cover
Contact Name
Ira Oktaviani Rz
Contact Email
ira@pkr.ac.id
Phone
+6285265205563
Journal Mail Official
jpk@pkr.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Riau Jl. Melur No. 103, Sukajadi, Pekanbaru, Indonesia Office: (0761)36581 |Fax: (0761) 20656 | Phone: 085265205563
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
ISSN : 23028610     EISSN : 27151115     DOI : https://doi.org/10.36929/jpk.v9i1
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian (research article), di bidang : Ilmu Kesehatan dabn Riset Lingkungan
Articles 231 Documents
HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN KOMBINASI SENAM KEGEL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) DINCE SAFRINA PEKANBARU Rena Afri Ningsih; Siska Helina; Ani Laila
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 6 No 2 (2017): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.955 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v6i2.75

Abstract

Pada persalinan pervaginam 75% ibu mengalami luka pada perineum, baik yang ruptur alami maupun dengan tindakan episiotomi. Pada penjahitan luka perineum setiap kali jarum masuk ke jaringan tubuh, jaringan tubuh akan terluka dan menjadi tempat potensial timbulnya infeksi dan penyembuhan luka terlambat. Penyembuhan luka perineum yang mengalami keterlambatan pada ibu postpartum dapat disebabkan karena kurangnya mobilisasi dan olahraga (senam nifas/kegel). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini dengan kombinasi senam kegel terhadap penyembuhan luka perineum. Jenis penelitian yang digunakan Pre-eksperimental dengan desain Static Group Comparison/ Posttest Only Control Group Design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 30 orang ibu postpartum dengan luka perineum. Analisis data dilakukan dengan Chi Square. Hasil penelitian menunjukan penyembuhan luka perineum yang sangat baik pada kelompok mobilisasi dini dengan kombinasi senam kegel sebesar 93.3% dan penyembuhan luka perineum yang baik pada kelompok yang tidak melakukan mobilisasi dini dengan kombinasi senam kegel sebesar 53.3% dengan p value 0.035 <α. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan yang signifikan mobilisasi dini dengan kombinasi senam kegel terhadap penyembuhan luka perineum. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan pada ibu postpartum untuk penyembuhan luka perineum yang sangat baik
HUBUNGAN FOOT MASSAGE DENGAN DERAJAT EDEMA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS RAWAT INAP SIDOMULYO KOTA PEKANBARU Selli Junita; Rully Hevrialni; Fathunikmah Fathunikmah
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 6 No 2 (2017): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.624 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v6i2.76

Abstract

Edema terjadi hampir 80% dari semua kehamilan dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan selama kehamilan, seperti nyeri, merasa berat, kram pada malam hari, parestesia, dyspnea, penebalan kulit, dan pigmentasi. Salah satu intervensi non farmakologi suntuk mengurangi edema adalah foot massage yang merupakan intervensi untuk menghilangkan atau untuk meminimalkan edema ekstremitas bawah selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan foot massage dengan derajat edema pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2016 sampai dengan Juli 2017 di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dengan desain pre-eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III pada bulan Februari sebanyak 35 orang dan sampel berjumlah 17 orang ibu hamil yang diambil menggunakan teknik incidental sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian didapat rata-rata derajat edema sebelum dan setelah pemberian foot massage adalah masing-masing sebesar 3,1 mm dan 0,8 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara foot massage dengan derajat edema pada ibu hamil trimester III (p = 0,000). Disarankan kepada petugas kesehatan, khususnya bidan bias memberikan pendidikan kesehatan dan asuhan foot massage sebagai salah satu upaya untuk mengurangi edema fisiologis dalam kehamilan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS MULTI DRUG RESISTANCE (TB MDR) DI POLIKLINIK TB MDR RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU TAHUN 2014-2015 Fatiyani Alyensi
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 6 No 2 (2017): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.423 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v6i2.77

Abstract

Tuberculosis Multi Drug Resistance (TB MDR) adalah keadaan dimana Mycobacterium tuberculosis yang resisten minimal terhadap salah satu atau lebih obat anti TB (OAT. Proporsi kejadian TB MDR di Riau pada tahun 2013 sampai triwulan 3 tahun 2015 sebanyak 99 kasus (18 %). Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau kasus TB MDR dari tahun 2014-2015 berjumlah 80 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB MDR di Poliklinik TB MDR RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau tahun 2014-2015”. Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik dengan jenis disain case control study. Populasi adalah pasien TB yang berobat ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau tahun 2014-2015. Kasus adalah semua pasien yang didiagnosa TB MDR dan control adalah semua pasien TB Paru fase lanjutan dengan hasil dahak negatif pada bulan ke lima. Sampel sebanyak 224 orang yaitu kasus 56 orang dan kontrol 168 orang diambil secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis multivariate : variabel yang berhubungan dengan TB MDR adalah keteraturan minum obat (OR: 13.64; CI 95 % :1.819-102.363) dan adanya efek samping obat (OR: 55.87; CI 95 % :2.058-1517.058). Variabel riwayat pengobatan , menghentikan pengobatan, adanya PMO counfonding terhadap keteraturan minum obat dan adanya efek samping obat. Kesimpulan adalah ada hubungan antara keteraturan minum obat dan adanya efek samping obat dengan kejadian TB MDR. Direkomendasikan supaya tidak terjadi TB MDR maka diperlukan PMO, tidak menghentikan pengobatan dan pengawasan intensif terhadap pasien kategori 2 dengan memberikan penyuluhan pentingnya keteraturan meminum obat dan efek samping obat.
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DENGAN DAN TANPA TERAPI KONTRAKSI NYAMAN DI KLINIK PRATAMA AFIYAH KOTA PEKANBARU Juliana Harningsih; Melly Wardanis; Yan Sartika
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 6 No 2 (2017): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.039 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v6i2.78

Abstract

Persalinan merupakan peristiwa alami yang di dalam prosesnya dapat menimbulkan nyeri hebat. Rasa nyeri tersebut merupakan nyeri kontraksi uterus yang dapat menyebabkan peningkatan sistem syaraf simpatis. Nyeri persalinan dapat menyebabkan perubahan-peruban fisiologi tubuh, termasuk meningkatkan rasa khawatir, takut dan stress yang dapat menyebabkan persalinan menjadi lama. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin dengan dan tanpa terapi kontraksi nyaman. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin di Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru. Sampel penelitian sebanyak 20 orang ibu bersalin dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri ibu bersalin tanpa terapi kontraksi nyaman adalah 8,4 sedangkan rata-rata intensitas nyeri pada ibu bersalin dengan terapi kontraksi nyaman adalah 5,9. Ada perbedaan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin dengan dan tanpa terapi kontraksi nyaman di Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru dengan nilai p : 0,000 < 0,05. Diharapkan kepada tenaga kesehatan di Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru agar lebih mensosialisasikan metode terapi kontraksi nyaman yang bertujuan untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan pada kala I fase aktif.
GAMBARAN ASUPAN KARBOHIDRAT, LEMAK, SERAT DAN VITAMIN C PADA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU Azizah Estu Putri; Yuliana Arsil; Muharni Muharni; Fitri Fitri
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 6 No 2 (2017): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.188 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v6i2.79

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia, gangguan metabolisme serta masalah pada daya kerja insulin. Salah satu cara pengelolaan DM ialah kebiasaan makan, yang erat kaitannya dengan diet. Jumlah penderita DM di Indonesia menduduki rangking ke 4 terbesar setelah Amerika Serikat, India dan Cina. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang asupan karbohidrat, asupan lemak, asupan serat dan asupan vitamin C yang dikonsumsi oleh pasien DM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada Oktober 2015 hingga Juli 2016 di Instalasi Rawat Jalan (Poliklinik Penyakit Dalam) RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Metode yang digunakan untuk mengukur asupan zat gizi yaitu wawancara dengan menggunakan kuesioner dan formulir food recall. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 39 orang responden. Pengolahan dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu responden dengan asupan karbohidrat lebih sebanyak 28,2%, baik sebanyak 23,1% dan kurang sebanyak 48,7%. Responden dengan asupan lemak lebih sebanyak 71,8%, yang asupannya kurang sebanyak 20,5% dan yang baik 7,7%. Seluruh asupan serat responden tergolong kurang. Responden dengan asupan vitamin C kurang sebanyak 23,1% dan cukup sebanyak 76,9%. Kepada pasien dan keluarga, agar lebih memilih sumber makanan karbohidrat kompleks dengan porsi yang cukup; mengganti cara pengolahan makanan yang mengandung sedikit lemak; mengkonsumsi sumber makanan tinggi serat terutama serat larut air; dan mengkonsumsi sumber makanan tinggi Vitamin C.
GAMBARAN ASUPAN NATRIUM, LEMAK DAN SERAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN TANJUNG GADING KECAMATAN PASIR PENYU KABUPATEN INDRAGIRI HULU Fitriani Fitriani; Yessi Marlina; Roziana Roziana; Helistya Yulianda
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 1 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.877 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v7i1.123

Abstract

Tekanan darah dikatakan hipertensi apabila tekanan sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan diastolik ≥ 90 mmHg. Faktor penyebab hipertensi adalah pola makan tinggi natrium,tinggi lemak dan rendah serat. Berdasarkan rekapan laporan pemeriksaan kesehatan Di Puskesmas Air Molek tahun 2016 penyakit hipertensi merupakan penyakit terbesar dengan jumlah penderita 520 orang dan Kelurahan Tanjung Gading menempati urutan ke 4 dengan jumlah penderita sebanyak 19 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asupan natrium, lemak dan serat pada penderita hipertensi di Posbindu Jelita di Kelurahan Tanjung Gading Kecamatan Pasir Penyu. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan desain cross sectional.Populasi penelitian adalah seluruh anggotaPosbindu Jelitayang berjenis kelamin perempuan, memiliki tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau diastolik ≥90 mmHg serta aktif mengikuti kegiatan mingguan dan pemeriksaan kesehatan di Polindes Kelurahan Tanjung Gading yang berjumlah 19 orang.Metode pengambilan sampel secara totalsampling dan pengumpulan data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner food recall 3x24 jam Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki asupan natrium tidak baik (>1200 mg), terdapat 4 orang (21.1%) yang memiliki asupan lemak yang baik (<25% kebutuhan) dan sebanyak 15 orang (78.9%) memiliki asupan lemak tidak baik ( >25% kebutuhan) dan terdapat 3 orang (15.8%) asupan serat baik(>25 gr) dan terdapat 16 orang ( 84.2%) memiliki asupan serat yang tidak baik (<25 gr).
PERBEDAAN EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI DAN SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERUS DI KLINIK AFIYAH KOTA PEKANBARU Chyntia Regina Manurung; Yan Sartika; Yeni Aryani
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 1 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.74 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v7i1.124

Abstract

Pada ibu nifas involusi uterus merupakan proses yang sangat penting karena itu memerlukan perawatan yang khusus. Kecepatan involusi uterus di pengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya mobilisasi dini dan senam nifas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan efektifitas mobilisasi dini dan senam nifas terhadap involusi uterus di Klinik Afiyah tahun 2017. Metode penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen dengan desain penelitian menggunakan posttest only control group design.Analisis penelitian ini adalah menggunakan program komputerisasi yaitu SPPS Versi 20 dengan uji hipotesisnya adalah Uji Man- Whiteney.Penelitian dilakukan pada September 2016 - April 2017 dengan jumlah responden 10 orang dengan mobilisasi dini dan 10 orang dengan senam nifas di Klinik Afiyah Kota Pekanbaru. Hasil penelitian ini adalah efektifitas mobilisasi dini terhadap involusi uterus sebesar 70% dan efektifitas senam nifas terhadap involusi uterus sebesar 90% dengan nilai p= 0, 026 (< 0,05) maka terdapat efektifitas mobilisasi dini dan senam nifas terhadap involusi uterus di Klinik Afiyah tahun 2017. Saran utama adalah penelitian ini di harapkan menjadi bahan masukan bagi fasilitas kesehatan dalam meningkatakan pelayanan terutama mengenai senam nifas dan mobilisasi dini.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES DI KLINIK PRATAMA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU Ririn Ariesca; Siska Helina; Okta Vitriani
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 1 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.643 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v7i1.125

Abstract

Angka kejadian postpartum blues dibeberapa negara seperti Jepang 15-50%, Amerika Serikat 27%, prancis 31,7%, Nigeria 31,3% dan Yunani 44,5% (Curry, 2008). Angka kejadian postpartum blues di Asia cukup tinggi dan sangat bervariasi antara 2685%, sedangkan di Indonesia angka kejadian postpartum blues antara 50-70% dari wanita pasca persalinan. Di Indonesia salah satunya di Provinsi Riau tepatnya di Kota Pekanbaru sekitar 16,7%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian postpartum blues di Klinik Pratama Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Tahun 2017. Penelitian ini dilaksanakan di 3 Klinik Pratama yang di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki pada bulan September 2016 s/d Juli 2017. Sampel penelitian ini adalah 45 orang ibu postpartum di 3 Klinik Pratama yang diambil secara accidental sampling. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square dan dengan bantuan komputerisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 45 orang ibu postpartum terdapat 12 orang (26,7%) ibu yang mengalami postpartum blues dan 33 orang (73,3%) yang tidak mengalami postpartum blues. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan antara umur (p =0,007), dan paritas (p =0,001) dengan kejadian postpartum blues serta menunjukkan tidak adanya hubungan antara jenis persalinan (p =0,933), penghasilan (p =1,000) dan kesiapan menjadi ibu (p =1,000) dengan kejadian postpartum blues. Saran kepada tenaga kesehatan yaitu deteksi atau screening adanya kemungkinan terjadinya postpartum blues kepada semua ibu postpartum dan jadikan screening tersebut menjadi bagian dari pengkajian tetap pada ibu postpartum.
HUBUNGAN INTERPESONAL SKILLS DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PELAYANAN ANTENAAL CARE (ANC) DI KOTA PEKANBARU TAHUN 2017 Vivi Juwitasari; Rully Hevrialni; Junaida Rahmi
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 1 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.342 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v7i1.126

Abstract

Pelayanan kebidanan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh kompetensi bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan. Kompetensi bidan yang harus dimiliki tidak saja hard skill tetapi juga soft skill agar dapat dikatakan sebagai bidan yang profesional. Dalam memberikan asuhan kebidanan seorang bidan idealnya memiliki kompetensi interpersonal skills yang baik, agar terjalin hubungan yang baik antara bidan dan pasien, bidan dan keluarga pasien serta bidan dan teman sejawat. Interpersonal skills merupakan kemampuan untuk memahami orang lain, apa yang memotivasi orang lain, bagaimana mereka bekerja, bagaimana kerjasama yang mereka lakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan interpersonal skills dengan kinerja bidan dalam pelayanan ANC. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan bulan September 2016 - Juni 2017. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh BPM di Kota Pekanbaru Tahun 2017. Sedangkan sampelnya adalah 59 BPM yang sesuai dengan kriteria inklusi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar checklist. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 40-44 tahun sebanyak (23,7%), berpendidikan DIII sebanyak (71,2%), masa bekerja ≥3 tahunsebanyak (96,6%), bukan bidan delima sebanyak (67,7%) dan asal institusi swasta sebanyak (55,9%). Sebagian besar interpersonal skills responden adalah interpersonal skills baik yaitu sebesar (61%). Sebagian besar kinerja bidan dalam pelayanan ANC responden adalah baik yaitu sebesar (67,8%). Terdapat hubungan yang bermakna antara hubungan interpersonal skills dengan kinerja bidan dalam pelayanan ANC (p = 0,00). Disarankan bagi IBI agar dapat mengupdate pengetahuan dan skill bidan tentang interpersonal skills khususnya dalam memberikan pelayanan ANC misalnya melalui seminar, workshop dan pelatihan
PENGARUH PENDAMPINGAN PEMBERIAN ASI TERHADAP SEKRETORI IMUNOGLOBULIN A (sIg A) PADA NEONATUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RUMBAI PEKANBARU 2017 Isrowiyatun Daiyah; Hj. Juraida Roito Hrp
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 1 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.877 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v7i1.127

Abstract

emberian air susu ibu (ASI) merupakan salah satu strategi utama untuk memenuhi kecukupan gizi, mencegah penyakit dan kematian. Salah satu kandungan dari ASI adalah kolostrum yang sangat berguna bagi bayi dimana terkandung zat kekebalan terutama sekretori immunoglobulin A (sIgA) untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi seperti diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendamping pemberian ASI terhadap kadar sekretori imunoglobulin A (sIg A) pada neonatus di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Pekanbaru 2017. Desain penelitian adalah quasy eksperiment dengan pendekatan Pretest dan Posttest Control Group. Sampel pada penelitian ini dilakukan pada 15 orang neonatus untuk kelompok yang diberikan pendampingan pemberian ASI dan 15 orang neonatus yang tidak dilakukan pendampingan pemberian ASI di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Pekanbaru, Mei – Oktober 2017. Sampel dipilih berdasarkan Consecutive Sampling. Pemeriksaan kadar sIgA dilakukan dilaboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand dengan Metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) Capture Test. Uji normalitas data dengan Shapiro-Wilk, uji perbedaan kadar Sekretori Imunoglobulin A (sIg A) pada neoonatus yang dilakukan pendampingan pemberian ASI dengan yang tidak dilakukan pendampingan pemberian ASI, menggunakan uji T Independen. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata atau mean kadar sIg A neonatus sebelum (hari ke-1) dan setelah (hari ke-28) tidak dilakukan pendampingan dan dilakukan pendampingan pemberian ASI (p=0,000); (p=0,004), kemudian tidak ada perbedaan yang signifikan antara kadar sIg A dari neonatus yang dilakukan pendampingan pemberian ASI dibandingkan dengan neonatus yang tidak dilakukan pendampingan pemberian ASI (p=0.625). Kesimpulan penelitian ini adalah pendampingan pemberian ASI akan berpengaruh terhadap peningkatan kadar sIg A sehingga disarankan bagi para bidan dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu menyusui agar memberikan ASI ekslusif serta tetap melakukan pendampingan pemberian ASI pada ibu menyusui, terutama pendampingan dari keluarga.

Page 6 of 24 | Total Record : 231