cover
Contact Name
Akhyarnis Febrialdi
Contact Email
febrialdi1@umb-bungo.ac.id
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
febrialdi1@umb-bungo.ac.id
Editorial Address
Kampus 1 Universitas Muara Bungo, Jl. Lintas Sumatera, Sungai Binjai Muara Bungo
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Sains Agro
ISSN : -     EISSN : 25800744     DOI : 10.36355
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Sains Agro Merupakan media yang bertujuan untuk mempublikasikan artikel dari peneliti yang berkaitan dengan ilmu Pertanian. Ruang Lingkup Jurnal Sains Agro adalah kajian ilmu agronomi, hortikultura, pembibitan, Ilmu Tanah, agroforestri, perlindungan tanaman, keanekaragaman tanaman dan lingkungannya
Articles 170 Documents
PERTUMBUHAN TANAMAN POHPOHAN (Pilea trinervia Wight) PADA BERBAGAI KOMPOSISI PUPUK NITROGEN ORGANIK Rahayu, Arifah; Djiwandono, Muhammad Dirman; Rochman, Nur
Jurnal Sains Agro Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v8i2.1159

Abstract

Pohpohan merupakan tanaman indigenous Jawa Barat yang dikonsumsi bagian daun mudanya, sehingga unsur nitrogen berperan penting dalam pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman pohpohan (Pilea trinevia Wight.) pada pemberian berbagai komposisi pupuk nitrogen organik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 10 taraf perlakuan komposisi pupuk N, yaitu P0 = tanpa pupuk N, P1 = 100% N-urea, P2 = 100% N-urine sapi, P3 = 100% N-kompos kipahit (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray), P4 = 75% N-urea + 25% N-urine sapi, P5 = 75% N-urea + 25% N-kompos kipahit, P6 = 50% N-urea + 50% N-urine sapi, P7 = 50% N-urea + 50% kompos kipahit, P8 = 25% N-urea+75% N-urine sapi, dan P9 = 25% N-urea+75% N-kompos kipahit. Dosis pupuk N yang digunakan adalah 100 kg N/ha. Hasil penelitian menunjukkan tinggi tanaman dan luas daun pohpohan tidak berbeda antar komposisi pupuk N. Aplikasi 100% N-urine sapi menghasilkan jumlah daun tidak berbeda nyata dengan 100% N-urea dan gabungan urea dengan pupuk organik. Penggunaan komposisi pupuk  Urea dengan urine sapi atau kompos kipahit menghasilkan jumlah tunas dan panjang tunas total tidak berbeda nyata dengan yang diberi 100% N-Urea, sehingga dapat menjadi alternatif substitusi pupuk Urea.
Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq) Dengan Pemberian Pupuk Organik Pillow Slow Release Pada TBM I Prasetiya, Egi; Soepandi, Acep; Yudiawati, Effi
Jurnal Sains Agro Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v9i1.1515

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Sawit di Desa Rantau Keloyang Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo. Dengan ketinggian tempat ± 120 mdpl. Percobaan ini dilaksanakan pada tanggal 01 Juni sampai tanggal 30 September 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pupuk Pillow Slow Release terhadap pertumbuhan Kelapa Sawit (Elais guenesis Jacq) di TBM 1. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kelompok. Adapun perlakuan tersebut yaitu: P0 (tanpa pupuk), P1(5 gr pupuk PSR), P2 (10 gr pupuk PSR), P3 (15 gr pupuk PSR), dan P4 (20 gr pupuk PSR). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah pelepah (helai), diameter batang (cm), dan luas daun (cm2). Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan sidik ragam. Apabila hasil analisis sidik ragam menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 %.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik Pillow Slow Release (PSR) berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman (cm), jumlah pelepah (helai), diameter batang (cm) dan luas daun (cm2). Perlakuan P2 dengan dosis 10 gr/tanaman memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan tanaman Kelapa Sawit TBM1
PENGARUH PUPUK CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) R, Renfiyeni
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro (On Going)
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk cangkang telur ayam yang optimal terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Paku, Kecamatan Tanjung Harapan, Solok, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dosis pupuk cangkang telur, yaitu P0 (0 g), P1 (20 g), P2 (40 g), P3 (60 g), dan P4 (80 g). Pupuk cangkang telur ayam mengandung unsur hara penting yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, terdiri atas kalsium 97%, fosfor 3%, magnesium 3%, kalium 8%, serta unsur mikro seperti natrium, seng, mangan, besi, tembaga, nitrogen 0,18%, dan bahan organik 5,2%. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cangkang telur ayam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, lebar daun, dan panjang akar primer, namun tidak berpengaruh nyata terhadap panjang daun dan volume akar. Tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun tertinggi diperoleh pada dosis 80 g, sedangkan diameter batang terbesar dan akar primer terpanjang diperoleh pada dosis 60 g.
Pengaruh Kombinasi Agens Hayati Dan Media Biomatriconditioning Terhadap Daya Tumbuh Benih Kyuri (Cucumis Sativus L.) Endrawati, Tri; Setya Winurdana, Alfan
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro (On Going)
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1851

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi agens hayati dan media biomatriconditioning terhadap daya tumbuh benih Kyuri (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu agens hayati (Mikoriza sp., Trichoderma sp., dan Beauveria sp.) serta media biomatriconditioning (abu ketel, arang sekam, serbuk batu bata, dan cocopeat). Hasil pengamatan difokuskan pada daya kecambah, indeks vigor, dan kecepatan tumbuh relatif. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi Trichoderma sp. arang sekam menghasilkan daya kecambah tertinggi, dengan persentase kecambah lebih cepat dan seragam dibanding perlakuan lain. Indeks vigor juga meningkat signifikan pada kombinasi tersebut, ditandai dengan perkembangan akar dan pertumbuhan awal yang lebih kuat. Selain itu, kecepatan tumbuh relatif tertinggi dicapai pada perlakuan yang sama, yang mengindikasikan efisiensi penyerapan nutrisi dan adaptasi benih lebih baik. Media arang sekam terbukti mendukung aerasi optimal. sehingga mampu bersinergi dengan peran biologis agens hayati. Secara keseluruhan, kombinasi Trichoderma sp. dengan media matrik arang sekam memberikan efek paling nyata terhadap viabilitas dan vigor benih Kyuri, sehingga potensial diterapkan dalam inovasi perbenihan hortikultura untuk meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan.
Serangan Wereng Perut Putih (Stenocranus pacificus Kirkaldy) Pada Monokultur Tanaman Jagung Sari, Wilna; Nelly, Novri; hidrayani, Hidrayani; Hamid, Hasmiandy
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro (On Going)
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1830

Abstract

Wereng perut putih (Stenocranus pacificus Kirkaldy) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman jagung di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan populasi dan gejala serangan wereng perut putih pada tanaman jagung yang ditanam secara monokultur di kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan pertanaman jagung milik petani di nagari Pakandangan dan nagari Gadur, Kecamatan Enam Lingkung, dan nagari Campago, kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan pemilihan lahan sampel ditetapkan dengan kriteria luas area minimal 1 Ha. Pada setiap lahan ditentukan sebanyak 5 petak sampel yang ditentukan secara diagonal, yaitu 1 petak terletak di perpotongan garis diagonal dan 4 petak lainnya terletak pada garis diagonal dengan jarak 5 m dari sudut petakan. Setiap petak sampel berukuran 1 x 1m. Masing-masing petak sampel terdiri dari 12 tanaman jagung, sehingga jumlah sampel tanaman jagung yang diamati secara keseluruhan sebanyak 60 tanaman. Data diolah dengan excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi dan serangan S. pacificus pada tanaman jagung di Kabupaten Padang Pariaman sangat dipengaruhi oleh jenis varietas tanaman jagung. Selain itu, kepadatan populasi S. pacificus cenderung lebih tinggi pada fase vegetatif dibandingkan fase generatif
Pengaruh Asam Humat Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale) Yulianto, Doni H.D.; Lucky, Maylani
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro (On Going)
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis asam humat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum). Penelitian dilaksanakan di Jl. Keling Kumang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan empat perlakuan dosis asam humat, yaitu 3 ml (A1), 5 ml (A2), 7 ml (A3), dan 9 ml (A4), masing-masing diulang lima kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar tanaman, berat segar akar, dan berat segar rimpang. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan. Dosis 9 ml memberikan hasil tertinggi pada seluruh variabel pengamatan, yaitu tinggi tanaman 74,04 cm, jumlah anakan 42,9, berat segar tanaman 957,2 g, berat segar akar 33,6 g, dan berat segar rimpang 417,4 g. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan perlakuan 3 ml, 5 ml, dan 7 ml. Asam humat berperan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah serta meningkatkan ketersediaan unsur hara, khususnya nitrogen, yang mendukung proses fisiologis tanaman. Dengan demikian, pemberian asam humat dosis 9 ml direkomendasikan sebagai dosis optimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas jahe merah.
Analisis Tekstur Tanah Untuk Evaluasi Kesesuaian Lahan Pertanian Di Desa Kawengan Elvania, Nindy Callista; Mulyanti, Heri; Uswatun, Winda; Nalalizza, Nabila
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro (On Going)
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1844

Abstract

Tekstur tanah merupakan komponen penting dalam menentukan kesesuaian lahan untuk kegiatan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekstur tanah di beberapa titik sampel di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap komoditas pertanian utama di daerah tersebut. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel tanah di tiga lokasi berbeda, analisis laboratorium untuk menentukan persentase fraksi pasir, debu, dan liat, serta klasifikasi tekstur menggunakan segitiga tekstur USDA. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekstur tanah di lokasi penelitian berkisar antara lempung berpasir hingga lempung, yang memiliki pengaruh terhadap kemampuan tanah dalam menyimpan air dan unsur hara. Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar lahan tergolong sesuai (S2) hingga sesuai marginal (S3) untuk komoditas pertanian seperti jagung dan kedelai. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi perencanaan tata guna lahan pertanian yang lebih berkelanjutan di wilayah tersebut.
IDENTIFIKASI SERANGGA HAMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) TM 2 PADA AFDELING O PT. JAMIKA RAYA KECAMATAN LIMBUR LUBUK MENGKUANG Yudiawati, Effi Yudia; iqbal, Muhammad
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro (On Going)
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1901

Abstract

IDENTIFIKASI SERANGGA HAMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) TM 2 PADA AFDELING O PT. JAMIKA RAYA KECAMATAN LIMBUR LUBUK MENGKUANG  Effi Yudiawati1 dan Muhammad Iqbal2 Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Muara Bungo,Jl. Pendidikan, RT.10 RW. 02 No. 10 Kelurahan Sungai Binjai. Kecamatan Bathin III. Kabupaten Bungo, Jambi 37228, Indonesia. Universitas Muara Bungo  ABSTRAK             Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2025 sampai pada tanggal 23 Maret 2025 pada 6 blok di Afdeling O. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis serangga, indeks keanekaragaman jenis serangga, indeks kemerataan spesies, dan indeks kekayaan spesies serangga hama di Afdeling O Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) PT. Jamika Raya di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang pada fase Tanaman Menghasilkan atau TM 2.Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kuantitatif dengan  purposive sampling atau cara survey. Pengambilan sampel di lakukan sebanyak 6 kali dengan interval 2 minggu sekali pada tiap blok yang telah di tentukan. Pengambilan sampel dengan 2 metode, yaitu perangkap jebakan (fill trap) dan perangkap jarring (sweep net). Setiap blok di tentukan petak pengambilan sampel seluas 75 meter x 75 meter dengan 5 plot pengambilan sampel. Tiap plot pengambilan sampel seluas 25 meter x 25 meter dengan jarak 25 meter antar plot. Pada tiap plot di pasang 4 buah perangkap jebakan  serangga (fill trap), dan perangkap jaring digunakan dengan cara mengayunkan jaring secara zig-zag sebanyak 20 kali ayunan sambil berjalan di sekeliling tiap plot.Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis-jenis serangga hama yang diperoleh di Afdeling O Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) PT. Jamika Raya Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang terdapat 7 ordo dengan 15 spesies, yaitu Blatella germanica, Periplaneta sp, Chalcosoma atlas, Cockchaver melolontha larva, Aphis gossypii sp, Bothrogonia ferruginea, Boisea trivittata, Dholiholderus thoracicus Smith, Selenopsis invicta, Reticullitermes sp, Orgyia sp, Setora nitens, Oxya chinensis, Valanga nigricornis,dan Archeta domesticus, dengan nilai indeks keanekaragaman berkisar dari 1,39 hingga 2,11 yang tergolong kriteria sedang, nilai indeks kemerataan spesies berkisar dari 0,60 hingga 0,92 yang tergolong kriteria komunitas stabil, dan nilai indeks kekayaan spesies berkisar dari 1,61 hingga 2,03 yang tergolong kriteria tingkat kekayaan spesies rendah. Kata Kunci : Keanekaragaman, Indeks Serangga Hama, Kelapa Sawit IDENTIFICATION OF INSECT PESTS IN OIL PALM PLANTATION (Elaeis guineensis Jacq.) TM 2  IN THE O DIVISION OF PT. JAMIKA RAYA LIMBUR DISTRICT LUBUK MENGKUANG Effi Yudiawati1 and Muhammad Iqbal2 Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Muara Bungo University Jl. Pendidikan, RT.10 RW. 02 No. 10, Sungai Binjai Subdistrict. Bathin III District, Bungo Regency, Jambi 37228, Indonesia. Muara Bungo University ABSTRACT             This research was carried from January 12 to March 23, 2025 in six blocks of Afdeling O. The study aimed to identify insect pest spesies and determine the diversity index, evenness index, and species richnesss index of insect pests in Afdeling O of the Oil Palm Plantation (Elaeis guineensis Jacq.) at PT. Jamika Raya Limbur Lubuk Mengkuang District, during the producing plant phase (TM 2).            A quantitative descriptive analysis method was used with purposive sampling or survey method. Sampling was conducted six times at two weeks interval in each predetermined block. Two methods were employed insect traps and sweep nets. Each block was sampled using a 75 x 75 meters plot containing five sampling subplots. Each subplot measured 25 x 25 meters with 25 meters spacing between subplots. Four insect traps were installed in each subplot, and sweep netting was performed by swinging the net in a zigzag pattern 20 times while walking around the subplot.            The results showed that insect pests spesies identified in Afdeling O of the Oil Palm Plantation (Elaeis guineensis Jacq) at PT. Jamika Raya Limbur Lubuk Mengkuang district, consisted of 7 orders and 15 spesies, namely Blatella germanica, Priplaneta sp, Chalcosoma atlas, Cockchaver melolontha larva, Aphis gossypii sp, Bothrogonia ferruginea, Boisea trivittata, Dholiholderus thoracicus Smith, Selenopsis invicta, Reticullitermes sp, Orgyia sp, Setora nitens, Oxya chinensis, Valanga nigricornis, and Archeta domesticus. The diversity index values ranged from 1,39 to 2,11, categorized as moderate. The species evenness index ranged from 0,60 to 0,92 indicating a stable community. The species richness index ranged from 1,61 to 2,09, classified as high richness with a low number of species.    Keywords : Diversity, Insect Pests Index, Elaeis guineensis Jacq.
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) DI LAHAN PERTANIAN DI MERAUKE Yusuf, Mani
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro (On Going)
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1868

Abstract

Kestabilan ekosistem, terutama pada lahan pertanian yang dikelola petani, sangat dipengaruhi oleh tingkat keanekaragaman artropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman artropoda pada tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.) dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan melalui tiga jenis perangkap—perangkap kuning, perangkap tanah, dan perangkap jaring—serta melalui pengamatan langsung pada tanaman. Data keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks Shannon-Wiener, indeks kemerataan, indeks dominansi, serta pengukuran intensitas serangan dan populasi hama Spodoptera exigua. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan 11 ordo dan 22 famili artropoda dengan total 4.628 individu. Ordo yang paling dominan ialah Diptera, khususnya lalat buah. Nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang (H' = 1,0621), indeks kemerataan tinggi (E = 0,9243), dan indeks dominansi sedang (D = 0,5561). Intensitas serangan larva S. exigua pada umur 14 hari tergolong rendah (21%), meningkat pada umur satu bulan (33%), dan menurun kembali pada umur 1,5 bulan (24%). Interaksi antara artropoda dan tanaman bawang daun bersifat timbal balik, meskipun beberapa jenis serangga berpotensi menimbulkan kerugian bagi tanaman. 
PENGARUH CO-COMPOSTING FLY ASH BATU BARA DENGAN BAHAN ORGANIK TERHADAP SIFAT KIMIA KOMPOS DAN PERTUMBUHAN SAWI HIJAU DI ULTISOL Ilham, Dewi Jayagma
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Sains Agro (On Going)
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i2.1874

Abstract

Penelitian untuk mengetahui pengaruh co-compost fly ash dengan bahan organik terhadap kualitas kompos dan pertumbuhan tanaman sawi hijau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yaitu co-compost dan dosis. Faktor I: Co-compost dengan 3 taraf yaitu: fly ash+ kotoran ayam (FA+KA), fly ash + limbah pasar (FA+LP), fly ash + biochar (FA+BS) dan Faktor II: Dosis dengan 4 taraf yaitu : A0 (0 ton/ha), A1 (10 ton/ha), A2 (20 ton/ha), A3 (30 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa co-compost fly ash dengan beberapa bahan organik dapat meningkatkan kandungan oksida Ca, Mg, K, P dan S, Mn, serta co-compost FA+KA, FA+ SP, dan FA+ BS memiliki standar mutu yang sesuai dengan pupuk organik, kecuali kandungan C-organik yang masih rendah yaitu sebesar 7,71%-3,95%. Co-compost FA+LP dan 20 ton/ha memiliki interaksi dan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun sawi hijau. Selain itu, pemberian co-compost FA+ SP dengan dosis 20 ton/ha sudah mampu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman sawi hijau. Hal ini menunjukan co-compost fly ash dengan bahan organik dapat menjadi amelioran untuk meningkatkan kesuburan tanah.