cover
Contact Name
Ira Oktaviani Rz
Contact Email
ira@pkr.ac.id
Phone
+6285265205563
Journal Mail Official
jpk@pkr.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Riau Jl. Melur No. 103, Sukajadi, Pekanbaru, Indonesia Office: (0761)36581 |Fax: (0761) 20656 | Phone: 085265205563
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
ISSN : 23028610     EISSN : 27151115     DOI : https://doi.org/10.36929/jpk.v9i1
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerbitkan artikel penelitian (research article), di bidang : Ilmu Kesehatan dabn Riset Lingkungan
Articles 231 Documents
PEMANFAATAN IKAN GABUS (Channa striata) DAN TOMAT (Lypersion esculentum mill) SEBAGAI PENYEDAP RASA ALAMI Rika Ramadahani Fitri; Esthy Rahman Asih
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 7 No 2 (2018): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.47 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v7i2.146

Abstract

Asam glutamat merupakan salah satu dari 20 asam amino yang ditemukan padaprotein. Rasa gurih dapat berasal dari bahan alami, diantaranya adalah asamglutamat dari ikan gabus dan tomat. Saat ini di Provinsi Riau, ikan gabus adalahikan lokal yang banyak digemari karena tingginya kandungan protein pada ikanini dan banyaknya predator ikan gabus di sungai-sungai yang banyak terdapat diRiau khususnya. Ikan gabus mengandung air, rendah lemak, natrium, karbohidrat,rendah kalori, dan bebas kolesterol. Ikan gabus juga mengandung nutrisi pentingtermasuk kalsium, fosfor, besi, kalium, dan niasin. Tomat juga merupakan panganlokal yang mengandung asam glutamate, selain itu tomat juga mengandungglukosa yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gula. Adanya kandunganasam glutamat maka perlu dibuat penyedap rasa yang berasal dari ikan gabus dantomat.Percobaan ini dengan tiga perlakuan berbeda dari masing-masing sampelyaitu perlakuan A (tepung ikan gabus 40 gr dan tepung tomat 30 gr), perlakuan B(tepung ikan gabus 50 gr dan tepung tomat 40 gr), perlakuan C tepung ikan gabus(60 gr dan tepung tomat 50 gr). Semua perlakuan ditambahkan masing-masingbawang merah 40 gr, bawang putih 30 gr, garam 30 gr dan lada putih 3 gr.Selanjutnya masing-masing perlakuan dilakukan uji organoleptik denganparameter warna, aroma dan rasa.Berdasarkan hasil uji organoleptik penyedap rasa, didapatkan hasilkonsentrasi terbaik dari ketiga percobaan konsentrasidengan rata-rata warna (A)4,7, (B) 4,8 dan (C) 4,7, rata-rata aroma (A) 4,6, (B) 4,7 dan (C) 4,8, rata-rata rasa(A) 4,5, (B) 3,7 dan (C) 4,6. Pada percobaan konsentrasi C tingkat kesukaantepung ikan gabus 60 gr dan tepung tomat 50 gr pada tingkat kesukaan rasa danaroma. Sedangkan tingkat kesukaan warna pada perlakuan konsentrasi B 50 grtepung ikan gabus dan 40 gr tepung tomat.
Prevention strategies for reproductive disorders in fimale teenager in the Islamic Boarding School Bahrul Ulum DU SKPC Yuyun Bewelli Fahmi; andri ana; Elvira Junita; Diana Indah Permatasari
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.715 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v8i2.152

Abstract

Personal hygiene saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada daerah kewanitaan pada saat menstruasi. Bila saat menstruasi tidak menjaga kebersihan yang baik akan berisiko mengalami infeksi alat reproduksi. Hal ini disebabkan oleh peristiwa menstruasi yang mengeluarkan darah kotor. Pada saat menstruasi, pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terkena infeksi karena darah dan keringat keluar serta menempel pada vulva dapat menyebabkan daerah genetalia menjadi lembab. Berbagai ganguan reproduksi yang terjadi akibat terinfeksi kuman saat menstruasi antara lain Infeksi Saluran Reproduksi (ISR), infeksi Bacterial Vaginosis (BV), Infeksi Saluran Kemih (ISK), infeksi saluran reproduksi jika diatasi segera dapat menimbulkan keganasan, dan kelahiran preterm serta berat badan lahir rendah pada wanita hamil. Untuk mencegah terjadinya permasalahan pada organ reproduksi maka perlu memperhatikan hygiene menstruasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan sistem reproduksi pada wanita dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri sejak dini tentang personal hygiene saat menstruasi melalui penyuluhan kesehatan dan pendidikan kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pencegahan gangguan reproduksi pada remaja putri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kec. Rambah Kab. Rohul. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah praeksperimen dengan pendekatan pre-test post-test. Sampel penelitian ini dilakukan pada 50 responden. Hasil analisa data dengan uji T dependen diketahui bahwa penyuluhan tentang personal hygiene berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku remaja putri pada saat menstruasi dengan nilai p= 0,001. Disarankan untuk melakukan penyuluhan tentang personal hygiene saat menstruasi sehingga dapat dijadikan salah satu strategi dalam mencegah gangguan kesehatan reproduksi
Gynura procumbens (Lour.) Merr. Leaves Against Mice’s Antibody Titer Rahimatul Uthia; Elin Resti Ananda; Ifora Ifora
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.28 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v8i2.154

Abstract

The body's defense system can be enhanced by certain compounds that are immunostimulant. An antibody titer is a measure of the body's level of immunity to a disease. Titers are usually expressed in terms of the number of times they can thin the blood until they cannot find any more antibodies. This study aims to determine the activity of the extracts of the leaves of Gynura Procumbens (Lour.) Merr. against antibody titers, the number, and percentage of leukocyte cells of white male mice. 25 mice were divided into 5 groups consisting of negative control, positive control, group dose 75 mg/kg body weight, 150 mg/kg body weight, 300 mg/kg body weight. The extract is given for 7 days orally. The results showed that the administration of leaf extracts can increase antibody titers and increase with increasing doses, as well as increasing the total number of leukocytes and the percentage of leukocyte cells significantly (P <0.05).
Effect Thought Stopping (Ts)/Negative Thinking Stop To Thinking Process Drugs Abuse At Lembaga Pembinaan Khusus Anak Pekanbaru usraleli usraleli; Sri Mulyenti
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.406 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v8i2.155

Abstract

Salah satu trend dan issue kesehatan jiwa ini adalah penyalahgunaan NAPZA. Hasil survei Substance Abuse and Menthal Health Services Administration menyebutkan anak usia 12-17 tahun 9% menggunakan zat terlarang dan 18,8% mengkonsumsi alkohol dalam sebulan (Videbeck, 2008). Thought stopping dilakukan dengan cara memutuskan pikiran atau obsesi yang mengancam dengan mengatakan “STOP” ketika pikiran dan perasaan yang mengancam muncul dan menggantikan pikiran tersebut dengan pikiran positif. Metode yang digunakan adalah diskusi, tanya jawab dan role play/praktik mandiri. Tujuan : mengidentifikasi efektivitas Assertiveness Training (AT)/Perilaku Assertive pada penyalahguna NAPZA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan warga binaan menghentikan pikiran negatif terhadap proses pikir sebelum adalah 4, 64 dan sesudah dilakukan thought stopping meningkat dua kali lipat.Thought stopping efektif dalam mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif.Terapithought stopping efektif dalam mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif pada warga binaan yang sedang menjalani rehabilitasi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Pekanbaru. Diharapkkan pihak LKPA dapat meningkatkan kerja sama lintas program dan lintas sektoral antara lain dinas kesehatan, sosial dan ketenaga kerjaan agar keterampilan yang telah didapatkan saat pembinaan tetap berkesinambungan
The Diffrence of Weight Gain between DMPA Injection Contraceptive Users and Combinated Injection Contraceptive Users in Andalas Health Care Working Area Iin Prima Fitriah
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.003 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v8i2.157

Abstract

Metode kontrasepsi yang paling dikenal adalah kontrasepsi suntik. Namun tingkat putus penggunaan metode kontrasepsi suntik merupakan nomor dua tertinggi dengan persentase 28%. Alasan putus pemakaian kontrasepsi suntik tertinggi karena akseptor takut efek samping. Salah satu efek samping yang cukup banyak dikeluhkan yaitu peningkatan berat badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kenaikan berat badan pada pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA dan kombinasi di wilayah kerja Puskesmas Andalas Kota Padang Tahun 2019.Jenis penelitian ini adalah analitik komperatif dengan desain Cross sectional study. Populasi penelitian adalah wanita pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Andalas yang aktif menggunakan suntik DMPA dan suntik kombinasi. Sampel diambil secara quota sampling sebanyak 62 orang. Kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann- Whitney. Hasil penelitian disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan kenaikan berat badan antara pengguna Alat Kontrasepsi suntik DMPA dan kombinasi di wilayah kerja Puskesmas Andalas.
The Effect Of Health Education On Bullying Knowledge Among Primary School Student Desriani Desriani; Yeni Devita
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.473 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v8i2.161

Abstract

Bullying menjadi masalah serius dan sangat berbahaya pada usia sekolah. Cara untuk mengatasi bullying adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan yaitu menggunakan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan metode ceramah terhadap pengetahuan bullying pada anak usia sekolah. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 101 Pekanbaru selama 2 hari pada tanggal 19-20 juni 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pre and post test without control. Populasi pada penelitian ini dari kelas 3-5 dengan sampel berjumlah 177 siswa dan menggunakan pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan bullying yang dijadikan alat ukur untuk pengetahuan bullying. Analisis yng digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitin didapatkan nili rat-rta pengetahuan sebelum diberikn pendidikn kesehatan metode ceramah sebanyak 8,64, sedangkan setelah dilakukan pendidikan kesehatan sebanyak 10,28. Hasil uji statistic menunjukkan p value = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh yang bermakna dari pendidikan kesehatan metode ceramah terhadap pengetahuan bullying pada anak usia sekolah.
Relationship of Parent’s Knowledge About Toilet Training with the Ability of 1 - 5 Years Agency in Conducting Toilet Training in the Ibnu Sina Kids, Pekanbaru City Magdalena Magdalena; Melly Melly
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.822 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v8i2.163

Abstract

Di Indonesia diperkirakan jumlah balita mencapai 30% dari 250 juta jiwa penduduk Indonesia. Menurut survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional tahun 2012 jumlah balita yang susah mengontrol BAB dan BAK di usia sampai prasekolah mencapai 75 juta anak, Menurut Riset Kesehatan Dasar Anak (Riskesdas, 2010), diperkirakan jumlah balita yang susah mengontrol BAB dan BAK serta BAB dan BAK disembarang tempat sampai usia prasekolah mencapai 46% anak dari jumlah balita yang ada di Indonesia. Fenomena ini dipicu karena banyak hal yaitu pengetahuan orang tua yang kurang tentang cara melatih BAB dan BAK pada saat anak usia toddler, pemakaian diapers atau popok sekali pakai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua tentang Toilet Training dengan kemampuan anak usia 1 – 5 Tahun dalam melakukan Toilet Training di TK Ibnu Sina Kids Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak usia 1-5 tahun dengan jumlah sampel 30 orang . Hasil univariat menunjukkan Pengetahuan orang tua anak usia 1 – 5 Tahun di TK Ibnu Sina Kids yaitu pengetahuan Baik sebanyak 19 orang (63.3%), dan kemampuan anak usia 1 – 5 Tahun di TK Ibnu Sina Kids dalam melakukan Toilet Training yaitu tidak mandiri sebanyak 18 orang anak (60,0%). Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan kemampuan anak usia 1 – 5 Tahun dalam melakukan toilet training, hasil uji statistik menunjukkan (P Value=0,018). Ibu perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mengerti dalam mengajari anak khususnya latihan eliminasi, sehingga dapat bersikap positif dalam membimbing tumbuh kembang anak secara baik.
Association of Breastmilk Storage Duration with Growth and Colonies Count of Lactic Acid Bacteria (LAB) yanti yanti; Siska Helina
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.179 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v8i2.164

Abstract

Perubahan tatanan sosial membuat wanita banyak yang bekerja, penyimpanan ASI tidak dapat dihindarkan bila ibu tetap memberikan ASI. Penyimpanan ASI untuk jangka waktu yang cukup lama, kemungkinan dapat terkontaminasi bakteri dan pertumbuhan bakteri patogen, sehingga membuat ASI tidak aman untuk di konsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran jumlah total koloni Bakteri Asam Laktat (BAL) berdasarkan lama penyimpanan ASI perah pada suhu ruangan 30oC, pada refrigerator dan freezer. Desain penelitian adalah eksperiment, data disajikan dalam bentuk deskriptif. Sampel pada penelitian adalah 8 orang ibu yang dapat memberikan ASI nya sebanyak 50 ml di Tempat Penitipan Anak (TPA) Kota Pekanbaru. Penyimpanan dan pemeriksaan total koloni BAL dilakukan pada Laboratorium Mikrobiologi Poltekkes Kemenkes Riau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Oktober 2018. Setiap ASI akan dibagi menjadi 10 bagian yaitu sebanyak 5 ml. ASI akan dikelompokkan menjadi 10 bagian terdiri dari 8 ASI, 1 bagian menjadi kelompok kontrol yang langsung di dihitung jumlah koloni BAL nya. Bagian ASI yang lain menjadi kelompok perlakuan, yang terdiri dari 5 bagian ASIP di simpan pada suhu ruangan 30oC selama 2 jam sampai dengan 6 jam. Kelompok berikutnya disimpan di refrigerator (4oC) selama 5 hari, 7 hari dan freezer (-15oC) selama 14 hari dan 16 hari. Hasil pemeriksaan jumlah koloni BAL pada kelompok kontrol rata-rata 1593,7x106, dan mengalami penurunan pesat sampai dengan 2 jam penyimpanan disuhu ruangan yaitu 347,5x106. Batas minimum jumlah BAL yang layak dikonsumsi setelah disimpan selama 4 jam, yaitu dengan hasil rata-rata BAL 11,25x106. Pada penyimpanan di refrigerator maksimal waktu penyimpanan sampai dengan 5 hari dengan jumlah BAL yaitu 1,125x106. Penyimpanan pada freezer lebih lama yaitu 16 hari dengan jumlah BAL 2,37x106. Terdapat perbedaan yang signifikan jumlah koloni BAL pada setiap kelompok perlakuan penyimpanan ASI pada suhu ruangan dengan nilai p value = 0,000 berdasarkan uji Annova. Lama penyimpanan ASI akan menurunkan kadar koloni BAL dalam ASI.
Education And Knowledge Of Gastritis Patients About Gastritis Prevention Elmukhsinur Elmukhsinur
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.309 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v8i2.173

Abstract

Gastritis merupakan kumpulan gejala yang dirasakan sebagai nyeri ulu hati, pada orang yang terserang penyakit terjadi mual, muntah, rasa penuh dan rasa tidak nyaman. Puskesmas Pekan Heran termasuk urutan ke 4 jumlah kunjungan penderita gastritis yang terbanyak tahun 2016 dari 18 Puskesmas yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu dengan jumlah penderita gastritis terbanyak adalah Desa Pematang Reba berjumlah 70 orang. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross sectional, dengan teknik total sampling. Hasil uji univariat responden berpendidikan dasar sebanyak 30 orang (42,8%), berpendidikan menengah sebanyak 23 orang (32,9%), berpendidikan tinggi sebanyak 17 orang (24,3%) dan pengetahuan tentang upaya pencegahan kekambuhan Gastritis baik 17 orang (24,3%), cukup 23 orang (32,9%, kurang sebanyak 30 (42,8%). Hasil uji bivariat tingkat pendidikan dan pengetahuan penderita Gastritis tentang upaya pencegahan kekambuhan Gastritis adalah p Value 0,00 dengan α = 0,05 Gastritis merupakan kumpulan gejala yang dirasakan sebagai nyeri ulu hati, pada orang yang terserang penyakit terjadi mual, muntah, rasa penuh dan rasa tidak nyaman. Puskesmas Pekan Heran termasuk urutan ke 4 jumlah kunjungan penderita gastritis yang terbanyak tahun 2016 dari 18 Puskesmas yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu dengan jumlah penderita gastritis terbanyak adalah Desa Pematang Reba berjumlah 70 orang. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross sectional, dengan teknik total sampling. Hasil uji univariat responden berpendidikan dasar sebanyak 30 orang (42,8%), berpendidikan menengah sebanyak 23 orang (32,9%), berpendidikan tinggi sebanyak 17 orang (24,3%) dan pengetahuan tentang upaya pencegahan kekambuhan Gastritis baik 17 orang (24,3%), cukup 23 orang (32,9%, kurang sebanyak 30 (42,8%). Hasil uji bivariat tingkat pendidikan dan pengetahuan penderita Gastritis tentang upaya pencegahan kekambuhan Gastritis adalah p Value 0,00 dengan α = 0,05
Menstrual Problems Among College Students: Prevalence and Treatment Seeking Behaviors Hoirun Nisa; Alkausyari Aziz
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.965 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v8i2.175

Abstract

Background: Menstrual problems are highly prevalence, especially among young adults. However, the signs and symptoms of menstrual disorders are typically disregarded. Objectives: To evaluate the prevalence of menstrual problem, especially premenstrual symptoms and menstrual syndromes, and treatment seeking behavior. Methods: This was a cross-sectional study on 261 female college students. Data were collected using a structured questionnaire. Questions were about menstrual patterns, premenstrual symptoms, menstrual syndrome, its severity and treatment seeking behavior. Information about stress was collected using a perceived stress scale questionnaire. Results: Prevalence of premenstrual symptoms was 70.1%, and that of dysmenorrhea was 93.6%. Mothers were the main source (65%) of information about reproductive heatlh. Mood-swings/irritability (88.1%) and dysmenorrhea (93.5%) were most common of premenstrual symptoms and menstrual syndrome, respectively. Half of participants experienced severe dysmenorrhea (53.2%), however medical seeking behavior during menstrual period was poor (18.8%). Participants did not seek treatment because their menstrual problems did not interfere with their daily activities (80.2%). Conclusion: Premenstrual symptoms and menstrual syndrome are highly prevalent among college students of UIN Jakarta. As mothers were the main source of information regarding reproductive health, health professionals should involve mothers in discussions about menstrual problems and how to deal with them.

Page 8 of 24 | Total Record : 231