cover
Contact Name
Meiana Maulida Hikmawati
Contact Email
lppm@stipram.ac.id
Phone
+62274-485650
Journal Mail Official
jurnalkepariwisataan@stipram.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No. 52B, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kode Pos 55198
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
ISSN : 19079389     EISSN : 27162664     DOI : -
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel atau naskah yang berorientasi pada bidang kepariwisataan, dimana naskah atau artikel tersebut belum pernah dipublikasikan di media lain atau sedang dikirim ke penerbit lain. Artikel atau naskah yang dipublikasikan adalah hasil penelitian atau pendampingan/ konseptual atau studi pustaka namun bersifat obyektif dan sistematis yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang standar dan baku (bisa dipahami). Artikel atau naskah diterbitkan dalam bentuk cetak dan online. Untuk versi online, Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah sudah terindeks Google Schoolar dan Garuda. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah pertama kali terbit pada bulan Januari 2007 dan diterbitkan dalam 3 (tiga) edisi setiap tahunnya, yaitu diterbitkan setiap bulan Januari, Mei dan September.
Articles 335 Documents
MODEL PENGEMASAN PAKET WISATA BERKELANJUTAN PADA DAYA TARIK WISATA CEKING KABUPATEN GIANYAR Fatrisia Yulianie
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1100

Abstract

AbstractThe Ceking Tourist Attraction (DTW) in Tegallalang District, Gianyar Regency, Bali, is known for its panoramic terraced rice fields built using the traditional subak irrigation system. The beauty of this landscape has made it a favourite destination for domestic and foreign tourists. However, to maintain a balance between tourist attraction and environmental sustainability, innovation in tourism product packaging is needed. This study aims to analyse the existing conditions of tourism package packaging at DTW Ceking and formulate a concept for sustainable tourism package packaging in accordance with the characteristics of the destination. The study was conducted using a qualitative descriptive approach through field observations, interviews with managers and local communities and documentation studies. The results show that tourism package packaging is still oriented towards short visits and selfies, with limited involvement of the local community. The recommended sustainable tourism package packaging integrates education on the subak system, community participation and environmental conservation to improve the quality of the tourist experience and the sustainability of the destination. The results are three main package designs, Sunrise & Subak Story, Handcraft & Harvest and Green Circuit, which are compiled based on the principles of the Global Sustainable Tourism Council (GSTC). The application of this model is expected to strengthen the local economy, preserve culture and create a quality tourism experience. Further research is needed to examine the implementation of sustainable tourism packages, the environmental carrying capacity of Ceking Tourist Attraction and collaborative governance to ensure its sustainability.Keywords: Tourism Packages; Sustainable Tourism; Ceking Tourist Attraction; GianyarAbstrakDaya Tarik Wisata (DTW) Ceking di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, dikenal dengan panorama sawah bertingkat yang dibangun melalui sistem irigasi tradisional subak. Keindahan lanskap ini telah menjadikannya destinasi favorit wisatawan domestik dan mancanegara. Namun, untuk menjaga keseimbangan antara daya tarik wisata dan keberlanjutan lingkungan, diperlukan inovasi dalam pengemasan produk wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting pengemasan paket wisata di DTW Ceking serta merumuskan konsep pengemasan paket wisata berkelanjutan sesuai dengan karakteristik destinasi. Kajian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan masyarakat lokal, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan paket wisata masih berorientasi pada kunjungan singkat dan aktivitas swafoto, dengan keterlibatan masyarakat lokal yang terbatas. Pengemasan paket wisata berkelanjutan yang direkomendasikan mengintegrasikan edukasi sistem subak, partisipasi masyarakat, serta konservasi lingkungan untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan dan keberlanjutan destinasi. Hasilnya berupa tiga rancangan paket utama, Sunrise & Subak Story, Handcraft & Harvest dan Green Circuit yang disusun berdasarkan prinsip Global Sustainable Tourism Council (GSTC). Penerapan model ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal, menjaga kelestarian budaya dan menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas. Penelitian selanjutnya perlu mengkaji implementasi paket wisata berkelanjutan, daya dukung lingkungan DTW Ceking, serta tata kelola kolaboratif untuk menjamin keberlanjutannya.Kata Kunci: Paket Wisata; Pariwisata Berkelanjutan; Daya Tarik Wisata Ceking; Gianyar
PELESTARIAN GASTRONOMI KHAS BETAWI SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA JAKARTA DI ERA MODERNISASI Rosyida Panchastity; Doni Muhardiansyah; Sri Sulartiningrum; Nurbaeti Nurbaeti
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1065

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the role of Betawi gastronomy as a regional cultural identity amidst the challenges of modernization and globalization and to identify factors that threaten the existence of traditional Betawi culinary arts. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques such as indepth interviews, participant observation and documentation studies. The results of the study indicate that Betawi culinary arts have deep cultural values and play an important role in expressing the cultural identity of the Betawi people. However, this culinary arts are increasingly threatened with extinction due to lifestyle changes, globalization, urbanization and the lack of effective regeneration and preservation. Based on a SWOT analysis, the strength of Betawi culinary arts lies in the uniqueness of recipes and cultural heritage, while its weakness is limited documentation and effective promotion. The greatest opportunities lie in culinary tourism trends and digitalization of promotions, while the threats are the dominance of modern foods and the difficulty of obtaining traditional ingredients. The implication of this study is the importance of systematic and collaborative preservation policies to ensure the sustainability of Betawi gastronomy.Keywords:  Betawi Gastronomy; Cultural Identity; Traditional Cuisine; SWOTAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gastronomi khas Betawi sebagai identitas budaya daerah di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terancamnya eksistensi kuliner tradisional Betawi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuliner Betawi memiliki nilai budaya yang mendalam dan berperan penting dalam mengekspresikan identitas budaya masyarakat Betawi. Namun, kuliner ini semakin terancam punah akibat perubahan gaya hidup, globalisasi, urbanisasi dan kurangnya regenerasi serta pelestarian yang efektif. Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan kuliner Betawi terletak pada keunikan resep dan warisan budaya, sementara kelemahannya adalah terbatasnya dokumentasi dan promosi yang efektif. Peluang terbesar terletak pada tren wisata kuliner dan digitalisasi promosi, sedangkan ancamannya berupa dominasi makanan modern dan kesulitan memperoleh bahan tradisional. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya kebijakan pelestarian yang sistematis dan kolaboratif untuk memastikan keberlanjutan gastronomi Betawi.Kata Kunci:  Gastronomi Betawi; Identitas Budaya; Kuliner Tradisional; SWOT
PERSEPSI DAN TINGKAT PEMAHAMAN WISATAWAN TERHADAP NILAI EDUKASI PADA KONSERVASI JALAK BALI DI DESA TENGKUDAK Kadek Juni Damayanti; Yesika Dwi Agustin; Yohana Agustina Perchy
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1042

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi dan tingkat pemahaman wisatawan terhadap nilai edukasi konservasi Jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Desa Tengkudak, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menempatkan wisata edukasi berbasis konservasi sebagai strategi penting dalam mendukung pariwisata berkelanjutan dan pelestarian satwa endemik. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola dan pemandu wisata, dokumentasi, serta kuesioner skala Likert kepada 100 wisatawan yang melakukan kunjungan pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif untuk memperkuat interpretasi hasil. Peneliti menganalisis persepsi wisatawan berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, serta mengaitkannya dengan tingkat pemahaman wisatawan terhadap nilai edukasi dan konservasi Jalak Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan memiliki tingkat pemahaman yang baik hingga sangat baik terhadap nilai edukasi konservasi Jalak Bali. Pengalaman belajar secara langsung, interaksi aktif dengan pemandu, serta keterlibatan masyarakat melalui penerapan awig-awig berperan penting dalam membentuk pemahaman tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Desa Tengkudak memiliki kesiapan dan kelayakan sebagai destinasi wisata edukasi berkelanjutan, meskipun tetap memerlukan peningkatan pada aspek fasilitas pendukung dan media interpretasi edukatif.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA PERHOTELAN BERBASIS BLENDED LEARNING (STUDI KASUS PADA MAHASISWA PRODI PERHOTELAN) I Putu Gede; Luh Widiani; Putu Ayu Pratiwi Duta Siwantari
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1087

Abstract

AbstractThis study aims to describe the transformation in the use of the blended method in hospitality practicum learning for hospitality students. This study employed a mixed methods approach with a case study design, integrating qualitative data (interviews, observations, and documentation) and quantitative data (pre-test, post-test, and competency scores) involving lecturers and students as research participants. Data were collected through interviews, observations and documentation and were analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate that the implementation of blended learning combining online and face-to-face instruction is effective in improving learning outcomes, student motivation, and readiness prior to practicum activities. Based on observational results, an average score of 13 was obtained, which falls into the “good” category, indicating that the method has been implemented effectively. Online learning materials such as digital modules, video tutorials, and work procedure simulations play a crucial role in strengthening student’s conceptual understanding before field practice. All four core competency areas (Front Office, Food and Beverage Service, Housekeeping, and Bar/Barista) demonstrated improvements in student’s skills and professionalism. Furthermore, the application of blended learning supports the achievement of Higher Education Key Performance Indicators (KPIs) and the implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy. This study was limited to a single study program and did not use inferential statistical analysis to test the significance of improvements in learning outcomes.Keywords: Hospitality; Human Resource Competency; Vocational School; Blended LearningAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan blended learning dalam pembelajaran praktikum perhotelan bagi mahasiswa perhotelan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain studi kasus, yang mengintegrasikan data kualitatif (wawancara, observasi, dan dokumentasi) dan data kuantitatif (tes pra-pelatihan, tes pasca-pelatihan, dan skor kompetensi) yang melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai partisipan penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan blended learning kombinasi antara pembelajaran daring dan tatap muka efektif dalam meningkatkan hasil belajar, motivasi dan kesiapan mahasiswa sebelum melaksanakan praktikum. Berdasarkan hasil observasi, diperoleh skor rata-rata sebesar 13 yang berada pada kategori baik, menandakan bahwa metode ini telah berjalan efektif. Materi daring seperti modul digital, video tutorial dan simulasi prosedur kerja berperan penting dalam memperkuat pemahaman konseptual mahasiswa sebelum praktik lapangan. Keempat bidang kompetensi utama (Front Office, Food and Beverage Service, Housekeeping, dan Bar/Barista) menunjukkan peningkatan keterampilan dan profesionalisme mahasiswa. Selain itu, penerapan blended learning mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi dan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang terbatas pada satu program studi serta belum menggunakan analisis statistik inferensial untuk menguji signifikansi peningkatan hasil belajar.Kata Kunci: Kompetensi Sumber Daya Manusia; Perhotelan; Pendidikan Vokasi; Blended Learning
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA CANDI GEDONG SONGO DI KABUPATEN SEMARANG Ulin Nuha Bena Arwani; Suwarti Suwarti
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i2.1131

Abstract

AbstrakCandi Gedong Songo di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang merupakan salah satu destinasi wisata budaya, sejarah, dan ekowisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Keberadaan peninggalan sejarah berupa kompleks candi Hindu abad ke-8 serta panorama alam pegunungan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan dan strategi pengembangan Candi Gedong Songo sebagai destinasi wisata di Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengelola dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Candi Gedong Songo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan destinasi wisata masih dilakukan secara perseorangan atau berbasis masyarakat sehingga belum memiliki struktur organisasi yang jelas dan sistem pengelolaan yang optimal. Promosi wisata masih terbatas pada penggunaan media sosial sederhana dan Google Maps. Selain itu, fasilitas penunjuk arah menuju lokasi wisata masih kurang memadai, sementara sarana dan prasarana wisata masih memerlukan peningkatan kualitas. Meskipun demikian, Candi Gedong Songo memiliki potensi besar melalui daya tarik sejarah, pemandangan alam, dan sumber air panas yang diminati wisatawan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pembentukan struktur organisasi pengelola, peningkatan kualitas fasilitas wisata, penguatan strategi promosi digital, serta perencanaan pengembangan destinasi secara berkelanjutan agar mampu meningkatkan daya saing wisata daerah.Kata Kunci:  Strategi; Pengembangan; Destinasi; Wisata; BudayaAbstractGedong Songo Temple is one of the cultural, historical, and ecotourism destinations with significant potential for tourism development in Semarang Regency. The existence of an 8th century Hindu temple complex combined with mountainous natural scenery serves as the main attraction for visitors. This study aims to analyze the management and development strategies of Gedong Songo Temple as a tourism destination in Semarang Regency. The research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews and documentation as data collection techniques. The informants consisted of tourism managers and visitors at the Gedong Songo tourism area. The findings indicate that tourism management is still conducted individually and community based, resulting in the absence of a clear organizational structure and optimal management system. Tourism promotion remains limited to simple social media platforms and Google Maps. In addition, directional signage and tourism facilities are still inadequate and require improvement. However, Gedong Songo Temple possesses strong tourism potential through its historical value, natural landscape and hot spring attractions favored by tourists. This study recommends establishing a formal management organization, improving tourism facilities and infrastructure, strengthening digital tourism promotion, and implementing sustainable destination development planning to enhance regional tourism competitiveness.Keywords:  Strategy; Development; Destination; Tourism; Culture

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 3 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 3 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 1 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 3 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 2 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 1 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 01 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 3 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 2 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 1 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 03 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 02 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 01 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 3 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 2 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 1 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 03 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 02 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 01 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 3 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 2 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 1 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 03 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 02 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 01 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 3 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 2 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 1 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 03 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 02 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 01 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 11, No 3 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 03 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 02 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 01 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 03 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 9, No 3 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah More Issue