundamental. Hal ini mencerminkan pentingnya mengajarkan siswa untuk memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip moderasi dalam kehidupan beragama mereka.
Model Perencanaan Pembiayaan Pendidikan Berbasis Mutu di Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram Nur Hayati Mufida; Syamsul Arifin
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 17 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v17i1.8038

Abstract

This research aim to describe the quality-based education financing planning model at Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram. To achieve this goal, this researc used descriptive qualitative approach. Research datas were obtainet through in-dept review technique, supported by observation and documentation techniques. The respondents in this research were the leaders, teachers, and employees of MAN 2 Mataram. This study shows that the quality-based education financing planning model at MAN 2 Mataram is pursued through three stages, namely; 1) identifying sources of costs and needs; 2) prioritizing; 3) making a budget plan. Each stage taken is based on the standard planning theory including procedures, principles, characteristics, objectives. In addition, it is also based on regulations and quality-oriented. This model has implications for the achievements of students and institutions that have improved qualitatively and quantitatively. To improve the quality of this financing plan, in the future MAN 2 needs to maximize the economic potential of the madrasah, expand econimic networks, and empower alumni. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan model perencanaan pembiayaan pendidikan berbasis mutu di Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dan didukung dengan teknik observasi dan dokumentasi. Adapun responden dalam penelitian ini adalah jajaran pimpinan, guru, dan karyawan MAN 2 Mataram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model perencanan pembiayaan pendidikan berbasis mutu di MAN 2 Mataram  ditempuh melalui tiga tahapan berupa; 1) identifikasi sumber biaya dan kebutuhan; 2) membuat prioritas; 3) membuat rencana anggaran. Setiap tahapan yang ditempuh berpijak pada standar teori perencanaan mencakup prosedur, prinsip, sifat, tujuan. Di samping itu juga berpijak pada regulasi dan berorientasi pada mutu. Wujud model ini berimplikasi pada prestasi-prestasi siswa dan lembaga yang mengalami peningkatan secara kualitatif dan kuantitatif. Untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembiayaan ini, ke depan MAN 2 perlu lebih memaksimalkan potensi ekonomi madrasah, memperluas jaringan di bidang ekonomi, dan memberdayakan alumni.
Religious Moderation Values in the Subject of Islamic Religious Education and Budi Pekerti Class IX Junior High School Haulid Haulid; Syukri Syukri
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 17 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v17i1.8417

Abstract

Religious moderation is a government programme aimed to avert religious misconceptions, countering extremism, and foster concord within Indonesia's varied and multicultural society. This article describes the values of religious moderation in the Islamic Religious Education and Cultivation textbooks for Junior High School students. The research method employed for this study is library research. Data collection was conducted through a review of the Islamic Religious Education and Budi Pekerti textbooks for year 9 junior high school students, published by the Ministry of Education and Culture in 2018. Content analysis and discourse analysis were employed for data analysis. The research findings revealed that the textbook for Islamic Religious Education and Budi Pekerti class IX demonstrated four values associated with religious moderation: non-violence, deliberation, accommodation of local culture, and tolerance. This study has the potential to enhance the promotion of religious moderation values in Indonesian education. Abstrak: Moderasi beragama adalah sebagai salah satu program pemerintah untuk menghadapi ekstremisme, pemahaman keagamaan yang menyimpang dan mempromosikan harmoni dalam masyarakat yang beragam dan multikultural di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moderasi beragama pada buku teks siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Jenjang Sekolah Menengah Pertama. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian library research. Pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dokumen buku teks mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas IX SMP terbitan Kemendikbud Tahun 2018. Teknik analisis data menggunakan analisis isi dan analisis wacana. Hasil penelitian menunjukan nilai-nilai moderasi beragama pada buku teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas IX memuat empat nilai, yaitu: anti kekerasan, musyawarah, akomodatif terhadap kebudayaan lokal, dan toleransi. Penelitian ini dapat berkontribusi terhadap penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam pendidikan di Indonesia.
Etika Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Sistem Kontrol di Era 5.0 Junaidin Junaidin
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 17 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v17i1.8426

Abstract

Teacher ethics are essential to ensure the efficient and effective operation of education. Educators play a crucial role in fostering the growth and development of students' potential. This article aims to explore the significance of ethics as both a value and a control system for professionals in the field of Islamic religious education during the 5.0 era. The research method employs a qualitative approach by conducting a literature review. Scientific references, including books, journals, and encyclopedias, as well as the Law on Teachers and Lecturers, are used to emphasize the importance of ethics for Islamic religious educators. The importance of ethical conduct for Islamic religious education teachers within the teaching profession is encompassed by five standards of ethical behavior. These standards include: (1) ethics toward oneself, where teachers must exhibit patience, dedication, and seek support from family; (2) ethics toward students, as teachers are role models and represent the future of education, and must possess refined personal competencies fortified by ethical standards; (3) ethics toward student guardians; (4) ethics toward colleagues; (5) ethics toward society; and (6) ethics toward religion. This aspect requires teachers to demonstrate politeness, authority, activeness, and proficiency in collaborating with colleagues, superiors, parents, and the community, in order to efficiently perform the profession of Islamic education. Abstrak: Etika guru adalah fondasi penting untuk memastikan berjalannya pendidikan dengan lancar dan efektif. Guru memiliki peran kunci dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan potensi peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk membahas urgensi etika sebagai sebuah nilai dan system kontrol profesi guru pendidikan agama Islam era 5.0. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Referensi-referensi ilmiah berupa buku, jurnal, ensiklopedia dan Undang-undang Guru dan Dosen digunakan untuk menyederhanakan urgensi etika bagi seorang pendidik agama Islam. Urgensi etika guru pendidikan agama Islam terkait profesi keguruan, ada lima yang menjadi ruang lingkup etika keguruan, yakni; (1) etika terhadap diri sendiri, di mana guru harus bersikap sabar, sepenuh hati dalam tugasnya, dan mendapatkan dukungan dari keluarga; (2) etika terhadap peserta didik, guru harus menjadi teladan dan cerminan pendidikan masa depan, dengan kompetensi kepribadian yang baik yang diperkuat oleh etika; (3) etika terhadap wali murid; (4) etika terhadap rekan sejawat; (5) etika terhadap masyarakat; (6) etika terhadap agama. Aspek terakhir ini menuntut guru memiliki sikap yang sopan, berwibawa, aktif, dan kemampuan kerja sama yang baik, baik dengan rekan sekerja, atasan, orang tua, maupun masyarakat, demi menjalankan profesi pendidikan Islam dengan efektif.
Peran Psikologi Komunikasi dalam Pendidikan Islam Liyana Rakhmawati
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 17 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v17i1.8460

Abstract

Communication psychology is described as the science that explains, predicts, and controls mental events and behaviour in communication. One of the problems in education that is often overlooked is the lack of attention to psychological aspects in interactions between individuals, especially in the context of communication psychology. Educators and learners often experience boredom, laziness, and loss of motivation during the learning and working process. These psychological symptoms are commonly experienced by individuals in the process of learning or working, and to a certain degree, they will affect learning outcomes. The impact of these symptoms can create a crisis in the classroom, reduce motivation, and dampen the spirit of learning. In writing this article, the research method used is descriptive-qualitative. The descriptive-qualitative approach is applied to examine communication psychology in the context of Islamic education. The concept of communication psychology in the perspective of Islamic education must be upheld within the framework of the relationship between teachers and students that is full of affection, warmth, openness, freedom, honesty, sincerity, religious values, family atmosphere, and not in an atmosphere of power. Abstrak: Psikologi komunikasi digambarkan sebagai ilmu yang menjelaskan, meramalkan, dan mengendalikan peristiwa mental serta perilaku dalam komunikasi. Salah satu permasalahan dalam pendidikan yang sering diabaikan adalah kurangnya perhatian terhadap aspek psikologis dalam interaksi antar individu, khususnya dalam konteks psikologi komunikasi. Pendidik dan peserta didik sering mengalami kebosanan, malas, dan kehilangan motivasi selama proses belajar dan bekerja. Gejala-gejala psikologis ini umumnya dialami oleh individu dalam proses belajar atau bekerja, dan dalam tingkat tertentu, gejala ini akan memengaruhi hasil belajar. Dampak dari gejala-gejala ini bisa menciptakan krisis di dalam kelas, mengurangi motivasi, dan meredakan semangat belajar. Dalam penulisan artikel ini, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Pendekatan deskriptif-kualitatif diterapkan untuk mengkaji psikologi komunikasi dalam konteks pendidikan Islam. Konsep psikologi komunikasi dalam perspektif pendidikan Islam harus ditegakkan dalam kerangka hubungan antara guru dan murid yang penuh dengan kasih sayang, kehangatan, keterbukaan, kebebasan, kejujuran, kesungguhan dan ketulusan, nilai-nilai keagamaan, atmosfer kekeluargaan, dan bukan dalam suasana berkuasa.
Persepsi dan Implementasi Wacana Multi dan Transdisipliner dalam Pelaksanaan Pembelajaran Abdulloh Fuadi; Sukardi Sukardi; Sukarta Sukarta
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 17 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v17i1.8493

Abstract

This study aims to analyze two things, namely the perception of UIN Mataram postgraduate lecturers towards multi- and transdisciplinary discourse, as well as the implementation of this discourse in the process of implementing learning to students. The method used in this research is descriptive qualitative. The data sources are lecturers who teach in the postgraduate program of UIN Mataram and have experience in implementing multi and transdisciplinary learning. The results showed that all informants in this study confirmed a similar understanding that integrating science involves combining various knowledge, methods, and concepts from various disciplines to achieve a more comprehensive understanding or a better solution to complex problems. The Semester Learning Plan they make has also tried to meet these standards. Regarding team teaching, the informants confirmed that it is just one strategy in multi and transdisciplinary learning. There needs to be other efforts to ensure that the discourse can be carried out properly. All informants in this study have also provided various offers in the implementation of multi and transdisciplinary-based learning at Postgraduate UIN Mataram. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dua hal yaitu persepsi dosen pascasarjana UIN Mataram terhadap wacana multi dan transdisipliner, serta implementasi wacana tersebut dalam proses pelaksanaan pembelajaran kepada mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sumber datanya adalah dosen yang mengajar di program pascasarjana UIN Mataram dan memiliki pengalaman dalam pelaksanaan pembelajaran multi dan transdisipliner. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh informan dalam penelitian ini mengkonfirmasi pemahaman yang senada bahwa dalam pengintegrasian ilmu melibatkan penggabungan berbagai pengetahuan, metode, dan konsep dari berbagai disiplin ilmu untuk mencapai pemahaman yang lebih komprehensif atau solusi yang lebih baik terhadap masalah kompleks. RPS (Rencana Pembelajaran Semester) yang mereka buat juga telah diusahakan memenuhi standar tersebut. Tentang team teaching, para informan mengkonfirmasi bahwa hal tersebut hanyalah salah satu strategi saja dalam pembelajaran yang bersifat multi dan transdisipliner. Perlu kiranya ada usaha lain untuk memastikan wacana tersebut dapat dijalankan dengan baik. Seluruh informan dalam penelitian ini juga telah memberikan berbagai tawaran dalam implementasi pembelajaran berbasis multi dan transdisipliner di Pascasarjana UIN Mataram.
Local Tradition Based-Multicultural Education Management: A case sudy of Perang Topat Festival in Lingsar Temple, West Lombok-Indonesia Mohamad Iwan Fitriani
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 17 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v17i1.8503

Abstract

This study was conducted in the sacred places located in the Lingsar village, West Lombok, Indonesia, and focused on (1) the process of the Perang Topat (Topat war) festival; (2) the multicultural behaviors manifested in the Perang Topat festival; (3) strategy to manage educational curriculum based on local tradition. Data were gathered through in-depth interviews, observation, and documentation using a qualitative technique with a case study design. Braun and Clarke's theme analysis was used to analyze the data in six steps. This study discovered, multicultural education perspectives, that (1) the Perang Topat is a unique war because it changes a sign of enmity into a symbol of harmony between Muslims, Hindus and other participants; (2) the war of peace provides six dominant multicultural behaviors that contribute to multicultural education development; and (3) to manage education curriculum based on local tradition, there are two main steps taken, namely, the contribution and the additive approach. The second step is the best way to build interreligious practices-based multicultural education. Abstrak: Penelitian ini dilakukan di tempat keramat yang terletak di Desa Lingsar, Lombok Barat, Indonesia. Penelitian difokuskan pada tiga aspek utama: (1) proses pelaksanaan festival Perang Topat, (2) perilaku multikultural yang termanifastasi dalam festival Perang Topat, dan (3) strategi pengelolaan kurikulum pendidikan berbasis tradisi lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan teknik kualitatif dengan desain studi kasus. Analisis tema dari Braun dan Clarke digunakan untuk menganalisis data dalam enam langkah. Hasil penelitian ini mengungkapkan, dalam konteks pendidikan multikultural bahwa: (1) Festival Perang Topat memiliki karakteristik unik karena mampu mengubah simbol permusuhan menjadi simbol kerukunan antara umat Islam, Hindu, dan partisipan dari latar belakang agama lain; (2) Festival Perang Topat sebagai bentuk "perang damai" menunjukkan adanya enam perilaku multikultural dominan yang memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pendidikan multikultural; dan (3) Untuk mengelola kurikulum pendidikan yang berbasis pada tradisi lokal, ditemukan dua langkah utama yang diambil, yaitu pendekatan kontribusi dan pendekatan aditif. Pendekatan kedua ini dianggap sebagai pendekatan terbaik untuk membangun pendidikan multikultural yang berlandaskan pada praktik-praktik antar agama.

Page 10 of 13 | Total Record : 128