Articles
224 Documents
HUBUNGAN TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN NORMAL DI KLINIK PRATAMA JAMBU MAWAR DAN KLINIK PRATAMA AFIYAH PEKANBARU TAHUN 2017
Sri Kartika Yohana;
Jasmi Jasmi;
Fathunikmah Fathunikmah
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 1 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.736 KB)
|
DOI: 10.36929/jpk.v7i1.128
Nyeri persalinan dapat menimbulkan masalah yaitu meningkatnya kecemasan sehingga produksi hormon adrenalin meningkat dan mengakibatkan penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) yang menyebabkan aliran darah ibu dan ke janin menurun. Nyeri persalinan dapat diminimalkan dengan latihan pernafasan yang efektif selama proses persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan teknik relaksasi pernafasan terhadap intensitas nyeri pada persalinan kala I fase aktif sebelum dan setelah intervensi. Penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimental, yang bersifat one group pre-test-post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida yang menjalani persalinan pervaginam kala I fase aktif (pembukaan 4-8 cm). Jumlah sampel dalam penelitian adalah 15 responden dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Klinik Pratama Jambu Mawar dan Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru pada bulan September 2016 sampai dengan Juli 2017. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan teknik relaksasi pernafasan terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin normal di Klinik Pratama Jambu Mawar dan Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru dengan nilai p value sebesar 0,001. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon (α 0,05). Disarankan kepada bidan di Klinik Pratama Jambu Mawar dan Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru agar lebih mensosialisasikan dan melakukan teknik relaksasi pernafasan kepada ibu bersalin yang bertujuan untuk mengurangi intensitas nyeri ibu bersalin pada kala I fase aktif.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERADAP KEJADIAN POSTPARTUM BLUES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU TAHUN 2017
Alifia Khana Fitrah;
Siska Helina;
Hamidah Hamidah
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 1 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.848 KB)
|
DOI: 10.36929/jpk.v7i1.129
Postpartum blues dikategorikan sebagai gangguan mental ringan sehingga sering tidak dipedulikan, tidak terdiagnosa dan akhirnya tidak ditangani, keadaan ini akan membuat perasaan tidak nyaman bagi wanita yang mengalaminya, sehingga mempunyai dampak lebih buruk terutama dalam masalah hubungan dengan suami dan perkembangan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian postpartum blues, untuk mengetahui distribusi frekuensi dukungan suami, dan untuk mengetahui hubungan dukungan suami terhadap kejadian postpartum blues. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2016 hingga Juni 2017 di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum multipara yang berada di Klinik Pratama wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling berjumlah 45 orang ibu postpartum dilakukan dengan cara home visit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α≤0,05). Hasil penelitian ditemukan angka kejadian postpartum blues 26,7%, distribusi frekuensi dukungan suami 57,8%, dan ada hubungan dukungan suami terhadap kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru tahun 2017. Saran dalam penelitian ini diharapkan kepada bidan yang berpraktik di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki untuk mengadakan kelas ibu nifas dengan menghadirkan suami sebagai pendamping ibu.
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN METODE CERAMAH DAN AUDIO VISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG SERIBU HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI PUSKESMAS SIDOMULYO RAWAT INAP KOTA PEKANBARU TAHU 2017
Magdalena Magdalena
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 1 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (399.868 KB)
|
DOI: 10.36929/jpk.v7i1.131
Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah suatu gerakan percepatan perbaikan gizi yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk menjawab permasalahan gizi. Masalah gizi yang terjadi pada kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan saat ini semakin memprihatinkan baik masalah gizi pada ibu hamil maupun pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dengan metode ceramah dan audio visual terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang seribu hari pertama kehidupan di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Ibu Hamil Trimester I s/d III yang berkunjung ke Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru dengan jumlah sampel sebanyak 22 orang. Hasil penelitian Gambaran Karakteristik responden menurut umur, bahwa sebagian besar responden berumur 24 tahun sebanyak 3 orang (13,6%) sebagian besar responden mempunyai pendidikan tingkat SMA sebanyak 12 orang (54,5%), pekerjaan sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 21 orang (95,5%). Tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan menggunakan metode ceramah termasuk kategori baik ada 5 orang (45,5%) responden, dan yang termasuk kategori tidak baik ada 6 orang (54,5%) sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah dilakukan penyuluhan menggunakan metode ceramah termasuk kategori baik ada 6 orang (54,5%) dan yang termasuk kategori tidak baik ada 5 orang (45,5%). Tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan menggunakan metode audio visual termasuk kategori baik ada 7 orang (63,6%) dan yang termasuk kategori tidak baik ada 4 orang (36,4%) sedangkan tingkat pengetahuan responden sesudah dilakukan penyuluhan menggunakan metode audio visual termasuk kategori baik ada 6 orang (54,5%) dan yang termasuk kategori tidak baik ada 5 orang (45,5%).Penyuluhan dengan Metode audio visual (video) lebih berpengaruh dibandingkan dengan metode ceramah yaitu dengan selisih antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan yaitu sebesar 27,18. Saran petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan kepada ibu hamil dan diharapkan lebih memperhatikan aspek-aspek kemungkinan yang dapat mengganggu dan menghambat pelaksanaan pendidikan kesehatan seperti ruangan yang tidak kondusif.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET PENDERITA DIABETES MELITUS
Rohani Rohani;
Ardenny Ardenny
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 2 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (514.875 KB)
|
DOI: 10.36929/jpk.v7i2.132
Kepatuhan pengobatan penderitan Diabetes Melitus merupakan suatu perilaku pasien dalam menjalani pengobatan, mengikuti diet, atau mengikuti perubahan gaya hidup lainnya sesuai dengan anjuran medis dan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet Penderita Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan analisis uji statistik uji regeresi logistik berganda dengan sampel yang ditetapkan adalah seluruh penderita Diabetes Melitus berjumlah 100 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi dengan metode pengumpulan data melalui data sekunder dan data primer melalui proses wawancara dan oberservasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Faktor pekerjaan memberikan peluang 7,255 kali mempengaruhi kepatuhan diet diabetes melitus (C.I. 2,302 – 22,869). Faktor umur, pengetahuan, dan dukungan keluarga memberikan peluang 0,124-0,216 kalimempengaruhi kepatuhan diet diabetes. Sedangkan variabel yang menjadi counfounding adalah variabel dukungan tenaga kesehatan. Disarankan pada pihak Puskesmas Harapan Raya untuk memanfaatkan data hasil penelitian ini untuk peningkatakan kepatuhan pasien Diabetes Melitus melalui peran petugas kesehatannya.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG SAGU TERHADAP TINGKAT KESUKAAN BOLU KEMOJO
Dian Agusti Ramadhani;
Sri Mulyani
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 2 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (391.121 KB)
|
DOI: 10.36929/jpk.v7i2.136
Tepung terigu menjadi produk pertanian yang penting bagi masyarakat Indonesia karena tepung terigu telah menjadi bahan baku banyak olahan makanan. Tingkat produksi dan permintaan yang tinggi menyebabkan tingginya harga tepung. Keadaan ini memacu pengembangan upaya produk alternatif pengganti. Sagu merupakan salah satu komoditas yang dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti terigu dan merupakan bahan baku pangan lokalPropinsi Riau.Bolu kembojo merupakan salah satu jenis pangan tradisional Riau yang dipopulerkan pada tahun 1997. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung terigu dengan tepung sagu terhadap tingkat kesukaan bolu kemojo.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan substitusi tepung terigu dengan tepung sagu yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dan kontrol tanpa menggunakan tepung sagu, dilakukan uji tingkat kesukaan terhadap produk, kemudian data dianalisa menggunakan analisa sidik ragam satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Hasil penelitian ini adalah produk bolu krmojo dengan 5 formula yang menyatakan bahwa adanya pengaruh subtitusi tepung terigu dengan tepung sagu terhadap tingkat kesukaan rasa, aroma, warna dan tekstur.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI DAN SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERUS DI KLINIK AFIYAH KOTA PEKANBARU
Chyntia Regina Manurung;
Yan Sartika;
Yeni Aryani
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 2 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36929/jpk.v7i2.137
Pada ibu nifas involusi uterus merupakan proses yang sangat penting karena itu memerlukan perawatan yang khusus. Kecepatan involusi uterus di pengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya mobilisasi dini dan senam nifas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan efektifitas mobilisasi dini dan senam nifas terhadap involusi uterus di Klinik Afiyah tahun 2017. Metode penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen dengan desain penelitian menggunakan posttest only control group design.Analisis penelitian ini adalah menggunakan program komputerisasi yaitu SPPS Versi 20 dengan uji hipotesisnya adalah Uji Man- Whiteney.Penelitian dilakukan pada September 2016 - April 2017 dengan jumlah responden 10 orang dengan mobilisasi dini dan 10 orang dengan senam nifas di Klinik Afiyah Kota Pekanbaru. Hasil penelitian ini adalah efektifitas mobilisasi dini terhadap involusi uterus sebesar 70% dan efektifitas senam nifas terhadap involusi uterus sebesar 90%dengan nilai p= 0, 026 (< 0,05) maka terdapat efektifitas mobilisasi dini dan senam nifas terhadap involusi uterus di Klinik Afiyah tahun 2017. Saran utama adalah penelitian ini di harapkan menjadi bahan masukan bagi fasilitas kesehatan dalam meningkatakan pelayanan terutama mengenai senam nifas dan mobilisasi dini.
PENGARUH PENAMBAHAN TIGA JENIS IKAN TERHADAP TINGKAT KESUKAAN DAN KADAR PROTEIN MI KERING
Fitriani Fitriani
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 2 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.265 KB)
|
DOI: 10.36929/jpk.v7i2.138
Mi sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras dimasyarakat semakin meningkat karena mi memiliki kandungan gizi hampir sama dengan beras.. Riau merupakan salah satu penghasil ikan terbanyak, diantaranya ikan patin, gabus dan nila. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan tiga jenis ikan terhadap sifat organoleptik dan kadar protein mi kering Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu penambahan ikan patin, ikan gabus, ikan nila dan tanpa penambahan sebagai kontrol untuk melihat tingkat kesukaan dan kadar protein mi kering. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada pengaruh yang nyata terhadap penambahan ikan patin pada tingkat kesukaan rasa, warna dan tekstur mie kering dengan penggunaan 3 jenis ikan, sedangkan untuk aroma mie kering dengan penggunaan 3 jenis ikan tidak ada pengaruh yang nyata. Ada pengaruh penggunaan 3 jenis ikan terhadap kadar protein mie kering dengan penambahan 3 jenis ikan. Mie kering dengan penambahan ikan patin memiliki kadar protein 23,0007%, penambahan ikan gabus memiliki kadar protein 16,8326% dan penambahan ikan nila memiliki kadar protein20,4036%.
PEMANFAATAN UDANG KERING (EBI) DALAM PEMBUATAN NUGGET TEMPE
Dian Kurnia Rahayu;
Esthy Rahman Asih;
Yuliana Arsil
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 2 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (595.704 KB)
|
DOI: 10.36929/jpk.v7i2.139
Data BPS Riau menunjukkan bahwa produksi udang krosok yang merupakan salah satu jenis udang yang paling banyak digunakan untuk pembuatan udang kering (ebi) berjumlah 39 ton pada tahun 2015. Udang kering (ebi) dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan produk tertentu, salah satunya adalah nugget. Pemanfaatan udang kering (ebi) dalam pembuatan nugget tempe ini diharapkan mampu untuk meminimalisir rasa tempe yang kurang disukai serta aroma langu yang diperoleh dari tempe yang digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan nugget. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dimana perbedaan persentase udang kering (ebi) dan persentase tempe yang digunakan terdiri dari 4 perlakuan yaitu 2,5% : 97,5%; 5% : 95% ; 7,5% : 92,5% dan kontrol (tanpa ebi). Nugget tempe yang dihasilkan diuji organoleptik oleh 25 orang panelis semi terlatih. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan menggunakan uji ANOVA tingkat kepercayaan 99% (α = 0,01) dan apabila ada perbedaan nyata akan dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) Berdasarkan hasil uji organoleptikterdapat pengaruh pemanfaatan udang kering (ebi) terhadap rasa dan aroma nugget tempe, tetapi tidak berpengaruh terhadap warna dan tekstur nugget tempe. Perlakuan substitusi udang kering (ebi) sebanyak 7,5% menjadi perlakuan yang paling disukai oleh panelis dari segi rasa, aroma, warna dan tekstur, dimana rata-rata tingkat kesukaan terhadap rasa 4,12; warna 3,80; aroma 4,0 dan tekstur 3,80.
PERBEDAAN POSISI PERSALINAN Mc ROBERT DAN POSISI LITHOTOMI MODIFIKASI LATERAL TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA II PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI KLINIK SWASTA KOTA PEKANBARU TAHUN 2018
Melly Wardanis;
Isye Fadmiyanor;
Ari Susanti
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 2 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.894 KB)
|
DOI: 10.36929/jpk.v7i2.141
Dalam proses persalinan pengaturan posisi ikut berperan penting di dalam persalinan. Ada beberapa tehnik yang dikembangkan pada ibu bersalin pada kala II bertujuan agar dapat memperpendek lama persalinan dan meminimalkan komplikasi yang terjadi pada ibu maupun janin. Pada saat proses melahirkan tidak menutup kemungkinan penolong persalinan akan meminta ibu mengubah posisi agar persalinan berjalan lancar. Adapun teknik posisi pada saat melakukan pimpinan persalinan kala II seperti lithotomi, posisi miring atau lateral, posisi jongkok atau setengah duduk. Manuver Mc Robert yaitu posisi setengah duduk dengan hiperfleksi maksimal pada panggul dengan melibatkan fleksi maksimal kaki ibu sampai menyentuh abdomen. Masing-masing posisi persalinan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Perbedaan posisi persalinan Mc Robert dan posisi Lithotomi modifikasi Lateral terhadap lama persalinan kala II ibu primigravida di Klinik Swasta Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Populasi penelitian ini adalah semua ibu bersalin primigravida yang melahirkan di Klinik Utama Taman Sari pada bulan Mei s/d Agustus 2018. Sampel penelitian ini berjumlah 54 orang ibu bersalin primigravida yang masing-masingnya dibagi menjadi 2 kelompok. Pada kelompok Mc, Robert berjumlah 27 orang responden dan kelompok lithotomi berjumlah 27 orang responden. Hasil penelitian didapat bahwa beda rata-rata sebesar 21.56 menit artinya lama kala IIMc. Robert modifikasi Lateral rata-rata lebih cepat 21.56 menit bila dibandingkan dengan Lithotomimodifikasi Lateral. Hasil uji statistik dengan uji t independent diperoleh nilai p value sebesar 0.001 artinya ada perbedaan yang signifikan posisi persalinan Mc Robertmodifikasi Lateraldan posisi Lithotomi modifikasi Lateral pada proses persalinan kala II pada ibu primigravida. Disarankanposisi persalinan Mc Robertmodifikasi Lateraldapat digunakan sebagai posisi pada proses persalinan kala II di fasilitas pelayanan kebidanan terutama dapat diterapkan di Klinik Utama Taman Kota Pekanbaru.
HUBUNGAN MENCARI SENSASI DENGAN PERILAKU PENGENDARA BERESIKO PADA REMAJA
Jem Ulina Purba;
Husnan Husnan;
Abdurrahman Hamid
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 2 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.354 KB)
|
DOI: 10.36929/jpk.v7i2.142
Perilaku pengendara beresiko adalah istilah yang diberikan kepada pengendara yang meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan sikap mencari sensasi dengan perilaku pengendara beresiko pada remaja. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analisis korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 126 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling, analisis yang dilakukan adalah analisis univariat, dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan, remaja yang memiliki perilaku mengemudi beresiko tinggi sebanyak 72 orang (57,1%), setelah dilakukan analisis bivariat,mencari sensasi berhubungan dengan perilaku pengendara beresiko, P-value 0,024. Dapat disimpulkan bahwasikap mencari sensasi pada remaja secara statistik berhubungan dengan perilaku pengendara beresiko. Diharapkan pihak sekolah agar membimbing siswa dan siswi untuk menyalurkan energi mencari sensasi ke hal yang positif seperti, mengikuti eskul di sekolah, seperti eskul olahraga, seni, atau pada pelajaran yang non akademik.