cover
Contact Name
Meiana Maulida Hikmawati
Contact Email
lppm@stipram.ac.id
Phone
+62274-485650
Journal Mail Official
jurnalkepariwisataan@stipram.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No. 52B, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kode Pos 55198
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
ISSN : 19079389     EISSN : 27162664     DOI : -
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel atau naskah yang berorientasi pada bidang kepariwisataan, dimana naskah atau artikel tersebut belum pernah dipublikasikan di media lain atau sedang dikirim ke penerbit lain. Artikel atau naskah yang dipublikasikan adalah hasil penelitian atau pendampingan/ konseptual atau studi pustaka namun bersifat obyektif dan sistematis yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang standar dan baku (bisa dipahami). Artikel atau naskah diterbitkan dalam bentuk cetak dan online. Untuk versi online, Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah sudah terindeks Google Schoolar dan Garuda. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah pertama kali terbit pada bulan Januari 2007 dan diterbitkan dalam 3 (tiga) edisi setiap tahunnya, yaitu diterbitkan setiap bulan Januari, Mei dan September.
Articles 320 Documents
STRATEGI PROMOSI PULAU UNTUNG JAWA SEBAGAI DESTINASI WISATA BAHARI DI KEPULAUAN SERIBU Ibrahim, Mahesa Akbar; Maranisya, Ulfi
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.924

Abstract

AbstractTourism promotion is crucial for enhancing destination attractiveness, yet Untung Jawa Island faces significant challenges in promoting its marine tourism potential despite its strategic location near Jakarta. This study analyzes the promotional strategies of Untung Jawa Island as a marine tourism attraction in Kepulauan Seribu. Using a qualitative descriptive approach and SWOT analysis, data were collected through in-depth interviews with eight key informants including Pokdarwis members, local tourism operators, government representatives, and tour guides. The findings reveal that while the community actively engages in social media-based promotion, significant barriers persist including low digital literacy, lack of integrated branding among stakeholders, and limited human resources in digital marketing. The SWOT analysis yielded an IFAS score of 2.92 and EFAS score of 2.85, indicating moderate internal strength with promising external opportunities. The study recommends four strategic approaches: SO strategy emphasizing digital promotion synergy and educational tourism branding; WO strategy focusing on capacity building through digital marketing training; ST strategy strengthening local wisdom-based destination image; and WT strategy establishing stakeholder communication forums and optimizing low-season promotions to enhance competitiveness and sustainable tourism development.Keywords: Promotional Strategy; Marine Tourism; Untung Jawa Island; Community Based Tourism; SWOT AbstrakPromosi pariwisata merupakan aspek penting dalam meningkatkan daya tarik destinasi, namun Pulau Untung Jawa menghadapi tantangan signifikan dalam mempromosikan potensi wisata baharinya meskipun memiliki lokasi strategis dekat Jakarta. Penelitian ini menganalisis strategi promosi Pulau Untung Jawa sebagai daya tarik wisata bahari di Kepulauan Seribu. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis SWOT, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan delapan informan kunci meliputi anggota Pokdarwis, pelaku usaha wisata lokal, perwakilan pemerintah, dan pemandu wisata. Temuan menunjukkan bahwa meskipun masyarakat aktif dalam promosi berbasis media sosial, masih terdapat hambatan signifikan berupa literasi digital rendah, kurangnya branding terintegrasi antar pemangku kepentingan, dan keterbatasan SDM pemasaran digital. Analisis SWOT menghasilkan skor IFAS 2,92 dan EFAS 2,85 yang menunjukkan kekuatan internal moderat dengan peluang eksternal yang menjanjikan. Penelitian ini merekomendasikan empat pendekatan strategis: strategi SO yang menekankan sinergi promosi digital dan branding wisata edukatif; strategi WO yang fokus pada pengembangan kapasitas melalui pelatihan digital marketing; strategi ST yang memperkuat citra destinasi berbasis kearifan lokal; dan strategi WT yang membentuk forum komunikasi pemangku kepentingan serta optimalisasi promosi musim sepi untuk meningkatkan daya saing dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.Kata Kunci : Strategi Promosi; Wisata Bahari; Pulau Untung Jawa; Pariwisata Berbasis Masyarakat; SWOT
PREFERENSI WISATAWAN PADA DESTINASI PANTAI TLANGOH KABUPATEN BANGKALAN Nissaq, Ima Komarun; Arifiyanti, Nurul; Hidayati, Dwi Ratna
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.804

Abstract

ABSTRACTTlangoh Beach, located in Bangkalan Regency, possesses considerable potential for sustainable tourism development. Tourist visitation has varied in recent years, primarily due to inadequate facilities, restricted accessibility, and insufficient information. This study identifies tourist characteristics and analyzes preference structures at Tlangoh Beach. Data were collected through questionnaires administered to 50 respondents selected via accidental sampling. Conjoint analysis and rating scale measurements were employed to assess attributes such as transportation, facilities, natural attractions, and accessibility. The findings indicate that tourism facilities are the most influential attribute (41.9%), with the prayer room (musholla) being the most preferred facility. Most local tourists favor motorcycles as their mode of transportation. The primary natural attraction is the open coastline, while accessibility is largely defined by the availability of directional road signage. It is recommended that management prioritize enhancements to essential facilities, including toilets, prayer rooms, and parking areas. Additionally, providing clear signage and increasing social media promotion are advised. These measures are expected to improve service quality, fulfill visitor needs, and enhance the overall appeal of the destination. Keywords:       Tourist Preferences; Beach Tourism Destination; Tourist Attraction; Tlangoh Beach ABSTRAKPantai Tlangoh salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Bangkalan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi ini menunjukkan fluktuasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pengaruh dari berkurangnya optimalisasi fasilitas, aksesibilitas, dan informasi yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik wisatawan, dan menganalisis preferensi minat wisatawan di Pantai Tlangoh Kabupaten Bangkalan. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 50 responden yang dipilih secara accidental sampling dan diolah menggunakan metode analisis konjoin dan pengukuran rating. Atribut yang digunakan terdiri dari transportasi, fasilitas, daya tarik alam dan aksesibilitas. Hasil dari kombinasi preferensi wisatawan menunjukkan bahwa fasilitas wisata menjadi atribut yang paling penting (41.9%) dengan level atribut musholla sebagai pilihan utama pengunjung. Dari segi transportasi, wisatawan lokal lebih memilih menggunakan sepeda motor. Daya tarik utama dari wisata Pantai Tlangoh yaitu Keberadaan garis pantai yang terbuka, sementara aksesibilitas yang diutamakan pengunjung seperti adanya rambu petunjuk jalan. Sehingga rekomendasi yang ditujukan kepada pengelola yaitu dengan memprioritaskan perbaikan fasilitas seperti toilet, musholla, dan area parkir. Selain itu menambahkan rambu petunjuk jalan, dan melakukan promosi melalui media sosial, dengan harapan dapat meningkatkan layanan dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dan meningkatkan daya tarik destinasi wisata. Kata Kunci:      Preferensi Wisatawan; Destinasi Wisata Pantai; Daya Tarik Wisata; Pantai Tlangoh
REVITALISASI PARIWISATA SEJARAH BERBASIS WARISAN LOKAL DI KAWASAN KALI UNDA, KECAMATAN DAWAN, BALI Ariawan, Dewa Agus Yuda; Anggana, I Putu Surya; Dethan, Antonietta Gizela
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.1093

Abstract

ABSTRACTHistorical Historical and local heritage tourism plays an essential role in preserving cultural values, strengthening local identity, and supporting sustainable tourism development. Dawan Sub-district in Klungkung Regency, Bali, particularly the Kali Unda area, possesses significant historical, cultural, and environmental potential that has not yet been optimally developed as a heritage tourism destination. This study aims to identify the potential of Kali Unda for historical and local heritage tourism and to formulate sustainable revitalization strategies. A qualitative descriptive-analytical approach was applied using in-depth interviews, field observations, and documentation as data collection methods. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Kali Unda has strong historical significance, reflected in its traditional subak-based irrigation system, recognized as a UNESCO World Heritage, as well as historical infrastructure representing past agricultural practices and social dynamics. Nevertheless, heritage tourism development faces challenges such as limited historical documentation, insufficient interpretive facilities, and the absence of integrated historical narratives. This study concludes that revitalization efforts should prioritize heritage conservation, educational interpretation, and community participation. It is recommended that tourism managers strengthen heritage documentation, develop integrated interpretation systems, and implement community-based tourism management. Future research should explore visitor experiences and regional heritage tourism integration.Keywords: Historical Tourism; Local Heritage; Kali Unda; Tourism RevitalizationABSTRAKPariwisata sejarah dan warisan lokal berperan penting dalam pelestarian nilai budaya, penguatan identitas masyarakat, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kecamatan Dawan di Kabupaten Klungkung, Bali, khususnya kawasan Kali Unda, memiliki potensi sejarah, budaya, dan lingkungan yang besar namun belum dikembangkan secara optimal sebagai destinasi wisata warisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pariwisata sejarah dan warisan lokal Kali Unda serta merumuskan strategi revitalisasi yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kali Unda memiliki nilai sejarah yang kuat, tercermin dari sistem irigasi tradisional berbasis subak yang telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO, serta keberadaan infrastruktur bersejarah yang merepresentasikan praktik pertanian dan dinamika sosial masa lalu. Namun, pengembangan pariwisata warisan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan dokumentasi, minimnya fasilitas interpretasi, dan belum terintegrasinya narasi sejarah kawasan. Oleh karena itu, revitalisasi pariwisata Kali Unda perlu menekankan pelestarian warisan, fungsi edukatif, dan keterlibatan masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji pengalaman wisatawan dan integrasi pariwisata warisan regional.Kata Kunci: Pariwisata Sejarah; Warisan Lokal; Kali Unda; Revitalisasi Pariwisata
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA NYARAI, KABUPATEN PADANG PARIAMAN Nabillah, Reghina Putri; Erwin, Erwin; Analia, Devi
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i3.888

Abstract

ABSTRACTCommunity-based tourism development is a vital strategy to enhance community welfare while preserving natural resources and local cultural heritage. Nyarai Tourism Village in Padang Pariaman Regency is widely recognized for its ecotourism potential and has received numerous awards at provincial, national, and international levels. Nevertheless, its development still faces challenges, particularly related to human resource capacity, coordination among stakeholders, and the sustainability of community participation. This study aims to identify the tourism potential and attractions of Nyarai Tourism Village and to analyze the forms, levels, and stages of community participation in its development. A mixed methods approach was employed, involving participatory observation, in-depth interviews, documentation, and Likert-scale questionnaires. Informants included Pokdarwis administrators, community business groups, traditional leaders, youth, MSME actors, and government officials. Quantitative analysis shows that the level of community participation is categorized as high, with an average score of 236.7, indicating strong involvement across planning, implementation, utilization, and evaluation stages. Qualitative analysis further reveals that participation is influenced by local social cohesion, customary values, leadership roles, and economic motivations, referring to Cohen & Uphoff’s participation theory and the concept of community empowerment. The findings provide a comprehensive overview of tourism potential, community contributions, and both driving and inhibiting factors, serving as a basis for strengthening local capacity, enhancing stakeholder collaboration, and promoting sustainable community-based tourism development.Keywords:       Tourism Attraction Potential; Community Participation; Tourism Village Development ABSTRAKPengembangan desa wisata berbasis komunitas menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan alam dan budaya lokal. Desa Wisata Nyarai di Kabupaten Padang Pariaman telah dikenal luas dengan potensi ekowisata dan memperoleh berbagai penghargaan di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Meskipun demikian, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan kualitas sumber daya manusia, lemahnya koordinasi antaraktor, serta keberlanjutan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan daya tarik wisata Desa Wisata Nyarai serta menganalisis bentuk, tingkat, dan tahapan partisipasi masyarakat dalam proses pengembangannya. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner skala Likert. Informan penelitian meliputi pengurus Pokdarwis, kelompok usaha masyarakat, tokoh adat, pemuda, pelaku UMKM, dan pejabat dinas terkait. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata skor sebesar 236,7, yang mencerminkan keterlibatan aktif masyarakat pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, dan evaluasi. Analisis kualitatif mengungkap bahwa partisipasi tersebut dipengaruhi oleh ikatan sosial masyarakat, nilai adat, peran kepemimpinan lokal, serta motivasi ekonomi, dengan merujuk pada teori partisipasi Cohen & Uphoff dan konsep pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi wisata, kontribusi masyarakat, serta faktor pendorong dan penghambat, sebagai dasar perumusan strategi penguatan kapasitas lokal dan pembangunan desa wisata berkelanjutan berbasis komunitas masyarakat, serta faktor pendorong dan penghambat, sebagai dasar strategi pembangunan destinasi berkelanjutan berbasis komunitas.Kata kunci:       Daya Tarik Potensi Wisata; Partisipasi Masyarakat; Pengembangan Desa Wisata
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA KERUJUK DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Siwantari, Putu Ayu Pratiwi Duta; Purwata, I Ketut
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.1086

Abstract

ABSTRACTOne way to optimally utilize a region's potential is through ecotourism development. Developing a sustainable ecotourism destination requires a strategy. Kerujuk Ecotourism is a conservation-themed natural tourism destination, first discovered in North Lombok Regency. Several problems have been identified in its development, including a lack of proper ecotourism management, inadequate facilities and infrastructure, and low-quality community resources in the tourism sector. Consequently, the area's ecotourism potential is not realized in terms of economic activities and the welfare of the local population. The purpose of this study was to identify the potentials of Kerujuk Hamlet, identify factors influencing ecotourism development, and develop strategies for developing Kerujuk ecotourism. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and documentation. This study used a qualitative approach, analyzed using the IFAS and EFAS matrices, resulting in general strategies and alternative strategies that can be used to develop Kerujuk ecotourism. The results of the study indicate that the Kerujuk ecotourism development strategy is in quadrant V. Alternative strategies generated through SWOT analysis in the context of Kerujuk ecotourism development are as follows: collaborating with educational institutions, developing creative economic products by utilizing current trends, strengthening promotion and branding, reorganizing tourist areas, diversifying tourist attractions as risk mitigation, strengthening destination image, preparing clear SOPs and policies, and preparing cleaning and infrastructure improvement programs. Suggestions for the management can collaborate with the government in preparing facilities and infrastructure with established standard references without damaging the natural environment and forming institutions in good management to improve work professionalism.Keywords: Development Strategy; Conservation; Kerujuk Ecotourism; Sustainable Tourism; SWOT ABSTRAKSalah satu cara untuk memanfaatkan potensi suatu daerah secara optimal adalah melalui pengembangan ekowisata. Untuk mengembangkan destinasi ekowisata yang berkelanjutan, diperlukan strategi. Ekowisata Kerujuk adalah objek wisata alam bertema konservasi, yang pertama kali ditemukan di Kabupaten Lombok Utara. Beberapa masalah telah diidentifikasi dalam pengembangannya, termasuk kurangnya pengelolaan ekowisata yang tepat, fasilitas dan infrastruktur yang tidak memadai, dan kualitas sumber daya masyarakat yang rendah di sektor pariwisata, sehingga potensi ekowisata daerah tersebut tidak terealisasi dalam kegiatan ekonomi dan kesejahteraan penduduk setempat. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi potensi-potensi yang terdapat pada Dusun Kerujuk, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan ekowisata, serta strategi untuk mengembangkan ekowisata Kerujuk. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, dianalisis menggunakan matriks IFAS dan EFAS, menghasilkan strategi umum dan strategi alternatif yang dapat digunakan untuk mengembangkan ekowisata Kerujuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan ekowisata Kerujuk berada di kuadran V. Strategi alternatif yang dihasilkan melalui analisis SWOT dalam konteks pengembangan ekowisata Kerujuk adalah sebagai berikut: berkolaborasi dengan lembaga pendidikan, mengembangkan produk ekonomi kreatif dengan memanfaatkan tren terkini, memperkuat promosi dan branding, menata ulang kawasan wisata, mendiversifikasi objek wisata sebagai mitigasi risiko, memperkuat citra destinasi, menyiapkan SOP dan kebijakan yang jelas, serta menyiapkan program pembersihan dan peningkatan infrastruktur. Saran bagi pihak pengelola dapat bererjasama dengan pemerintah dalam menyiapkan sarana dan prasarana dengan acuan standar yang telah ditetapkan tanpa merusak lingkungan yang masih alami serta membentuk kelembagaan dalam pengelolaan dengan baik agar meningkatkan profesionalisme kerja.Kata kunci: Strategi Pengembangan; Konservasi; Ekowisata Kerujuk; Pariwisata Berkelanjutan; SWOT
ANALISIS DESTINATION COMPETITIVENESS MODEL DALAM MENGEMBANGKAN SPORT TOURISM DI JATILUWIH: POTENSI INFRASTRUKTUR DAN PERSEPSI WISATAWAN Tirta, Nyoman Aril Raditya; Nathaniel, Nathaniel; Baghaskara, Pande Putu Aditya; Kabut, Julius Andika Pratama; Putra, Dewa Putu Kiskenda Erwanda
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.1039

Abstract

AbstractSport tourism has continued to grow alongside increasing tourist interest in physical activities and healthy lifestyles. Jatiluwih Area in Tabanan Regency possesses natural potential in the form of terraced rice fields and a rural landscape that supports the development of sport tourism, particularly running and cycling activities. This study aims to analyze the feasibility of developing sport tourism in Jatiluwih based on the perceptions of tourists and potential tourists. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through field observations, stakeholder interviews, and questionnaires as supporting data. The analysis was based on the Destination Competitiveness Model (DCM), which includes Core Resources, Supporting Factors, Destination Management and Demand Conditions. The results indicate that natural resources and supporting factors strongly support the development of sport tourism, while destination management and demand conditions are perceived as adequate but still require improvement. Overall, Jatiluwih is considered feasible to be developed as a nature based sport tourism destination with an emphasis on sustainable management.Keywords: Feasibility Study; Sport Tourism; Infrastructure; Tourist PerceptionsAbstrakSport tourism berkembang seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap aktivitas olahraga dan gaya hidup sehat. Kawasan Jatiluwih di Kabupaten Tabanan memiliki potensi alam berupa lanskap persawahan terasering dan lingkungan pedesaan yang mendukung pengembangan sport tourism, khususnya aktivitas running dan cycling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan pengembangan sport tourism di Jatiluwih berdasarkan persepsi wisatawan dan calon wisatawan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara pemangku kepentingan, serta kuesioner sebagai data pendukung. Analisis mengacu pada Destination Competitiveness Model (DCM) yang meliputi Core Resources, Supporting Factors, Destination Management, dan Demand Conditions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumber daya alam dan faktor pendukung dinilai sangat mendukung pengembangan sport tourism, sementara aspek pengelolaan destinasi dan kondisi permintaan dinilai cukup baik namun masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, Jatiluwih dinilai layak dikembangkan sebagai destinasi sport tourism berbasis alam dengan pengelolaan yang berkelanjutan.Kata Kunci: Studi Kelayakan; Sport Tourism; Infrastruktur; Persepsi Wisatawan
STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI WISATA BERBASIS WELLNESS TOURISM DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR Farhanny, Adinda Alya; Puspita, Nungky; Nurhidayati, Hindun
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.738

Abstract

AbstractThis study analyzes the tourism potential and implementation of wellness tourism at Mount Pancar Natural Tourist Park and formulates a development strategy based on SWOT analysis. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation involving stakeholders from KSDA Resort Region IV Bogor, PT Wana Wisata Indah, village officials, local community representatives, and tourists. Data analysis was conducted using SWOT, supported by IFE and EFE matrices with weightings and ratings validated through expert judgment and stakeholder triangulation. Results show a total IFE score of 3.04 and EFE score of 2.93, positioning the park in Quadrant I, which necessitates an aggressive growth strategy that leverages strengths and opportunities to mitigate weaknesses and threats. This research addresses the gap in tailored wellness tourism development models for conserved natural parks in peri-urban settings. Practical implications include prioritizing the revival of structured healing forest programs, enhancing accessibility, and strengthening community-based wellness amenities to elevate the park’s competitiveness as a leading wellness tourism destination.AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis potensi dan implementasi wellness tourism serta menyusun strategi pengembangannya di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengelola (KSDA Resor Wilayah IV Bogor dan PT Wana Wisata Indah), perangkat desa, masyarakat, dan wisatawan. Analisis dilakukan dengan pendekatan SWOT yang diperkuat oleh matriks IFE dan EFE, di mana bobot dan rating ditetapkan melalui triangulasi sumber dan validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga aspek 4A (attraction, amenity, ancillary) telah memadai, namun aksesibilitas masih menjadi kendala utama. Dari enam dimensi wellness, kesehatan fisik dan lingkungan telah terpenuhi dengan baik, sementara dimensi mental dan spiritual belum terprogram secara terstruktur. Total skor IFE 3,04 dan EFE 2,93 menempatkan TWA Gunung Pancar pada kuadran I, sehingga strategi pertumbuhan agresif diperlukan dengan memanfaatkan kekuatan alam dan peluang kolaborasi untuk meningkatkan daya saing sebagai destinasi wellness tourism berkelanjutan.
AUTENTISITAS DAN IDENTITAS BUDAYA KULINER TRADISIONAL LOMBOK SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA BERKELANJUTAN Rochmi, Evilia; Junaidi, Muhammad Adi; Amrullah, Amrullah
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.919

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis autentisitas dan identitas budaya dalam kuliner tradisional Lombok serta potensinya sebagai daya tarik wisata berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap pelaku kuliner, tokoh adat, akademisi, dan pemangku kebijakan, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa autentisitas kuliner Lombok tercermin pada penggunaan bahan lokal, resep turun-temurun, serta teknik memasak tradisional berbasis tungku kayu yang menghasilkan cita rasa khas. Identitas budaya masyarakat Sasak termanifestasi melalui simbolisme rasa pedas, keterkaitan kuliner dengan ritual adat, serta praktik konsumsi yang menekankan nilai kebersamaan. Kuliner tradisional juga berperan sebagai media reproduksi identitas budaya dan memiliki potensi sebagai core attraction dalam diversifikasi produk pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam penguatan promosi digital, pengembangan infrastruktur kuliner, pelatihan manajemen usaha, serta penguatan rantai pasok lokal yang ramah lingkungan. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji persepsi wisatawan terhadap autentisitas kuliner, model pengembangan wisata kuliner berbasis teknologi digital, serta analisis kuantitatif mengenai kontribusi ekonomi kuliner tradisional terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.AbstractThis study aims to analyze the authenticity and cultural identity embedded in traditional Lombok cuisine and its potential as a sustainable tourism attraction. A qualitative descriptive approach with an ethnographic method was employed. Data were collected through field observations, in depth interviews with culinary practitioners, traditional leaders, academics, and policymakers, as well as documentation, and were analyzed using Spradley’s model, including domain, taxonomic, componential, and cultural theme analysis. The findings reveal that the authenticity of Lombok’s traditional cuisine is reflected in the use of local ingredients, inherited recipes, and traditional cooking techniques based on wood fired stoves that produce distinctive flavors. The cultural identity of the Sasak community is manifested through the symbolic meaning of spiciness, the strong linkage between food and ritual practices, and communal dining traditions that emphasize togetherness. Traditional cuisine also functions as a medium for cultural identity reproduction and has strong potential to become a core attraction in the diversification of community based sustainable tourism products. The study implies the importance of synergy among government, local communities, academics, and the private sector in strengthening digital promotion, developing culinary infrastructure, improving business management capacity and reinforcing environmentally sustainable local supply chains. Future research is recommended to examine tourist’s perceptions of culinary authenticity, develop technology based culinary tourism models and conduct quantitative studies on the economic contribution of traditional cuisine to local community welfare.
PERSEPSI DAN PENGALAMAN WISATAWAN TERHADAP DAYA TARIK WISATA SEJARAH DI GOA GAJAH, GIANYAR Njurumana, Hendrika Elistiani Danga; Anatasya, Angeli; Yoga, I Kadek Dwicky Aristha; Negara, I Made Nova Puspa; Aditya, I Wayan Putra
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.1120

Abstract

AbstrakGoa Gajah merupakan destinasi wisata sejarah di Kabupaten Gianyar yang memiliki nilai budaya, arkeologis, dan spiritual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi persepsi dan pengalaman wisatawan terhadap daya tarik wisata sejarah Goa Gajah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif (mixed method) dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner tertutup, observasi, wawancara terstruktur dan dokumentasi terhadap 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik Goa Gajah dinilai baik, terutama pada aspek keaslian situs, keunikan objek sejarah, serta pengalaman emosional dan spiritual. Faktor something to see menjadi aspek dominan, meskipun masih terdapat keterbatasan informasi sejarah di area destinasi. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya kendala berupa kurangnya kejelasan dan kelengkapan informasi sejarah yang disediakan di area destinasi. Secara keseluruhan, pengalaman wisatawan di Goa Gajah tergolong positif dan berpotensi meningkatkan niat berkunjung kembali, khususnya bagi wisatawan dengan latar belakang keagamaan Hindu dan Buddha.Kata Kunci: Persepsi; Pengalaman Wisatawan; Wisata Sejarah; Goa GajahAbstractGoa Gajah is a historical tourist destination in Gianyar Regency that has high cultural, archeological, and spiritual values. This research aims to analyze the factors that affect the perception and experience of tourists towards the historical tourist attraction of Goa Gajah. The research uses a qualitative and quantitative descriptive (mixed methods) approach with data collection techniques through closed questionnaires, observations, structured interviews and documentation of 100 respondent. The research results show that the attractiveness of Goa Gajah is considered good, especially in the aspect of the authenticity of the site, the uniqueness of historical objects, as well as emotional and spiritual experiences. The something to see factor is the dominant aspect, although there is still limited historical information in the destination area. However, this research also found obstacles in the form of a lack of clarity and completeness of historical information provided in the destination area. Overall, the experience of tourists in Goa Gajah is considered positive and has the potential to increase the intention to visit again, especially for tourists with Hindu and Buddhist religious backgrounds.Keywords: Perception; Tourist Experience; Historical Tourism; Goa Gajah
ANALISIS PENGARUH CITRA DESTINASI TERHADAP MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN DI DESA WISATA TENJOLAYA Zakkiah, Hasna; Sukirman, Oman; Arif, Dally Nur
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i3.849

Abstract

AbstractThis study examines the effect of destination image on tourist’s visiting intention to Tenjolaya Tourism Village. Destination image represents tourists’ perceptions of a destination, encompassing cognitive, affective, and unique dimensions. In this study, destination image is measured through three indicators: cognitive image, affective image, and unique image, while visiting intention is assessed through transactional, preferential, referential, and exploratory intentions. A quantitative associative approach was employed, with data collected through questionnaires distributed to 383 tourists who had visited Tenjolaya Tourism Village. Data analysis was conducted using rank-based regression and Spearman Rank correlation. The results reveal a correlation coefficient of 0.636 with a significance value of 0.000, indicating a strong and statistically significant relationship between destination image and visiting intention. Furthermore, the coefficient of determination (R²) shows that destination image explains 40.5% of the variation in tourists’ visiting intention. Affective aspects, such as village atmosphere and social interaction, contribute most significantly to increasing tourist’s interest, whereas cognitive aspects, particularly accessibility, still require improvement. These findings suggest that strengthening destination image, especially its emotional and experiential components, is essential for enhancing tourists’ intention to visit and recommend Tenjolaya Tourism Village.Keywords: Destination Image; Tourism Village; Tourist; Visiting IntentionAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra destinasi terhadap minat berkunjung wisatawan di Desa Wisata Tenjolaya. Citra destinasi dipahami sebagai persepsi wisatawan yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan keunikan destinasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 383 wisatawan sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi rank-based serta korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,636 dengan tingkat signifikansi 0,000, yang menandakan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara citra destinasi dan minat berkunjung wisatawan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,405 menunjukkan bahwa citra destinasi mampu menjelaskan 40,5% variasi minat berkunjung. Aspek afektif, seperti suasana desa dan interaksi sosial, memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan minat wisatawan, sementara aspek kognitif, khususnya aksesibilitas, masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan citra destinasi secara menyeluruh berperan penting dalam meningkatkan minat berkunjung wisatawan ke desa wisata.Kata Kunci : Citra Destinasi; Desa Wisata; Minat Berkunjung; Wisatawan

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 3 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 3 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 3 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 17, No 1 (2023): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 3 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 2 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 16, No 1 (2022): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 01 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 3 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 2 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 1 (2021): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 03 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 02 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 01 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 3 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 2 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 14, No 1 (2020): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 03 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 02 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 01 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 3 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 2 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 13, No 1 (2019): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 03 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 02 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 01 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 3 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 2 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 12, No 1 (2018): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 03 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 02 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 11 No. 01 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 11, No 3 (2017): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 03 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 02 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 01 (2016): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol. 9 No. 03 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 9, No 3 (2015): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah More Issue