cover
Contact Name
Akhyarnis Febrialdi
Contact Email
febrialdi1@umb-bungo.ac.id
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
febrialdi1@umb-bungo.ac.id
Editorial Address
Kampus 1 Universitas Muara Bungo, Jl. Lintas Sumatera, Sungai Binjai Muara Bungo
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Sains Agro
ISSN : -     EISSN : 25800744     DOI : 10.36355
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Sains Agro Merupakan media yang bertujuan untuk mempublikasikan artikel dari peneliti yang berkaitan dengan ilmu Pertanian. Ruang Lingkup Jurnal Sains Agro adalah kajian ilmu agronomi, hortikultura, pembibitan, Ilmu Tanah, agroforestri, perlindungan tanaman, keanekaragaman tanaman dan lingkungannya
Articles 176 Documents
Aplikasi Sistem Irigasi Tetes Bawah Permukaan ( Sub Surface Irrigation) pada tanaman melon ( cucumis Melo L ) Dalam Mengoptimalkan Efisiensi Penggunaan Air Di PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Kerans, Aurelia Rosalia
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i1.1645

Abstract

Program magang MBKM terjadi sejak bulan september- Desember 2024 di PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya. Metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung oleh penulis dari tempat kegiatan magang dan data sekunder diperoleh dari dokumentasi dan studi pustaka. PT.Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya merupakan PT yang terletak di provinsi Jawa Timur yang memiliki destinasi wisata terbesar yang bergelut di dunia pertanian. Yang menjadi komoditas unggulannya adalah tanaman melon, apel, jeruk, dan naga. Pada proses pembudidayaan tanaman ketersediaan air dan efisiensi penggunaan air untuk tanaman. Salah satu solusi yang dilakukan agar tanaman mendapatkan pasoka air yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan ialah dengan menggunakan sistem irigasi tetes bawah permukaan (sub surface Irrigation). Sistem ini memungkinkan tanaman untuk mengakses air dengan lebih efisien, optimal, dan mengurangi kehilangan air karena penguapan di permukaan tanah.Sistem irigasi tetes bawah permukaan ( sub surface Irrigation) memiliki kelemahan yakni penyumbatan pada stik drip ( emmiter). Penyumbatan ini terjadi karena partikel-partikel yang ada pada media tanam, serta pupuk yang belum terlarut sempurna. Untuk menangani masalah ini disarankan perlu adanya pemeliharaan secara berkala pada stik drip ( emiter ) dengan cara setiap Minggu melakukan pengecekan aliran air pada stik drip ( emiter), jika tersumbat maka stik drip tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu agar sistem irigasi tetes bawah permukaan dapat menyalurkan air dan nutrisi secara tepat ke setiap tanaman.
Pengaruh Pemberian Trichoderma sp dan Pupuk Organik Cair Leri Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max L.) Diyanti, Afri Rona; Sunadi, Sunadi; Wahyuni, Sri; Haryoko, Widodo; Zahanis, Zahanis; Ermawati, Ermawati
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i1.1691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp dan POC Leri terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian ini dilakukan di Jorong Koto Tuo, Nagari Aia Amo, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat dengan ketinggian tempat ± 115 mdpl, yang dilaksanakan pada bulan Agustus - November 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan RAK 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian Trichoderma sp dengan  taraf konsentrasi yaitu 0ml,100ml, dan 200ml/L air. Faktor kedua yaitu pemberian POC Leri dengan 4 taraf yaitu 0 ml, 50 ml, 100 ml, dan 150 ml/L air. Hasil penelitian menunjukan interaksi Trichoderma sp dan POC Leri berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman dan jumlah biji per tanaman kedelai dengan kombinasi terbaik pada Trichoderma sp 200 ml/L dan POC Leri 100 ml/L. Sedangkan secara perlakuan Trichoderma sp hanya berpengaruh pada parameter bintil akar efektif, dan POC Leri berpengaruh pada parameter jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman, dan produksi biji per hektar dengan produksi tertinggi yaitu 2,03 ton diperoleh pada konsentrasi POC Leri 150 ml/L.Untuk meningkatkan produksi kedelai dapat dilakukan 
Curah Hujan Terhadap Produktivitas Padi Dan Ubi Kayu: Analisis Statistik Di Kabupaten Serdang Bedagai Arinda, Dela; Afifi, Annida Fauziyyatul; S, Safrizal; Marsudi, Sundari
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i1.1764

Abstract

Rainfall is one of the climatic factors that influences the productivity of food crops. This study aims to analyze the relationship between rainfall and the productivity of rice and cassava in Serdang Bedagai Regency. The data used are annual secondary data for the period 2013–2024, consisting of rainfall records and the productivity of rice and cassava commodities. The relationship was analyzed using Pearson correlation and simple linear regression methods. The results show that rainfall has a positive and significant relationship with rice productivity, with a correlation coefficient of 0.70 and an R² value of 0.489, indicating that nearly 49% of the variation in rice productivity can be explained by rainfall. Meanwhile, the relationship between rainfall and cassava productivity is positive but not statistically significant (r = 0.60; R² = 0.37; p 0.05), indicating a weaker influence. The effect of rainfall is more evident on rice productivity compared to cassava. These findings highlight the need for improved water management and climate adaptation strategies, particularly in the rice farming systems of Serdang Bedagai Regency.
Aplikasi Pupuk Maggot Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Amaranthus tricolor L. (Bayam Merah) Dan Lactuca sativa L. (Selada) Sistem Hidroponik Suherman, Suherman; Mastang, Mastang; Kadir, Rahmat Hidayat; Rahim, Iradhatullah; Ilmi, Nur
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i1.1715

Abstract

ABSTRAKPupuk maggot cair, yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan organik oleh larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, merupakan salah satu jenis pupuk organik cair dengan potensi besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pupuk maggot cair terhadap pertumbuhan tanaman Amaranthus tricolor L. (bayam merah) dan Lactuca sativa L. (selada) dalam sistem hidroponik. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan konsentrasi pupuk, yaitu kontrol (tanpa pupuk maggot cair), 100 mL, 200 mL, dan 300 mL pupuk maggot cair yang dicampur dengan 3 liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk maggot cair secara signifikan meningkatkan tinggi tanaman, berat basah, dan kepekatan larutan (ppm), terutama pada konsentrasi 200 mL untuk bayam merah dan 300 mL untuk selada. Pada konsentrasi tertinggi (300 mL), bayam merah mengalami sedikit penurunan pertumbuhan, sedangkan selada menunjukkan peningkatan konsisten. Penggunaan pupuk maggot cair juga terbukti menjaga pH larutan dalam rentang optimal. Pupuk maggot cair dapat menjadi alternatif pupuk organik yang ramah lingkungan dan efektif dalam budidaya hidroponik, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis, serta mendukung pertanian berkelanjutan.Kata kunci: bayam merah; hidroponik; pupuk maggot-cair; selada ABSTRACTMaggot liquid fertilizer, derived from the fermentation of organic materials by Black Soldier Fly (BSF) larvae or maggots, represents a promising type of liquid organic fertilizer. This study aims to evaluate the effectiveness of liquid maggot fertilizer on the growth of Amaranthus tricolor L. (red spinach) and Lactuca sativa L. (lettuce) in a hydroponic system. The experiment was conducted using a randomized block design (RBD) with four fertilizer concentration treatments: control (without liquid maggot fertilizer), 100 mL, 200 mL, and 300 mL of liquid maggot fertilizer mixed with 3 liters of water. The results showed that liquid maggot fertilizer significantly increased plant height, fresh weight, and solution concentration (ppm), especially at a concentration of 200 mL for red spinach and 300 mL for lettuce. At the highest concentration (300 mL), red spinach experienced a slight decrease in growth, while lettuce showed a consistent increase. The use of liquid maggot fertilizer has also been shown to maintain the pH of the solution within the optimal range. Liquid maggot fertilizer can be an alternative organic fertilizer that is environmentally friendly and effective in hydroponic cultivation, reducing dependence on synthetic chemical fertilizers, and supporting sustainable agriculture.Keywords: red spinach; hydroponics; maggot-liquid fertilizer; lettuce
Efektivitas Ecoenzyme Limbah Kulit Jeruk Sebagai Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bayam Hijau (Amaranthus hybridus) Siahaan, Eliza Sriyuliani; Siregar, Aidilia Syafitri; Anggraini, Jihan Indah; Br Tambunan, Mei Cristina; Triana, Rennyta; Atmaja, Wia Purwa; Syahputri, Yulia Nanda; Idramsa, Idramsa; Febriyossa, Adelia
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i1.1743

Abstract

Ecoenzyme merupakan hasil fermentasi limbah organik, gula, dan air yang mengandung enzim aktif, asam organik, serta unsur hara penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ecoenzyme limbah kulit jeruk sebagai pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan bayam hijau (Amaranthus hybridus), serta menentukan konsentrasi yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakuan yaitu kontrol (P0), P1 (1 ml ecoenzym + 200 ml air), P2 (1 ml + 400 ml air), dan P3 (1 ml + 600 ml air), masing-masing dengan enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, lebar daun, dan jumlah daun. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ecoenzyme berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, lebar daun dan jumlah daun. Perlakuan P1 (1 ml + 200 ml air) dan perlakuan P2 (1 ml ecoenzyme dalam 400 ml air) merupakan konsentrasi yang paling optimal dalam meningkatkan pertumbuhan bayam hijau dengan P1 paling efektif untuk tinggi dan lebar daun, serta P1 dan P2 untuk jumlah daun. Penelitian ini mendukung pemanfaatan ecoenzyme limbah kulit jeruk sebagai alternatif POC yang ramah lingkungan dan efisien dalam budidaya tanaman hortikultura
Karakterisasi Morfologi 9 Genotipe Melon ( (Cucumis melo L.) Hasil Persilangan Tiga Kelompok Genetik Pratama, Farrel Fadilla Ardi; Rusmana, Rusmana; Putri, Widia Eka; Millah, Zahratul; Saputra, Helfi Eka
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i1.1772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi sembilan genotipe melon (Cucumis melo L.) hasil persilangan antara kelompok Reticulatus, Inodorus, dan Makuwa. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Karangtengah Pabean, Kota Cilegon, pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2024, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebagai metode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya keseragaman karakteristik pada beberapa parameter kuantitatif, seperti panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan diameter bunga jantan. Variabilitas yang nyata diamati pada karakteristik kualitatif, meliputi bentuk buah dan jenis kulit, serta pada karakteristik kuantitatif seperti diameter bunga betina, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah, tebal kulit, bobot buah, umur panen, dan kadar gula. Analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa sebagian besar karakteristik yang diamati memiliki perbedaan yang nyata. Hasil ANOVA menunjukkan signifikansi pada 8 dari 12 parameter yang menunjukkan potensi genotipe tersebut untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan varietas melon lokal unggul yang lebih beragam dan mengurangi ketergantungan terhadap benih impor
Efektivitas POC Babandotan (Ageratum conyzoides L) Terhadap Pertumbuhan Lokio (Allium schoenoprasum L) Sabrina, Puja; Sarjani, Tri Mustika; Atmaja, Teuku Hadi Wibowo
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i1.1720

Abstract

Pertumbuhan tanaman lokio atau yang sering disebut bawang batak dipengaruhi oleh pemupukan yang sesuai untuk mendukung produktivitas dan keberlanjutan pertanian. Pupuk organik cair dari tanaman babandotan berpotensi sebagai alternatif pupuk kimiawi yang ramah lingkungan dan meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan pupuk organik cair babandotan terhadap pertumbuhan lokio, khususnya tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan, yakni tanpa pupuk (kontrol), dan dosis POC 100 ml, 150 ml, serta 200 ml, yang diaplikasikan pada tanaman lokio. Data pengamatan dilakukan selama periode pertumbuhan, kemudian dianalisis dengan analisis varians (ANOVA) satu jalur dan uji lanjutan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa pemberian pupuk cair babandotan secara signifikan meningkatkan semua parameter pertumbuhan, dengan dosis 200 ml (perlakuan P3) memberikan hasil terbaik secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pupuk organik cair dari babandotan efektif dalam mendukung pertumbuhan lokio secara alami dan berkelanjutan.
Efektivitas POC Berbasis Limbah Sayuran dan EM4 Terhadap Pertumbuhan Sawi (Brassica Juncea L.) Rindiani, Artika; Ramadhani, Gita Syahri; Sidabutar, Jeki; Liliana, Najwa; Sari Pane, Nita Maya; Nasution, Rifka Khairunnisa; Batubara, Zihan Zahriani; Idramsa, Idramsa; Febriyossa, Adelia
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i1.1749

Abstract

Permasalahan limbah organik rumah tangga dan pasar tradisional yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu solusi pemanfaatan limbah tersebut adalah melalui produksi pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pupuk organik cair yang dibuat dari kombinasi limbah sayuran, kulit nanas, dan air cucian beras dengan penambahan Effective Microorganisme 4 (EM4) terhadap pertumbuhan tanaman sawi manis (Brassica juncea L.). Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dosis POC: 0 ml (kontrol), 5 ml, 10 ml, dan 15 ml per 250 ml air, masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan berat basah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC secara signifikan meningkatkan pertumbuhan sawi manis pada semua parameter dibandingkan kontrol, dengan dosis optimal sebesar 15 ml POC+250 ml air. Kandungan hara makro POC, khususnya kalium (0,96%), serta kontribusi bioaktif dari bahan organik dan EM4, berperan dalam merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah organik menjadi POC tidak hanya mendukung pertanian berkelanjutan, tetapi juga menawarkan alternatif efektif dalam pengelolaan sampah organik
EFEKTIVITAS PENGARUH MEDAN MAGNET ELF TERHADAP PERTUMBUHAN PADA TANAMAN DAN KETAHANAN PADA MAKANAN Saputra, Aji Bagus Maulana; Solehah, Mufidatus; Wahyudi, Farhan Arif; Anggara, Probo; Astutika, Sri; Baihaqi, Habibah Khusna
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i1.1731

Abstract

Medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) merupakan salah satu bentuk radiasi elektromagnetik non – ionisasi dengan frekuensi di bawah 300 Hz yang terbukti memiliki pengaruh terhadap sistem biologi, khususnya dalam bidang pertanian dan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas paparan medan magnet ELF terhadap pertumbuhan tanaman dan ketahanan bahan pangan melalui metode studi literatur. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa medan magnet ELF dapat meningkatkan parameter fisiologis tanaman seperti tinggi batang, jumlah daun, luas daun, serta aktivitas enzimatik dan metabolisme sel, dengan efektivitas yang bergantung pada intensitas dan durasi paparan. Di sisi lain, ELF medan juga berkontribusi dalam perpanjangan umur simpan bahan pangan dengan menekan aktivitas mikroorganisme pembusuk dan menjaga stabilitas pH serta kualitas fisik dan kimia produk pangan. Intensitas optimal medan magnet ELF untuk mendukung pertumbuhan tanaman berkisar antara 300 – 500 µT, sedangkan untuk ketahanan pangan dapat mencapai hingga 1500 µT dengan pengendalian durasi paparan. Meskipun sebagian besar penelitian menunjukkan hasil positif, respons terhadap ELF medan sangat dipengaruhi oleh jenis tanaman, kondisi lingkungan, dan metode aplikasi. Potensi medan magnet ELF dalam menunjang pertanian modern dan tegnologi pascapanen sangat besar, sehingga memerlukan pengembangan lebih lanjut melalui penelitian eksperimental.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pare (Momordica Charantia l.) Dengan Konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair (PPC) Subagiono, Subagiono; Prastia, Budi Budi; Pramadya, Rian
Jurnal Sains Agro Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v10i1.1784

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Alam, Kecamatan Jangkat Timur, pada ketinggian 1.100 m dpl dengan jenis tanah Andosol, mulai 1 April hingga 1 Juli 2024. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Pupuk Pelengkap Cair (PPC) Nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pare (Momordica charantia L.). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yaitu konsentrasi PPC Nasa, dengan lima perlakuan: P0 (tanpa PPC), P1 (1,0 cc/L), P2 (2,0 cc/L), P3 (3,0 cc/L), dan P4 (4,0 cc/L). Analisis data dilakukan dengan sidik ragam, dan apabila terdapat perbedaan nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) taraf 5%. Parameter yang diamati meliputi panjang tanaman, panjang buah, diameter buah, berat hasil per tanaman, dan hasil per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PPC Nasa berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan P3 (3,0 cc/L) memberikan hasil terbaik dengan peningkatan signifikan pada panjang tanaman, ukuran buah, dan hasil panen dibandingkan perlakuan lainnya